Friday, 16 April 2010

SEBUAH KEKEJAMAN TERHADAP BANGSA SENDIRI

Ainut Tijar Kenapa ini bisa terjadi? ditaruh dimana rasa perikemanusiaannya?

Kemarin jam 12:38 · · · Bagikan
Anez Syivasoft
Anez Syivasoft
astagfirullah.......dimana hati nuranimu?.....
Kemarin jam 12:40 ·
Nina Mucha
Nina Mucha
ya ampunnn..... ko bisa begitu tega amat yg melakukannya......kejammmm....hikhikhikhikkkkk
Kemarin jam 12:41 ·
Inove Lara Hati
Inove Lara Hati
Ya allah

Kejam sangadd
Mnsia diperlkukan seperti ini
Kemarin jam 12:44 ·
Abah Ialah
Abah Ialah

Di sini .. di negeri ini.
Ketika kita tidak lagi saling percaya.
Ketika benda jadi nomor satu.
Dan kasih sayang jadi nomor satu juga..... Lihat Selengkapnya
Sebagai penutup rakusnya hidup.
Sebagai tabir sulitnya mendapat makan dan minum.

Semua menyangka bahwa dunia adalah hasil.
Menyangka bahwa Tuhan itu sulit untuk adil.
Semua seperti lupa kita masih manusia.
Yang punya raga dengan rasa haus dan laparnya.
Yang punya akal dengan pikiran dan ilmunya.
Yang punya hati dengan perasaan dan prasangkanya.
Yang punya jiwa dengan kemurnian nuraninya yang tenang.
Pada dasarnya ..
Kita semua hanya ingin dicintai.. damba peduli.
Itu saja. :)
Kemarin jam 12:53 ·
Ali Assegaf
Ali Assegaf
Kebiadaban ini terjadi oleh sebab

Peran Pemerintah

1. Kemiskinan yang terjadi oleh sebab... Lihat Selengkapnya



a. Korupsi - markus di kepolisian - kejaksaan - depkeu



PPATK - menunjukan tiap 2 jam ada transaksi mencurigakan



b. Pemerintah yang terlahir dengan manipulasi DPT dan suara rakyatnya

2. Pendidikan yang mahal oleh sebab



a. mahalnya pendidikan



b. rendahnya SDM guru



c. tak tersalurkannya manusia potesial karena kel miskin



d. Sarana pendidikan terbatas

3. Perceraian keluarga oleh sebab



a. beban hidup yang tinggi



b. pendidikan rendah
keluarga yang menyaksikan kekerasan orang tua mereka sendiri - dan di bantu oleh TV-TV dan media cetak maupun radio

Sempurna dech kejahatan kebekuan hati dan ambisi-2 begini - ketika membutuhkan saluran - saudara mereka sendiri jadi sasarannya - sementara di balik praktek mereka - ada transaksi yang mengendalikan dan melestarikan teror seperti ini terus.

tapi ingatlah - jangan kalian putus asa - saya ingin gambarkan seperti dalam status saya saat ini

"Th-2050, ibu-2 dipedesaan akan bercerita tentang sejarah bangsa... bagaimana darah ditumpahkan untuk kehormatan telah melahirkan kemerdekaan - namun setengah abad kemudian -- lahir sebuah pemerintahan yang menghapus jasa-jasa para pahlawannya... Sambil berkata :" syukurlah nak... pemerintahan seperti itu sudah tak lagi dapat berdiri lagi, sekolah gratis, rakyat sejahtera... ayo bobo !!"
Kemarin jam 12:55 ·
Opel Cirebon
Opel Cirebon
pak ali yg bijak :ketika mereka dibutakan oleh harta ,keinginan,kerakusan mereka tdk akan memikirkan sebab akibatnya yg pnting mereka bisa berlomba lomba menumpuk harta mereka tak peduli bahwa yg jd korban tetap rakyat kecil...seandainay pemerintah bs mengentaskan kemiskinan dr negara indonesiaku tercinta Tak akan terjadi seperi ini,,karna kt rakyat kecil ( termasuk saya ) yg di utamakan cm mslah PERUT ( kebutuhan HIdup ) trima ksh klau ada penyampain yg salh mhn maaf saja...
Kemarin jam 13:04 ·
Ali Assegaf
Ali Assegaf
Pikirkan sebagaimana seruan para Nabi dan cara serta pola yang dapat di simpulkan menjadi kalimat ini -

