Showing posts with label BISNIS. Show all posts
Showing posts with label BISNIS. Show all posts

Saturday, 24 May 2014

Sewa Kantor di Jakarta Tertinggi se-Asia Pasifik. Kenaikan harga sewa kantor mencapai 27 persen

http://uniqpost.com/wp-content/uploads/2011/12/wisma46xo8-640x480.jpgJakarta menjadi kota yang memukau banyak investor luar negeri. Ini mungkin imbas dari ekonomi Indonesia yang terus berkembang, ditambah pertumbuhan masyarakat berpendapatan menengah makin bertambah. Pasar empuk bagi banyak investor.

Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), dalam simulasinya menempatkan Indonesia menjadi negara dengan pasar sedang berkembang (emerging market) keempat di kawasan Asia yang akan naik derajat menjadi negara maju.

Beberapa perusahaan kemudian seakan berlomba ingin membuka kantor cabang atau kantor pusat di Ibukota RI ini. Tujuannya, untuk mengembangkan dan lebih mengefisienkan bisnisnya. Namun, terbatasnya lahan dan lokasi premium yang ada, memicu tingginya harga sewa yang harus dibayar perusahaan itu.

Cushman & Wakefield, konsultan properti swasta terbesar di dunia dalam laporan riset terakhir mereka mengenai "Asia Office Q1 2014", menyatakan kota-kota berkembang terus mendominasi pertumbuhan harga sewa perkantoran di tingkat regional.

Sesuai dengan prediksi sebelumnya, dalam riset itu menunjukkan Jakarta mengalami pertumbuhan tertinggi dibandingkan 33 kota lainnya di Asia, diikuti  Manila (Filipina), Shenzhen (Tiongkok), dan Pune (India).

Senior Associate Director, Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, mengatakan Jakarta mengalami pertumbuhan harga sewa ruang kantor tertinggi, sebesar 27 persen.

Menurutnya, hal itu karena terus terjadinya ekspansi dari perusahaan-perusahaan yang membuat tingkat kekosongan ruang kantor mengecil menjadi 6,6 persen.

Dengan tidak adanya pasokan tambahan di kuartal I 2014, kata dia, ditambah dengan beberapa gedung lama yang sedang melakukan pembangunan kembali, tingkat hunian perkantoran di Jakarta mengalami tekanan ke tingkat yang tinggi.

"Permintaan akan ruang sewa dan aktivitas transaksi sebagian besar untuk luas ruang di bawah 300 meter persegi, karena terbatasnya persediaan," ujarnya.   

Pemilu tak berpengaruh pada sewa kantor

Arief mengakui, walaupun pemilihan umum presiden menimbulkan sikap "wait and see" di pasar properti, tetapi permintaan akan mengalami pertumbuhan positif, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan positif di tahun ini.

"Ditambah iklim bisnis yang secara keseluruhan akan bertambah baik, khususnya setelah pemilihan presiden berlangsung," tuturnya.

Lebih lanjut laporan itu menjelaskan, di pasar-pasar utama seperti Singapura dan Tokyo, mereka cukup menonjol dengan aktifitas pasar sewa yang  positif didorong oleh sentimen bisnis yang membaik.

Adapun, kota-kota berkembang yang kuat dengan ekonomi domestiknya terus memimpin dalam hal pertumbuhan harga sewa di kawasan.

Laporan itu juga menyebutkan, pasokan yang terbatas di kota-kota utama seperti Tokyo dan Singapura membuat keadaan yang kondusif terhadap pertumbuhan harga sewa. Walaupun demikian, kota-kota lainnya di Asia Pasifik masih tetap jalan di tempat dengan harga sewa yang mendatar bahkan menurun. 

Sementara itu, Sigrid Zialcita, Managing Director, Research, Cushman & Wakefield Asia Pasifik mengatakan, kondisi dan kinerja pasar perkantoran memperlihatkan keragamannya di kawasan.

Harga sewa sedikit meningkat secara keseluruhan di Asia Pasifik dalam tahun terakhir, dengan kenaikan secara umum di kawasan hanya sebesar 2,8 persen di Q1 2014.

Menurutnya, pemulihan ekonomi di Amerika dan Eropa, reformasi dan pemilihan presiden di beberapa negara akan mendorong sentimen positif dan akan menguntungkan kondisi pasar perkantoran di Asia.

“Kami memperkirakan di tahun 2014 ini pertumbuban ekonomi akan cukup baik di mana hal ini akan mendukung penyerapan hampir di semua pasar di kawasan Asia,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, terbatasnya ruang kantor grade A akan menguntungkan para pemilik gedung dan membuat harga bisa sewa terus meningkat di beberapa pasar utama tahun ini.

“Tetapi, pasokan yang tinggi di beberapa pasar berkembang seperti Delhi, Kuala Lumpur dan Ho Chi Minh akan menguntungkan pihak penyewa,” imbuhnya.

Mengutip survei Bank Indonesia bertajuk "Perkembangan properti komersial" disebutkan pasokan perkantoran sewa di Jabodetabek meningkat 1 persen pada kuartal pertama tahun ini dari kuartal sebelumnya, atau naik 2,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hal tersebut sejalan dengan beroperasinya dua lahan perkantoran baru yakni Lippo Kuningan Tower dan Wisma 7 Tower II.

Saat ini, pasar perkantoran sewa masih cukup diminati oleh beberapa pengembang khususnya di wilayah prime area seperti area Sudirman-Thamrin, kuningan, dan Gatot Subroto.

Beberapa pengembang baru yang akan memasuki pasar perkantoran di Jakarta antara lain Swire Properties dari Hongkong, Shimizu Corporation dan Mitsubishi Corporation yang bekerja sama dengan beberapa pengembang di Indonesia serta Posco E&C yang berencana untuk mengembangkan gedung perkantoran sewa di area CBD koridor kuningan.

Dua hal penyebab harga sewa kantor tinggi

Ketua Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghada, mengatakan ada dua kemungkinan yang mengerek harga sewa properti menjadi tinggi. Yang pertama adalah melemahnya rupiah terhadap dolar AS.

"Mungkin ini ada pengaruhnya terhadap kenaikan dolar. Imbasnya, berpengaruh pada penyewa selanjutnya," kata Ali ketika dihubungi VIVAnews.

Yang kedua, lanjut dia, adalah faktor ketersediaan perkantoran sewa. Menurut dia, stok office sewa cenderung stagnan daripada stok office strata--gedung kantor yang dibangun pengembang untuk dijual kembali.

"Pasokan office sewa sudah stagnan ketimbang office strata. Itu yang menyebabkan harga sewa naik karena pasokan terbatas ketimbang office jual," kata dia.

Ali mengatakan, pengembang properti lebih menyukai pembangunan office beli karena mereka lebih cepat mendapatkan hasil dari sana.

"Banyak pengembang yang jual office strata. Cepat balik modal. Hampir semua membangun gedung di kawasan T. B. Simatupang untuk dijual," kata dia.

Lain ceritanya kalau ada pembeli yang membeli perkantoran untuk disewakan kembali. Karena stok perkantoran sewa tidak ada, pembeli pun mau tidak mau memilih perkantoran yang dijual.

"Kecuali, kalau konsumen membeli terus disewa kembali dengan harga tinggi. Konsumen (yang lain) tidak punya pilihan. Itu yang membuat harga sewa naik," kata dia.
Ali tidak memastikan berapa tren pertumbuhan perkantoran, baik dari office sewa maupun office jual.  "Saya tidak berani menyebut pasti. Yang office sewa itu pasokannya kalah dibandingan dengan yang baru (office jual). Pengamatan saya seperti itu. Permintaan office sewa semakin banyak, tapi pasokannya yang tidak ada," kata dia.

Sebelumnya, Cushman & Wakefield dalam risetnya menyatakan pertumbuhan pasar perkantoran global akan melambat pada 2014.

Namun, pada 2015, pertumbuhan diprediksi lebih cepat, karena tingkat kepercayaan dalam dunia bisnis yang lebih baik.

