Saturday, 17 May 2014

Antiklimaks Konvensi Capres Demokrat. Suara partai merosot tajam, sulit mengusung capres sendiri

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat konfrensi pers hasil survei peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat, Jakarta, Jum'at (15/05/2014).Konvensi calon presiden dari Partai Demokrat berakhir antiklimaks. Niat partai penguasa mengusung capres sendiri dalam Pemilu Presiden 9 Juli 2014 nanti, kandas. Apa daya, perolehan suara Demokrat jauh dari cukup untuk mengusung capres sendiri. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini hanya mampu mengantungi suara 10,19 persen.
Konvensi yang diikuti sebelas peserta ini: Ali Masykur Musa, Anies Rasyid, Anis Baswedan, Dahlan Iskan, Dino Patti Jalal, Endriartono Sutanto, Gita Wirjawan, Hayono Isman, Irman Gusman, Marzuki Alie, Pramono Edhie Wibowo, dan Sinyo Harry Sarundajang, dimenangi Dahlan Iskan yang kini menjabat sebagai menteri BUMN.
Namun masalahnya, suara Dahlan pun dari survei internal yang dilakukan Demokrat belum mampu menyaingi elektabilitas dan kepopuleran dua capres lain yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra, Joko Widodo dan Prabowo Subianto.
Komite konvensi melakukan survei dengan menggandeng tiga lembaga survei. Ketua Komite Konvensi Partai Demokrat Maftuh Basyuni mengatakan, dari hasil survei tiga lembaga itu nama Dahlan Iskan yang memiliki tingkat elektabilitas paling tinggi.

Maftuh mengatakan, Partai Demokrat telah melakukan survei sebanyak dua kali. Terakhir dilakukan pada 29 April sampai 8 Mei 2014. Tiga lembaga survei itu mensurvei 3.000 responden.

Berdasarkan Lembaga Survei Indonesia, elektabilitas Dahlan tercatat 15,5 persen; berdasarkan Populi dia mendapat 21,4 persen, dan Markplus Inside sebesar 23 persen.

Hasil survei menempatkan Pramono Edhie di posisi kedua, Marzuki Ali di posisi ketiga, Gita Wirjawan di posisi keempat, dan Anies Baswedan di posisi kelima.

Setelah hasil akhir survei peserta konvensi itu diketahui, ketiga lembaga survei itu juga menyandingkan Dahlan Iskan dan calon presiden dari partai lain, yaitu dari PDIP Joko Widodo dan Prabowo Subianto dari Gerindra, serta Aburizal Bakrie dari Partai Golkar.

Dari hasil survei itu, elektabilitas Jokowi melejit ke angka 45 persen, Prabowo Subianto 35 persen, Aburizal Bakrie 8 persen, dan Dahlan hanya 2 persen. "Kalau disandingkan dengan capres lain, maka elektabilitas Dahlan Iskan masih jauh di bawah dari kalangan eksternal," ujar Maftuh.
Dalam pernyataannya di Kantor Pusat Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat petang 16  Mei 2014, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyadari rendahnya elektabilitas 11 calon presiden peserta konvensi. Bahkan elektabilitas peserta calon presiden konvensi masih jauh di bawah capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto. "Saya tidak mengecilkan kemampuan capres konvensi," kata SBY.

Diakuinya suara yang terbatas dan elektabilitas calon yang rendah membuat langkah Demokrat makin terbatas. "Dengan elektabilitas yang belum setinggi capres papan atas, ini membatasi opsi Partai Demokrat," katanya.

Meski begitu, SBY menilai 11 capres konvensi ini memiliki kemampuan untuk berkompetisi pada Pemilu Presiden. Namun kemampuan mereka bukan untuk Pilpres tahun ini, tapi untuk masa yang akan mendatang. "Tidak pernah ada waktu yang sia-sia. Cara inilah cara demokrasi," ujar SBY.

SBY mengapresiasi model konvensi capres yang dilakukan Demokrat. Menurutnya model konvensi ini merupakan konsep demokrasi yang sesungguhnya. Dimana para capres menyampaikan visi misinya, solusi dan menawarkan kebijakan yang akan dijalankan untuk menjawab permasalahan bangsa.

"Saya katakan bahwa kemampuan peserta konvesi, visinya  Insya Allah akan bisa digunakan di waktu yang akan datang," imbuhnya.
Hitung Strategi
SBY menuturkan, partainya tak bisa berbuat banyak dengan perolehan suara yang hanya 10,19 persen. Dengan perolehan sebesar itu, Demokrat tidak mungkin mengusulkan calon presiden sendiri.
SBY mengatakan, Undang-undang telah membatasi Demokrat untuk mencalonkan presiden, meski punya calon sendiri. "Itu fakta dan realitas yang perlu disadari rakyat Indonesia," kata SBY.

Pernyataan SBY ini sekaligus menjawab pertanyaan sejumlah pihak yang mempertanyakan sikap Demokrat di Pilpres 2014. "Suara kami hanya 10 persen, barangkali rakyat mengharapkan partai lain maju sebagai capres, pemimpin lima tahun mendatang," ujarnya.

Atas dasar itu, hingga kini Demokrat masih cermat menghitung strategi hingga sisa waktu berakhir 20 Mei: apakah akan berkoalisi, membuat poros koalisi baru, atau malah netral dan membentuk partai oposisi.

SBY mengatakan, pembentukan poros baru juga tidak telalu mudah. Banyak kepentingan yang harus disatukan dengan Demokrat. Membangun koalisi tentu terbangun dari kehendak, tidak mungkin bila partai itu tidak punya kehendak. "Kalau itu tidak mungkin, kami menuju kepada kekuatan lain," katanya.

Kemudian, bila harus mendukung partai lain juga tidak mudah. Harus ada keyakinan yang dibangun, karena Demokrat tak bisa asal dukung tanpa tahu kepentingan partai yang didukung. Tentu saja, bila tidak sesuai, Demokrat tidak bisa mendukung begitu saja.

Yang jelas, kata SBY, langkah Demokrat tak bisa dijawab kali ini. Demokrat akan menentukan arah melalui Rapat Pimpinan Nasional pada 20 Mei. "Kami sedang bekerja, segala sesuatu akan gamblang, kami akan melakukan Rapimnas," katanya.

Thursday, 15 May 2014

DAFTAR NAMA ANGGOTA DPR-RI 2014 -2019 DARI 10 PARTAI POLITIK YANG LOLOS KE SENAYAN


http://www.tubasmedia.com/wp-content/uploads/2012/10/101012-nasional2.jpgPARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN
1. Dapil Aceh I : Tagore Abubakar 64.159 suara.
2. Sumatera Utara I : Sofyan Tan 113.716 suara.
3. Irmadi Lubis : 46.039 suara.
4. Sumatera Utara II : Trimedya Panjaitan 101.415 suara.
5. Sumatera Utara III : Junimart Girsang 76.819 suara.
6. Sumatera Barat I : Alex Indra Lukman.
7. Sumatera Barat II : Agus Susanto 39.131 suara.
8. Riau I : Effendy Sianipar 69.425 suara.
9. Riau II : Marsiaman Saragih 26.650 suara.
10. Jambi : Ihsan Yunus 61.648 suara.
11. Sumatera Selatan I : Nazarudin Kiemas 59.930 suara.
12. Sumatera Selatan II : Erwin M Singaruju 81.644 suara.
13. Yulian Gunhar 44.192 suara.
14. Bengkulu : Elva Hartati 30.298 suara.
15. Lampung I : Isma Yatun 65.731 suara,
16. Sudin 64.008 suara.
17. Lampung II : Henry Yosodiningrat 54.022 suara.
18. Itet Tridjajati Sumarijanto 40.203 suara.
19. Bangka Belitung : Rudianto Tjen 72.400 suara.
20. Kepulauan Riau : Dwi Ria Latifa 48.579 suara.
21. Dapil Jakarta I : Wiryanti Sukamdani 30.691 suara.
22. Jakarta II : Eriko Sotarduga 61.888 suara.
23. Masinton Pasaribu 30.989 suara.
24. Jakarta III : Charles Honoris 96.842 suara.
25. Effendi MS Simbolon 89.028 suara.
26. Darmadi Durianto 52.861 suara.
27. Jawa Barat I: Junico BP Siahaan 64.980 suara.
28. Ketut Sustiawan 32.234 suara.
29. Jawa Barat II : Yadi Srimulyadi 59.842 suara.
30. Jalaludin Rakhmat 56.402 suara.
31. Jawa Barat III : Diah Pitaloka 31.993 suara.
32. Jawa Barat IV : Ribka Tjiptaning 43.393 suara.
33. Jawa Barat V : Adian Yunus Yusak Napitupulu 35.589 suara.
34. Indra P Simatupang 35.139 suara.
35. Jawa Barat VI : Sukur Nababan 123.493 suara.
36. Risa Mariska 27.578 suara.
37. Jawa Barat VII : Rieke Diah Pitaloka 255.044 suara.
38. Tono Bahtiar 50.663 suara.
39. Jawa Barat VIII: Ono Surono 72.608 suara.
40. Yoseph Umarhadi 66.181 suara.
41. Jawa Barat IX : Maruarar Sirait 131.618 suara.
42. TB Hasanuddin 76.991 suara.
43. Jawa Barat X : Puti Guntur Soekarno 93.404 suara.
44. Jawa Barat XI : Dony Maryadi Oekon 38.006 suara.
45. Jawa Tengah I : Juliari P Batubara 128.956 suara.
46. Tjahjo Kumolo 59.761 suara.
47. Jawa Tengah II : Daryatmo Mardiyanto 41.453 suara.
48. Jawa Tengah III: Imam Suroso 91.708 suara.
49. Evita Nursanty 73.673 suara.
50. Jawa Tengah IV: Bambang Wuryanto 128.116 suara.
51. Agustina Wilujeng Pramestuti 56.707 suara.
52. Jawa Tengah V: Puan Maharani 369.927 suara.
53. Aria Bima 96.163 suara.
54. Rahmad Handoyo 33.569 suara.
55. Jawa Tengah VI : Sudjadi 79.681 suara.
56. Nusyirwan Soedjono 55.293 suara.
57. Jawa Tengah VII: Utut Adianto 67.001 suara.
58. Jawa Tengah VIII: Adisatrya Suryo Sulisto 105.399 suara.
59. Budiman Sudjatmiko 68.861 suara.
60. Jawa Tengah IX: Muhammad Prakosa 75.657 suara.
61.  Damayanti Wisnu Putranti 75.657 suara.
62. Jawa Tengah X: Hendrawan Supratikno 68.380 suara.
63. Dapil Yogyakarta: Mohammad Idham Samawi 120.796 suara.
64. My Esti Wijayati 99.440 suara.
65. Jawa Timur I : Guruh Irianto Sukarno Putra 84.753 suara.
66. Indah Kurnia 68.497 suara.
67. Henky Kurniadi 43.434 suara.
68. Jawa Timur II : Hamka Haq 27.166 suara.
69. Jawa Timur III: Nursuhud 58.123 suara.
70. Jawa Timur IV: Arif Wibowo 43.074 suara.
71. Jawa Timur V: Ahmad Basarah 68.009 suara.
72. Andreas Eddy Susetyo 56.160 suara.
73. Jawa Timur VI : Pramono Anung Wibowo 165.906 suara.
74. Djarot Saiful Hidajat 69.053 suara.
75. Budi Yuwono 64.807 suara.
76. Jawa Timur VII: Sirmadji 77.100 suara.
77. Jawa Timur VIII: Sadarestuwati 73.354 suara.
78. Mindo Sianipar 73.341 suara.
79. Jawa Timur IX: Abidin Fikri 36.304 suara.
80. Jawa Timur X: Nasyirul Falah Amru 64.161 suara.
81. Jawa Timur XI: Said Abdullah 112.539 suara.
82. Banten I: Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya 51.059 suara.
83. Banten II: Ichsan Soelistio 17.994 suara.
84. Banten III: Herdian Koosnadi 47.426 suara.
85. Marinus Gea 42.285 suara.
86. Bali: Wayan Koster 260.342 suara.
87. I Made Urip 166.430 suara.
88. I Gusti Agung Rai Wirajaya 75.252 suara.
89. Nyoman Dhamantra 70.590 suara.
90. NTB : Rachmat Hidayat 62.987 suara.
91. NTT I : Honing Sanny 49.287 suara.
92. NTT II: Herman Hery 109.406 suara.
93. Kalimantan Barat: Karolin Margret Natasa 397.481 suara.
94. Lasarus 173.154 suara.
95. G Michael Jeno 55.121 suara.
96. Kalimantan Tengah: Willy M Yoseph 147.175 suara.
97. Asdy Narang 64.560 suara.
98. Kalimantan Selatan II: Hasnuryadi Sulaiman 82.130 suara.
99. Kalimantan Timur: Marten Apuy 71.177 suara.
100. Sulawesi Utara: Olly Dondokambey 237.620 suara.
101. Vanda Sarundajang 126.197 suara.
102. Sulawesi Tengah: Rendy M Affandy Lamadjido 47.709 suara.
103. Sulawesi Selatan I : Andi Ridwan Wittiri 41.356 suara.
104. Sulawesi Selatan II : Samsu Niang 39.122 suara.
105. Maluku: Mercy Chriesty Barends 65.166 suara.
106. Maluku Utara: Irine Yusiana Roba Putri 52.677 suara.
107. Papua: Komarudin Watubun 120.724 suara.
108. Tony Wardoyo 136.642 suara.
109. Papua Barat: Jimmy Demianus Ijie 69.908 suara.