1. Lepaskan diri dari ketergantungan dari pemerintah
2. Jaga bangsa - tanah air dan negara sebagai iman kalian pada Allah dengan rasa cinta kasih sesama.
... Lihat Selengkapnya
Sumber malapetaka adalah pemerintahan ZALIM
Kemarin jam 13:12 ·
Sudarmadi Aan
Sudarmadi Aan
Astaghfirullah..... apalagi yg tidak bisa kau lakukan untuk menghentikan keboborokan yg terjadi di negri ini.. wahai penguasa..
Kemarin jam 13:14 ·
Opel Cirebon
Opel Cirebon
Tp mereka adakah yg begitu???yg membuat msyarakat tergantung adlh pemerintah itu sndr..waktu kampanye mrk berlomba menjajikan yg muluk2 tp stlah jd wkl rakyat mrk lupa akan janji yang telah di gembar gemborkan sendiri ( mereka Lupa Siapa yang ksh Suara bayak " klau bukan rakyat")mana azaz yg mengatakan dari rakyat, Oleh rakyat dan untuk rakyat..............rakayat cm buth BUkti bkn Janji.thanks
Kemarin jam 13:25 ·
Ali Assegaf
Ali Assegaf
opel : itu yang disebut lingkaran setan - solusinya dari lingkaran tuhan - bukan lingkaran yang sama
Kemarin jam 13:27 ·
Opel Cirebon
Opel Cirebon
klau setanya aslinya bs dihilangkan dengan ayat2 alloh,,tp yang ini setanya Bandel tdk bisa di hilangkan atau dimusnahkan soalya setannya berkepala manusia,,,bkn bgt pakkk.........????
Kemarin jam 13:29 ·
Imam Purwadi
Imam Purwadi
mereka "pejabat" SETAN !!! boss jadi tak ada rasa kasih sayangnya...,hanya klu butuh dipilih pura2 baik..,sila2nya hanya buat service mulut
Kemarin jam 13:34 ·
Imam Purwadi
Imam Purwadi
@p opel:setuju..,klu yg begitu mesti buru2 dipeti es kan saja...,biar nga terlalu banyak merugikaan banyak pihak..
Kemarin jam 14:16 ·
Malano Lc
Malano Lc
Tapi pagi saya menonton tayangan telivisi tentang peristiwa tanjung periuk. Sedih hati melihat bangsa ini.
Kemarin jam 14:24 ·
Opel Cirebon
Opel Cirebon
pak imam :klau mereka dipeti es kan PERCUMA mslahnya peristiwa dah terjadi " NASI DAH JD BUBUR" kt liat aja apa yg akn terjdi lagi ( lakon apalagi yang akan dibuat )
pak melano : kita menyayangkan kenapa ini harus terjadi???
Kemarin jam 14:41 ·
Elza Martanelis
Elza Martanelis
Selamat berjuang wahai pejuang keadilan, kami semua berdoa untukmu.
Kemarin jam 15:23 ·
Andi Zulkifli Pasinringi
Andi Zulkifli Pasinringi
Untung waktu PILKADA gw engga MILIH POKE - PRIJANTO kalau milih dia nyeselnya setengah MODAR
11 jam yang lalu ·
Herawan Husin
Herawan Husin
yg spt ini yang mengundang MurkaNya, nanti kalo udh dikasih bencana pada bingung , koq bnyk bencana yah...
36 menit yang lalu ·

ANGGOTA SATPOL PP JUGA MANUSIA YANG HANYA MENJALANKAN PERINTAH

Ainut Tijar

Ainut Tijar ANGGOTA SATPOL PP sebagian besar adalah anak muda tenaga kontrak yang penghasilannya sangatlah kecil. Mereka juga orang miskin dan terpinggirkan. Kenapa sesama orang kecil terliibat kekerasan seperti itu? Anggota Satpol PP adalah saudara kita juga, kenapa dihujat seperti itu? Orang beragama tidak pantaslah menganiaya saudaranya yang sudah tidak berdaya.

Kemarin jam 10:21 · ·
Syaflini Anggidin
Syaflini Anggidin
Taspi menginiaya sesama kan bukan prilaku bangsa Indonesia Pak, itu katanya
Kemarin jam 10:24 ·
Abu Boiler
Abu Boiler
maxany ini sengaja dibuat rusuh.
Kemarin jam 10:24 ·
Udinov Sony'triniton
Udinov Sony'triniton
orang kecil yang buat tameng, jadi seolah-olah bukan kesalahan petinggi . . .
Kemarin jam 10:30 ·
Tegar Kusuma
Tegar Kusuma
kebawa prilaku korps ....tukang pukulin masy yang terpinggirkan.....
Kemarin jam 10:30 ·
Diana N Afryani
Diana N Afryani
ini ulahnya org brduit yg memanfaatkn org miskin u/kpentingan mrk
Kemarin jam 10:31 ·
Awie Sibli
Awie Sibli
Kasian jga tuch org kcil bntrok dgn org kcil...Yg salah siapa yaa ?
Kemarin jam 10:31 ·
Slamet Riyadi Halim
Slamet Riyadi Halim
Setiap yang terjadi dalam suatu kaum..itulah CERMINAN /PANTULAN karakter PEMIMPINnya
Kemarin jam 10:34 ·
Putri Jusmani
Putri Jusmani
Karena masyarakat yg salah selalu dibelaakhirnya pada ngak tahu mana yg baik mana yg buruk padahal mau masy bawah mau pejabat mau siapa aja ya ngak boleh mentang2 semuanya bersaudara karena sama2 keturunan Nabi adam klu mengetahui semua batas tidak akan ada terjadi kekerasan dan musibah¤
Kemarin jam 10:37 ·
Slamet Riyadi Halim
Slamet Riyadi Halim
Setiap yang terjadi dalam suatu kaum..itulah CERMINAN /PANTULAN karakter PEMIMPINnya
Kemarin jam 10:38 ·
Kasir Avico
Kasir Avico
Katanya sih" mereka itu hanya pemain sinetronnya,berarti ada sutradaranya" betul...betul...betul...
Kemarin jam 10:38 ·
Ainut Tijar
Ainut Tijar
Almarhum Ahmad Tajudin, salah satu anggota Satpol PP yang tewas dalam bentrokan di Koja, Jakarta Utara, ternyata sering berziarah ke makam Mbah Priok.