Jakarta, Dublin, dan Boston akan memimpin pertumbuhan di tingkat regional masing-masing, di samping kota-kota utama lainnya yang akan mengalami tingkat pertumbuhan harga sewa tinggi hingga 2015.  

"Mengurangi luas dan meningkatkan kualitas ruang sewa kantor merupakan dua tren global yang masih akan terus berlangsung," kata Carlo Barel di Sant’Albano, Executive Chairman, Cushman & Wakefield.

Di menambahkan, masalah ruang kerja yang semakin kompleks dan modern, serta saling berhubungan dengan tujuan dan kinerja bisnis sepertinya menjadi tren. Sebab, dapat meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja. 

"Di beberapa situasi, konstruksi yang baru dapat mencapai dua tujuan itu,"  ujar Carlo Barel.

Saturday, 22 February 2014

Kala Jepang Keberatan RI Larang Ekspor Produk Tambang Mentah

Kegiatan pengolahan bijih emasPemerintah Jepang akan memperkarakan langkah RI ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait larangan ekspor produk tambang mentah.

Aturan yang dimaksud yakni Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara (UU Minerba) yang resmi diberlakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak 12 Januari 2014 lalu.

Jepang menjadi salah satu negara yang keberatan dengan kebijakan itu karena selama ini sudah menikmati membeli bahan tambang mentah dari Indonesia.

Pihak luar negeri membeli mineral mentah dari pengusaha tambang Tanah Air kemudian mengolah dan menjual kembali dengan harga yang lebih mahal dibanding harga belinya.

Dilansir dari kantor berita Reuters, Rabu 19 Februari 2014, yang mengutip pejabat senior di Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI), mengatakan, pemerintah Negeri Sakura sedang berupaya untuk berdiskusi dengan RI melalui forum WTO pada bulan ini. Apabila isu ini tidak juga terselesaikan, sebuah panel khusus akan dibentuk untuk menangani kasus tersebut.

Kendati begitu, Direktur METI, Osamu Onodera membantah sudah ada keputusan untuk membawa kasus ini ke WTO. Dia menyebut itu baru kemungkinan.

"Membawa isu ini ke forum WTO merupakan salah satu opsi kami. Tetapi kami belum memutuskan apa pun," ujar Onodera yang menangani sengketa dan pemenuhan aturan yang ditetapkan WTO.

Jepang merupakan salah satu produsen baja stainless terbesar di dunia. Para perusahaan asal Negeri Sakura terpaksa harus menghadapi kenyataan biaya produksi yang lebih besar dan berjuang untuk mencari pasokan baru untuk nikel.

Akibat UU yang diberlakukan secara resmi bulan lalu di Indonesia, turut memicu kenaikan harga nikel global. Padahal, Jepang mengimpor 44 persen biji nikel dari Indonesia pada 2012.

Menurut prediksi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada akhir Januari 2014, produksi nikel akan merosot hingga 94 persen menjadi 3,5 juta ton.

Sejak diberlakukannya secara resmi UU Minerba, Pemerintah RI mewajibkan setiap perusahaan mineral dan tambang untuk mengolah dan memurnikan terlebih dahulu bahan mentah tambang dengan menggunakan sebuah fasilitas bernama smelter sebelum diekspor.

Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo, mengatakan, pemerintah akan bertindak tegas, tidak akan memberikan izin ekspor bagi perusahaan yang tidak membangun smelter. Sebab, banyak perusahaan yang mengeluhkan untuk membangun smelter ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Dinilai wajar

Terkait kemungkinan pengaduan kepada badan perdagangan dunia itu, pemerintah Indonesia menilai reaksi Jepang itu wajar.

Menteri Perdagangan, Muhammad Luthfi, mengatakan jika Jepang ingin berkonsultasi terkait larangan itu, pemerintah Indonesia akan membuka diri.

"Ini kan pada dasarnya orang tidak senang. Tetapi, ini kan suatu komitmen juga karena ini amanat undang-undang," ujar Luthfi, Jumat 21 Februari 2014.

Untuk itu, dia menjelaskan, Kemendag akan mempelajari bersama, sehingga aturan tersebut dapat berjalan sesuai amanat undang-undang.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan, Cris Kanter, mengaku heran dengan rencana pemerintah Jepang tersebut.

"Kalau sebagai pembeli, bukan kewenangan dia (Jepang) untuk menggugat," ujar Cris kepada VIVAnews. 

Dengan adanya UU ini, pengusaha tambang dilarang menjual enam jenis mineral mentah ke luar negeri yaitu emas, nikel, bauksit, bijih besi, tembaga dan batu bara sebelum diolah.

Pemerintah berharap penerapan regulasi tersebut akan berdampak baik, yakni bisa memberi nilai tambah kepada barang tambang itu, sehingga lebih menguntungkan para pengusaha.

Tidak hanya pihak luar negeri, beberapa perusahaan tambang dalam negeri juga keberatan dengan UU Minerba. Contohnya PT Freeport dan PT Newmont yang sempat mengancam adanya PHK besar-besaran. Bahkan dikabarkan mereka akan membawa masalah tersebut ke arbitrase. Meskipun pada akhirnya kedua perusahaan itu menyatakan akan membangun smelter.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O. Blake Jr, memahami pemerintah yang telah memberlakukan UU Minerba. Namun, dia berharap dengan adanya aturan baru itu, tidak lantas menghentikan kontribusi besar yang disumbang oleh PT Freeport dan PT Newmont.

Blake mengingatkan kedua perusahaan itu sudah berkontribusi sebanyak hampir satu persen terhadap Produk Domestik Bruto (GDP) Indonesia.

"Perusahaan itu bahkan telah membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari 100 ribu WNI, khususnya di Papua. Kedua perusahaan itu juga merupakan pembayar pajak terbesar kepada Indonesia," katanya.

Monday, 13 January 2014

LUAR BIASA.... TERNYATA JAMSOSTEK MEMILIKI ASET RP 150 TRILIUN

http://static6.com/201304/jamsostek-gandeng-btn-130401b.jpgJamsostek sudah berbenah. Perusahaan yang melayani jaminan sosial tenaga kerja ini, memperbanyak jumlah kantor cabang, demi mendekatkan diri dengan para pekerja. Direktur Utama Jamsostek yang baru, Elvyn G. Masassya, juga akan menggeber layanan. Jika sebelumnya memerlukan waktu 1 hingga 2 minggu untuk mencairkan klaim, "Sekarang kami usahakan perbaikan agar satu hari bisa dapat, "katanya kepada Tim VIVAnews, di ruang kerjanya di Gedung Jamsostek beberapa hari lalu.
Elvyn sangat optimis dengan sejumlah perubahan yang dilakukan, perusahaan ini bakal kian berkembang. Asal semua infraktuktur yang ada mendukung perusahaan yang kini memiliki aset sekitar Rp150 triliun itu. Peluang berkembang pesat itu sudah di depan mata. Elvyn, yang kondang sebagai pengamat dan malang melintang di sejumlah perusahaan itu, bersama jajarannya siap mewujudkan cita-cita itu.
Sebelum bekerja di Jamsostek, dia pernah menjabat sebagai komisaris PT Bank Bali, Direktur PT Bank Permata Tbk, Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan Direktur PT Tuban Petrochemical Industries. Selain sibuk bekerja, dia juga menjadi seorang penyanyi jazz, penulis lagu, dan produser rekaman. 

Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 46 tahun yang lalu itu begitu antusias menjelaskan kepada VIVAnews terkait PT Jamsostek yang berubah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ketenagakerjaan per 1 Januari 2014.

Berikut wawancara VIVAnews terkait perubahan PT Jamsostek menjadi BPJS Kesehatan.

Masih banyak masyarakat yang belum paham perubahan Jamsostek menjadi BPJS ketenagakerjaan. Dengan perubahan itu bagaimana peran Jamsostek nantinya?

