Showing posts with label binatang. Show all posts
Showing posts with label binatang. Show all posts

Monday, 30 December 2013

10 Jenis Makhluk Hidup Tertua di Dunia Yang Masih Hidup Hingga Kini

Semua hewan dan tumbuhan yang hidup hingga saat ini adalah makhluk-makhluk yang sudah berhasil hidup dan beradaptasi selama jutaan tahun lalu. Bahkan sampai sekarang pun, masih ada banyak hewan-hewan prasejarah yang masih hidup. Sebut saja contohnya paus atau komodo. Dua hewan tersebut dipercaya hidup di era dinosaurus menguasai bumi.
Namun, terdapat 10 makhluk hidup lain yang berumur lebih tua dari dua hewan tersebut. Berikut ke sepuluh makhluk tua hingga yang paling tua berdasarkan hitungan urut mundur:

10. Semut Martialis Heureka (120 juta tahun)

Walaupun termasuk salah satu hewan tertua di bumi, namun semut ini baru ditemukan oleh manusia modern pada tahun 2000 lalu di hutan hujan Amazon, dekat Manaus, Brasil.
Semut ini sempat menghebohkan peneliti karena tak ada matanya, alias buta.  Jenis semut yang tanpa mata dan memiliki warna cream ini merupakan keluarga baru dari Martialinae.
Begitu anehnya semut yang tiada duanya ini, maka dijuluki “Semut dari planet Mars” atau dalam bahasa latinnya Martialis heureka (“ant from Mars”) yang kemudian menjadi namanya.
Dan sangat mengagumkan, walau tanpa mata dan hanya dengan mengandalkan kedua sungut antenanya, turunan semut spesies ini dapat beradaptasi dan bisa bertahan hidup sejak lebih seratus juta tahun lamanya.

9. Ikan Sturgeon (200 juta tahun)

Ikan jenis Sturgeon adalah nama umum dari 26 spesies ikan dalam keluarga Acipenseridae, termasuk genus Acipenser, Huso, Scaphirhynchus dan Pseudoscaphirhynchus.
Keluarga dari ikan bertulang tertua ini mempunyai habitat hidup di sungai, danau dan pantai sub-tropis, iklim sedang dan sub-arktik. Sturgeon dapat dijumpai di sekitar Amerika Utara.
Menurut para ahli, dulunya kemungkinan ikan ini memiliki tubuh yang besar, namun dikarenakan evolusi maka menyusut sampai dengan bentuk seperti sekarang.

8. Hewan Laut Horseshoe Shrimp (200 juta tahun)

Horseshoe Shrimp adalah satu-satunya spesies di muka bumi yang tidak mengalami evolusi atau perubahan bentuk sejak 200 tahun lalu.
Dari fosil yang ditemukan dan bentuknya sekarang, hewan yang bernama latin Cephalocarida ini juga masih tetap sama.

7. Tumbuhan Ginkgo Biloba (270 juta tahun)

Spesies tunggal dari salah satu divisio anggota tumbuhan berbiji terbuka ini dapat ditemui di mana saja karena ruang hidupnya tersebar luas di seluruh dunia.
Dari fosil yang pernah ditemukan dan bentuknya sekarang, Ginkgo biloba tumbuhan ini tidak mengalami perubahan sama sekali. Diperkirakan, tumbuhan ini hidup sejak periode Permian.

6. Ikan Coelacanth atau ikan Raja Laut
(360 juta tahun)

Kata Coelacanth diambil dari bahasa Yunani yang berarti duri berongga. Walaupun sedikit, namun sampai sekarang ikan ini masih hidup di Indonesia, Kenya, Tanzania, Mozambik, Madagaskar dan Afrika Selatan.
Menurut penjelasan di Wikipedia, Coelacanth memiliki sekitar 120 spesies yang diketahui berdasarkan fosilnya.

5. Horseshoe Crab atau Belangas atau Mimi Hitam
(445 juta tahun)


Diyakini bahwa hewan ini mulai muncul sejak periode Ordovician atau periode Paleozoikum. Dan menurut para ahli, horseshoe crab jauh lebih mendekati keluarga kalajengking dibandingkan keluarga dari kepiting.
Selain itu, para ahli juga memberikan kesimpulan bahwa Belangas adalah hewan yang memiliki umur lebih tua daripada dinosaurus tertua. Hewan ini dapat hidup di air dan di darat.

4. Nautilus (500 juta tahun)


Nautilus disebut juga living fossil atau fosil hidup karena banyak arkeolog yang menemukan fosil hewan ini di bebatuan, namun sampai sekarang Nautilus masih dapat ditemui di perairan Indo-Pasifik.
Menurut para ahli, di era dinosaurus, hewan ini memiliki beragam varian, dikarenakan banyak faktor, sekarang ini silsilah keluarga Nautilus yang tersisa hanya cephalopoda atau cumi-cumi saja.

3. Jellyfish atau Ubur-Ubur (505 juta tahun)


Ubur-ubur adalah hewan laut yang termasuk dalam kelas Scyphozoa dan tergolong dalam keluarga Cnidaria atau Coelenterata. Tubuhnya berbentuk payung berumbai, dapat membuat gatal pada kulit bila tersentuh. Tercatat ada sekitar 1.800 jenis ubur-ubur di dunia.
Jenis ubur-ubur yang paling berbahaya adalah dari kelompok Cubozoa. Sengatan tentakelnya bisa menimbulkan kematian. Ubur-ubur yang paling mematikan dari kelompok ini adalah ubur-ubur Irukandji, yang ukurannya kecil. Ubur-ubur ini hidup di sekitar pantai Australia.
Hewan ini sangat susah untuk menjadi fosil ketika mati dikarenakan tubuhnya yang tipis dan lunak. Namun, pernah ditemukan sebuah fosil yang diyakini adalah Ubur-Ubur Purba beberapa tahun lalu.

2. Sponge atau Porifera (580 juta tahun)


Porifera (Latin: porus = pori, fer = membawa) atau spons atau hewan berpori adalah sebuah filum untuk hewan multiseluler yang paling sederhana.
Seperti halnya Cyanobacteria, para peneliti mempunyai asumsi bahwa Sponge adalah salah satu makhluk hidup yang ada sejak awal hewan di darat, air dan udara muncul.
Fosil Sponge tertua yang pernah ditemukan adalah berusia sekitar 540 juta tahun lalu di sebuah batu di Australia. Sponge juga mirip Ubur-Ubur yang susah untuk menjadi fosil karena karakteristik tubuhnya.

1. Cyanobacteria (3,8 miliar tahun)

Para peneliti mempunyai asumsi bahwa Cyanobacteria adalah makhluk hidup pertama yang hidup di bumi. Cyanobacteria, dikenal pula sebagai sianobakteri(a), bakteri biru-hijau, ganggang biru-hijau (Cyanophyceae), serta ganggang biru, adalah filum (atau divisi) bakteri autotrof fotosintetik.
Jejak fosilnya telah ditemukan berusia 3,8 miliar tahun. Kelompok bakteri ini sekarang adalah salah satu kelompok terbesar dan terpenting di bumi. Makhluk ini hidup di sulfur dan gas metan yang tersebar merata hampir di seluruh tempat di awal bumi terbentuk.
Walaupun kecil, namun Cyanobacteria atau ganggang biru-hijau ini merupakan salah satu kelompok terpenting dalam rantai ekosistem makhluk hidup di bumi. Cyanobacteria dapat ditemui di laut atau samudera, perairan tawar, di permukaan batu sampai di tanah.
Itulah 10 hewan paling tua yang masih hidup di Bumi hingga kini sejak ratusan juta tahun bahkan milyaran tahun lalu. Dari semua hewan tersebut, adakah dari mereka yang berevolusi hingga bentuknya berubah, bahkan jadi bentuk hewan lain? Tidak ada.
Inilah adalah bukti nyata, dari fosilnya hingga hewannya sendiri masih dapat saling dibandingkan (compare) dan terbukti bahwa memang mereka tidak berubah menjadi spesies lain. Dan ini bukan suatu teori, ini adalah bukti bahwa makhluk hidup hanya dapat beradaptasi (seperti semut buta pada nomer 1) dan bukannya berevolusi menjadi makhluk lain.
Iya, makhluk hidup hanya beradaptasi, bukan berevolusi dari makhluk satu sel atau bersel tunggal hingga dapat menjadi trilyunan sel dengan organ yang ribet dan kompleks, seperti manusia. Teori Darwin hanyalah sekedar teori lama yang kini ditinggalkan oleh ribuan peneliti karena mereka tidak lagi mempercayainya. Semoga bermanfaat…

SUMBER :  http://indocropcircles.wordpress.com/2012/11/08/10-makhluk-hidup-tertua-yang-masih-hidup/

Inilah 7 Binatang yang Paling Ditakuti Ular Berbisa Sekalipun

Hampir setiap orang jika melihat ular pasti bergidik dan bahkan ada yang sampai lari sambil histeris. Namun tidak dengan hewan-hewan di bawah ini, ternyata ular juga memiliki musuh alami di alam liar.

http://static.environmentalgraffiti.com/sites/default/files/images/http-inlinethumb46.webshots.com-45805-2170213200105101600S600x600Q85.jpg
Akhirnya sang ular mendapat lawan nya yang sepadan di alam, ini membuktikan bahwa sekelas ular sekalipun masih tetap ada rasa takutnya, dan ini adalah pelajaran bagi kita semua, ibarat pepatah masih ada langit di atas langit,  dan inilah 7 hewan yang ditakuti ular. 

1. Landak
Sulit dibayangkan memang ular akan kalah oleh binatang yang lambat dan lemah seperti landak. Landak dengan mudah dapat membunuh seekor ular viper. Landak memiliki tameng dari duri.