Salah seorang sahabatnya, Ahmad, menceritakan kalau almarhum Ahmad Tajudin merupakan jamaah pengajian Assurur. Almarhum juga sering ziarah ke makam Mbah Priok semasa hidupnya.

"Sebenarnya sebagai jamaah yang sering ziarah ke sana, dia berat hati. Tapi ya karena pekerjaan, jadi mau tidak mau dia harus pergi," tutur teman almarhum, Ahmad, di rumah duka Jl HH RT 9 RW 1 Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (15/4/2010).... Lihat Selengkapnya

Ahmad mengatakan, sebelum berangkat ke lokasi pada Selasa (13/4) malam, almarhum sempat mengirim SMS kepada dirinya. Bunyi SMS tersebut adalah, "Saya minta maaf sama umat Islam karena saya hanya menjalankan tugas untuk membongkar."

Setelah SMS tersebut, Ahmad mengatakan, almarhum juga sempat mengirimkan beberapa SMS. SMS kedua berbunyi, "Ane juga ngeri." Lalu, lanjut Ahmad, SMS terakhir almarhum dikirim hari Rabu (14/4) pukul 07.30 WIB. SMS tersebut berbunyi "Doakan saya ya. Ane sudah mulai serang, di lapis tiga. Mohon doanya."

Menurut Ahmad, almarhum Ahmad sering bercerita kepada dirinya jika almarhum merasa terbeban menjadi Satpol PP.

"Ya dia tahu jadi Satpol PP menjadi beban karena banyak rakyat tidak suka. Tapi demi keluarga dia tetap menjalankan profesi itu," ujarnya.

Dikatakan Ahmad, almarhum telah menjadi Satpol PP sejak tahun 2005. Almarhum merupakan sosok yang baik. Ahmad mengatakan, rumah almarhum sering dijadikan markas berkumpul teman-temannya. Ahmad telah berteman dengan almarhum sejak kecil hingga sekarang. Dengan kepergian almarhum, Ahmad kehilangan teman bermain bola bersama.

"Tidak punya firasat apa-apa. Tapi dia selalu cerita, jadi saya mengerti posisinya," kata Ahmad dengan suara serak menahan duka.
Kemarin jam 10:39 ·
Ali Assegaf
Ali Assegaf
Pak Ainut Tijar, hujat menghujat itu buruk.... tetapi lebih buruk lagi dari itu yang melahirkan dan membuka ruang hujatan antar orang yang di adu domba....

Buat gerakan segera tidak lagi percaya pemerintah menjaga NKRI.... Bangsa ini bisa menjaga bangsa & tanah airnya - pemerintah telah berkhianat dengan bangsanya -- menghapus situs-2 - mengadu domba rakyatnya - merampok aset dengan markusnya -- menjual harga diri negrinya...

1. Bom Mariot terbunuh beberapa orang -- kita sebut teroris... Lihat Selengkapnya
2. Perampokan negara (korup) telah membunuh jutaan orang hukumannya paling banter 10 tahun
3. kini mereka menghancurkan peradaban... artinya akan membuat INDONESIA kedepan seperti bangsa yang tak memiliki sejarahnya ....