Sebagaimana kita ketahui bahwa Undang-undang SJSN No. 40 Tahun 2005 mengharuskan adanya sistem  jaminan sosial secara keseluruhan di Indonesia.  Demi mengimplementasikan sistem jaminan sosial itu, kemudian lahirlah Undang-undang No. 24 Tahun 2011.

Undang-undang yang terakhir itulah yang mengamanahkan lahirnya 2 BPJS. Yang pertama adalah PT Askes (Persero) berubah menjadi BPJS kesehatan. Lalu PT jamsostek berubah menjadi BJPS ketenagakerjaan.

Bahasanya sama, tetapi dia bertransformasi, berubah bentuk, lalu lingkup pekerjaannya juga mulai berbeda dan seterusnya. Jadi kalau ada pertanyaan posisi Jamsostek dimana? Maka jawabannya Jamsosteknya tidak ada lagi.

PT Jamsostek akan bubar tanpa likuidasi dan beralih aset liabilitiesnya, program-program, dan kegiatan-kegiatannya menjadi BPJS ketenagakerjaan. Nah, perubahan-perubahan itu terjadi pada 1 Januari 2014. Perubahan itulah yang kita sebut dengan transformasi.

Jamsostek akan bertransformasi dari PT Persero yang merupakan BUMN menjadi badan hukum publik per 1 Januari 2014.  Semula di bawah BUMN, menjadi langsung melapor ke Presiden sebagai konsekuensi badan hukum publik.

Dari sisi program, saat ini Jamsostek ada empat program yakni jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan pemeliharaan kesehatan. Jaminan pemeliharaan kesehatan beralih ke BPJS kesehatan. Sehingga BPJS ketenagakerjaan hanya memiliki 3 program untuk dilaksanakan. Mulai 1 Januari 2014.
Tetapi, per 1 Juli 2015, BPJS ketenagakerjaan harus menambah satu pekerjaan lagi namanya program pensiun.

Dengan kata lain, transformasi PT Jamsostek menjadi BPJS ketenagakerjaan berubah secara lembaga pada 1 januari 2014 dan beroperasi penuh pada 1 Juli 2015.

Makna beroperasi penuh adalah melaksanakan empat program yakni jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan pensiun.

Apa bedanya dengan yang sekarang?

Kalau yang sekarang ini fokusnya hanya pekerja formal, per 1 Januari yang menjadi target adalah pekerja formal dan informal. Ruang lingkupnya seluruh pekerja Indonesia, yang jumlahnya sekitar 120 juta orang.

Lalu bagaimana manfaatnya?

Manfaatnya tidak akan lebih rendah dari sekarang. Kalau jaminan hari tua, para pekerja akan mendapatkan ketika pensiun, iuran serta pengembangannya. Nanti juga akan dapat seperti itu.

Jaminan kecelakaan kerja, misalnya, kalau sekarang bisa berobat sampai sembuh dan bekerja kembali, nanti juga tetap seperti itu. Kalau kematian dapat santunan, nanti juga begitu.

Tetapi, pada BPJS ketenagakerjaan ada tambahannya. Misalnya, kalau peserta mengalami kecelakaan dan anaknya masih kecil, maka selain mendapatkan biaya pengobatan untuk sembuh atau kalau dia meninggal dunia, anaknya akan mendapatkan beasiswa.

Dengan kata lain, jaminan sosial setelah ditangani oleh BPJS ketenagakerjaan akan memberikan manfaat lebih banyak daripada sebelumnya.

Proses transformasinya sudah sampai mana?

Kami mulai menyiapkan transformasi ini sejak 2012. Pada tahap itu kami sebut fase rekonsiliasi. Dalam fase itu kami review semua operasional dan siapkan masukan ke pemerintah untuk regulasi.

Tahun 2013 itu fase transformasi, fit in infrastructure. Jadi, kami perbaiki sistem bisnis, proses persiapan SDA, dan lain sebagainya.

Ada 7 elemen yang kami transformasikan yakni kepesertaan, pekerja yang jadi member mereka. Gimana kita memberikan akses untuk mereka.

Pada 2013 kami sudah siapkan tambahan channel distribution untuk para pekerja. Kami sekarang sudah memiliki 127 kantor cabang penuh, 54 kantor cabang pembantu, dan 512 outlet. Sebelumnya itu tidak ada.

Kami lakukan perbaikan pelayanan, sebelumnya, jika orang datang ke Jamsostek untuk klaim, mungkin dapat uangnya seminggu atau dua minggu. Sekarang kita sudah lakukan perbaikan satu hari bisa dapat.

Dari sisi IT kami mengembangkan elektronik payment, elektronik claim dan elektronik registrasi. Sekarang mau daftar harus datang ke kantor Jamsostek, nanti orang menjadi peserta cukup daftar di website atau pergi ke channel distribution kita.

Untuk pekerja informal, akan ada semacam kartu pulsa isi ulang. Ada nomornya disana sehingga mereka mudah jadi peserta.

Perbaikan juga dilakukan di bidang investasi, SDA, GCG dan lainnya. Dengan kata lain untuk menyiapkan diri menjadi BPJS ketenagakerjaan, kami lakukan overall transformation sehingga lembaga baru ini bisa memberikan pelayanan lebih baik daripada sebelumnya.

Bagaimana dengan sosialisasi?
Sosialisasi sudah dimulai sejak 2012 dengan menggunakan seluruh channel baik itu media elektronik, surat kabar langsung atau tidak langsung.

Saya menugaskan seluruh Kepala Cabang di Indonesia untuk bertemu dengan para anggota Jamsostek untuk menyampaikan ini.

Kami gunakan TV, radio, spanduk, dan seminar. Di kota-kota, kita lakukan FGD. Yang terbaru adalah saya sebagai Dirut mengirimkan surat kepada seluruh perusahaan anggota Jamsostek.

Sebanyak 600.000an perusahaan dan 12 juta peserta untuk mendapatkan informasi tentang ini. Tentu saja selain itu kita harus coba lakukan upaya yang lain.

Program sosisalisasi ini tidak akan berhenti walaupun tanggal 1 Januari, kita sudah jadi BPJS ketenagakerjaan.

Bagaimana dengan perbedaan gab sektor formal dan informal?
Seluruh pekerja menjadi potensial untuk jadi target. Pekerja formal itu ada pemberi kerjanya. Jadi kita akan sosialisasi ke perusahaan dan sosialisasi ke serikat pekerja.

Untuk sektor informal tentu berbeda. Kami akan gunakan strategi berbeda. Untuk informal kami akan sediakan prepaid. Jadi mereka tidak usah ke kantor cabang, cukup nanti mereka di aktivasi prepaid.

Itu ada kartu untuk jaminan kecelakaan kerja Rp100.000 untuk jadi peserta setahun, mereka langsung jadi anggota aktif.

Bagaimana cara memferivikasi?


Kami bekerja sama dengan Kemendagri sehingga sepanjang mereka aktivasi dengan EKTP. Selain itu, kami akan bekerja sama dengan paguyuban-paguyuban.

Berapa targetnya?


Saat ini pekerja yang aktif per Desember 2013 ada 12,2 juta orang. Tahun depan kami targetkan bertambah hingga 15,6 juta.

Dalam 5 tahun mendatang kami berharap 40 juta peserta Jamsostek.

Kenapa agak susah dibandingkan dengan total angkatan kerja?
Pekerja formal itu 40 juta, informal 70 juta. Tentu, yang informal harus bayar sendiri iurannya, sedangkan formal dibayarkan oleh pemberi kerja dan pekerjanya.

Oleh karena itu, kita harus lebih realistis kesadaran menamamkan mindset di pekerja informal bahwa jaminan sosial adalah kebutuhan, tentu membutuhkan waktu.

Dan kami berharap lompatan menjadi 40 juta itu juga harus yang sangat signifikan mengingat cakupan geografis yang luas dan jumlah perusahaan di Indonesia ini jutaan.

