Saturday, 29 December 2012

Kemenkeu dan Renovasi Ruang Rapat Rp14 M. Barang luks itu di antaranya keset dan karpet senilai Rp530 juta

Menteri Keuangan Agus Martowardojo
Anggaran renovasi ruang rapat kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) senilai Rp14 miliar kini jadi sorotan. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menilai proyek di kementerian yang dipimpin Agus Martowardojo itu merupakan tindakan menghambur-hamburkan uang negara.

Fitra merilis anggaran sebesar Rp14 miliar itu digunakan untuk membeli sejumlah barang luks, di antaranya keset dan karpet senilai Rp530 juta, karpet yang lain lagi senilai Rp1,98 miliar, dan pembelian peralatan video conference seharga sebesar Rp11,5 miliar.

"Gambaran itu memperlihatkan bahwa Kementerian Keuangan untuk tahun 2012 sangat boros, dan sangat senang menghambur-hamburkan uang kas negara tanpa berpikir untuk melakukan penghematan anggaran," kata Koordinator Advokasi dan Investigasi Sekretariat Nasional Fitra, Uchok Sky Khadafi, melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis, 27 Desember 2012.

Uchok menyayangkan proyek tersebut bukan hanya karena angkanya yang terlampau besar, tetapi juga lantaran target penerimaan pajak pada tahun ini tidak tercapai. Penerimaan pajak tahun 2012 meleset, hanya tercapai sebesar 92,8 persen atau 943.1 triliun dari target APBN Perubahaan tahun 2012 sebesar Rp1.016 triliun.

"Tetap saja pihak Kementerian Keuangan santai-santai saja, uang tetap dihabiskan hanya untuk mendandani ruang rapat," tutur Uchok.

Proyek mendandani ruang rapat itu diniliai tidak adil dan diskriminatif pada anggaran karena di sisi lain masih banyak ruang kantor lembaga negara yang justru lebih memerlukan perbaikan. "Bisa dilihat dari ruang-ruang rapat untuk publik seperti ruang rapat atau ruang pengadilan di Tipikor, Pengadilan Tinggi atau Pengadilan Negeri yang sangat panas."

"Jadi, mentang-mentang sebagai bendahara negara, Kementerian Keuangan dengan seenaknya mengalokasikan anggaran hanya untuk diri sendiri, dan melupakan alokasi anggaran untuk perbaikan ruang-ruang pengadilan."

Fitra juga merilis perusahaan-perusahaan pemenang lelang yang menjadi mitra Kemenkeu dalam proyek mendandani ruang rapat tersebut. Mereka antara lain: untuk pengadaan keset dan karpet adalah CV Sembilan Benua, yang beralamat di Jl. Ence Sumantadiredja No. 23 RT 001 RW 007 Pamoyangan, Bogor, Jawa Barat; CV Trimitra Sejati, yang beralamat Jl. Kramat Sentiong I/89 H, Senen, Jakarta Pusat, untuk pengadaan karpet yang lain; dan PT Mitra Integrasi Informatika untuk pembelian peralatan video conference.
Iklan bertebaran
Fitra juga menilai Instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang disertai pembentukan Tim  Evaluasi Percepatan dan Pengawasan Anggaran (TEPPA) untuk mempercepat penyerapan anggaran tahun 2012 tak bertaji. Fitra mendasarkan penilaian itu pada laporan realisasi anggaran semester I-2012 terhadap kinerja kementerian.

Koordinator Riset Fitra, Maulana, mengatakan hingga pertengahan 2012, penyerapan anggaran pemerintah pusat belum mencapai 50 persen. Bahkan, terdapat enam kementerian yang baru menyerap anggarannya kurang dari 20 persen.

"Hal ini mengindikasikan kinerja kementerian yang malas dalam merealisasikan program kegiatan yang telah disusunnya," katanya.

Maulana mengungkapkan, enam kementerian itu yakni, Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.

"Enam Kementerian ini adalah mereka yang realisasi program kegiatannya di bawah 20 persen hingga pertengahan 2012. Mereka harus menjelaskan pada masyarakat karena anggaran yang mereka kelola tahun 2012 tidak kecil," ucap Maulana.

Anehnya, dengan sisa jumlah hari kerja yang efektif sejak tanggal 1-15 Desember, pemerintah membelanjakan Rp29 triliun setiap harinya. "Sangat sulit dibayangkan bagaimana menghabiskan anggaran sebesar itu dalam sehari agar dapat mencapai target realisasi anggaran," katanya.

Maulana menduga banyaknya iklan layanan masyarakat dari pemerintah pada bulan Desember merupakan upaya mengejar target itu. "Tidak mengherankan jika di bulan Desember ini banyak sekali iklan layanan masyarakat yang dibuat-buat. Kualitas belanja menjadi sulit dikontrol."

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengaku belum bisa merespons temuan Forum Transparansi Untuk Anggaran  (Fitra) yang mengungkapkan terjadinya pemborosan renovasi ruang rapat kantor Kementerian Keuangan yang mencapai Rp14 miliar.  "Saya akan pelajari dan kemudian direspons," ujar Agus di kantornya, Jakarta, Kamis 27 Desember 2012.

Meski demikian, sebagai institusi pelayan publik, Kementerian Keuangan siap menerima segala kritik dan saran yang muncul dari masyarakat.

Mengenai anggaran iklan, Agus juga geram. Pola penyerapan anggaran yang gencar di akhir tahun membuat kesan belanja pemerintah tidak efisien.

"Kementerian dan lembaga banyak menaruh iklan di media cetak dan elektronik yang berlebihan bisa kontra produktif dan sebagai bentuk realisasi anggaran supaya tinggi," ujar Agus, beberapa waktu lalu.

Di hadapan perwakilan 40 kementerian dan lembaga, Agus mengingatkan agar instansi pemerintah tidak berlebihan dalam memasang iklan di media massa dan tindakan tersebut bukan prioritas pemerintah.

Agus menjelaskan kementerian keuangan sebagai bendahara negara terus mengawasi pengelolaan anggaran tersebut. "Kami tidak ingin dianggap memasang iklan berlebihan dan dianggap tidak optimal, efektif, efisien sehingga membuat citra pemerintah kurang positif," kata mantan Dirut Bank Mandiri ini. 

ren BYOD, Madu Atau Racun? Smartphone paling penting dalam hidup, lalu diikuti dompet dan kunci


