Friday, 11 January 2013

INILAH AKU DALAM PAKAIAN DINAS BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN, KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN, 09 JANUARI 2013


KISAH NYATA PENGALAMANKU WAKTU MENCURI SEBUTIR BUAH SEMANGKA DI PASAR RENGEL PADA TAHUN 1971.
Untuk urusan mencuri semangka, aku jadi teringat sekitar tahun 1971, waktu itu umurku 8 tahun. Biasa saat itu tiap malam aku menonton televisi bersama adikku Abdullah Nawawi, Tetangga sekaligus teman sekolah yang bernama Arifin (sekarang terkenal sebagai Gus Ipin , seorang Kiyai di Rengel) dan Azis (Sekarang aku gak tahu rimbanya) di rumah seorang WNI keturunan yang bernama Beng Yang dekat pasar yang berjarak kira2 1 km dari rumahku. Maklum saat itu di Desa Rengel, Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban - Jawa Timur dalam satu kec. cuma ada 4 orang yg punya Televisi. Aku ingta sekali namanya Koh Mbun WNI Keturunan, Haji Syafii, Wai Tjong dan Beng Yang.
Selesai nonton kira kira jam 11.00 malam, aku jalan jalan di pasar. Kebetulan saat itu lagi musim semangka. Banyak gundukan semangka menyerupai gunung kecil di pinggir jalan depan pasar. Ada penjualnya sambil terkantuk kantuk. Waktu itu aku ingin sekali makan semangka, meski harganya sebutir tidak seberapa (seingatku Rp 5,-) aku tak punya uang. Aku ingat waktu itu Ipin beli satu butir. Aku juga sangat ingin semangka itu. Untuk memenuhi hasratku itu secara diam diam aku berjongkok mengambil satu butir buah semangka yang kemudian kumasukkan dalam sarung. Tapi begitu aku berdiri semangka itu mbrojol jatuh dari sarung. Kemudian apa yang terjadi?
Seorang nenek penjual semangka dengan lembut berkata padaku "Cung, nek pengen semongko, ngomong njaluk tak kei, gak usah nyolong cung" (Nak, kalau ingin semangka bilang minta, nanti kukasih, gak usah nyuri). Wah langsung aku ketakutan dan malu luar biasa. Ternyata seorang nenek penjual semangka itu begitu baiknya. Beliau tidak menganiaya aku. Tidak melaporkan aku ke polisi, apalgi memenjarakan aku dan menuntut aku ke pengadilan dengan tuntutan 5 tahun penjara.
Kalau kuingat ternyata seorang nenek buta huruf dari sebuah desa masih punya hati nurani dan bisa memaafkan seorang anak kecil yang mencuri karena tidak punya uang seperti aku ini.

3 comments:

  1. ganteng juga si om ....... hehehhe
    terus berkarya om ......
    tulisan2 anda berikutnya sangat kami nantikan

    ReplyDelete
  2. ganteng juga si om hehehehe
    terus berkarya om .......
    tulisan berikut nya sangat kamin tunggu

    ReplyDelete
  3. SAYA SANGAT BERSYUKUR ATAS REJEKI YANG DIBERIKAN KEPADA SAYA DAN INI TIDAK PERNAH TERBAYANKAN OLEH SAYA KALAU SAYA BISA SEPERTI INI,INI SEMUA BERKAT BANTUAN MBAH RAWA GUMPALA YANG TELAH MEMBANTU SAYA MELALUI NOMOR TOGEL DAN DANA GHAIB,KINI SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTANG-HUTANG SAYA BAHKAN SAYA JUGA SUDAH BISA MEMBANGUN HOTEL BERBINTANG DI DAERAH SOLO DAN INI SEMUA ATAS BANTUAN MBAH RAWA GUMPALA,SAYA TIDAK AKAN PERNAH MELUPAKA JASA BELIAU DAN BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU OLEH RAWA GUMPALA MASALAH NOMOR ATAU DANA GHAIB SILAHKAN HUBUNGI SAJA BELIAU DI 085 316 106 111 SEKALI LAGI TERIMAKASIH YAA MBAH DAN PERLU ANDA KETAHUI KALAU MBAH RAWA GUMPALA HANYA MEMBANTU ORANG YANG BENAR-BANAR SERIUS,SAYA ATAS NAMA PAK JUNAIDI DARI SOLO DAN INI BENAR-BENAR KISAH NYATA DARI SAYA.BAGI YANG PUNYA RUM TERIMAKASIH ATAS TUMPANGANNYA.. BUKA DANA GHAIB MBAH RAWA GUNPALA

    ReplyDelete