Friday, 7 December 2012

Gizi Buruk, Berat Remaja Ini Hanya 15 Kilogram. Usianya 17 tahun, gizi buruk membuat kondisinya terus melemah

Tak punya kartu berobat, Erfan Teguh Santoso, 17 tahun, warga Surabaya tak bisa masuk rumah sakit.
Ironis, lantaran tak punya Kartu Berobat Erfan Teguh Santoso, 17 tahun, anak pasangan Mulyadi, 62, dan Rusmiati, 60, warga Jalan Tambak Asri Gang 11 No 2, Surabaya Utara, itu tidak bisa berobat. Akibatnya, kondisinya terus melemah dan tubuhnya semakin kurus, berat badannya terus susut, kini menjadi 15 kilogram.

Rusmiati mengisahkan, keberadaannya yang miskin ini tidak mampu membawa anaknya ke rumah sakit. "Biayanya yang tidak ada, terus bagaimana lagi," kata Rusmiati, Kamis 6 Desember 2012.

Wanita itu, dengan nada melas mengakui anaknya mengalami gizi buruk. Makanan yang dikonsumsi sehari-hari berupa nasi-tahu. "Itu karena tidak ada biaya," lanjutnya.

Wanita itu bertutur, Erfan diadopsi sejak berumur 15 hari dari RS Mardisantoso, Surabaya. Saat berumur 17 bulan, Erfan mengalami panas tinggi. Akibatnya, tubuhnya kerap mengalami kejang-kejang. Saat itu, Rusmiati mengaku hanya sempat beberapa kali membawanya ke Puskesmas.

Lagi-lagi, karena keterbatasan biaya. Ayahnya yang hanya penarik becak mengaku tak mampu mengobatkan anaknya. Karena juga tidak mengantongi surat berobat gratis yang dikeluarkan pemerintah.

Bahkan, ayahnya juga mengaku tidak lagi menarik becak. Karena becak miliknya sudah terjual, untuk biaya berobat.

Dengan kondisinya, keluarga miskin yang hidup di rumah kontrakan itu berharap pemerintah memberikan bantuan berobat untuk anaknya.

Terencana, Perekaman Pakaian Dalam di Halte Busway "Dia sudah mempersiapkan dan mencari korban yang dianggap pas."

Pelaku pelecehan seksual di Halte TransJakarta
Polisi memeriksa Suprianto, pelaku perekam pakaian dalam penumpang Transjakarta di halte Harmoni, pada Selasa 4 Desember 2012 lalu. Hasilnya, Suprianto mengaku tidak memiliki alat perekam khusus saat melakukan aksi bejatnya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan apa yang dilakukan Suprianto sudah dipersiapkan sebelumnya. "Tetapi kami perlu dalami lagi, kemungkinan dia sudah mempersiapkan dan mencari korban yang dianggap pas olehnya. Kebetulan korban ketika itu memakai rok," ujar Rikwanto, Kamis 6 Desember 2012.

Dijelaskan Rikwanto, korban yang merupakan karyawati Bursa Efek Indonesia (BEI) berinisial AGT sudah membuat laporan di Polres Metro Jakarta Pusat. Menurut dia, prosesnya cukup panjang. Meski pelaku tidak ditahan tetapi berkas perkaranya tetap dilanjutkan.

Kepada penyidik Suprianto mengaku baru satu kali melakukan aksinya. "Nanti kami dalami lagi keterangannya. Penyidik juga sudah melakukan pengeledahan di rumah tersangka, " kata Rikwanto.

Ahok: Tiap Koridor Transjakarta Harus Punya SPBG. Saat ini hanya ada lima SPBG yang beroperasi di Jakarta

Bus Transjakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar pertemuan dengan Perusahaan Gas Negara dan Pertamina terkait ketersediaan bahan bakar gas untuk transportasi publik di Ibukota.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan Pemprov DKI berniat untuk membangun SPBG pada setiap koridor Transjakarta untuk meningkatkan pelayanan moda transportasi massal warga Jakarta.

"Kami mau rapatkan. Tadi sih kami sudah bisik-bisik dengan Ibu Dirut Pertamina, dan PGN. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas harus ditambah, kami memang mengarah kesitu," ujar Basuki di Markas Komando Lintas Laut Militer, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 6 Desember 2012.

