Jakarta, Kompas,
Thursday, 1 November 2012
Ini Bunyi Surat Pengunduran Diri 5 Penyidik KPK
5 Penyidik mengundurkan diri dari KPK dengan mengirim surat ke Pimpinan KPK. Dalam suratnya, mereka menyatakan keinginan untuk mengembangkan karir di Polri. Mereka pun mengapresiasi KPK.
Sebelumnya beredar pesan pengunduran diri penyidik KPK lewat BlackBerry Messenger (BBM). Isi dalam pesan BBM itu menyebut adanya 8 penyidik yang mengundurkan diri. Isi salah satu alasan penyidik itu mengundurkan diri karena KPK yang tidak menghargai Polri.
Pesan itu beredar sejak Kamis (1/11/2012) siang. Tapi dipastikan pesan lewat BBM itu tidak benar. KPK merilis ada 5 nama penyidik yang mundur, bukan 8. Surat pengunduran diri juga tidak berisi seperti kata-kata di BBM.
Juru bicara KPK Johan Budi membacakan isi surat pengunduran penyidik itu. Isinya jauh berbeda dengan apa yang tersebar lewat BBM itu.
"Salah satu dari surat pengunduran diri itu adalah, saya, nama, jabatan, kepada KPK dengan ini mengundurkan diri dari posisi atau jabatan sebagai penyidik KPK untuk kembali kepada instansi penyidik di Polri setelah sudah cukup value dan pengalaman yang sangat kami sukuri. Semua hal di atas cukup bagi kami untuk mengembangkan karir di Polri," tutur Johan saat membacakan salah satu surat di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.
Johan melanjutkan, pimpinan KPK belum memutuskan apakah pengunduran diri penyidik itu dikabulkan atau tidak. Namun yang jelas, Johan menambahkan, pengunduran diri 5 penyidik ini akan mempengaruhi kecepatan penyelesaian kasus di KPK. Apalagi para penyidik itu menangani sekitar 4-5 kasus sekaligus.
"Misalnya 5 ini, artinya ada tugas penyidikan rata-rata 4 sampai 5 kasus. Beban yang harus ditanggung oleh penyidik ini akan dibebankan kepada penyidik lain, tentu akan mempengaruhi kecepatan penyidik dalam menangani kasus," kata Johan.
Sebelumnya beredar pesan pengunduran diri penyidik KPK lewat BlackBerry Messenger (BBM). Isi dalam pesan BBM itu menyebut adanya 8 penyidik yang mengundurkan diri. Isi salah satu alasan penyidik itu mengundurkan diri karena KPK yang tidak menghargai Polri.
Pesan itu beredar sejak Kamis (1/11/2012) siang. Tapi dipastikan pesan lewat BBM itu tidak benar. KPK merilis ada 5 nama penyidik yang mundur, bukan 8. Surat pengunduran diri juga tidak berisi seperti kata-kata di BBM.
Juru bicara KPK Johan Budi membacakan isi surat pengunduran penyidik itu. Isinya jauh berbeda dengan apa yang tersebar lewat BBM itu.
"Salah satu dari surat pengunduran diri itu adalah, saya, nama, jabatan, kepada KPK dengan ini mengundurkan diri dari posisi atau jabatan sebagai penyidik KPK untuk kembali kepada instansi penyidik di Polri setelah sudah cukup value dan pengalaman yang sangat kami sukuri. Semua hal di atas cukup bagi kami untuk mengembangkan karir di Polri," tutur Johan saat membacakan salah satu surat di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.
Johan melanjutkan, pimpinan KPK belum memutuskan apakah pengunduran diri penyidik itu dikabulkan atau tidak. Namun yang jelas, Johan menambahkan, pengunduran diri 5 penyidik ini akan mempengaruhi kecepatan penyelesaian kasus di KPK. Apalagi para penyidik itu menangani sekitar 4-5 kasus sekaligus.
"Misalnya 5 ini, artinya ada tugas penyidikan rata-rata 4 sampai 5 kasus. Beban yang harus ditanggung oleh penyidik ini akan dibebankan kepada penyidik lain, tentu akan mempengaruhi kecepatan penyidik dalam menangani kasus," kata Johan.
5 PEMIMPIN TERKEJAM SEPANJANG SEJARAH
Ingat dengan elizabeth bathory?? dia adalah wanita terkejam sepanjang sejarah yang menghebohkan dunia dengan kasus pembunuhannya yaitu 650 kasus pembunuhan, nah kali ini di berita ekstrim anda akan diajak untuk semakin mengenal siapa saja orang orang terkejam di dunia?? berhubung artikel ini sangat panjang maka akan di bahas dalam tiga part.. mari kita simak part yang pertama ini
Ini lah daftar orang terkejam di dunia yang tidak mempunya keprikemanusiaan dan prikeadilan,bahwa mereka merencanakan sesuatu demi kepribadian sendiri dan tanpa mengetahui nasib orang laen.Dan kami sebagai photografer di seluru dunia mengpoling daftar penjahat terkejam yang membantai seluruh umat manusia lewat majalah publizer dunia,daftar penjahat terkejam itu sebagai berikut ini :
1. Josef Stalin
2. Mao Zedong
Ini lah daftar orang terkejam di dunia yang tidak mempunya keprikemanusiaan dan prikeadilan,bahwa mereka merencanakan sesuatu demi kepribadian sendiri dan tanpa mengetahui nasib orang laen.Dan kami sebagai photografer di seluru dunia mengpoling daftar penjahat terkejam yang membantai seluruh umat manusia lewat majalah publizer dunia,daftar penjahat terkejam itu sebagai berikut ini :
1. Josef Stalin
Josif (Josef) Vissarionovich Stalin , Iósif Vissariónovich Stálin), nama asli Ioseb Jughashvili, (21 Desember 1879 (tarikh Kalender Gregorian) – 5 Maret 1953) adalah pemimpin Uni Soviet dan seorang diktator yang sangat kejam, dikenal juga dengan sebutan Manusia Baja. Ia diperkirakan telah memerintahkan pembunuhan sekitar 30 juta jiwa penduduk Rusia dan negara-negara sekitarnya. Ia juga dikenal sebagai orang yang membenci agama. Tadinya ia masuk seminari di Tbilisi, namun ia kemudian menjadi tak percaya lagi pada Tuhan setelah membaca buku Asal-usul Spesies karya Charles Darwin.
Ia tampil sebagai pemimpin partai komunis dalam negara Uni Republik Soviet Sosialis.Saingan utama Stalin adalah Leon Trotsky, Leon berhasil diusir keluar dari Rusia kemudian dibunuh. Menjelang tahun 1929 Stalin menjadi kepala negara. Ia memperlakukan saingannya atau siapapun yang melawannya degan kejam mereka semua dihukum mati sebagai mesuh negara Sovyet atau menjebloskannya ke dalam kampkamp penjara. Dalam Perang Dunia II (1939-1945) Rusia berperang dengan Inggris serta Amerika Serikat melawan Jerman. Tetapi seusai perang Stalin " memasang Tirai Besi" antara sekutu Barat dan Rusia dan sebagian besar negara di Eropa Timur dijadikan negara Komunis. Stalin berkuasa sampai akhir hayatnya pada usia 73 tahun. Pada masa pemerintahannya ia tidak hanya mengawasi seluruh negara Rusia, melainkan juga negara-negara di luar Rusia.
Ia tampil sebagai pemimpin partai komunis dalam negara Uni Republik Soviet Sosialis.Saingan utama Stalin adalah Leon Trotsky, Leon berhasil diusir keluar dari Rusia kemudian dibunuh. Menjelang tahun 1929 Stalin menjadi kepala negara. Ia memperlakukan saingannya atau siapapun yang melawannya degan kejam mereka semua dihukum mati sebagai mesuh negara Sovyet atau menjebloskannya ke dalam kampkamp penjara. Dalam Perang Dunia II (1939-1945) Rusia berperang dengan Inggris serta Amerika Serikat melawan Jerman. Tetapi seusai perang Stalin " memasang Tirai Besi" antara sekutu Barat dan Rusia dan sebagian besar negara di Eropa Timur dijadikan negara Komunis. Stalin berkuasa sampai akhir hayatnya pada usia 73 tahun. Pada masa pemerintahannya ia tidak hanya mengawasi seluruh negara Rusia, melainkan juga negara-negara di luar Rusia.
