Thursday, 21 February 2013

Aksi Orang orang Sulu Bikin Pusing Malaysia-Filipina. Seratus orang bersenjata menduduki Wilayah Datu Lahad, Sabah, Malaysia

Mendagri Malaysia pantau wilayah yang diduduki kelompok bersenjata di Lahad Datu, Sabah
Malaysia dan Filipina tengah dipusingkan dengan isu historis yang dibawa sekelompok "sakit hati." Klaim suatu suku di Filipina atas sebuah wilayah di Malaysia bagian Timur membuat jengah kedua negara sesama anggota ASEAN itu karena bisa menyeret kepada masalah bilateral baru.   

Sudah dua pekan ini wilayah Lahad Datu, negara bagian Sabah, Malaysia, diduduki oleh sekitar seratus orang suatu kelompok bersenjata. Mereka mengaku dari Kesultanan Sulu, Filipina, ungkap harian The Star. 

Kelompok itu dipimpin oleh Raja Muda Azzimudie Kiram, yang mengaku sebagai saudara Sultan Sulu Jamalul Kiram III. Mereka menuntut Malaysia mengembalikan wilayah di Sabah itu, yang dia klaim merupakan warisan leluhurnya.

Bagaimana reaksi Malaysia? Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein sudah mengatakan bahwa negaranya tidak akan berkompromi dalam menegakkan kedaulatan. "Saya harap mereka tidak memaksa kami," kata Hishammuddin seperti dikutip The Star, Selasa 19 Februari 2013.

Malaysia saat ini, ungkap Inquirer, telah menurunkan pasukan angkatan darat, polisi dan angkatan laut untuk mengepung wilayah di utara pulau Kalimantan itu. Namun, mereka menjaga jarak hingga lebih dari 500 meter dari desa di Lahat Datu yang diduduki kelompok Sulu untuk menghindari konfrontasi langsung.

Pintu masuk menuju desa itu dijaga ketat pasukan bersenjata Malaysia. Tentara juga terlihat tersebar di kebun kelapa sawit yang berada di sekitarnya. Para wartawan mendirikan tenda di dekat lokasi, bersiap memberitakan setiap situasi yang semakin tidak menentu itu.

Diduga, kelompok Sulu dipersenjatai dengan senapan senapan M16 dan M14 serta peluncur granat M203. Pemerintah Malaysia mengaku masih menahan diri dan memilih opsi negosiasi.

Mendagri Hishammuddin mengatakan Malaysia tetap mengupayakan sengketa ini bisa diselesaikan dengan cara damai. Malaysia tidak ingin masalah pendudukan ini diselesaikan melalui pertumpahan darah. 

"Kami harus melakukan tindakan yang benar pada waktu yang tepat. Dan jika kami harus mengambil keputusan, kami tidak akan ragu-ragu," dia menegaskan. Belum ada kepastian bagaimana dan kapan penyelesaian damai ini akan berlangsung. 

Sekretaris Jenderal dari Kesultanan Sulu di Filipina, Abraham Idjirani, mengatakan bahwa mereka telah menghubungi orang-orang yang tengah berada di desa desa Tanduao, Lahad Datu, sabah. "Mereka belum diusir atau dilukai oleh pasukan keamanan Malaysia," kata Idjirani, dilansir Philippine Star, Rabu 20 Februari 2013.

Terdapat sekitar 300 orang dari kesultanan Sulu di Sabah. Namun menurut klaim Danny Virtudazo, yang mengaku kepala negara bagian Palawan, wilayah bagian Kesultanan Sulu, diberitakan Inquirer, sekitar 1.500 pasukan tambahan telah mendarat di Sabah. Namun ini klaim ini tidak bisa dikonfirmasi.

Idjirani mengatakan bahwa kedatangan mereka ke Sabah bukan untuk mencari gara-gara. Dia juga mengatakan, kesultanan telah melarang ribuan rakyatnya untuk ke Sabah, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Sultan Jamalul Kiram III melarang ribuan pengikut kami ke sana, karena kami tujuan kami bukan berperang, tapi menunjukkan perdamaian dan pemahaman bahwa kita punya lahan yang dipersengketakan," kata dia.

Menurut Inquirer, saat ini saudara lelaki sultan yang menjadi komandan pendudukan tersebut,  Rajah Mudah Agbimuddin Kiram, masih menempati rumah seorang petani di desa tersebut. Menurut sumber, dia tengah menunggu kedatangan Sultan Jamalul Kiram III. Namun, sultan harus menjalani perawatan rutin di rumah sakit.

Pendudukan ini berlangsung setelah Kesultanan Sulu merasa dirugikan dengan kesepakatan damai antara pemerintah Filipina dengan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) di Kepulauan Mindanao. Kesepakatan yang dimediasi Malaysia pada Oktober 2012 itu  menyebut Mindanao--termasuk Sulu--sebagai wilayah otonomi Bangsamoro dan memberikan sebagian besar wilayah untuk dikelola secara independen.

Kesepakatan tersebut menyebabkan Kesultanan Sulu merasa tidak mendapat lahan lagi dan berniat merebut wilayah mereka di tempat yang lain, yaitu Sabah, Malaysia. Itulah sebabnya aksi pendudukan orang Sulu ini merupakan masalah yang pelik bagi pemerintah Malaysia dan Filipina.

Persahabatan kedua negara terancam terganggu dengan masalah ini. Filipina utang budi pada Malaysia yang sukses memediasi konflik dengan separatis di Mindanao.

Menteri Kehakiman Filipina, Leila de Lima, kemarin mengatakan bahwa kabinet juga tengah merundingkan masalah ini. "Tapi kami tidak bisa memberitahukan hasil diskusi dan langkah yang akan diambil pemerintah," kata Lima, seperti dilansir Inquirer.

Pemerintah Malaysia, melalui Menteri Dalam Negeri Hishammuddin Hussein, mengatakan bahwa mereka memilih opsi damai dan menahan diri. Itu sebabnya, memasuki minggu kedua, masih belum ada agresi pada kedua kubu. Namun dia mengatakan, tentara akan melakukan apapun jika mereka terpaksa.