Pemerintah seperti ini harus dihentikan... penghianat jasa pahlawan bangsanya... membunuh sejarah dirinya. sama artinya menghilangkan harapan generasi masa depan. cara-2 seperti ini hanya dilakukan ISRAEL & USA di Irak - serta WAHABI di KSA.
Kemarin jam 10:42 ·
Zulkarnain Zidane
Zulkarnain Zidane
Siapa bilang mereka tenaga kontrak mereka itu sudah diangkat PNS hampir 80% tahun 2009 oleh pemprof DKI,mengalahkan pengangkatan Posisi Guru lihat nih.Korbanya GURU BANTU DKI TIDAK JELAS STATUSNYA...http://www.facebook.com/?ref=home#!/group.php?gid=409791875192&ref=ts
Kemarin jam 10:54 ·
Amdali Adhitama
Amdali Adhitama
Jika pemimpin bangsa ini senang dg perbuatan dosa maka Allah akan menurunkan azabnya, krn peringatan demi peringatan yg slm ini dirturunkan slalu dikatakan bencana alam, smoga para pemimpin sadar, yg korup sadar atau disadrkan kalo tidak Allah akan membina.... nya.
Semoga ALlah mengabulkan do'a umatnya yg tertindas
Kemarin jam 10:57 ·
Hary Saputra
Hary Saputra
afwan stad...nt mungkin ga pernah melihat keberutalan mereka ketika melibas pedagang kaki 5 mereka merusak,menjarah,memukuli para pedangan itu bahkan mereka meminta uang tebusan untuk barang dagangan yg mereka jarah.....apa meraka tau sebagain besar dari meraka adalah org2 miskin yg hanya beriktiar yg sedang berjihad untuk menafkahkan keluarnya..apa bereka peduli....???????tanayakan pada ahlinya...ahli bikin rusuh
Kemarin jam 10:58 ·
H Chaniago Amir
H Chaniago Amir
sedikit salah pak ainut mereka masuk jadi pol pp juga pada nyogok he he
Kemarin jam 10:58 ·
Ainut Tijar
Ainut Tijar
@Ali : Aku sepakat dengan sampeyan. Bahwa sesungguhnya kesalahan utama adalah keputusan menggusur Situs sejarah itu, dengan memanfaatkan Anggota Satpol PP dimana sebagian besar dari mereka adalah pekerja kontrak dengan honor sangat minim. Dan menjadi anggota Satpol PP adalah karena kebutuhan akan pekerjaan dan masa depannya.
Anggota Satpol PP adal;ah manusia lemah, tetapi yang memanfaatkan adalah bandit yang berkedok demi kepentingan umum. Itu saja.
Kemarin jam 11:02 ·
Zulkarnain Zidane
Zulkarnain Zidane
Nah siapa lagi ahlinya?dan bertameng dengan wakilnya? Kemana tu ahlinya. Sakit kali atau lagi mendalami keahliannya.
Kemarin jam 11:06 ·
Dedi Damhudi Petotz
Dedi Damhudi Petotz
Baru sekali ini pernyataan bang ainut tidak sepaham dengan saya...siapapun POL PP muda-tua,miskin-kaya saat ini konteknya mereka monster birokrasi yang ga berpihak dengan rakyat..mereka ga sadar hidup mereka ditanggung oleh rakyat melalui pajak..Pol PP jangan cuma dihujat tapi bubarkan..
Kemarin jam 11:08 ·
Ainut Tijar
Ainut Tijar
@Zulkarnaen : Setahu saya Satpol PP dan petugas pemadam kebakaran sebagian besar terdiri dari tenaga kontrak
@Amdali : sepakat
@Hary : Hanya di media elektreonik aku lihat memang, Tetapi memang ada benarnya ucapan sampeyan. Tapi kurasa tak semua seperti itu
@Chaniago : hehehehe..... Demikian juga untuk jadi anggota pemadam
Kemarin jam 11:08 ·
Ainut Tijar
Ainut Tijar
@Dedi : Institusi Pol PP saya sepakat juga untuk dibubarkan, tapi sebagian anggotanya yang juga mencari sesuap nasi perlakukan juga sebagai manusia
Kemarin jam 11:10 ·
Priyanto Uprit Tlatar
Priyanto Uprit Tlatar
Inilah gambaran indonesia kita saat ini, apa yg bisa kita banggakan sekarang.? Dan airmata pun tak pernah cukup...
Kemarin jam 11:11 ·
Chigo Pangeran Tebet
Chigo Pangeran Tebet
Pola rekrutmen pol pp yg salah. Maen comot aj. Yg pnting lnganx gede kuat tarik tambang pasti bs jd anggota pol pp. Tp isi otakx gak ada. Krn itu mrk gmpang didoktrin utk urusan kekerasan oleh pemda dgn dalih mengamankan perda. Andai sj pol pp dibekali teknik pngendalian masa spt polisi beneran mungkin tdk akan bgini. Andai sj komendan pol pp memiliki nurani mungkin bntrok dgn sodara sdr tdk akn trjadi.
Kemarin jam 11:11 ·
Ahdiat Nurhan
Ahdiat Nurhan
Siapapun mereka adalah saudara kita seiman minimal sebangsa setanah air jgn mau kita di adu domba sesama anak bangsa kita saling hajar pdhl dilapangan pol pp paling dapat air aqua segelas sementara pimpinannya cincai sama pengusaha
Kemarin jam 11:13 ·