"Kami harapkan minimal setiap koridor Transjakarta itu ada satu SPBG. Sekarang kan Daan Mogot sudah enak nih, kalau koridor yang lain kan jauh. Kalau setiap koridor ada satu, dekat masuknya, penumpang jadi tidak numpuk. Konsepnya seperti itu. Kalau ada 15 koridor, ada 15 SPBG," ucapnya.

Menurut Ahok, sapaannya, upaya penambahan SPBG ini akan dipercepat. Ia menyadari pemanfaatan BBG untuk transportasi ke depannya akan meningkat, sedangkan kendala selama ini adalah kurangnya supply.

"Ke depannya kami akan gunakan pipanisasi. Mereka sudah mau ada finalisasi, tapi selalu ada masalah apa gitu. Makanya kami mau anggarkan, kami mau tarik melalui pipanisasi," kata dia.

Transjakarta terancam meninggalkan bahan bakar gas yang ramah lingkungan, dan kembali menggunakan bahan bakar solar. Ini disebabkan kurangnya ketersediaan SPBG di beberapa wilayah Jakarta.

Kepala Dinas Industri dan Energi DKI Jakarta, Andi Baso, mengatakan Pemprov DKI berusaha keras untuk konsisten menggunakan BBG pada armada Transjakarta. Karena itu, instansinya akan mengusulkan penambahan SPBG di tiga lokasi di wilayah DKI tahun depan.
Menurut Andi, saat ini hanya ada lima SPBG yang beroperasi di Jakarta. Jumlah tersebut tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pengisian BBG bagi armada Transjakarta yang jumlahnya ratusan.

"Tiga SPBG siap operasi, itu yang kami usulkan. Tapi bahan bakar gas-nya belum terdistribusi dari Pertamina. Rencananya ex lahan depo B di UKI-Cililitan, terminal Kalideres, Tanah Merdeka. Itu lahan milik Pemprov," terangnya.

Tiga lokasi SPBG yang akan dibuka tahun depan tersebut, kata Andi, anggarannya diambil dari APBD 2013. "Anggaran kira-kira Rp35 miliar per satu SPBG. Koordinasi sama pemerintah pusat," ujarnya.

3 Hari Pesta Miras Tanpa Makan, Dua Pemuda Tewas. Mereka memilih mengisi perutnya dengan ginseng ketimbang makanan

Mereka memilih mengisi perutnya dengan miras ketimbang makanan biasa.
Dua pemuda tewas setelah berhari-hari hanya meminum minuman keras (miras) jenis ginseng tanpa disertai makan di daerah Bojong Indah, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.
MJ dan FZ, nama pemuda itu selama tiga hari berturut-turut lebih memilih mengisi perutnya dengan minuman ginseng ketimbang dengan asupan makanan. Alhasil, kedua pemuda berusia 25 tahun itu harus meregang nyawa setelah sempat pingsan.

Kejadian tersebut dibenarkan Kapolsek Metro Duren Sawit, Jakarta Timur, Komisaris Polisi Imran Gultom saat dihubungi VIVAnews, Kamis 6 Desember 2012. "Mereka tewas karena tiga hari cuma minum ginseng, tanpa makan," kata dia.

Kejadian ini bermula, saat MJ dan FZ bersama kelima rekannya JR (22), ON (25), DT (22), RS (22), dan AI (22) berpesta miras di daerah Bojong Indah dari Minggu 2 Desember, sekitar pukul 16.00 hingga Senin pagi, 3 Desember pagi tanpa istirahat. Mereka minum ginseng dicampur Coca-Cola.

Pada Senin pagi itu, kata Gultom, mereka sempat tertidur. Sekitar pukul 12.00 mereka terbangun kemudian melanjutkan lagi pesta miras itu sampai Selasa malam, 4 Desember.

Namun, MJ dan FZ, pada Rabu jatuh pingsan dan dilarikan ke Rumah Sakit Islam, Pondok Kopi, Jakarta Timur. MJ masuk rumah sakit sekitar pukul 13.00, sedangkan FZ menyusul tiga jam kemudian. "Mereka jatuh pingsan dan mengeluh sakit di bagian perut. Sama dokter sempat dipasang oksigen agar mereka sadar," katanya.