Tanah Hibah
Apa yang menyebabkan Kesultanan Sulu berani mengklaim wilayah Sabah sebagai tanah warisannya? Kolumnis Rita Linda V. Jimeno, sebagaimana dimuat oleh Manila Standard Today, Senin 18 Februari 2013, menuliskan jejak sejarah kaitan antara Kesultanan Sulu dengan wilayah Sabah.

Dalam sejarahnya, sejak 1473 hingga 1658, Sabah yang dahulunya dikenal sebagai North Borneo merupakan wilayah Kesultanan Brunei. Namun pada 1658, Sultan Brunei memberikan wilayah ini kepada Sultan Sulu. Pemberian ini sebagai balas jasa bagi Sultan Sulu yang membantu meredam perang sipil di Kesultanan Brunei.

Pada 1761, Alexander Dalrymple, seorang pejabat Bristish East India Company, melakukan perjanjian dengan Sultan Sulu untuk menyewa Sabah sebagai pos perdagangan Inggris. Kesepakatan sewa-menyewa itu termasuk penyediaan tentara oleh Kesultanan Sulu untuk mengusir Spanyol.

Pada 1846, pantai barat Borneo diserahkan oleh Sultan Brunei ke Inggris. Jadilah pantai barat Borneo itu menjadi koloni Kerajaan Inggris.

Di tahun-tahun berikutnya, terjadi serangkaian penyerahan hak sewa atas Sabah atau North Borneo ini. Akhirnya hak sewa jatuh ke Alfred Dent yang kemudian membentuk perusahaan yang dikenal dengan British North Borneo Company.

Pada 1885, Inggris, Spanyol, dan Jerman, menandatangani Protokol Madrid yang mengakui kedaulatan Spanyol di Kepulauan Sulu. Pengakuan ini ditukar dengan pelepasan Spanyol atas segala klaimnya di Borneo Utara atau Sabah untuk mendukung Ingris. Pada 1888, Sabah resmi menjadi protektorat Inggris--yang kemudian menduduki Malaysia sebagai jajahan.

Setelah Perang Dunia II, Inggris berniat mengembalikan Sabah ke Kesultanan Sulu. Untuk proses itu, dilakukanlah pemungutan suara, untuk menentukan apakah rakyat Sabah memilih bergabung dengan Federasi Malaisia atau kembali ke Kesultanan Sulu. Dan hasilnya, rakyat Sabah lebih memilih bergabung ke Malaysia daripada kembali ke Sulu.

Pada 16 September 1963, Sabah bersatu dengan Malaysia, Sarawak, dan Singapura, membentuk  Federasi Malaysia merdeka.

Menurut Jimeno, klaim ahli waris Kesultanan Sulu tidak hanya didasarkan pada perjanjian sewa antara Kesultanan dengan North Borneo Company yang dibentuk Inggris. Namun, klaim itu juga didasarkan pada keputusan pengadilan tinggi North Borneo pada 1939. Klaim ini dianggap lebih dulu, jauh sebelum pembentukan Federasi Malaysia.

Klaim FIlipina atas Sabah, atas nama Kesultanan Sulu, sebenarnya bukan kali ini saja terjadi. Klaim itu pertama kali dilakukan pada masa Presiden Diosdado Macapagal pada 1962, sebelum Malaysia terbentuk. Namun klaim ini telah berlarut-larut dari tahun ke tahun.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Filipina Raul Hernandez mengatakan, pemerintahnya belum melakukan perundingan lagi atas 'perang klaim' antara Kesultanan Sulu dengan Malaysia ini. Dia menolak laporan media Malaysia yang menyebut perundingan antara Malaysia dengan orang-orang dari Kesultanan Sulu telah berakhir dan orang-orang bersenjata itu akan dideportasi dari wilayah yang kaya akan minyak itu.

"Sampai sekarang tidak ada diskusi mengenai klaim kami di Sabah. Masalah ini tergantung pada pembuat kebijakan di negara kami untuk menentukan secara cermat apa yang akan dilakukan atas isu ini," kata Hernandez sebagaimana dikutip laman Interaksyon, Senin 18 Februari 2013.

Kaya Energi
Negara bagian Sabah sendiri diberkahi kekayaan alam berupa minyak dan gas yang melimpah. Menurut laman Free Malaysia Today, Sabah diperkirakan memiliki cadangan minyak senilai 1,5 miliar barrel di tahun 2011. Sedangkan cadangan gas alam tercatat senilai 11 triliun kubik. 

Beberapa sumber minyak dan gas baru pun ditemukan, sehingga semakin menambah tinggi nilai cadangan minyak dan gas di negara bagian terbesar kedua di Malaysia ini. Empat sumber ladang minyak baru telah ditemukan selama dua tahun terakhir. 

Kekayaan minyak yang dimiliki Sabah disepakati untuk dikelola oleh Petronas, sebuah perusahaan minyak yang didirikan pada tahun 1974 dan dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah federal. Dalam sebuah perjanjian yang ditanda tangani pada tahun 1975, Sabah tercatat berhak menerima royalti sebesar 5% dari dari nilai kotor produksi minyak. 

Di tahun 2011, Petronas berhasil membukukan keuntungan penjualan minyak Sabah senilai RM15 miliar atau setara Rp47 triliun. 

Namun walaupun dikenal sebagai daerah yang kaya minyak, Sabah ternyata merupakan negara bagian Malaysia yang paling miskin dibandingkan negara bagian lainnya di negeri jiran itu. Menurut ketua partai Sabah Chapter, Jeffrey Kitingan, jumlah penduduk miskin di Sabah adalah yang terbesar di Malaysia. 

"Sabah menyumbang 40% jumlah penduduk miskin di Malaysia," ujarnya seperti dikutip laman Free Malaysia Today beberapa waktu yang lalu. 