2. Mao Zedong
Mao Zedong (Shaoshan, Hunan, 26 Desember 1893 – Beijing, 9 September 1976), adalah nama seorang tokoh filsuf dan pendiri negara Republik Rakyat Cina.
Mao dan Partainya
Partai Mao didirikan pada tahun 1921 dan Mao semakin hari semakin vokal. Antara tahun 1934 – 1935 ia memegang peran utama dan memimpin Tentara Merah Cina menjalani “Mars Panjang”. Lalu semenjak tahun 1937 ia ikut menolong memerangi Tentara Dai Nippon yang menduduki banyak wilayah Cina. Akhirnya Perang Dunia II berakhir dan perang saudara berkobar lagi. Dalam perang yang melawan kaum nasionalis ini, Mao menjadi pemimpin kaum Merah dan akhirnya ia menangkan pada tahun 1949. Pada tanggal 1 Oktober tahun 1949, Republik Rakyat Cina diproklamasikan dan pemimpin Cina nasionalis; Chiang Kai Shek melarikan diri ke Taiwan.
Mao dan Kebijakan Politiknya
Mao membedakan dua jenis konflik; konflik antagonis dan konflik non-antagonis. Konflik antagonis menurutnya hanya bisa dipecahkan dengan sebuah pertempuran saja sedangkan konflik non-antagonis bisa dipecahkan dengan sebuah diskusi. Menurut Mao konflik antara para buruh dan pekerja dengan kaum kapitalis adalah sebuah konflik antagonis sedangkan konflik antara rakyat Cina dengan Partai adalah sebuah konflik non-antagonis.
Pada tahun 1956 Mao memperkenalkan sebuah kebijakan politik baru di mana kaum intelektual boleh mengeluarkan pendapat mereka sebagai kompromis terhadap Partai yang menekannya karena ingin menghindari penindasan kejam disertai dengan motto: “Biarkan seratus bunga berkembang dan seratus pikiran yang berbeda-beda bersaing.” Tetapi ironisnya kebijakan politik ini gagal: kaum intelektual merasa tidak puas dan banyak mengeluarkan kritik. Mao sendiri berpendapat bahwa ia telah dikhianati oleh mereka dan ia membalas dendam. Sekitar 700.000 anggota kaum intelektual ditangkapinya dan disuruh bekerja paksa di daerah pedesaan.
Mao percaya akan sebuah revolusi yang kekal sifatnya. Ia juga percaya bahwa setiap revolusi pasti menghasilkan kaum kontra-revolusioner. Oleh karena itu secara teratur ia memberantas dan menangkapi apa yang ia anggap lawan-lawan politiknya dan para pengkhianat atau kaum kontra-revolusioner. Peristiwa yang paling dramatis dan mengenaskan hati ialah peristiwa Revolusi Kebudayaan yang terjadi pada tahun 1966. Pada tahun 1960an para mahasiswa di seluruh dunia memang pada senang-senangnya memberontak terhadap apa yang mereka anggap The Establishment atau kaum yang memerintah. Begitu pula di Cina. Bedanya di Cina mereka didukung oleh para dosen-dosen mereka dan pembesar-pembesar Partai termasuk Mao sendiri. Para mahasiswa dan dosen mendirikan apa yang disebut Garda Merah, yaitu sebuah unit paramiliter. Dibekali dengan Buku Merah Mao, mereka menyerang antek-antek kapitalisme dan pengaruh-pengaruh Barat serta kaum kontra-revolusioner lainnya. Sebagai contoh fanatisme mereka, mereka antara lain menolak berhenti di jalan raya apabila lampu merah menyala karena mereka berpendapat bahwa warna merah, yang merupakan simbol sosialisme tidak mungkin mengartikan sesuatu yang berhenti. Maka para anggota Garda Merah ini pada tahun 1966 sangat membabi buta dalam memberantas kaum kontra revolusioner sehingga negara Cina dalam keadaan amat genting dan hampir hancur; ekonominyapun tak jalan. Akhirnya Mao terpaksa menurunkan Tentara Pembebasan Rakyat untuk menanggulangi mereka dan membendung fanatisme mereka. Hasilnya adalah perang saudara yang baru berakhir pada tahun 1968.
G-30-S PKI dan Keterlibatan Mao
Masa Revolusi Kebudayaan Cina juga bertepatan dengan masa-masa pemberontakan G-30-S PKI di Indonesia di mana beberapa kalangan di Indonesia menuduh orang-orang dari Republik Rakyat Cina sebagai dalangnya. Mao menyangkalnya dan hubungan antara Indonesia dan RRT yang sebelumnya hangat menjadi sangat dingin sampai hubungan diplomatik dibuka kembali pada tahun 1990, jauh setelah Mao meninggal dunia.
Kegagalan Mao
Pada tahun 1958 Mao meluncurkan apa yang ia sebut Lompatan Jauh ke Depan di mana daerah pedesaan direorganisasi secara total. Di mana-mana didirikan perkumpulan-perkumpulan desa (komune). Secara ekonomis ternyata ini semua gagal. Komune-komune ini menjadi satuan-satuan yang terlalu besar dan tak bisa terurusi. Diperkirakan kurang lebih hampir 20 juta jiwa penduduk Cina kala itu tewas secara sia-sia
3. Adolf HitlerMao dan Partainya
Partai Mao didirikan pada tahun 1921 dan Mao semakin hari semakin vokal. Antara tahun 1934 – 1935 ia memegang peran utama dan memimpin Tentara Merah Cina menjalani “Mars Panjang”. Lalu semenjak tahun 1937 ia ikut menolong memerangi Tentara Dai Nippon yang menduduki banyak wilayah Cina. Akhirnya Perang Dunia II berakhir dan perang saudara berkobar lagi. Dalam perang yang melawan kaum nasionalis ini, Mao menjadi pemimpin kaum Merah dan akhirnya ia menangkan pada tahun 1949. Pada tanggal 1 Oktober tahun 1949, Republik Rakyat Cina diproklamasikan dan pemimpin Cina nasionalis; Chiang Kai Shek melarikan diri ke Taiwan.
Mao dan Kebijakan Politiknya
Mao membedakan dua jenis konflik; konflik antagonis dan konflik non-antagonis. Konflik antagonis menurutnya hanya bisa dipecahkan dengan sebuah pertempuran saja sedangkan konflik non-antagonis bisa dipecahkan dengan sebuah diskusi. Menurut Mao konflik antara para buruh dan pekerja dengan kaum kapitalis adalah sebuah konflik antagonis sedangkan konflik antara rakyat Cina dengan Partai adalah sebuah konflik non-antagonis.
Pada tahun 1956 Mao memperkenalkan sebuah kebijakan politik baru di mana kaum intelektual boleh mengeluarkan pendapat mereka sebagai kompromis terhadap Partai yang menekannya karena ingin menghindari penindasan kejam disertai dengan motto: “Biarkan seratus bunga berkembang dan seratus pikiran yang berbeda-beda bersaing.” Tetapi ironisnya kebijakan politik ini gagal: kaum intelektual merasa tidak puas dan banyak mengeluarkan kritik. Mao sendiri berpendapat bahwa ia telah dikhianati oleh mereka dan ia membalas dendam. Sekitar 700.000 anggota kaum intelektual ditangkapinya dan disuruh bekerja paksa di daerah pedesaan.