Lalu, bagaimana dengan sisi aset dan kewajiban?

UU itu mengatakan aset dan liabilities akan beralih demi hukum secara otomatis ke BPJS ketenagakerjaan, artinya aset yang ada sekarang tetap akan dimiliki BPJS ketenagakerjaan.

Sekarang kami mengelola aset investasi Rp150 triliun. Aset ini di kembangkan dalam bermacam instrumen investasi. Ada di saham obligasi, deposito berjangka, reksadana, properti dan penyertaan.

Kami memiliki target untuk memberikan hasil investasi Rp14,6 triliun dari dana tersebut, tentu ke depan dana ini akan dikelola sesuai dengan aturan yang diperbolehkan.

Aturan sudah disiapkan dalam bentuk PP, Perpres dan mulai diaplikasikan 1 Januari. Dengan kata lain dari aspek operasional tidak ada yang berubah.

Kami sudah menyiapkan visi baru yakni menjadi BPJS yang berkelas dunia terpercaya, bersahabat, unggul dalam operasional, dan pelayanan.

Apakah ada pengalihan aset ke BPJS kesehatan?

Prinsipnya gini, untuk melakukan pengelolaan itu ada iuran, jadi pekerja harus membayar iuran. Besarannya sekarang sedang difinalkan, tetapi relatif tidak berbeda dengan yang sekarang.

Bedanya kalau sekarang di Jamsostek seluruh iuran itu ditanggung oleh pemberi kerja, nanti ada sebagian kecil yang harus dibayar oleh peserta.

Karena itu memasang prinsip kemandirian dan gotong royong. Dan prinsip jaminan sosial itu memang mengamanatkan harus ada kontribusi dari pemberi kerja dan pekerjanya agar ia bisa memiliki dana yang cukup untuk memberikan pelayanan.

Termasuk seperti kami, ada iuran yang wajib dibayar seperti jaminan hari tua 5,7 persen, jaminan kecelakaan 0,22 persen sampai 1,74 persen dari penghasilan.

Kenapa berbeda? Tergantung resiko dimana dia bekerja. Lalu jaminan kematian sebesar 0,3 persen.

Iuran ini kami kelola, lalu kami investasikan, kalau ada klaim kami pakai untuk bayar klaim. Prinsip jaminan sosial itu seperti itu.

Asetnya bagaimana?

UU mengatakan program jaminan kesehatan, programnya mereka kelola, lalu pesertanya yang tadinya disini jadi disana, lalu aset dan liabilitiesnya.

Itu adalah iuran yang dibayarkan peserta, tentu kami serahkan kesana juga. Tetapi kewajiban melayani peserta jadi tanggung jawab mereka. Jadi yang pindah itu aset liabilities dan peserta.

Peralihan ini harus berdasarkan hasil audit, jadi kami di audit dulu sampai akhir tahun. Soal keputusannya nilainya berapa aset dan liabilitiesnya, berapa yang diserahkan.

Harus daftar lagi?

Otomatis akan berpindah. Jadi kalau anda memiliki kartu Jamsostek, itu bisa dipakai di BPJS kesehatan, sampai kurun waktu tertentu mereka menerbitkan kartu baru untuk anda.

Secara badan Jamsostek ada yang berubah?

Tentu ada perubahan dan adjustmen. Ada kantor cabang kami. Demi mencapai tujuan kami butuh strategi yang baru. Ke depannya akan ada adjustment dalam organisasi kita.

Rencana strategis untuk tahun depan?
Kami akan mengembangkan konsep baru untuk program jaminan kecelakaan kerja. Kami akan kembangkan return to work.

Kalau sekarang peserta Jamsostek, kecelakaan kerja berobat itu sampai sembuh sudah. Nanti kami buat bagaimana dia sampai sembuh dan kembali kerja lagi.

Kalau dia punya trauma kami kasih caranya mengatasi trauma itu. Ini namanya program return to work.

Sunday, 21 July 2013

Investasi Dana Sedekah Ala Ustad Yusuf Mansur

Ustad Yusuf Mansur
Percaya tidak, dengan bersedekah Anda bisa ikut berinvestasi dan mendulang pahal berkali-kali lipat? Selain itu, dengan bersedekah secara bersama-sama atau berjamaah, maka sesuatu yang mustahil dan sukar untuk diwujudkan akan menjadi kenyataan? Misalkan saja: membangun 10 pabrik sekaligus, mengakuisisi lahan, atau membeli bank swasta nasional. Bahkan, negara Indonesia juga bisa "dibeli" dengan cara bersedekah.

Anda percaya?

Hal yang sekilas tampak musykil itu yang kini yang ditawarkan Ustad Yusuf Mansur kepada para jemaahnya, khususnya, dan umat Islam pada umumnya.

Konsep "ajaib" ini dia introdusir dengan nama "Sedekah Produktif".  

Ustad Yusuf, seperti dikutip dari situsnya, Kamis 18 Juli 2013, mengungkapkan saat ini usaha patungan yang dirintisnya masih diperkokoh dari sisi legal, sistem, dan administrasinya, agar sesuai peraturan pemerintah. Namun begitu, dia sudah terus bergerak mengajak jemaah untuk ikut serta dalam gerakan dakwah ekonomi tersebut. Dia percaya bahwa dengan berjemaah, bersatu, bersama-sama, banyak hal kecil akan menjadi sesuatu yang besar. 

Sedekah Produktif, menurutnya, adalah sedekah yang tidak langsung habis dibagikan untuk fakir miskin, warga dhuafa, anak yatim, dan kaum lainnya yang selama ini menjadi target sedekah. Dana ini diputar dulu untuk berbagai kegiatan ekonomi. Tujuannya: untuk mengangkat lebih banyak mustahik jadi muzakki.

Lewat Sedekah Produktif, nilai dana bakal membesar, jauh lebih besar dari nilai dana sedekah awal. Ini karena dana itu digerakkan, diputar, dan diusahakan. 

"Asas Sedekah Produktif adalah prudent, safe, dan tentu saja sangat diusahakan dan diperhatikan agar tidak menabrak sesuatu atau sektor-sektor usaha yang dilarang agama dan negara," ujar Yusuf Mansur. "Kita jalan pelan-pelan. Dengan langkah kecil kita, insya Allah, Allah yang akan menyempurnakannya."

Dalam sistem yang digagasnya ini, ungkap Yusuf, jemaah dituntut untuk lebih ikhlas lagi bersedekah. Jika dalam patungan usaha ada bagi hasil dan pengembalian dana, dalam Sedekah Produktif tidak ada--meski dana tersebut terus digerakkan, digulirkan, diusahakan, dan kelak semakin membesar.

"Tapi jangan kuatir. Return (pahala) dari Allah pastinya akan jauh lebih besar, dan nggak ada yang mengalahkan. Sepuluh kali lipat, hingga 700 kali lipat, dan terus bertambah, nggak cuma sekali. Terus-terusan, hingga yaumil hisab nanti. Masya Allah, dah," katanya. 

Dalam hadits riwayat Al-Bukhari dinyatakan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan seorang hamba Allah bukan hanya akan dibalas dengan satu kebaikan. Karena kemurahan Allah, itu akan dibalas dengan 10 kebaikan, bahkan bisa berlipat hingga 700 kali. 

Yusuf memberikan contoh. Dengan dana sedekah Rp20 ribu, kita bisa membeli dua gelas air mineral dan beberapa botol air mineral berukuran kecil. Bayangkan, jika 10 juta orang bersedekah berjemaah, masing-masing Rp20 ribu. Jumlahnya akan menjadi Rp200 miliar.

Nah, apa yang bisa dilakukan dengan dana Rp200 miliar tersebut?

Banyak. Bisa bikin 10 pabrik air mineral besar di 10 kota besar, lengkap dengan armada truk, lahan, dan bangunan permanennya.