PARTAI GOLONGAN KARYA
1. Aceh I : Salim Fakhry 42.557 suara.
2. Aceh II : Firmandez 24.861 suara.
3. Sumatera Utara I : Meutya Hafid 45.232 suara.
4. Sumatera Utara II : Rambe Kamarul Zaman 59.978 suara.
5. Sumatera Utara III : Delia Pratiwi BR Sitepu 127.845 suara.
6. Anthon Sihombing 66.601 suara.
7. Sumatera Barat I: Betti Shadiq Pasadigoe 77.663 suara.
8. Sumatera Barat II: John Kenedy Azis 53.182 suara.
9. Riau I: Tabrani Maamun 57.200 suara.
10. Riau II: HM Idris Laena suara 91.595 suara.
11. Jambi: Saniatul Lativa 87.911 suara.
12. Sumatera Selatan I: Dodi Reza Alex Noerdin 203.246 suara.
13. Kahar Muzakir 49.025 suara.
14. Sumatera Selatan II: Bobby Adhityo Rizaldi 67.456 suara.
15. Lampung I: Dwie Aroem Hadiyatie 32.808 suara.
16. Lampung II: Aziz Syamsuddin 70.619 suara.
17. Bangka Belitung: Azhar Romli 33.693 suara.
18. Jakarta I : Bambang Wiyogo 45.617 suara.
19.. Jakarta II : Fayakhun Andriadi 25.446 suara.
20. Jakarta III: Tantowi Yahya 45.507 suara.
21. Jawa Barat I: Popong Otje Djunjunan 26.090 suara.
22. Jawa Barat II: Agus Gumiwang Kartasasmita 102.469 suara.
23. Lili Asdjudiredja 44.285 suara.
24. Jawa Barat III: Deding Ishaq 33.009 suara.
25. Eka Sastra 74.458 suara,
26. Jawa Barat IV: Dewi Asmara 77.158 suara.
27. Jawa Barat V: Airlangga Hartarto 113.939 suara.
28. Ichsan Firdaus 27.986 suara.
29. Jawa Barat VI: Wenny Haryanto 32.906 suara,
30. Jawa Barat VII: Ade Komarudin 167.732 suara.
31. Dadang S Muchtar 69.414 suara,
32. Jawa Barat VIII: Dave Akbarshah Fikarno 80.748 suara.
33. Daniel Mutaqien Syafiuddin 91.958 suara.
34. Jawa Barat IX: Eldie Suwandie 90.588 suara.
35. Jawa Barat X: Agun Gunanjar Sudarsa 69.359 suara,
36. Jawa Barat XI: Ferdiansyah 67.837 suara.
37. Ahmad Zacky Siradj 30.833 suara.
38. Jawa Tengah I: Mujib Rohmat 36.163 suara.
39. Jawa Tengah II: Nusron Wahid 243.021 suara.
40. Bowo Sidik Pangarso 66.909 suara.
41. Jawa Tengah III: Firman Subagyo 90.757 suara.
42. Jawa Tengah IV: Endang Maria Astuti 44.081 suara.
43. Jawa Tengah V: Endang Srikarti Handayani 48.547 suara.
44. Dapil Jawa Tengah VI: Iqbal Wibisono 50.868 suara.
45. Jawa Tengah VII: Bambang Soesatyo 57.235 suara.
46. Jawa Tengah VIII: Dito Ganindito 49.137 suara.
47. Jawa Tengah IX: Agung Widyantoro 75.577 suara.
48. Jawa Tengah X: Budi Supriyanto 57.339 suara.
49. Yogyakarta : Siti Hediyati Soeharto 61.655 suara.
50. Jawa Timur I: Adies Kadir 30.093 suara.
51. Jawa Timur II: Mukhamad Misbakhun 66.899 suara.
52. Jawa Timur III: Hardisoesilo 34.000 suara.
53. Jawa Timur IV: Muhammad Nur Purnamasidi 26.438 suara.
54. Jawa Timur V: Ridwan Hisjam 43.796 suara.
55. Dapil Jawa Timur VI: Sarmuji 57.586 suara.
56. Jawa Timur VII: Gatot Soedjito 54.344 suara.
57. Jawa Timur VIII: Mohammad Suryo Alam 56.702 suara.
58. Jawa Timur IX: SW Yudha 46.022 suara.
59. Jawa Timur X: Eni Maulani S 84.837 suara.
60. Jawa Timur XI: Zainudin Amali 122.167 suara.
61. Banten I: Andika Hazrumy 70.846 suara.
62. Banten II: Yayat Y Biaro 31.668 suara.
63. Banten III: Andi Achmad Dara 73.408 suara.
64. Bali: Gde Sumarja Linggih 141.168 suara.
65. AA Bagus Adhi Mahendra Putra 71.964 suara.
66. NTB: Muhammad Lutfi 59.074 suara.
67. NTT I: Melchias Markus Mekeng 73.120 suara.
68. Setya Novanto 85.188.
69. NTT II: Charles J Mesang 54.514 suara.
70. Kalimantan Barat: Zul Fadhli 100.583 suara.
71.  Kalimantan Tengah: Agati Sulie Mahyudin 32.297 suara.
72. Kalimantan Selatan I: Ahmadi Noor Supit 71.233 suara.
73. Indro Hananto 64.206 suara.
74. Kalimantan Selatan II: Hasnuryadi Sulaiman 82.130 suara.
75. Kalimantan Timur: Mahyudin 91.623 suara.
76. Neni Moerniaeni 61.405 suara.
77. Sulawesi Utara: Aditya Anugrah Moha 77.264 suara.
78. Sulawesi Tengah: Mohammad Said 131.508 suara.
79. Sulawesi Selatan I: Hamka B Kady 45.717 suara.
80. Sulawesi Selatan II: Syamsul Bachri 66.519 suara.
81. Andi Rio Idris Padjalangi 77.962 suara.
82. Sulawesi Selatan III: Markus Nari 76.608 suara.
83. Andi Fauziah Pujiwatie Hatta 96.330 suara.
84. Sulawesi Tenggara: Ridwan Bae 91.747 suara.
85. Gorontalo: Fadel Muhammad 163.054 suara.
86.  Roem Pono 117.831 suara,
87. Sulawesi Barat: Enny Anggraeny Anwar 58.518 suara.
88. Maluku: Edison Betaubun 58.765 suara.
89. Maluku Utara: Saiful Bahri Ruray 37.486 suara.
90. Papua: Elion Numberi 85.374 suara.
91. Papua Barat: Robert Joppy Kardinal 65.690 suara