Mao percaya akan sebuah revolusi yang kekal sifatnya. Ia juga percaya bahwa setiap revolusi pasti menghasilkan kaum kontra-revolusioner. Oleh karena itu secara teratur ia memberantas dan menangkapi apa yang ia anggap lawan-lawan politiknya dan para pengkhianat atau kaum kontra-revolusioner. Peristiwa yang paling dramatis dan mengenaskan hati ialah peristiwa Revolusi Kebudayaan yang terjadi pada tahun 1966. Pada tahun 1960an para mahasiswa di seluruh dunia memang pada senang-senangnya memberontak terhadap apa yang mereka anggap The Establishment atau kaum yang memerintah. Begitu pula di Cina. Bedanya di Cina mereka didukung oleh para dosen-dosen mereka dan pembesar-pembesar Partai termasuk Mao sendiri. Para mahasiswa dan dosen mendirikan apa yang disebut Garda Merah, yaitu sebuah unit paramiliter. Dibekali dengan Buku Merah Mao, mereka menyerang antek-antek kapitalisme dan pengaruh-pengaruh Barat serta kaum kontra-revolusioner lainnya. Sebagai contoh fanatisme mereka, mereka antara lain menolak berhenti di jalan raya apabila lampu merah menyala karena mereka berpendapat bahwa warna merah, yang merupakan simbol sosialisme tidak mungkin mengartikan sesuatu yang berhenti. Maka para anggota Garda Merah ini pada tahun 1966 sangat membabi buta dalam memberantas kaum kontra revolusioner sehingga negara Cina dalam keadaan amat genting dan hampir hancur; ekonominyapun tak jalan. Akhirnya Mao terpaksa menurunkan Tentara Pembebasan Rakyat untuk menanggulangi mereka dan membendung fanatisme mereka. Hasilnya adalah perang saudara yang baru berakhir pada tahun 1968.
G-30-S PKI dan Keterlibatan Mao
Masa Revolusi Kebudayaan Cina juga bertepatan dengan masa-masa pemberontakan G-30-S PKI di Indonesia di mana beberapa kalangan di Indonesia menuduh orang-orang dari Republik Rakyat Cina sebagai dalangnya. Mao menyangkalnya dan hubungan antara Indonesia dan RRT yang sebelumnya hangat menjadi sangat dingin sampai hubungan diplomatik dibuka kembali pada tahun 1990, jauh setelah Mao meninggal dunia.
Kegagalan Mao
Pada tahun 1958 Mao meluncurkan apa yang ia sebut Lompatan Jauh ke Depan di mana daerah pedesaan direorganisasi secara total. Di mana-mana didirikan perkumpulan-perkumpulan desa (komune). Secara ekonomis ternyata ini semua gagal. Komune-komune ini menjadi satuan-satuan yang terlalu besar dan tak bisa terurusi. Diperkirakan kurang lebih hampir 20 juta jiwa penduduk Cina kala itu tewas secara sia-sia
Adolf Hitler (20 April 1889 – 30 April 1945) adalah Kanselir Jerman dari tahun 1933 dan Führer (Pemimpin) (Reich ketiga) Jerman sejak 1934 hingga ia meninggal. Pada 2 Agustus 1934, ia menjadi diktator Jerman setelah Presiden Von Hindenburg meninggal. Ia menyatukan jabatan kanselir dan presiden menjadi Führer sekaligus menjadikan Nazi sebagai partai tunggal di Jerman. Ia juga seorang Ketua Partai Nasionalis-Sosialis (National Socialist German Workers Party atau Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei/NSDAP) yang dikenal dengan Nazi. Nazi secara resmi dibubarkan setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II yang besar karena sistem kediktatoran Hitler. Hitler seorang orator yang berkharisma, Hitler merupakan salah satu pemimpin yang paling berpengaruh di dunia.Ketika Perang Dunia II akan berakhir, Hitler bunuh diri di bunker bawah tanah-nya di Berlin bersama istrinya yang dinikahinya belum lama di dalam bunker, Eva Braun.
Nazi
Hitler kemudian berkecimpung secara langsung dalam politik dan menjadi pengurus Partai Buruh Jerman (bahasa Jerman: Deutsche Arbeiterpartei/DAP) pada bulan Juli 1921. Hitler menggunakan kebolehan berpidatonya untuk menjadi ketua partai. Dia kemudian menukar nama DAP menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) atau partai Nazi.Pada tahun 1929 NSDAP menjadi pemenang mayoritas dalam pemilihan umum di kota Coburg, dan kemudian memenangi pemilu daerah Thüringen. Presiden Jerman masa itu, Paul von Hindenburg akhirnya melantik Hitler sebagai Kanselir.
Hitler dan Teori Darwin
Teori Darwin telah memasuki benak Hitler, bahkan meresap sampai ke tulang sumsum. Hal ini amat terasa dalam bukunya Mein Kampf (Perjuanganku). Ia menyamakan ras non-Eropa sebagai kera.
Dari dalam dirinya tumbuh ‘kekuatan’ yang mendapat inspirasi dari teori Darwin bahwa untuk mempertahankan hidup manusia harus bertarung. Ia menerjemahkan impiannya dengan menyerang Austria, Cekoslowakia, Perancis, Rusia, dll. Malah terbersit nafsu menguasai seluruh dunia. Ia melansir konsep eugenetika yang menjadi dasar pijakan pandangan evolusionis Nazi. Eugenetika berarti ‘perbaikan’ ras manusia dengan membuang orang-orang berpenyakit dan cacat serta memperbanyak individu sehat. Sehingga menurut teori itu, ras manusia bisa diperbaiki dengan meniru cara bagaimana hewan berkualitas baik dihasilkan melalui perkimpoian hewan yang sehat. Sedangkan hewan cacat dan berpenyakit dimusnahkan.
Tak lama setelah berkuasa, Hitler menerapkan teori itu dengan tangan besi. Orang-orang lemah mental, cacat, dan berpenyakit keturunan dikumpulkan dalam ‘pusat sterilisasi’ khusus. Karena dianggap parasit yang mengancam kemurnian rakyat Jerman dan menghambat kemajuan evolusi, maka atas perintah rahasianya, dalam waktu singkat mereka semua dibabat habis.
Masih dalam eforia teori evolusi dan eugenetika, Nazi menghimbau muda-mudi berambut pirang bermata biru yang diyakini mewakili ras murni Jerman biar berhubungan seks tanpa harus menikah. Pada 1935, Hitler memerintahkan didirikannya ladang-ladang khusus reproduksi manusia. Di dalamnya tinggal para wanita muda yang memiliki ras Arya. Para perwira SS (Schutzstaffel) sering mampir ke sana buat mesum dengan dalih eugenetika. Para bayi yang lahir kemudian disiapkan menjadi prajurit masa depan ‘Imperium Jerman’.Menurut Charles Darwin, karena ukuran tengkorak manusia membesar saat menaiki tangga evolusi, maka di seluruh Jerman dilakukan pengukuran buat membuktikan tengkorak bangsa Jerman lebih besar dari ras lain. Mereka yang tak sebesar ukuran resmi, begitupun yang gigi, mata, dan rambut di luar kriteria evolusionis langsung dihabisi.
Perang Dunia II dan Kejatuhan
Pada September 1939, Hitler menyerang Polandia dengan serangan taktik blitzkrieg (serangan darat, udara secara kilat) mencapai kejayaan yang mengejutkan musuh dan jenderalnya sendiri. Serangan terhadap Polandia menyebabkan musuh-musuhnya Inggris dan Perancis menyatakan perang terhadap Jerman, dengan itu dimulailah Perang Dunia II.
Pada masa Perang Dunia II, pihak Inggris dipimpin oleh Sir Winston Churchill yang menggantikan Arthur Neville Chamberlain yang jatuh akibat skandal serbuan Nazi ke Polandia 1939, Perancis yang dipimpin oleh Jendral Gamelin yang saat itu ditunjuk sebagai komando tertinggi sekutu gagal menahan serangan kilat Jerman ke Belgia dan Perancis, Perancis akhirnya dipimpin oleh Jenderal Charles de Gaulle yang memimpin pasukan perlawanan Perancis pada masa Pemerintahan Vichy, serta bantuan Amerika Serikat yang dipimpin Jendral Eisenhower sebagai panglima mandala di Eropa meskipun sebelumnya Amerika Serikat enggan terlibat pada perang yang sebelumnya dianggap sebagai perang Eropa itu.