Menjamurnya berbagai gadget canggih seperti smartphone, komputer tablet  hingga convertible PC menimbulkan gaya hidup baru dalam dunia kerja, bring your own device (BYOD). Para karyawan membawa sendiri perlengkapan kerjanya, perusahaan hanya memberikan akses data dan jaringannya
Apakah fonemena ini akan meningkatkan produktivitas karyawan? Jawabnya tentu belum pasti. Karena banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas, tak semata  soal perangkat kerja.
Yang jelas, gaya hidup ini sepintas akan menekan biaya operasional perusahaan,  karena tidak perlu repot menyediakan dana untuk membeli peralatan kerja bagi karyawan.
Pertanyaannya adalah apakah penurunan biaya itu sepadan dengan munculnya risiko baru akibat BYOD,  kerahasiaan perusahaan makin sulit dijaga. Sebab, berbagai macam keragaman jenis device yang dibawa karyawan akan membuat perusahaan kesulitan mengatur keamanan data dan jaringan perusahaan.
BYOD mulai populer di perusahaan-perusahaan informasi teknologi (IT). Bermula dari menjamurnya piranti canggih yang dimiliki para karyawan dan dapat menunjang pekerjaan.
Perusahaan  akhirnya mempersilakan karyawan mengakses data-data perusahaan dari gadget pribadi mereka. Dan fenomena ini ternyata bukan hanya isapan jempol.
Survei terbaru yang diselenggarakan oleh iPass, perusahaan IT terkemuka, menunjukkan 46 persen karyawan yang disurvei menggunakan smartphone sendiri untuk bekerja, naik dari 42 persen pada 2011 lalu.
Sedangkan jumlah perusahaan yang menyediakan perangkat kerja untuk karyawannya turun dari 58 persen menjadi 33 persen.  Hal ini tentu membuat ongkos operasional perusahaan akan turun dengan sendirinya.
Paling Penting dalam Hidup
Berkembangnya tren BYOD disebabkan para karyawan, pebisnis dan pekerja mobile menginginkan satu perangkat yang terintegrasi untuk penggunaan pribadi dan pekerjaan.
Dalam laporan iPass, smartphone menduduki peringkat pertama dalam hal yang paling penting dalam hidup mereka, lalu diikuti oleh dompet dan kunci rumah.
Meningkatnya popularitas smartphone pribadi membuat para karyawan membawa budaya mereka ke dalam tempat kerja. Karyawan diberikan lebih banyak pilihan perangkat kerja dan fleksibilitas dimana mereka bekerja.
Vice President Europe at Mobility Services iPass Firm, Rene Hendrikse, menjelaskan jika BYOD diterapkan secara benar maka mobilitas karyawan dan strategi perusahaan dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Namun, hadirnya budaya kerja baru ini dinilai bukan tanpa kelemahan.
Fakta menunjukkan hanya 30 persen perusahaan di Inggris yang menggabungkan smartphone dan tablet milik pribadi dalam strategi perusahaan 2012.
Kehadiran gadget pribadi, khususnya yang tidak tepat, dalam jaringan data kantor  dapat meningkatkan risiko pelanggaran data, dan kehilangan data.
Dengan semakin seringnya smartphone dan tablet pribadi mengakses data perusahaan maka akan menjadi prioritas keamanan yang penting bagi departemen IT.
Departemen tersebut harus bisa menentukan aplikasi perusahaan yang dapat diakses dari perangkat milik karyawan.  Selain itu, harus mampu mengelola perangkat, kebijakan akses dan titik kontrol sehingga perusahaan dapat memastikan kebijakan keamanan yang berkaitan dengan VPN, anti-virus software, aktivasi firewall pribadi.
Kebijakan keamanan jaringan perusahaan diperlukan untuk mencegah data-data perusahaan dicuri ataupun dihapus secara jarak jauh jika smartphone ataupun tablet pribadi karyawan hilang.
Survei menunjukkan masalah keamanan server perusahaan meningkat seiring dengan meningkatnya perangkat pribadi yang diperbolehkan diakses karyawan.
Sekitar 46 persen eksekutif IT mengakui masalah keamanan informasi teknologi bersumber dari gadget karyawan yang tidak sejalan dengan perangkat IT kantor.
Tantangan lainnya adalah perusahaan dituntut harus menyiapkan jaringan bandwith yang besa. Data menunjukkan penggunaan ponsel dan tablet karyawan terus meningkat dan setiap karyawan memiliki tiga perangkat, laptop, smartphone dan tablet yang akan menyedot bandwith perusahaan.
Perusahaan departemen IT harus memastikan bahwa strategi BYOD dirancang untuk menangani jumlah peningkatan perangkat yang tersambung tanpa ada dampak negatif pada biaya.
Fenomena BYOD diperkirakan bakal terus meningkat pada 2013 dan tantangannya adalah perusahaan harus efektif mengelola dan mengamankan perangkat pribadi karyawan, dam pada saat yang bersamaan menghindari biaya penggunaan jaringan yang tinggi.
Dengan kebijakan yang tepat, maka perusahaan dapat menikmati banyak manfaat dari BOYD. Karyawan dan pekerjaan akan selalu terhubung, sehingga produktivitas dan mobilitas meningkat, karena karyawan dapat berkomunikasi di rumah, di taman, bahkan saat mereka melakukan perjalanan menuju kantor.

Kado Tahun Baru, Tarif Listrik Naik. Harga elpiji 12 kilogram juga akan naik per 1 Januari 2013?

Inspeksi penggunaan listrik.
Masuk pergantian tahun 2013, pemerintah telah menyiapkan "kado" bagi masyarakat Indonesia, yaitu menaikkan tarif tenaga listrik (TTL) sebesar rata-rata 15 persen secara bertahap tahun depan.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jarman, menjelaskan, Menteri ESDM, Jero Wacik, telah meneken Peraturan Menteri Nomor 30 Tahun 2012 yang mengatur tentang kenaikan tarif listrik per 1 Januari 2013.

"Tertinggi untuk golongan rumah tangga sebesar 6,5 persen dan terendah 4 persen, sedangkan untuk golongan industri naik 5 persen setiap tiga bulan," kata Jarman saat ditemui VIVAnews di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta, Kamis 27 Desember 2012. 

Golongan rumah tangga dengan daya 450 VA dan 900 VA dipastikan tidak terkena kenaikan tarif listrik. Sementara itu, golongan rumah tangga dengan daya 6.600 VA secara bertahap dihilangkan subsidinya, dan pada Desember 2013 tidak lagi menikmati subsidi listrik.

"Pada akhir 2013, pelanggan dengan daya 6.600 VA ke atas akan mencapai tarif keekonomiannya, yaitu Rp1.352 per kwh," katanya.

Kenaikan bertahap ini, dia melanjutkan, sesuai dengan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia agar tidak terjadi inflasi yang tinggi. Dengan kenaikan tarif listrik ini, maka Kementerian ESDM akan meminta PT Perusahaan Listrik Negara untuk melayani masyarakat lebih baik lagi.

"ESDM akan meminta PLN untuk mengurangi durasi pemadaman. Selain itu, pemakaian BBM dalam pembangkit listrik dikurangi menjadi di bawah 1 persen pada 2020," katanya.

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara, Nur Pamudji, mengatakan, perseroan telah menganggarkan investasi sebesar Rp64,9 triliun, dengan Rp10,1 triliun di antaranya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. PLN memfokuskan 30 persen investasi di jaringan listrik luar Pulau Jawa dan 70 persen pembangunan transmisi di luar Pulau Jawa. "Investasi tahun depan fokus di luar Pulau Jawa untuk meningkatkan rasio elektrifikasi," katanya. 

Dengan kenaikan listrik ini, pemerintah akan menghemat Rp14,9 triliun anggaran subsidi listrik sepanjang tahun depan. "Itu nilai pengurangan subsidi dalam setahun," kata Nur.

Meski akan terkena dampak dari kenaikan tarif tenaga listrik itu, menurut Wakil Direktur Reform Miner Institute, Komaidi Notonegoro, masyarakat mau tidak mau harus menerimanya. Sebab, kenaikan TTL telah diketok oleh pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat. 

"Namun kenaikan TTL ini harus diimbangi dengan peningkatan kinerja PLN," kata Komaidi saat dihubungi VIVAnews, Jumat 28 Desember 2012.

PLN, lanjutnya, harus meningkatkan efisiensi agar subsidi listrik tidak membengkak, meningkatkan rasio elektrifikasi, serta memperkecil durasi padamnya aliran listrik.

Elpiji Juga Naik?Selain tarif tenaga listrik, pada awal tahun, masyarakat juga harus bersiap-siap menerima rencana kenaikan harga elpiji ukuran 12 kilogram. Adalah PT Pertamina yang menyampaikan niatnya untuk menaikkan harga elpiji 12 kilogram sebesar Rp1.500 per kilogram pada 1 Januari 2013. 

Kenaikan harga elpiji 12 kilogram ini akan dilakukan karena Pertamina sepanjang 2012 mengklaim rugi US$470 juta atau sekitar Rp4,46 triliun (kurs Rp9.500).