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFTfBe5R2PjZfSM0KXuD571QrXsPabsap49z75-f0VvnMzhHBKJRHfic4Tm511FGt8bfycdBCtGPu1QfDMyc_Mgtd1Wf_DfNdPBjW_K7tsOy8VcsWp7dnPboTAfh_Dvrudwfkss1cQ_iE/s1600/porcupine-main_Full.jpg
Duri-duri landak tersebut amat sangat berbahaya bagi ular. Ular akan terluka parah dan ketika ular sudah lemah landak akan menggigit leher ular beberapa kali dan gigitan terakhir akan meremukkan tulang belakang ular.
Landak dapat mentolelir dosis racun arsenik yang jika dicobakan pada manusia bisa membunuh 25 orang. Namun landak juga dapat mati jika digigit ular pada bagian tertentu. Moncong landak adalah bagian terlemah dari landak.

2. Luak
Luak sangat terkenal karena kemampuan mereka membunuh ular. Luak akan menyambar ular pada bagian belakang kepala ular dan akan menggigitnya dengan rahang mereka yang kuat. Ular dengan panjang 1,5 m bisa dihabiskan Luak dalam waktu 15 menit.

 http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/03/13323107961330732383.jpg
Luak kebal terhadap bisa cobra yang sangat neurotoksik bagi manusia. Luak akan sedikit pingsan jika digigit ular berbisa namun setelah sadar luak akan segera memakan ular tersebut. Karnivora ganas ini terkenal dengan sebutan pemburu ular.

3. Mongooses
Mongooses (sejenis musang) melumpuhkan ular dengan bergerak secepat kilat dan menggigit ular tepat di kepalanya dengan rahangnya yang kuat. Mongooses memiliki lapisan kulit yang tebal sehingga bisa ular tidak mudah masuk ke tubuh mereka.

 http://iphonewallpaperonline.com/wp-content/uploads/2012/03/Mongoose-vs.-Cobra.jpg
Mongoose dapat membunuh ular kobra sepanjang 3m. namun moongoose tidaklah sepenuhnya kebal akan bisa ular. Mongoose memerlukan waktu beberapa jam untuk memulihkan kekuatannya setelah terkena bisa ular.
Setelah mongoose pulih kekuatannya biasanya dia akan menyerang ular itu kembali dan memakan ular tersebut. Kepala ular akan menjadi santapan pertama kali.

4. Burung Sekretaris
Disebut burung sekretaris karena dia memiliki seberkas bulu ditengkuk yang menyerupai sekretaris tua yang menyelipkan pensil ditelinga mereka.

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHJAydqd08Nhfuil72cvxDeTVvGZui-zx1VmriwcBWeCn7qP66OUL8YBcqGqIHtAL1SfsE9CaaqnJ9p-OS5W9dWuXq7egh_gEHUObNucne1kVVZL-riyQWe58qjTW8g4dxJa-kS17UF8GU/s516/Burung+Sekretaris.png
Burung Sekretaris biasanya membunuh ular dengan menendangnya dengan kuat karena burung sekretaris memiliki kaki panjang dan kuat. Jika tidak bisa membuuh ular di tanah, burung sekretaris akan membawa ular ke udara dan melemparkannya ke batu.

5. Ular Pemakan Ular
Ada ular yang memakan speisesnya sendiri. Mereka adalah ular Musaran (Clelia) dari Amerika Selatan. Dan tentunya adalah ular King Kobra.

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUzHmQ2ySdUvzhJGvr8sAGUG0s9m0i-QVTnEclXDHXUvxyfaeny4BKTbBwoCKUVVoTagf9AD6zKkk1z_uWEvKaywxLu9hIjuKIjuvp_JYSmEbLT4PyDgGa1K6iazkAlAm4zDPoQNDjwbYN/s1600/6.jpg
King Kobra adalah ular berbisa terbesar di dunia, panjangnya bisa mencapai 5,5 m. Nama ilmiahnya saja Ophiophagus yang berarti pemakan ular dan mangsa yang paling disukai King Kobra adalah ular Kobra!
Di Amerika Utara, King Kobra juga suka memangsa ular berbisa lainnya yaitu ular derik (rattler). King kobra kebal akan bisa ular derik.

6. Burung Raptor
Burung Raptor atau Elang ular. Burung ini mendiami daerah Eropa, Asia dan Afrika. Mangsa favorit mereka adalah ular. Burung ini biasa mengintai mangsanya dari ketinggian. Begitu melihat ular maka dengan cepat burung ini akan terbang dan menerkam ular tanpa ampun.

 http://www.mongabay.co.id/wp-content/uploads/2012/08/tyto-alba.jpg
Burung Raptor akan langsung mencabik kepala ular mangsanya, sehingga sang ular belum sempat menyiapkan pertahanannya.

7. Armadillos atau Trenggiling

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJQxlmMzNQFBScZX4S7qTbdnTr2XZ1C1VL6yOjTCYbyVv-9wlLIX8M1HKwbWpKLaCPDYNzV_gjZ7nvcpL3hK3sSLIrO1IEucUhYR5plfEYZUHuQStp3jInZODXuFLGd9ZYAyLgJfD6UbA7/s1600/8.jpg
Armadillos membunuh ular dengan cara membenturkan diri mereka pada ular sehingga ular tersebut terpotong oleh cangkang Armadillos yang sangat keras dan tajam. Agak ekstrim yaa!

SUMBER : http://www.yume-yomi.com/85459/inilah-7-binatang-yang-paling-ditakuti-ular-berbisa-sekalipun/
Sebagian dari kita mungkin bakalan lari kalau ketemu sama yang namanya ular di alam liar, dengan title sebagai hewan yang memiliki bisa yang sangat berbahaya membuat kita harus menjaga jarak dengan mahluk melata ini, dan seakan-akan ular adalah binatang yang menduduki peringkat pertama sebuah rantai makanan. tapi taukah kamu ternyata ular juga memiliki musuh alami di alam liar, dan inilah 7 musuh ular paling ditakuti. 1. Landak Sulit dibayangkan memang ular akan kalah oleh binatang yang lambat dan lemah seperti landak. landak dengan mudah dapat membunuh seekor ular viper. Landak memiliki tameng dari duri.Duri-duri landak tersebut amat sangat berbahaya bagi ular. Ular akan terluka parah dan ketika ular sudah lemah landak akan menggigit leher ular beberapa kali dan gigitan terakhir akan meremukkan tulang belakang ular. Landak dapat mentolelir dosis racun arsenik yang jika dicobakan pada manusia bisa membunuh 25 orang. Namun landak juga dapat mati jika digigit ular pada bagian tertentu. Moncong landak adalah bagian terlemah dari landak. 2. Luak Luak sangat terkenal karena kemampuan mereka membunuh ular. Luak akan menyambar ular pada bagian belakang kepala ular dan akan menggigitnya dengan rahang mereka yang kuat. Ular dengan panjang 1,5 m bisa dihabiskan Luak dalam waktu 15 menit. Luak kebal terhadap bisa cobra yang sangat neurotoksik bagi manusia. Luak akan sedikit pingsan jika digigit ular berbisa namun setelah sadar luak akan segera memakan ular tersebut. Karnivora ganas ini terkenal dengan sebutan pemburu ular. 3. Mongooses Mongooses (sejenis musang) melumpuhkan ular dengan pandangan mereka (kayak hipnotis saja hihihihi) setelah ular tidak bergerak secepat kilat musang akan menggigit ular tepat di kepalanya dengan rahangnya yang kuat. musang memiliki lapisan kulit yang tebal sehingga bisa ular tidak mudah masuk ke tubuh mereka. Mongoose dapat membunuh ular kobra sepanjang 3 m. namun moongoose tidaklah sepenuhnya kebal akan bisa ular. Mongoose memerlukan waktu beberapa jam untuk memulihkan kekuatannya setelah terkena bisa ular. setelah mongoose pulih kekuatannya biasanya dia akan menyerang ular itu kembali dan memakan ular tersebut. Kepala ular akan menjadi santapan pertama kali. 4. Burung Sekretaris Disebut burung sekretaris karena dia memiliki seberkas bulu ditengkuk yang menyerupai sekretaris tua yang menyelipkan pensil ditelinga mereka. Burung Sekretaris biasanya membunuh ular dengan menendangnya dengan kuat karena burung sekretaris memiliki kaki panjang dan kuat. Jika tidak bisa membuuh ular di tanah, burung sekretaris akan membawa ular ke udara dan melemparkannya ke batu. 5. Ular Pemakan Ular Ada ular yang memakan speisesnay sendiri! Mereka adalah ular Musaran (Clelia) dari Amerika Selatan. Dan tentunya adalah ular King Kobra. King Kobra adalah ular berbisa terbesar didunia, panjangnya bisa mencapai 5,5 m. Nama ilmiahnya saja Ophiophagus yang berarti pemakan ular dan mangsa yang paling disukai King Kobra adalah ular Kobra! Sungguh ular yang durhaka! Di Amerika utara King Kobra juga suka memangsa ular berbisa lainnya yaitu ular derik (rattler). King kobra kebal akan bisa ular derik. 6. Burung Raptor Burung Raptor atau Elang ular. Burung ini mendiami daerah Eropa,Asia dan Afrika. Mangsa favorit mereka adalah ular. 7. Armadillos Armadillos membunuh ular dengan cara menabrakkan diri mereka pada ular sehingga ular tersebut terpotong oleh cangkang Armadillos yang sangat keras dan tajam.

Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/04/7-hewan-yang-paling-di-takuti-oleh-ular.html#
Konten ini memiliki hak cipta

Sebagian dari kita mungkin bakalan lari kalau ketemu sama yang namanya ular di alam liar, dengan title sebagai hewan yang memiliki bisa yang sangat berbahaya membuat kita harus menjaga jarak dengan mahluk melata ini, dan seakan-akan ular adalah binatang yang menduduki peringkat pertama sebuah rantai makanan. tapi taukah kamu ternyata ular juga memiliki musuh alami di alam liar, dan inilah 7 musuh ular paling ditakuti. 1. Landak Sulit dibayangkan memang ular akan kalah oleh binatang yang lambat dan lemah seperti landak. landak dengan mudah dapat membunuh seekor ular viper. Landak memiliki tameng dari duri.Duri-duri landak tersebut amat sangat berbahaya bagi ular. Ular akan terluka parah dan ketika ular sudah lemah landak akan menggigit leher ular beberapa kali dan gigitan terakhir akan meremukkan tulang belakang ular. Landak dapat mentolelir dosis racun arsenik yang jika dicobakan pada manusia bisa membunuh 25 orang. Namun landak juga dapat mati jika digigit ular pada bagian tertentu. Moncong landak adalah bagian terlemah dari landak. 2. Luak Luak sangat terkenal karena kemampuan mereka membunuh ular. Luak akan menyambar ular pada bagian belakang kepala ular dan akan menggigitnya dengan rahang mereka yang kuat. Ular dengan panjang 1,5 m bisa dihabiskan Luak dalam waktu 15 menit. Luak kebal terhadap bisa cobra yang sangat neurotoksik bagi manusia. Luak akan sedikit pingsan jika digigit ular berbisa namun setelah sadar luak akan segera memakan ular tersebut. Karnivora ganas ini terkenal dengan sebutan pemburu ular. 3. Mongooses Mongooses (sejenis musang) melumpuhkan ular dengan pandangan mereka (kayak hipnotis saja hihihihi) setelah ular tidak bergerak secepat kilat musang akan menggigit ular tepat di kepalanya dengan rahangnya yang kuat. musang memiliki lapisan kulit yang tebal sehingga bisa ular tidak mudah masuk ke tubuh mereka. Mongoose dapat membunuh ular kobra sepanjang 3 m. namun moongoose tidaklah sepenuhnya kebal akan bisa ular. Mongoose memerlukan waktu beberapa jam untuk memulihkan kekuatannya setelah terkena bisa ular. setelah mongoose pulih kekuatannya biasanya dia akan menyerang ular itu kembali dan memakan ular tersebut. Kepala ular akan menjadi santapan pertama kali. 4. Burung Sekretaris Disebut burung sekretaris karena dia memiliki seberkas bulu ditengkuk yang menyerupai sekretaris tua yang menyelipkan pensil ditelinga mereka. Burung Sekretaris biasanya membunuh ular dengan menendangnya dengan kuat karena burung sekretaris memiliki kaki panjang dan kuat. Jika tidak bisa membuuh ular di tanah, burung sekretaris akan membawa ular ke udara dan melemparkannya ke batu. 5. Ular Pemakan Ular Ada ular yang memakan speisesnay sendiri! Mereka adalah ular Musaran (Clelia) dari Amerika Selatan. Dan tentunya adalah ular King Kobra. King Kobra adalah ular berbisa terbesar didunia, panjangnya bisa mencapai 5,5 m. Nama ilmiahnya saja Ophiophagus yang berarti pemakan ular dan mangsa yang paling disukai King Kobra adalah ular Kobra! Sungguh ular yang durhaka! Di Amerika utara King Kobra juga suka memangsa ular berbisa lainnya yaitu ular derik (rattler). King kobra kebal akan bisa ular derik. 6. Burung Raptor Burung Raptor atau Elang ular. Burung ini mendiami daerah Eropa,Asia dan Afrika. Mangsa favorit mereka adalah ular. 7. Armadillos Armadillos membunuh ular dengan cara menabrakkan diri mereka pada ular sehingga ular tersebut terpotong oleh cangkang Armadillos yang sangat keras dan tajam.

Sumber: http://www.unikgaul.com/2012/04/7-hewan-yang-paling-di-takuti-oleh-ular.html#
Konten ini memiliki hak cipta

10JENIS ULAR DENGAN BISA PALING MEMATIKAN DI DUNIA

10 Jenis Ular Paling Beracun di Dunia - berikut adalah sepuluh jenis ular yang dianggap paling berbisa,paling mematikan,paling beracun dan juga paling berbahaya di seluruh dunia.
10. Multibanded krait ( Bungarus Multicinctus )

Kini Populasinya sudah mulai langka.ular berbisa ini banyak Di temukan di Cina.

Multibanded krait ( Bungarus Multicinctus )
9. Yellow-Jawed Tommygoff ( Bothrops Asper )
Jenis ini sangat cepat berkembang biak dan mempunyai banyak anak, dapat ditemukan di Meksiko dan Amerika Selatan.

Yellow-Jawed Tommygoff ( Bothrops Asper )
8. Black Mamba ( Dendroaspis Polylepis )
Ular paling mematikan dan menakutkan di Afrika, panjang dapat mencapai 4,3 meter

Black Mamba ( Dendroaspis Polylepis )
7. Russell’s Viper ( Vipera Russellii )
Di temukan di Srilanka, Cina Selatan, India, Malaysia dan Indonesia.

Russell’s Viper ( Vipera Russellii )
6. King Cobra ( Ophiophagus Hannah )
Bisa nya sangat mematikan dan ukurannya bisa mencapai 5,5 meter. Di temukan di Thailand, Cina Selatan, Malaysia , India Selatan dan Filifina.

King Cobra ( Ophiophagus Hannah )
5. Philippine Cobra ( Naja Naja Philippinensis )
Ular kobra  jenis ini banyak Di temukan di Filipina.

Philippine Cobra ( Naja Naja Philippinensis )
4. Krait ( Bungarus Caeruleus )
Ular ini memiliki Bisa 15 kali lebih mematikan dari ular Kobra. banyak Di temukan di India, Sri Lanka dan Pakistan.

Krait ( Bungarus Caeruleus )
3. Taipan Snake Family
jenis paling mematikan yang hidup di darat. Beberapa milligrams (mg) bisa nya sanggup membunuh 100 orang lebih, 250.000 tikus. Di temukan di Australia Barat.

Taipan Snake Family
2. Belcher’s Sea Snake ( Hydrophis Belcheri )
ular ini adalah ular paling mematikan dan paling berbisa didunia dengan hanya 1 milligrams (mg) bisa racun dari Belcheri’s ini cukup untuk membunuh lebih dari 1000 orang dalam waktu 15 s/d 35 menit saja.

Belcher’s Sea Snake ( Hydrophis Belcheri )
1. Hydrophis Belcheri – Most Venomous Snake
ini dia raja dari segala raja ular paling berbisa dan berbahaya didunia ,racunnya paling mematikan dari semua jenis ular,bahkan bisa dari ular ini 100 kali lebih mematikan dari Taipan.

Hydrophis Belcheri – Most Venomous Snake

Tuesday, 12 February 2013

Dua Singa Main di Tengah Jalan, Lalu Lintas Macet Total. Berlangsung di Nairobi, Kenya. Tak ada pengendara yang berani mengusir

Singa macetkan jalanan Nairobi, Kenya
Biasanya kemacetan di kota besar terjadi akibat lampu merah atau persimpangan yang semrawut. Namun yang terjadi di ibukota Kenya lain lagi. Kemacetan di Nairobi terjadi lantaran dua ekor singa bermain-main di tengah jalan raya di jam padat.

Diberitakan Daily Mail, Senin 11 Februari 2013, dua singa jantan itu menyebabkan lalu lintas terhenti total selama lebih dari 10 menit. Keduanya terlihat asyik berguling-guling di atas kotoran banteng yang teronggok di tengah jalan raya pinggiran Taman Nasional Nairobi.

Menurut fotografer Gareth Jones yang mengabadikan momen tersebut, kedua singa itu melumuri tubuh mereka dengan kotoran untuk penyamaran saat berburu banteng. Keduanya terlihat seperti tengah bermain-main, sementara para pengemudi mangkel di balik kemudi.

Kendati menyebabkan macet, namun pengemudi enggan mengusir mereka. Selain karena takut diserang, kelakuan singa dewasa berukuran besar itu cukup menghibur di tengah pagi yang sibuk. 

"Mereka melakukan pose yang lucu, dengan bokong yang naik dan wajah di aspal, berguling di kotoran banteng. Sungguh cara yang baik untuk memulai hari," kata Jones.

Taman Nasional Nairobi yang dibuka tahun 1946 terletak hanya sekitar 3,5 kilometer dari pusat kota. Dari sini bahkan terlihat gedung-gedung pencakar langit. Di sini hidup berbagai spesies, termasuk jerapah, macan tutul, rusa, dan kuda nil.

Dekatnya taman ini dengan kota menyebabkan para satwa liar terancam terekspos polisi. Pertumbuhan populasi dan infrastruktur perkotaan juga semakin mengikis lahan hidup mereka. 

Buaya Terbesar di Dunia Mati Misterius. Lolong ditemukan mati dalam posisi terbalik dengan perut kembung.

Lolong, buaya terbesar di dunia
Buaya terbesar di dunia, Lolong akhirnya mati di kandangnya di Bunawan, Filipina, Senin 11 Februari 2013. 

Pihak berwenang di kota itu mengatakan, reptil jantan sepanjang enam meter dengan bobot lebih dari 1000 kilogram, ditemukan mati dalam posisi terbalik dengan perut kembung. 

Soal penyebab kematian buaya ini, pihaknya masih menunggu pemeriksaaan bangkai (post-mortem) yang diminta oleh pejabat resmi Filipina. 

Kematian Lolong disesali oleh Menteri Lingkungan Filipina, Ramon Paje. Ia mengatakan kematian itu membawa kerugian signifikan bagi program konservasi buaya Filipina. 

Menurut kantor berita CNN, Paje menyebut Lolong sebagai duta buaya. Guinness World Records mencatat Lolong sebagai buaya penangkaran terbesar di dunia, pada tahun lalu. Lolong pun menjadi daya tarik wisatawan di Taman Buaya Davao, Pulau Mindanao. 

Meski begitu, para pejabat terkait Filipina akan mempertahankan warisan buaya yang memiliki bobot 1075 Kg atau 2370 pon. Ya, mereka berencana mempertahankan kulit buaya itu sehingga dapat dipajang.

Otoritas satwa liar menangkap buaya Lolong pada September 2011. Penangkapan ini dilakukan menyusul seorang gadis muda yang dilaporkan tewas di kawasan Marsh Agusan, Mindanao pada 2009, dan hilangnya seroang nelayan dari desa terdekat Bunawan. 

Kedua peristiwa ini dikaitkan dengan keberadaan buaya tersebut. Namun belum jelas, apakah Lolong merupakan buaya yang telah melakukan serangan tersebut.