Bahkan menurut Kitingan jumlah anggaran yang diberikan oleh pemerintah federal Malaysia untuk Sabah tidak sebanding dengan nominal pemasukan produk minyak yang disumbang oleh negara yang memiliki luas 72.500 kilometer persegi ini. 

Jumlah pengangguran di Sabah pun termasuk tinggi. Tercatat tingkat pengangguran mencapai 5,6% atau sekitar 76.000 penduduk Sabah tidak memiliki pekerjaan.

Militer Rusia Kembangkan Sistim Pertahanan Anti-Meteorit

Benda yang diduga meteor di langit Rusia
Meteorit menghantam wilayah Rusia dengan dahsyat pada Jumat pekan lalu. Belajar dari peristiwa itu, Angkatan Pertahanan Dirgantara Rusia akan mengembangkan sistem pertahanan untuk melindungi wilayahnya dari meteorit dan benda-benda langit.

"Angkatan Pertahanan Dirgantara telah diminta menangani masalah ini dan berencana melindungi Rusia dari benda-benda langit," kata Komandan Militer Wilayah Barat, Mayor Jenderal Igor Makushev seperti dikutip RIA Novosti, Rabu 20 Februari 2013.

Sebuah meteorit jatuh di wilayah Ural, Rusia, tanpa terdeteksi oleh pemantau ruang angkasa. Akibatnya, meteorit itu menghunjam keras di wilayah Danau Chebarkul. Lebih dari 1.000 orang dilaporkan terluka. NASA memperkirakan meteorit ini berdiameter 15 meter saat memasuki atmosfer bumi. Lajunya diperkirakan melebihi kecepatan suara.

Menurut Direktur Institut Astronomi Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Boris Shustov, tidak ada sistem yang bisa mendeteksi jatuhnya meteorit dari ruang angkasa. "Tidak ada sistem, baik Rusia maupun Amerika, yang bisa mendeteksi objek luar angkasa, sampai benda ini memasuki atmosfer," kata Shustov.

Para ilmuan mengatakan tidak mungkin menemukan meteorit, karena datang dari arah matahari. Sementara itu, radar-radar dipasang hanya untuk mendeteksi objek terbang dengan kecepatan yang telah ditentukan.

Shustov mengatakan, ilmuan Rusia memperkirakan energi yang dilepaskan dalam benturan meteorit pada Jumat pekan lalu itu kurang dari 500 kiloton.

Wednesday, 20 February 2013

10 Perguruan Tinggi Terpopuler versi Webometrics. UGM, ITB, dan UI masih menghuni tiga posisi teratas.

Kampus Universitas Indonesia (UI)
Setelah peringkat 4ICU diumumkan pada akhir Januari, di mana UGM berhasil menggeser ITB sebagai universitas terpopuler di Indonesia, kini giliran Webometrics merilis pemeringkatan perguruan tinggi terpopuler di Internet hingga Februari 2013.

Pada edisi terbaru, Webometrics menilai lebih dari 20 ribu perguruan tinggi dari 200 Negara, termasuk 356 perguruan tinggi di Indonesia. Peringkat sepuluh besar tetap didominasi oleh perguruan tinggi negri (PTN), di mana UGM, ITB, dan UI menguasai tiga peringat teratas.

Berikut peringkat sepuluh besar nasional edisi Februari 2013 hasil temuan Webometrics:

No.Peringkat duniaPeringkat ASEANNama Perguruan Tinggi
1.44010Universitas Gadjah Mada
2.497 12Institut Teknologi Bandung
3.58115Universitas Indonesia
4.63419Universitas Gunadarma
5.72222Universitas Brawijaya
6.78125Universitas Diponegoro
7.83926Institut Pertanian Bogor
8.82827Institut Teknologi Sepuluh Nopember
9.88529Universitas Padjajaran
10.92932Universitas Airlangga

Dibandingkan hasil temuan 4ICU yang menitikberatkan pada popularitas website, peringkat perguruan tinggi Indonesia secara rata-rata lebih baik pada peringkat Webometrics, yang menggunakan empat parameter penilaian yaitu Presence, Impact, Openness, dan Excellence.

Presence menunjukkan jumlah halaman Web pada situs perguruan tinggi yang terindeks oleh Google. Impact diukur berdasarkan external link yang mengarah ke situs perguruan tinggi dari situs lain. Openness menunjukkan jumlah dokumen yang terindeks di Google Scholar. Dan, Excellence merupakan jumlah publikasi international berdasarkan data dari Scimagojr.com, yang membuat peringkat perguruan tinggi berdasarkan jumlah dan kualitas paper yang terindeks SCOPUS.

Jika dicermati, peringkat Webometrics mulai diarahkan pada kualitas konten dan publikasi ilmiah di jurnal international. Pada aspek inilah perguruan tinggi di Indonesia masih relatif lemah. Peringkat terbaik di Indonesia untuk Excellence ditempati oleh UI, namun peringkat dunianya hanya 1734.
Peringkat PT di Indonesia tergolong tinggi pada aspek Openness yang menempatkan ITS pada nomor 13 di tingkat dunia. Hal tersebut mengindikasikan bahwa perguruan tinggi mulai menerapkan kebijakan open content, sehingga banyak pihak luar mengunggah berbagai format dokumen ke situsnya.

Parameter Presence pun tergolong baik dan menempatkan ITB sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam hal jumlah halaman Web, sekaligus menempati peringkat 179 di dunia. Sedangkan, Universitas Gunadarma menjadi nomor satu di Indonesia untuk parameterImpact dan menempati peringkat 148 di tingkat international.

Di wilayah regional, Indonesia diwakili oleh 35 perguruan tinggi pada Top 100 ASEAN. Perwakilan terpopuler UGM menempati posisi ke-10 di ASEAN.

Sementara di Asia, UGM, ITB, UI, dan Gunadarma menjadi wakil di Top 100 Asia, di mana peringkat tiga besar masih dikuasai National Taiwan University, University of Tokyo, dan Kyoto University.

Sayangnya, duta Asia belum berhasil menembus dominasi perguruan tinggi Amerika Serikat di Top 10 Dunia. Tiga posisi teratas masih dihuni Harvard, Stanford, dan MIT.