"Kami rugi tahun ini dan lima tahun terakhir rugi Rp20 triliun dalam distribusi elpiji 12 kilogram," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya Yuktyanta, di Depo BBM Plumpang, Jakarta, Jumat 28 Desember 2012.

Pemerintah hanya mensubsidi elpiji 3 kilogram, sedangkan Pertamina harus menanggung sendiri subsidi elpiji 12 kilogram. Saat ini, harga jual elpiji 12 kilogram sebesar Rp5.850 per kilogram, sedangkan harga keekonomian elpiji Rp12.500 per kilogram.

"Harga jual elpiji 12 kilogram tersebut belum termasuk biaya angkut terminal ke filling plant dan biaya operasional sebesar Rp900 per kilogram," kata mantan Direktur Utama Badak NGL ini.

Untuk itu, Pertamina berniat menaikkan harga elpiji 12 kilogram sebesar Rp1.500 per kilogram guna mengurangi kerugian. Kerugian Pertamina dapat dialihkan untuk investasi di hulu dan membangun sarana serta prasarana infrastruktur energi.

Kenaikan harga ini, kata dia, telah masuk dalam rencana kerja Pertamina 2013 dan akan naik per 1 Januari 2013. Untuk menaikkan harga ini sebenarnya Pertamina tidak perlu izin dari pemerintah, karena bukan barang subsidi. Namun, Pertamina sebagai BUMN masih menunggu persetujuan dari pemerintah. "Belum mendapatkan lampu hijau dari Kementerian ESDM," katanya.

Saat ini masih banyak rumah mewah dan perhotelan yang masih menggunakan elpiji 12 kilogram. Kenaikan harga ini, dia menjelaskan, tidak akan memberatkan masyarakat tidak mampu. "Untuk konsumen yang tidak mampu kan sudah disediakan elpiji tiga kilogram dari pemerintah," katanya.

ESDM tak mengizinkanNamun, rencana Pertamina untuk menaikkan harga elpiji 12 kilogram itu ternyata tidak mendapat persetujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Kementerian ESDM menegaskan harga elpiji 12 kilogram tidak akan naik per 1 Januari 2013.

Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini, menyatakan, pada 1 Januari 2013, hanya tarif tenaga listrik yang naik. "Elpiji belum mau dinaikkan," kata Rudi kepadaVIVAnews, Jumat 28 Desember 2012.

Kementerian ESDM telah menerima surat pengajuan kenaikan harga elpiji 12 kilogram sebesar Rp1.500 per kilogram per 1 Januari 2013 itu. Namun, Rudi menegaskan Kementerian ESDM tidak mengizinkan.

Komaidi Notonegoro menilai, Pertamina sebetulnya tidak perlu izin dari Kementerian ESDM, karena elpiji 12 kilogram tidak disubsidi pemerintah dan Pertamina menderita kerugian yang besar. "Pertamina cukup memberitahukan kepada Kementerian ESDM," katanya.

Jika tetap ngotot Pertamina tidak menaikkan harga elpiji, lanjut dia, pemerintah harus memberikan kompensasi kepada perusahaan energi pelat merah itu untuk menutup kerugian Pertamina yang mencapai triliunan rupiah

Friday, 28 December 2012

Cara Baru Ilmuwan Inggris Eksperimen Perangi Kanker. Memanfaatkan sel darah putih, mereka menyusupkan virus pembunuh kanker

 Penelitian terapi kanker
Pantas bila laman suatu media lokal di Inggris, Yorkshire Post, menampilkan foto seorang profesor ilmu penyakit kanker bernama Claire Lewis sedang tersenyum lebar. Bersama tim yang dia pimpin, ilmuwan dari Universitas Sheffield itu berhasil ujicoba menemukan cara baru memberantas kanker prostat melalui eksperimen metode terapi "Kuda Troya." Dengan memanfaatkan sel darah putih, mereka menyusupkan virus pembunuh kanker untuk memberantas tumor di dalam tubuh.

Riset ini masih diujicoba pada tikus dan belum diterapkan kepada manusia. Namun sukses awal penelitian ini membawa optimisme baru di dunia medis dalam mencari cara memerangi kanker prostat, maupun juga kanker tipe-tipe lain. Ini termasuk penyakit mematikan bagi manusia dan hingga kini masih sulit ditemukan obat maupun terapi yang mujarab dan aman.

Hasil penelitian pada tikus itu dipublikasikan di jurnal medis Cancer Research dan turut mendapat perhatian kalangan media massa internasional, termasuk stasiun berita BBC. Para pakar menilainya sebagai studi yang menarik, walau masih butuh riset pada manusia dan perlu analisis yang menyeluruh.

Metode injeksi virus yang masih eksperimental itu mereka namai "Kuda Troya." Ini terinspirasi dari mitologi peperangan klasik bangsa Yunani kuno. Dalam kisah itu, pasukan Yunani kuno berhasil menyerang Kota Troya setelah bersembunyi di dalam sebuah patung kuda raksasa, yang dikira musuh sebagai barang persembahan kepada dewa.

Cara kerja virus hasil eksperimen itu mirip dengan strategi "Kuda Troya." Dalam ujicoba pada tikus, tim peneliti menyelipkan virus pembunuh kanker di dalam sistem kekebalan tubuh untuk menyusup ke dalam sebuah tumor. Begitu sudah menyusup ke dalam, puluhan ribu virus itu dilepas untuk menghabisi sel-sel yang terpapar kanker.

Dalam eksperimen ini, tim peneliti pimpinan Profesor Lewis menggunakan sel-sel darah putih sebagai "kuda tumpangan" bagi para virus untuk menyusup. Dengan menginjeksinya ke aliran darah pada momen yang tepat, sel-sel darah itu bisa mengantar virus penghancur sel-sel kanker jauh di dalam bagian organ yang mengalami tumor.

"Kuda troya kami itu bisa mengubah sel-sel darah putih penderita menjadi mesin-mesin kecil pembunuh tumor yang juga mencegahnya tumbuh kembali setelah akhir chemo atau radiotherapy," kata Lewis, yang juga memimpin departemen onkologi di Universitas Sheffield, seperti yang dikutip Yorkshire Post.

Menggunakan virus untuk secara cepat menghancurkan tumor yang terus tumbuh merupakan terobosan menarik dalam penelitian terapi kanker. Masalahnya adalah bagaimana memasukkan virus-virus itu jauh ke dalam tumor untuk berakhir tanpa menimbulkan efek yang membahayakan bagi penderita.

"Masih ada masalah untuk menyusupkan virus-virus dalam kadar yang cukup ke dalam tumor," kata Profesor Claire Lewis dari Universitas Sheffield kepada BBC. Dalam eksperimen ini, dia dan timnya menggunakan sel-sel darah putih sebagai "kuda tumpangan" bagi para virus untuk menyusup.

Di tahap akhir riset yang berlangsung selama 40 hari itu, semua tikus yang menjadi bahan percobaan "Kuda Troya" tetap hidup dan tidak terlihat lagi tanda-tanda tumor. Sebagai pembanding, ada sejumlah tikus yang menerima terapi lain justru tidak mampu bertahan hidup dan kanker di dalam tubuh mereka malah menyebar.

Dalam riset itu, seperti yang juga diberitakan Medical Daily, butuh sekitar 12 jam untuk mengetahui sukses tidaknya penyusupan. Pada saat itu, sel darah putih yang disusupi pecah dan melepaskan 12.000 virus yang segera beraksi membunuh sel-sel kanker.