"Sekarang bayangkan kalau 10 juta orang bergabung secara bulanan, berarti satu tahun bisa terkumpul dana Rp2,4 triliun. Itu bisa bikin ratusan Bank Perkreditan Rakyat Syariah di ratusan kota, atau bisa masuk sebagai pemegang saham di salah satu bank swasta nasional. Keren, dah," sang ustad berpromosi.

Bukan hanya itu, menurutnya, dengan skema ini Yusuf hakulyakin bisa membeli perusahaan minyak dan gas, asuransi, stasiun televisi, kebun teh, lahan properti, hingga pesawat terbang. Karena itulah, visi misi dari program yang digagasnya ini dia sebut juga dengan gerakan "Membeli Ulang Indonesia".

Saran Dahlan

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan ikut mengomentari usaha pengumpulan dana Sedekah Produktif Ustad Yusuf, yang saat ini dihentikan sementara itu.

Dahlan mengatakan dia paham bahwa niat Ustad Yusuf ini sebetulnya baik. Namun, dia mengingatkan agar nama sang ustad yang sudah baik tidak menjadi buruk bila di kemudian hari ada salah jalan.

"Yusuf Mansur ini ustad yang populer. Pengikut Twitter-nya ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan. Sebagai ustad, dia dipercaya," kata Dahlan saat ditemui di Jakarta, Kamis. "Yang mempercayai kebetulan banyak orang, sehingga uang yang dikumpulkan cukup banyak."

Yang jadi soal, kata Dahlan, Yusuf tidak langsung menyalurkan dana sedekah yang terkumpul itu, melainkan menginvestasikannya. Namun, para pemberi sedekah melalui sang ustad tidak serta-merta mendapatkan hasil investasinya. Karena sudah diikhlaskan si penyumbang, Ustad Yusuf tidak berkewajiban melaporkan kepada para pemberi sedekah.

Dahlan mengingatkan, menurut aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rencana investasi itu tetap harus didasarkan pada ketentuan yang berlaku, sehingga bisa dimonitor dan dikontrol pemerintah. Karena itu, Dahlan menyarankan Yusuf untuk membentuk sebuah non listed public company. "Jadi, dana sedekah itu masuk ke dalam investasi yang akan dimiliki publik," ujarnya.

Dahlan menyarankan agar investasi dana Sedekah Produktf, seharusnya ditargetkan pada area yang memiliki risiko kecil, tapi mempunyai imbal hasil yang lumayan besar. Dia juga menekankan bahwa investasi ini harus bermanfaat untuk umat.

Beli Bank Muamalat

Menteri Dahlan Iskan juga mengungkapkan bahwa Ustad Yusuf berniat membeli saham PT Bank Muamalat. Dalam diskusi dengan Dahlan, Ustad beranggapan bahwa bank syariah ini tidak sepenuhnya dimiliki investor dalam negeri. "Masa, kita negara dengan muslim terbesar, tapi tidak punya perbankan syariah sendiri," ungkap Dahlan.

Walaupun berstatus bank syariah, Dahlan melanjutkan, ternyata sebagian besar saham Bank Muamalat merupakan milik asing. Dengan uang sedekah yang terhimpun, Yusuf Mansur berencana membeli saham mayoritas.

"Namun, hal ini memang masih akan terkendala, apakah para pemilik saham di luar negeri mau untuk melepas saham mereka," ujarnya.

Dahlan pun mengaku mengusulkan ide lainnya, yakni dengan membeli saham PT Bank Mutiara Tbk. Bank yang dulunya bernama PT Bank Century Tbk itu sejak beberapa tahun terakhir ditawarkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk dijual. "Nantinya, bank ini akan dibeli dan diganti menjadi bank syariah," jelasnya.

Menanggapi rencana tersebut, Kepala Eksekutif LPS, Mirza Adityaswara, ditemui di tempat terpisah mengaku tidak mengetahui rencana tersebut. "LPS tidak tahu, kan sudah lewat masa penyampaian surat minat," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis.

Seperti diketahui, pada saat ini, LPS melaksanakan proses penjualan saham Bank Mutiara yang telah ditutup pendaftarannya pada 1 Juli 2013 lalu.
LPS telah menargetkan proses divestasi Bank Mutiara usai sebelum 20 November tahun ini dan mulai menawarkan Bank Mutiara kepada investor lokal dan asing sejak 2010.

Tahun 2013, merupakan tahun terakhir penawaran Bank Mutiara sesuai harga penyelamatannya, senilai Rp6,7 triliun. Jika hingga akhir tahun ini Bank Mutiara tidak juga laku, bank tersebut akan dilepas secara lelang kepada penawar terbaik.

Saturday, 23 March 2013

GEBRAKAN LUAR BIASA GILA MASKAPAI LION AIR


Lion Air tampaknya segera menjadi “singa” sesungguhnya di udara. Di Istana Elysee Paris, Prancis, Senin pekan lalu, Rusdi Kirana, bos maskapai udara berlogo singa itu tersenyum lebar. Dia berjalan gagah mengapit Presiden Prancis Francois Hollande, bersama Presiden dan CEO Airbus, Fabrice Bregier. Satu kontrak besar, dan juga memukau, baru saja diteken.
Lion memesan sekitar 234 pesawat pesawat Airbus jenis A320. Ada 109 pesawat A320neo, 65 pesawat A321neo, dan 60 pesawat A320ceo. Tak disebutkan berapa detil transaksi itu.  Sumber yang mengetahui transaksi menyebutkan, satu unit pesawat diperkirakan senilai US$100 juta. Lion memesan 234 pesawat. Jadi, nilainya mencapai US$23,4 miliar, atau hampir Rp225 triliun.
Presiden Prancis, Francois Hollande pun sumringah. Kontrak itu bak angin segar bagi Prancis, negeri Eropa yang sedang diterpa krisis ekonomi. Kesepakatan bisnis itu, kata Hollande, adalah kontrak bersejarah antara perusahaan Eropa dengan rekanan bisnis di Asia. Ini juga kontrak paling besar dalam sejarah pembuatan pesawat sipil Airbus.
Transaksi Lion Air ini akan memberi berkah Airbus sekitar 5.000 pekerjaan selama 10 tahun. "Ini adalah angka mengesankan bagi industri Eropa, dan juga membuktikan vitalitas industri Indonesia," ujar Hollande seperti dilansir laman Leparisien, Selasa 19 Maret 2013.

Friday, 8 March 2013

Mengapa Harga Properti RI Terus Meroket

Harga properti di Jakarta dan Bali meroket tertinggi di dunia sepanjang 2012.
Krisis ekonomi yang menimpa Eropa berimbas positif ke kawasan Asia Pasifik. Tidak hanya mendorong investasi masuk, namun juga meningkatkan harga properti di Asia Pasifik.

Konsultan properti mewah asal London, Knight Frank, dalam "The Wealth Report 2013" yang dikutip VIVAnews, Jumat 8 Maret 2013 menunjukkan dua kota di Indonesia, Jakarta dan Bali, tercatat mengalami kenaikan harga properti paling tinggi sepanjang 2012.

Harga properti di Jakarta melonjak 38 persen dan harga properti di Bali naik 21 persen sepanjang 2012. Lonjakan harga properti di dua kota Indonesia itu mengalahkan berbagai kota-kota elite lainnya seperti Dubai yang melonjak 20 persen, Miami meningkat 19,5 persen, dan Sao Paulo yang naik 14 persen.

Namun, harga rata-rata properti di Jakarta dan Bali masih kalah dibandingkan kota-kota tetangga. Seperti harga rata-rata properti di Singapura mencapai US$25.200-27.800 per meter persegi.

"Sedangkan harga rata-rata properti di Jakarta dan Bali masih kalah jauh dibandingkan Singapura dan Kuala Lumpur," kata Senior Manager Research Knight Frank Indonesia, Hasan Pamudji, saat dihubungi VIVAnews.

Hasan menjelaskan penyebab pertama adalah terbatasnya suplai tanah di Jakarta dan Bali, sedangkan permintaan untuk bangunan properti baru sangat tinggi. Ia menjelaskan tanah di Jakarta sudah sangat terbatas, khususnya daerah elit.