Setelah lama berperang dan setelah mengalami kekalahan di setiap medan pertempuran, Hitler menyadari bahwa kekalahan sudah tidak dapat dielakkan. Awal kekalahan Hitler adalah saat menggempur Kota Kursk Uni Soviet dengan Operasi Citadel, kekuatan Jerman terdiri dari 800.000 infanteri, 2.700 tank lapis baja, 2.000 pesawat tempur dan dipimpin oleh Jenderal Erich Von Manstein dan Jenderal Walther Models sedangkan kekuatan Uni Soviet terdiri dari 1.300.000 infanteri, 3.600 tank, dan 2.400 pesawat tempur. Rencana serangan ini telah diketahui secara detail oleh intelejen Uni Soviet yang berada di Switzerland. Stalin pun langsung memerintahkan tentaranya untuk membangun pertahanan kuat di kawasan Kursk. Di pertempuran inilah banyak sekali tank - tank andalan Jerman dan Uni Soviet hancur, diantaranya Tank Tiger, Panther, Elefant (Jerman) dan Tank T-34, SU -152, dan KV -1. Jerman mengalami pukulan mematikan di Stalingrad serta Serangan pukulan sekutu di Normandia dan gagal dalam Ardennes Offensive, yaitu serangan balasan yang dilakukan tentara jerman atau Wehrmacht dan beberapa divisi panzer yang masih tersisa dipimpin Jenderal Mantauffel pada saat musim salju untuk merebut kembali Kota Antwerp di Belgia. Serangan ini berlangsung secara terseok - seok dan berakhir gagal karena kurangnya pasokan logistik dan bahan bakar untuk Panzer dari Jerman sehingga banyak panzer yang masih "Fresh from the Oven" seperti tank Tiger dan Panther teronggok di pinggir jalan karena kehabisan solar.Hitler yang menyadari kejatuhannya sudah dekat kemudian mengawini wanita simpanannya Eva Braun, kemudian bunuh diri bersama-sama pada 30 April 1945. Jasadnya dibakar agar tidak jatuh ke tangan musuh.
4. Vladimir Lenin
5. Idi Amin
Vladimir Illich Lenin,Nama aslinya adalah Vladimir Ilyich Ulyanov (10 April (22 April menurut tarikh Kalender Gregorian) 1870 - 21 Januari 1924), adalah seorang revolusioner komunis Rusia, pemimpin partai Bolshevik, Perdana Menteri Uni Soviet pertama dan pencipta paham Leninisme.Nama Lenin sebenarnya adalah sebuah nama samaran dan diambil dari nama sungai Lena, di Siberia.
Perkembangannya menjadi seorang Revolusioner
Sementara itu ketika bekerja sebagai seorang pengacara di Saint Petersburg, ia mulai mengenal karya-karya Karl Marx dan Friedrich Engels. Karena karya tentang Marxisme dilarang di Rusia, Leninpun ditangkap dan dipenjara selama setahun. Lalu ia dibuang ke Siberia. Saat di dalam penjara pun Lenin menunjukkan bakatnya dengan mengalahkan para penghuni penjara yang lain dalam bermain catur .Pada bulan Juli 1898, masih di Siberia, Lenin menikahi seorang wanita sosialis bernama Nadezhda Krupskaya. Pada tahun 1899, ia menulis buku tentang perkembangan Kapitalisme di Rusia. Pada tahun 1900, ia diperbolehkan pulang dari Siberia. Lalu ia berkeliling Eropa dan mengunjungi konferensi-konferensi Marxis.
Pada tahun 1903 Lenin bertengkar dengan para pengurus Partai Sosial-Demokrat dan Buruh Rusia mengenai struktur kepartaian. Martov seorang pengurus menginginkan sebuah struktur yang agak lepas dan otonom sedangkan Lenin menginginkan struktur yang sentralistik. Lalu partai ini pecah menjadi dua. Orang-orang Lenin disebut kaum Bolshevik yang berarti mayoritas dan orang-orang Julius Martov disebut kaum Menshevik yang berarti minoritas.
Revolusi Rusia
Pada bulan Februari 1917, berhubung dengan kekalahan besar Rusia di Perang Dunia I, maka Tsar Nikolas II dipaksa untuk turun takhta. Lalu dibentuk sebuah kabinet yang dipimpin oleh Alexander Kerensky. Lalu Lenin pada tanggal 16 April 1917 kembali ke Petrograd, nama kota Saint Petersburg yang telah di'Rusia'-kan.
Kemudian Lenin pada bulan Juli mencoba mengadakan pemberontakan kaum buruh. Tetapi pemberontakan ini gagal, lalu Lenin melarikan diri ke Finlandia. Pada bulan oktober ia kembali lagi dan berusaha mengadakan Revolusi Oktober. Pada saat ini ia berhasil, maka pada tanggal 7 November 1917 menurut tarikh Kalender Gregorian atau tanggal 25 Oktober menurut tarikh Kalender Julian, revolusinya berhasil dan Kerensky terpaksa melarikan diri.Pada tanggal 30 Agustus 1918, Lenin ditembak oleh Fanya Kaplan, seorang wanita revolusioner pula, sebanyak tiga kali. Kaplan menganggap Lenin telah mengkhianati Revolusi Rusia. Lenin bisa selamat tetapi kesehatannya mulai menurun dan akhirnya ia meninggal dunia pada tanggal 21 Januari 1924 setelah stroke empat kali.
Perkembangannya menjadi seorang Revolusioner
Sementara itu ketika bekerja sebagai seorang pengacara di Saint Petersburg, ia mulai mengenal karya-karya Karl Marx dan Friedrich Engels. Karena karya tentang Marxisme dilarang di Rusia, Leninpun ditangkap dan dipenjara selama setahun. Lalu ia dibuang ke Siberia. Saat di dalam penjara pun Lenin menunjukkan bakatnya dengan mengalahkan para penghuni penjara yang lain dalam bermain catur .Pada bulan Juli 1898, masih di Siberia, Lenin menikahi seorang wanita sosialis bernama Nadezhda Krupskaya. Pada tahun 1899, ia menulis buku tentang perkembangan Kapitalisme di Rusia. Pada tahun 1900, ia diperbolehkan pulang dari Siberia. Lalu ia berkeliling Eropa dan mengunjungi konferensi-konferensi Marxis.
Pada tahun 1903 Lenin bertengkar dengan para pengurus Partai Sosial-Demokrat dan Buruh Rusia mengenai struktur kepartaian. Martov seorang pengurus menginginkan sebuah struktur yang agak lepas dan otonom sedangkan Lenin menginginkan struktur yang sentralistik. Lalu partai ini pecah menjadi dua. Orang-orang Lenin disebut kaum Bolshevik yang berarti mayoritas dan orang-orang Julius Martov disebut kaum Menshevik yang berarti minoritas.
Revolusi Rusia
Pada bulan Februari 1917, berhubung dengan kekalahan besar Rusia di Perang Dunia I, maka Tsar Nikolas II dipaksa untuk turun takhta. Lalu dibentuk sebuah kabinet yang dipimpin oleh Alexander Kerensky. Lalu Lenin pada tanggal 16 April 1917 kembali ke Petrograd, nama kota Saint Petersburg yang telah di'Rusia'-kan.
Kemudian Lenin pada bulan Juli mencoba mengadakan pemberontakan kaum buruh. Tetapi pemberontakan ini gagal, lalu Lenin melarikan diri ke Finlandia. Pada bulan oktober ia kembali lagi dan berusaha mengadakan Revolusi Oktober. Pada saat ini ia berhasil, maka pada tanggal 7 November 1917 menurut tarikh Kalender Gregorian atau tanggal 25 Oktober menurut tarikh Kalender Julian, revolusinya berhasil dan Kerensky terpaksa melarikan diri.Pada tanggal 30 Agustus 1918, Lenin ditembak oleh Fanya Kaplan, seorang wanita revolusioner pula, sebanyak tiga kali. Kaplan menganggap Lenin telah mengkhianati Revolusi Rusia. Lenin bisa selamat tetapi kesehatannya mulai menurun dan akhirnya ia meninggal dunia pada tanggal 21 Januari 1924 setelah stroke empat kali.
5. Idi Amin
Jenderal Idi Amin Dada Oumee (Koboko, Uganda, sekitar tahun 1925–Jeddah, Arab Saudi, 16 Agustus 2003), yang juga dikenal dengan nama Idi Amin, adalah pemimpin diktator militer di Uganda yang memerintah pada 25 Januari 1971- 13 April 1979.