Buaya ini dinamai Lolong setelah seorang pemburu lokal, Ernesto 'Lolong' Conate tewas karena stroke saat sedang membantu merencanakan penangkapan buaya raksasa tersebut.

Dengan matinya Lolong, gelar buaya penangkaran terbesar di dunia kembali ke Cassiu, seekor buaya air asin sepanjang 5,48 meter di Cairns, Queensland. 

Friday, 1 February 2013

Kucing, Mamalia Predator yang Mematikan. Mamalia berparas lucu ini membunuh hingga miliaran hewan per tahun.

Bagi sebagian besar orang, kucing merupakan sosok binatang yang lucu dan menggemaskan. Namun, sebuah studi baru telah menunjukkan bahwa kucing adalah salah satu hewan yang menjadi ancaman terbesar bagi satwa liar di Amerika Serikat. Yang lebih mencengangkan, kucing mampu membunuh miliaran hewan dalam setahun. Benarkah begitu? Dalam jurnal Nature Communications, BBC melansir, Kamis 31 Januari 2013, para peneliti menemukan bahwa kucing adalah hewan yang paling bertanggung jawab atas kematian 1,4 sampai 3,7 miliar ekor burung, dan 6,9 hingga 20,7 miliar mamalia setiap tahun. Predator itu diperkirakan kucing liar atau kucing hutan. Tak hanya di AS, kucing-kucing tersebut dituduh atas kepunahan 33 spesies dalam lingkup global. Dalam jurnal tersebut disimpulkan bahwa jumlah korban "pembunuhan" kucing ini, baik karena dicakar ataupun dicabik, bahkan lebih tinggi angkanya daripada kematian hewan karena kecelakaan di jalan atau keracunan. Karena temuan ini cukup mengkhawatirkan, para peneliti mengimbau agar para pemelihara kucing turut berperan mengurangi dampak tersebut. Ingin menggali studi tersebut lebih dalam, peneliti dari Smithsonian Conservation Biology Institute (SCBI) dan The US Fish and Wildlife Service, Dr Pete Marra melakukan penelitian lebih lanjut, untuk mengetahui betapa mematikannya hewan yang menggemaskan satu ini. Setali tiga uang. Studi yang dilakukannya pun menemukan bahwa perilaku kucing benar-benar menjadi ancaman bagi satwa liar di Amerika Serikat. "Kucing telah membunuh burung empat kali lebih banyak dari perkiraan kami sebelumnya," kata Dr Marra. Analisa studi terbaru ini sekaligus mengungkapkan bahwa pembunuhan yang dilakukan oleh kucing jauh lebih tinggi daripada studi sebelumnya. "Burung Robin Amerika adalah korban sang predator nomor satu. Tikus, tupai dan kelinci, juga mamalia yang paling sering diburu dan dibunuh oleh kucing," ungkap Dr Marra. Merasa prihatin dengan sejumlah besar satwa liar yang "dibantai" oleh kucing, Dr Marra berharap agar para pemelihara kucing harus menjaganya dengan baik. "Dan, perlu kebijakan khusus untuk mengatasi persoalan ini. Kucing-kucing tidak bisa dibiarkan berkeliaran di jalanan, hewan ini harus dimasukkan ke dalam sebuah ruangan," tegasnya. (umi)

Wednesday, 30 January 2013

Mengharukan, Anak Gajah Meratapi Induknya yang Mati. Sepuluh gajah mati misterius di Sabah, diduga akibat keracunan

Anak gajah berusaha membangunkan induknya yang mati di hutan Malaysia
Sepuluh gajah jenis kerdil asli pulau Kalimantan ditemukan mati selama tiga minggu terakhir di Hutan Lindung Gunung Rara, Sabah, Malaysia. Ke-10 bangkai gajah yang terdiri dari tujuh betina dan tiga jantan ini ditemukan mati dalam posisi berdekatan, diduga akibat keracunan.

Menurut Daily Mail, Selasa 29 Januari 2013, pada bangkai gajah tersebut tidak ditemukan indikasi mereka mati karena dibantai pemburu, karena gading mereka masih utuh. Belum diketahui racun apa yang menewaskan gajah-gajah ini.

Gajah yang memiliki tinggi 2,4 meter itu dilaporkan terancam punah karena populasinya tinggal 1.500 ekor di seluruh dunia.

Dalam laporannya, Daily Mail menampilkan foto mengharukan seekor bayi gajah yang berusaha memanggil dan membangunkan sang induk yang terkapar mati.
Petugas satwa liar di Gunung Rara bahkan sampai harus mengamankan bayi gajah yang masih berusia tiga bulan itu. Karena jika tidak, dia akan terus ada di sisi bangkai sang induk, meratapi kematiannya.

Mirip Manusia
Banyak ahli perilaku hewan meyakini gajah memiliki sikap mirip manusia ketika berduka. Pendiri Yayasan Born Free Foundation, Will Travers pun menyatakan pendapat serupa.
Menurutnya gajah memiliki ikatan sosial yang kuat, daya ingat luar biasa dan waktu hidup yang panjang. Gajah juga memiliki emosi yang mirip seperti manusia.

"Ketika manusia bersedih, kita menyebutnya duka, tetapi dalam bahasa gajah, itu adalah sesuatu yang berbeda tetapi memiliki emosi yang sama," ujar Travers.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Oxford menemukan gajah mengekspresikan rasa dukanya dengan menciumi tubuh mereka dengan belalainya.
Mahluk ini juga dapat menunjukkan belas kasihnya terhadap mahluk lain yang sakit dan sekarat, bahkan berusaha merawat mereka hingga kembali pulih.

Saturday, 26 January 2013

Ilmuwan: Ditemukan, Burung Tertua di Bumi. Burung apa dan mengapa disebut tertua

Eosinopteryx, spesies yang diyakini ilmuwan sebagai nenek moyang burung modern
Spesies menyerupai burung yang diketahui selama ini sebagai nenek moyang burung ternyata bukanlah unggas pertama. Sebelumnya, sudah ada spesies berbulu di jaman dinosaurus yang diyakini sebagai spesies purba dari burung yang ada hari ini.

Temuan dinosaurus berbulu ini sekaligus mengubah cara manusia melihat burung serta evolusinya, ujar para ilmuwan, seperti dilansir Daily Mail, Sabtu 26 Januari 2013.

Fosil unggas sepanjang 30 cm menjadi bukti kuat bahwa sesungguhnya ada burung yang menjelajahi langit Bumi di jaman dinosaurus. Kehadirannya menentang asal-usul spesies unggas selama ini.

Sebelumnya, para ilmuwan percaya bahwa burung berevolusi dari dinosaurus sejenis Theropods, dari awal zaman Cretaceous, sekitar 120-130 juta tahun yang lalu.

Namun, temuan baru di daerah Timur Laut China ternyata jauh lebih tua ketimbang Theropod yang hidup di pertengahan zaman Jurassic.

Ilmuwan memperkirakan, Eosinopteryx berada di Bumi lebih dari 145 juta tahun yang lalu.

"Penemuan ini menggugurkan keraguan lebih lanjut pada teori sebelumnya, bahwa fosil Archaeoptryx yang terkenal dan disebut-sebut sebagai burung pertama. Dan temuan ini sangat penting bagi evolusi burung modern," kata Dr Gareth Dyke, dosen senior untuk Vertebrate Palaeontology dari University ofSouthampton.

"Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa asal-usul burung atau unggas jauh lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya," pungkas Dyke.

Menurut analisa pada fosil, burung purba Eosinopteryx memiliki tubuh berbulu dan tidak bisa terbang. Sebab, lebar sayapnya terlalu kecil, dan lagi pula struktur tulangnya membatasi kemampuannya untuk mengepakkan sayap.

Friday, 25 January 2013

Wah Sangat Gawat dan Berbahaya, Gara-gara Banjir, 15 Ribu Ekor Buaya Kabur dari Penangkaran di Afsel


Mengerikan! Sekitar 15 ribu ekor buaya melarikan diri dari penangkarannya di Afrika Selatan (Afsel), di tengah hujan deras dan banjir yang melanda. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan warga.

Buaya-buaya ini kabur dari Penangkaran Buaya Rakwena yang berada di wilayah utara negara ini. Saat kejadian, pemilik penangkaran terpaksa membuka pintu gerbang untuk mencegah badai menerjang ke dalam. Demikian dilaporkan oleh surat kabar lokal Beeld dan dilansir AFP, Kamis (24/1/2013).

Beberapa ekor buaya yang kabur sudah berhasil ditangkap kembali, tapi sedikitnya separuh dari jumlah tersebut masih dalam pengejaran. Bahkan beberapa ekor diduga berada di lokasi yang tersebar dan meluas.

Yang mengerikan, seekor buaya ditemukan di lapangan olahraga sebuah sekolah yang berjarak sekitar 120 km dari lokasi penangkaran.

Provinsi Limpopo dan sekitarnya memang dilanda banjir cukup besar sejak beberapa minggu terakhir. Banjir ini menewaskan 10 orang dan membuat sejumlah orang lainnya kehilangan rumah.

Banjir ini juga melanda wilayah Moazambique, yang bertetangga dengan Afsel. Puluhan ribu warga harus dievakuasi dari rumahnya.

Saturday, 19 January 2013

Anjing Ini Tabrak Majikan Hingga Tewas Pakai Mobil. Sang majikan dibunuh anjing kesayangannya jenis bulldog

Sang majikan tewas di lokasi kejadian.Kisah tragis menimpa James Campbell (68). Pria asal Florida, Amerikat Serikat itu tak pernah menyangka anjing kesayangan justru membunuh dirinya.

Dilansir Daily Mail, Sabtu, 19 Januari 2013, Campbell tewas lantaran ditabrak anjing kesayangannya, yang tidak sengaja menginjak pedal gas saat Campbell membuka gerbang.

Saat itu, sang anjing yang berjenis bulldog itu masuk ke mobil untuk menyambut kedatangan tuannya yang baru saja pulang dari plesiran.