Sayang, nyawa kedua warga Kampung Bojong Indah RW 06, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur itu tak dapat tertolong. MJ tewas di rumah sakit sekitar pukul 16.00 WIB. Sementara FZ menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis 6 Desember sekitar pukul 01.00.

Gultom mengaku belum mengetahui apa motif di balik MJ dan FZ hanya minum ginseng tanpa makan selama tiga hari berturut-turut itu. Namun, dia memastikan, tewasnya dua pemuda itu bukan karena minuman ginseng. Melainkan, karena tidak makan selama tiga hari.

"Mungkin karena tidur dan ketika bangun langsung minum miras tanpa makan nasi dulu, perut mereka jadi sakit dan sempat tidak sadarkan diri. Sampai akhirnya mereka tewas," katanya.

Meski demikian, Gultom mengatakan untuk minuman keras jenis ginseng itu tidak dilarang. Sehingga banyak dijual di warung-warung, bahkan minimarket. "Ginseng itu tidak dilarang, kalau minuman keras (miras) yang dilarang itu yang nilai alkoholnya tinggi. Jadi kita harus lihat komposisi minuman itu dulu," ucapnya.

Adapun jasad MJ dan FZ kini telah dimakamkan di daerah tempat tinggalnya. Sementara kelima temannya yang bersama-sama menenggak miras masih dalam keadaan sehat walafiat

Google Ungkap Google Fiber, Layanan Wifi Supercepat. Layanan internet berkecepatan tinggi, mencapai 1.000 Mb per detik

Kerja di pantai dengan notebook dan hotspot wifi gratis
Raksasa teknologi dunia, Google, dilaporkan menciptakan layanan jaringan nirkabel (wifi) untuk perangkat mobile, yang mereka kembangkan secara mandiri. Jika benar, kabar ini menjadi sangat menarik. Sebab Google sudah melakukan uji coba program jaringan Google Fiber di Kansas City beberapa waktu lalu.

Google Fiber merupakan layanan internet berkecepatan tinggi, mencapai 1.000 Mb per detik. Kecepatan Google Fiber disebut 100 kali lebih cepat dibandingkan rata-rata akses broadband saat ini.

Kabar ini disampaikan oleh Wakil Presiden Google Access Services, Milo Medin. Medin juga yang pada awal tahun ini yang menyajikan dan penawaran Google Fiber.

Ia mengatakan, layanan VoIP (komunikasi suara melalui protokol internet) yang sangat baik bisa menjadi sebuah kenyataan bagi Google jika tidak terhalang peraturan dalam memasuki pasar layanan internet ini. Layanan VoIP menggabungkan suara dan data ke dalam satu koneksi.

"Kamu sudah memerhatikan itu. Biaya untuk menghadirkan layanan telepon sebenarnya hampir tidak ada. Tapi di AS, ada aturan-aturan khusus yang berlaku," kata Medin seperti dilansir Slash Gear.

Pernyataan tersebut disampaikan Medin pada awal pekan ini di acara konferensi City Age Summit on the New American City di Kansas City. Acara ini dihadiri lebih dari 50 kota dari seluruh Amerika Serikat. Dalam acara tersebut, baik pemimpin bisnis dan pejabat kota berbicara tentang layanan internet yang mungkin hadir ke daerah mereka. Google Fiber adalah salah satu di antara layanan yang siap hadir.

Google Fiber baru-baru ini digelar di Missouri dan Kansas City. Tapi tampaknya untuk saat ini masyarakat di kota tersebut belum sepenuhnya paham dengan program tersebut.

Medin mengatakan ia tidak berpikir kehadiran layanan lain memiliki dampak pada popularitas layanan Goggle Fiber. Sebagai informasi, kompetitor Google, Time Warner Cable Inc, dan AT&T Inc menawarkan paket bundling ponsel-internet-TV di Kansas City.

Catatan Perjalanan Komisi I DPR ke Palestina

Komisi I DPR menempuh perjalanan panjang untuk memberikan dukungan politik kepada Palestina yang sedang memperjuangkan kemerdekaannya. Kunjungan ini, meski ada juga yang mencibir, namun juga menuai pujian dan bahkan mendapat sambutan hangat dari pemerintah Palestina.