PARTAI GERINDERA
1. Aceh I: Fadhlullah 63.872 suara.
2. Aceh II: Khaidir 42.124 suara.
3. Sumatera Utara I: Muhammad Syafi'i 46.438 suara.
4. Sumatera Utara II: Gus Irawan Pasaribu 188.205 suara.
5. Suasana Dachi 82.496 suara.
6. Sumatera Utara III: Martin Hutabarat 29.925 suara.
7. Sumatera Barat I: Suir Syam 34.858 suara.
8. Sumatera Barat II: Ade Rezki Pratama 71.847 suara.
9. Riau I: Rita Zahara 37.561 suara.
10. Riau II: Nurzahedi 45.622 suara.
11. Jambi: H.A.R Sutan Adil Hendra 59.261 suara.
12. Sumatera Selatan I: Edhy Prabowo 75.186 suara.
13. Sumatera Selatan II: Sri Meliyana 46.244 suara.
14. Bengkulu: Susi Marleny Bachsin 33.304 suara.
15. Lampung I: Ahmad Muzani 48.379 suara.
16. Lampung II: Dwita Ria Gunadi 71.391 suara.
17. Jakarta I: Asril Hamzah Tanjung 24.957 suara.
18. Jakarta II: Biem Triani Benjamin 50.624 suara.
19. Jakarta III: Aryo P.S Djojohadikusumo 53.268 suara.
20. Jawa Barat I: Sodik Mudjahid 41.801 suara.
21. Jawa Barat II: Rachel Maryam Sayidina 58.758 suara.
22. Jawa Barat III: Ahmad Riza Patria 23.991 suara.
23. Jawa Barat IV: Heri Gunawan 19.998 suara.
24. Jawa Barat V: Fadli Zon 79.074 suara.
25. Jawa Barat VI: Nuroji 52.838 suara.
26. Jawa Barat VII: Putih Sari 56.745 suara.
27. Jawa Barat VIII: Kardaya Warnika 34.761 suara.
28. Jawa Barat IX: Oo Sutisna 34.650 suara.
29. Jawa Barat XI: Subarna 19.795 suara.
30. Jawa Tengah I: Jamal Mirdad 39.760 suara.
31. Jawa Tengah II: Abdul Wachid 65,925 suara.
32. Jawa Tengah III: Sri Wulan 64.423 suara.
33. Jawa Tengah IV: Rahayu Saraswati Djojohadikusumo 47.542 suara.
34. Jawa Tengah V: Bambang Riyanto 34.872 suara.
35. Jawa Tengah VI: Harry Poernomo 56.323 suara.
36. Jawa Tengah VII: KRT. H Darori Wonodipuro 65.630 suara.
37. Jawa Tengah VIII: Novita Wijayanti 83.327 suara.
38. Jawa Tengah IX: Mohamad Hekal 53.567 suara.
39. Jawa Tengah X: Ramson Siagian 28.535 suara.
40. Yogyakarta: Andika Pandu Puragabaya 72.290 suara.
41. Jawa Timur I: Bambang Haryo Soekartono 33.896 suara.
42. Jawa Timur II: Soepriyatno 63,574 suara.
43. Jawa Timur III: Sumail Abdullah 28.257 suara.
44. Jawa Timur IV: Bambang Haryadi 87.040 suara.
45. Jawa Timur V: Moreno Soeprapto 52.921 suara.
46. Jawa Timur VI: Endro Hermono 39.955 suara.
47. Jawa Timur VII: Supriyanto 51.931 suara.
48. Jawa Timur VIII: Sareh Wiyono 68.017 suara.
49. Jawa Timur IX: Wihadi Wiyanto 29.133 suara.
50. Jawa Timur X: Khilmi 46.127 suara.
51.  Jawa Timur XI: Moh Nizar Zahro 159.006 suara.
52. Banten I: Anda 26.841 suara.
53. Banten II: Desmond Junaidi Mahesa 61.275 suara.
54. Banten III: Sufmi Dasco Ahmad 56.323 suara.
55. Bali: Ida Bagus Putu Sukarta 54.655 suara.
56. NTB: Wilgo Zainar 55.192 suara.
57. NTT I: Pius Lustrilanang 55.432 suara.
58. NTT II: Fary Djemy Francis 48.351 suara.
59. Kalimantan Barat: Katherine A Oendoen 38.455 suara.
60. Kalimantan Tengah: Iwa Kurniawan 30.358 suara.
61. Kalimantan Selatan I: Saiful Rasyid 24.733 suara.
62. Kalimantan Selatan II: Sjachrani Mataja 31.347 suara.
63. Kalimantan Timur: Luther Kombong 84.001 suara.
64. Sulawesi Utara: Wenny Warouw 35.660 suara.
65. Sulawesi Tengah: Supratman Andi Agtas 61.500 suara.
66. Sulawesi Selatan I: Azikin Solthan 57.352 suara.
67. Sulawesi Selatan II: Andi Iwan Darmawan Aras 91.739 suara.
68. Sulawesi Selatan III: Andi Nawir 45.197 suara.
69. Sulawesi Tenggara: Haerul Saleh 30.820 suara.
70. Gorontalo: Elnino M Husein Mohi 37.512 suara.
71. Sulawesi Barat: Ruskati Ali Baal 55.014 suara.
72. Maluku: Amrullah Amri Tuasikal 95.690 suara.
73. Papua: Roberth Rouw 128.598 suara

PARTAI DEMOKRAT
1.Aceh I: Teuku Riefky Harsya 65.851 suara.
2. Aceh II: Muslim 41.219 suara.
3. Sumatera Utara I: Ruhut Poltak Sitompul 34.685 suara.
4. Sumatera Utara II: Rooslynda Marpaung 54.940 suara.
5. Sumatera Utara III: Rudi Hartono Bangun 49.023 suara.
6. Sumatera Barat I: Darizal Basir 34.695 suara.
7. Sumatera Barat II: Mulyadi 84.563 suara.
8. Riau I: Sutan Sukarnotomo 31.286 suara.
9. Riau II: Muhammad Nasir 48.906 suara.
10. Jambi: Zulfikar Achmad 53.556 suara.
11. Sumatera Selatan I: Syofwatillah Mohzaib 50.138 suara.
12. Sumatera Selatan II: Wahyu Sanjaya 46.164 suara.
13. Lampung I: Zulkifli Anwar 40.922 suara.
14. Lampung II: Marwan Cik Asan 46.940 suara.
15. Bangka Belitung: Eko Wijaya 35.570 suara.
16. DKI Jakarta I: Dwi Astuti Wulandari 20.434 suara.
17. DKI Jakarta II: Melani Leimena Suharli 19.844 suara.
18. Jawa Barat I: Agung Budi Santoso 18.487 suara.
19. Jawa Barat II: Dede Yusuf Macan Effendi 142.939 suara.
20. Jawa Barat III: Sjarifuddin Hasan 31.486 suara.
21. Jawa Barat V: Anton Sukartono Suratto 23.554 suara.
22. Jawa Barat VII: Saan Mustopa 47.837 suara.
23. Jawa Barat VIII: Erman Khaeron 41.394 suara.
24. Jawa Barat IX: Linda Megawati 26.249 suara.
25. Jawa Barat X: Amin Santono 23.948 suara.
26. Jawa Barat XI: Siti Mufattahah 31.151 suara.
27. Jawa Tengah I: Agus Hermanto 32.047 suara.
28. Jawa Tengah III: Djoko Udjianto 73.906 suara.
29. Jawa Tengah IV: Rinto Subekti 58.155 suara.
30. Jawa Tengah VIII: Khatibul Umam Wiranu 28.778 suara.
31. Yogyakarta: Ambar Tjahyono 38.152 suara.
32. Jawa Timur I: Fandi Utomo 26.335 suara.
33. Jawa Timur II: Evi Zainal Abidin 43.122 suara.
34. Jawa Timur III: Azam Asman Natawijana 21.060 suara.
35. Jawa Timur IV: Ayub Khan 15.975 suara.
36. Jawa Timur V: Nurhayati Ali Assegaf 18.162 suara.
37. Jawa Timur VI: Venna Melinda 49.383 suara.
38.  Jawa Timur VII: Edhie Baskoro Yudhoyono 243.747 suara.
39. Sartono 31.345 suara.
40. Jawa Timur VIII: Guntur Sasono 46.089 suara.
41. Jawa Timur IX: Didik Mukrianto 51.218 suara.
42. Jawa Timur XI: Mat Nasir 109.367 suara.
43. Banten I: Vivi Sumantri Jayabaya 31.458 suara.
44. Banten III: Wahidin Halim 127.392 suara.
45. Bali: Jero Wacik 104.682 suara.
46. I Putu Sudiartana 73.348 suara.
47. NTB: Syamsul Luthfi 83.638 suara.
48. NTT I: Benny Kabur Harman 53.701. suara.
49. NTT II: Jefirston R Riwu Kore 105.924 suara.
50. Kalimantan Barat: Erma Suryani Ranik 34.420 suara.
51. Kalimantan Timur: Noorbaiti Isran Noor 53.283 suara.
52. Sulawesi Utara: Evert Erenst Mangindaan 81.152 suara.
53. Sulawesi Tengah: Verna Gladies Merry Inkiriwang 74.983 suara.
54. Sulawesi Selatan I: Aliyah Mustika Ilham 84.480 suara.
55 Sulawesi Selatan II: Muhammad Nasyit Umar 36.351 suara.
56. Sulawesi Selatan III: Bahrum Daido 31.747 suara.
57. Dapil Sulawesi Tenggara: Umar Arsal 52.650 suara.
58. Sulawesi Barat: Salim Mengga 51.168 suara.
59. Papua: Willem Wandik 178.682 suara.
60. Libert Kristo Ibo 166.734 suara.
61. Papua Barat: Michael Watimena 83.744 suara.

PARTAI KEBANGKITAN BANGSA
1. Aceh I: Irmawan 40.191 suara.
2. Sumut II: Marwan Dasopang 29.657 suara.
3. Riau II: Muhammad Lukman Edi 60.420 suara.
4. Jambi: Handayani 47.479 suara.
5. Sumsel II: Bertu Merlas 76.965
6. Lampung I: Musa Zainudin 43.784 suara.
7. Lampung II: Chusnunia Chalim 56.752 suara.
8. Jabar II: Cucun Ahmad Saymsurijal 37.763 suara.
9. Jabar III: Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz 12.149 suara.
10. Jabar VII: Krisna Mukti 31.987 suara.
11. Jabar VIII: Dedi Wahidi 67.722 suara.
12. Jabar IX: Maman Imanul Haq 39.080 suara.
13. Jabar X : Yanuar Prihatin 17.823 suara.
14. Jabar XI: Acep Ajang Ruhiat 71.697 suara.
15. Jateng I: Alamudin Dimyati Rois 82.221 suara.
16. Jateng II: Fathan 93.097 suara.
17. Jateng III: Marwan Ja'far 123.447 suara.
18. Jateng V: Muhammad Toha 71.688 suara.
19. Jateng VI: Abdul Kadir Karding 128.037 suara.
20. Jateng VII: Taufiq R Abdullah 44.690 suara.
21. Jateng VIII: Siti Mukarromah 36.312 suara.
22. Jateng IX: Bachrudin Nasori 81.606 suara.
23. Jateng X: Muh. Hanif Dhakiri 95.625 suara.
24. Bisri Romly 64.496 suara.
25. Yogyakarta: Agus Sulistiono 51.045 suara.
26. Jatim I: Imam Nahrawi 80.283 suara.
27. Syaikhul Islam 91.211 suara.
28. Jatim II: Abdul Malik Haramain 76.642 suara.
29. Jatim III: Nihayatul Wafiroh 90.197 suara.
30. M Nasim Khan 78.222 suara.
31. Jatim IV: Saiful Bahri Anshori 47.918 suara.
32. Jatim IV: Hadi Zainal Abidin 46.685 suara.
33. Jatim V: Latifah Sohib 53.121 suara.
34. Jatim VI: An'im F Mahrus 71.421 suara.
35. Jatim VII: Ibnu Multazam 75.312 suara.
36. Jatim VIII: Abd. Muhaimin Iskandar 116.694 suara.
37. Ida Fauziah 37.251 suara.
38. Jatim IX: Anam Mu'awanah 95.621 suara.
39. Jatim X: Jazilul Fawaid 94.147 suara.
40. Jatim XI: Kholilurrahkam 146.054 suara.
41. Banten III: Siti Masrifah 32.308 suara.
42. NTB: Helmi Faishal Zaini 69.542 suara.
43. Kalbar: Daniel Johan 28.608 suara.
44. Kalsel I: Zainul Arifin Noor 31.975 suara.
45. Kalsel II: Zairullah Azhar 81.324 suara.
46. Maluku: Rohani 93.800 suara.
47. Papua: Peggi Patrisia Pattipi 106.371 suara.