Dedi Damhudi Petotz
Dedi Damhudi Petotz
ketika mereka mengusur rakyat,memukul tanpa nurani apakah mereka layak disebut manusia..bukan mereka binatang.ketika mereka berhenti dari Pol PP lantas sulit untuk mencari sesuap nasi itu yang dinamakan siksa dunia...saat ini tugas kita sebagai umat islam dan goverment social control untuk membuat satu tuntutan secara nasional dan internanational atas pelanggaran HAM tersebut.
Kemarin jam 11:15 ·
Ahdiat Nurhan
Ahdiat Nurhan
Siapapun mereka adalah saudara kita seiman minimal sebangsa setanah air jgn mau kita di adu domba sesama anak bangsa kita saling hajar pdhl dilapangan pol pp paling dapat air aqua segelas sementara pimpinannya cincai sama pengusaha
Kemarin jam 11:15 ·
Ainut Tijar
Ainut Tijar
@Ahdiat : Itu memang kejadian sebenarnya, yang paling bejat adalah yang menggerakkkan
Kemarin jam 11:15 ·
Ahdiat Nurhan
Ahdiat Nurhan
Siapapun mereka adalah saudara kita seiman minimal sebangsa setanah air jgn mau kita di adu domba sesama anak bangsa kita saling hajar pdhl dilapangan pol pp paling dapat air aqua segelas sementara pimpinannya cincai sama pengusaha
Kemarin jam 11:16 ·
Hary Saputra
Hary Saputra
@dedi : ane setuju ma nt...sebaiknya pol pp di enyahkan dari bumi indonesia ini,karena mereka cuma alat dan mesin penghancur buat kepuasan PEMDA untukmengeruk duit sebanyak2nya dari perusahaan2 dan org rakus dan korup.....mereka sudah banyak membuat dosa bagi orang2 miskin dan lapar.....
Kemarin jam 11:30 ·
Opel Cirebon
Opel Cirebon
smua yang terjadi di indonesia tuch dah rekayasa ....jd kita rakyat / masyarakat jngan terlalau mudah untuk di adu domba..( dr dulu sy melihat satpol PP selalu yg dislhkan pdhl dlm ht kcl mrk sbnrya tdk mauuntk melakukanya tp karena tuntutan kerja dan hidup jd mereka menjalaninya walau tanpa ke iklasan..mrk cm alat bt orng2 untuk mencr kpentingan sndr2 ..)...jd " SIAPA YANG MAU DISALAHKAN" smua mencari kebenaran sendiri2...Thanks ikut nimbrung
Kemarin jam 11:34 ·
Zulkarnain Zidane
Zulkarnain Zidane
Bubarkan....bubarkan...bubarkan....!!!!!!
Kemarin jam 11:37 ·
Sudarmadi Aan
Sudarmadi Aan
Punten... Mereka memang sama2 manusia, tetapi tindakan yang mereka lakukan, masya allah... haruskah dikepung bgt banyak pasukan, dilempar, dipukul, walau ada wakil rakyat, di keroyok dan dianiaya dg cara biadab,.. tdkah mereka liat yg dikepung remaja+anak, diseret, dikeroyok, smua yg meliat nurani pasti tersayat2, jika tak tersentuh hatinya ... Lihat Selengkapnyamasihkah dikatakan manusia..? Kalau itu krn spontan dilapang haruskah dg mengerahkan ribuan pasukan? tentu sudah direncanakan, .. jika masih berpihak pd mereka yg mengepung, menganiaya siapapun dia... bertaobatlah..
Kemarin jam 12:01 ·
Ahdiat Nurhan
Ahdiat Nurhan
Itu malah yg disalahkan provokator Bohong itu mana mungkin pasukan bergerak serentak kalo nggak komandannya nyuruh tanya aja yg biasa dinas militer itu korlapnya satpol pp sampai komandan nya diperiksa semua sampai ke atas atas kalo perlu rekaman HP nya di buka ngomong apa jam sekian sudah begini pd month cuci tangan pejabat tinggi JAHANAM!!!!!!!!!!
Kemarin jam 12:11 ·
Hanni Hk
Hanni Hk
karakter menjadi kuncinya.
Kemarin jam 12:16 ·
Malano Lc
Malano Lc
Orang yang membunuh secara sembunyi-sembunyi dihukum berat. Namun kenapa orang yang membunuh terang terangan di depan kamera telivisi merasa jadi pahlawan? Pembunuh tetaplah pembunuh. Membunuh orang di depan kamera telvfisi justru lebih sadis. Nuzubillah min zalik.
Kemarin jam 14:32 ·
Ainut Tijar
Ainut Tijar
@Malano : Aku sepakat, itu harus diadili dan dihukum sesuai kesalahan menurut aturan hukum yang ada
Kemarin jam 14:41 ·
Herawan Husin
Herawan Husin
decision makernya yg harus bertanggung jawab, krn ini masalah yg sensitif, tdk sama gusur mengusur rumah. tp tetap saja dilakukan.
Kemarin jam 18:38 ·
Sahman Sabirin
Sahman Sabirin
Saya setuju, sesama umat beragama tidak saling menganiaya apalagi yang dianiaya sudah tidak berdaya. Saya pikir, budaya malulah yang mesti kita jaga. Kalau budaya malu diaga, insyaallah akan baik dalam kehidupan ini.
6 jam yang lalu ·

