Saturday, 31 August 2013

DANAU MANINJAU

LUBANG JEPANG

MALALA

Jika Barat Menyerang Suriah. Saling serang kemungkinan juga terjadi di dunia siber.

Kapal perang AS, USS Ramage, siaga di Mediterania menunggu perintah serang ke Suriah
Sekitar 6.000 warga Suriah berbondong-bondong melintasi perbatasan Masnaa, Lebanon, Rabu waktu setempat. Jumlah ini berkali-kali lipat lebih banyak ketimbang sebelum penyerangan senjata kimia pekan lalu di wilayah Ghouta, pinggiran Damaskus.
Di hari normal, biasanya hanya sekitar 500 sampai 1.000 pengungsi Suriah datang ke Lebanon, tergantung intensitas dan luas area pertempuran, seperti dilansir CBS News, Kamis 29 Agustus 2013. Sekitar 2.000 orang menyeberang dari Lebanon ke Suriah, mengevakuasi keluarga mereka dari zona tempur.
Selain takut jadi sasaran senjata kimia rezim Bashar al-Assad, kali ini warga Suriah eksodus lantaran khawatir akan serangan Barat. Salah satu dari mereka adalah seorang wanita, sebut saja namanya Ummu Ahmad, 45, yang menyeberang ke Lebanon bersama lima anaknya.
"Seakan tidak cukup seluruh kekerasan dan pertempuran di negara ini, sekarang Amerika ingin mengebom kami?" kata Ummu Ahmad yang enggan memberikan nama aslinya demi keselamatan.
Dia kini menjadi bagian dari dua juta rakyat Suriah yang tinggal di pengungsian di negara-negara tetangga, seperti Turki, Yordania dan Lebanon. Hidup mereka terkatung-katung, bahkan melarat. "Apa yang akan kami lakukan di sini? Akan ke mana kami? Saya tidak tahu, tapi setidaknya kami aman," kata Ummu Ahmad.
Ketakutan yang sama tidak hanya dialami oleh rakyat Suriah. Pemerintah Israel juga ikut ketar-ketir. Pasalnya, mereka kemungkinan akan kena getah pertempuran antara Assad dan Barat.
Untuk itulah Israel mempersiapkan warga sipilnya untuk menghadapi peperangan. Kantor pos Israel ditugaskan mengirimkan masker gas ke lima juta atau sekitar 60 persen dari populasi Israel, untuk mengantisipasi serangan gas beracun. Selain itu, tentara juga ditarik ke dalam untuk melindungi rakyat.
Ketegangan semakin menjadi saat Presiden Barack Obama secara langsung mengatakan bahwa serangan senjata kimia pekan lalu yang menewaskan 1.700 orang adalah ulah rezim Assad. Dalam acara PBS Newshour, Obama mengatakan bahwa dia menyangsikan tuduhan Assad kepada pasukan oposisi.
"Kami tidak percaya, dengan sistem peluncuran yang menggunakan roket, tentara oposisi mampu melakukannya. Kami menyimpulkan bahwa adalah pemerintah Suriah yang telah melakukan aksi keji ini," ujar Obama.
Wakil Presiden AS Joe Biden juga dengan lantang menegaskan "tidak diragukan lagi" Assad menggunakan senjata kimia.
Tuduhan terhadap rezim Assad juga datang dari NATO dan Liga Arab yang mengatakan bahwa Suriah menimbun senjata kimia. "Penggunaan senjata ini tidak bisa diterima dan tidak bisa dibiarkan. Mereka yang bertanggung jawab harus diadili. Kami menganggap penggunaan senjata kimia adalah ancaman pada perdamaian dan keamanan internasional," ujar NATO dalam pernyataannya.
Upaya menghentikan kekerasan Assad di Suriah melalui Dewan Keamanan PBB juga masih buntu. Rancangan resolusi tindakan militer yang diajukan Inggris tidak mencapai mufakat di DK PBB, terutama karena sekali lagi dijegal Rusia dan China.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa resolusi yang diajukan Inggris terlalu prematur. Menurut dia, DK PBB masih harus menunggu laporan dari tim investigasi PBB di Suriah yang telah mengambil sampel dari lokasi insiden senjata kimia.
Obama mengatakan bahwa dia belum mengeluarkan keputusan apapun soal serangan terhadap Suriah. Namun, empat kapal perang AS telah siaga di Laut Mediterania, siap menunggu perintah serang. Begitu pula dengan Inggris dan Prancis. Mereka bersikeras, serangan bisa dilakukan walaupun tanpa restu DK PBB.
"Apakah mungkin merespons serangan senjata kimia tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB? Saya katakan: bisa," Hague menegaskan.
Jika diserang
Menurut para analis, jika memang diserang, Suriah akan menghindari pertempuran langsung dengan AS dan hanya akan menerima hantaman roket, selama serangan itu tidak mengganggu pusat pemerintahannya.
Lagipula, serangan AS nanti dianggap tidak akan memakan waktu lama. Seperti disampaikan berbagai sumber di Gedung Putih, serangan itu bukan untuk menggulingkan Assad, hanya menghukum saja. Diperkirakan, AS hanya akan memborbardir Suriah selama tiga hari.
 "Saya kira kalkulasinya adalah, 'Mari merunduk, terima saja serangan yang terbatas dan bertempur di lain hari,'" kata Shawn Brimley, ahli pertahanan dari Center for a New American Security, sebagaimana diberitakan Reuters.
"Saya justru akan terkejut jika Assad coba menyerang balik, karena itu malah hanya akan memperparah serangan AS," lanjut Brimley, yang juga anggota Dewan Keamanan Nasional Obama.
Namun yang jadi masalah adalah sekutu-sekutu dekat Suriah, seperti Iran dan Hizbullah. Pengamat mengatakan Suriah memang menghindari pertempuran langsung dengan AS. Namun, Assad dan sekutunya bisa menyerang negara-negara tetangga mitra AS di kawasan, seperti Israel, Yordania atau Turki. Pengamat menyebutnya "reaksi asimetris".
Baik Suriah dan Iran memang memiliki kapasitas militer yang tidak bisa dianggap enteng. Itulah sebabnya, Barat lebih memilih menyerang dari jarak jauh ketimbang masuk ke wilayah darat atau udara Suriah.
Kedua negara, Suriah dan Iran, memiliki rudal balistik yang bisa menjangkau Israel, Turki dan Yordania. Belum lagi jika dibantu pasukan Syiah Hizbullah dari Lebanon yang dibekingi Iran. Dengan puluhan ribu roket jarak dekatnya, Hizbullah bisa menyerang hingga pusat kota Israel.
Bantuan dari Iran ini sudah bisa dipastikan. Presiden Hassan Rohani dalam percakapannya dengan Presiden Vladimir Putin seperti diberitakan Press TV mengatakan Iran akan mengupayakan segala cara untuk mencegah serangan Barat ke Suriah.
"Aksi militer akan memiliki dampak yang besar terhadap kawasan. Penting sekali untuk menerapkan seluruh upaya untuk mencegahnya," kata Rohani.
Pernyataan jauh lebih keras disampaikan Panglima Militer Iran, Hassan Firouzabadi, Rabu lalu. Dia mengancam bahwa "setiap serangan ke Suriah, berarti juga membumihanguskan Israel."
Iran diprediksi akan memegang kata-katanya. Namun pengamat menyangsikan Iran akan melakukan serangan langsung terhadap Israel. Pasalnya, serangan ke Israel akan mencoreng citra Rohani yang berjanji meningkatkan hubungan luar negeri Iran.
Hayat Alvi, dosen studi Timur Tengah di U.S. Naval War College mengatakan, Iran kemungkinan akan menggunakan tangan Hizbullah untuk pekerjaan kotor ini. "Serangan Hizbullah ke Israel sangat mungkin, dan banyak yang berspekulasi soal perang Hizbullah-Israel lainnya di Lebanon," kata Alvi.
Hal ini sebelumnya telah disampaikan oleh pemuka Syiah pro-Hizbullah di Lebanon, Syeikh Afif Nabulsi. "Setiap serangan AS terhadap Suriah akan dibalas dengan keras pada kepentingan-kepentingan AS di kawasan dan Israel secara langsung," ujarnya seperti dilansir Daily Star.
Selain negara-negara di kawasan, yang bisa menjadi korban serangan asimetris ini adalah warga Suriah. Serangan terutama akan dilakukan oleh Hizbullah yang telah menurunkan ribuan tentaranya ke wilayah Suriah.
"Hizbullah kemungkinan akan merespons serangan AS dengan menyerukan semua operasi di lapangan yang merencanakan serangan dan pembunuhan, untuk mempercepatnya," kata Matthew Levitt, pakar terorisme dari The Washington Institute for Near East Policy, yang akan meluncurkan buku tentang Hizbullah pekan depan.
"Iran, Suriah dan Hizbullah semuanya cenderung melakukan serangan asimetris," kata Levitt.
Selain itu, konflik ini berpeluang meluas jika Iran mengerahkan kelompok militan Syiah yang didukungnya di Irak. Menurut pejabat AS yang berpengalaman di Timur Tengah, selama ini militan Syiah di Irak belum bergerak menanggapi serangan yang dilakukan kelompok militan Islam.
"Masih ada militan di Irak yang kemungkinan besar akan merespons jika ditekan Iran. Ini yang menjadi keprihatinan dan menganggu pikiran semua orang," kata pejabat yang enggan disebut namanya ini.
Selain itu, serangan tidak hanya dilakukan di ranah pertempuran militer. Alvi memperkirakan, saling serang juga akan terjadi di dunia maya alias siber. "Iran dan Suriah bisa mengincar infrastruktur siber tentara koalisi dan target-target potensial lainnya. Mereka terbukti cukup mumpuni di bidang ini," kata Alvi.