PARTAI AMANAT NASIONAL
1. Aceh I: Muslim Ayub 47.035 suara
2. Sumatera Utara I: Mulfachri Harahap 47.280 suara
3. Sumatera Utara II: Saleh Partaonan Daulay 64.869 suara
4. Sumatera Utara III: Nasril Bahar 86.885 suara
5. Sumatera Barat I: MHD Asli Chaidir 33.917 suara
6. Riau I: Jon Erizal 91.076 suara
7. Jambi: A Bakri 79.605 suara
8. Dapil Sumatera Selatan I: A Hafisz Tohir 74.176 suara
9. Sumatera Selatan II: Hanna Gayatri 80.871 suara
10. Bengkulu: Dewi Coryati 42.490 suara
11. Lampung I: Zulkifli Hasan 174.144 suara
12. Lampung II: Alimin Abdullah 38.084 suara
13. Kepulauan Riau: Asman Abnur 97.327 suara
14. Jawa Barat II: Ahmad Najib Qodratullah 23.358 suara
15. Jawa Barat IV: Desy Ratnasari 56.397 suara
16. Jawa Barat V: Primus Yustisio 45.485 suara
17. Jawa Barat VI: Lucky Hakim 57.891 suara
18. Jawa Barat VII: Daeng Muhammad 54.576 suara
19. Jawa Barat X: Budi Youyastri 70.311 suara
20. Jawa Barat XI: Haerudin 44.178 suara
21. Dapil Jawa Tengah I: Yayuk Basuki 25.615 suara
22. Jawa Tengah IV: Laila Istiana 43.711 suara
23. Jawa Tengah V: Mohammad Hatta 55.343 suara
24. Jawa Tengah VI: Tjatur Sapto Edy 82.723 suara
25. Jawa Tengah VII: Taufik Kurniawan 59.945 suara
26. Jawa Tengah VIII: Ammy Amalia Fatma Surya 28.152 suara
27. Jawa Tengah IX: Teguh Juwarno 54.963 suara
28. Jawa Tengah X: Andriyanto Johan Syah 32.355 suara
29. Dapil Yogyakarta: A Hanafi Rais 197.915 suara
30. Jawa Timur I: Sungkono 56.922 suara,
31. Jawa Timur IV: Anang Hermansyah 53.559 suara
32. Jawa Timur V: Totok Daryanto 36.632 suara
33. Jawa Timur VI: A Riski Sadig 86.898 suara
34. Jawa Timur VIII: Eko Hendro Purnomo 69.301 suara,
35. Jawa Timur IX: Kuswiyanto 45.456 suara
36. Jawa Timur X: Viva Yoga Mauladi 59.361 suara
37. Dapil Banten II: Yandri Susanto 77.964 suara
38. Banten III: M Ali Taher 62.279 suara
39. NTB: Muhammad Syafrudin 62.292 suara
40. NTT I: Laurens Bahang Dama 79.603 suara
41. Kalimantan Barat: Sukiman 83.037 suara
42. Kalimantan Tengah: Hang Ali Saputra Syah Pahan 22.561 suara,
43. Sulawesi Utara: Yasti Soepredjo Mokoagow 103.801 suara
44. Sulawesi Selatan I: Indira Chunda Thita Syahrul 104.293 suara
45. Sulawesi Selatan II: Andi Taufan Tiro 54.585 suara
46. Sulawesi Selatan III: Amran 38.501 suara
47. Sulawesi Tenggara: Asnawati Hasan 131.520 suara
48. Maluku Utara: Mohammad Yamin Tawary 28.171 suara
49. Papua: Jamaluddin Jafar 91.179 suara
  
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
1. Aceh I: Nasir Djamil 62.400 suara
2. Sumut I: Tifatul Sembiring 74.510 suara
3. Sumut II: Iskab Qolba Lubis 40.763 suara
4. Sumut III: Ansory Siregar 33.291 suara
5. Sumbar I: Hermanto 25.756 suara
6. Sumbar II: Refrizal 25.568 suara
7. Riau I: Chairul Anwar 51.700 suara
8. Sumsel I: Mustafa Kamal 35.857 suara
9. Sumsel II: Iqbal Romzi 38.652 suara
10. Lampung I: Almuzzamil Yusuf 43.974 suara
11. Lampung II: Abdul Hakim 72.238 suara
12. DKI Jakarta I: Ahmad Zainuddin 50.474 suara
13. DKI Jakarta II: Hidayat Nur Wahid 119.267 suara
14. DKI Jakarta III: Adang Daradjatun 27.164 suara
15. Jabar I: Ledia Hanifa Amaliah 30.179 suara
16. Jabar II: Ma'mur Hasanuddin 31.854 suara
17. Jabar III: Ecky Awal Mucharam 52.823 suara
18. Jabar IV: Yudi Widiana Adia 30.119 suara
19. Jabar V: TB Soenmandjaja 17.196 suara
20. Jabar VI: Mahfudz Abdurrahman 61.832 suara
21. Jabar VII: Sa'duddin 50.935 suara
22. Jabar VIII: Mahfudz Siddiq 47.338 suara
23. Jabar IX: Nur Hasan Zaidi 36.517 suara
24. Jabar X: Surahman Hidayat 68.380 suara
25. Jabar XI:  Mohamad Sohibul Iman 42.553 suara
26. Jateng III: Gamari 20.785 suara
27. Jateng IV: Hamid Noor Yasin 47.257 suara
28. Jateng V: Abdul Kharis Almaayahari 34.320 suara
29. Jateng IX: Abdul Fikri 34.173 suara
30. DI Yogyakarta: Sukamta 49.771 suara
31. Jatim I: Sigit Sosiantomo 34.930 suara
32. Jatim VII: Rofi Munawar 46.669 suara
33. Banten II: Zulkieflimansyah 38.966 suara
34. Banten III: Jazuli Juwani 81.291 suara
35. NTB: Fahri Hamzah 125.083 suara
36. Kalsel I: Habib Aboe Bakar Alhabsyi 66.864 suara
37. Kaltim: Hadi Mulyadi 53.143 suara
38. Sulsel I: Tamsil Linrung 63.577 suara
39. Sulsel II: Andi Akmal Pasludin 33.896 suara
40. Papua: Muhammad Yudi Kotouky 102.536 suara

PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN
1.Aceh II : Anwar Idris 52.459 suara
2. Sumut I: Hasrul Azwar 43.908 suara
3. Sumut III: Fadli Nurzal 59.584
4. Sumbar I: Epyardi Asda 60.282 suara
5. Sumbar II: Muhammad Iqbal 21.348 suara
6. Jambi: Elviana 42.535 suara
7. DKI Jakarta I: Achamad Fauzan: 50.323
8. DKI Jakarta II: Okky Asokawati 35.727 suara
9. DKI Jakarta III: Achmat Dimyati Natakusumah 68.353 suara
10. Jabar III: Joko Purwanto 26.651 suara
11. Jabar IV: Reni Marlinawati 38.777 suara
12. Jabar V: Achmad Farial 50.686 suara
13. Jabar VII: Wardatul Asriah 77.175 suara
14. Jabar IX: Dony Ahmad Munir 38.038 suara
15. Jabar X: Asep A.Maoshul Affandy 41.320 suara
16. Jabar XI: Nurhayati 82.467 suara
17. Jateng II: Mukhlisin 71.515 suara
18. Jateng III: Moh Arwani Thomafi 67.484 suara
19. Jateng VI: Lukman Hakim Saifuddin 38.620 suara
20. Jateng VII: Mochammad Romahurmuziy 64.716 suara
21. Jateng VIII: Achmad Mustakim 14.620 suara
22. Jateng IX: Zainut Tauhid Sa'adi 28.433 suara
23. Jateng X: Arsul Sani 36.163 suara
24. Jatim II: Mustofa Assegaf 57.303 suara
25. Jatim III: Sy.Anas Tahir 32.166 suara
26. Jatim X: Iskandar D Syaichu 59.376 suara
27. Jatim XI: Fanny syafriansyah 189.186 suara
28. Banten I: Irna Narolita 88.969 suara
29. Banten II: Kartika Yudhisti 49.377 suara
30. Banten III: Irgan Chairul Mahfiz 59.048 suara
31. NTB: Ermalena 49.314
32. Kalbar: Usman Ja'far 81.113 suara
33. Kalsel I: Syaifullah Tamliha 58.348 suara
34. Kalsel II: Aditya Mufti Ali 65.267 suara
35. Kaltim: Kasriyah 49.839 suara
36. Sulsel I: Amir Uskara 67.925 suara
37. Sulsel II: Andi Muhammad Galib 32.915 suara
38. Sulsel III: Fatmwati Rusdi 93.856 suara
39. Sultra: Amirul Tamim 48.477 suara.

PARTAI NASIONAL DEMOKRAT
1.Aceh I: Bahtiar Ali 38.820 suara
2. Aceh II: Zulfanlindan 23.748 suara
3. Sumut I: Prananda Surya paloh 46.233 suara
4. Sumut II: Sahat Silaban 67.555 suara
5. Sumut III: Ali Umri 39.948 suara
6. Sumbar I: Andre Saifoel 38.249 suara
7. Sumsel II: Irma Suryani 68.128 suara
8. Bengkulu: Patrice Rio Capella 86.405 suara
9. Lampung II: Tamanuri 76.081 suara
10. Kepulauan Riau: Nyat Kadir 55.384 suara
11. DKI Jakarta III: Ahmad Sahroni 60.683 suara
12. Jabar IX: Supiadin Aries saputra 14.099 suara
13. Jateng I: Fadoli 41.185 suara
14. Jateng II: Prasetyo 51.999 suara
15. Jateng III: Donny Imam Priambodo 42.491 suara
16. Jateng VI: Choirul Muna 66.131 suara
17. Jateng VII: Amelia Anggraini 48.039 suara
18. Jatim II: Hasan Aminuddin 190.226 suara
19. Jatim IV: T. Taufiqulhadi 22.075 suara
20. Jatim V: Kresna Dewanata Phrosakh 52.413 suara
21. Jatim VI: Mohammad Mahardika Suprapto 14.376 suara
22. Jatim VII: Yayuk Sri Rahayuningsih 34.291 suara
23. Jatim VIII: Soehartono 43.700 suara
24. Jatim IX: Slamet junaedi 167.733 suara
25. Banten I: Tri Murny 36.571 suara
26. NTB: Kurtubi 37.889 suara
27. NTT I: Jhony G Plate 33.704 suara
28. Dapil NTT II: Fiktor Bungtilu Laiskodat 77.555 suara
29. Kalbar: Syarief Abdullah ALK 73.774 suara
30. Kalteng: Hamdhani 29.633 suara
31. Kaltim: Achmad Amins 35.142 suara
32. Sulteng: Ahmad HI M Ali 109.021 suara
33. Sulsel II: Akbar Faisal 47.940 suara
34. Sulsel III: M luthfi A Mutty 39.828 suara
35. Papua: Sulaeman L Hamzah 80.623 suara