Perhatian Serius
Walau masih perlu riset lebih lanjut, tim peneliti berharap terapi "Kuda Troya" itu pada akhirnya bisa menjadi penyembuhan kanker yang efektif dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Selama ini, metode terbaik yang digunakan di dunia medis dalam memerangi kanker berupa chemotherapy atau radiotherapy. Cara ini tidak hanya menghantam sel-sel kanker, namun juga berisiko merusak sel-sel sehat yang masih vital bagi keberlangsungan hidup penderita.

Namun, menurut Profesor Lewis, terapi Kuda Troyan ini, bila eksperimennya bisa berjalan sukses pada manusia, bisa memberi harapan baru bagi para pasien yang selama ini berkali-kali harus menjalani chemotherapy atau radiotherapy karena kanker dalam jaringan yang terpapar tumbuh lagi.

"Dengan terapi ini, sel-sel darah putih dari si pasien sendiri yang akan bekerja dan mengalahkan kanker. Terobosan ini bisa mencegah munculnya lagi kanker setelah menjalani terapi reguler. Banyak pasien yang, sayangnya, meninggal karena tumbuhnya lagi tumor maupun menyebarnya kanker sehingga ini menjadi penemuan yang prestisius yang bisa berdampak bagi ribuan jiwa," lanjut Lewis.
Riset ini telah mendapat perhatian serius dari kalangan medis di Inggris. Awalnya, penelitian ini hanya mendapat dukungan dana dari lembaga lokal, yaitu Yorkshire Cancer Research. Belakangan, lembaga Prostate Cancer UK yang berskala nasional juga tertarik mendukung riset tim pimpinan Profesor Lewis.

Kate Holmes dari Prostate Cancer UK, seperti dikutip Yorkshire Post, menilainya sebagai perkembangan yang menarik. "Penelitian ini menunjukkan bahwa metode inovatif dalam menyalurkan virus pembunuh tumor langsung ke lokasi kanker bisa sukses mengurangi perkembangan tumor prostat ke tahap lanjut, yang selama ini ditangani lewat chemotherapy dan radiotherapy," kata Holmes.

Dia optimistis bila berhasil diterapkan pada manusia, eksperimen ini akan menandai kemajuan yang berarti dalam mencari cara yang lebih baik dalam memerangi kanker. Sukses diterapkan pada tikus, Lewis dan timnya berencana akan menggelar ujicoba pada manusia, yaitu mereka yang menderita kanker prostat. Ujicoba ini paling cepat bisa dimulai awal tahun depan atau 2013.

Paling Menakutkan
Tidak heran bila penelitian ini mendapat perhatian dan sokongan serius. Ini mengingat Inggris termasuk negara yang memiliki banyak warga yang terdiagnosa menderita kanker dari beragam tipe. Bahkan, bagi kalangan publik di sana, kanker menempati peringkat teratas sebagai hal yang mengerikan. Artinya, mereka lebih takut dengan kanker ketimbang utang, kasus penusukan, penyakit Alzheimer dan kehilangan pekerjaan.

Menurut data yang dihimpun lembaga Cancer Research UK, pada 2010 saja sudah terdapat sekitar 325.000 orang di Inggris yang terdiagnosa kanker. "Ini sekitar 890 orang setiap hari. Setiap dua menit ada satu orang di Inggris yang diketahui mengidap kanker," demikian data di laman lembaga itu.

Sejak pertengahan dekade 1970an, jumlah pengidap kanker di negara itu meningkat 22 persen di kalangan pria dan 42 persen di kalangan wanita. Sebagian besar mengidap kanker payudara, paru-paru, usus besar, maupun prostat.

Di tingkat global, jumlah pengidap kanker pada 2008 saja sudah mencapai 12,7 juta kasus. Lebih dari setengahnya berada di negara-negara berkembang.

Konflik Suriah Memburuk, WNI Bergegas Dipulangkan. Total terdapat lebih dari 600 WNI ditampung di KBRI

Keadaan yang memburuk memaksa Kemlu bergegas memulangkan WNI
Sudah 21 bulan pemberontakan di Suriah berlangsung. Hingga saat ini, revolusi juga belum rampung, justru semakin memburuk. Puluhan ribu warga sipil tewas akibat diberondong peluru tentara Bashar al-Assad. Ratusan ribu lainnya pilih mengungsi karena takut dibunuh.
Pemerintah Indonesia bertindak cepat. Satu-per-satu warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja atau sekolah di Suriah mulai diungsikan. Situasi yang semakin memburuk mau tidak mau membuat Kemlu harus ngebut dalam memulangkan para WNI.

Dalam pernyataannya Kamis kemarin, Kemlu mengatakan bahwa saat ini WNI yang masih ditampung di perwakilan RI Damaskus secara bertahap dipindahkan ke Beirut, Lebanon. Selama ini, rute yang ditempuh untuk repatriasi WNI adalah Damaskus-Beirut-Jakarta, hanya saja kali ini prosesnya dipercepat.

Total terdapat lebih dari 600 WNI yang ditampung di KBRI. Guna menyambut kehadiran 600 lebih WNI, Dimas memanfaatkan sebagian besar ruang kantor KBRI. Jika diperlukan, lanjutnya, KBRI akan menyewa apartemen untuk tempat tinggal mereka.

“Semua sumber daya KBRI dikerahkan untuk membantu proses pemulangan WNI. Karena sesuai arahan pimpinan Kemlu, proses pemulangan ini menjadi prioritas KBRI Beirut saat ini,” ungkapnya.

KBRI juga telah melobi pemerintah Lebanon untuk memberikan visa dengan masa tinggal 10 hari hingga satu bulan lebih panjang daripada visa sebelumnya yang hanya 2 x 24 jam.
Para WNI tidak perlu khawatir kelaparan atau tanpa tempat tinggal, semuanya telah diatur oleh Kemlu. Tim KBRI Beirut untuk Bantuan Proses Repatriasi WNI Suriah, R.A. Arief menuturkan, terdapat sejumlah persiapan yang dilakukan KBRI Beirut untuk menampung WNI termasuk pengadaan selimut, kasur, pembuatan sekat-sekat di dalam kantor guna difungsikan sebagai tempat tidur yang nyaman.

“Stok makanan pokok dan logistik lainnya juga kami tingkatkan untuk mendukung keberadaan WNI di KBRI Beirut,” ujar Arief.

Korban Tewas BertambahGerak cepat KBRI ini dilakukan seiring jumlah korban yang terus meningkat di Suriah. Menurut laporan berbagai lembaga HAM, korban tewas di Suriah sejak dimulainya pergolakan pada Maret 20111 telah lebih dari 40.000 orang.

"Kami telah mendokumentasikan kematian 45.048 orang," kata Rami Abdel Rahman, direktur Pengamat Suriah untuk Hak Asasi Manusia. Sebanyak 1.000 di antaranya terbunuh hanya dalam waktu seminggu lalu, dilansir The Australian.

Rahman mengatakan jumlah ini diperoleh dari laporan tim medis dan para aktivis di lapangan. Dia mengatakan, jumlahnya kemungkinan lebih besar lagi, bisa jadi mencapai lebih dari 100.000 orang.

Salah satu serangan terparah belakangan ini terjadi di wilayah Halfaya sebelah barat Suriah Minggu pekan lalu. Kelompok oposisi Komite Koordinasi Lokal Suriah mengatakan lebih dari 100 orang tewas diberondong pesawat tempur rezim Assad.

Seperti diberitakan CNN, saat itu para korban tengah mengantre untuk membeli roti, makanan yang semakin langka di saat konflik. Sedikitnya 69 orang berhasil diidentifikasi saat itu dan langsung dikuburkan, 15 mayat dikuburkan tanpa diidentifikasi. Sementara itu, setelah lama serangan berlalu, sekitar 25 mayat lainnya masih tergeletak di lokasi.