MIMPI BURUK IKHWANUL MUSLIMIN. BEROPOSISI SEJAK 85 TAHUN LALU, KINI DIGUSUR DI MESIR.


Di terik kemarau yang menyengat, jutaan orang di dekat masjid Rabiah al-Adawiyah, Nasr City, tetap bergeming. Semangat mereka masih menyala-nyala, meski Ramadan kali ini puasa di Mesir berlangsung 14 jam sehari. 

Sembari beribadah –mengaji, shalat dan berdoa- lautan simpatisan Ikhwanul Muslimin membuat lokasi itu persis seperti Mekkah saat musim haji, ketimbang aksi demonstrasi. Berbagai lapisan dan usia berkumpul.  Anak-anak bawa bendera. Orang tua membagikan makanan berbuka.

Mereka tegas mengatakan, tak akan beranjak sampai tuntutan dipenuhi: kembalikan Mohammad Mursi ke tampuk pemimpin. "Allah menolong kami, baik puasa atau sedang tidak puasa, karena kami punya tujuan, dan tujuan kami benar," kata Ahmad Khalil, seorang guru. Tugasnya jadi penjaga keamanan pada demonstrasi itu. Di tengah suhu lebih dari 32 derajat celcius, dia tetap semangat.

Inilah krisis paling serius yang dihadapi Ikhwanul Muslim (IM) dalam 85 tahun umurnya. Ini jugalah yang mungkin menjadi impian sekaligus mimpi buruk Hassan Al-Banna, pendiri gerakan itu. Impian terwujud karena akhirnya IM bisa berkuasa. Mimpi buruk karena kekuasaannya itu hanya seumur jagung.

Didirikan di Ismailiyah, Mesir,  tahun 1928,  Ikhwanul Muslimin telah menjadi organisasi Islam terbesar dengan jutaan pengikut di seluruh dunia. Gerakan itu adalah organisasi politik Islam pertama di era kolonial. IM menerapkan teori pemikir Islam Jamaluddin al-Afghani, dan Muhammad Abduh pada awal abad ke-20. Afghani dan Abduh percaya, Islam lemah menghadapi dominasi Eropa karena umatnya menyimpang dari ajaran sejati.

Berbagai organisasi baik politik praktis, maupun radikal banyak terilhami oleh organisasi ini. Gerakan yang dicerahkan oleh visi Ikhwanul Muslimin yang berupaya memperoleh kekuatan politik di Aljazair, Tunisia, Yordania, Sudan, Palestina, termasuk juga Indonesia (Baca bagian 3: Pelajaran dari Mesir).

Adalah Hassan al-Banna, guru agama lulusan Darul Ulum yang mendirikan IM. Usia Al Banna masih muda waktu itu, baru 22 tahun. Dia ingin menandingi kekuasaan asing di Mesir, sekaligus menegakkan syariat Islam di negara itu. Mengutip dari jurnal Military Review, dengan slogan “Islam adalah Solusi Semua Hal”, pria kelahiran tahun 1906 di Mahmudiya ini menegaskan syariah harus berdiri jika rakyat Mesir ingin bermartabat dan terhindar dari kemiskinan.

Gerakannya pun tumbuh. Sepuluh tahun pertama, IM berhasil membangun cabang di seluruh Mesir.  Sasarannya masyarakat akar-rumput yang jengah pada ketimpangan. IM masuk melalui kampus dan serikat pekerja, mengincar juga keluarga-keluarga Muslim.  IM bahkan berhasil meluaskan jaringannya hingga ke Suriah, tepatnya ke Aleppo.

Mereka berpedoman pada Al-Quran dan hadits, serta sunnah Nabi Muhammad SAW. Gerakan itu juga menganjurkan membersihkan hati, kebugaran jasmani, memperluas pemahaman soal Islam, membentuk pemerintahan Islam, mengembangkan infrastruktur ekonomi syariah, dan mempererat hubungan antara Ikhwan –sebutan pengikut IM- dan dunia Islam.

Tahun 1938, Banna menyurati pemerintah Mesir dan pemimpin dunia Arab. Dia menyerukan penegakan hukum Islam, melarang perjudian, prostitusi, riba, monopoli, buku-buku, lagu-lagu, dan pemahaman yang merusak keislaman.

Awal berdiri, IM berkecimpung di bidang politik, pendidikan dan sosial. Pada Perang Dunia II, barulah IM mendirikan  sayap militan dan pengadilan semi yudisial untuk mengeluarkan fatwa, dan mengadili mereka yang mengkhianati negara dan agama. IM bahkan menerbitkan medianya sendiri yang terbit berkala.

Pada awal 1940an, IM mendirikan kamp latihan gerilyawan di Bukti Mukatam, Kairo. Sayap militan ini sangat terorganisir, sampai mampu mengumpulkan banyak senjata saat Perang Arab-Israel tahun 1948. Pada akhir Perang Dunia II, anggota IM di Mesir saja sudah dua juta orang, dari 2.000 cabang.

Friksi muncul. Apakah mereka harus tetap berada dalam sistem, atau keluar, dan membentuk militansi sendiri. Dari sini nantinya tercipta sempalan-sempalan militan, Jemaah Islamiyah yang berdiri 1979, dan Tanzim al-Jihad yang diberangus oleh Presiden Anwar Sadat.

Al-Banna terbunuh

Tahun 1948, sayap militan IM diduga berada di balik pengeboman kompleks perbelanjaan Circurrel, pembunuhan Hakim Ahmed Al-Khizindaar, dan Perdana Menteri Mahmoud al-Nuqrashi Pasha. Pemerintah Mesir berang.

Hassan Al-Banna dibunuh pada 12 Februari 1949, oleh orang tak dikenal di pasar Kairo. Pelakunya diduga anggota pasukan khusus suruhan Raja Farouk. Hingga kini, tidak ada yang ditahan atas pembunuhan tersebut (lihat Infografik: Derap Ikhwanul Muslimin).

Sebelum terbunuh, Gamal Abdel Nasser pernah mendekati Banna  pada tahun 1946 untuk membantunya menggulingkan monarki Mesir. Nasser membujuk Banna untuk menggabungkan kekuatan IM dengan pasukan Opsir Bebas yang dipimpinnya.

Akhirnya tahun 1952 Raja Farouk terguling, Nasser berkuasa. Dalam pemerintahannya, para Ikhwan menanggung kecewa. Ikhwan hanya diberi posisi di kementerian agama. Hubungan kedua kubu kian renggang saat Nasser menafikan visi negara Islam Al-Banna, dan merangkul masyarakat Kristen Koptik serta sekuler di Mesir.