Masa berkuasa
Begitu Idi Amin berkuasa, Uganda menjadi negara yang sangat terkenal di dunia internasional. Pada bulan Agustus 1972, semua orang Asia berwarga negara Inggris (60.000 jiwa) diberi waktu sembilan puluh hari untuk angkat kaki dari Uganda. Tindakan ini bukan karena rasialisme, tetapi karena ia ingin memberikan "kemerdekaan yang sesungguhnya bagi rakyat Uganda". Yang kalang kabut tentu saja Inggris, yang para pejabatnya buru-buru menghubungi Australia, Selandia Baru, dan negara-negara persemakmuran Inggris lainnya untuk membicarakan penampungan, apalagi Kenya dan Tanzania menolak memberikan penampungan terhadap para pengungsi. Sepuluh hari kemudian ditetapkan aturan tambahan bahwa orang asing yang sudah menjadi warga negara Uganda harus pergi dari Uganda. Jumlahnya sekitar 23.000 jiwa. Sudah tentu warga negara keturunan asing yang lahir di Uganda kebingungan. Jika mereka pergi, status mereka adalah tanpa negara (stateless). Ditambah lagi, India, Pakistan, dan Bangladesh (negara asal mereka) menolak menerima kembali mereka. Ditambah pula dengan kebijakan nasionalisasai perusahaan-perusahaan milik orang-orang Eropa di Uganda. Idi Amin memang benar benar "memusingkan banyak orang".
Akibat keputusan ini, timbul krisis ekonomi parah di Uganda. Sekitar 90 % perdagangan dan industrinya dikuasai orang-orang Asia. Orang Uganda sendiri masih sangat agraris tradisional dan kurang kecakapan, modal, dan ketrampilan. Sebenarnya, rencana pengusiran orang Asia sudah direncanakan oleh Milton Obote karena dirasakan terlalu mencengkram ekonomi Uganda, tetapi masih menargetkan waktu lima tahun, dengan alasan mempersiapkan orang Uganda.
Pemerintahan Uganda sedemikian kacaunya sehingga Komisi Hukum Internasional PBB melapor kepada sekjen PBB saat itu, Kurt Waldheim pada tanggal 7 Juni 1974, yang isinya: "Uganda adalah negeri tanpa hukum". Salah satu puncak krisis adalah minta suakanya Menteri Keuangan Emmanuel Wakheya ke Inggris karena tidak tahan lagi terhadap keputusan ekonomi yang diambil oleh pemerintahan rezim militer Idi Amin.
Di awal 1977, William Johnshon menulis laporan kepada harian Bangkok Post yang isinya: "Setelah empat tahun berkuasa, Idi Amin telah mengubah kehidupan Uganda yang buruk. Dulu negeri Uganda pengekspor teh dan kopi, namun karena sistem administrasi dan transportasi yang buruk, ratusan karung kopi teronggok di gudang menunggu diekspor, semetara puluhan ribu ton diselundupkan ke Kenya. Uganda dulunya sebagai salah satu negeri tersubur di Afrika, kini hasil pertanian begitu langkanya sampai penduduk kota menanam tebu dan pisang. Sabun, gula, dan gandum diperlakukan seperti emas saking langkanya. Sementara di pedesaan hasil panen begitu melimpah, penduduk kota tidak dapat menikmati hasilnya. Lima tahun lalu beroperasi 298 bus yang dijalankan pemerintah, kini cuma 11 yang masih jalan."Pada bulan April 1979, Idi Amin berhasil digulingkan oleh tentara nasionalis Uganda yang dibantu Tanzania. Sebelumnya Idi Amin dengan bantuan Libya mencoba menyerang Kagera, provinsi utara Tanzania.
Idi Amin akhirnya terbang mengungsi ke Libya yang kemudian meminta suaka ke Jeddah, Arab Saudi serta menetap di sana. Menurutnya, angka kematian 100.000 sampai 300.000 orang yang dianiya dan dibunuh adalah akibat kesalahan bagian intelijen. Bahkan Biro Riset Nasional mengancam akan membunuhnya. Menurut Amin, banyak hal-hal buruk yang disembunyikan ketika dia berkuasa. Ketika dia tahu keberadaan biro itu, semua sudah terlambat.
Namun, semasa Amin belum jatuh, David Martin dalam artikelnya di South China Morning Post membeberkan bagaimana Idi Amin mengetahui sepak terjang oknum-oknumnya. Ia mengaku tidak ingin jadi Presiden, tentaranyalah yang memintanya, namun mengenai pengusiran orang Asia dia mengatakan, "Mereka terlampau berkuasa dan mencemooh kaum kami".
Idi Amin mempunyai empat orang istri. Istri pertamanya adalah Sarah atau Mama Malian yang dinikahinya pada tahun 1958, yang kedua Kay, yang ketiga Norah, dan yang keempat Medina, yang dinikahinya pada tahun 1971. Pada awal tahun 1974 ia ceraikan tiga istrinya yang pertama sehingga tinggal Medina. Pada 1 Agustus 1975, ia menikah dengan Sarah, seorang pembalap pasukan berani mati Angkatan Darat Uganda. Empat bulan kemudian, dia menikahi Babirye putri seorang usahawan Uganda. Waktu itu Idi Amin sudah mempunyai 34 orang anak.Pada tanggal 20 Juli 2003, menjelang kematiannya di Rumah sakit Raja Faisal di Jeddah, istrinya memohon kepada Presiden Uganda Yoweri Museveni agar Idi Amin dikuburkan di negaranya, namun permintaan ini ditolak. Idi Amin meninggal di Arab Saudi pada tanggal 16 Agustus 2003 dan dimakamkan di Jeddah.
Pada tanggal 17 Agustus 2003, David Owen mengatakan dalam wawancara oleh Radio BBC bahwa ketika menjabat sebagai Sekertaris Kementrian Luar Negeri Inggris (1977-1979), dia memerintahkan agar Idi Amin dibunuh untuk mengakhiri rezim terorya. Usulnya ditolak, namun alasan Owen adalah rezim Idi Amin sangatlah buruk, sangat mengerikan bila dia dibiarkan berkuasa terlalu lama.
Masa berkuasa
Begitu Idi Amin berkuasa, Uganda menjadi negara yang sangat terkenal di dunia internasional. Pada bulan Agustus 1972, semua orang Asia berwarga negara Inggris (60.000 jiwa) diberi waktu sembilan puluh hari untuk angkat kaki dari Uganda. Tindakan ini bukan karena rasialisme, tetapi karena ia ingin memberikan "kemerdekaan yang sesungguhnya bagi rakyat Uganda". Yang kalang kabut tentu saja Inggris, yang para pejabatnya buru-buru menghubungi Australia, Selandia Baru, dan negara-negara persemakmuran Inggris lainnya untuk membicarakan penampungan, apalagi Kenya dan Tanzania menolak memberikan penampungan terhadap para pengungsi. Sepuluh hari kemudian ditetapkan aturan tambahan bahwa orang asing yang sudah menjadi warga negara Uganda harus pergi dari Uganda. Jumlahnya sekitar 23.000 jiwa. Sudah tentu warga negara keturunan asing yang lahir di Uganda kebingungan. Jika mereka pergi, status mereka adalah tanpa negara (stateless). Ditambah lagi, India, Pakistan, dan Bangladesh (negara asal mereka) menolak menerima kembali mereka. Ditambah pula dengan kebijakan nasionalisasai perusahaan-perusahaan milik orang-orang Eropa di Uganda. Idi Amin memang benar benar "memusingkan banyak orang".
Akibat keputusan ini, timbul krisis ekonomi parah di Uganda. Sekitar 90 % perdagangan dan industrinya dikuasai orang-orang Asia. Orang Uganda sendiri masih sangat agraris tradisional dan kurang kecakapan, modal, dan ketrampilan. Sebenarnya, rencana pengusiran orang Asia sudah direncanakan oleh Milton Obote karena dirasakan terlalu mencengkram ekonomi Uganda, tetapi masih menargetkan waktu lima tahun, dengan alasan mempersiapkan orang Uganda.
Pemerintahan Uganda sedemikian kacaunya sehingga Komisi Hukum Internasional PBB melapor kepada sekjen PBB saat itu, Kurt Waldheim pada tanggal 7 Juni 1974, yang isinya: "Uganda adalah negeri tanpa hukum". Salah satu puncak krisis adalah minta suakanya Menteri Keuangan Emmanuel Wakheya ke Inggris karena tidak tahan lagi terhadap keputusan ekonomi yang diambil oleh pemerintahan rezim militer Idi Amin.