Kota itu hanya memiliki tiga toko roti. Bahan baku pembuat roti baru dikirimkan pada Sabtu setelah satu minggu produksi terhenti karena kurangnya bahan. Saat toko roti dibuka, tentu saja warga kegirangan karena mereka akhirnya bisa memenuhi kebutuhan pangan.

Saksi mata mengatakan, saat ratusan orang berbaris antre pesawat tempur Suriah tiba-tiba melintas dan warga langsung berhamburan. Empat roket ditembakkan, gedung empat tingkat langsung roboh. Warga mengatakan, tentara Assad yang sadis memang mengincar kerumunan orang sejak kota itu berhasil dikuasai kelompok oposisi Tentara Pembebasan Suriah.

Namun yang paling ditakutkan warga sipil adalah penggunaan senjata kimia oleh diktator Suriah. Hal ini jugalah yang sering disuarakan oleh negara-negara Barat yang digawangi Amerika Serikat.
Pemerintahan Assad sempat membantah mereka menggunakan senjata kimia terhadap rakyat sipil. Namun, para pemberontak Suriah seperti diberitakan Ynetnews mengatakan bahwa tentara Assad menggunakan bom fosfor dan cairan kimia lainnya yang tidak diketahui.

Tidak ada korban dalam penyerangan itu. Pengeboman dengan senjata fosfor tersebut diunggah di laman Youtube. Tidak bisa dikonfirmasi apakah video itu asli atau tidak. Penggunaan bom jenis ini terlarang dalam hukum perang internasional.

Ini bukan kali pertama pasukan pemberontak melaporkan penggunaan senjata kimia. Sebelumnya pada bulan ini, organisasi Human Right Watch melaporkan bahwa tentara Assad menggunakan bom pembakar.

Bom jenis ini menggunakan bahan kimia yang sangat mudah terbakar dan punya daya rusak tinggi. Di antara jenis bom ini adalah napalm, thermite dan fosfor.

Akibat kekerasan yang tidak kunjung usai, semakin banyak warga Suriah yang memilih hengkang. Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), saat ini telah lebih dari 540.000 pengungsi Suriah yang berlindung di Irak, Yordania, Lebanon, Turki dan Mesir.
Setelah penembakan di toko roti, dalam 24 jam 1.000 warga Suriah yang menyeberang ke Turki. Dalam enam minggu terakhir, 140.000 warga Suriah yang pilih mengungsi. Menurut prediksi PBB pada Rabu pekan ini, jumlah pengungsi Suriah akan bertambah hingga 1,1 juta orang pada Juni 2013, jika perang tidak segera usai.

Upaya PBB MentokMenggantikan Koffi Annan sebagai utusan khusus PBB untuk konflik Suriah, Lakhdar Brahimi, masih belum menghasilkan kemajuan berarti. Seperti pendahulunya yang telah menyerah, Brahimi harus berjuang mengumpulkan dukungan untuk perdamaian Suriah, terutama dari Rusia.

Selama ini, Rusia dan China dikenal sebagai batu penghalang bagi seluruh upaya PBB. Kedua negara yang merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB ini beberapa kali memveto resolusi untuk Suriah, termasuk resolusi yang hanya mengutuk serangan.

Upaya mendekati kedua kubu yang bertikai juga tidak membuahkan hasil. Pasalnya, baik pemberontak dan pemerintah sama-sama menolak rancangan solusi yang ditawarkan PBB pada konferensi internasional di Jenewa beberapa bulan lalu.

Saat itu, PBB menyerukan gencatan senjata, pemerintah transisi mengendalikan negara sampai dilakukan pemilihan, dan merancang konstitusi baru.

Seruan ini ditolak oposisi yang menilai bahwa solusi PBB tidak mencantumkan kewajiban mundur bagi rezim otoriter Assad.
Sementara rezim pemerintah Suriah mengabaikan solusi PBB tersebut karena menurut mereka itu sama menyerahkan kekuasaan dengan sukarela

iTV, Televisi Masa Depan. Apple merancang iTV. Selamat datang televisi pintar


Kepala Eksekutif (CEO) Apple, Tim Cook, selalu merasa ada yang kurang di ruang keluarganya. Ruang tempat berkumpul anak beranak itu, dianggap Tim Cook, miskin teknologi, sejak puluhan tahun silam.
"Saat saya berada di ruang keluarga, dan menyalakan TV, saya seperti mundur ke 20-30 tahun lalu," kata Tim Cook, dalam sebuah wawancara di stasiun televisi NBC. "Ini  area yang jadi perhatian. Saya tidak bisa bicara lebih dari itu," lanjut Tim Cook.
Setelah wawancara itu, Tim Cook dianggap memberi sinyal Apple siap membesut perangkat TV. Diprediksi namanya adalah iTV.
Ini sebetulnya tak begitu mengejutkan. Rumor soal Apple mengembangkan smart-TV sudah bertiup sejak 2011. Dalam biografi ditulis Walter Issacson, pendiri Apple Steve Jobs pernah mengungkap soal riset TV terintegrasi ini dengan beragam fitur.
“Saya ingin membuat sebuah televisi terintegrasi secara lengkap, dan mudah digunakan,” kata Jobs dalam biografinya. “Ia disinkronkan lewat iCloud serta memiliki antarmuka pengguna (user interface) yang mudah. Dan saya akhirnya bisa memecahkan hal itu,” ujar Jobs.
Di penghujung 2012, kehadiran iTV ini pun kian mendekati kenyataan. Mengutip laman Wall Street Journal, Apple dilaporkan berkolaborasi dengan Sharp dan Hon Hai, untuk ujicoba desain TV beresolusi tinggi dengan layar besar. Hon Hai lebih dikenal dengan sebutan Foxconn, yang selama ini menjadi perakit utama produk Apple.
"Ini belum menjadi proyek formal. Masih dalam tahap awal pengujian," kata sumber itu kepada Wall Street Journal. Laman Business Insider pernah memprediksi iTV akan luncurkan pada 2013.
Spesifikasi
Cnet menyebut, ujicoba Foxconn atas televisi itu memakai layar berukuran 46 hingga 55 inci. Meski laporan Wall Street Journal menyebut iTV ini akan memiliki layar resolusi tinggi, tapi detilnya belum diketahui.
Sebelumnya, Cult of Mac pernah membocorkan spesifikasi Apple TV. Dalam laporan ditulis Leander Kahney, Apple TV itu akan punya bentuk serupa layar monitor LED Cinema Apple.
Selain itu, smart-TV besutan Apple ini juga akan dilengkapi fitur unggulan yang sudah terpasang di iPhone, yaitu Siri dan FaceTime. Dengan begitu, iTV diperkirakan akan memiliki kamera depan dan mikrofon. TV Apple ini nantinya bisa digunakan untuk konferensi video melalui FaceTime, dan perintah berbasis suara melalui Siri.

Pada HDTV ini juga akan dibenamkan kamera iSight. Ia dilengkapi kemampuan pengenalan wajah, dan zoom ke wajah pengguna. Teknologi iSight mampu mengikuti gerak penggunanya, kendati dia berjalan keliling ruangan. Anda bisa membuat panggilan video dari sofa, atau aktivasi suara. Tanpa harus berdiri menghadap TV.
Konten?
Seperti halnya smart-TV lain, perangkat ini tentu mengandalkan konten berbasis akses internet. Lagipula, Apple sudah memproduksi Apple TV dalam bentuk set-top box atau alat seperti dekoder. Jika merujuk konten di Apple TV yang ada saat ini, maka setidaknya TV besutan Apple akan mampu memutar konten digital dari iTunes Store, dan layanan konten digital lain, seperti Netflix dan Hulu Plus.
Selain itu, Apple TV dalam bentuk set top box ini juga bisa digunakan menayangkan foto di Flickr dan iCloud. Beragam video di situs video sharingYouTube, dan Vimeo pun bisa diakses mudah.
Tapi ini masih dianggap kurang. Dari segi konten digital, Apple kalah kelas dari Amazon. Selain itu, Google juga telah menghadirkan Google TV dalam bentukset top box. Jika persaingan Google dengan Apple makin tajam, bisa jadi Google menarik YouTube sebagai konten di Apple TV. Ini tentu mengurangi kualitas konten di Apple TV, juga iTV.
Apple tentu terus menyiapkan konten terbaik bagi iTV, dan menyodorkan keunggulan produknya dibanding TV lainnya. Salah satu strategi yang mungkin adalah menggandeng sejumlah studio besar Hollywood. Mari simak langkah Apple di sepanjang 2013.