Terjadi percobaan pembunuhan atas Nasser tahun 1954. Ikhwan disalahkan. Akibatnya, gerakan IM kembali dilarang. Ribuan anggotanya dipenjara dan disiksa. Salah satunya adalah Sayyid Quthb yang tewas di tiang gantungan Penjara Tura pada 1966. Kendati begitu, gerakan ini masih terus berkembang di bawah tanah.

Dalam penjara, tahun 1964, Quthb menghasilkan buku berjudul Ma'alim fi al-Tariq (batu pijakan).  Dalam buku itu, dikatakan pemimpin dipilih bukan hanya karena dia Muslim. Tapi harus di pilih oleh ummat, pemimpin juga harus bebas korupsi, dan bukan diktator.

Oleh para kelompok radikal, buku ini ditafsirkan sebagai pembenaran melawan pemerintah dengan kekerasan. Beberapa yang terinspirasi adalah  Islamic Jihad dan al-Qaeda.  Salah satu pentolan al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri, dan Mohammed Atef diketahui adalah mantan anggota IM.  Tidak heran, media massa dan peneliti barat menjuluki Quthb “guru para teroris”.

Puncaknya adalah pembunuhan Presiden Anwar Sadat tahun 1981 oleh kelompok jihad yang oleh beberapa kalangan disebut dengan nama “Quthbis”. Buku ini juga jadi bukti radikalisme IM yang dihadirkan di pengadilan melawan Quthb.

Kendati diberangus oleh setiap kepemimpinan Mesir, IM masih aktif berpolitik. IM bergabung dengan aliansi yang dibentuk Partai Wafd tahun 1984. Tahun 1987, IM bergabung dengan Partai Pekerja dan Liberal, berhasil jadi kelompok oposisi utama di Mesir.

Kemajuan pesat terus terjadi hingga pada 2000, Ikhwan dapat 17 kursi di majelis rendah Dewan Rakyat. Lima tahun kemudian, kelompok ini mendapatkan suara yang mencengangkan. Kandidat independen simpatisan IM mendapatkan 20 persen kursi. Membuktikan kecintaan masyarakat yang besar pada organisasi bentukan Banna ini.

Presiden Husni Mubarak tidak bisa terima. Dia takut kekuasaan IM akan meluas dan mengancam pemerintahannya. Akhirnya Mubarak memerintahkan penangkapan ratusan Ikhwan, dan mengamandemen konstitusi.

Dalam konstitusi yang baru dikatakan, “setiap aktivitas dan partai politik tak boleh didasarkan atas pondasi agama, kandidat independen tak boleh mencalonkan jadi presiden”. Mubarak juga membentuk undang-undang terorisme yang memungkinkan aparat menahan tersangka teror dan melarang perkumpulan publik.

Arab Spring

Tahun 2010, Revolusi Arab, atau Arab Spring pecah dari Tunisia. Negara-negara Timur Tengah dan Afrika tertular, tak ketinggalan Mesir. Ikhwan diam-diam ikut dalam demonstrasi menentang pemerintahan Mubarak.

Presiden yang telah berkuasa tiga dekade itu tumbang pada Februari 2011. IM langsung menggalang kekuatan dengan mendirikan partai Kebebasan dan Keadilan (FJP). Partai ini berhasil memenangkan hampir setengah jumlah kursi di Dewan Rakyat, membuktikan dukungan pada IM masih sangat besar.

Partai bernafas Islam, Nour, jadi pemenang kedua, menjadikan kelompok Islam memegang kendali 70 persen kursi di majelis rendah. Hal sama terjadi di majelis tinggi atau Dewan Syuro. Berarti, Ikhwan dan sekutunya bisa menentukan 100 anggota dewan konstituen yang bertugas merancang konstitusi baru Mesir.

Kelompok liberal dan sekuler panik. Menurut mereka komposisi parlemen tak merefleksikan keberagaman masyarakat di Mesir.  Ketakutan kian menjadi saat pada tahun 2012, Ketua FJP Mohammed Mursi jadi presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis.

Mursi memenangkan 51 persen suara, melawan mantan komandan angkatan udara Ahmed Shafiq. Mursi diangkat pada 30 Juni 2013. Pada pidatonya dia menekankan bahwa pemerintahannya menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis, sipil dan modernitas, sekaligus menghargai kebebasan beragama, dan hak-hak menyampaikan aspirasi.

Tapi langkah berikut dari Mursi yang membuat oposisi makin gerah.

Al-Arabiya memberitakan, dalam beberapa bulan setelah terpilih, Mursi menunjuk para Ikhwan di berbagai posisi pemerintahan. Lima di berbagai kementerian, delapan di kantor presiden, tujuh gubernur, 12 asisten pemerintahan, 13 dewan pemerintahan, 12 walikota, semuanya adalah anggota Ikhwanul Muslimin. Mereka bertugas mengatur 40 juta rakyat Mesir. Oposisi berpikir, Mursi hendak meng-Ikhwanul-Muslimin-kan Mesir.

Dia memberhentikan jaksa penuntut yang menentangnya. Keputusan ini dianggap inkonstitusional oleh banyak pihak. Mursi juga memecat Jenderal Mohammed Tantawy, mantan menteri pertahanan era Mubarak. Padahal Tantawy adalah salah satu jenderal yang mendorong Mubarak lengser. Kepercayaan militer pada Mursi pun goyah.

Di bidang ekonomi, Mursi dianggap gagal meningkatkan pendapatan dan taraf hidup. Langkahnya mengamandemen undang-undang pajak malah justru memicu kenaikan harga. Permintaan pinjaman US$4,8 miliar juga belum disetujui IMF.

Desember 2012, rancangan konstitusi disetujui, termasuk di dalamnya adalah meningkatkan peran Islam dalam pemerintahan. Publik menyetujui konstitusi ini melalui referendum nasional Desember tahun lalu.

Saat itu, Mursi mengeluarkan dekrit yang memerintahkan militer melindungi institusi nasional dan tempat referendum. Oposisi menganggapi Mursi menyalahgunakan kekuatan militer. Oposan semakin naik pitam.

Dalam setahun di Mesir, ada 558 demonstrasi, 514 mogok kerja, dan 500 aksi duduk. Militer pada akhir Januari lalu memperingatkan, krisis politik ini bisa membahayakan negara.

Tamarod

Akhir April 2013, oposisi membentuk gerakan “Tamarod” atau pemberontak. Mereka mengumpulkan petisi keluhan soal kegagalan Mursi memperbaiki keamanan dan ekonomi Mesir. Mursi juga dituduh mendahulukan kepentingan Ikhwanul Muslimin ketimbang negara dan rakyat.

Peringatan setahun kekuasaan Mursi pada 30 Juni lalu ditandai demonstrasi jutaan massa Tamarod, menuntutnya mundur. Lalu kisahnya berkembang menjadi semacam “mimpi buruk” bagi gerakan yang telah mengakar di Mesir itu.

Bentrokan terjadi, korban terluka dan tewas berjatuhan. Militer pada 1 Juli memberikan Mursi 48 jam untuk membenahi Mesir dan menggelar referendum. Mursi tampik ancaman militer.

Akhirnya pada 3 Juli, Jenderal Abdel-Fattah al-Sisi menyatakan Mursi bukan lagi presiden. Militer mengangkat ketua mahkamah konstitusi Adly Mansour sebagai presiden sementara. Kabinet yang dibentuk Mansour terdiri dari berbagai lapisan di Mesir, kecuali, tentu saja, Ikhwan.

Mursi ditahan di tempat rahasia, Ikhwan kembali mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Militer keluarkan perintah tangkap pada 300 anggota Ikhwan, termasuk pemimpinnya Mohammed Badie. Aset-aset Ikhwan dibekukan. Mereka diselidiki atas tuduhan pemicu kekerasan.

Massa IM bangkit. Marah atas kudeta militer yang menurut mereka mencederai demokrasi. Betapa tidak, Mursi terpilih secara demokratis dan baru setahun memimpin.

Bentrokan terjadi saat puluhan ribu massa IM demonstrasi di depan markas Garda Revolusi, tempat Mursi diduga ditahan. Sedikitnya 54 orang tewas, ratusan lainnya terluka. Lebih dari 400 orang ditahan. Tentara dituduh menghujani massa demonstran dengan peluru. Padahal sebelumnya militer mengklaim membolehkan demonstrasi damai.