Berikut Top 10 dunia versi Webometrics edisi Februari 2013:
No. Nama Perguruan Tinggi Presence ImpactOpennessExcellence
1. Harvard University51111
2. Stanford University12253
3.Massachusetts Institute of Technology533010
4. University of Michigan 258915
5. University of Pennsylvania2111227
6. University of California Los Angeles (UCLA)4961922
7. University of California Berkeley54156111
8. Columbia University New York14141329
9. Cornell University22676623
10. University of Minnesota7449721

Tuesday, 19 February 2013

Siapakah Sebenarbya Sosok Dari Nicolaus Copernicus Itu?

http://www.rugusavay.com/wp-content/uploads/2013/01/Nicolaus-Copernicus-Quotes-5.jpg
Niklas Koppernigk (latin: Nicolaus Copernicus; bahasa Polandia Mikołaj Kopernik; lahir di Toruń, 19 Februari 1473 – meninggal di Frombork, 24 Mei 1543 pada umur 70 tahun) adalah seorang astronom, matematikawan, dan ekonom berkebangsaan Polandia, yang mengembangkan teori heliosentrisme (berpusat di matahari) Tata Surya dalam bentuk yang terperinci, sehingga teori tersebut bermanfaat bagi sains. Ia juga seorang kanongereja, gubernur dan administrator, hakim, astrolog, dan tabib. Teorinya tentang Matahari sebagai pusat Tata Surya, yang menjungkirbalikkan teori geosentris tradisional (yang menempatkan Bumi di pusat alam semesta) dianggap sebagai salah satu penemuan yang terpenting sepanjang masa, dan merupakan titik mula fundamental bagi astronomi modern dan sains modern (teori ini menimbulkan revolusi ilmiah). Teorinya memengaruhi banyak aspek kehidupan manusia lainnya. Universitas Nicolaus Copernicus di Torun, didirikan tahun 1945, dinamai untuk menghormatinya.
“
“Ada beberapa 'pembual' yang berupaya mengkritik karya saya, padahal mereka sama sekali tidak tahu matematika, dan dengan tanpa malu menyimpangkan makna beberapa ayat dari Tulisan-Tulisan Kudus agar cocok dengan tujuan mereka, mereka berani mengecam dan menyerang karya saya; saya tidak khawatir sedikit pun terhadap mereka, bahkan saya akan mencemooh kecaman mereka sebagai tindakan yang gegabah”.
”
Nikolaus Kopernikus menulis kata-kata yang dikutip di atas kepada Paus Paulus III. Kopernikus mencantumkan kata-kata itu dalam karya terobosannya yang berjudul On the Revolutions of the Heavenly Spheres (mengenai perputaran bola-bola langit), yang diterbitkan pada tahun 1543. Mengenai pandangan yang dinyatakan dalam karyanya ini, Christoph Clavius, seorang imam Yesuit pada abad ke-16, mengatakan, "Teori Kopernikus memuat banyak pernyataan yang tidak masuk akal atau salah". Teolog Jerman, Martin Luther, menyayangkan, "Si dungu itu akan mengacaukan seluruh ilmu astronomi".

Latar belakang pemuda yang haus pengetahuan
Lahir pada tanggal 19 Februari 1473 di Toruń, yang pada waktu itu di bawah kekuasaan suatu ordo Kristen bernama Ordo Teutonicum, nama aslinya ialah Niklas Koppernigk (Mikołaj Kopernik, dalam bahasa Polandia yang merupakan bahasa sehari-hari pada waktu itu). Baru belakangan, sewaktu ia mulai menulis karya akademinya, ia menggunakan nama Latin, Nicolaus Copernicus. Ayahnya, seorangsaudagar yang berdagang di Toruń, mempunyai empat anak; Nicolaus adalah si bungsu. Sewaktu Nicolaus berusia 11 tahun, ayahnya meninggal. Seorang paman, bernama Lucas Waczenrode, mengasuh Nicolaus dan saudara-saudara kandungnya. Ia membantu Nicolaus memperoleh pendidikan yang baik, menganjurkannya untuk menjadi imam.
Pendidikan Nicolaus dimulai di kampung halamannya, tetapi belakangan dilanjutkan di Chełmno yang tidak jauh dari situ. Di sana ia belajar bahasa Latin dan mempelajari karya para penulis kuno. Pada usia 18 tahun, ia pindah ke Kraków, ibukota Polandia saat itu. Di kota ini ia kuliah di universitas dan mengajar dan mengejar hasratnya akan astronomi. Setelah ia menyelesaikan pendidikannya di Kraków, paman dari Nikolaus — yang pada waktu itu telah menjadi uskup di Warmia — memintanya untuk pindah ke Frombork, sebuah kota di Laut Baltik. Waczenrode ingin kemenakannya menduduki jabatan staf katedral.
Akan tetapi, Nicolaus yang berusia 23 tahun ingin memuaskan dahaganya akan pengetahuan dan berhasil membujuk pamannya untuk mengizinkan dia mempelajari hukum gereja, kedokteran, dan matematika di berbagai universitas di Bologna dan Padua, Italia. Di sana, Nicolaus bergabung dengan astronom Domenico Maria Novara dan filsuf Pietro Pomponazzi. Sejarawan Stanisław Brzostkiewicz mengatakan bahwa ajaran Pomponazzi telah "membebaskan pikiran astronom muda ini dari cengkraman ideologi abad pertengahan".
Di waktu senggangnya, Copernicus mempelajari karya para astronom zaman dahulu, menjadi begitu larut dalam karya tersebut sampai-sampai ketika ia mengetahui karya Latin itu tidak lengkap, ia mempelajari bahasa Yunani agar dapat meneliti naskah aslinya. Pada akhir pendidikannya, Nicolaus telah menjadi doktor hukum gereja, matematikawan, dan dokter. Ia juga pakar bahasa Yunani, menjadi orang pertama yang menerjemahkan sebuah dokumen dari bahasa Yunani langsung ke bahasa Polandia.