Di awal 1977, William Johnshon menulis laporan kepada harian Bangkok Post yang isinya: "Setelah empat tahun berkuasa, Idi Amin telah mengubah kehidupan Uganda yang buruk. Dulu negeri Uganda pengekspor teh dan kopi, namun karena sistem administrasi dan transportasi yang buruk, ratusan karung kopi teronggok di gudang menunggu diekspor, semetara puluhan ribu ton diselundupkan ke Kenya. Uganda dulunya sebagai salah satu negeri tersubur di Afrika, kini hasil pertanian begitu langkanya sampai penduduk kota menanam tebu dan pisang. Sabun, gula, dan gandum diperlakukan seperti emas saking langkanya. Sementara di pedesaan hasil panen begitu melimpah, penduduk kota tidak dapat menikmati hasilnya. Lima tahun lalu beroperasi 298 bus yang dijalankan pemerintah, kini cuma 11 yang masih jalan."Pada bulan April 1979, Idi Amin berhasil digulingkan oleh tentara nasionalis Uganda yang dibantu Tanzania. Sebelumnya Idi Amin dengan bantuan Libya mencoba menyerang Kagera, provinsi utara Tanzania.
Idi Amin akhirnya terbang mengungsi ke Libya yang kemudian meminta suaka ke Jeddah, Arab Saudi serta menetap di sana. Menurutnya, angka kematian 100.000 sampai 300.000 orang yang dianiya dan dibunuh adalah akibat kesalahan bagian intelijen. Bahkan Biro Riset Nasional mengancam akan membunuhnya. Menurut Amin, banyak hal-hal buruk yang disembunyikan ketika dia berkuasa. Ketika dia tahu keberadaan biro itu, semua sudah terlambat.
Namun, semasa Amin belum jatuh, David Martin dalam artikelnya di South China Morning Post membeberkan bagaimana Idi Amin mengetahui sepak terjang oknum-oknumnya. Ia mengaku tidak ingin jadi Presiden, tentaranyalah yang memintanya, namun mengenai pengusiran orang Asia dia mengatakan, "Mereka terlampau berkuasa dan mencemooh kaum kami".
Idi Amin mempunyai empat orang istri. Istri pertamanya adalah Sarah atau Mama Malian yang dinikahinya pada tahun 1958, yang kedua Kay, yang ketiga Norah, dan yang keempat Medina, yang dinikahinya pada tahun 1971. Pada awal tahun 1974 ia ceraikan tiga istrinya yang pertama sehingga tinggal Medina. Pada 1 Agustus 1975, ia menikah dengan Sarah, seorang pembalap pasukan berani mati Angkatan Darat Uganda. Empat bulan kemudian, dia menikahi Babirye putri seorang usahawan Uganda. Waktu itu Idi Amin sudah mempunyai 34 orang anak.Pada tanggal 20 Juli 2003, menjelang kematiannya di Rumah sakit Raja Faisal di Jeddah, istrinya memohon kepada Presiden Uganda Yoweri Museveni agar Idi Amin dikuburkan di negaranya, namun permintaan ini ditolak. Idi Amin meninggal di Arab Saudi pada tanggal 16 Agustus 2003 dan dimakamkan di Jeddah.
Pada tanggal 17 Agustus 2003, David Owen mengatakan dalam wawancara oleh Radio BBC bahwa ketika menjabat sebagai Sekertaris Kementrian Luar Negeri Inggris (1977-1979), dia memerintahkan agar Idi Amin dibunuh untuk mengakhiri rezim terorya. Usulnya ditolak, namun alasan Owen adalah rezim Idi Amin sangatlah buruk, sangat mengerikan bila dia dibiarkan berkuasa terlalu lama.
10 Manusia Terkejam Sepanjang Masa
Berikut adalah data dari pria dan wanita terkejam di dunia. Anak-anak tidak diikutsertakan ke dalam daftar ini. Ini adalah data berdasarkan versi saya sendiri tentu saja. Jika anda tidak setuju dengan daftar yang saya susun atau ada orang yang menurut anda perlu masuk ke dalam daftar ini, silahkan beri komentar anda.
10. Delphine LaLaurie
LaLaurie adalah seorang sosialis sadis yang tinggal di New Orleans. Tempat tinggalnya merupakan kamar horor. Pada tanggal 10 April 1834, api membakar bagian dapur rumah tersebut, dan petugas pemadam kebakaran menemukan 2 orang budak terikat di kompor. Nampaknya mereka menyalakan api untuk menarik perhatian. Petugas pemadam kebakaran dituntun oleh para budak lain ke loteng, dimana terdapat kejutan lain. Lebih dari selusin budak yang tidak berbentuk dan dimutilasi dibiarkan berserakan di lantai dan dinding. Beberapa dari mereka telah menjadi bagian dari uji coba medis yang kejam. Salah satu pria terlihat menjadi objek perubahan kelamin, seorang wanita disekap dalam sebuah kandang kecil dengan anggota tubuh yang patah dan disusun hingga menyerupai kepiting, dan wanita lain dengan bagian lengan dan kaki terpotong, dan bagian daging tubuhnya diiris dengan bentuk melingkar sehingga menyerupai ulat. Beberapa dari mulut mereka dijahit, hingga akhirnya mati kelaparan, sementara ada pula yang bagian tangannya dijahit kepada bagian tubuh yang lain. Kebanyakan dari mereka ditemukan tidak bernyawa, namun sebagian yang masih hidup memohon agar mereka dibunuh, untuk melepaskan mereka dari rasa sakit. LaLaurie melarikan diri sebelum ia sempat diadili – ia tidak pernah berhasil ditangkap.
9. Ilse Koch
Dikenal dengan julukan “Pelacur dari Buchenwald” karena kekejamannya terhadap tawanan. Ilse Koch dinikahi oleh seorang Nazi kejam yang bertugas di SS, Karl Otto Koch, namun reputasi Ilse jauh melebihi suaminya dalam hal kekejaman. Ia menggunakan daya tarik seksualnya dengan berjalan mengelilingi kamp tanpa mengenakan busana, dengan mambawa cambuk, dan jika seorang pria sekilas menatapnya, ia akan memerintahkan agar pria tersebut ditembak di tempat. Tuduhan terkeji terhadap Ilse Koch adalah ia pernah memilih beberapa orang tahanan yang memiliki tato menarik untuk dibunuh, agar tato pada tubuh mereka bisa digunakan sebagai kap lampu di rumahnya (meskipun tidak pernah ditemukan bukti kap lampu yang ditemukan di rumahnya). Setelah perang berakhir ia ditangkap dan menghabiskan waktu di penjara atas berbagai tuduhan yang berbeda. Akhirnya ia ditemukan menggantung dirinya sendiri di penjara pada tahun 1967.
8. Shirō Ishii
Ishii adalah seorang ahli mikrobiologi dan letnan jenderal dari Unit 731, sebuah unit perang biologis dari tentara Jepang selama Perang Sino-Jepang Kedua. Ia dilahirkan di tempat yang dahulu dikenal dengan nama Desa Shibayama di Distrik Sanbu, Perfektur Chiba, dan menekuni medis di Universitas Imperial Kyoto. Pada tahun 1932, ia memulai penelitian awalnya terhadap perang biologis sebagai proyek rahasia militer Jepang. Pada tahun 1936, Unit 731 dibentuk. Ishii membangun sebuah komplek besar – terdiri dari lebih 150 bangunan di tanah seluas 6 kilometer persegi – diluar kota Harbin, Cina.
Beberapa bentuk kekejaman yang dilakukan oleh Ishii, dan orang-orang lain di bawah perintahnya yang tergabung dalam Unit 731 antara lain: pembedahan orang-orang yang masih hidup (termasuk diantaranya pembedahan wanita-wanita hamil yang dihamili oleh para dokter yang melakukan penelitian tersebut), mengamputasi bagian-bagian tubuh tahanan dan menghubungkan bagian yang diamputasi tersebut kepada bagian tubuh yang lain, beberapa anggota tubuh tahanan dibekukan dan digunakan untuk penelitian untuk menguji kelainan gen. Manusia juga digunakan sebagai kelinci percobaan untuk menguji granat dan penyembur api. Tawanan disuntik dengan suntikan penyakit, yang disamarkan sebagai vaksinasi, untuk meneliti dampak dari penyakit tersebut. Untuk mempelajari dampak dari penyakit dalam yang belum ada obatnya, pria dan wanita diinfeksi sifilis dan gonorea secara sengaja melalui pemerkosaan, lalu dipelajari.