“Mereka membunuh para martir ketika sedang shalat! Jika mereka menghadapi kami dengan peluru, maka kami akan berdiri di depan tank!” kata Soraya Naguib Ahmed, wanita bercadar, menggambarkan peristiwa 8 Juli itu kepada Gulf Times.

Sekitaran masjid Rabiah Al-Adawiyah, Nasr City, bagian utara Kairo, jadi lautan Ikhwan. Ratusan ribu orang datang berbondong-bondong menggunakan bus dari seantero Mesir. Ayah terlihat menggendong anak balitanya. Beberapa wanita berniqab mengenakan payung. Satu suara, mereka menuntut Mursi kembali memimpin.

“Jiwa kami, darah kami, untuk Islam,” teriak mereka serentak. Siap mati.

“Kami tetap di sini dan tidak akan pergi. Kami datang membawa anak-anak kami untuk mendukung demokrasi dan presiden kami, yang pertama kali terpilih secara demokratis di dunia Arab,” kata Amer Ali, mantan anggota parlemen yang pernah dipenjara 13 tahun pada pemerintahan Mubarak.

Ali Jauh-jauh datang dari Assiut  ke Lembah Nil. Putranya yang berusia dua tahun, Mahmoud, duduk di atap mobil mengibarkan bendera Mesir kecil. Istrinya di dalam, merekam menggunakan tablet, putrinya yang masih menyusu tertidur di sampingnya.

Ali, satu dari jutaan Ikhwan di tempat itu. Ini minggu kelima mereka bercokol di Nasr City. Mendirikan tenda. Berbaur. Berdoa. Berjuang. “Saya yakin Mursi akan kembali ke posisinya. Semua ketidakadilan ini akan berakhir,” ujar Ibrahim Mohamed, mahasiswa dari Delta Nil. (np)

H7N7: Pembunuh Baru Manusia/ Varian flu burung baru ini lebih ganas dari virus H7N9. Dan mematikan.


Pagi hari, 21 Agustus 2013, di Wenzhou, kota kecil di Provinsi Zhejiang, di sudut tenggara Republik China. Pancaran sinar matahari pagi menembus hiruk pikuk pasar tradisional.

Serombongan kecil peneliti serius mengamati sejumlah unggas yang ada di situ—ayam, bebek, dan angsa. Mereka ilmuwan dari University of Hong Kong. Mengenakan sarung tangan dan masker, sejak Mei lalu mereka dengan tekun mengumpulkan berbagai sampel unggas, langsung dari lapangan.

Rupanya, penelitian yang sedang mereka lakukan bukan sembarang riset. Ini penelitian mahaserius. Mereka berupaya mengamati penyebaran virus flu burung H7N9, yang telah merenggut setidaknya nyawa 44 warga China.

Dan, ancaman wabah gawat ini masih terus mengintip. Sampai sekarang.

Hampir tiap pekan, para ilmuwan yang berjumlah 30 orang itu belusukan ke pasar-pasar unggas, lalu pulang ke Hong Kong bersama sampel yang mereka kumpulkan untuk diamati di lab kampus.

Sudah empat bulan riset berlangsung, tapi empat pekan lalu, tiba-tiba terjadi satu hal yang luar biasa. Kegelisahan memancar di wajah Profesor Guan Yi, kepala proyek riset ini. Dahinya berkerut.

Di ruang labnya, profesor itu seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat melalui mikroskop. Sorot mata Profesor Yi tak lepas dari objek di belakang lensa. Sesekali dia memutar-mutar cincin di badan mikroskop, lantas mencorat-coret secarik kertas. Ia melakukan itu berulang kali.

"Beberapa sampel dari pasar unggas di Wenzhou menunjukkan bibit spesies influenza A yang lain, bukan H7N9," ujar sang profesor kepada M. Chandrataruna dari VIVAnews melalui surat elektronik, Kamis 29 Agustus 2013. "Ini jelas berbeda dari sampel lainnya. Ini virus H7N7. Lebih mematikan dari H7N9."

H7N7. Varian baru virus flu burung ini secara tak sengaja ditemukan di lab Profesor Yi. Tak sengaja, karena semula Profesor Yi dan timnya cuma berniat meneliti penyebaran H7N9, virus flu burung yang selama ini luas dikenal.

Sontak saja, hasil penelitian mereka yang diterbitkan di Jurnal Nature menyita perhatian dunia. H7N7 diyakini merupakan ancaman serius bagi kehidupan manusia.

Memburu virus H7

Di jagat biologi, H7N7 merupakan sub-tipe dari virus influenza tipe A, gen dari Orthomyxovirus, yang juga salah satu jenis flu burung yang ganas. Seperti virus-virus H7 lain, secara medis tipe virus ini dianggap sangat mematikan lantaran sebagian besar manusia tak mempunyai antibodi yang mampu membendung serangannya.

Melihat gejala gawat ini, Profesor Yi terus bergerak. Dia terus melakukan penelitian untuk memantau perkembangan protein virus pada unggas, terlebih sejak H7N9 menghabisi puluhan nyawa di China.

Dia berinisiatif membentuk tim riset internasional untuk mengoleksi sampel dari ayam, bebek, angsa, merpati, ayam hutan dan burung puyuh di pasar-pasar unggas hidup yang menyebar di seantero China. Sampling dilakukan dengan menyisir pasar-pasar unggas besar, mulai dari Provinsi Shandong dan Zhejiang di bagian selatan China hingga Shanghai dan Guangdong.

Profesor Yi bahkan mulai bereksperimen dengan mamalia, karena varian virus ini diyakini berpotensi mengancam manusia. Virus itu mereka tularkan ke beberapa ekor musang. Hasilnya, sesuai yang mereka prediksi, musang-musang itu lalu menunjukkan gejala flu berat, mengalami sesak nafas karena radang akut menginfeksi saluran pernafasan mereka, dan tak lama kemudian mati.

"Virus ini sangat berbahaya. Saat diamati, H7N7 tidak merepilkasi diri seperti pada H7N9. Tapi, ketika mulai menjangkiti musang, dampaknya jauh lebih ganas daripada H7N9. Jadi, bisa dibayangkan jika virus ini sampai menjangkiti manusia, niscaya akan memakan banyak korban jiwa," ucap Guan kepada VIVAnews.

"Laporan eksperimen itu langsung kami kirimkan ke pemerintah setempat. Mereka langsung memusnahkan semua unggas di Wenzhou tanpa terkecuali. Ratusan pasar unggas ditutup selama tiga-empat minggu terakhir. Kami ingin melihat apakah upaya ini bisa menghentikan penyebaran virus itu atau tidak."

Dalam artikelnya di Jurnal Nature, Guan Yi mewanti-wanti otoritas kesehatan China untuk mewaspadai kemunculan wabah pandemik baru.

"Saya kira WHO (World Health Organization) belum turun tangan dalam kasus virus H7N7 ini. Mereka memang melakukan riset dan investigasi pada virus H7N9, tapi belum sampai pada H7N7. Saya pasti akan diberitahu jika mereka mulai terlibat," ujar pria berkacamata itu.

Dalam kasus H7N9, badan kesehatan dunia itu mencatat 135 orang tertular virus ini; di mana 44 di antaranya meninggal dunia. Semuanya ada di wilayah China.

Cikal bakal

Nama H7N7 muncul berdasarkan kadar protein pada permukaan virus. Huruf H berasal dari hemagglutinin, yaitu zat yang menyebabkan sel darah merah menggumpal. Sementara N dari kata neuraminidase, protein yang ditemukan di permukaan virus. Protein itu, kata Profesor Yi, dapat berubah-ubah seiring mereka bertransmisi dari spesies satu ke lainnya.

Ia mencontohkan migrasi virus H7N9 ke unggas di China. Tes genetik menunjukkan virus itu mulanya dibawa unggas air dari Asia Timur. Di China, virus itu "melompat" ke bebek lokal, baru kemudian menulari ayam, dan dengan mudah menginfeksi manusia.

Sambil berpindah, virus H7N9 itu terus melakukan mutasi, melahirkan virus baru, karena bertukar gen dengan jenis virus influenza lain. Akibatnya, perubahan kadar protein virus flu yang berpindah mampu mengikat sel-sel di saluran pernafasan atas pada unggas.