Namun, nahas, ketika tuannya itu keluar membuka gerbang, anjingnya masuk ke mobil dan menginjak gas sehingga mobil melaju tak terkendali dan menabrak Campbell hingga tewas.

Menurut petugas polisi patroli Florida, mobil dalam posisi gigi mundur dan rem tangan tidak difungsikan. "Anjing meloncat ke mobil dan menginjak pedal gas. Korban meninggal di lokasi kejadian," katanya.

Wednesday, 16 January 2013

Simpanse Betina di Spanyol Kecanduan Film Porno

Simpanse
Gina, seekor simpanse betina di kebun binatan kota Seville, Spanyol, mempunyai gelagat dan kebiasaan yang aneh. Di saat simpanse lainnya asyik bermain dengan tambang dan memanjat pohon, Gina malah khusyuk menonton film porno di televisi.

Seperti diberitakan Daily Mail pekan ini yang mengutip koran El Mundo, awalnya televisi diletakkan di kandang Gina hanya sebagai hiburan. Selain TV, diberikan juga remote control agar primata ini bisa mengganti sendiri saluran kesukaannya.

Saat itu, Gina tengah ditempatkan di kandang khusus berpenghangat. Kandang ini istimewa dibuat untuk para binatang melewati musim dingin Eropa.

Ahli primata di kebun binatang itu, Pablo Herreros, mengatakan bahwa dirinya dan para staf mengaku kaget melihat Gina memilih saluran TV porno. Menurut pengamatan, setiap harinya Gina menonton film itu selama 12 menit.

Untuk simpanse, perilaku ini membingungkan. Menurut Herreros, keluarga dekat simpanse, bonobos, yang seharusnya memiliki perilaku seperti ini. Pasalnya, bonobos adalah primata yang memiliki perilaku seksual yang agresif.

Herreros mengatakan, bahwa perilaku Gina sebenarnya adalah fenomena terkini di kalangan umat manusia. Saat ini, ujarnya, manusia tengah keranjingan menonton pornografi. Jadi, dia menarik sebuah kesimpulan:

"Kenyataannya, bahwa manusia dan primata non-manusia sama-sama memiliki kehidupan seksual yang intens."

Friday, 11 January 2013

Duh! Mirip Singa, Anjing Ini Bikin Panik Warga Virginia AS

Keberadaan seekor 'anak singa' di wilayah pemukiman membuat panik warga Norfolk, Virginia, Amerika Serikat (AS). Setelah diselidiki, ternyata 'anak singa' tersebut hanyalah seekor anjing yang berwujud mirip singa.

Anjing bernama Charles ini merupakan jenis anjing yang cukup unik, yakni labradoodle. Anjing jenis labradoodle merupakan hasil perkawinan silang antara jenis Labrador Retriever dan poodle mini atau standar.

Polisi setempat dihujani telepon warga yang khawatir dengan keberadaan 'anak singa' tersebut. Awalnya, polisi sempat tak percaya ketika warga melaporkan adanya 'anak singa' yang berkeliaran di jalanan dekat pemukiman warga. Bahkan ada yang melaporkan, 'anak singa' tersebut tampak seperti sedang mencari mangsa.

Semakin banyaknya laporan warga membuat polisi akhirnya menerjunkan personelnya untuk melakukan pemeriksaan. Terlebih, terdapat sebuah kebun binatang di wilayah tersebut yang memiliki 2 ekor singa. Polisi bersenjata lengkap turun ke lapangan dan hanya menemukan si anjing yang memiliki nama lengkap 'Charles the Monarch'. Demikian seperti dilansir mirror.co.uk, Jumat (11/1/2013).

Charles memang sengaja didandani oleh pemiliknya agar mirip singa. Bulu di bagian tubuhnya dicukur hingga sangat pendek, sedangkan bulu di kepalanya dibiarkan panjang agar mirip surai yang ada di kepala singa pada umumnya.

Pemilik Charles, Natalie Painter, sengaja mendandani anjing seperti itu agar mirip dengan maskot tim universitasnya. Natalie kuliah di Old Dominion University di Norfolk. Maskot utama kampus tersebut adalah singa mengenakan mahkota.

"Saya kuliah di Old Dominion University dan maskot kami adalah singa. Kami juga memiliki kebun binatang di sini, jadi bisa dipahami jika warga sedikit ketakutan," ucap Natalie Painter.

"Charles hanya berkeliling rumah. Dia melakukan kegiatannya sendiri sepanjang waktu. Dia memang kadang menyapa warga di jalanan dan berjalan di pinggir jalan dari toko ke toko. Dia tidak tampak seperti seekor singa, kok," imbuhnya.

Sama dengan putrinya, sang ayah, Daniel mengaku tidak heran anjing peliharaan keluarganya tersebut sering salah disangka sebagai singa dan memancing ketakutan warga. Daniel menceritakan, dia pernah membawa Charles yang berusia 4 tahun ini jalan-jalan di dekat kebun binatangnya dan orang-orang terlihat khawatir dan bergegas masuk ke dalam mobil mereka.

Wednesday, 12 December 2012

Macan Tutul Kelaparan Berhasil Ditangkap. Hutan mulai rusak dan susah cari makan membuat hewan itu masuk kampung

Macan tutul ditangkap di Sukabumi
Keresahan warga Cirenghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sedikit berkurang. Sebab, macan tutul yang sering berkeliaran di perkampung sejak sebulan terakhir berhasil ditangkap oleh petugas dari Resor Konservasi Sumber Daya Alam.

"Macan itu terjebak ke dalam kandang dan kondisinya lapar. Kondisi itu membuat macan ini jadi stres saat tertangkap," kata Kepala Resot Konservasi dan Sumber Daya Alam Sukabumi, Agus Miyarso, pada VIVAnews, Rabu 12 Desember 2012.

Macan tutul yang ditangkap pada pukul 22.00 WIB itu berjenis kelamin betina. Beratnya sekitar 30 kilogram, panjang 1,5 meter, tinggi 80 sentimeter, dan usianya diperkirakan sekitar 2 hingga 3 tahun. "Kami sudah survei ke lokasi sejak tanggal 3 Desember dan berhasil mengakap Macan tutul jenis Panthera Pardus yang sering mencuri hewan peliharaan warga," Agus menambahkan.

Macan betina ini ditangkap dengan sistem jebakan kandang yang di pasang petugas di wilayah Kampung Pasir Jeungjing, Desa Cikurutug, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Lokasinya kurang lebih dua kilometer dari kawasan hutan yang merupakan habitat macan tutul.
"Tidak lama setelah ditangkap, sekitar pukul 01.00 WIB dinihari, macan betina ini langsung dievakuasi ke Puasat Penyelamatan Sataua Cikananga (PPSC) untuk mendapatkan perawatan," katanya.

Agus menjelaskan, penangkapan dilakukan karena petimbangan keselamatan satwa dan warga. "Di atas hutan sudah mulai rusak. Makanan macan seperti babi, monyet, dan sebagainya mulai habis. Karena lapar mereka turun ke kampung terdekat untuk mencari makan," tutur Agus.
Warga Kesal
Jika tidak ditangkap, Agus khawatir warga akan memburu macan yang hampir punah ini. Sebab, warga sudah takut, panik, dan kesal karena hewan peliharaan mereka sering dicuri macan tutul ini. Menurut Agus, sejak awal bulan petugas konservasi mendata sudah ada lima ekor kambing milik warga dimangsa macan. Warga juga ketakutan dan berencana memburu macan. Ini yang dihindari petugas.

Sejak seminggu lalu, petugas konservasi sudah memasang dua kandang jebakan dengan umpan yang tidak berbahaya bagi macan tutul. "Kami sudah dapat satu, diperkirakan masih ada yang lain. Meski soliter, hewan ini pasti mempunyai pasangan. Kami masih melakukan pemantauan. Sambil menyiapkan langkah lai untuk penyelamatan satu langka ini," katanya.

Hingga pagi ini, Agus menambahkan, petugas masih melakukan pengintaian dan memasang jebakan lain. "Ini dilakukan untuk keselamatan satwa dan warga. Kami tidak mau macan dibunuh warga. Kami juga tidak mau hewan peliharaan warga dimakan macan," katanya.

Wednesday, 21 November 2012

TENTANG SIMPANSE


Simpanse, (sering disingkat dalam Bahasa Inggris, chimp), adalah nama umum untuk duaspesies yang masih hidup dari kera dalam genus Pan. Sungai Kongo membentuk batas habitat alamiah dari kedua spesies ini: [1]
Simpanse adalah anggota dari keluarga Hominidae, bersama dengan gorila, manusia, danorangutan. Simpanse terpisah dengan manusia dalam ranting keluarga sekitar 4 - 6 juta tahun lalu. Dua spesies simpanse di atas adalah kerabat terdekat manusia, semuanya anggota dari suku Hominini (berikut dengan spesies yang punah dari sub-suku Hominina). Simpanse satu-satunya anggota yang diketahui dari sub-suku Panina. Kedua spesies Pantersebut terpisah sekitar 1 juta tahun lalu.

Hubungan secara evolusi


Hubungan taksonomi dari Hominoidea
Genus Pan dianggap merupakan bagian dari sub-keluarga Homininae dimana manusia juga salah satu bagiannya. Kedua spesies ini adalah kerabat terdekat manusia secara evolusi yang masih hidup, memiliki kesamaan nenek moyang dengan manusia enam juta tahun lalu.[2] Penelitian oleh Mary-Claire King tahun 1973 menemukan 99% kesamaan DNA antara manusia dan simpanse, [3] walaupun penelitian lain telah meralat hasilnya menjadi 94% [4]kesamaan, dengan beberapa perbedaan terdapat dalam non-coding DNA. Telah diusulkan bahwa troglodytes dan paniscus bersama dengan sapiens berada dalam genus Homo, daripada dalam Pan. Salah satu alasan mengenai hal ini adalah spesies lain telah diklasifikasi ulang menjadi genus yang sama berdasarkan persamaan genetis seperti yang terdapat pada manusia dan simpanse.