Google Glass dan Perburuan Kacamata Pintar. Smart glasses ini dirancang untuk mengubah fiksi menjadi realitas


Riuh tepuk tangan terdengar ketika seorang pria paruh baya muncul di atas panggung di acara “Google Zeitgeist” di Inggris, pertengahan Mei 2012 lalu. Dengan penampilan serba santai--hanya mengenakan kaos oblong dibalut blazer--pria itu langsung menyapa audiens.
Ada yang tak biasa dari penampilannya. Sorot mata hadirin justru tertuju pada kacamata yang dia kenakan.
Pria itu adalah pendiri sekaligus CEO Google, Larry Page.
Tahu perhatian tertuju ke kacamatanya, Larry langsung berkomentar. "Ini Google Glass. Masih dalam tahap pengembangan awal memang, namun saya sungguh senang bisa memiliki satu," kata dia seperti dilansir TechRadar.
Ini merupakan kedua kalinya kacamata berdesain tak biasa itu dipamerkan ke publik. Sebelumnya, pendiri Google Sergey Brin telah memakainya ke sebuah acara amal di San Fransisco, satu bulan sebelumnya.
Belum banyak informasi tentang kacamata itu. Namun, kehadirannya telah jadi buah bibir di dunia maya dan diperkirakan akan menjadi salah satu terobosan teknologi paling ditunggu pada tahun 2013. Foto-foto hingga video demonya telah beredar luas, hingga akhirnya Google Glass dipamerkan secara resmi di depan para pengembang aplikasi di Konferensi Google I/O 2012 di San Fransisco, Amerika Serikat, 27 Juni 2012. Di forum ini Brin mengatakan smart glasses atau kacamata pintar ini masih berupa prototipe, belum siap menjadi produk konsumen, dan karena itu belum diperjualbelikan secara bebas.
Kacamata ini dirancang dengan motivasi yang sama seperti halnya setiap proyek baru Google: mengubah fiksi ilmiah menjadi realitas. Google menyatakan kacamata ini bisa melakukan banyak hal sekaligus (multi-tasking) layaknya sebuah ponsel pintar. Dikontrol dengan suara, Google Glass bisa digunakan untuk melakukan pencarian online, mengirim dan menerima email, serta melakukan navigasi arah. Tak cuma itu, ia bisa pula dipakai untuk chat-video. Dan, ya, semua aktivitas itu akan muncul di lensa kacamata, tepat di depan mata penggunanya.
Seperti perangkat cerdas pada umumnya, kacamata pintar Google dibekali dengan prosesor, memori internal untuk menyimpan data, mikrofon untuk mengirim dan menerima pesan suara, speaker pada bingkai sebelah kanan, dan radio ganda untuk komunikasi data Internet.
Desainnya sendiri sangat futuristik. Bingkainya terbuat dari titanium, sehingga sangat ringan ketika dikenakan. Kacamata ini memproyeksikan gambar dan data virtual secara langsung ke mata penggunanya, dengan menerapkan teknologi augmented reality (AR). Ia juga dibekali kamera yang dapat memotret dan merekam video tanpa sentuhan tangan.
Augmented reality adalah  teknologi yang bisa menipiskan batas antara apa yang nyata dan apa yang dihasilkan komputer, sehingga kita dapat melihat, mendengar, merasa dan mencium melaluinya. Ketika Anda membaca Koran, misalnya, dengan teknologi augmented reality koran tersebut tidak hanya menampilkan tulisan dan foto, tetapi juga video dan suara.
Menurut blogger Google Seth Weintraub, kacamata tersebut menggunakan LCD transparan atau tampilan AMOLED, yang akan menampilan keseluruhan informasi di depan bola mata Anda. Untuk itu pengguna dibantu oleh kamera, GPS, speaker. Jadi, Anda hanya cukup memiringkan kepala, menengok, dan menyuarakan perintah untuk mengontrol fungsi kacamata; apakah untuk searching, mengirim email, atau merekam video.
Di sebuah ulasan Harian The New York Times, Google Glass dilukiskan akan berbasis Android, memiliki koneksi 3G atau 4G, dan bisa tersambung ke smartphone melalui koneksi Wi-Fi atau bluetooth.
Yang disodorkan Project Glass—nama proyek pengembangan Google Glass--adalah sebuah gebrakan di dunia teknologi dunia. Itu kata kelompok yang menyambutnya penuh semangat: bahwa sebentar lagi kita akan hidup di era fiksi ilmiah masa depan!
Tapi, buat mereka yang pesimistis, piranti ini cuma akan berakhir sebagai vapourware--produk yang gegap-gempita diumumkan akan diluncurkan ke publik, namun pada akhirnya akan ditarik atau sama sekali batal diluncurkan.
Beberapa malah menuding motif Google sebetulnya hanya ingin menarik perhatian lebih para pengguna Internet terhadap iklan-iklan mereka. Kalangan ini beranggapan iklan pop-up yang muncul pada laman web saja sudah cukup menyebalkan, dan apa jadinya jika advertensi model itu menyodok langsung mata Anda.
Dari sisi teknologi, ada yang menyoroti kendala yang bakal dihadapi. Menurut Blair MacIntyre, Direktur Augmented Environments Lab di Georgia Tech, augmented reality tidak bakal bisa dijalankan dengan tampilan seperti pada Google Glass. Peneliti MIT Media Lab, Pranav Mistry, juga mengamini bahwa layar yang teramat kecil tidak akan dapat memberikan sensasi seperti yang dipertontonkan di video demo Google Glass.
"Ada beberapa kendala engineering, seperti membuat layar yang bisa bekerja dalam gelap atau saat diterpa cahaya matahari. Itu sangat sulit dan teknologi display portabel tidak menawarkan pemfokusan dinamis yang dapat menghantarkan tampilan yang bersih dan sempurna," katanya.
Google sendiri telah memilih lima jurnalis untuk manjajal langsung kacamata tersebut. Oleh Sergey Bin, di kaca mata mereka hanya diputarkan sebuah video kembang api.
"Kualitas video demo kembang api tak terlalu bagus.  Wajar saja, ini adalah kacamata prototipe. Lensanya ada di depan mata kanan. Telinga kanan saya dapat menangkap suara dengan jelas," kata Peter Ha, wartawan TechCrunch.
Ketika menolehkan kepala, kacamata itu memang menawarkan pengalaman augmented reality; yang menggabungkan objek nyata dengan objek virtual secara real time. Saat ada notifikasi pesan masuk yang berbunyi “ding”, maka pengguna kacamata harus memiringkan kepalanya sampai pesan keluar dan bisa dibaca.
Diburu produsen film porno
Semua kritik itu tidak menyurutkan ambisi Google. Mereka optimistis kacamata pintar ini bakal jadi ladang uang baru. Google Glass sudah dijual dengan harga US$1.500, sekitar Rp14,5 juta, kepada para pengembang aplikasi (developer) yang menghadiri acara Google I/O 2012. Google baru akan mengirimkan kacamata ini kepada para developer yang memesannya pada awal tahun 2013.
Yang sudah pasti, minat bukan datang dari kalangan developer. Google Glass ternyata kencang diburu banyak studio film porno. Dilansir harian Daily Mail, studio film porno Pink Visual yang terkesima dengan teknologi yang ditawarkan Google Glass, menyatakan memiliki ide baru untuk membuat kategori baru film panas dengan memanfaatkan kacamata tersebut.
"Ini merupakan perangkat yang memudahkan kami merekam video berkualitas tinggi tanpa tangan dan membuat proses perekaman POV (Point of View) menjadi makin mudah," kata juru bicara Pink Visual, Quenin Boyer.
Melihat respons positif dari pasar dan potensi yang begitu besar, Microsoft dan Apple pun tak mau kalah. Mereka sedang mengembangkan produk serupa untuk menyaingi Google Glass.
Dilaporkan BBC, paten Microsoft yang didaftarkan di Amerika Serikat menunjukan tampilan sebuah kacamata pintar. Dalam ilustrasinya, kacamata itu tampak bisa menampilkan informasi para pemain bisbol di lapangan. Paten itu sudah didaftarkan sejak Mei 2011, namun baru kali ini ditampilkan dengan cukup jelas. Salah satu kecanggihannya, kacamata ini bisa menampilkan informasi langsung sebuah acara secara live. Diperkirakan, pengguna dapat mengontrol kacamata tersebut dengan berbagai cara. Salah satunya dengan perintah suara atau bahkan cukup dengan menggerakkan mata.
Menurut Nitin Bash, analis senior di lembaga riset Juniper, kacamata pintar semacam ini akan menjadi faktor pendorong utama pasar komputer di akhir tahun 2014 sampai 2017.

