Friday, 2 March 2012

MENGUAK PIRAMIDA DI GUNUNG PADANG


Ditemukan pasir halus, dan semen purba di dalam gunung itu. Diduga buatan manusia.

Di atas Gunung Padang, pipa itu lurus melesak masuk ke tanah. Lengking suara mesin bor bercampur desau angin melantun di perbukitan Cianjur, Jawa Barat, pada Jumat pekan lalu. Seorang lelaki tambun menyimak gerak pipa-pipa itu menembus tanah. Dia berkaca mata. Rambut peraknya berkibar di tiup angin.
Di ketinggian 900 meter itu, hujan baru saja reda. Pipa berdiameter 12,5 sentimeter itu baru diangkat.

Lelaki itu adalah Andang Bachtiar. Dia doktor geologi. Andang mengambil batu, dan material lain tersangkut di selongsong pipa. Benda-benda purba itu seperti siap menjawab teka-teki di perut Gunung Padang.
Hampir setahun lebih, atau sejak Andang dan kawan-kawannya terlibat di Tim Peneliti Katastrofi Purba, ada pertanyaan besar menggelayut: adakah peradaban tinggi tersembunyi di perut gunung itu?

Ini hari kesembilan mereka menembus tanah Gunung Padang. Andang memperhatikan hasil pengeboran. Di lehernya melingkar loupe, alat bantu melihat kandungan batuan. Denganloupe, dia memperhatikan batu dan material berasal dari kedalaman 27 meter.

“Kami pernah menemukan pasir halus,” ujar Andang.

DITEMUKAN PERAHU TERTUA DI INDONESIA DARI ZAMAN MATARAM HINDU PADA ABAD-7

Beberapa tahun lalu tepatnya pada hari Sabtu tanggal 26 Juli 2008, dipagi hari sekitar pukul 7:30 pagi, beberapa warga di desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, Jawa Tengah sedang membuat tambak garam. Mereka menggali dengan cara memacul tanah di daerah pesisir tersebut.

Lokasi berada sekitar 400 meter dari pantai yang sekarang, yang mungkin dahulunya wilayah situs ini masih merupakan pinggir pantai. Lalu, secara tidak sengaja mereka, para penggali tambak garam tersebut menemukan bangkai perahu kuno yang kemudian wilayah situs itu dikenal dengan nama Situs Kapal Punjulharjo



Dari hasil identifikasi, jenis kapal berasal dari sekitar abad ke 7 dan 8 setara dengan pembangunan Candi Borobudur. Ini adalah penemuan kapal kayu yang paling komplit dan bisa jadi yang tertua di Indonesia!

Dan penemuan tersebut terlengkap di Asia Tenggara karena kondisi kapal tersebut pada lambung bawahnya masih utuh, dibanding temuan di sejumlah wilayah lain seperti di Sumatera dan juga di negara lain seperti di Malaysia dan Filipina.


Perahu Punjulharjo memberi pengetahuan bagaimana teknologi itu digunakan, mulai dari papan-papan yang dilengkapi dengan tambuku yaitu tonjolan pada bagian dalam dengan lubang-lubang untuk mengikat berbentuk kotak.

VATIKAN UNGKAP ARSIP RAHASIA DAN TERLARANG

Tahta Suci Vatikan memamerkan puluhan dokumen yang selama ini disimpan dalam Arsip Rahasia Vatikan ( Archivum Secretum Apostolicum Vaticanum). Pameran dibuka mulai Rabu 29 Februari lalu di Roma. Ini adalah upaya Gereja Katolik menyingkap tabir misteri mereka.

Seperti diberitakan Daily Mail, Kamis 1 Maret 2012, dokumen yang dipamerkan dalam pameran bertajuk 'Lux in Arcana' atau "Cahaya Arsip" ini antara lain surat dari Kalifah Abu Hafsah Umar al-Murtada pada Paus Innocent IV tertanggal 10 Juni 1250; dokumen proses peradilan Galileo; surat berisi pembelaan Copernicus yang ditujukan pada Paus Paulus III, dan masih banyak lagi.

Dokumen-dokumen ini dipindahkan dari tempat penyimpanannya untuk dipamerkan di Museum Capitolini, Roma. Kardinal Tarcisio Bertone menjadi salah satu orang pertama yang mengunjungi pameran yang akan berlangsung hingga September dan diharapkan mampu menarik ribuan pengunjung itu.