Fosil

Kebanyakan fosil manusia telah ditemukan, tetapi fosil simpanse tidak dijelaskan sampai pada tahun 2005. Populasi simpanse yang ada sekarang di Afrika Barat dan Tengah tidak berbenturan dengan situs besar fosil manusia di Afrika Timur. Namun, fosil simpanse sekarang telah dilaporkan berasal dari Kenya. Hal ini mengindikasikan bahwa manusia dan anggota dari clade Pan berada di Rift ValleyAfrika Timur selama Pertengahan Pleistocene.

Anatomi dan fisiologi



Kebanyakan simpanse jantan memiliki tinggi 1.7 m saat berdiri, dan memiliki berat 70 kg; yang betina lebih kecil. Panjang tangan simpanse umumnya, bila dilebarkan, memiliki rentang satu setengah kali tinggi badan dan tangan simpanse lebih panjang dari kakinya. [6]Bonobo sedikit pendek dan kurus daripada kebanyakan simapanse tetapi memiliki tungkai yang lebih panjang. Kedua spesies menggunakan tangannya yang panjang dan kuat untuk memanjat pohon. Di tanah, simpanse biasanya berjalan menggunakan keempatnya dengan bantuan baku tangan dan kepalan tangan, sebuah bentuk tenaga penggerak yang disebut dengan knuckle-walking. Kaki simpanse lebih cocok untuk berjalan dibandingkan orangutan karena telapak kaki simpanse lebih luas dan jempol yang pendek. Simpanse biasa dan bonobo dapat berjalan tegak dengan dua kaki saat membawa barang dengan kedua tangannya. Bonobo secara proporsional memiliki tungkai lebih panjang dan cenderung sering berjalan tegak dibandingkan Simpanse Biasa. Kulitnya lebih gelap; wajah, tangan, telapak tangan dan kaki tidak berbulu; dan simpanse tidak memiliki ekor. Kedua spesies memiliki warna pada kulit luar wajah, tangan dan kaki yang beragam dari merah jambu sampai berwarna gelap, tetapi memiliki warna lebih terang pada saat muda, menjadi lebih gelap saat menua. Penelitian Universitas Chicago Medical Center menemukan perbedaan genetis yang signifikan antara populasi simpanse.[7] Tonjolan bertulang diatas mata memberikan tampilan mundur pada dahi, dan hidungnya datar. Walaupun dengan mulut menonjol, bibirnya hanya mendorong kedepan saat simpanse mencibir. Otak simpanse setengah dari ukuran otak manusia. [8]
Testikel simpanse lebih besar untuk ukuran badannya, dengan kombinasi berat sekitar 110 gram dibandingkan dengan gorilla 28 gram atau manusia 43 g. Hal ini secara umum diatribusikan pada kompetisi sperma karena sifat poliandri alamiah pada perilaku perkawinansimpanse. [9] Simpanse mencapai masa puberti pada umur antara 8 dan 10 tahun, dan jarang hidup melebihi umur 40 di alam liar, tetapi diketahui hidup sampai 60 tahun selama penangkaran.

Neoteny

Nancy Lynn Barrickman dari Departemen Evolutionary Psycholoy di Universitas Duke mengklaim penemuan Brian T.Shea dengan analisis multivariat bahwa Bonobo lebih neotenized dibandingkan simpanse biasa, dengan melihat fitur seperti panjang batang tubuh yang lebih proporsional pada Bonobo

Perilaku

Perbedaan anatomi antara Simpanse biasa dan Bonobo hanya sedikit, tapi dalam seksual dan perilaku sosial mereka memiliki perbedaan yang menyolok. Simpanse biasamengkonsumsi segala macam makanan, memiliki kultur berburu secara berkelompok sesama pejantan muda yang dipimpin oleh jantan alfa, dan hubungan sosial yang sangat kompleks. Bonobo, disisi lain, umumnya pemakan buah dan egaliter, tidak melakukan kekerasan, matriarki, sifat mengerti secara seksual. [11] Bonobo diketahui sering melakukan seks, dengan norma biseksualitas untuk jantan dan betina, dan juga menggunakan seks untuk membantu mencegah dan menyelesaikan konflik. Grup simpanse yang berbeda juga memiliki kultur yang berbeda dalam pemilihan tipe alat. [12] Simpanse condong memperlihatkan tingkat agresi yang lebih tinggi daripada Bonobo

Struktur sosial

Simpanse hidup dalam grup sosial multi-jantan dan multi-betina yang besar yang disebut dengan komunitas. Dalam sebuah komunitas terdapat hirarki sosial yang jelas yang didiktekan oleh posisi dari satu individu dan pengaruh dari individu tersebut bagi yang lain. Simpanse hidup dalam sebuah hirarki yang lebih ramping dimana lebih dari satu individu bisa mendominasi anggota lain dari tingkat lebih rendah. Biasanya ada jantan yang lebih dominan yang dijuluki dengan jantan Alfa. Jantan Alfa adalah jantan dengan tingkat tertinggi yang mengkontrol grup dan memberikan perintah selama terjadi perselisihan. Dalam masyarakat simpanse 'jantan dominan' tidak harus yang jantan terbesar atau terkuat tapi jantan yang lebih manipulatif dan politis yang dapat memberi pengaruh terhadap kejadian dalam suatu grup. Simpanse jantan biasanya mendapatkan dominasi lewat pengaruh sekutu yang akan menyediakan dukungan bagi individu tersebut seandainya nanti terdapat perselisihan kekuatan. Jantan alfa biasanya memperlihatkan sifat sombong untuk meningkatkan kuasa supaya terlihat menggertak dan kuat sedapat mungkin. Hal ini bertujuan untuk mengintimidasi anggota lain yang berusaha mengambil alih kuasa dan menjaga autoritas, dan sangat penting bagi jantan alfa bertahan pada status yang dimilikinya. Simpanse peringkat-rendah akan memperlihatkan rasa hormat dengan gestur patuh dalam bahasa tubuh atau menjulurkan tangannya sambil mengeluarkan bunyi dengkur. Simpanse betina memperlihatkan rasa hormat pada jantan alfa dengan memperlihatkan seperempat bagian belakangnya.
Simpanse betina juga memiliki hirarki yang dipengaruhi oleh posisi si betina dalam suatu grup. Dalam beberapa komunitas simpanse, betina muda bisa mewarisi status tinggi dari ibu yang berperingkat-tinggi. Betina-betina juga akan membentuk sekutu untuk mendominasi betina tingkat-rendah. Berbeda dengan jantan yang tujuan utama dari status dominasinya yaitu untuk mendapatkan hak akses perkawinan dan terkadang dominasi kekerasan terhadap bawahan, yang betina memperoleh status dominasi untuk mendapatkan sumber seperti makanan. Betina tingkat-tinggi biasanya akan mendapat akses pertama terhapap sumber. Secara umum, kedua kelamin menginginkan status dominan untuk meningkatkan kedudukan sosial dalam suatu grup.
Terkadang betinalah yang memilih jantan alfa. Bagi simpanse jantan supaya dapat status alfa, dia harus memperoleh penerimaan dari betina-betina dalam suatu komunitas. Betina-betina harus meyakinkan bahwa grupnya harus memperoleh pasokan makanan yang cukup. Dalam beberapa kasus, kelompok betina dominan akan mengusir jantan alfa yang tidak sesuai dengan pilihan mereka dan akan membantu jantan lain yang mereka lihat berpotensi memimpin grup sebagai jantan alfa yang sukses.
Inteligensi
Simpanse membuat alat dan menggunakannya untuk mendapatkan makan dan dipertontonkan; mereka memiliki strategi berburu yang canggih yang membutuhkan kerjasama, influensi dan tingkatan; mereka memiliki status, manipulatif dan mampu menipu; mereka mampu belajar menggunakan simbol dan memahami aspek dari bahasa manusia termasuk beberapa sintaks relasi, konsep dari angka dan urutan numerik; [14] dan mereka mampu membuat perencaan spontan untuk keadaan atau kejadian di masa depan. 

Penggunaan alat

Salah satu penemuan terpenting adalah pada Oktober 1960 saat Jane Goodallmengobservasi penggunaan alat di antara simpanse. Penelitian terbaru mengindikasikan bahwa penggunaan alat batu pada simpanse terjadi sekitar 4.300 tahun lalu. [16] Penggunaan alat pada simpanse termasuk menggali sarang rayap menggunakan alat sebuah tongkat kayu besar, dan menggunakan tongkat kayu kecil untuk memancing rayap keluar. [17] Penelitian terbaru mengungkap penggunaan alat lebih canggih seperti galah, dimana Simpanse di Senegall mengasah galah dengan giginya dan digunakan untuk menusuk Senegal Bushbaby lewat lubang kecil di pohon. [18] [19] Sebelum penemuan penggunaan alat pada simpanse, ia dipercaya bahwa manusia satu-satunya spesies yang membuat dan menggunakan alat, tapi beberapa spesies pengguna-alat lainnya sekarang telah diketahu

Pembuatan-sarang

Pembuatan-sarang, terkadang dianggap sebagai penggunaan alat, terlihat pada simpanse yang membangun sarang di pohon dengan menyatukan dahan dari satu atau lebih pohon. Hal ini membentuk bagian terpenting dalam perilaku, terutama dalam kasus saat ibu yang mengajarkan perlilaku ini kepada anaknya. Sarang terdiri dari matras, didukung oleh fondasi yang kuat, dan dilapisi dengan daun-daun yang lembut dan ranting. Sarang dibuat dalam pohon dengan diameter minimal 5 m dan terletak pada ketinggian 3 - 5 m. Siang dan malam sarang dibuat. Sarang bisa terdapat dalam grup

Empati

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa simpanse rupanya terlibat dalam perilaku altruistik dalam suatu grup, [23] [24] tapi tidak peduli dengan keselamatan anggota dari grup lain. [25] Namun di lingkungan liar simpanse juga mengadopsi simpanse yatim piatu, terkadang dari grup yang tidak bertalian. Dan pada kasus tertentu bahkan simpanse jantan menjaga anak simpanse di luar grup yang terlantar, namun dalam kebanyakan kasus mereka biasanya membunuh bayi tersebut.[rujukan?]
Bukti untuk "Spiritualitas Simpanse" termasuk memperlihatkan berkabung, "cinta romantis pertama", "tari hujan", apresiasi terhadap keindahan alam seperti pemandangan matahari terbenam di pinggiran danau, keingintahuan dan rasa hormat terhadap mahluk liar (seperti python, yang bukan berupa ancaman maupun sumber makanan bagi simpanse), empati terhadap spesies lain (seperti memberi makan kura-kura) dan bahkan "animisme" atau "berpura-pura bermain" dimana simpanse menggendong dan mendadani batu atau tongkat kayu.