 PARTAI HATI NURANI RAKYAT                 
1. Sumut I : Nurdin Tampubolon 49.859 suara.
2. Sumut II : Rufinus Khotmaulana Hutauruk 52.666 suara.
3. Sumut III : Samsudin Siregar 42.850 suara.
4. Sumsel I : Fauzih H. Amro 26.438 suara.
5. Lampung I : Frans Agung Mula Putra 81.058 suara.
6. Jabar I : Moh. Arief S Suditomo 24.649 suara.
7. Jabar II : Dadang Rusdiana 29.778 suara.
8. Jabar III : Djoni Rollin Drawan 18.754 suara.
9. Jabar VIII: Miryam S Haryani 34.030 suara.
10. Jatim VIII: Dossy Iskandar Prasetyo 43.090 suara.
11. Jatim XI: M Farid Alfauzi 115.963 suara.
12.  Banten III: Inas Nasrulloh Zubir 27.097 suara.
13. NTB : Lalu Gede Syamsul Mujahidin 71.211 suara.
14. NTT II : Saleh Husin 51.780 suara.
15. Sulteng : Sayrifuddin Sudding 42.660 suara.
16. Sulsel I : Dewie Yasin Limpo 39.514 suara.


KETIKA SANG POLITIKUS BEKEN SUTAN BHATOEGANA TERSANDUNG KASUS KORUPSI, DAN TERDEPAK DARI SENAYAN

http://cahayareformasi.com/wp-content/uploads/2012/12/sutan-bhatoegana.jpgSudah jauh tertimpa tangga, begitu suasana yang tepat menggambarkan kondisi Politikus Demokrat, Sutan Bhatoegana. Betapa tidak, setelah gagal lolos ke Senayan, Sutan malah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu 14 Mei 2014.

Sutan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait dengan pembahasan anggaran APBNP tahun 2013 di Kementerian ESDM. Penetapan Sutan sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan penyidikan dan persidangan kasus suap SKK Migas yang menjerat Mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

Sebelumnya KPK telah lebih dulu mencegah Sutan berpergian ke luar negeri  terkait kasus korupsi di Kementerian ESDM. Dia dicegah bersama anggota Komisi VII, Tri Yulianto pada Kamis 13 Februari 2014 lalu. Surat permohonan cegah itu dikirim KPK ke Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

KPK juga telah menggeledah ruangan kerja Sutan dan Tri di Gedung Nusantara I DPR RI. Rumah pribadi Sutan di Villa Duta Bogor pun tak luput dari penggeledahan penyidik KPK.

Juru Bicara KPK, Johan Budi SP mengatakan, dari hasil pengembangan kasus suap SKK Migas itu, KPK menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan kasus ini naik ke tingkat penyidikan. "Kemudian disimpulkan ada tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh SB," kata Johan di kantornya.

Johan menjelaskan, penetapan Sutan sebagai tersangka disepakati dalam forum gelar perkara penyidik dan pimpinan KPK yang kemudian menjadi dasar terbitnya surat perintah penyidikan tertanggal 13 Mei 2014. Surat tersebut menyatakan adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Ketua Departemen Perekonomian Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat itu.

KPK menjerat Sutan Bhatoegana dengan pasal alternatif, yakni Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHPidana.

Pasal tersebut mengatur pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.

Politikus Demokrat itu terancam hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Menanggapi statusnya yang telah ditetapkan sebagai tersangka, Ketua Komisi VII DPR RI itu hanya menjawab singkat. "Saya belum tahu tuh," ujar Sutan kepada VIVAnews.

Selebihnya, anggota DPR dari Daerah Pemilihan Sumatera I itu memilih irit bicara. Sutan justru mengirimkan pesan berantai berisi renungan nikmat dan ujian yang diberikan Tuhan kepada umatnya. Baca isinya di tautan ini.

Selain Sutan, KPK juga menetapkan Presiden Direktur PT Kaltim Parna Industri, Artha Meris Simbolon, sebagai tersangka. KPK menduga, Artha Meris Simbolon selaku Presdir Kaltim Parna Industri memberikan hadiah atau janji kepada mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

Pemberian tersebut diduga agar Rudi selaku Kepala SKK Migas memberikan rekomendasi/persetujuan untuk menurunkan formula harga gas untuk PT KPI. Rekomendasi itu nantinya direncanakan akan diserahkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik. Tetapi rekomendasi tersebut belum terpenuhi.

Artha Meris disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHPidana. Dia terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp250 juta.

Peran Bhatoegana

Sutan Bhatoegana bukan nama baru di pusaran kasus korupsi SKK Migas. Dia pernah menjadi saksi saat penyidikan kasus itu di KPK, dan juga saat kasusnya bergulir di persidangan. Bahkan nama Sutan disebut dalam surat dakwaan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini menerima uang US$200 ribu melalui kolegannya di Komisi VII DPR Tri Yulianto.

Meski di persidangan Sutan telah membantah menerima uang US$200 ribu dari Rudi Rubiandini, namun majelis hakim tetap mencatut namanya dalam analisa yuridis putusan Rudi Rubiandini telah menerima uang US$200 ribu dari Rudi, dan merupakan bagian yang diterima Rudi dari bos Kernel Oil Singapura, Widodo Ratanachaitong sebesar US$300 ribu

"Dan keesokan harinya tanggal 26 Juli 2013 uang tersebut diserahkan oleh Deviardi kepada terdakwa di kantornya di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, dan oleh terdakwa diserahkan ke Sutan Bhatoegana US$200 ribu dan sisanya disimpan di safe deposit box," kata hakim anggota Purwono Edi Santosa saat membacakan uraian putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Selasa 29 April 2014.

Selama persidangan, Rudi Rubiandini menegaskan bahwa Sutan Bhatoegana selaku Ketua Komisi VII DPR pernah mendesak untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada DPR.  Menurut Rudi, Sutan pernah membicarakan soal THR saat pertemuan di Hotel Crown, Juli 2013 saat buka puasa.

Di situ Sutan mengingatkan Rudi soal THR, dimana 'ritual' itu biasa dilakukan sejak SKK Migas masih bernama BP Migas. Rudi menganggap permintaan itu juga harus dipenuhinya saat dia memimpin SKK Migas.
"Apakah saudara ingat pernah sindir terdakwa dalam hal ini saya, soal THR sejak BP Migas?" tanya Rudi serius. "Tidak," timpal Sutan singkat.

Disamping itu, Kementerian ESDM juga diketahui pernah mengkoordinir pengumpulan uang saweran untuk Komisi VII DPR RI. Hal tersebut terungkap saat jaksa penuntut umum memutarkan rekaman percakapan antara Mantan Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karno dan Rudi Rubiandini.
Meski berkali-kali dibantah Waryono soal adanya pemberian ke Komisi VII DPR itu, namun saat rekaman penyadapan itu diputar Waryono Karno tak berkutik.
Dalam rekaman itu, Waryono membicarakan urunan uang yang harus disetorkan SKK Migas dan Pertamina kepada Komisi VII DPR melalui Sutan Bhatoegana selaku mitra kerja.  Isi Percakapannya di tautan ini.

Fakta tersebut masih ditambah dengan pengakuan Mantan Kepala Biro Keuangan Kementerian ESDM, Didi Dwi Sutrisnohadi di persidangan terkait adanya penggelontoran dana ke Komisi VII DPR RI. Menurut Didi, dia pernah diminta Waryono Karno menyiapkan dana yang akan diberikan kepada Komisi VII DPR. Selengkapnya disini.

Bagi KPK, semua fakta yang terungkap di persidangan dan keputusan majelis hakim menjadi informasi penting untuk pengembangan kasus. Johan menegaskan, KPK akan menindaklanjuti semua fakta dan keterangan yang terungkap melalui saksi maupun terdakwa yang disampaikan di persidangan.

Majelis hakim tambah Johan, mempunyai pertimbangan-pertimbangan dalam memutus perkara Rudi Rubiandini. Termasuk soal fakta adanya aliran dana suap yang mengalir ke Komisi VII DPR. "Putusan hakim itu tentu masuk dalam kategori penting (untuk mengembangkan kasus)," tambah Johan.

Harus Mundur

Penetapan Sutan Bhatoegana sebagai tersangka korupsi menambah daftar panjang politikus Demokrat yang terjerat kasus korupsi. Nama Sutan akan bersanding dengan nama elit Demokrat yang lebih dulu menjadi tersangka korupsi. Antara lain Muhammad Nazaruddin, Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga merangkap sebagai Ketua Umum Partai Demokrat menanggapi normatif penetapan Sutan Bhatoegana sebagai tersangka. SBY menghormati proses hukum yang dilakukan KPK terhadap salah satu kader partainya itu.

"Proses hukum kan kita hormati semuanya. Siapa pun dari partai manapun. Dan tidak hanya Sutan saja, kan banyak juga yang seperti itu," kata SBY di sela-sela pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu 14 Mei 2014.

SBY mengatakan, siapa pun, dari partai manapun bisa terkena jeratan hukum. Hal ini menurutnya tidak unik, karena banyak yang terjerat. "Kenapa hanya Sutan saja ditanyain, kenapa tidak yang lain?" ucapnya kepada wartawan.

Demokrat akan segera membahas kasus hukum yang menjerat Sutan Bhatoegana. Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Amir Syamsudin mengatakan, Partai Demokrat memiliki komisi pengawas yang akan mempelajari kasus ini. Bila terbukti, partainya akan memperlakukan Sutan dengan standar yang sama dengan anggota partai lainnya yang terkena kasus korupsi.

Sementara itu, Ketua Harian DPP Partai Demokrat, Syarief Hasan menyatakan, sikap Demokrat tegas bila ada kadernya yang terlibat kasus korupsi. Menurutnya, jika Sutan Bhatoegana telah menjadi tersangka, maka Sutan harus mundur sebagai kader Demokrat. Sutan sendiri masih tercatat sebagai Ketua DPP Partai Demokrat dan Ketua Komisi VII DPR RI.

"Pakta Integritas tetap berlaku," kata Syarief usai rapat internal Fraksi Demokrat di Gedung DPR, Jakarta.

Seperti diketahui, poin kedelapan Pakta Integritas Demokrat berbunyi: Saya tersangka, terdakwa, atau terpidana, saya bersedia mengundurkan diri dan siap menerima sanksi pemecatan dari dewan kehormatan partai.

Meski demikian, menurut Syarief, Demokrat akan memberikan bantuan hukum untuk Bhatoegana jika diperlukan.