Diduga, begitu pula proses yang akan terjadi pada H7N7. Virus ini adalah mutan dari H7 dan N7. Hanya saja profilnya lebih kuat dan lebih mematikan dari H7N9. "Jika sampai menginfeksi manusia, H7N7 akan menyebabkan pandemik, bisa membunuh banyak orang," Profesor Guan mewanti-wanti. "Virus ini tidak menular lewat udara. Virus mengendap di dalam usus burung, ayam, dan unggas lain. Ketika virus menginfeksi saluran pernafasannya, manusia jadi mudah tertular. Dimulai dari mereka yang sering berhubungan dengan hewan itu, lalu menular melalui interaksi antar manusia."

Dan China sangat potensial menjadi sumber penyebaran virus mematikan ini ke seluruh penjuru dunia. Selama ini kasus manusia terinfeksi virus flu burung kerap muncul pertama kali di negeri ini. Soalnya, negara dengan jumlah penduduk terbanyak ini adalah pemasok unggas terbesar. Menurut Livescience, hampir 65 persen bebek-konsumsi berasal dari Negeri Tirai Bambu.

Lahir di Belanda

Toh demikian, H7N7 bukan muncul pertama kali di China. Di tahun 2003, varian virus ini sempat ditemukenali ilmuwan di Belanda, tepatnya di sebuah peternakan unggas di Voorthuizen, Belanda bagian tengah. Dilaporkan BBC, hingga tahun 2005, 89 orang terinfeksi dan satu orang meninggal dunia.

Berita ini sempat mendunia. Salah satu yang mendengar kabar itu adalah Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti.  "Ada kejadian luar biasa di Belanda. Di sana virus H7N7 cukup banyak memakan korban, termasuk para ahli peternakan," tutur Ali Ghufron, dalam wawancara khusus dengan reporter VIVAnews Tommy Adi Wibowo di kantornya, 28 Agustus 2013.

Pada tahun 2006, virus H7N7 patogenik rendah lagi-lagi ditemukan di salah satu peternakan di Voorthuizen. Sebagai upaya pencegahan, pemerintah setempat langsung memusnahkan lebih dari 25 ribu ekor ayam di kota itu.

Selang dua tahun kemudian, virus H7N7 patogenik tinggi malah ditemukan di Shenington, Inggris. Diduga, virus ini berasal dari patogen yang sudah ada sebelumnya. Akibat virus ini, kematian unggas di kota itu meningkat 2,5 persen.

Tak ketinggalan, Spanyol juga pernah terjangkit virus ini. Pada Oktober 2009, H7N7 menyergap sebuah peternakan di Almoguera, Guadalajara, Spanyol. Ketika itu, Hong Kong langsung menyetop impor unggas dari negara terbesar di Eropa Barat itu, meski kualitas daging unggasnya tersohor nomor satu.

Membentengi Indonesia

Untungnya, H7N7 belum pernah mampir ke Tanah Air (atau jangan-jangan tidak terdeteksi). "Tidak ada laporan mengenai kasus H7N7 menjangkiti unggas di Indonesia. Masyarakat tidak perlu panik. Kami tidak akan tinggal diam. Kami sadar H7N7 termasuk virus flu burung yang memiliki potensi menular yang sangat tinggi, sehingga perlu perhatian serius," Ali Ghufron memastikan.

Senada dengan Ali Ghufron, catatan Kementerian Pertanian pun menyatakan belum ada laporan adanya infeksi H7N7 di Indonesia, baik pada unggas maupun pada manusia.

"Indonesia mempersiapkan diri untuk ancaman seperti ini, termasuk seperti pada kejadian H7N9 lalu di China, dan ancaman-ancaman serupa baik dari dalam maupun luar negeri," ungkap Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, kepada VIVAnews, Kamis 29 Agustus 2013.

"Dari sisi kesehatan, kami sudah memperkuat kesiapsiagaan dari segala lini untuk menghadapi masuknya H7N9 dan MERS-CoV. Kurang lebih gejala yang ditimbulkan akibat infeksi virus H7N7 sama dengan influenza lainnya, dan sistem surveilans kami cukup sensitif untuk mendeteksinya."

Menurut hemat Profesor Tjandra, H7N7 kemungkinan menyusup ke Indonesia melalui unggas, baik melalui perdagangan dan produk unggas dari negara yang tertular, atau melalui migrasi burung liar.

Untuk mengantisipasinya, Kementerian Kesehatan sudah mencanangkan strategi khusus; bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan kementerian terkait lainnya.

"Untuk membatasi penyebaran, kami akan mengoptimalkan sistem surveilans rutin, surveilans Influenza Like Illnesses (ILI) dan surveilans terhadap penyakit saluran pernafasan berat atau severe acute respiratory infections (SARI). Ini untuk mendeteksi kasus secara dini dan melakukan respons yang sesuai," kata Tjandra. "Selain itu, kami juga memperkuat sistem deteksi dini di pintu-pintu masuk negara, baik itu laut, darat, dan udara."

Lalu, apa yang bisa kita lakukan?

Chairul Anwar Nidom, Ketua Avian Influenza Research Center (Pusat Riset Flu Burung) Universitas Airlangga menyarankan, "Virus flu burung sangat berpotensi menular ketika masuk ke batang hidung, karena di situ tempat mereka hidup dan berkembang biak. Virus H7N7 juga berpotensi menular dari manusia ke manusia, karena virus ini mudah beradaptasi dengan lingkungan. Jadi, alangkah baiknya jika mulai memakai masker sejak sekarang."

Monday, 29 July 2013

Mesir Kian Berdarah, Ikhwanul Muslimin Melawan Militer & Selebrit. Sedikit 100 orang tewas dalam bentrok berdarah Sabtu kemarin

Para pendukung Presiden Mesir Mohamed Mursi berlari dari gas air mata dalam bentrokan dengan polisi di Jembatan
pertikaian politik di Mesir kian memanas. Pada Sabtu malam 27 Juli 2013, waktu Mesir, bentrokan terjadi antara massa demonstran pendukung Presiden Mesir yang digulingkan militer, Mohamed Mursi, dengan pasukan keamanan. Korban tewas diperkirakan lebih dari seratus orang.

Bahkan, seperti diberitakan India Times, Minggu 28 Juli 2023, sedikitnya 120 orang tewas dan dan 4.500 lainnya terluka.

Juru bicara Ikhwanul Muslimin, Gehad El-Haddad, mengatakan polisi menembakkan peluru tajam pada demonstran yang menggelar aksi unjuk rasa dengan damai. "Mereka tidak menembak untuk melukai, tetapi untuk membunuh," ujarnya.

Aktivis pro Mursi itu mewanti-wanti insiden ini tidak akan membuat mereka gentar dan bahkan mengancam pertumpahan darah akan berlanjut jika tentara tidak mundur. "Kami akan tinggal di sini sampai mati satu per satu," kata El-Haddad.

El-Haddad menuturkan pasukan polisi khusus yang berseragam hitam-hitam menembaki para para demonstran yang duduk-duduk di luar Masjid Rabaa al-Adawiya di Distrik Nasr City, Kairo, dengan peluru tajam.

Ahmad Aref, juru bicara Kelompok Ikhwanul Muslimin lainnya, juga menyatakan hal senada. Menurut dia, jumlah korban jiwa hingga Sabtu malam mencapai seratusan orang. Itu termasuk 61 orang yang dalam keadaan mati otak karena hidupnya bergantung pada alat bantu pernapasan.

Selain itu, juga terdapat lebih dari 4.000 pengunjuk rasa yang kini masih dirawat di rumah sakit, akibat efek gas air mata dan tembakan peluru tajam.
Hal itu diperkuat dengan data dari petugas medis yang menangani korban luka. Mereka mengatakan sedikitnya sebanyak 70 persen korban luka disebabkan peluru tajam.

"Mereka sebagian besar terbunuh oleh luka tembakan, khususnya yang ditembakkan oleh penembak jitu di bagian kepala," ungkap dr. Hesham Ibrahim yang memeriksa korban tewas di kamar mayat.

Para pendukung Mursi telah berkemah di tempat tersebut sejak 3 Juli lalu, sehari setelah Mursi digulingkan.