Sedangkan permintaan akan rumah baru di daerah-daerah elit seperti  Kelapa Gading, Pondok Indah, Menteng, kawasan jalan Brawijaya, dan jalan Sriwijaya sangat tinggi. Sedangkan meroketnya harga properti di Bali didorong oleh tingginya harga properti jenis villa, yang disediakan khusus untuk turis.

"Kita lihat tanah masih ada yang kosong namun terbatas karena tidak bisa dikembangkan dan tidak digunakan. Ini membuat harga tanah menjadi mahal di tengah permintaan tinggi," katanya.

Pertumbuhan kawasan elit, katanya, tidak seimbang dengan tumbuhnya kelas menengah Indonesia yang subur. Jumlah orang kaya Indonesia diperkirakan berlipat pada 2020 mendatang. "Daerah elit sudah padat, tidak bisa dikembangkan lagi," katanya.
Mendorong gelembung?
Tingginya lonjakan harga properti di Indonesia tentu mengkhawatirkan sejumlah pihak akan terjadinya gelembung (bubble) properti di Indonesia. Dikhawatirkan, jika gelembung properti tersebut pecah dapat memunculkan krisis ekonomi seperti 1997 silam akibat kredit macet.

Kajian Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia terakhir, yang dikutipVIVAnews, menjelaskan bubble property atau penggelembungan properti adalah keadaan di mana terjadi kenaikan harga properti secara tidak wajar. Kewajaran dari peningkatan harga berlaku secara bertahap seiring dengan meningkatnya tingkat inflasi atau pendapatan.

Jika cepatnya pergerakan harga terus dibiarkan, akan terjadi pecahnya kondisi "Bubble Property" yang menjadikan harga-harga properti jatuh diikuti dengan ambruknya ekonomi secara menyeluruh sehingga akan menimbulkan masalah nasional berupa resesi ekonomi.

Salah satu pemicu bubble adalah derasnya aliran modal masuk dari luar negeri, yang akan menjadikan Indonesia kelimpahan akan dana. Kelimpahan modal ini yang merupakan suatu peluang bagi para pelaku investasi, sedangkan investasi yang paling cepat daya serapnya adalah industri properti baik residensial maupun komersial.

Kemungkinan terjadinya bubble property di Indonesia perlu menjadi perhatian bagi seluruh pihak terkait, guna menghindari terjadinya over supply dan penyaluran kredit yang terlalu massif pada industri properti yang dapat berakibat krisis yang terjadi di tahun 1997.

Hasil kajian Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) Bank Indonesia pada Triwulan I-2011 menunjukkan pemberian kredit properti oleh perbankan juga tergolong kecil yakni sekitar 14 persen dari total kredit perbankan.

Kondisi ini berbeda sebelum krisis ekonomi 1997/1998 yang porsi kredit propertinya mencapai 20 persen. Perbankan nasional saat ini cukup selektif dalam memberikan kredit properti untuk mengantisipasi kredit macet seperti yang terjadi pada 1997/1998.

"Secara umum belum dapat disimpulkan telah terjadi bubble pada harga properti di Indonesia," kesimpulan hasil kajian DPNP.

Selain itu, Bank Indonesia juga telah mengeluarkan kebijakan untuk mencegah terjadinyabubble harga properti. Bank Indonesia pada Maret 2012 lalu menetapkan loan to value (LTV) bank dalam memberikan kredit sebesar 70 persen bagi rumah tipe 70 ke atas.

Nasabah yang mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) untuk rumah tipe 70 ke atas harus menyediakan uang muka (down payment) sebesar 30 persen. Menteri Keuangan, Agus Martowardojo waktu itu menjelaskan kenaikan uang muka ini untuk menyeleksi debitur yang sehat.

Senior Manager Research Knight Frank Indonesia, Hasan Pamudji juga berpandangan sama. Walaupun harga properti di Jakarta dan Bali meroket, ia memprediksi pasar properti di Indonesia belum mendekati bubble, karena pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2013 ini masih positif. Berbagai pengamat memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh di atas enam persen.

Hasan menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat ini memberikan multiplier effect, salah satunya adalah tumbuhnya kelas menengah di Indonesia. Hal ini menyebabkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang membutuhkan hunian juga ikut meningkat.

"Harga properti di Indonesia tergantung ekonomi Indonesia. Ekonomi berkembang maka bisnis properti masih bagus," ujarnya.

Selain itu, walaupun harga properti di Indonesia meroket tinggi, namun harganya masih kalah jauh dibandingkan negara-negara tetangga seperti Kuala Lumpur dan Singapura.

10 Triliuner Teknologi Terkaya di Dunia

Bill Gates, pendiri Microsoft
Forbes kembali merilis daftar triliuner terkaya di dunia. Total keseluruhan kekayaan para triliuner itu diperkirakan mencapai US$5,4 triliun, setara Rp52.300 triliun. Super fantastis. Angka ini meningkat 15 persen dari tahun kemarin. Super fantastis.

Di bidang teknologi, pada tahun 2012, 15 orang terkaya mengumpulkan total kekayaan bersih mencapai US$272,6 miliar, setara Rp2.640 triliun.

Tahun ini, diperkirakan total kekayaan para triliuner teknologi tersebut meningkat delapan persen menjadi US$295,2 miliar, atau Rp2.859 triliun. Sebelas orang diestimasi meningkat kekayaannya dari tahun ke tahun, sementara empat orang lain menurun.

Di tahun 2013 ini, dari 1.426 triliuner yang terdaftar, 95 orang berasal dari perusahaan teknologi, 148 orang dari sektor perusahaan keuangan, dan 138 dari sektor perusahaan jasa.

Berikut daftar 10 besar triliuner yang berasal dari perusahaan teknologi:
1. Bill Gates
Bill Gates
Saat ini Bill Gates memiliki total kekayaan bersih berjumlah US$67 miliar, atau setara Rp649 triliun. Tahun ini, total kekayaannya meningkat US$6 miliar, setara Rp58,1 triliun. Kekayaannya ini didapat dari perusahaan Microsoft.

Selain itu, sebagian kekayaannya tersebar di ekuitas swasta, obligasi, saham di perusahaan Ecolab, saham di TV Televisa di Meksiko, dan saham di perusahaan minuman Femsa di Amerika Latin.

Bill Gates adalah salah satu miliuner yang paling dermawan. Ia telah menyumbangkan uangnya sebesar US$28 miliar, atau setara Rp271 triliun, untuk kegiatan Bill & Melinda Gates Foundation.

2. Larry Ellison
Larry Ellison
Total kekayaan bersih dari pemilik Oracle Corporation ini mencapai US$43 miliar, setara Rp416 triliun. Pada tahun lalu, Larry Ellison menjadi orang terkaya ketiga di Amerika Serikat. Namun, ia dikenal sebagai orang yang berfoya-foya membeli real estate.

Pada bulan Juni tahun lalu, ia membeli 98 persen pulau Lanai di Hawaii dari David Murdock. Diperkirakan pembelian pulau itu mencapai US$500 juta, atau Rp4,8 triliun, terdiri dari 226 km luas tanah, dua resort, dan beberapa perumahan.

Penyebab kekayaannya bertambah adalah karena saham Oracle Corporation selalu naik 20 persen dari tahun ke tahun.

3.Jeff Bezos
CEO Amazon Jeff Bezos memperkenalkan dua Kindle Fire HD
Pemilik Amazon.com ini memiliki total kekayaan bersih mencapai US$25,2 miliar, atau setara Rp247 triliun. Lonjakan kekayaan ini disebabkan karena harga saham perusahaannya meningkat 40 persen. Tahun ini, kekayaannya diperkirakan bertambah US$6,8 miliar, atau Rp65,8 triliun.