Penelitian pada bahasa


lmuwan telah lama tertarik dengan penelitian pada bahasa, mempercayai bahwa ia kemampuan kognitif yang unik pada manusia. Untuk menguji hipotesis ini, ilmuwan telah mencoba mengajarkan bahasa manusia pada beberapa spesies kera besar. Percobaan pertama dilakukan oleh Allen dan Beatrix Gardner pada tahun 1960-an dengan menghabisan 51 bulan mengajarkan American Sign Language (ASL) kepada simpanse bernama Washoe. Gardners melaporkan bahwa Washoe mempelajari 151 isyarat, dan secara spontan juga mengajarkan pada simpanse lainnya. [28] Dalam waktu yang lebih lama, Washoe telah mempelajari lebih dari 800 isyarat. [29]

Debat masih berlangsung antara para ilmuwan, yang terkenal yaitu antara Noam Chomskydan David Premack, tentang kemampuan kera besar dalam mempelajari bahasa. Sejak laporan pertama tentang Washoe, sejumlah penelitian lain telah dilakukan dengan tingkat kesuksesan yang beragam, [30] termasuk satu ekor simpanse yang bernama, secara parodi,Nim Chimpsky, dilatih oleh Herbert Terrace di Columbia University. Walaupun laporan awalnya sedikit positif, pada bulan November 1979, Terrace dan teamnya mengevaluasi ulang kaset video dari Nim dengan pelatihnya, menganalisis mereka frame demi frame untuk setiap isyarat dan konteks (keadaan yang terjadi sebelum dan sesudah isyarat Nim). Dalam analisis ulang, Terrace menyimpulkan bahwa penyebutan oleh Nim dapat dijelaskan hanya sebagai dorongan dari yang melakukan eksperimen, dan juga kesalahan pada data laporan. "Kebanyakan perilaku kera adalah latihan murni," kata beliau. "Bahasa masih berdiri sebagai definisi penting pada spesies manusia." Dalam kekalahan ini, Terrace sekarang beralasan bahwa penggunaan ASL pada Nim tidak seperti pendekatan bahasa manusia. Nim tidak pernah memulai percakapan, jarang memperkenalkan kata-kata baru, dan secara sederhana hanya meniru apa yang manusia lakukan. Kalimat yang dikeluarkan Nim juga tidak berkembang, tidak seperti anak manusia yang perbendaharaan katanya dan panjang kalimatnya memperlihatkan korelasi positif yang kuat

Daya ingat

Penelitian selama 30 tahun di Primate Research Institute, Universitas Kyoto, memperlihatkan bahwa simpanse mampu mengenali angka 1-9 dan nilainya. Simpanse lebih lanjut memperlihatkan kemampuan dalam daya ingat fotograpik, diperlihatkan dalam percobaan dimana campuran angka 1-9 diperlihatkan di layar komputer selama seperempat detik, dimana setelahnya simpanse, Ayumu, mampu secara benar dan cepat menunjukkan posisi dimana angka tersebut secara berurutan. Percobaan yang sama terkadang gagal bila dilakukan pada juara mengingat Ben Pridmore

Tertawa pada kera

Tertawa mungkin tidak terbatas atau unik hanya pada manusia. Perbedaan tertawa antara simpanse dan manusia mungkin hasil dari adaptasi yang telah berevolusi menyebabkan manusia dapat berbicara. Kesadaran terhadap diri sendiri seperti pada pengujian kaca, atau kemampuan untuk mengenali keadaan berbahaya pada mahluk lain (lihat mirror neurons), adalah prasyarat dari tertawa, sehingga binatang dapat tertawa dengan cara yang sama pada manusia.
Simpanse, gorila, dan orangutan memperlihatkan vokalisasi seperti tertawa saat merespon pada kontak fisik, seperti bergelut, bermain kejar-kejaran, atau gelitik. Hal ini didokumentasikan pada simpanse liar dan peliharaan. Tertawa pada Simpanse Biasa tidak mudah dikenali oleh manusia, karena ia dihasilkan dengan tarikan dan keluaran napas yang berbunyi hampir seperti bernapas dan terengah-engah. Ada keadaan dimana primata selain manusia dilaporkan mengekspresikan kegembiraan. Salah satu penelitian menganalisis dan merekam pola suara yang dihasilan oleh bayi manusia dan Bonobo saat digelitik. Ditemukan bahwa walaupun tawa Bonobo menggunakan frekuensi tinggi, tawa diikuti oleh pola yang sama pada bayi manusia dan memiliki ekspresi wajah yang sama. Manusia dan simpanse memiliki area gelitik yang sama pada badan, seperti ketiak dan pusar. Kegembiraan terhadap gelitikan pada simpanse tidak hilang dengan usia

Tidur


Waktu tidur rata-rata dalam periode 24-jam pada simpanse peliharaan dikatakan selama 9.7 jam

Agresi

Simpanse dewasa, terutama jantan, dapat sangat agresif. Mereka sangat teritorial dan dikenal membunuh simpanse lainnya. [35] Simpanse juga terlibat dalam berburu primata tingkat bawah seperti colobus merah. [36] dan Senegal bushbaby, [37] [38] dan menggunakan daging dari hasil buruan sebagai "alat sosial" dalam komunitasnya. [39] Pada Februari 2009, setelah kecelakaan dimana seekor simpanse peliharaan bernama Travis menyerang dan memutilasi seorang wanita di Stamford, Connecticut, U.S. House of Representatives menyetujui melarang memelihara priamata di Amerika Serikat

Sejarah

Orang Afrika telah melakukan kontak dengan simpanse selama milenia. Simpanse diambil sebagai hewan peliharaan berabad-abad di beberapa desa Afrika, terutama di Republik Demokrasi Kongo. Di Virunga National Park sebelah timur dari negara tersebut, pihak berwenang taman secara berkala menangkap simpanse dari masyarakat yang memeliharanya sebagai hewan peliharaan.[41] Catatan pertama kontak antara Eropa dengan simpanse terjadi di Angola pada abad 17. Diari Duarte Pacheco Pereira (1506) seorang penjelajah dari Portugis, yang disimpan di Portuguese National Archive (Torre do Tombo), adalah bisa jadi dokumen Eropa pertama yang mengetahui bahwa simpanse membuat alatnya sendiri yang belum sempurna.

Penggunaan nama "simpanse" belum terjadi sampai tahun 1738. Nama itu diturunkan daribahasa Tshiluba dari makna "simpanse-kivili", yang merupakan nama lokal untuk binatang dan diterjemahkan secara langsung menjadi "mockman" (Inggris) atau bisa saja hanya "kera". Penyebutan sehari-hari untuk "chimp" (Inggris) terjadi sekitar tahun 1870-an. [42] Ahli Biologi menggunakan Pan sebagai nama genus dari binatang tersebut. Simpanse sebagaimana halnya dengan kera lainnya diakui telah diketahui oleh para penulis Barat di waktu dahulu, tetapi umumnya sebagai mitos dan legenda bagi masyarakat pinggiran Eropa dan Arab, biasanya lewat fragmentasi dan coretan para penjelajah Eropa. Kera disebutkan secara beragam oleh Aristotle, dan juga dalam Kitab Injil Inggris, dimana mereka dijelaskan dikoleksi oleh Solomon. (1 Kings 10:22. Kata Hebrew, qőf, bisa berarti monyet.) Kera juga disebutkan dalam Qur'an (7:166), dimana Tuhan mengatakan pada masyarakat Israel yang melanggar Shabbat "Be ye apes".

Hugo Rheinhold's Affe mit Schädel ("Kera dengan tengkorak") adalah sebuah contoh bagaimana simpanse dilihat pada akhir abad 19-an.
Simpanse pertama yang melintasi benua datang dari Angola dan diberikan sebagi hadiah kepadaFrederick Henry, Prince of Orange pada tahun 1640, dan diikuti oleh beberapa saudara-saudaranya pada tahun-tahun selanjutnya. Ilmuwan menyebut simpanse pertama ini sebagai "pygmies", dan mencatat persamaan binatang tersebut dengan manusia. Dua dasawarsa selanjutnya banyak hewan yang diimpor ke Eropa, umumnya diambil oleh kebun binatang sebagai hiburan bagi pengunjung.
Teori seleksi alam oleh Darwin (diterbitkan tahun 1859) menumbuhkan ketertarikan sains pada simpanse, kebanyakan dalam biologi, memacu sejumlah penelitian terhadap binatang dalam alam liar dan dalam kurungan. Peneliti simpanse pada waktu itu hanya tertarik pada perilaku yang berhubungan dengan manusia. Ini mungkin kajian ilmiah yang kurang ketat dan tidak begitu menarik kedengarannya, dimana perhatian lebih fokus pada apakah binatang memiliki sifat yang disebut 'baik'; inteligensi dari simpanse terkadang sering terlalu dibesar-besarkan, yang diabadikan dalam Affemit Schadel-nya Hugo Rheinhold (lihat gambar sebelah kiri). Pada akhir abad 19 simpanse masih tetap menjadi misteri bagi manusia, dengan sedikit informasi ilmiah yang didapatkan.
Abad 20 memperlihatkan zaman baru bagi penelitian ilmiah dalam perilaku simpanse. Sebelum 1960, hampir tidak ada ynag diketahui mengenai perilaku simpanse dalam habitat naturalnya. Pada bulan Juli pada tahun yang sama, Jane Goodall pergi ke hutan Gombe Tanzania untuk hidup bersama dengan simpanse, dimana dia secara khusus meneliti anggota dari komunitas simpanse Kasakela. Penemuannya tentang simpanse membuat dan menggunakan alat merupakan sebuah terobosan, dimana manusia sebelumnya dikenal sebagai satu-satunya spesies yang dipercaya yang melakukan hal tersebut. Penelitian paling progresif pada simpanse dipelopori oleh Wolfgang Köhler dan Robert Yerkes, keduanya merupakan ahli psikologi terkenal. Kedua orang tersebut dan rekan-rekan kerjanya membuat sebuah labor penelitian simpanse yang berfokus secara spesifik dalam mempelajari tentang kemampuan intelektual dari simpanse, terutama pemecahan-masalah. Hal ini biasanya melibatkan pengujian dasar, praktikal yang membutuhkan kapasitas intelektual yang tinggi (seperti bagaimana memecahkan masalah tentang pisang yang diluar jangkauan). Lebih lanjut lagi, Yerkes juga membuat observasi yang luas tentang simpanse di alam liar sehingga menambahkan pemahaman ilmiah yang luar biasa terhadap simpanse dan perilakunya. Yerkes meneliti simpanse sampai Perang Dunia II, sementara Kohler merangkup lima tahun penelitiannya dan menerbitkan Mentality of Apes-nya yang terkenal pada tahun 1925 (yang secara kebetulan bersamaan dengan mulainya analisis oleh Yerkes), yang akhirnya menyimpulkan bahwa "simpanse menunjukkan perilaku inteligen seperti jenis umum yang tampak pada manusia ... sebuah tipe perilaku yang ada secara spesifik hanya pada manusia" (1925). [43]