Beberapa bentuk kekejaman yang dilakukan oleh Ishii, dan orang-orang lain di bawah perintahnya yang tergabung dalam Unit 731 antara lain: pembedahan orang-orang yang masih hidup (termasuk diantaranya pembedahan wanita-wanita hamil yang dihamili oleh para dokter yang melakukan penelitian tersebut), mengamputasi bagian-bagian tubuh tahanan dan menghubungkan bagian yang diamputasi tersebut kepada bagian tubuh yang lain, beberapa anggota tubuh tahanan dibekukan dan digunakan untuk penelitian untuk menguji kelainan gen. Manusia juga digunakan sebagai kelinci percobaan untuk menguji granat dan penyembur api. Tawanan disuntik dengan suntikan penyakit, yang disamarkan sebagai vaksinasi, untuk meneliti dampak dari penyakit tersebut. Untuk mempelajari dampak dari penyakit dalam yang belum ada obatnya, pria dan wanita diinfeksi sifilis dan gonorea secara sengaja melalui pemerkosaan, lalu dipelajari.
Setelah diberikan kekebalan oleh Departemen Kependudukan Amerika sehabis perang usai, Ishii tidak pernah menghabiskan waktu di penjara karena kejahatan yang ia lakukan dan meninggal pada usia 67 tahun, karena kanker tenggorokan.
7. Ivan ke IV dari Russia
Ivan ke IV dari Rusia, yang juga dikenal dengan nama Ivan Sang Perusak, adalah seorang Grand Duke dari Muscovy, dari tahun 1533 hingga 1547, dan merupakan pemimpin Rusia pertama yang meraih gelar Tsar. Pada tahun 1570, Ivan mendapatkan informasi bahwa para bangsawan kota Novgorod berencana untuk membelot ke Polandia, dan ia memimpin tentara untuk menghentikan mereka pada tanggal 2 Januari. Tentara Ivan membangun tembok di sekeliling kota untuk mencagah orang-orang melarikan diri. Sekitar 500 hingga 1000 orang dikumpulkan oleh para tentara, lalu disiksa dan dibunuh di hadapan Ivan dan putranya. Pada tahun 1581, Ivan memukuli menantu perempuannya yang hamil karena memakai pakaian yang tidak pantas, hingga menyebabkan keguguran. Putranya, yang juga bernama Ivan, yang mengetahui hal ini berdebat keras dengan ayahnya yang berujung pada sang ayah memukul putranya dengan tongkat pada bagian kepala, dan menyebabkan kematian putranya.
6. Oliver Cromwell
Penaklukan Irlandia oleh Cromwell (1649 – 1653) merupakan pengambil alihan Irlandia oleh kekuasaan Parlemen Inggris, dipimpin oleh Oliver Cromwell, ketika Perang Tiga Kerajaan terjadi. Konsekuensi dari penaklukan ini (dengan tujuan untuk menggulingkan pejabat-pejabat Katolik) adalah kematian 200.000 penduduk sipil akibat kelaparan dan penyakit, serta 50 ribu orang Irlandia yang ditangkap sebagai budak. Cromwell menganggap orang Katolik sebagai iblis sehingga penaklukan Irlandia merupakan perang Salib modern bagi dirinya. Kepahitan yang diakibatkan oleh pendudukan Cromwell merupakan salah satu sumber kekuatan nasionalisme Irlandia sejak abad ke 17 hingga saat ini. Cromwell wafat pada tahun 1658, dan sangat dibenci sehingga pada tahun 1661, jenasahnya dikeluarkan dari liang kubur dan dieksekusi – jenasahnya digantung menggunakan rantai di Tyburn, dan anggota tubuhnya dipotong-potong dan dibuang ke dalam sebuah lubang, sementara kepalanya dipertontonkan pada sebuah tongkat di luar Westminster Hall selama 44 tahun ke depan.
5. Jiang Qing
Jiang Qing adalah istri dari Mao Tse-Tung, diktator Komunis asal Cina. Melalui serangkaian manuver cerdik, ia berhasil mencapai kedudukan tertinggi di partai komunis (hampir sama dengan kedudukan presiden). Diyakini bahwa ia merupakan kekuatan penggerak utama dibelakang Revolusi Kebudayaan Cina (dimana ia menjabat sebagai direktur pelaksana). Selama Revolusi Kebudayaan terjadi, sebagian besar kegiatan ekonomi dihentikan, dan puluhan bahkan ribuan bangunan kuno, artifak bersejarah, benda-benda antik, buku-buku, dan lukisan dihancurkan oleh Tentara Merah. Revolusi Kebudayaan yang berlangsung selama 10 tahun juga mengakibatkan sistem pendidikan negara tersebut dihambat, dan banyak cendekiawan yang dikirim ke penjara. Hak asasi jutaan penduduk Cina, dilaporkan, telah dihapus ketika Revolusi Kebudayaan terjadi. Perkiraan jumlah korban nyawa – baik penduduk maupun Tentara Merah – dari sumber informasi Barat dan Timur berada di kisaran 500.000 antara tahun 1966 – 1969, namun beberapa pihak memperkirakan jumlah korban mencapai 3 juta jiwa, dengan 36 juta yang lain yang tak jelas.
4. Pol Pot
Pol Pot adalah pemimpin dari Khmer Merah dan Perdana Menteri Kamboja, sejak tahun 1976 hingga 1979, setelah menjadi pemimpin de facto sejak pertengahan tahun 1975. Selama ia berkuasa, Pol Pot menerapkan sistem yang sangat ekstrim dari komunis agraris dimana semua penghuni kota direlokasi ke pedesaan untuk bekerja pada pertanian dan perkerjaan buruh kasar. Kombinasi dari perbudakan, malnutrisi, perawatan kesehatan yang buruk dan eksekusi diperkirakan telah membunuh sekitar 2 juta orang Kamboja (kurang lebih 1/3 dari jumlah penduduk). Rezim pemerintahannya memperoleh reputasi yang sangat buruk karena ia mengeliminasi seluruh kaum cendekiawan dan “musuh negara”. Khmer Merah melakukan pembunuhan masal di area yang dikenal dengan nama “Killing Fields”. Korban eksekusi dikubur dalam kuburan masal. Untuk menghemat amunisi, eksekusi seringkali dilakukan menggunakan palu, gagang kapak, sekop atau bamboo runcing.
3. Heinrich Himmler
Heinrich Himmler, arsitek dari pembantaian orang Yahudi (Holocaust) era Nazi dan solusi akhir, dianggap sebagai pembunuh masal terbesar di dunia sepanjang masa (meskipun Joseph Stalin lah yang sebenarnya memegang reputasi tersebut). Pembantaian tidak akan terjadi jika bukan karena orang ini. Ia mencoba untuk mengembang biakkan ras unggul Nordic, yaitu ras Arya. Rencananya untuk pemurnian ras tersebut berakhir disebabkan oleh ego Hitler dalam membuat keputusan militer yang terburu-buru dengan tidak mendiskusikannya dengan para jenderal-jenderalnya terlebih dahulu, yang mengakhiri perang. Himmler ditangkap segera setelah perang berakhir. Ia tidak berhasil melakukan negosiasi dengan bangsa Barat, dan diperlakukan sebagai kriminal setelah penangkapannya. Ia melakukan aksi bunuh diri dengan menelan sianida yang telah ia simpan dalam mulutnya.