Kolega Sutan di DPR yang juga Wakil Ketua Umum Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengaku prihatin dengan penetapan Sutan sebagai tersangka. Namun Partai Demokrat tetap menghargai proses hukum yang berlaku. Nurhayati berharap Bhatoegana tabah menghadapi cobaan itu.

"Kami mendoakan Pak Sutan tabah menghadapi cobaan. Kami berpegang pada asas praduga tak bersalah. Kita akan berikan bantuan hukum kalau diperlukan, tetapi kita doakan tidak terbukti," ujar dia.

Tuesday, 13 May 2014

Barat Ramai-ramai Buru Boko Haram. Rombongan Boko Haram sambangi asrama dan menculik lebih 300 gadis

http://previous.presstv.ir/photo/20130917/tahmasebi20130917235522900.jpgAmina Tsawur berlari sekencang mungkin, menembus hutan belantara penuh ular. Tidak ada niatnya menoleh ke belakang. Amina berhasil kabur dari penculiknya, gerombolan Boko Haram, teroris dari Nigeria.

Amina adalah satu dari lebih dari 300 gadis yang diculik dari asrama di Chibok 14 April lalu. Dia dibawa oleh Boko Haram ke sebuah tempat menggunakan truk. Gadis 17 tahun ini cukup beruntung, seorang anggota teroris itu menolongnya untuk kabur. Amina selamat setelah sampai di kota terdekat.

Dia mengisahkan, rombongan Boko Haram menyambangi asrama mereka pada pukul 23.00 waktu setempat, Senin, pertengahan April lalu. Mereka mendengar suara gaduh, khawatir keselamatan dirinya, Amina dan kawan-kawannya merapal doa.

Ratusan gadis korban penculikan Boko Haram.Lantas, masuk beberapa pria berpakaian loreng. Amina tenang, dipikirnya itu adalah tentara yang hendak menyelamatkan mereka. Amina dan ratusan kawannya baru sadar saat dimasukkan ke dalam truk, nyawa mereka dalam bahaya.

"Kami mulai menangis dan memohon pertolongan, tapi mereka meminta kami diam atau ditembak," kata Amina.

Amina bukan satu-satunya yang berhasil kabur. Menurut polisi yang dikutip SKY UK, ada 53 anak yang berhasil kabur per Jumat pekan lalu, sedangkan 276 lainnya masih belum ada kabarnya.

Kisah pelarian mereka mengenaskan. Beberapa harus berlari terus selama dua jam tanpa henti, saking takutnya tertangkap. Seorang korban terpaksa bersembunyi di dalam pohon seharian. Sebagian lain lari di tengah hujan peluru.

Penculikan ini mendapatkan perhatian masyarakat internasional, terutama dari para wanita. Melalui akun Twitter, mereka menggelar kampanye pembebasan para gadis Nigeria dengan tanda pagar #BringBackOurGirls. Sejumlah selebriti, bahkan ibu negara Amerika Serikat, Michelle Obama, ikut mengampanyekannya.

"Doa kami untuk para gadis Nigeria yang hilang dan keluarganya. Waktunya untuk #BringBackOurGirls -mo", tulis Michelle. Tanda "mo" berarti Michelle sendiri yang menulis twit tersebut.

Tawaran bantuan berdatangan dari negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat. Awalnya, Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan, jual mahal dengan menolaknya. Alasannya, tidak ingin negaranya dianggap tidak mampu mengatasinya sendiri.

Mark Schroeder, wakil presiden analisis Afrika di perusahaan intelijen geopolitik, Stratfor, mengatakan, penolakan dilakukan Jonathan, karena dia tidak ingin negaranya semakin dicap jelek. Nigeria dikenal sebagai negara korup dan pelanggar hak asasi manusia.

Namun belakangan, Nigeria membuka pintunya bagi bantuan asing. Tidak tanggung-tanggung, Presiden Barack Obama menurunkan 30 personelnya untuk membantu Nigeria melacak Boko Haram. Tim ini terdiri atas 10 staf Kementerian Pertahanan yang berbasis di Nigeria, tujuh staf Kemhan AS yang berbasis di Jerman, empat agen FBI, dan lima staf Kementerian Luar Negeri AS.

AS bahkan telah menurunkan pesawat mata-mata untuk menyisir Nigeria dari udara. Pejabat AS mengatakan, dalam waktu dekat mereka juga akan menurunkan drone atau pesawat nirawak di negara tersebut.

Selain AS, Inggris, dan Prancis juga telah menurunkan para ahlinya ke Nigeria. Tiongkok, Israel, dan Spanyol juga menawarkan bantuan. Bersama mereka bertekad untuk memberantas seluruh jaringan Boko Haram hingga ke akarnya.

Namun, tawaran bantuan dari Israel menuai kecaman dari umat Muslim Nigeria. Ulama Nigeria Ahmed Mahmud-Gumi mengatakan bahwa dengan memperbolehkan pasukan Israel dan Barat masuk ke Nigeria, malah akan menjadikan negara itu magnet bagi mujahidin yang ingin menggempur Zionis.

"Menerima bantuan Israel akan membuat Nigeria jadi medan perang global bagi kekuatan neokolonial demi kepentingan beberapa orang," kata Mahmud-Gumi.

Atas dasar inilah, akhirnya pemerintah Nigeria hanya mengizinkan bantuan dari tim ahli dan negosiasi penyanderaan, bukan tentara atau perangkat tempur di lapangan.

Diperkirakan Boko Haram masih belum keluar dari Nigeria. Awalnya, pemimpin kelompok tersebut, Abubakar Shekau, dalam sebuah video mengatakan akan menjual gadis-gadis yang mereka culik atau dinikahkan dengan militan Boko Haram. Diduga, para gadis akan dibawa keluar Nigeria, ke Chad atau Kamerun.

Dalam pernyataannya yang terbaru, Shekau meminta agar gadis itu ditukar oleh tawanan Boko Haram yang ditahan pemerintah Nigeria. Presiden Jonathan masih menimbang apakah pertukaran ini perlu dilakukan.

Keyakinan bahwa gerombolan ini masih berada di dalam negeri diperoleh dalam video kedua yang ditayangkan Boko Haram. Dalam video kedua itu, diperlihatkan ratusan gadis yang diculik, memakai jilbab, duduk di tengah hutan. Menurut Shekau, korban yang beragama Kristen telah masuk Islam.

"Kenapa kau masuk Islam?" tanya salah satu anggota Boko Haram pada seorang gadis dalam video.

"Alasan saya menjadi Muslim karena kami berada di jalan yang benar," kata gadis yang telah berganti nama menjadi Halima itu.

Video ini menjadi kabar baik bagi tim penyidik dan para keluarga korban, bahwa mereka masih hidup.

Pemimpin kota Chibok Pogu Bitrus menduga mereka masih berada di Nigeria. Jika dilihat berdasarkan jenis tanaman dalam video, Bitrus menduga mereka berada di hutan Sambisa, sekitar 30 kilometer dari Chibok.

Juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, mengatakan, penyidik AS akan menyisir setiap detail dalam video tersebut.

Rencananya Sabtu mendatang, akan dilakukan pertemuan antara kepala negara Nigeria, Benin, Chad, Kamerun, dan Niger di Prancis untuk membicarakan pemberantasan Boko Haram. Negara-negara ini adalah sarang kelompok teroris tersebut. Inggris, Uni Eropa, dan AS juga akan turut hadir.

Boko Haram Mencoreng IslamPeristiwa ini terjadi di tengah perekonomian Nigeria yang membaik. Nigeria adalah penghasil minyak terbesar di Afrika dan pengekspor gas alam cair terbesar keempat dunia. Dengan nilai ekonomi sedemikian, Nigeria sudah pantas dijajarkan dengan negara-negara anggota G-20.

Namun, kegemilangan ekonomi Nigeria sedikit tertutupi oleh jumlah warga miskinnya. Diperkirakan jumlah orang miskin dengan penghasilan di bawah US$1,25 per hari, di Nigeria yang terbanyak di Afrika.

Belum lagi ditambah dengan perpecahan yang kerap terjadi. Sebanyak 170 juta rakyat Nigeria terbagi menjadi dua kubu, mayoritas Muslim di utara dan Kristen di selatan. Boko Haram menjadi musuh bersama karena tidak pandang bulu dalam membunuh, baik Kristen maupun Islam.

Tahun ini, Boko Haram yang berarti "pendidikan Barat haram" ini telah menewaskan 1.500 orang dalam serangkaian penembakan maupun pengeboman di Nigeria. Sejak 2011, kelompok ini total menewaskan lebih dari 3.600 orang.

Sepanjang 2014, kelompok yang menentang pendidikan bagi wanita ini menyerang enam sekolah, tujuh gereja, membakar dua permukiman, dan mengebom beberapa pasar, kebanyakan dilakukan di wilayah mayoritas Muslim di utara.

Nama asli kelompok ini adalah Jamaah Ahlussunnah Liddakwati wal-jihad, yang artinya, "Jemaah pengikut ajaran Nabi dan jihad". Dibentuk oleh Mohammed Yusuf tahun 2002, awalnya Boko Haram adalah lembaga pendidikan Islam, mendirikan masjid dan madrasah.

Namun, Boko Haram punya agenda membentuk negara Islam berdasarkan interpretasi mereka soal khilafah dan madrasah digunakan untuk merekrut para mujahid. Yusuf berhasil dibunuh tentara Nigeria pada 2009 dan digantikan oleh Shekau.

Pada 2010, AS menetapkan Boko Haram sebagai organisasi teroris yang terhubung dengan Al-Qaeda. Kepala Shekau atau informasi keberadaannya dihargai AS US$7 juta atau lebih dari Rp80 miliar.
Tindakan Boko Haram melakukan kekerasan atas nama Islam dikecam oleh umat Islam sendiri. Imam Besar Arab Saudi Sheikh Abdulaziz Al al-Sheikh mengatakan bahwa Boko Haram telah mencoreng citra Islam dan menyimpang dari ajaran Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Komentar Shekau yang mengatakan bahwa penculikan itu adalah perintah Allah, kata al-Sheikh, jadi bukti bahwa Boko Haram adalah kelompok sesat yang harus segera diluruskan.

"Kelompok ini dibentuk untuk mencoreng citra Islam dan harus diluruskan, ditunjukkan bahwa mereka berada di jalan yang salah dan harus ditolak setiap perkataannya," kata al-Sheikh kepada koran berbahasa Arab al-Hayat yang dikutip Reuters, Jumat pekan lalu.

"Ini adalah kelompok sesat karena Islam menentang penculikan, pembunuhan, dan agresi. Menikahi gadis diculik dilarang dalam Islam," lanjut al-Sheikh lagi.

Kecaman yang sama berdatangan dari Muslim di seluruh dunia. Kamis pekan lalu, pemimpin Dewan Nasional Muslim Nigeria, Teslim Olarinde, berbicara di National Press Club di Florida AS mengatakan bahwa tindakan Boko Haram menyalahi ajaran Islam.