Menelurkan teori yang revolusioner

Sepulangnya ke Polandia, pamannya melantik dia sebagai sekretaris, penasihat, dan dokter pribadinya — suatu kedudukan yang bergengsi. Selama puluhan tahun berikutnya, Nicolaus menjabat berbagai kedudukan administratif, baik di bidang agama maupun sipil. Meski sangat sibuk, ia melanjutkan penelitiannya tentang bintang dan planet, mengumpulkan bukti untuk mendukung suatu teori yang revolusioner bahwa bumi bukan pusat yang tidak bergerak dari alam semesta tetapi, sebenarnya, bergerak mengitari matahari.

Teori ini bertentangan dengan ajaran filsuf yang terpandang, Aristoteles, dan tidak sejalan dengan kesimpulan matematikawan Yunani,Ptolemeus. Selain itu, teori Copernicus menyangkal apa yang dianggap sebagai "fakta" bahwa Matahari terbit di timur dan bergerak melintasi angkasa untuk terbenam di barat, sedangkan bumi tetap tidak bergerak.
Copernicus bukanlah orang yang pertama yang menyimpulkan bahwa bumi berputar mengitari Matahari. Astronom Yunani Aristarkhusdari Samos telah mengemukakan teori ini pada abad ketiga Sebelum Masehi. Para pengikut Pythagoras telah mengajarkan bahwa bumi serta Matahari bergerak mengitari suatu api pusat. Akan tetapi, Ptolemeus menulis bahwa jika bumi bergerak, "binatang dan benda lainnya akan bergelantungan di udara, dan bumi akan jatuh dari langit dengan sangat cepat". Ia menambahkan, "sekadar memikirkan hal-hal itu saja terlihat konyol".
Ptolemeus mendukung gagasan Aristoteles bahwa bumi tidak bergerak di pusat alam semesta dan dikelilingi oleh serangkaian bola bening yang saling bertumpukan, dan bola-bola itu tertancap Matahari, planet-planet, dan bintang-bintang. Ia menganggap bahwa pergerakan bola-bola bening inilah yang menggerakan planet dan bintang. Rumus matematika Ptolemeus menjelaskan, dengan akurasi hingga taraf tertentu, pergerakan planet-planet di langit malam.
Namun, kelemahan teori Ptolemeus itulah yang mendorong Copernicus untuk mencari penjelasan alternatif atas pergerakan yang aneh dari planet-planet. Untuk menopang teorinya, Kopernikus merekonstruksi peralatan yang digunakan oleh para astronom zaman dahulu. Walaupun sederhana dibandingkan dengan standar modern, peralatan ini memungkinkan dia menghitung jarak relatif antara planet-planet dan Matahari. Selama bertahun-tahun, ia berupaya menetukan secara persis tanggal-tanggal manakala para pendahulunya telah membuat beberapa pengamatan penting di bidang astronomi. Diperlengkapi dengan data ini, Copernicus mulai mengerjakan dokumen kontroversial yang menyatakan bahwa bumi dan manusia di dalamnya bukanlah pusat alam semesta.

 

Kontroversi manuskrip

Copernicus menggunakan tahun-tahun terakhir kehidupannya untuk memperbaiki dan melengkapi berbagai argumen dan rumus matematika yang menopang teorinya. Lebih dari 95 persen dokumen akhir itu memuat perincian teknis yang mendukung kesimpulannya. Dokumen tulisan tangan orisinal ini masih ada dan disimpan di Universitas Jagiellonian di Kraków, Polandia. Dokumen ini tidak berjudul. Oleh karena itu, astronom Fred Hoyle menulis, "Kita benar-benar tidak tahu bagaimana Copernicus ingin menamai bukunya itu".
Bahkan sebelum karya itu diterbitkan, isinya telah membangkitkan minat. Copernicus telah menerbitkan sebuah rangkuman singkat tentang gagasannya dalam sebuah karya yang disebut Commentariolus. Alhasil, laporan tentang penelitiannya sampai ke Jerman danRoma. Pada awal tahun 1533, Paus Klemens VII mendengar tentang teori Copernicus. Dan, pada tahun 1536, Kardinal Schönberg menyurati Copernicus, mendesak dia untuk menerbitkan catatan lengkap gagasannya. Georg Joachim Rhäticus, seorang profesor diUniversitas Wittenberg di Jerman, begitu penasaran oleh karya Copernicus sampai-sampai ia mengunjungi Copernicus dan akhirnya menghabiskan waktu bersamanya selama dua tahun. Pada tahun 1542, Rhäticus membawa pulang sebuah salinan manuskrip itu ke Jerman dan menyerahkannya kepada seorang tukang cetak bernama Petraeius dan seorang juru tulis sekaligus korektor tipografi bernama Andreas Osiander.
Osiander menjuduli karya itu De revolutionibus orbium coelestium (Mengenai Perputaran Bola-Bola Langit). Dengan mencantumkan frasa “bola-bola langit”, Osiander menyiratkan bahwa karya itu dipengaruhi oleh gagasan Aristoteles. Osiander juga menulis kata pengantar anonim, yang menyatakan bahwa hipotesis dalam buku itu bukanlah artikel tentang iman dan belum tentu benar. Copernicus tidak menerima salinan dari buku yang dicetak itu, yang diubah dan dikompromikan tanpa seizinnya, sampai hanya beberapa jamsebelum kematiannya pada tahun 1543.