4. Larry Page
Saat ini total kekayaan bersih pendiri Google ini mencapai US$23 miliar. Bertambahnya kekayaan Larry Page disebabkan oleh pendapatan perusahaannya yang mencapai US$50 miliar, setara Rp484 triliun. Tahun ini kekayaannya diramalkan bertambah US$4 miliar, atau Rp38,7 triliun.

Kemungkinan kekayaan Larry Page akan terus meningkat, seiring naiknya popularitas mesin pencarian Google, yang semakin luas digunakan pada perangkat mobile.

5. Sergey Brin
Sergey Brin
Sebagai salah satu pendiri Google, yang memiliki jabatan Direktur Proyek Mountain View, Sergey Brin dilaporkan memiliki total kekayaan bersih mencapai US$22,8 miliar, atau setara Rp220 triliun.

Berbeda dengan Larry Page, sebagian besar tugas Sergey Brin adalah mengawasi perkembangan operasional Google. Ia pun kerapkali terjun langsung dalam pengembangan proyek Google, seperti Google Glass dan mobil-mobil robot yang dikontrol tanpa menyetir.
6. Michael Dell



Pemilik perusahaan Dell Inc ini memiliki total kekayaan bersih sebesar US$15,3 miliar, setara Rp148 triliun. Total kekayaan ini didapatnya dari saham perusahaan yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir di Wall Street.

7. Steve Ballmer

CEO Microsoft Steve Ballmer mempresentasikan Office 2013

Meskipun terus menuai kritik tajam terkait turunnya pamor Windows, kekayaan CEO Microsoft ini masih terbilang besar, yaitu berjumlah US$15,2 miliar, atau Rp147 triliun.

Penjualan PC yang terus merosot telah membuat saham perusahaan terus menurun. Sejak lima tahun terakhir, saham perusahaannya merosot 1,32 persen.

8. Paul Allen



Total kekayaan bersih pendiri Microsoft ini mencapai US$15 miliar, atau Rp145 triliun. Pendapatannya diperoleh dari bisnis di bidang real estate, teknologi, dan energi. Namun, kekayaannya terus menurun. Dia telah menjual real estate dan beberapa saham perusahaannya kepada Bill Gates.

9. Mark Zuckerberg

Mark Zuckerberg selalu memakai kasu favoritnya

Mark Zuckerberg adalah yang termuda di jajaran triliuner di bidang teknologi. Di usianya yang menginjak 28 tahun, kekayaan bersih pemuda ini mencapai US$13,3 miliar, setara Rp128 triliun.

Sejak membuat keputusan Facebook menjadi go public, kekayaan pemuda ini terus bertambah. Namun, sejak Februari lalu, saham Facebook turun 30 persen. Saat ini, Zuckerberg mulai mengembangkan iklan Facebook di perangkat mobile, yang bertujuan untuk mendongkrak kembali nilai saham Facebook.

10. Azim Premji



Total kekayaan bersih pemilik Wipro Limited ini mencapai US$11,2 miliar, setingkat Rp108 triliun. Menurut Forbes, Azim Premji termasuk dalam empat orang terkaya yang paling dermawan. Dia bersama Bill Gates aktif menyumbangkan uangnya untuk tujuan kemanusiaan. Tahun ini, kekayaannya diramalkan bertambah US$4 miliar, setara Rp38,7 triliun.

Kekayaan Larry Page diperkirakan akan terus meningkat, karena mesin pencarian Google mulai banyak digunakan pada perangkat mobile. 

Thursday, 7 March 2013

12 Bujangan Paling Kaya Versi Forbes

Eduardo Saverin
Majalah bisnis terkemuka, Forbes, melansir 1.426 orang kaya dunia yang memiliki total kekayaan bersih US$5,4 triliun. Carlos Slim Helu, konglomerat dari Meksiko, masih menjadi orang terkaya sejagat. Total kekayaannya mencapai US$73 miliar.
 
Di belakang Carlos Slim, bertengger nama-nama lama seperti Bill Gates dengan kekayaan US$67 miliar, dan Amancio Ortega sebagai pemilik fashion Zara. Kekayaan Ortega tercatat mencapai US$57 miliar.

Selain itu, terdapat nama-nama orang kaya baru dan anak muda dengan kekayaan berlimpah. Dalam daftar itu juga terdapat 25 pengusaha asal Indonesia. Kekayaan konglomerat Tanh Air itu mencapai US$55,25 miliar atau sekitar Rp530 triliun (kurs Rp9.600 per dolar AS).

Selain anak muda terkaya, Forbes mengidentifikasi sejumlah miliuner dunia yang masih lajang. Meski belum beristri, di antara mereka ada yang sudah berusia di atas 40 tahun.

Forbes menganalisis, dari 1.426 orang terkaya sejagat itu, hanya 43 orang atau 3 persen yang masih lajang. Sebanyak 25 miliuner lajang adalah laki-laki di bawah usia 60 tahun. 

Berikut ini adalah 12 bujangan di antara miliuner lajang yang paling memenuhi 
kriteria Forbes:

1. Jack DorseyUsia: 36 
Kekayaan bersih: US$1,1 miliar

Jack Dorsey mendirikan sejumlah perusahaan teknologi dan beberapa di antaranya menuai kesuksesan, termasuk Twitter dan Square. Namun, pria asal San Francisco itu belum merajut cinta yang berujung pada pernikahan. Meskipun ia dikabarkan berkencan dengan model Inggris, Lily Cole. 

2. Alejandro Santo Domingo DavilaUsia: 36
Kekayaan bersih: US$11,7 miliar

Santo Domingo Davila adalah miliuner muda, gagah, dan lulusan Harvard. Ia merupakan salah satu di antara "raja" di bisnis bir dan memiliki pulau di Kepulauan Karibia. Dalam beberapa tahun terakhir, ia dikaitkan dengan orang-orang seperti sosialita AS, Amanda Hearst, dan model Sports Illustrated, Julie Henderson.

3. Xavier NielUsia: 45
Kekayaan bersih: US$6,6 miliar

Niel adalah salah satu pemilik saham di toko peralatan seks dan bisnis pertunjukan. Pengusaha hiburan itu juga merupakan pemegang saham individu terbesar pada perusahaan telekomunikasi Prancis, Iliad.

4. Scott DuncanUsia: 30
Kekayaan bersih: US$5,1 miliar

Duncan adalah pewaris tunggal, sejak ayahnya meninggal pada 2010. Nilai aset bersih perusahaan yang diwariskan kepadanya, Enterprise Product Partners, melambung sebesar US$2 miliar. Perusahaan itu bergerak di bidang pipa pembangkit tenaga listrik.

5. Tor PetersonUsia: 48 
Kekayaan bersih: US$2,3 miliar

Peterson adalah miliuner AS di perusahaan raksasa batu bara dan kokas dari Swiss. Pria asal California itu lulus dari Duke University pada 1986.

6. Eduardo SaverinUsia: 30 
Kekayaan bersih:US$2,2 miliar

Saverin memiliki 5 persen saham Facebook, situs jejaring sosial terbesar dunia. Mantan mahasiswa Harvard ini melepaskan kewarganegaraan Amerika pada 2011 dan kini tinggal di Singapura. Di sela aktivitasnya, ia sering mendatangi klub malam di Negeri Singa itu.

7. Richard LiUsia: 46
Kekayaan bersih: US$1,9 miliar
 
Ayah Li adalah orang terkaya di Asia, Li Ka-shing. Pada 1991, bermodal dana pinjaman ayahnya US$125 juta, ia meluncurkan satelit jaringan StarTV. Lima tahun kemudian, dia menjual bisnisnya kepada Rupert Murdoch senilai US$950 juta.

8. Nicolas BerggruenUsia: 51 
Kekayaan bersih: US$2 miliar

Ayah Berggruen merupakan kolektor karya seni yang tak tertandingi seperti Pablo Picasso dan Paul Klee. Setelah lulus dari New York University, Berggruen mulai mengelola kekayaan keluarga, dan memperluasnya selama beberapa dekade. Uniknya, Berggruen tidak memiliki alamat tetap.