"Setiap ayah yang mendengar anaknya diculik atas nama agama, tahu pasti ada yang salah. Agama kami mengajarkan hidup damai dengan yang lain, namun Boko Haram mengatasnamakan agama untuk membenarkan tindakan barbar mereka," kata Olarinde.

Sunday, 11 May 2014

Cara RI Hadapi MERS. Sebagian jamaah umrah bertekad ke tanah suci meski MERS-CoV mengancam

http://itsinterestingdotcom.files.wordpress.com/2013/05/mers-cov.jpg?w=614&h=345Cemas. Itu perasaan sebagian calon jamaah umrah di Tanah Air. Pasalnya, Middle East Respitatory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV) di tanah suci Arab Saudi tengah menebar teror. Virus sindrom pernapasan itu hingga kini menyerang sedikitnya 490 orang dan telah menewaskan 121 penderita di seluruh dunia.

Tapi niat ibadah sudah bulat. Apa pun risiko yang terjadi akan dihadapi walau berita soal virus maut itu sudah cukup membuat khawatir. Tekad itu sudah ditanam di hati Mariam, calon jamaah umrah asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Mariam mengaku rasa cemas itu memang ada. Namun, bagi perempuan 45 tahun itu, saat ini merupakan momen yang tepat untuk beribadah di tanah suci.

“Karena mati Allah yang menentukan. Di tempat tidur pun kita sewaktu-waktu bisa mati,” kata Mariam saat berbincang dengan VIVAnews.

Bersama suaminya, H. Bahri Ansyah (55 tahun), Mariam akan berangkat 20 Mei 2014. “Saya pasrah dan tetap berangkat umrah. Yang penting kami berangkat umrah untuk menunaikan ibadah. Soal hidup mati itu ada di tangan Allah,” kata dia.

Calon jamaah lainnya, Robethoh, yang juga asal Banjarmasin turut waswas. Sama seperti Mariam, karena niat ibadah, apapun risikonya akan dihadapi. “Kami dari daerah orangnya rata-rata fanatik, jadi apapun risikonya tetap berangkat," kata Robethoh di kantor Himpunan Haji dan Umrah (HIMPUH), Tebet.

Perempuan 35 tahun itu mengungkapkan rombongan jamaah umrah asal Banjarmasin ada 100 orang yang akan berangkat 20 Mei 2014. Mereka akan berada di Arab Saudi selama 13 hari.

Mariam dan Robethoh hanya segelintir dari para jamaah yang tetap membulatkan niat pergi ke Tanah Suci. Ini diiyakan oleh Direktur Travel Hikmah, Slamet Riyadi. Kata dia, sejauh ini belum ada calon jamaah umrah maupun haji yang menggunakan jasa bironya menunda atau membatalkannya. Slamet menyebutkan, Mei dan Juni nanti, bironya akan memberangkatkan sekitar 100 orang.

Slamet mengungkap, maraknya pemberitaan tentang virus ini bukan pertama kali. Tahun lalu juga sempat marak penyebaran virus flu burung dan MERS-CoV di Arab Saudi. Namun tetap, tak menyurutkan niat calon jamaah untuk berangkat. “Vaksin meningitis yang diberikan wajib bagi jamaah, memperkuat jamaah untuk tetap berangkat ke Saudi. Bahkan ada sebagian yang teken kontrak siap mati. Mereka merasa hidup dan mati itu ada di tangan Allah,” tuturnya.

Meski begitu, pihaknya tetap menyarankan agar calon jamaah agar melengkapi semua vaksinasi sebelum berangkat, dan tetap menjaga kondisi selama menjalankan ibadah umrah. “Dari jamaah tidak terlalu khawatir, sejauh ini yang khawatir justru dari travel.”

Pemerintah Indonesia juga belum memberikan travel warning. Sebab pemerintah Arab Saudi sendiri belum menggolongkan kejadian merebaknya virus MERS-CoV ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). “Kami dengar dari Pak Menteri Agama tidak ada informasi yang signifikan sampai adanya pelarangan jamaah untuk berangkat ke sana. Mudah-mudahan tidak ada hal yang mengkhawatirkan jamaah,” tuturnya.

Pilih Menunda
Lain lagi cerita di Medan, Sumatera Utara. Ada sejumlah calon jamaah umrah memilih menunda keberangkatan. Mereka tidak mau ambil risiko tertular virus MERS-CoV. Salah satunya Sartimah. 

Rencananya, wanita berjilbab ini akan ke Tanah Suci bersama keluarga pada 9 Mei 2014. Dia memilih menunda keberangkatan hingga dua bulan mendatang. "Kami khawatir akan terkena virus MERS jika berangkat sekarang," kata Sartimah saat ditemui di biro travel PT Siar Haramain International Wisata di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Rabu 7 Mei 2014.

Sartimah mengambil keputusan menunda keberangkatan menyusul maraknya pemberitaan soal virus MERS-CoV. Apalagi dikabarkan sudah ada korban yang berasal dari Medan, Sumatera Utara. [Lihat VIDEO: Seorang Jamaah Umroh Asal Sumut Suspect MERS-CoV]

"Kami takut juga bawa virus itu ke Indonesia," kata dia.

Ngatimah Boru Sipahutar juga menunda keberangkatan hingga Agustus 2014. Rencananya Ngatimah akan berangkat umrah bersama adik, kakak, dan anaknya. “Kami tak jadi berangkat bulan ini, khawatir,” kata dia.

Direktur Marketing biro travel PT Siar Haramain Internasional Wisata, Alamria Asmardy, menilai banyaknya pemberitaan terkait virus MERS-CoV cukup mempengaruhi calon jamaah. "Apalagi ada yang kabarnya meninggal, maka sangat berpengaruh. Calon jamaah umumnya menunda keberangkatan, bukan membatalkan," kata Alamria.

Akibatnya, ada sejumlah calon jamaah mengajukan permohonan menunda keberangkatan. Kata Alamria, pekan ini sudah ada 20 calon jamaah yang menunda keberangkatan. Perusahaannya sudah memberi penjelasan kepada para calon jamaah agar terhindar dari virus MERS-CoV. Kendati begitu, Alamria memaklumi kekhawatiran para calon jamaah.

Cara Pemerintah
MERS-CoV muncul perdana September 2012 di Arab Saudi. Namun hingga kini belum ada penangkal atau obat-obatan untuk menangani virus yang berasal dari hewan unta itu. [Baca: Dua Antibodi Ini Bisa Jadi Penawar Virus MERS-CoV]

Virus ini menyebar ke 15 negara, yaitu Saudi Arabia, Jordania, Qatar, Tunisia, Uni Emirat Arab, Oman, Kuwait, Perancis, Jerman, Italia, Yunani, Filipina, dan Malaysia. Warga negara-negara itu umumnya tertular setelah menjalankan ibadah umrah.

Pemerintah Indonesia tidak mau kecolongan. Banyak orang Indonesia yang berkunjung dan tinggal di Arab Saudi jadi alasan Pemerintah langsung mengambil langkah serius. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, mengatakan ada sekitar 1,2 juta WNI yang merantau di Arab Saudi. Setiap bulan dan tiap tahun, Indonesia mengirim ratusan ribu jamaah umrah dan haji.

“Jadi kami berkepentingan melindungi warga kita,” kata Agung Laksono di sela rapat koordinasi bersama Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Perhubungan untuk membahas penyebaran virus ini, Senin 5 Mei 2014.

Apalagi sebagian korban tertular yang berasal dari negara lain itu usai menjalankan ibadah umrah. Menurut Agung, sudah satu WNI yang tinggal di Arab Saudi meninggal dunia akibat MERS-CoV. WNI itu berinisial NA, 61 tahun, wafat pada 27 April 2014.

Untuk mencegah masuknya MERS-CoV ke Indonesia, pemerintah melakukan langkah pencegahan dengan memperketat penjagaan sejumlah pintu masuk kunjungan wisatawan. Termasuk pintu kedatangan jamaah umrah dan haji dari Timur Tengah, khususnya Arab Saudi.

“Kami meningkatkan pemantauan di pintu masuk negara, dan menyebar health alert card dengan memasang leaflet serta banner di pintu masuk Indonesia, misalnya di bandara dan pelabuhan,” kata Agung.

Pengalaman Indonesia dalam menanggulangi penyebaran virus flu burung, diklaim Agung membuat pemerintah lebih siap menghadapi kemungkinan penyebaran MERS-CoV di tanah air.

Sudah ada 100 rumah sakit yang siap menerima pasien dengan gejala virus MERS-CoV. “Jumlah itu pun bisa meningkat menjadi 155 rumah sakit,” kata dia.

Saat ini belum ada larangan bagi WNI untuk bepergian ke Arab Saudi dan Timur Tengah. Meski begitu, Pemerintah tetap mengimbau agar WNI yang tidak terlalu berkepentingan hendaknya mengurungkan niat ke sana. “Memang tidak ada travel restriction, tidak ada travel warning, hanya ada travel advice saja, yang menganjurkan penduduk Indonesia sebaiknya tidak pergi ke sana. Tapi anjuran itu ya untuk diindahkan. Artinya, kalau ada orang yang punya penyakit bawaan, sebaiknya jangan pergi. Itu termasuk langkah pencegahan,” kata Menko Kesra Agung Laksono.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan hal yang sama. Ketua IDI Zainal Abidin mengimbau warga Indonesia menunda keberangkatan umrah dan haji. Terutama bagi yang berusia di atas 65 tahun, anak-anak di bawah 12 tahun dan wanita hamil. Jamaah yang memiliki penyakit ginjal, jantung, dan pernafasan, juga diimbau tidak ke Arab Saudi.

“Jangan ada stigma bahwa IDI melarang masyarakat untuk pergi haji,” kata dia.

Kalau pun jamaah tetap pergi ke Tanah Suci atau ke Timur Tengah dalam waktu dekat ini, IDI memberikan saran, antara lain: 

1. Hindari kontak langsung dengan orang yang batuk dan gunakan masker,
2. Tidak minum susu unta mentah,
3. Tidak bersentuhan atau berdekatan dengan unta,
4. Bagi yang ibadah, alangkah baiknya jika fokus menjalankan ibadah, demi meminimalisir terjangkitnya virus,
5. Jika ada gejala-gejala yang sama, harap melaporkan kepada petugas kesehatan secepat mungkin.

"Kami berusaha semaksimal mungkin mencegah dan meminimalisir peredaran virus," tutur Zainal. (

Saturday, 10 May 2014

Bumi Dalam Intaian Meteor. Sejak tahun 2000 hingga 2013, ada 26 asteroid yang masuk ke Bumi.