"Mengenai Perputaran" — karya yang revolusioner

Perubahan yang dibuat Osiander pada mulanya meluputkan buku itu dari kecaman. Asronom dan fisikawan Italia, Galileo, belakangan menulis, "Sewaktu dicetak, buku itu diterima oleh Gereja suci dan telah dibaca dan dipelajari oleh setiap orang tanpa sedikit pun kecurigaan bahwa gagasan ini bertentangan dengan doktrin-doktrin gereja. Namun, mengingat sekarang ada berbagai pengalaman dan bukti penting yang memperlihatkan bahwa gagasan itu memiliki bukti yang kuat, muncullah orang-orang yang hendak mendiskreditkan pengarangnya tanpa membaca bukunya sedikit pun".
Kaum Lutheran merupakan yang pertama-tama menyebut buku itu "tidak masuk akal". Gereja Katolik, meski pada mulanya tidak menyatakan kecaman, memutuskan bahwa buku itu bertentangan dengan doktrin resminya dan pada tahun 1616 mencantumkan karya Copernicus ke dalam buku-buku terlarang. Buku itu baru dicabut dari daftar ini pada tahun 1828. Dalam kata pengantarnya untuk terjemahan bahasa Inggris dari buku itu, Charles Glenn Wallis menjelaskan, "Pertikaian antara Katolik dan Protestan membuat kedua sekte itu takut pada skandal apa pun yang tampaknya dapat merongrong respek terhadap Kegerejaan Alkitab, dan akibatnya mereka menjadi terlalu harfiah dalam membaca ayat Alkitab dan cenderung mengutuki setiap pernyataan yang dapat dianggap sebagai penyangkalan atas setiap penafsiran harfiah dari setiap ayat dalam Alkitab". Sebagai contoh, kisah yang dicatat di Yosua 10:13, yang menceritakan tentang Matahari yang dibuat tidak bergerak, digunakan untuk menegaskan bahwa Matahari, bukan bumi, yang biasanya bergerak. Mengenai anggapan bahwa teori Kopernikus bertentangan dengan ajaran Alkitab, Galileo menulis, " [Copernicus] tidak mengabaikan Alkitab, tetapi ia tahu betul bahwa jika doktrinnya terbukti, hal itu tidak akan bertentangan dengan Alkitab apabila ayat-ayatnya dipahami dengan benar".
Dewasa ini, Copernicus disanjung oleh banyak orang sebagai Bapak Astronomi Modern. Memang, uraiannya tentang alam semesta telah dimurnikan dan diperbaiki oleh ilmuwan yang tekemudian, seperti Galileo, Kepler, dan Newton. Akan tetapi, astofisikawan Owen Gingerich mengomentari, "Copernicuslah yang dengan karyanya memperlihatkan kepada kita bagaimana rapuhnya konsep ilmiah yang sudah diterima untuk waktu yang lama". Melalui penelitian, pengamatan, dan matematika, Kopernikus menjungkirkbalikkan konsep ilmiah dan agama yang berurat berakar tetapi keliru. Dalam pemikiran manusia, ia juga “menghentikan Matahari dan menggerakkan bumi”.

Kontroversi kewarganegaraan

Kewarganegaraan Copernicus mulai abad ke-19 menjadi bahan perdebatan sengit. Namun sebenarnya ia bisa dikategorisasikan baik sebagai warga Jerman maupun Polandia. Dalam bahasa Jerman namanya secara umum dieja sebagai Kopernikus dan merupakan versi Latin dari nama Jerman Koppernigk. Dalam bahasa Polandia namanya dieja sebagai Mikołaj Kopernik. Ibu Kopernikus yang bernama Barbara Watzenrode merupakan seorang warga Jerman. Sedangkan kewarganegaraan ayahnya tidak diketahui. Kota kelahirannyaToruń tidak lama sebelum ia lahir dikuasai raja-raja Polandia, sehingga ia bisa dianggap sebagai warga Polandia

 

Monday, 18 February 2013

TAUFIK KIEMAS : BELUM WAKTUNYA JOKOWI JADI CALON PRESIDEN

Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufiq Kiemas
Ada pernyataan menggelitik dari Taufiq Kiemas pekan lalu. Dia mengatakan tak setuju jika istrinya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, maju lagi menjadi calon presiden pada Pemilu 2014.

Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP itu berprinsip, orang tua yang maju menjadi capres, tak akan bisa mengubah apapun. “Masa depan bangsa berada di tangan generasi muda, bukan orang tua,” ujarnya. Kiemas ingin ada regenerasi kepemimpinan, baik di internal partai maupun di tingkat nasional.

Menjadi anggota DPR RI sejak 1987 sampai sekarang (dia hanya absen pada periode 1992-1999, ketika dia dan mereka yang kelak menjadi pendukung PDI Perjuangan, ditekan oleh rezim Orde Baru), Kiemas adalah politisi yang kenyang asam garam.
“Saya dulu mau jadi presiden,” ujar Kiemas soal masa cita-cita masa kecilnya. Lahir di Jakarta, 31 Desember 1943, mimpi Kemas memang tak sampai. Tapi, setidaknya, dia mendampingi Megawati menjadi presiden kelima RI sebagai seorang kader PDIP dan suami.
Itu sebabnya, kini Kiemas giat mendorong orang-orang muda di PDIP untuk lebih banyak tampil. Lulusan sarjana muda hukum (1966) dari Universitas Sriwijaya, Palembang itu tak bosan mengingatkan para politisi muda itu agar punya target tinggi. “Kalau tidak bercita-cita jadi RI-1 ya tak usah ikut politik,” ujar Ketua MPR RI itu.
Lalu, siapakah yang akan didorong oleh PDIP untuk maju ke kursi RI-1? Reporter VIVAnewsNila Chrisna Yulika menemui Taufiq Kiemas untuk mengulik pandangannya seputar soal capres, dan regenerasi partai. Berikut petikan wawancara itu.

Anda kerap mendorong anak muda berpolitik. Bagaimana Anda bergaul dengan para politisi muda itu, dan menyatukan pikiran dengan mereka?

Saya mengikuti pola pikir mereka, sebab mereka menafsirkan ajaran-ajaran apapun dengan kondisi terkini. Anak muda selalu memberi masukan. Kalau anak muda, habis membaca, lalu memberikan masukan buat saya. Kalah saya kan khayalan saja, cerita-cerita masa lalu. Hanya mengatakan bahwa perjuangan tidak boleh berhenti, tidak boleh tidak sabar, tidak boleh tidak santun. Tapi begitu kita tidak santun pada orang lain, ya selesai (mengingkari ucapan sendiri).