Perjalanan panjang Komisi I DPR dimulai dari penerbangan menuju Kairo Selasa (27/11) lalu pukul 00.15. Rombongan delegasi itu dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq (PKS) dan beranggotakan Yorrys Raweyai (Golkar), Meutya Hafid (Golkar), Yahya Sacawirya (Demokrat), Effendi Choirie (PKB) dan Muhammad Najib (PAN). 

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 16 jam, termasuk transit di Dubai dua jam, Komisi I DPR akhirnya mendarat di Kairo pada hari yang sama sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Kairo dan Jakarta memiliki perbedaan waktu sekitar lima jam.

Saat itu di Kairo sedang berlangsung demo besar antipemerintah. Namun hal itu tak menyurutkan langkah delegasi. Begitu tiba di Kairo, dengan diantar staf KBRI Mesir, delegasi langsung menemui Majelis Syuro (setingkat MPR) Mesir. Dalam pertemuan itu, Komisi I DPR mengajak Majelis Syuro Mesir untuk berkomitmen mendukung upaya kemerdekaan Palestina. Tawaran itu disambut baik oleh Majelis Syuro Mesir yang dalam pertemuan itu dipimpin oleh Wakil Ketua Ridho Fahmi. Dia menegaskan bahwa upaya membantu kemerdekaan Palestina juga menjadi fokus Mesir.

Usai bertemu Majelis Syuro, Komisi I DPR berkunjung ke KBRI Mesir. Di KBRI, pada malam harinya, Komisi I DPR berinteraksi dengan mahasiswa Indonesia di Mesir yang memang sengaja diundang oleh Dubes RI untuk Mesir Nurfaizi Suwandi. Dalam interaksi tersebut, ada satu dua kritik yang dilontarkan mahasiswa terhadap agenda kunker DPR ke luar negeri. Namun para mahasiswa tetap mengapresiasi kunjungan ke Gaza.

Keesokan harinya, Rabu (28/11), pukul 11.00 waktu setempat, Komisi I DPR berkunjung ke kantor Liga Arab yang terletak di Kairo. Dalam pertemuan itu, Anggota Komisi I DPR Mustafa Kamal (PKS) baru bergabung dalam rombongan delegasi.

Sama seperti saat bertemu Majelis Syuro Mesir, dalam pertemuan dengan Liga Arab, Komisi I DPR juga mengajak Liga Arab mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Tawaran itu juga disambut baik. Wakil Sekjen Liga Arab Ahmad bin Halli mengonfirmasi adanya persetujuan dari negara-negara Liga Arab untuk mendukung pengakuan status negara bagi Palestina di sidang umum PBB yang pada saat itu belum berlangsung.

Setelah bertemu Liga Arab, Komisi I DPR langsung tancap gas menuju Gaza. Melalui jalur darat dengan menggunakan bus dari KBRI Mesir, delegasi menempuh perjalanan sekitar lima jam untuk tiba di kota El Arish yang berjarak 35 Km dari Rafah, wilayah perbatasan Mesir-Palestina (Gaza). Delegasi bermalam di tempat itu sembari menunggu izin lewat dari Imigrasi Mesir. Di El Arish, delegasi juga bertemu dengan sukarelawan dari tujuh lembaga kemanusiaan Indonesia.

Konfirmasi izin melintas akhirnya diberikan Imigrasi Mesir Kamis (29/11). Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu setengah jam dan menunggu proses di imigrasi satu setengah jam, delegasi Komisi I DPR diperkenankan melintas masuk ke kawasan Palestina.

Di kantor Imigrasi Palestina di Rafah, delegasi Komisi I DPR disambut oleh salah seorang anggota Parlemen Palestina Dr Yousef beserta protokoler parlemen. Delegasi disambut hangat bak kawan lama yang baru bertemu lagi. Setelah beramah tamah sebentar, delegasi kemudian diantar untuk bertemu Parlemen Palestina di Gaza.

Dalam pertemuan dengan parlemen Palestina atau Palestinian Legislative Council (PLC) di Gaza, Komisi I DPR menyampaikan dukungan politiknya. Wakil Ketua PLC Ahmad Bahar yang memimpin pertemuan itu menyambut baik dan mengucapkan terima kasih.