Kardinal Bertone juga menyinggung sedikit tentang insiden 'Vatileaks' yang merujuk pada kebocoran beberapa dokumen Vatikan yang dimuat di media Italia. "Dokumen yang dipamerkan di Roma ini adalah dokumen yang sebenar-benarnya yang seharusnya menjadi fokus. Apa yang menarik bagi saya adalah sejarah mereka semua," kata dia.

Thursday, 1 March 2012

JAKASA DUBACOK, POLRI EVALUASAI PENGAMANAN


Petugas pengaman sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat kecolongan. Tak diduga, pada Rabu 29 Februari 2012, seorang pria nyelonong masuk ruang persidangan dan membacok Jaksa Sistoyo, yang kala itu duduk sebagai pesakitan dalam kasus suap.

Leluasanya pelaku, Dedi Sugarda (38), membuat pengamanan sidang oleh kepolisian menjadi sorotan. Menanggapi itu, Kepala Kepolisian Timur Pradopo berencana mengevaluasi insiden yang terjadi usai sidang yang mengagendakan pembacaan eksepsi itu.

Wednesday, 16 November 2011

PENGALAMAN JERMAN ABDULLAH PAWANG SENIOR DI PULAU KOMODO



Ini yang selalu dibisikan pawang ketika Komodo mulai bangkit dan marah karena merasa terganggu: “Jangan lari, jangan bergerak. Semakin bergerak dia semakin agresif”.  Dengan ‘senjata’ tongkat bercabang dua, para ranger menekan titik sensitif tubuhVaranus Komodoensis, melumpuhkannya, agar tak menyerang wisatawan.
Selain ancaman Komodo yang bisa jadi buas dan menyerang mereka, menghadapi para wisatawan juga jadi pekerjaan berat para pawang. Tetap ada saja turis yang nekat melanggar aturan, juga pantangan, meski sudah diingatkan: nyawa adalah taruhannya.
VIVAnews mewawancarai seorang pawang Komodo senior, namanya Jerman Abdullah. Selama 28 tahun tugasnya, banyak suka dan duka yang ia alami. Pengalaman menyenangkan, ia mendampingi mantan Presiden Soeharto, mantan PM Inggris, Tony Blair, dan juara GP Lorenzo – orang-orang penting yang tak semua orang bisa dekati. Namun, banyak juga pengalaman buruk seperti menghadapi turis nekat, nyaris diserang kadal raksasa, sampai diamuk massa – saat seorang anak kecil tewas dimangsa Komodo.

Sunday, 21 August 2011

INILAH ISI SURAT MUHAMMAD NAZARUDDIN KEPADA PRESIDEN SBY

Jakarta, 18 Agustus 2011

Kepada Yth
Bapak Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden RI di tempat

Bapak Presiden yang saya hormati, 
Saya mohon kepada Bapak agar segera memberikan hukuman penjara kepada saya tanpa perlu lagi mengikuti proses persidangan untuk membela hak-hak saya.

Bagi saya, saya rela dihukum penjara bertahun-tahun asalkan Bapak dapat berjanji Bapak akan memberikan ketenangan lahir dan batin bagi keluarga saya, khususnya bagi istri dan anak-anak saya.


Perlu saya jelaskan bahwa istri saya adalah benar-benar seorang ibu rumah tangga yang sama sekali tidak mengetahui apa pun yang berhubungan dengan kepartaian.

Saya juga berjanji, saya tidak akan menceritakan apa pun yang dapat merusak citra Partai Demokrat serta KPK demi kelangsungan bangsa ini.

Demikian surat ini, mohon bantuan dan perhatian Bapak Presiden.


Hormat saya,


Muhammad Nazaruddin.

INILAH BALASAN SURAT SBY TERHADAP SURAT NAZARUDDIN

Jakarta, 21 Agustus 2011

Kepada
Sdr. Muhammad Nazaruddin di tempat

Pada hari Minggu, 21 Agustus, saya telah membaca surat saudara. Meskipun, sebelumnya saya juga telah mendengarnya dari pemberitaan berbagai media massa. Agar rakyat Indonesia menjadi jelas duduk persoalannya, saya putuskan untuk membalasnya melaui surat ini.