Simpanse di Los Angeles Zoo
Terbitan bulan Agustus 2008 dari American Journal of Primatology melaporkan hasil penelitan bertahun-tahun terhadap simpanse di Taman Nasional Mahale Mountain, Tanzania, yang memberikan bukti bahwa simpanse menjadi sakit karena infeksi virus yang terjangkit pada manusia. Investigasi molekular, mikroskopik dan epidemiological menunjukkan bahwa simapanse yang hidup di Taman Nasional Mahale Mountain menderita penyakit pernapasan yang disebabkan oleh varian dari paramyxovirus pada manusia.
Penelitian

Sejak November 2007, ada sebanyak 1300 simpanse dipelihara di laboratorium U.S (lebih dari 3000 kera hidup dalam penangkaran disana), baik ditangkap liar, atau didapat lewat sirkus, pelatih binatang, atau kebun binatang. [45] Kebanyakan lab melakukan dan membuat simpanse untuk penelitian yang invansif, [46] disebut-sebut sebagai "disuntik dengan agen yang terinfeksi, pembedahan atau biopsy yang dilakukan demi penelitian dan bukan demi simpanse, dan/atau percobaan obat". [47] Dua laboratorium yang didanai pemerintah menggunakan simpanse: Yerkes National Primate Research Laboratory di Universitas Emory di Atlanta, Geogia, dan Southwest National Primate Center di San Antonio, Texas. [48] Lima ratus simpanse telah pensiun dari laboratorium dan hidup di dalam suaka di A.S atau Kanada. [46]

Enos si simpanse angkasa sebelum dimasukkan ke dalam kapsul Mercury-Atlas 5pada tahun 1961.
Simpanse yang digunakan pada penelitian biomedikal condong digunakan lagi selama dasawarsa, daripada digunakan kemudian dibunuh sebagaimana halnya binatang di laboratorium. Beberapa simpanse yang ada di laboratorium A.S telah digunakan dalam eksperimen selama lebih dari 40 tahun. [49] Menurut Project R&R, sebuah kampanye untuk membebaskan simpanse yang ditahan di lab A.S -- dijalankan oleh New England Anti-Vivisection Society berkaitan dengan Jane Goodall dan peneliti primata lainnya -- simpanse tertua yang diketahui berada di lab A.S adalah Wenka, yang lahir di laboratorium di Florida pada Mei 21, 1954. [50] Dia diambil dari ibunya pada saat lahir untuk digunakan sebagai eksperimen penglihatan yang berlangsung selama 17 bulan, dan dijual sebagai hewan peliharaan kepada sebuah keluarga in North Carolina. Dia dikembalikan ke Yerkse National Primate Research Center tahun 1957 saat ia terlalu besar untuk ditangani. Sejak itu, ia telah enam kali melahirkan, dan telah digunakan dalam penelitian penggunaan alkohol, kontraseptif mulut, dan kajian kognitif. [51]
Dengan terbitnya genome simpanse, dilaporkan adanya peningkatan penggunanan simpanse di lab, beberapa ilmuwan berdebat mengenai penundaan pembiakan simpanse untuk penelitan seharusnya dinaikkan. [48][52] Penundaan 5 tahun dikenakan oleh U.S National Institutes of Health (NIH) tahun 1996, karena terlalu banyak simpanse dibiakkan untuk penelitian HIV, and ia telah diperpanjang per tahun sejak 2001. [48]
Peneliti lain beralasan bahwa simpanse adalah binatang yang unik dan seharusnya tidak digunakan dalam penelitian, atau diperlakukan secara berbeda. Pascal Gagneux, ahli biologi evolusioner dan primata di University of California, San Diego, beralasan bahwa, adanya memiliki rasa terhadap diri sendiri pada simpanse, penggunaan alat, dan kesamaan genetik dengan manusia, penelitian pada simpanse haruslah mengikuti aturan etikal yang juga digunakan pada manusia yang tidak mampu memberikan persetujuan. [48] Juga, penelitian terbaru menyatakan bahwa simpanse yang pensiun dari lab menunjukkan suatu bentuk posttraumatic stress disorder. [53] Stuart Zola, direktur dari Yerkse National Primate Research Laboratories, tidak setuju. Dia berkata pada National Geographic: "Saya pikir kita tidak harus membuat perbedaan antara kewajiban kita untuk memperlakukan semua spesies secara manusiawi, apakah itu tikus atau monyet atau simpanse. Seberapa banyakpun kita berharap untuk itu, simpanse bukanlah manusia." [48]
Meningkatnya jumlah pemerintah yang melakukan pelarangan penelitian pada Kera Besar melarang penggunaan simpanse dan kera besar lainnya dalam penelitian atau percobaan toksikologi. [54] Sejak tahun 2006, Austria, New Zealand, Netherlands, Sweden, dan UKtelah memperkenalkan pelarangan ini
Dalam kultur pop

Simpanse telah dijadikan stereotip dalam kultur pop, dimana mereka biasanya berperan sebagai pemain standar [56] sebagai teman anak-anak, kaki tangan atau badut. [57] Mereka biasanya cocok untuk peran terakhir dimana fitur wajah yang menonjol, tungkai yang panjang dan pergerakan yang cepat, yang mana manusia sering melihatnya lucu. [57] Oleh karena itu, hiburan yang menampilkan simpanse berpakaian manusia secara tradisional telah lekat pada sirkus dan panggung pertunjukan. [57]

Dalam era televisi, genre baru dari lakon simpanse muncul di U.S: sebuah serial dimana seluruh pemerannya adalah simpanse berpakaian sebagai manusia dan pada saat "berbicara" disuarakan oleh aktor manusia. [56] Pertunjukan tersebut, contohnya termasukLancelot Link, Secret Chimp pada tahun 1970-an atau The Chimp Channel pada tahun 1990-an, bergantung kepada pemeran keranya untuk membuat sesuatu yang baru, komedi lelucuan tingkat rendah. [56] "Aktor" simapanse tidak ada bedanya dengan lakon dalam sebuah sirkus, lucu karena sebagai simpanse dan bukan sebagai individu. [56] Kelompok hak asasi binatang, PETA, telah mendesak pengiklan menolak penggunaan simpanse di televisi dan iklan komersil, menganggapnya sebagai menyiksa binatang. [58] Sukses terbaru mereka yaitu berhasil meyakinkan Chrysler Corporation untuk merubah iklan dimana seekor simpanse menekan tuas untuk meledakkan sesuatu sehingga memperlihatkan "monyet gaib" (ironinya iklan tersebut adalah sebuah parodi dari penjual mobil yang memiliki seekor kera yang menghancurkan sesuatu untuk memulai sebuah promosi penjualan).

Saat simpanse muncul di acara TV, mereka biasanya bertindak sebagai kaki tangan dari manusia. Dalam perannya, misalnya, J. Fred Muggs muncul dengan pembawa acara Today show Dave Garroway pada tahun 1950-an, sebagai Judy dalam Daktari pada tahun 1960-an atau sebagai Darwin dalam The Wild Thornberrys pada tahun 1990-an. [56] Berbeda dengan penggambaran fiksi dari hewan lainnya, seperti anjing (dalam Lassie), lumba (Flipper), kuda (The Black Stallion) atau bahkan kera (King Kong), karakter dan aksi dari simpanse jarang yang relevan dengan alurnya
Potret dalam fiksi ilmiah
Penggambaran simpanse dalam sebuah cerita sebagai sebuah individu dibandingkan sebagai karakter pembantu, dan juga sebagai sentral karakter daripada kebetulan berada dalam sebuah cerita [56] sangat jarang, umumnya ditemukan dalam karya fiksi ilmiah. Cerita singkat Robert A. Heinlein "Jerry Was a Man" (1947) berpusat pada simpanse yang ditingkatkan secara genetis yang menggugat untuk diperlakukan lebih baik. Film tahun 1972 Conquest of the Planet of the Apes, memportret sebuah revolusi masa depan dari kera-kera yang diperbudak yang dipimpin oleh satu-satunya simpanse yang berbicara, Caesar, melawan tuannya manusia. [56] Cerita singkat lainnya "The Pope of the Chimps" oleh Robert Silverberg, diset pada masa sekarang, memperlihatkan tanda pertama perkembanganagama pada sebuah kelompok simpanse, yang mengejutkan manusia yang menelitinya. David Brin novel Uplift memperlihatkan masa depan dimana manusia memiliki simpanse yang telah "ditingkatkan" (dan beberapa spesies lainnya) dengan [[kebijaksanaan] setingkat manusia.