Usai bertemu dengan PLC, Komisi I DPR kemudian menuju perumahan kamp untuk bertemua Perdana Menteri Palestina dari Hamas Ismail Haniyya. Dalam pertemuan itu, selain menyampaikan dukungan politik, Komisi I DPR mewakili tujuh lembaga kemanusiaan, memberikan bantuan berupa uang tunai US$ 800 ribu dan alat-alat medis. Ismail Haniyya juga menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada delegasi Komisi I DPR dan tujuh lembaga kemanusiaan. Selain itu, Komisi I DPR juga berjanji akan mendorong pemerintah Indonesia untuk membuka konsul istimewa Indonesia di Gaza.


Pertemuan dengan Perdana Menteri Palestina dari Hamas Ismail Haniyya di Gaza menjadi salah satu agenda penting kunjungan Komisi I DPR. USai bertemu dengan Haniyya, Komisi I DPR kemudian melanjutkan perjalanan ke Jordania.

Usai bertemu Haniyya Kamis (29/11) sore waktu setempat, pada malam harinya delegasi menyempatkan diri untuk mengunjungi keluarga mendiang Ahmad Said Khalil Al Jabari. Al Jabari adalah Komandan Sayap Militer Hamas yang tewas dirudal Israel. Dalam kunjungan itu, delegasi memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai. Kemudian delegasi bermalam di salah satu hotel di Gaza.

Pada malam yang sama, tepatnya sekitar pukul 23.30 waktu setempat, sidang umum PBB telah memutuskan mengangkat status keanggotaan Palestina menjadi non-member observer state. Warga Gaza menyambut kenaikan status itu dengan mengadakan long march mengelilingi kota.

Keesokan harinya, Jumat (30/11), delegasi berkunjung ke rumah sakit Asy Syifa. Asy Syifa merupakan rumah sakit yang dibangun dari sumbangan warga Indonesia, saat dikunjungi Komisi I DPR, pembangunan rumah sakit itu belum selesai. Menurut sukarelawan Mer-C, Nur Ikhwan, yang menyambut delegasi, penyelesaian rumah sakit itu masih membutuhkan dana sekitar Rp 30 miliar.

Usai mengunjungi rumah sakit Asy Syifa, delegasi kemudian kembali menuju Kairo untuk bersiap menuju ke Amman, Jordania. Sesampainya di Kairo setelah menempuh perjalanan kurang lebih delapan jam dari Gaza, delegasi kembali bermalam di salah satu hotel di ibu kota Mesir itu.

Pada Sabtu (1/12), delegasi kemudian terbang menuju Amman. Tiba di Amman setelah terbang kurang lebih dua jam, Komisi I DPR disambut KBRI Amman. Perjalanan ke Amman adalah dalam rangka menuju Palestina wilayah Tepi Barat untuk bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Di Amman, Wakil Ketua Komisi I DPR Agus Gumiwang bergabung setelah merampungkan tugasnya di tanah air.

Pada malam harinya, masih di KBRI Amman, Komisi I DPR menengok 57 tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia. Mereka ditampung KBRI Amman karena bermasalah dengan majikannya di Jordania dan sedang menunggu jalan pulang ke tanah air. Masalah mereka rata-rata hampir sama, gaji yang tak dibayar dan kekerasan. 

Selain itu, ada juga yang menikah dengan warga Jordania yang menjadi majikannya kemudian dicampakkan setelah memiliki anak. Mereka memang ditampung bersama anak-anaknya yang berwajah khas orang Arab. Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq memberikan bantuan berupa sejumlah mainan kepada untuk anak-anak para TKW itu.

Usai bermalam di salah satu Hotel di Amman, Minggu (2/12), Komisi I DPR bertemu dengan Menteri Politik dan Parlemen Jordania Bassam Haddadin. Dalam pertemuan itu, Bassam mengapresiasi dukungan Indonesia untuk Palestina. Usai bertemu Bassam, masih di Amman, delegasi selanjutnya menemui Dewan Nasional Palestina atau Palesinian National Council PNC. Dalam pertemuan itu, Komisi I DPR meminta agar PNC membantu rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah. Ketua PNC Salim Al Zanun Abu Al Adib mengatakan akan membantu usaha rekonsiliasi yang prosesnya telah diserahkan kepada Mesir.