Monday, 29 March 2010

DIPERSIMPANGAN JALAN, DALAM MEMILIH KONSEP KEHIDUPAN SETELAH MATI

Kebingungan saat ini berkecamuk di otak dan dada. Yang kubingungkan adalah kebenaran paling benar itu apa? Siapa? dan Bagaimana?
Termasuk tawaran konsep kehidupan setelah mati yang ditawarkan para agamawan yang bersumber dari kitab suci masing masing. Bahkan dalam satu agamapun terdapat berbagai penafsiran tentang kehidupan ke depan setelah mati.
Ataukah setelah mati ya habis dan selesai, sebagaimana konsep yang ditawarkan oleh ilmuwan yang tidak beragama, yang mendasarkan pada penelitian fakta fakta alam?
Itulah kini yang kadang berkecamuk di otakku, dan kukira banyak berkecamuk pada jutaan manusia lain di bumi ini.
Untuk agar kita tidak teromabang ambing kita harus meyakini dan memilih konsep konsep itu yang kita anggap paling benar. Baik itu yang berdasarkan agama maupun yang bukan berdasarkan agama.
Dan mungkin kalau aku memilih yang berdasarkan agama yang kuanut, meski kadang masih terombang ambing.
Dalam hal ini. dosa besarkah aku?

Thursday, 25 March 2010

MAHFUDZ MD BANYAK BICARA, DAN JAGO KERJA JADI TIDAK BERLAKU BAGINYA NO ACTION TALK ONLY

Mahkamah Konstitusi (MK) di bawah komando Mahfud MD terasa berbeda bila dibandingkan saat dipimpin Jimly Asshiddiqie.

Mahfud MD yang dilantik 19 Agustus 2008 itu dinilai terlalu banyak berbicara, selalu mengo­mentari persoalan aktual di ma­sya­rakat, khususnya terkait po­litik dan hukum. Sedangkan Jimly terlalu hati-hati.

Terobosan Mahfud ini tentu ada yang tidak suka tapi banyak juga yang suka. Sebab, mem­be­rikan wacana baru yang mem­berikan pencerahan.

Apalagi, putusan-putusan MK ini relatif diterima masyarakat. Memang ada sedikit kasus dinilai belum memuaskan. Misalnya ka­sus pemilu. Tapi secara ke­se­lu­ruhan putusannya mem­berikan rasa simpati.

Apalagi, MK tergolong aktif me­ngeluarkan putusan. Untuk tahun 2009 saja sebanyak 135 per­kara berhasil dituntaskan. Pa­dahal, hakim konstitusi hanya 9 orang.

Ini berarti tahun 2009 hanya 40 perkara yang belum ditun­tas­kan. Sebab, perkara yang di­re­gist­rasi sebanyak 153. Sedangkan tunggakan tahun 2008 sebanyak 22 perkara. Jadi totalnya 175 perkara.

Melihat hal itu, Mahfud MD bukan hanya obral berbicara, tapi juga gila kerja. Sebab, di era ke­pemimpinannya banyak perkara yang diputuskan.

Sebagai perbandingan. Sejak tahun 2003 hingga 2009, se­ba­nyak 404 perkara yang diregis­­tra­si, tapi dituntaskan 364 perkara.

Di tahun 2009 saja dituntaskan 135 perkara. Ini berarti selama 5 tahun kepemimpinan Jimly ha­nya menyelesaikan 229 perkara.

Menanggapi hal itu, pengamat kebijakan publik, Jerry Su­mam­pouw mengatakan, kinerja MK di bawah pimpinan Mahfud MD sudah cukup bagus.

”Mahfud memang obral bicara, tapi juga gila kerja. Jadi, siip MK tuntaskan 135 perkara tahun 2009,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Kegesitan kerja MK lainnya, lanjut Koordinator Komite Pe­milih Indonesia (Tepi) itu, telah mem­buat tata acara sidang pe­mak­zulan mengingat saat itu DPR menggarap kasus Bank Century.

Terakhir, kata dia, soal putusan soal pilkada. Walaupun, dalam beberapa hal keputusan ini di­mak­nai melampaui kewe­nang­annya, tapi putusan MK mem­berikan dam­pak positif bagi pil­kada. “MK memikirkan ke­pen­tingan yang lebih besar, bukan sekadar mencabut atau me­ne­rima,” katanya.

Sementara peneliti dari In­donesian Institute for Civil Society, Tb Ace Hasan Syadzily me­ngatakan, kinerja MK di ba­wah pimpinan Mahfud MD sudah berjalan dengan baik. “Saya kira kinerja MK sudah sesuai dengan fungsinya,” ujarnya.

Namun begitu, menurutnya, MK harus menjaga sifat inde­pen­den­sinya terhadap produk-pro­duk perundangan.

“MK sebaiknya mengkaji lebih dalam lagi terhadap produk per­undangan secara matang, se­hingga putusannya benar-benar mem­bela kepentingan rakyat,’’ ujar­nya.

‘’Silakan Rakyat Menilainya”
Janedjri M Gaffar, Sekjen MK

Sekretaris Jenderal Mah­ka­mah Konstitusi (Sekjen MK), Ja­nedjri M Gaffar menga­takan, pi­haknya sudah banyak melakukan terobosan hukum.