Kantor berita MENA mengutip sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa tidak ada senjata api yang digunakan untuk membubarkan para demonstran.

Sementara itu, data resmi Kementerian Kesehatan Mesir mencatat jumlah korban tewas akibat bentrokan yang berlangsung sejak Jumat kemarin hanya 65 orang. Namun, kemudian informasi itu diralat oleh Kepala Layanan Ambulans, Mohammed Sultan, yang mengatakan jumlah korban tewas mencapai 72 orang.

Akan dibubarkan
Kementerian Dalam Negeri Mesir menyatakan akan terus membubarkan aksi demonstran para pendukung Mursi. Seperti diberitakan Al Jazeera, Minggu 28 Juli 2013, Menteri Dalam Negeri Mesir Mohamed Ibrahim dalam jumpa pers Sabtu kemarin menyatakan, pemerintah akan terus mengerahkan polisi untuk membubarkan para demonstran.

Dia merujuk kepada tuntutan hukum yang diajukan penduduk di sekitar Masjid Rabaa al-Adawia, yang berkeberatan dengan pendudukan area di sekitar kediaman mereka oleh para pengunjuk rasa.

"Kami berharap, para pengunjuk rasa dapat berpikir jernih dan mereka segera mengakhiri unjuk rasa ini demi mencegah pertumpahan darah," ujar Ibrahim.

Pemerintah membantah keras tuduhan telah memicu terjadinya konflik berdarah tersebut. Ibrahim balik menuduh tindak kekerasan dipicu terlebih dahulu oleh massa pendukung Mursi.

Menurut dia, demonstran mulai memuntahkan timah panas ke arah petugas keamanan dan melukai 14 petugas polisi, termasuk dua orang yang saat ini masih kritis setelah tertembak di bagian kepala. Ibrahim juga menyatakan tentara keamanan hanya menggunakan gas air mata untuk menghadapi massa.
Menurut laporan BBC, peristiwa kerusuhan hari Sabtu kemarin dipicu oleh aksi pendukung Mursi yang membuat barikade di sekitar area mereka berunjuk rasa.
Demo selebriti
Unjuk rasa besar-besaran di Mesir tidak hanya diikuti oleh massa pendukung dan penentang mantan Presiden Mesir, Mohamed Mursi. Selebriti dan figur-figur penting di negeri Seribu Piramida itu juga ikut turun ke jalan.

Mereka mengikuti seruan Panglima Militer dan Menteri Pertahanan sementara Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, agar ikut berdemonstrasi menentang aksi terorisme.

Dikutip dari laman Al-Arabiya, Minggu 28 Juli 2013, sederet selebriti Mesir itu antara lain aktris papan atas Yousra, Nelly Karim, Elham Shahine, Nadia al-Jundi, Mervat Amin, dan aktor Ezzat al-Alayli.

Menurut aktris Nelly Karim, dia ikut terlibat dalam aksi unjuk rasa itu untuk mengkampanyekan penolakan terhadap segala aksi teror.

Sementara itu, aktris Yousra mengatakan seluruh rakyat Mesir seharusnya bangga dengan keberadaan militer mereka, khususnya saat peristiwa patriotik seperti saat ini sedang berlangsung.

Sedangkan aktor kawakan, Mahmour Kabil, menyerukan harapannya agar kelompok Ikhawanul Muslimin segera merespons tawaran pihak militer untuk bergabung dengan kabinet Presiden Mansour serta melakukan rekonsiliasi nasional.

Massa yang terdiri dari para selebriti itu kemudian berkumpul di Lapangan Tahrir dan ikut berbuka puasa dengan pengunjuk rasa penentang Mursi.

Selain selebriti, juga banyak politisi yang turut berpartisipasi dalam unjuk rasa kemarin, di antaranya Menteri Kebudayaan, Mohamed Saber Arab, Menteri Pendidikan Tinggi, Hossam Issa, dan anak mantan Presiden Gamal Abdel Nasser, Hakim Abdel Nasser.
Kecaman
Keprihatinan atas banyaknya korban tewas ini disuarakan tokoh-tokoh Mesir maupun figur internasional.

Imam besar Masjid Al-Azhar bahkan menyerukan untuk dilakukan investigasi. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dan Juru Bicara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton ikut mengutuk pembantaian yang terjadi pada Sabtu kemarin itu.

Kerry mengatakan dalam situasi seperti ini pemerintah Mesir memiliki kewajiban moral dan hukum untuk menghormati hak dan kebebasan berekspresi. Sedangkan Ashton menyatakan keprihatinan yang mendalam atas pertumpahan darah itu dan mendorong semua pihak agar menahan diri.

Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa, Minggu 28 Juli 2013, meminta pihak-pihak yang terlibat bentrok di Mesir untuk segera menghentikan segala tindakan kekerasan. Dalam keterangan tertulisnya, dia menyatakan ketimbang terus menggunakan cara-cara represif, sebaiknya semua pihak yang tengah bertikai duduk berkompromi.

Menteri Marty mengingatkan apabila solusi yang bijaksana tidak segera dicari, situasi di Mesir akan semakin memburuk dan bisa memicu konflik horisontal.

"Seluruh pihak perlu menahan diri, mengedepankan semangat untuk mencapai kompromi, menghindari aksi kekerasan dan menghormati hak asasi manusia, mengedepankan cara-cara damai dan konstitusional," ujar Marty.

Marty mendorong masyrakat internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mendukung proses rekonsiliasi di Mesir serta mencari solusi konstitusional yang dapat diterima rakyat Mesir.

Dijelaskannya pula, warga Indonesia di Mesir saat ini aman. Kementerian Luar Negeri belum menerima informasi ada WNI yang menjadi korban pada aksi bentrok yang terjadi sejak Jumat kemarin.

Dia mengimbau WNI yang ada di Mesir agar menghindari kerumunan massa dan tidak melibatkan diri dalam masalah negeri tersebut. KBRI di Ibukota Kairo juga telah diinstruksikan untuk secara intensif memantau keadaan di Mesir, termasuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi dalam menghadapi kemungkinan terburuk di sana.

"WNI agar terus memelihara komunikasi dengan KBRI supaya kami dapat memastikan perlindungan bagi semua WNI di Mesir," kata Marty.

Kementerian Luar Negeri RI telah mengeluarkan peringatan bepergian (travel advisory). WNI diimbau untuk sementara waktu agar tidak berkunjung ke Mesir, kecuali ada keperluan yang mendesak hingga situasi keamanan di sana kembali stabil.

Saturday, 27 July 2013

Palu dan Bitung Akan Jadi Kawasan Ekonomi Khusus. Ada lima kawasan potensial yang dievaluasi pemerintah

Menko Perekonomian Hatta Rajasa
Pemerintah menargetkan dapat memberlakukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru pada tahun ini di dua daerah, yaitu Bitung di Sulawesi Utara dan Palu di Sulawesi Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Radjasa, Jumat 26 Juli 2013, menyatakan penetapan dua wilayah tersebut setelah Tim Komite Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia melakukan rapat evaluasi terhadap lima KEK yang memaparkan perkembangan sesuai harapan.

Hatta menjelaskan, sebenarnya ada lima kawasan potensial yang dievaluasi pemerintah dalam rapat koordinasi menteri bidang perekonomian hari ini. Antara lain adalah Bitung, Palu, Mandalika, Maloy Trans Kalimantan Economic Zone, dan Tanjung Api-Api.

Pilihan pemerintah untuk segera memberlakukan Kawasan Ekonomi Khusus untuk Bitung dan Palu adalah atas dasar pertimbangan keduanya telah memiliki kesiapan diantara yang lainnya.

"Diperkirakan tahun ini, Bitung dan Palu sudah sangat siap," ujar Hatta di Jakarta.

Pembangunan jalan tol di Bitung, kata Hatta, sudah akan dilakukan pada tahun ini. Diharapkan pada Januari 2014 sudah ada tender jalan tol dengan diberikannya insentif viability get fund (VGF). "Perusahaan-perusahaan yang akan masuk di situ juga sudah siap," kata Hatta.

Sementara untuk kawasan Palu, Hatta mengatakan bahwa area seluas 2 ribu hektare yang ditargetkan untuk menjadi wilayah KEK, sudah ditunjang dengan jalan terusan Parigi menuju Teluk Tomini.