Setelah bertemu PNC, Komisi I DPR kemudian bertemu dengan mahasiswa dan profesional Indonesia yang ada di Jordania. Dalam interaksi di pertemuan tersebut, mahasiswa di Jordania menyampaikan apresiasi Koordinator PPI sedunia Zulham Effendi untuk kunjungan Komisi I DPR ke Palestina.

Keesokan harinya, Senin (3/12), pukul 08.00 waktu setempat, delegasi menuju Ramallah dengan menggunakan bus. Perjalanan ini dilakukan setelah KBRI Amman mendapat lampu hijau dari otoritas Israel untuk melintas ke Ramallah. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga jam, termasuk proses di Imigrasi otoritas Israel yang memakan waktu sekitar satu setengah jam, delegasi akhirnya masuk ke Ramallah. Hal ini terbilang istimewa, karena Menlu Marty Natalegawa beberapa waktu sebelumnya pernah ditolak masuk ke Ramallah.

Di Ramallah, delegasi bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Namun sebelum pertemuan, delegasi menyempatkan untuk berziarah ke makam Ketua Presiden pertama Palestina Yasser Arafat.

Saat bertemu Presiden Mahmoud Abbas, Komisi I DPR kembali menegaskan dukungan Indonesia untuk upaya kemerdekaan Palestina. Komisi I DPR juga mengucapkan selamat atas diangkatnya status Palestina di PBB. Presiden Mahmoud Abbas mengucapkan terima kasih kepada Indonesia atas dukungan kepada Palestina. 

Rasa terima kasih terkhusus disampaikan kepada Menlu Marty Natalegawa yang beraksi membela Palestina dalam sidang PBB. Dia juga mengapresiasi kunjungan Komisi I DPR ke wilayah Palestina.

Usai pertemuan singkat dengan Mahmoud Abbas, Komisi I DPR kemudian bertemu dengan perwakilan dari Israel di Jerusalem. Namun, tak ada hal strategis yang dibahas dalam pertemuan itu. Setelahnya Komisi I DPR bermalam di salah satu hotel di kota Jerusalem.

Selasa (4/11), delegasi kembali menuju Amman untuk selanjutnya kembali ke tanah air. Sore hari, pukul 18.00 waktu setempat, delegasi terbang dari Amman menuju Jakarta. Rabu (5/11) sekitar pukul 16.30 WIB delegasi tiba di tanah membawa segudang informasi dan salam hangat Palestina untuk Indonesia.

Cegah Selingkuh, Desa di India Larang Wanita Pakai Ponsel "Teknologi itu untuk dipakai, bukan dilarang. Ini memuakkan."

Wanita India berbincang melalui ponsel.
Dewan sebuah desa di wilayah timur India melarang wanita untuk memakai telepon seluler (ponsel). Alat komunikasi ini dinilai akan merusak nilai-nilai sosial di desa tersebut.

Diberitakan Daily Mail pekan ini, larangan ini diberlakukan di desa Sundenbari di negara bagian Bihar. Menurut dewan desa, ponsel bisa membuat wanita -yang lajang maupun sudah menikah- lari dengan kekasihnya.

Bagi para pelanggarnya, jika perempuan lajang maka akan didenda hingga Rp2 juta, dan bagi yang sudah menikah sekitar Rp300.000.

"Sangat memalukan jika kami ditanya siapa yang lari dengan kekasihnya sekarang," kata Manuwar Alam, ketua komite yang mengawasi penegakan larangan itu.

Dia mengatakan bahwa jumlah wanita yang melarikan diri dengan kekasihnya dan istri yang selingkuh meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Tercatat, enam orang wanita kabur dan seorang istri selingkuh. 

"Bahkan wanita yang telah menikah mengkhianati suaminya untuk kabur dengan kekasihnya. Ini sangat memalukan. Jadi kami memuturkan bahwa ponsel dilarang," kata Alam lagi.

Keputusan ini lantas menuai kecaman dari berbagai pihak, terutama dari para aktivis wanita. Mereka mengatakan bahwa larangan tersebut adalah bentuk penyerangan pada kebebasan wanita yang justru berpotensi berbahaya.
"Gadis dan wanita bisa melindungi diri mereka sendiri. Teknologi itu untuk dipakai, bukan dilarang. Peraturan ini memuakkan," kata aktivis Suman Lal.