Selain Microsoft, Apple juga disebut-sebut sedang mengembangkan perangkat serupa. Apple diyakini tengah menggarap kacamata futuristik semacam Google Glass. Kabarnya, Apple bahkan telah lebih dulu mendaftarkan paten di seputar teknologi mutakhir ini. Lembaga paten AS pekan lalu melansir Apple telah menggelar serangkaian uji coba atas seperangkat kacamata berteknologi augmented reality.
Diberitakan Los Angeles Times, kacamata Apple menampilkan data dan informasi di LED kecil pada kacamata mereka. Jika Google Glass menampilkan informasi hanya di lensa kanan, kacamata Apple menampilkannya di dua sisi lensa.
Tahun 2013 tampaknya akan menjadi tahun perang teknologi smartglasess.

Big Data, Jurus Teknologi Obama “Mari lakukan apa yang kita semua sepakat"


“Mari lakukan apa yang kita semua sepakat: jaga pajak kelas menengah rendah. Berdiri bersama Presiden Obama.”
Untaian kalimat itu menyambut pengunjung www.barackobama.com, laman pribadi Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Di bawah pesan itu, ada tempat kosong mengisi alamat e-mail dan kode pos agar bisa masuk ke dalam halaman tersebut. Begitu masuk, ternyata ada ajakan untuk menyumbang dana. Ada tiga cara untuk menyumbang: langsung lewat web, lewat e-mail, dan lewat pesan singkat.
Bagi pengunjung yang tidak ingin sisihkan dana, bisa juga sumbang cerita. Maka, di laman itu, tersedia fitur “Ceritakan Kisahmu,” yang dapat diisi melalui akun Facebook dan Twitter. Ada 13 topik yang dapat dipilih untuk diceritakan dan salah satunya berkaitan dengan isu pajak.
Sumbangan dan aspirasi ini menjadi cara Obama mengikat dukungan dari masyarakat untuk mengegolkan janji-janji kampanyenya. Dan janji kampanye yang sedang ditentukan nasibnya saat ini adalah soal mempertahankan pajak rendah bagi mayoritas rakyat Amerika, namun menerapkan kenaikan pajak bagi segelintir orang kaya. Obama berjanji, pajak lebih rendah bagi orang yang berpenghasilan di bawah US$250 ribu. Cara itu dia yakini bisa melindungi 98 persen rakyat Amerika.
Partai Republik, kubu oposisi yang gagal memenangkan Mitt Romney pada Pemilu Presiden 6 November lalu, sejauh ini menolak segala bentuk kenaikan pajak. Dan sayangnya, Dewan Perwakilan Rakyat yang berwenang membuat aturan ini dikuasai Partai Republik. Walau sudah berbulan-bulan, negosiasi Republik dengan Demokrat masih buntu.
Solusi untuk keadaan ini cuma dua, pertama, melobi Republik untuk bersedia melunak, dan kedua, merayu rakyat bersama-sama mendesakkan agenda ini. Untuk yang pertama, butuh dana membayar pelobi; donasi publik pun menjadi penting. Untuk yang kedua, Obama terbukti ahlinya.
Warisan Ted Kennedy
Pada 1979, Joe Trippi, mahasiswa teknik penerbangan di San Jose State University, dilanda kebimbangan, mau meneruskan minatnya di bidang teknologi atau beralih belajar politik, karena ingin mengubah hidup orang banyak. Menurutnya, teknologi menjanjikan namun tak berjiwa, sementara di dunia politik yang digelutinya dengan menjadi sukarelawan partai politik, dia menemukan kegairahan. Akhir tahun itu juga, dia menyetir mobil bersama seorang teman, meninggalkan kampusnya, menuju Iowa, menjadi seorang pengorganisir kampanye Ted Kennedy untuk Pemilihan Presiden.
Di Iowa, Trippi menemukan tim sukses Ted Kennedy sedang mengembangkan teknologi paling canggih yang tersedia untuk kampanye: telepon dengan menggunakan tabel indeks lima kartu. Di markas kampanye yang ditata setiap meja memiliki sambungan telepon, sukarelawan menghubungi seorang anggota Partai Demokrat dan nonpartai (disebut independen), bertanya apakah mereka berniat memberikan hak suara di kaukus Iowa. Kaukus Iowa ini maksudnya untuk menominasikan Kennedy sebagai calon Presiden dari Partai Demokrat.
Kartu indeks ini berisi nama pemilih, alamat, nomor telepon dan nomor kode yang diisi berdasarkan jawaban pemilih. Nomor “1” berarti pemilih memilih Kennedy; “2” cenderung memilih Kennedy; “3” belum memutuskan. Jika “4” berarti buruk karena berarti memilih Jimmy Carter, pesaing Kennedy.
Ketika Trippi tiba di Iowa, tim kampanye langsung memberinya kartu berkode nomor “3”. Setiap sukarelawan diminta untuk melakukan segala cara membujuk pemilih yang berkode nomor 3 agar bisa ikut memilih Kennedy. Namun apa pun pesannya, terserah sukarelawan menyampaikan.
“Sampai kampanye Obama 2012, tak ada dari sistem ini yang berubah jadi lebih baik,” kata Trippi dalam sebuah kolomnya di MIT Technology Review.Memang, sistem kartu indeks belakangan dicetak dari komputer, namun formatnya masih sama seperti tim Ted Kennedy terapkan pertama kali. Bahkan penggunaan teknologi untuk menjangkau pemilih secara pribadi justru semakin terpinggirkan.
“Saat saya bergabung dengan politik, investasi kampanye di bidang pengorganisasian dan menghubungi pemilih semakin berkurang dan berkurang,” katanya. Iklan televisi menjadi lebih penting, sukarelawan berbicara dengan pemilih semakin jarang. Polling yang dilansir televisi jadi lebih penting.
Kandidat lebih mendengarkan komentator, pengamat politik dan berita televisi, daripada suara dari pemilihnya sendiri. Dan kampanye mulai bicara soal berapa banyak uang kampanye dikumpulkan untuk membayar biaya iklan.
“Konsekuensinya, politik mulai kehilangan jiwanya, di mana ada partisipasi aktif pemilih bisa dalam pemilihan,” kata Trippi.
Namun, di akhir 2002, para profesional politik dari kedua kubu politik di AS mulai melihat cara mengubah kondisi top down dan berbiaya tinggi itu pada teknologi yang beraras bottom-up, berbasis rakyat. Tahun 2004, saat menjadi manajer kampanye Howard Dean yang mencalonkan diri jadi Presiden, Trippi mengenalkan model kampanye politik yang beraras pengorganisasian massa, melibatkan partisipasi publik, bukan mengandalkan iklan di televisi.
Namun kampanye Dean gagal. Strategi bottom-up dengan media teknologi ternyata “terlalu dini,” kata Trippi. Tahun 2003, memang ada 55 juta rumah tangga AS yang memiliki akses internet namun jaringan pita lebar masih langka dan catat, Youtube, Facebook dan Twitter, belum eksis. Sementara iPhone baru muncul tahun 2007.