Anak-anak muda juga biasa kerja lapangan. Sementara saya tidak bisa kerja lapangan. Makanya kalau tak ada anak muda, saya tidak mengerti lapangan sama sekali. Dulu waktu pertama kali ada gerakan penyerangan ke PDIP tahun 1990-1996, anak muda di depan saya tahu setiap ada kejadian di lapangan. Yang tahu anak-anak muda, bukan orang tua.

Anak muda juga buat saya lebih happy. Saya jadi ngerti lagi-lagu baru. Sekarang saya sudah kenal lagu Noah, “Separuh Aku,” Slank, hahaha... Saya menikmati musik-musik anak muda. Dinamikanya saya suka. Saya suka anak-anak muda yang suka politik, musik. Semoga generasi ini tidak kena narkoba.

Punya wejangan khusus untuk anak-anak muda di PDIP menghadapi tahun politik 2013 ini?

Mereka pada lebih mengerti dan lebih pintar dari saya. Kalau saya ngomong sama anak muda, tidak bisa memaksakan kehendak. Sudah beda. Seperti waktu muda dulu ketika saya masuk Masyumi, pemikiran saya sudah beda sekali dengan ayah saya. Pikiran saya mungkin tidak masuk ke ayah saya. Sekarang saya juga sudah tidak masuk (mengerti) lagi cara berpikirnya Puan (Maharani – putri Kiemas dan Megawati).

Anda optimis PDIP akan menjadi partai pemenang Pemilu 2014?

Semua cita-citanya begitu, sebab kalau cita-citanya tidak begitu, ya tidak diikuti sama anak-anak muda. Sekarang kan anak muda banyak sekali. Jadi kalau merekrut anak-anak muda, pasti kita bercita-cita menang pemilu. Kalau tidak merekrut anak muda, menurut saya susah. Harus ada regenerasi terus-menerus. Regenerasi itu keniscayaan. Tidak mungkin ada pergantian pemerintahan kalau tidak ada regenerasi.

Anda bilang regenerasi, tapi dalam survei capres, nama-nama yang muncul kan itu-itu saja?

Saya yakin dalam setahun bisa berubah. Siapa yang menyangka Gus Dur dan SBY bisa jadi presiden. SBY dulu masih menjadi Komandan Korem di Yogyakarta, sekarang dia jadi Presiden. Saya sudah sebutkan di buku saya, arus bawah itu tidak bisa ditahan oleh siapapun. Itu sejarah.

Jadi PDIP sudah melirik tokoh muda untuk jadi capres?

Pasti.

Siapa saja?

Tidak boleh (dibicarakan). Nanti dimarahi Mbak Puan (yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP). DI PDIP banyak orang muda. Ada Pramono (Anung).

Apakah PDIP sudah membicarakan capres?

Sekarang sudah mulai, saat Rapat Koordinasi Nasional kemarin.

PDIP ajukan capres sendiri atau menggandeng partai lain?

Ya harus sama-sama yang lain. Tidak mungkin PDIP memang sendirian. Mungkin PDIP bisa maju sama Golkar atau Demokrat. Ideologinya kan sama.

Tapi Golkar kan sudah punya capres sendiri?

Ya kita lihat nanti.

Siapa capres potensial menurut Anda?

Di semua partai ada yang potensial. Menteri-menteri muda itu juga kan pitar-pintar.

Sekarang banyak tokoh-tokoh baru seperti Rhoma Irama dan Farhat Abbas yang berniat maju capres. Apa tanggapan Anda?

Bagus, saya senang. Kalau kita punya satu orang tua, dia mimpi saja kerjanya. Tapi kalau kita punya satu anak muda, dia bisa mengubah dunia. Itu benar. Calon-calon seperti Ibu Mega, kan mengkhayal saja kerjanya. Jadi kalau ada yang punya pemikiran menyatukan Ibu Mega dengan Jusuf Kalla (sebagai capres-cawapres), itu mimpi saja, orang sakit. Semua orang punya cita-cita, Ibu Mega juga. Tapi kalau Ibu Mega nyalon lagi, saya tidak setuju. Dunianya sudah beda.

Bedanya bagaimana?

Anak muda bilang begini, kami (orang tua) bilang begini, ya susah. Kami tidak mengerti main facebook, twitter, mereka (anak muda) main facebook sama seluruh dunia. Anak muda baca buku dan diskusi setiap hari, kami tidak pernah lagi. Ini kan sudah beda sekali. Jadi masih banyak yang muda. Di PDIP banyak, di Golkar juga banyak.

Siapa tokoh muda PDIP yang Anda jagokan?

Pram (Pramono Anung adalah mantan Sekjen PDIP yang sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua DPR).

Apa kelebihan Pramono?

Pram lebih sering tampil, komunikatif.

Tapi banyak survei yang menyebut elektabilitas Jokowi tinggi untuk jadi capres?

Itu terserah Jokowi. Tapi buat saya, saya rasa belum waktunya. Tapi kalau saya bilang belum waktunya, berarti Pak Taufiq melarang, sementara itu tidak boleh karena merupakan hak politik dia (Jokowi). Tapi saya rasa PDIP tidak akan mengizinkan Jokowi (jadi capres).

Apa alasannya?

Pekerjaannya (sebagai Gubernur DKI Jakarta) belum selesai.

Tapi dari sisi kemampuan, apakah Jokowi layak jadi capres?

Kita uji dulu. Ini kan baru 100 hari-an (Jokowi jadi Gubernur DKI).

Memasuki tahun politik ini, tidak sedikit ada aksi saling jegal, baik lintas partai ataupun di internal partai. Menurut Anda, apa yang harus dilakukan partai politik menghadapi tahun politik semacam ini?

Yang paling penting, partai harus punya ideologi. Sebaiknya semua partai konsolidasi untuk Pemilu 2014 supaya tahun politik ini berjalan tenang. Saya tidak mau bicarakan partai orang, nanti salah. Jangan menari-nari di atas partai orang.