Terkait proses hukum yang sedang saudara hadapi, mari kita semua tunduk pada aturan yang ada di negara hukum ini. Dalam setiap kasus hukum, yang melibatkan siapa pun, saya tidak pernah, tidak akan – dan memang tidak boleh – mencampuri proses hukum yang harus independen, bebas dari intervensi siapa pun. Prinsip dasar non intervensi, penegakan hukum yang merdeka tersebut, diatur dan dijamin dengan jelas di dalam UUD 1945 dan peraturan perundangan terkait lainnya.

Oleh karena itu, saya sarankan, saudara kooperatif menjalani semua proses hukum yang sedang berangsung. Saya meyakini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang sekarang menangani kasus saudara, akan bekerja secara profesional, independen, dan adil. Sampaikanlah seluruh informasi yang saudara ketahui kepada KPK, agar menjadi bernilai di hadapan hukum, agar semua menjadi jelas dan tuntas. Termasuk informasi tentang siapa saja yang harus bertanggungjawab, tidak peduli dari unsur manapun atau dari partai politk apa pun.

Karena, hukum tentu harus kita tegakkan berdasarkan alat bukti semata, tanpa pandang bulu, tanpa tebang pilih. Dengan demikian, kita melasanakan prinsip dasar persamaan di hadapan hukum (equality before the law), yang juga dijamin dalam konstitusi.

Terkait masalah ketenangan keluarga saudara, dalam semua kasus, tidak hanya kasus saudara, saya selalu memerintahkan agar aparat penegak hukum bekerja profesional, menjamin keselamatan semua pihak yang terkait. Adalah sudah menjadi tanggung jawab aparatur negara untuk menjamin ketenangan, kenyamanan, dan keamanan seluruh warga negara. Meskipun, itu bukan berarti juga perlindungan atau kekebalan dari proses hukum jika warga negara yang bersangkutan terjerat suatu perkara. Kita harus terus menjamin agar penegakan hukum kita berjalan adil, transparan, dan akuntabel – jauh dari proses tawar menawar atau negosiasi, dalam bentuk apa pun.

Demikian tanggapan saya atas surat saudara. Semoga dalam suasana Ramadhan kali ini, apa yang saudara alami, dapat menjadi bahan renungan dan intropeksi. Selamat berpuasa, semoga Allah SWT memberikan rahmat dan hidayah-Nya bagi kita semua.

Presiden Republik Indonesia,
Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono

Sunday, 14 August 2011

BABAK AKHIR SEBUAH KISAH TENTANG MUHAMMAD NAZARUDDIN


Buronan internasional Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, akhirnya dibawa pulang ke Indonesia. Tersangka suap proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games di Palembang itu diterbangkan dengan pesawat carteran dari Bandara Bogota, Kolombia.

"Tadi diberangkatkan pukul 17.15 waktu setempat dari Bogota," kata Pejabat Fungsi Politik KBRI Bogota, Made Subagia saat dihubungi VIVAnews.com, Jumat 12 Agustus 2011.

Nazaruddin dipulangkan ke Indonesia setelah ditahan kepolisian Kolombia selama sekitar lima hari. Ia ditahan karena tertangkap menggunakan paspor palsu.

Pesawat carteran itu dipiloti oleh orang Amerika Serikat. Co-pilotnya juga berasal dari negeri Paman Sam itu. "Pesawat carteran didatangkan dari Amerika,” kata Subagia. 

Tuesday, 2 August 2011

KATA MARZUKI ALIE, ADA YANG MENEMBAK DI ATAS KUDA

Ketua DPR Marzuki Alie menerima banyak warisan dari kepemimpinan DPR periode lalu. Beberapa warisan yang menjadi sorotan publik dari mulai kinerja anggota Dewan sampai pembangunan gedung baru DPR. Marzuki berupaya mereformasi DPR dengan berbagai program yang termuat dalam rencana strategis. Salah satu yang telah dilakukan adalah moratorium kunjungan kerja anggota DPR.

Bagi Marzuki reformasi DPR merupakan tuntutan publik yang harus dijalankan. Tetapi, Marzuki mengaku tidak bisa sendiri. Dibutuhkan kekompakan, sinergi, transparansi, dan dukungan dari semua pihak termasuk para anggota Dewan. Kritik, cacian, hingga hujatan kerap diterima pria yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini. Dari mulai kritikan tak berdasar sampai cacian di Twitter.