Selain infrastruktur yang sudah dipersiapkan, pemerintah memilih kedua kawasan ini karena keduanya memiliki potensi perekonomian di berbagai bidang. "Kami mengharapakan daerah-daerah tersebut akan berkembang karena memiliki potensi, baik dari potensi kelautan, pertanian, maupun pertambangan di daerah itu, termasuk smelter," kata Hatta.

Sementara yang lainnya, kata Hatta, kemajuan dan perkembangannya masih diupayakan oleh pemerintah daerah setempat. "Kami menunggu pemerintah daerah untuk melengkapinya seperti Tanjung Api Api dan Mandalika yang sudah hampir selesai. Tapi, kami masih menunggu blue print atau rencana perluasan kawasan pembangunan tersebut yang dilakukan perubahan terhadap desain yang sebelumnya," kata Hatta.

Selanjutnya, pemerintah akan segera menetapkan fasilitas kepabeanan dan pajak cukai di KEK yang ditetapkan. Pemerintah mengambil tolok ukur kawasan serupa di negara lain sebagai perbandingan.

"Saingan kita seperti Shenzen China dan Tanjung Pelepas, Johor Baru Malaysia," kata Hatta.

Pekan depan, Hatta menambahkan, tim akan kembali rapat untuk khusus membahas fasilitas kepabeanan dan penerapan pajak cukai itu. "Nanti sebelum kami tetapkan, tentu pemda kami undang untuk diminta komitmennya," kata Hatta.

Sebagaimana diketahui, apabila KEK telah ditetapkan, maka seluruh kewenangan untuk memberikan segala hal yang berkaitan dengan kawasan industri itu sudah berada pada satu atap dan dikelola oleh badan pengusahaan.

"Kebijakan-kebijakan melalui dewan kawasan. Oleh sebab itu pemda menjadi fasilitator di situ. Ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih. Ini juga menjadi perhatian kami di dalam KEK," kata Hatta.

Khusus untuk Kalimantan, kata Hatta, dari tiga kawasan yang diajukan di Kalimantan Timur, tim komite pemerintah hanya akan menyetujui satu saja yang akan dijadikan KEK.

"Kami meminta konfirmasi Pemda agar mengintegrasikan dari tiga ajuan tersebut," kata Hatta.

Sebagaimana diketahui, Hatta melanjutkan, Maloy TKEZ dan Lubuk Tutung merupakan daerah yang potensial dilihat dari luasan areal pertanian yang sudah semakin membesar dan juga basis mineral logam maupun batubara yang sangat besar.  "Oleh karena itu kami ingin hilirisasi terjadi di KEK tersebut," kata Hatta.

Sei Mengkei dan Tanjung Lesung

Dalam kesempatan itu, Hatta juga memaparkan hasil evaluasi terhadap KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara. Menurut Hatta, kemajuannya cukup memuaskan. "Evaluasi tim komite menunjukkan on the track," ujar Hatta.

Hatta menjelaskan, Unilever sebagai jangkar dari perusahaan yang akan masuk dalam KEK, telah berjalan dengan baik dan pada Oktober 2014 produksi sudah akan dimulai. "Itu satu-satunya perusahaan hilirisasi yang sampai ke bawah betul yang dilakukan unilever, di luar kawasan mereka," kata Hatta.

Pelabuhan untuk curah akan segera selesai sebelum oktober 2014, terletak di Kuala Tanjung. Sedangkan pelabuhan kontainer, akan mulai dibangun pada tahun depan.  "Pembangunan tentu dalam skala yang cukup panjang dengan investasi yang cukup besar dilakukan oleh Pelindo," kata Hatta.

Sei Mangkei, kata Hatta, dipandang sebagai kawasan yang sangat ideal dengan adanya Kuala Tanjung sebagai gerbang barat Indonesia. Di dalam kawasan ini juga akan masuk PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang akan menjadi basis industri mineral. "Sedangkan industri hilirnya dalam kluster itu akan dibangun," kata Hatta.

Adapun KEK di Banten, yaitu Tanjung Lesung, Hatta menyatakan, pemerintah memusatkan perhatian pada pembangunan akses jalan kawasan itu.

"Pemda sudah dilakukan studi ekonomi viable, tapi secara komersial belum. Ini akan dilakukan suatu pengkajian dalam pembangunan jalan tol itu, seberapa jauh financial gap yang harus kami keluarkan. Untuk itu Menteri PU akan menganalisis," kata Hatta. (sj)


Wednesday, 24 July 2013

Survei SSSG: Jokowi Tokoh Terpopuler 2013. Popularitas Jokowi tak terkait partainya bernaung, PDI Perjuangan.

Jokowi bersepeda blusukan kampung.
Soegeng Sarjadi School of Goverment (SSSG), Rabu 24 Juli 2013, menyimpulkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau yang lebih akrab disapa Jokowi merupakan tokoh terpopuler di tahun 2013. Kesimpulan ini ditarik berdasarkan survei yang mereka gelar pada kurun waktu 3 - 22 Juni 2013. Jokowi meraih angka popularitas sebesar 25,48 persen.

"Jokowi dipilih publik karena dia mau turun ke jalan dan memiliki sikap merakyat. Selain itu program Kartu Jakarta Sehat juga disukai masyarakat," ujar Kepala Riset SSSG, Ilman Nafian, dalam jumpa pers di Wisma Kodel, Jakarta.

Ilman menjelaskan, popularitas mantan Walikota Solo itu tidak terkait dengan partainya, PDI Perjuangan. Sebab, publik tidak menjadikan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu sebagai pertimbangan dalam memilih Jokowi.

"Publik memilih bukan karena partainya apa tapi karena apakah tokoh itu bersedia turun ke masyarakat atau tidak," kata Ilman.

Untuk diketahui, populasi dalam survei SSSG adalah seluruh warga yang tinggal di 10 kota besar yakni DKI Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, Jogjakarta, Palembang, Denpasar dan Balikpapan, yang memiliki telepon rumah. Sedangkan untuk kriteria sampel atau responden adalah warga di 10 kota besar yang terpilih dan sudah memiliki hak pilih dalam pemilu.

Dalam penelitian ini, sampel diambil dari hasil mengacak nomor telepon yang terdapat di dalam buku Telkom. Jumlah sampel sebanyak 2.450 responden dengan tingkat keyakinan 99 persen, margin of error kurang lebih 2,61 persen.

Berikut adalah daftar tokoh terpopuler 2013 versi SSSG:

1. Jokowi 25,48 persen
2. Prabowo Subianto 10,52 persen
3. Jusuf Kalla 5,69 persen
4. Aburizal Bakrie 4,23 persen
5. Dahlan Iskan 4,14
6. Mahfud MD 2,72 persen
7. Megawati Soekarnoputri 2,68 persen
8. Wiranto 1,18 persen
9. Hidayat Nurwahid 1,02 persen
10. Hatta Rajasa 0,81 persen
11. Chairul Tanjung 0,53 persen
12. Surya Paloh 0,33 persen
13. Sri Sultan Hamengku Buwono X 0,33 persen
14. Pramono Edhie Wibowo 0,12 persen
15. Sri Mulyani 0,2 persen
16. Ani Yudhoyono 0,2 persen.

Jika Presiden Dimaki Ketua FPI "Pecundang Penyebar Fitnah"

SBY meminta penegak hukum menindak tegas pelaku kekerasan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menyindir kelompok-kelompok masyarakat yang melakukan razia dan kekerasan atas nama agama. Saat menerima kunjungan pimpinan universitas Islam se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Selasa 23 Juli, Presiden mengatakan kekerasan dan perusakan yang dilakukan mereka tak cuma merugikan Indonesia, tapi juga negara lain.

SBY mengisahkan, suatu saat Menteri Agama menerima kunjungan pimpinan sebuah negara Timur Tengah ke Indonesia. Ketika itu Menteri Agama belum dijabat Suryadharma Ali. Berbekal pengalamannya menonton televisi, tamu negara itu bertanya, "Apa sebenarnya tujuan kelompok-kelompok yang melakukan kekerasan itu?"

"Barangkali menertibkan," kata Menteri Agama, ditirukan SBY.