Aktivis lainnya, Mohammad Islam, mengaku kecewa dewan desa mengabaikan banyak kegunaan ponsel saat menyetujui larangan itu. "Saya ingin setiap wanita diberikan ponsel untuk menelepon anggota keluarga mereka jika ada masalah," ujarnya.

Studi: Kualitas Sperma Menurun Tiap Tahun. Merupakan hasil analisis pada lebih dari 26.600 pria di seluruh dunia.


Sejak 1990, jumlah dan kualitas sperma terus menurun. Hal ini merupakan fakta yang ditemukan peneliti Perancis dan menjadikannya sebagai 'health warning'. Peneliti melakukan analisis sperma pada 26.600 pria.

Diketahui, sel sperma yang sehat terus berkurang. Kondisi tersebut tentu saja bisa berdampak buruk pada kesuburan. Selama 20 tahun peneliti Perancis melakukan penelitian secara detail pada sel sperma, terkait bentuk, jumlah, ukuran, dan kualitasnya secara keseluruhan.
 
Data yang digunakan berasal dari 126 klinik kesuburan. Ditemukan antara tahun 1989 hingga 2005, terjadi penurunan konsentrasi sperma sebesar 32,2 persen. Tiap tahunnya menurun hingga 2 persen. 

Konsentrasi sperma per mililiter air mani menurun secara progresif dari 71,4 juta sperma per mililiter pada tahun 1989 menjadi 48,8 juta sperma pada tahun 2005. Proporsi bentuk normal sperma  juga turun dari 64 persen ke 41 persen dalam periode yang sama.

Penelitian ini penting karena menurut tim, melibatkan lebih dari 26 ribu pria dan mungkin jadi sampel sperma yang diteliti terbesar di dunia. Temuan yang dipublikasi dalam Journal  Human Reproduction, juga mengkonfirmasi penelitian 20 tahun terakhir yang menunjukkan jumlah sperma menurun di banyak negara di seluruh dunia.

"Fakta bahwa penurunan itu progresif selama periode 17 tahun menunjukkan masalah sedang berlangsung," kata Joëlle Le Moalpeneliti, salah satu peneliti dari Institut de Veille Sanitaire di Saint Maurice, Perancis, dikutip dari Live Science

Faktor lingkungan diperkirakan jadi salah satu pemicu terjadinya penurunan kualitas sperma. Salah satunya adalah paparan zat kimia yang masuk ke sistem endokrin, yaitu sistem kontrol kelenjar tanpa saluran yang mempengaruhi hormon. Lalu konsumsi alkohol, kafein serta pola makan yang tak terkontrol hingga obesitas.

Arisan Seks Pelajar, Mengapa Terjadi?. Saat ini sekolah tak sepenuhnya mengajarkan pendidikan moral

Sebaiknya sekolah tak hanya mengajarkan pelajaran-pelajaran teks book, tapi juga pendidikan moral.
Santernya pemberitaan yang memuat sejumlah pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Situbondo, Jawa Timur, yang disebut setiap pekan menggelar arisan seks mencoreng citra sekolah sebagai lembaga keilmuan pencetak generasi muda harapan bangsa.

Ternyata, dari pengakuan seorang wanita PSK, sekelompok pelajar di Situbondo disebut-sebut melakukan "arisan berhadiah", nama yang menang arisan mendapat hadiah "main" dengan PSK itu. Akibatnya, virus HIV/AIDS tertular dan menyebar.

Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur Daniel M Rasyid menilai terjadinya kasus semacam ini tidak terlepas dari ketidakpedulian orangtua siswa, lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah terhadap jaminan masa depan generasi bangsa.

Kata dia, kasus arisan seks yang ditudingkan kepada pelajar SMA di Situbondo, merupakan krisis besar di dunia pendidikan. "Saya ikut prihatin. Masalah ini seperti gunung es yang harus segera dipecahkan," kata Daniel, Kamis 6 Desember 2012.

Ia menyebut, saat ini, sekolah bukan lagi tempat murid belajar, melainkan hanya tempat para guru mengajar. "Artinya dunia pendidikan formal tidak sepenuhnya memberi pendidikan moral. Tapi hanya mengajarkan pelajaran-pelajaran secara teks book. Mengajarkan materi-materi untuk ujian saja."

Dosen Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) itu juga menyebut, pola pendidikan di sekolah formal harus diubah. Pendidikan seharusnya tidak hanya terfokus pada materi umum, melainkan juga dengan pembentukan akhlak peserta didik.