Akhir-akhir ini, semakin dekat ke Pemilu 2014, banyak politikus pindah partai. Apa tanggapan Anda?

Ini memang masalah ideologi. Kalau ideologi tidak kuat, bisa lari-lari juga. Kalau motivasi seseorang itu untuk memperoleh kedudukan, kan tidak benar. Mereka kurang sabar. Oleh sebab itu masuk parpol harus karena ideologi. Kami juga kan merasakan saat PDIP sendirian lalu dikeroyok.

Apakah politisi sekarang kurang kuat menghadapi tantangan?

Idealisme tetap ada, cuma kan tidak bisa instan. Ingin cepat, itu tidak bisa. Kalau masuk partai tapi tidak punya idealisme, susah juga.

Apakah di PDIP ada politisi kutu loncat?

Di PDIP banyak anak-anak muda berkeringat yang punya masa depan bagus. Kami tidak perlu kutu loncat. Saya rasa performa kader PDIP di DPR dan MPR bagus sekali.

Sekarang banyak anggota DPR terlibat korupsi. Bagaimana Anda melihatnya?

Kalau nama mereka bersih, pasti dipilih lagi oleh rakyat. Jadi tidak usah kita bicara bersih-bersih. Uji saja nanti, dipilih lagi oleh rakyat atau tidak. Biar rakyat yang menentukan. PDIP pernah mabuk juga (soal korupsi ini).

Anda sekarang menjabat sebagai Ketua MPR. Kenapa ingin jadi Ketua MPR? Apa sesungguhnya cita-cita Anda untuk bangsa?

Saya jadi Ketua MPR yang paling mendorong itu anak muda di PDIP. Mbak Puan misalnya salah satu yang paling mendorong. Saya juga tidak mau kalau tidak terpilih jadi Ketua MPR secara aklamasi, karena Pancasila kan gotong royong.

Saya mau bangsa menjalankan empat pilar, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Empat pilar itu roh bangsa. Tanpa itu, kita tidak punya kemerdekaan. Kita dulu punya Pancasila dulu, baru merdeka. Bukan merdeka dulu, baru punya Pancasila. Itu berbeda. Jadi penting sekali kita memperkenalkan kepada generasi muda bahwa kita punya dasar negara. Sosialisasi empat pilar ini sekarang sudah masif sekali.

Sosialisasi itu saya rasa cukup berhasil. Sekarang sudah banyak orang yang membicarakan soal kearifan lokal. Kami (MPR) sudah meneken MoU dengan seluruh bupati dan kepala daerah di seluruh Indonesia, juga DPRD tingkat II, tentang empat pilar ini.

DPR pun sudah berhasil menggolkan Pancasila dan Budi Pekerti masuk kurikulum. Itu kan luar biasa. Kami tidak mendoktrinasi. Kami sosialisasi. Kami punya jadwal sosialisasi dengan 300 organisasi, dari berbagai sekolah. Sosialisasi lewat outbond, cerdas cermat, dangdut, macam-macamlah.

Apakah masih ingin jadi Ketua MPR lagi tahun 2014?

Tidaklah, cukup.

Lalu apa yang akan dilakukan setelah masa jabatan sebagai Ketua MPR berakhir tahun 2014?

Kalau saya masih dianggap ada gunanya, saya tetap bersedia disuruh sosialisasi empat pilar oleh MPR. Tentu saya sebagai masyarakat biasa.

Apakah akan fokus mengurus PDIP setelah tak lagi jadi Ketua MPR?

Pensiun dululah. PDIP kan sudah banyak anak mudanya.

Bocah 14 Tahun Selamat Kejatuhan Meteorit

Meteor
Sebuah sekolah di Kota Essen, Jerman, diterjang meteorit dengan kecepatan 30.000 mph, atau setara 48.280 kilometer per jam. Akibatnya, seorang bocah wanita, Gerrit Blank, berusia 14 tahun terluka karena terserempet meteorit sebelum jatuh ke Bumi.

Sebuah bola panas merah berukuran kacang menyerempet tangan bocah itu sebelum memantul ke tanah dan menyebabkan lubang seukuran kaki di tanah.

Bocah wanita itu selamat dan hanya meninggalkan luka sebesar tiga inci di tangan. Selamatnya bocah ini adalah keajaiban. Diperkirakan, kasus manusia selamat dari kejatuhan meteorit hanya terjadi satu kali dalam satu juta kasus.

Gerrit Blank saat sedang dalam perjalanan ke sekolah mengaku melihat cahaya berbentuk bola dari arah langit.

"Awalnya, saya hanya melihat bola cahaya besar, kemudian tiba-tiba saya merasakan sakit di tangan. Lalu, sepersekian detik kemudian, terdengar suara ledakan besar seperti suara petir," kata Gerrit Blank, dikutip Telegraph, 18 Februari 2013.

Dia menambahkan, suara yang muncul setelah kilatan cahaya itu membuat telinganya berdenging selama berjam-jam. "Ketika tangan saya merasa sakit, maka saya langsung berlari menjauh ke arah jalan," ujarnya.


Gerrit Blank

Saat ini, sejumlah periset sedang meneliti jatuhnya meteorit seukuran kacang di Kota Essen, Jerman itu. Ansgar Kortem, Direktur Germany Walter Hohmann Observatory, mengatakan ini adalah meteorit yang nyata, dan ini sangat berharga bagi para peneliti juga kolektor.

"Kebanyakan meteorit kecil tidak akan sampai ke permukaan tanah, karena mereka menguap di atsmosfer. Enam dari tujuh meteorit kecil yang jatuh ke Bumi itu biasanya akan mendarat di air," kata Kortem.

Gerrit Blank bukanlah manusia pertama yang beruntung tidak cedera serius akibat meteorit. Contoh lain dari selamatnya manusia dari meteor terjadi di Alabama, Amerika Serikat, pada bulan November 1954.

Ketika itu, fragmen meteorit berukuran buah jeruk jatuh ke atap rumah dan memantul ke furnitur sebelum mengenai wanita yang sedang terlelap.