"Tidak bolehlah itu dilakukan dengan kekerasan," tamu negara dari Timur Tengah itu langsung menukas. "Begini, itu merugikan dalam dua hal. Satu, merugikan Islam, karena Islam tidak begitu, dan kedua merugikan Arab, karena mereka menggunakan pakaian Arab."

Mendengarnya, Menteri Agama RI hanya bisa tersenyum, sembari memendam malu.

Mendengar kisah SBY para pimpinan universitas Islam tertawa.

"Ini true story," kata Presiden.

Di luar cerita yang memerahkan telinga itu, dalam sambutannya Presiden mengungkapkan apresiasinya kepada pihak-pihak yang disebutnya telah berusaha menjaga kerukunan beragama. Sebab, kata SBY, kerukunan antar umat beragama di Indonesia sudah dijadikan model negara-negara lain di dunia.

Dilawan warga
Bukan sekali itu SBY menyentil ormas-ormas agama yang doyan tampil garang.

Hari Minggu lalu, Presiden melansir pernyataan langsung menyesalkan bentrok antara Front Pembela Islam (FPI) dan warga Kendal, Jawa Tengah. Dalam insiden ini, sejumlah warga dan anggota FPI terluka. Tak terima atas aksi sepihak FPI, warga setempat melawan. Polisi sendiri sudah menetapkan beberapa anggota FPI sebagai tersangka dalam kasus ini.

Presiden menegaskan langkah yang diambil kepolisian sudah tepat. "Saya menginstruksikan kepada Polri dan para penegak hukum untuk tidak membiarkan kejadian seperti itu, konflik atau bentrokan horisontal. Tidak boleh ada elemen-elemen masyarakat, termasuk FPI, dibiarkan melakukan perusakan," ujar SBY usai menghadiri buka puasa bersama 5.000 anak yatim piatu di Hall D, JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu kemarin.

SBY menyatakan dia memantau langsung peristiwa itu melalui Twitter. Banyak Twitterer yang mengeluhkan dan mengecam ulah FPI tersebut. Presiden juga langsung mendengarkan paparan dari Kapolri dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan tentang kronologi kasus tersebut.

Kamis lalu, 18 Juli 2013, terjadi bentrok terjadi antara puluhan anggota FPI dan penduduk Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah. Satu orang tewas dalam peristiwa itu. Sejumlah warga dan anggota FPI terluka, sedikitnya satu mobil yang ditumpangi rombongan FPI hangus dibakar massa, dan tiga mobil FPI lainnya rusak diamuk warga yang marah.

Kawanan FPI ini gabungan dari Kendal, Temanggung, dan Kabupaten Semarang. Mereka baru saja merazia lokasi prostitusi dan judi togel di Kota Sukorejo.
Warga setempat tak terima dengan ulah anggota FPI melakukan sweeping di wilayah mereka secara semena-mena. Aksi main hakim sendiri itu menyinggung warga Sukorejo, karena para anggota FPI itu bukanlah warga setempat.

Pecundang!
Disentil Presiden, Ketua FPI Habib Rizieq Shihab tak terima. Dia berang akan pernyataan SBY yang menyebut ormasnya telah mencederai ajaran Islam.

Dalam siaran persnya, Selasa 23 Juli 2013, Rizieq berdalih kerusuhan di Kendal itu bukan dipicu FPI. Bahkan, menurut dia, aksi para anak buahnya itu cuma sekadar "monitoring damai, bukan sweeping".

"Justru FPI yang di-sweeping oleh ratusan preman pelacuran bersenjata. Di Kendal, FPI tidak melakukan perusakan. Justru beberapa kendaraan FPI yang dirusak dan dibakar preman," kata Rizieq, balik menuding.

Dia mengatakan, FPI sudah mendatangi Polres Kendal dan meminta tempat pelacuran ditutup, apalagi di bulan Ramadan. Menurut dia, Kapolres Kendal sudah menyatakan di berbagai media bahwa FPI sudah berkoordinasi dengan aparat sebelum beraksi.

Tak tanggung-tanggung, Rizieq memaki dan menghujat Presiden SBY, "Kasihan, ternyata SBY bukan seorang negarawan yang cermat dan teliti dalam menyoroti berita, tapi hanya seorang pecundang yang suka sebar fitnah dan bungkam terhadap maksiat! Tentu, seorang Presiden yang menyebar fitnah, membiarkan maksiat, ditambah lagi melindungi Ahmadiyah dan aneka megaskandal korupsi, sangat mencederai ajaran Islam!"

Soal caci-maki Rizieq terhadap Presiden ini, Sekretaris Kabinet Dipo Alam di Istana Negara meminta FPI justru berintrospeksi. Dipo menilai kecaman Presiden terhadap FPI adalah hal yang wajar. Itu disampaikan karena memang ada kelompok masyarakat yang mengganggu ketertiban umum.

“Sebagusnya FPI kita ajak untuk introspeksi. Siapa pun, termasuk orang Islam, tidak suka kalau dalam melakukan kebajikan atau syiar Islam, dinodai oleh kekerasan,” ujar Dipo.

Ia memprihatinkan FPI jika niat Presiden menjaga kerukunan bermasyarakat malah disalahartikan, apalagi sampai menuding Presiden menebar fitnah. “Silakan masyarakat menilai sendiri apakah Presiden memfitnah. Saya kira tidak. Syiar Islam bukan dengan cara kekerasan dan main hakim sendiri,” kata Dipo.

Mengenai mulai munculnya tuntutan membubarkan FPI, Dipo mengatakan belum ada pembahasan mengenai hal tersebut. Namun yang jelas, pemerintah bersikap jika ada pelanggaran hukum harus ditindak dengan tegas. Dipo mengimbau FPI bertindak rasional di bulan suci Ramadan, sehingga masyarakat dapat hidup tenteram.

Politisi Demokrat Ruhut Sitompul tak sedingin Dipo menanggapi pernyataan Rizieq. "Terlepas pasal penghinaan presiden sudah dicabut MK melalui judicial review, tapi untuk kelakuan provokator seperti Rizieq ada banyak celah hukum yang bisa dipakai kepolisian dan kejaksaan untuk menangkap Rizieq," kata dia, berapi-api. "Tangkap saja segera karena itu menyangkut presiden RI. Yang dilakukan FPI itu sudah berkali-kali, jangan merasa dia tidak bisa dibubarkan. Jangankan ormas, parpol pun sudah pernah dibubarkan di RI."

Senada dengan Ruhut, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana menilai pernyataan Rizieq sudah dapat dikategorikan melawan pemerintahan yang sah. Seharusnya, kata Sutan, FPI tunduk pada hukum dan konstitusi.

"Mereka tidak boleh menjalankan aturan sendiri, apalagi membawa-bawa nama Islam. Kita ini bukan negara Islam. Mestinya kita harus menunjukkan ajaran Islam yang damai, bukannya malah menyebarkan ketakutan di mana-mana," kata dia.

Menanggapi ini, Ketua DPP FPI Bidang Dakwah sekaligus Juru Bicara FPI, Habib Muhsin Alattas, mengatakan pihak-pihak yang menuntut FPI dibubarkan tak perlu risau. "FPI akan bubar sendiri jika hukum ditegakkan dengan baik oleh aparat dan pejabat negara," kata dia dalam keterangan persnya.

Muhsin malah menyesalkan pemberitaan media massa terhadap FPI yang di matanya tidak berimbang dan objektif. Menurut dia, tidak ada media yang memberitakan justru FPI yang diserang lebih dulu oleh apa yang disebutnya sebagai "kelompok preman bayaran bos-bos judi".

Kepada wartawan, Selasa, Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan lembaga yang berwenang menegur FPI adalah Menteri Dalam Negeri. "Mendagri (Gamawan Fauzi) sendiri telah menegur FPI dua kali dengan surat tertulis. Teguran keras," kata dia di Istana Negara.

Dia mengaku belum tahu apakah FPI akan kembali mendapat teguran keras berikutnya dan dijatuhi sanksi, terkhusus berkaitan dengan pernyataan terbuka Ketua FPI Rizie Shihab yang memaki Presiden SBY sebagai "pecundang yang suka sebar fitnah dan bungkam terhadap maksiat".