Namun begitu, menurutnya, ber­hasil tidaknya MK hanya ma­sya­rakat yang menilai. Meskipun MK sudah melaksanakan kewe­nang­annya sesuai dengan ke­tentuan yang ada. “Saya tidak mau menilai ten­tang keber­ha­sil­an yang diraih MK, silakan rakyat yang meni­lainya,” tuturnya.

Dikatakan, apapun penilaian ma­syarakat tentang MK akan dijadikan motivasi untuk bekerja lebih maksimal lagi.

Menurutnya, masih banyak kekurangan di tubuh MK dalam pe­negakan keadilan. Makanya perlu ditingkatkan lagi.

“Setiap pekerjaan selalu ada kekurangannya. Apalagi di ranah penegakan keadilan,” tandasnya.

Sementara Ketua MK, Mahfud MD mengatakan, pihaknya telah membuat sejumlah terobosan hukum dengan mengeluarkan berbagai putusan yang hasilnya dinilai berbeda dengan perun­dang-undangan yang berlaku.

“MK memilih paradigma pe­negakan keadilan substantif karena keadilan berdasarkan hukum tidak selalu terkait kepada ketentuan-ketentuan formal-pro­sedural,” ujarnya.

Menurutnya, paradigma yang dianut hakim konstitusi telah sesuai dengan tugas hakim untuk selalu menggali nilai-nilai ke­adilan substantif di masyarakat dalam menghadapi berbagai perkara (hukum).

Mahfud mencontohkan tentang kasus perselisihan hasil pemilu legislatif yang hasilnya adalah pe­mungutan suara utang di Nias Se­latan (Sumatera Utara) dan pe­nge­sahan proses pemilu sesuai budaya setempat di Yahukimo, Papua.

MK membuat terobosan hu­kum dengan menyuruh dilakukan pe­mungutan suara ulang di Nias Selatan, karena hakim-hakim MK berpendapat terbukti secara sah dan meyakinkan terjadi se­­jumlah penyimpangan secara ter­struktur, masif, dan berjenjang dalam pelaksanaan pemilu di dae­rah tersebut.

Sedangkan dalam hal kasus pe­milu di Yahukimo, MK ber­pen­dapat bahwa pemilu dengan ke­sepakatan warga atau aklamasi dan tidak dengan mencoblos me­rupakan model pemilihan yang sesuai dengan budaya dan adat setempat yang harus dipahami dan dihormati.

Terobosan hukum lainnya yang mengutamakan keadilan subs­tantif dibanding formal-pro­se­dural adalah saat MK mem­bo­lehkan penggunaan KTP dengan sejumlah syarat tertentu dalam pemilu oleh warga yang tidak ter­daftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Di antara sekian banyak UU yang kita miliki memang ada yang kurang beres. Jadi, tidak he­ran kalau sesekali terkesan me­nge­sampingkan UU demi kea­dil­an substantif,” tuturnya.

Menurut dia, ada tiga hal yang membuat UU itu menjadi tidak beres, sehingga banyak kelom­pok masyarakat mengadu ke MK. “Ketidakberesan itu disebabkan karena UU tersebut merupakan pro­duk permainan politik dan kebutuhan di lapangan berubah, jadi ini perlu tafsir teologis baru,” je­lasnya.

’’Patut Diacungi Jempol’’
Hadar Nafis Gumay, Pengamat Kebijakan Publik

Kinerja MK di bawah kepe­mimpinan Mahfud MD sudah cukup baik. Banyak produk ’akal­an-akalan’ DPR yang di­ko­reksi lembaga tersebut.

“Di antara lembaga penegak hukum yang lain, MK lebih baik. Jadi patut diacungi jempol,” kata pengamat kebijakan publik, Ha­dar Nafis Gumay, kepada Rakyat Mer­deka, di Jakarta, kemarin.

Menurut Direktur Eksekutif Cetro itu, sebagai lembaga yang masih relatif muda, MK telah me­nunjukkan hasil kerjanya cu­kup membanggakan.

Dikatakan, agenda MK cukup padat, tapi suatu persidangan bisa diselesaikan sesuai dengan jad­wal aturan acara. Kemudian pub­lik bisa mendapatkan infor­masi dengan cepat.

“Ini menjadi terobosan yang baik. Segala informasi di MK bisa diakses masyarakat secara lang­sung,” katanya.

‘’Saya Ucapkan Selamat’’

Jimly Asshiddiqie, Bekas Ketua MK

Bekas Ketua Mahkamah Kon­stitusi (MK) Jimly Asshiddiqie mengapresiasi kinerja MK yang telah bekerja secara maksimal dan mendapat penilaian positif dari publik.

“Saya ucapkan selamat untuk semua hakim MK periode se­karang yang kerjanya mendapat penilaian positif,” katanya ke­pada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, apa yang dila­kukan sekarang, semoga jadi con­toh bagi lembaga dan badan per­adilan lainnya. Sistem tata ke­lola di MK sangat baik, termasuk sistem administrasi keuangan, administrasi pelayanan, dan lainnya.