Meteor terlihat di atas langit Chelyabinsk, Ural, RusiaBulan ini penduduk Bumi akan disajikan pemandangan menakjubkan di langit. Ratusan hingga ribuan cahaya akan berkelebatan di angkasa. Jika dilihat malam hari akan lebih indah, seperti neon yang berjatuhan dari langit--hujan Meteor.

Menurut ahli NASA, hujan benda langit ini diperkirakan terjadi pada 23 dan 24 Mei 2014. Sebelumnya, peristiwa ini terjadi pada 2004 lalu berdasarkan pemantauan Lincoln Near-Earth Asteroid Research yang menamainya Komet 209P/LINEAR.

Asteroid ini mengorbit Matahari setiap lima tahun, bahkan lebih. Tahun ini, posisi asteroid tersebut tepat pada orbit Bumi dan alirannya diposisikan tepat untuk pertemuan antarplanet. Jika prediksi ini benar, bersiaplah menyaksikan langit yang bermandi cahaya komet yang mengandung es, batu, dan debu saat bertabrakan dengan atmosfer Bumi.

"Ini akan menjadi pemandangan yang mengesankan sepanjang malam," kata Bill Cooke, kepala Dinas Lingkungan NASA, sambil mengatakan bahwa hujan meteor ini akan menjadi yang terbaik pada 2014.

Fenomena hujan meteor di Bumi memang memanjakan mata. Namun, apakah hal yang sama akan terjadi jika meteor yang jatuh ke bumi seukuran bus? Sebab, Bumi kian hari kian rentan dihantam meteor ukuran besar.

Seperti diungkap peneliti di Laboratorium Propulsi Jet NASA, di California, Bumi berpotensi kedatangan tamu tak diundang--sebuah asteroid dengan lebar 7,6 meter. Ditemukan pada April lalu oleh astronom dan tim Mount Lemmon Survey, jarak asteroid itu ke Bumi yaitu 299.388 kilometer, lebih dekat dari jarak Bumi ke Bulan.

Walaupun menurut peneliti asteroid ini kecil kemungkinannya masuk ke Bumi, namun tetap harus diwaspadai. Sebab, berdasarkan studi terbaru B612, lembaga bentukan para astronom dan mantan astronot, Bumi telah dihantam asteroid setidaknya sekali dalam enam bulan. Sejak tahun 2000 hingga 2013, ada 26 asteroid yang masuk ke Bumi.

Asteroid-asteroid ini juga memiliki energi yang besar. Perhitungannya antara satu hingga 600 kiloton. Sebagai perbandingan, ledakan nuklir yang meratakan Hiroshima tahun 1945 "hanya" memiliki energi 15 kiloton.

Dr. Ed Lu, mantan astronot NASA dan pendiri B612 Foundation mengatakan bahwa asteroid sebesar 40 meter yang jatuh ke Bumi bisa meluluhlantakkan sebuah kota. Apalagi dengan kecepatan fantastis. Setelah menembus atmosfir, asteroid bisa melesat 50 hingga 100 Mach. Satu Mach sama dengan 1.225 kilometer per jam.

Beruntung kita punya atmosfir sebagai pelindung pertama dari asteroid. Lapisan atmosfir akan membakar benda yang melintasinya, asal lebih kecil dari 82 kaki dan 70 persen permukaannya adalah air. Jadi, kemungkinan asteroid menghantam permukaan bumi adalah 70 per 30.
Selain itu, kemungkinan asteroid menghantam permukiman warga juga cukup kecil. Sebab, hanya 28 persen daratan yang ada di Bumi, sisanya lautan, dan hanya satu persen yang dihuni manusia.

Namun, yang mengancam manusia bukan saja hantaman langsung meteor. Lu mengatakan, yang paling merusak adalah ledakan saat meteor terbakar asteroid dan efek setelahnya. Inilah yang terjadi di Chelyabinsk, Rusia, 15 Februari 2013 lalu.

Saat itu, meteor meledak di udara. Cahaya ledakan yang menyilaukan tertangkap kamera. Kecepatan meteor saat memasuki atmosfir saat itu adalah 57.600 km/jam. Meteor meledak sekitar 30 km di atas tanah.

Sebanyak 7.200 rumah di enam kota dengan radius 49 kilometer rusak, 1.500 orang terluka. Lu mengatakan bahwa meteor yang meledak di Chelyabinsk energinya 600 kiloton, 30 kali lipat dari ledakan nuklir Hiroshima. Tapi untungnya, meteor meledak di udara dan memperkecil kerusakan.

"Gelombang kejutnya yang membunuh dan merusak. Jadi, kebanyakan meteor sangat kecil dan berada di ketinggian sehingga tidak membuat kerusakan di permukaan. Tidak seperti yang terjadi di Chelyabinsk," kata Lu.

Meteor di Chelyabinsk tahun lalu adalah benda langit terbesar yang menembus atmosfir bumi sejak tahun 1908 di Tunguska. Saat itu, meteor meledak di atas Siberia, mencabut 80 juta pohon dari akarnya di radius lebih dari 830 mil persegi.

Sedikitnya, peluang meteor masuk ke atmosfir Bumi tidak berarti kita bisa santai-santai. Lu mengatakan, ada lebih dari satu juta asteroid berbahaya berpotensi mengancam Bumi, 10.000 di antaranya telah diidentifikasi.

Jangan sampai peristiwa 65 juta tahun lalu kembali terjadi di Bumi. Saat itu, disinyalir ada meteor berdiameter 9600 meter yang menghantam Bumi. Dampaknya luar biasa, iklim berubah dan dinosaurus punah.

Teleskop Sentinel
Untuk itu, diperlukan langkah pencegahan, yaitu identifikasi meteor berbahaya di angkasa. B612 sendiri telah mulai insiatif untuk menemukan asteroid berbahaya yang berpotensi mencelakakan Bumi. Salah satunya adalah dengan menempatkan teleskop Sentinel di jarak 274 juta kilometer dari Bumi, dekat Venus tepatnya.

Teleskop dengan infra merah ini rencananya akan diluncurkan 2018 mendatang. Di bulan pertama operasinya, Sentinel diharapkan bisa melacak dan mendeteksi 20 ribu asteroid dekat Bumi. Jika berhasil, teknologi ini akan melampaui seluruh pencapaian teleskop canggih lainnya dalam 30 tahun terakhir.

Sentinel mampu memprediksi mana asteroid berbahaya yang kemungkinan akan menghantam Bumi dalam waktu tahunan atau beberapa dekade ke depan.

Setelah berhasil terdeteksi, kata Lu, maka Bumi harus melakukan pencegahan. Salah satunya adalah mengirim kapal luar angkasa untuk menggiring asteroid yang masih jauh itu keluar jalur, sehingga tidak menabrak Bumi.

Namun masalahnya, proyek ini tidak murah. Satelit swasta buatan B612 ini butuh dana US$250 juta (Rp2,8 triliun) untuk membuatnya, dan tambahan US$200 juta (Rp2,3 triliun) untuk mengoperasikannya. B612 tengah menggalang dana masyarakat untuk ini.

"Karena, kita tidak tahu di mana dan kapan dampak terbesar selanjutnya akan terjadi. Satu-satunya cara adalah dengan mencegah terjadinya bencana akibat asteroid sebesar kota menghantam Bumi. Dan, ini hanya masalah keberuntungan," ujar Lu.

Saking seriusnya ancaman Meteor ini, PBB membentuk tim khusus untuk memantau asteroid. Februari 2014 lalu sekelompok ahli di bidang objek dekat-Bumi (NEO) bertemu di Wina, Austria, membentuk Jaringan Peringatan Asteroid Internasional (IAWN).

Tugas IAWN ini adalah memberikan rekomendasi respon internasional jika ada ancaman asteroid terhadap Bumi. Tujuannya sama dengan B612, yaitu mendeteksi dan menjauhkan asteroid berbahaya dari Bumi. Menurut Ketua NEO Detlef Koschny, ini adalah langkah besar dalam melindungi Bumi.

Sejak 2001 lalu, PBB telah membentuk Tim Aksi untuk Objek Dekat Bumi, atau dikenal dengan nama Tim Aksi 14 (AT-14). Tim ini mengusulkan untuk membentuk Jaringan Peringatan Asteroid Internasional sebagai lembaga berbagi informasi soal serangan asteroid.

Berdoa SajaMenurut NASA, dari seluruh benda langit di angkasa, 95 persennya berukuran besar dan berada di dekat Bumi. Ukuran besar di sini berarti berdiameter satu kilometer atau lebih. "Asteroid sebesar itu, satu kilometer atau lebih, bisa menghancurkan satu peradaban," kata penasehat sains Gedung Putih, John Holdren, diberitakan Reuters, Maret lalu.

Menurut Kepala NASA, Charles Bolden, hanya 10 persen dari 10 ribu asteroid ini yang mengancam Bumi. Rata-rata, kata Bolden, asteroid yang merusak menghantam Bumi sekali dalam 1.000 tahun.

Tapi sekali lagi, hal ini tidak bisa diprediksi. Seperti halnya meteor yang meledak di Chelyabinsk yang tanpa woro-woro. Jika demikian, hanya ada satu cara yang bisa dilakukan manusia di Bumi: Berdoa.

"Dari informasi yang kami miliki, kami tidak tahu asteroid mana yang akan mengancam populasi Amerika Serikat. Tetapi, jika asteroid itu diketahui menghantam Bumi tingga minggu lagi, maka berdoalah," kata Bolden

Ini Hasil Rekap Nasional Pemilu 9 April. Sebanyak 10 partai memenuhi ambang batas, dua tidak

Partisipasi Pemilih di Pileg 75 Persen, KPU Belum PuasKomisi Pemilihan Umum menetapkan hasil Pemilihan Legislatif beberapa menit sebelum batas akhir. KPU memutuskan pada pukul 23.52 WIB, Jumat 9 Mei 2014.

Dalam keputusan bernomor 411.KPTS/KPU/2014 itu menyatakan bahwa suara sah pada Pemilu 9 April itu sebanyak 124.972.491 suara (100 persen). Suara tertinggi diperoleh PDIP dengan persentase 18,95 persen, lalu disusul Partai Golkar 14,74 persen, dan Gerindra 11,81 persen.

Berikut hasil rekap suara nasional Pemilihan Legislatif 9 April 2014:

Nasdem 8.402.812 (6,72 persen).
PKB 11.298.957 (9,04 persen).
PKS 8.480.204 (6,79 persen).
PDIP 23.681.471 (18,95 persen).
Golkar 18.432.312 (14,75 persen).
Gerindra 14.760.371 (11,81 persen).
Demokrat 12.728.913 (10,19 persen)
PAN 9.481.621 (7,59 persen).
PPP 8.157.488 (6,53 persen).
Hanura 6.579.498 (5,26 persen).
PBB 1.825.750 (1,46 persen).
PKPI 1.143.094 (0,91 persen).

Sebanyak 10 partai memenuhi ambang batas 3,5 persen, dua partai tidak masuk. Mereka adalah PBB dan PKPI.