"Memang tidak sepenuhnya menyalahkan dunia pendidikan, peran orang tua, masyarakat, dan pemerintah juga penting untuk menempa moralitas anak," katanya.

Saat ini, di tengah cepatnya arus informasi dan teknologi, orangtua harus berperan aktif memberi pendidikan moral pada anak-anaknya. Tidak boleh dianggap enteng.

Dosen itu menyebut, saat ini banyak anak-anak menjadi yatim-piatu, tapi bukan secara biologis mereka tidak punya orangtua. Mereka punya orangtua tapi sibuk bekerja, sehingga kebutuhan pendidikan anak terbengkalai. Moral anak menjadi tak terkontrol. Jadi, peran keluarga harus diperkuat untuk membangun mentalitas anak, bukan hanya tugas sekolah sebagai tempat pendidikan formal.

Tidak boleh berhenti pada sekolah dan orangtua saja, peran pemerintah sangat penting dan harus aktif, seperti memfilter pengaruh budaya asing yang mengganggu stabilitas moral generasi bangsa.

"Saya menyebut pelajar adalah korban teknologi. Mereka tidak dibiasakan membaca, tapi dibiasakan melihat. Pelajar lebih suka melihat gambar-gambar bergerak ketimbang membaca, apalagi melihat situs-situs porno. Jadi harus ada pembatasan perkembangan teknologi," katanya.

Sekadar diketahui, sejumlah pelajar di Situbondo melakukan arisan seks seharga Rp5.000 per bulan. Hasilnya, nama pemenang arisan akan berkencan dengan pekerja seks dengan imbalan hasil uang arisan itu.

Dugaan ini disampaikan sukarelawan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Situbondo, Heru Hertanto. Menurut Heru, cerita itu dia peroleh saat melakukan sosialisasi mengenai bahaya HIV/AIDS ke sejumlah lokalisasi. Saat itulah seorang PSK berisial JL, 22 tahun, bercerita tentang arisan seks pelajar itu. 

Harvard Izinkan. Ekstrakurikuler Mesum di Kampus Ekstrakurikuler mesum ini mengajak anggotanya mendalami seks "aneh".

Universitas Harvard
Kampus tertua dan paling dihormati di Amerika Serikat, Harvard, secara resmi mengakui ekstrakurikuler mesum yang mengajak anggotanya mendalami seks "aneh dan menyimpang". Dengan pengakuan kampus, ekskul ini akan diperlakukan sama dengan ratusan ekskul lainnya di Harvard.

Diberitakan Telegraph, ekskul bernama "Munch" ini ditujukan untuk para mahasiswa yang tertarik hubungan seks dengan kekerasan untuk mencapai orgasme, atau bondage, discipline, sadism and masochism (BDSM). BDSM jadi populer setelah diangkat di novel populer Fifty Shades of Grey.
Munch akan menjadi satu dari 400 ekskul di Harvard. Mendapatkan pengakuan, berarti Munch bisa mengadakan pertemuan, mengundang pembicara, menaruh pengumuman dan yang terpenting, mendapatkan dana dari kampus.

Nama Much diambil dari kata meeting dan lunch (makan siang). Ekskul ini sudah memiliki 30 anggota aktif. Menurut pendirinya yang masih dirahasiakan namanya, ekskul ini akan "mempromosikan pengertian yang akurat dan positif soal seksualitas alternatif dan aneh di kampus". 

Namun, dia melanjutkan, dalam setiap pertemuan Munch tidak diperbolehkan melakukan hubungan seksual. Pertemuan hanya akan fokus pada penayangan film, diskusi dan demonstrasi. Klub ini juga akan membentuk tim untuk memberikan bantuan konseling bagi korban pelecehan seksual.

Praktik BDSM ternyata telah menjadi rahasia umum di kalangan mahasiswa Harvard. Seorang mahasiswi di kampus berusia 376 tahun itu mengatakan bahwa BDSM sangat populer di kampus, dengan nama sandi "Maria". Dia sendiri adalah pelaku BDSM.

"Saya sendiri telah dipecut, disabet dengan sabuk, ditunggangi, dipukul dan dicambuk. Dicambuk adalah favorit saya," kata dia.