Ditanya mengenai pondasi MK merupakan warisan pim­pin­an MK sebelumnya, Jimly tidak mau berkomentar banyak. ‘’ Se­moga para penerus kami bisa selalu istiqomah dalam ke­ikhlasan dan keteladanan,’’ ujarnya.

’’Administrasi Lemah’’
Ray Rangkuti, Pengamat Anti-Korupsi

MK di bawah komando Mahfud MD perlu memperbaiki segi ad­ministrasi. Sebab, seringkali salah ketik putusan. Ini me­mang persoalan sepele, tapi bisa berdampak besar.

’’Administrasi lemah. Saya ki­ra masalah ini perlu diper­baiki. Jangan sampai ada putus­an salah ketik,’’ ujar pengamat anti-korupsi, Ray Rangkuti, ke­pa­da Rakyat Merdeka, di Ja­karta, kemarin.

Menurut Direktur Lingkar Ma­dani untuk Indonesia (Lima) itu, sekarang ini banyak kasus masuk ke MK, sehingga ada ke­san sudah kewalahan. Tapi ja­ngan ini dijadikan alasan ada­nya kelalaian dalam penangan­an kasus.

“Mungkin karena banyaknya kasus yang mereka tangani, na­mun itu juga tidak bisa dija­dikan alasan,” ujarnya.

Ray juga menyoroti, kebia­saan ketua MK yang sering ber­komentar mengenai masalah yang terjadi. Seharusnya tidak me­ngomentari semua per­soal­an. Apalagi mengomentari kasus yang sedang ditangani.

“Yang perlu diapresiasi ada­lah penanganan kasus di MK su­dah sangat transparan di­ban­dingkan dengan lembaga hu­kum lain­nya,” jelasnya.

’’Putusan Kasus Pemilu Masih Mengecewakan’’
Mochtar Sindang, Pengamat Pemilu

MK dalam menangani kasus Pe­milu belum bertindak ber­dasarkan pada suara rakyat, se­hingga putusannya menim­bulkan per­tanyaan.

’’Putusan kasus pemilu masih mengecewakan. Padahal, MK merupakan gerbang terakhir dalam penyelesaian sengketa pemilu dan pilkada,’’ kata pe­nga­mat pemilu, Mochtar Sin­dang, kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Menurut Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) itu, seharusnya MK da­lam mengambil keputusan soal sengketa pemilu dan pilkada me­lihat pada suara rakyat.

“Sekarang terkesan penentu pe­menangan pemilu dan pil­kada ada di tangan MK, bukan di tangan rakyat. Jadi, putusan MK itu hendaknya berpihak pa­da rakyat dong,” ujarnya.

Ke depan, kata Mochtar, se­belum memutuskan hasil seng­keta pemilu dan pilkada harus melakukan survey yang men­dalam dan mendengarkan pen­da­pat orang banyak.

“Tahun ini kemungkinan ka­sus sengketa Pil­kada yang di­tangani MK akan banyak. Soal­nya jumlah pil­kada mencapai 242,” jelasnya.

”Harus Membawa Perubahan Deh...’’
Setia Permana, Anggota Komisi III DPR

MK jangan menjadi alat ke­pentingan politik. Lembaga ini harus fokus menjaga konstitusi.

Demikian disampaikan ang­gota Komisi III DPR, Setia Per­mana, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin. “Sebaiknya MK tetap men­jaga kenetralan dan menjaga kon­stitusi keta­ta­negaraan,” ujar­nya.

Menurut politisi PDIP itu, pu­tusan MK banyak yang tidak sesuai dengan implementasi di lapangan. Misalnya kasus pe­milu terkait penggunaan KTP.

“Putusan MK Harus mem­ba­wa perubahan deh, bukan ma­lah menimbulkan persolan baru,” ujarnya.

Secara umum, lanjutnya, MK sudah maksimal dalam men­jalankan tugasnya untuk me­nguji Undang-undang. Ini ter­bukti dengan banyaknya Un­dang-undang yang sudah diba­talkan MK.

“Harusnya DPR sekarang menjadi lebih giat lagi dan se­rius dalam pembahasan Un­dang-undang,” pa­par­nya.

‘’Tetap Sebagai Lembaga Terpercaya’’
Irman Putra Sidin, Pengamat Hukum Tata Negara

Pengamat hukum tata ne­ga­ra, Irman Putra Sidin menga­ta­kan, kinerja MK di bawah pim­pinan Mahfud MD sudah lu­mayan. “MK tetap sebagai lem­baga terpercaya bagi ma­sya­rakat,” ujar­nya kepada Rakyat Mer­de­ka, di Jakarta, kemarin.

“Sampai saat ini MK masih men­jaga kewibawaannya se­ba­gai lembaga penegakan kea­dil­an, khususnya terkait per­un­dang-undangan,” tambahnya.

Selama ini, lanjutnya, ke­putusan MK relatif diterima ma­­syarakat dan kekuasaan.