9. Albert von Thurn und Taxis
Usia: 29
Kekayaan bersih:US$1,5 miliar 

Albert von Thurn und Taxis pertama kali muncul dalam daftar Forbes ketika berusia delapan tahun. Salah satu pemilik tanah terbesar di Eropa itu banyak menghabiskan waktunya dengan mobil balapnya. Dia kerap disebut seorang "pangeran".

10. Yoshikazu TanakaUsia: 36 
Kekayaan bersih: US$1,8 miliar 

Tanaka mendirikan Gree, perusahaan game sosial mobile pada 2004. Meskipun laba perusahaan dan harga saham merosot selama tahun lalu, Gree tetap menjadi pemimpin di industri itu. 

11. Teddy Sagi
Usia: 41 
Kekayaan bersih: US$1,8 miliar 

Sagi memupuk kekayaannya melalui Playtech, sebuah perusahaan publik Inggris yang membuat perangkat lunak untuk situs perjudian online. Dia dilaporkan memiliki rumah paling mahal di Israel senilai US$35 juta. Sagi pernah menjalin hubungan dengan model Bar Refaeli, dan saat ini dikaitkan dengan Miss Israel, Yael Nizri.

12. Stelios Haji-Ioannou
Usia: 46
Kekayaan bersih: US$1,05 miliar 

Stelios lebih suka dikenal dengan nama depannya saja. Dia mengepalai easyGroup, perusahaan yang mengurusi jasa layanan hotel hingga internet. Stelios juga mengendalikan maskapai penerbanganbertarif murah, EasyJet.

10 Wanita Terkaya di Dunia Versi Forbes

Liliane Bettencourt, wanita terkaya di dunia versi Forbes.
Majalah bisnis terkemuka, Forbes, kembali melansir daftar orang-orang terkaya sejagat. Jajaran orang kaya dunia membengkak menjadi 1.426 orang dan 138 orang diantaranya adalah wanita.

Dikutip dari laman Forbes, jumlah wanita yang masuk daftar orang kaya itu meningkat dari  tahun lalu, yang hanya 104 orang. Beberapa orang di antara daftar wanita kaya itu, ada nama baru baru seperti perancang busana Tory Burch serta eksekutif Hongkong, Pollyana Chu.
Namun keduanya tidak masuk dalam 10 wanita terkaya di dunia. Berikut 10 wanita terkaya di muka bumi versi Forbes:
1. Liliane BettencourtKekayaan bersih: US$30 miliar.
Negara: Perancis.

Berusia 90 tahun, Liliane Bettencourt merupakan wanita paling kaya di muka bumi ini. Masuk dalam daftar 10 orang kaya dunia versi Forbes sejak 1999 silam dan sempat terlempar dari 10 besar.
Bettencourt menghimpun pundi-pundi kekayaan dari perusahaan kosmetik dunia, L'Oreal. Bettencourt memegang 30 persen saham L'Oreal dan lonjakan saham L'Oreal menempatkan Bettencourt dalam peringkat 9 orang kaya dunia. 

2. Christy WaltonKekayaan bersih: US$28,2 miliar.
Negara: Amerika Serikat.
Christy mewarisi saham suaminya, John Walton yang merupakan generasi kedua Wal-Mart. John meninggal dalam kecelakaan pesawat 2005 silam. John merupakan anak dari Sam Walton, pendiri Wal-Mart. Lonjakan harga saham Wal-Mart pada 2012 lalu membuat dirinya sebagai wanita paling kaya di AS.

3. Alice WaltonKekayaan bersih: US$26,3 miliar.
Negara: Amerika Serikat.
Alice Walton merupakan adik kandung John Walton dan merupakan generasi kedua Wal-Mart. Pada 2012 lalu Alice mendapatkan dividen lebih dari US$440 juta dari Wal-Mart. Alice gemar mendonasikan hartanya untuk berbagai kegiatan kemanusiaan.

4. Iris FontbonaKekayaan bersih: US$17,4 miliar.
Negara: Chile.

Mewarisi perusahaan pertambangan tembaga terbesar di dunia, Antofagasta, dari suaminya Andronico Luksic yang meninggal akibat kanker pada 2005 lalu. Iris Fontbona dan keluarga memiliki 65 persen saham Antofagasta.

Antofagasta terdaftar sebagai perusahaan publik di Bursa Efek London. Memiliki berbagai tambang tembaga dan mineral di Chile dan Peru.

5. Georgina RinehartKekayaan bersih: US$17 miliar
Negara: Australia

Gina Rinehart adalah wanita terkaya di wilayah Asia Pasifik dan orang paling kaya di Australia, meskipun harga komoditas bijih besi yang anjlok menggerus kekayaannya hingga US$1 miliar.

Gina meneruskan usaha ayahnya, Lang Hancock dalam mengelola perusahaan tambang, Hancock Prospecting. Gina baru saja membeli dua kondominium di Pulau Sentosa, Singapura senilai US$45 juta.


6. Jacqueline Mars

Kekayaan bersih: US$17 miliar
Negara: Amerika Serikat

Jacqueline Mars dan dua saudara laki-lakinya, John dan Forrest Jr., adalah generasi ketiga Mars Inc. sejak 1999 lalu ketika ayah mereka meninggal. Mars adalah perusahaan permen terbesar di dunia dengan total penjualan mencapai US$33 miliar. Sebagian besar penjualan disumbang permen Wrigley sebesar US$23 miliar. Mars Inc. didirikan sejak 1911 oleh kakeknya, Frank Mars lalu berkembang hingga saat ini.

7. Susanne Klatten 

Kekayaan bersih: US$14,3 miliar
Negara: Jerman.

Dia perempuan paling kaya di Jerman dan memiliki 12,6 persen saham produsen mobil mewah BMW dari ayahnya Herbert Quandt. Herbert Quandt adalah orang paling berjasa bagi BMW, karena berhasil menyelamatkan perusahaan kebanggaan Jerman tersebut dari kebangkrutan dan meraih laba besar.

Klatten juga mengontrol perusahaan kimia, Altana, dan perusahaan pembangkit listrik tenaga angin Nordex AG. Klatten salah satu ekonom jenius Jerman.

8. Abigail Johson

Kekayaan bersih: US$12,7 miliar
Negara: Amerika Serikat.

Abigail merupakan Presiden Fidelity Financial Services, perusahaan manajemen aset, broker dan rencana pensiun. Hal ini membuat Abby menjadi salah satu wanita yang diperhitungkan dalam keuangan. Ia menjadi CEO setelah ayahnya, Edward "Ned" Johson, pensiun.

Fidelity didirikan kakeknya pada 1946 dan Abby saat ini memiliki 49 persen saham perusahaan. Abby memperoleh gelar MBA dari Harvard dan telah bergabung dengan perusahaan sejak 1988 lalu.

9. Miuccia Prada

Kekayaan bersih: US$12,4 miliar.
Negara: Italia

Nama Miuccia Prada adalah legenda di industri fashion dunia. Prada selalu menghasilkan produk fashion mewah. Ia bekerjasama dengan suaminya, Patrizio Bertelli, yang menjadi CEO untuk menangani bisnis. Saat ini Prada sedang mencari mitra untuk memasuki pasar India.

10. Anne Cox Chambers

Kekayaan bersih: US$12 miliar.
Negara: Amerika Serikat

Wanita berusia 93 tahun ini merupakan putri pendiri Cox Enterprises yang terdiri dari Cox Communications (telekomunikasi), Cox Media Group (media massa), Manheim (lelang mobil), dan auototrader.com. Saat ini, Anne Cox menduduki kursi Komisaris.

Ayahnya, James Cox, memulai usaha dengan membeli Evening News Dayton seharga US$26 ribu dan terus berkembang hingga meraih pendapatan hingga US$14,7 miliar pada 2011 lalu. Anne Cox menguasai 98 persen saham Cox Enterprises.