2. Adolf Hitler
Adolf Hitler ditunjuk sebagai Konselor pada tahun 1933, menjadi ‘Fuhrer’ pada tahun 1934 hingga kematiannya tahun 1945. Pada akhir Perang Dunia Kedua, kebijakan Hitler terhadap penaklukan wilayah dan ras telah menimbulkan kematian dan kehancuran bagi jutaan manusia, termasuk diantaranya pembantaian 6 juta orang Yahudi, yang dikenal dengan julukan “Holocaust”. Pada tanggal 30 April 1945, setelah pertempuran jalanan yang sengit, saat pasukan Uni Soviet berjarak kurang lebih 1 hingga 2 blok dari gedung Reich Chancellory, Hitler membunuh dirinya sendiri dengan menembak dirinya berulang kali sambil menelan kapsul sianida.
1. Josef Stalin
Stalin adalah Sekretaris Jenderal dari Partai Komunis Komite Pusat Uni Soviet, dari tahun 1922 hingga kematiannya tahun 1953. Di bawah kepemimpinan Stalin, Ukraina mengalami bencana kelaparan besar (Holodomor) hingga bencana tersebut dianggap sebagai pembunuhan masal dari pemerintahan Stalin. Perkiraan jumlah korban jiwa berkisar antara 2,5 juta hingga 10 juta jiwa. Bencana kelaparan tersebut terjadi karena keputusan politik dan administratif pemerintah. Bukan hanya bencana kelaparan, Stalin mengeluarkan perintah untuk menghabisi orang-orang yang dianggap sebagai musuh negara. Secara keseluruhan, jumlah korban jiwa dalam era pemerintahan Stalin berkisar antara 10 hingga 60 juta jiwa
Pemberian Nama Badai Di Dunia
Sistem penamaan badai memiliki sejarah panjang dan rumit. Nama-nama angin topan menggunakan nama lain (moniker) pada saat ini seperti Earl dan Fiona kelihatannya sederhana.
Dari menggunakan titik lintang-bujur lokasi sampai kata-kata kode militer, jalan untuk menyempurnakan sistem penamaan badai terus terjadi dan berkembang.
Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration, pada mulanya badai diberi nama-nama orang suci (kudus) yang dihormati pada saat badai terjadi. Contohnya adalah Badai Santa Ana pada tanggal 26 Juli 1825 dimana pemberian nama badai tersebut didedikasikan untuk Saint Anne.
Jika dua badai menghantam pada hari yang sama, badai yang lebih dulu mempunyai akhiran yang ditempelkan pada namanya. Sebagai contoh, Badai San Felipe menghantam Puerto Rico pada tanggal 13 September 1876, dan badai lain menghantam daerah itu pada 13 September 1928 diberi nama Badai San Felipe II.
Kemudian posisi lintang-bujur digunakan dalam proses penamaan. Namun menurut NOAA, metode identifikasi ini rumit dan membingungkan selama komunikasi radio serta lebih banyak kesalahannya (error).
Pada tahun 1951 Amerika Serikat lebih mendukung sistem penamaan berdasarkan alfabet fonetis (seperti nama Able, Baker dan Charlie) yang dikembangkan oleh militer. Ternyata terbukti bahwa sistem ini terlalu membingungkan sehingga pada tahun 1953 peramal cuaca mulai menggunakan nama-nama yang diberikan oleh National Hurricane Center NOAA. Pada awalnya, semua nama badai diberi nama perempuan dengan badai “gadis” pertama bernama Maria (nama tokoh heroik sebuah novel berjudul “Storm” yang ditulis oleh George Rippey Stewart).
Baru pada tahun 1979 pemberian nama pria diperkenalkan dan sekarang silakukasi rotasi dengan nama perempuan, demikian dikatakan oleh Dennis Feltgen, juru bicara National Hurricane Center NOAA.
Sekarang ini nama badai ditentukan oleh Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization) yang bermarkas di Jenewa, Swiss. Badan dunia ini bertugas memperbarui enam wilayah cuaca di dunia (Amerika Serikat dibagi menjadi empat wilayah yaitu Amerika Utara, Amerika Tengah dan Karibia).
Untuk badai tropis Atlantik, National Hurricane Center membuat enam daftar nama badai yang dipelihara dan diperbarui oleh World Meteorological Organizationmelalui komite pemungutan suara internasional. Daftar nama badai menggunakan bahasa Prancis, Spanyol, Belanda dan Inggris karena badai berpengaruh terhadap negara-negara lain dan dilacak oleh publik dan layanan cuaca di banyak negara. Keenam daftar disimpan dan di rotasi secara runtun. Sebagai contoh, daftar nama 2010 akan digunakan lagi pada tahun 2016.
Sementara itu nama-nama badai yang sebelumnya menggunakan huruf depan dari A sampai Z terutama yang menggunakan huruf depan T, U, X, Y dan Z tidak berlaku lagi (nama badai dari tahun 1958 seperti Udele, Virgy, Wilna, Xrae, Yurith dan Zorna) karena tidak ada cukup nama.
Namun perubahan daftar nama terus dilakukan terutama badai yang menghancurkan seperti badai Katrina pada tahun 2005. Pemungutan suara diambil oleh World Meteorological Organization untuk menentukan apakah tidak pantas untuk menggunakan nama itu lagi.
Nama-nama pada daftar enam bisa saja sangat unik. Contohnya nama-nama angin topan yang direncanakan pada tahun 2010 yaitu Gaston, Otto, Shary dan Virginie.
Sebuah badai yang telah diidentifikasi memiliki sirkulasi berlawanan dan kecepatan angin sekitar 39 mph (63 kph) atau lebih akan diberi nama sesuai dengan abjad berikutnya dari daftar nama tahun sekarang oleh Tropical Prediction Center di Miami.
Badai Sandy Kuak Kekejaman Kolonial di AS
Badai Sandy menerjang dahsyat di wilayah pantai timur Amerika Serikat. Sejumlah kota porak-poranda. Bangunan hancur tak berbentuk. Sejumlah orang terluka, bahkan tewas. Warga AS dicekam ketakutan.
Kengerian yang ditimbulkan oleh badai Sandy tak hanya itu. Hantaman badai ini ternyata juga menyingkap kengerian masa lalu AS. Sebuah tempat yang diduga sebagai kuburan massal pada masa kolonial terkuak setelah badai ganas itu berlalu.
Kuburan massal itu terletak di New Haven, Connecticut. Pada sebuah taman kota. Di dekat Jalan College dan Chapel. Ditemukan oleh seorang perempuan, Katie Carbo, pada Selasa sore waktu setempat. Awalnya, dia sedang bersih-bersih setelah badai berlalu. Awalnya, dia menyangka onggokan yang dilihat itu adalah batu. Dia sempat mengabaikannya begitu saja.
![]() |
| Thomas MacMillan/ newhavenindependent.org |
Namun, setelah dipastikan, ternyata onggokan itu benar-benar kerangka manusia. Belulang itu terjepit di antara akar pohon Ek yang tumbang akibat hantaman badai Sandy. Dalam foto terlihat onggokan tulang belakang dan tengkorak dengan mulut menganga terjepit di antara akar-akar itu.
![]() |
| Melissa Bailey/ newhavenindependent.org |
Diduga, kerangka itu telah berabad-abad terkubur di situ. Sebab, pohon Ek yang tumbang itu usianya juga sudah sangat tua. Pohon itu ditanam pada 1909. Ditanam sebagai peringatan hari ulang tahun ke-100 Presiden AS, Abraham Lincoln.
Petugas polisi setempat, Sersan Anthony Zona, mengatakan lahan hijau ini pada zaman dulu memang merupakan pemakaman. Polisi juga menduga tulang belulang itu merupakan salah satu dari ribuan orang yang dimakamkan di tempat ini pada masa kolonial. Diperkirakan, ada sekitar 5.000 orang dikubur di tempat ini. Temuan ini akan diteliti lebih lanjut oleh peneliti setempat. Sumber.
![]() |
| AP |
Suasana seram juga terlihat di sebuah pemakaman di Crisfield, Maryland. Hantaman badai Sandy menyebabkan semen-semen yang melapisi pemakaman terkikis.
![]() |
| Thomas MacMillan/ newhavenindependent.or |
Akibatnya, dua peti mati menyembul ke permukaan. Satu peti terbuat dari perak, lainnya terbuat dari perunggu. Peti-peti itu menyembul karena semen-semen di pemakaman itu tidak mampu menahan tekanan air yang didatangkan oleh badai Sandy.
Subscribe to:
Posts (Atom)