Namun kampanye Dean, kata Trippi, memecahkan rekor pengumpulan dana Bill Clinton saat jadi calon presiden dan membangun organisasi nasional dengan anggota 650 ribu orang, terbesar yang pernah ada. Dan rekor ini baru pecah tahun 2008, oleh Obama.
Gua Data
Tahun 2007, media sosial membuat lebih banyak rakyat Amerika berpartisipasi dalam politik. Jumlah mereka tak terbayangkan sebelumnya.
Sebagai senator muda dari Illinois yang bertekad menjadi calon presiden, Obama saat itu mengenalkan cara kampanye yang tak biasa: lewat e-mail, Facebook dan MySpace. Pesaingnya, Hillary Clinton, yang memiliki tim yang hebat harus menyerah kalah dalam nominasi pencalonan presiden dari Partai Demokrat. “Dia [Clinton] melakukan gaya kampanye lama,” kata Trippi menyebut penyebab kekalahan Hillary.
Majalah Wired edisi 29 Oktober 2008, menyebut, Obama yang pertama kali mengintegrasikan teknologi komunikasi dengan pengorganisasian politik yang menekankan partisipasi sukarelawan dan umpan balik dalam skala yang luas, meningkat dengan cepat, dan menyebabkan antusiasme yang tak pernah terjadi sebelumnya pada hari-hari terakhir menjelang hari pemilu. Konsep jejaring sosial yang dilakukan di internet seperti "Facebook" dan "MySpace" dikombinasikan dengan database yang akurat dan selalu diperbarui.
Kubu Obama bahkan berani menolak jatah dana kampanye dari pemerintah sebesar US$85 juta karena percaya diri mampu meraup dana secara swadaya, salah satunya melalui teknologi internet dalam menggalang dana, menjual pernak-pernik, kaus, topi, dan lain-lain. Hasilnya tak percuma, dana kampanye lebih dari US$ 650 juta. Sementara warga yang diorganisasikan melalui internet ini mencapai 60 juta orang, yang sebagian besar adalah anak-anak muda.
Namun, dua tahun setelah kemenangan bersejarah Obama di tahun 2008, Partai Demokrat seperti terlena, kalah telak dalam Pemilihan Paruh Waktu Anggota Kongres. Di DPR, jumlah legislator Demokrat terpuruk jauh di bawah Republik, sementara di Senat, hanya unggul tipis. Para pengamat sibuk menyatakan ini bentuk ketidakpuasan rakyat pada pemerintahan Obama. Petinggi Demokrat dan tim sukses Obama mulai mengevaluasi, melihat kembali ke 2008, mencari kunci kemenangan Obama.
Sejak awal 2009, Dan Wagner, seorang direktur di Konvensi Nasional Partai Demokrat, sebenarnya sudah menyadari pemilih perlu didekati secara pribadi seperti dilakukan Obama. Namun data yang dipegang sudah terlalu besar sehingga tak bisa ditangani dengan perangkat lunak sederhana, dia lalu meminta departemen teknologi Demokrat mengembangkan perangkat lunak yang lebih canggih, mengubah informasi ke dalam bentuk tabel, yang kemudian dinamakan Survei Manager.
Pertengahan 2010, Demokrat dan Obama pun mulai membangun Tim Big Data yang nantinya bermarkas di Chicago, disebut sebagai “The Cave” atau “Gua”. Mashable melansir, tim yang dibiayai “Obama for America” ini dipimpin Harper Reed sebagai Chief Technology Officer. Reed sebelumnya CTO di Threadless, sebuah perusahaan kaos online. Kemudian bekas direktur riset analitis di firma Accenture, Rayid Ghani, menjadi pemimpin ilmuwan yang mengembangkan perangkat lunak menganalisis data pemilih.
Dulu di Accenture, salah satu kerja Ghani menganalisis kecenderungan jutaan konsumen Wal Mart, jaringan hipermarket terbesar di AS. Ghani mengembangkan logaritma untuk menentukan kecenderungan konsumen membeli barang dalam sebuah “indeks kesempatan”. Jika sebuah produk didiskon sekian persen, berapakah peningkatan pembeliannya. Logaritma ini membuat hipermarket bisa memprediksi penjualannya.
Setelah pemilihan 2008, Tim Obama dihadapkan pada melimpahnya data, namun terkelompok-kelompok. Mereka punya data pemilih berdasarkan berbagai klasifikasi, data survei, data pemilik saluran telepon rumah, data penyumbang dana potensial, data pengguna sosial media, dan bahkan data pelanggan supermarket. Untuk itu, tim Ghani di kampanye 2012 ini juga melibatkan ekonom dan ilmuwan-ilmuwan yang mempelajari perilaku.
Tim yang lima kali lebih besar daripada di kampanye 2008 ini melibatkan psikolog yang jago teori perilaku ekonomi dari University of California LA, Craig Fox; Susan T Fiske dari Princeton University; Samuel L Popkin dari University of California, San Diego; Robert Cialdini dari Arizona State University; Richard H Thaler seorang profesor ilmu perilaku dari Sekolah Bisnis University of Chicago; dan Michael Morris, psikolog dari Columbia.
Apa yang mereka lakukan? “Kami akan mengukur segala hal di kampanye ini,” kata Manajer Kampanye Obama, Jim Messina, seperti dilansir Majalah Time.
Syukurlah, di masa kini, Big Data tidak harus diproses oleh sebuah superkomputer yang mahal. Amazon Web Service (AWS) Blog melansir, Tim Obama dibantu perkembangan komputasi awan sehingga cukup mengembangkan perangkat lunak analisis data kompleks.
Data yang masuk ke “Gua” ini dianalisis setiap hari. Ketika Obama sudah resmi jadi calon Presiden untuk 2012, para ilmuwan ini rapat setiap hari membahas kerja mereka untuk Presiden dan tim kampanyenya. Hasilnya, langsung disetor ke Gedung Putih dan tim kampanye.
Apa yang diukur tentu sangat rahasia. Namun Craig Fox berbagi sedikit rahasia. Misalnya, bagaimana cara menghadapi rumor Obama seorang muslim? Berdasarkan riset perilaku, ternyata cara terbaik membantah rumor bukanlah dengan membantah rumor. “Bantahan berlaku jangka pendek, namun dalam jangka panjang orang hanya mengingat yang terasosiasi,” kata Fox. Jadi, cara terbaik menjawab rumor itu, ya tegaskan saja bahwa Obama seorang Kristen.
Hal lain yang diukur adalah efektivitas iklan. Dan kerja tim ini terbukti jitu, belanja iklan Obama lebih sedikit daripada saingannya, Romney, namun efektivitas iklannya jauh lebih besar. The Washington Post melaporkan, Obama jitu menyasar iklannya pada demografi penduduk tertentu seperti misalnya komunitas berbahasa Spanyol dan anak-anak muda.
Tim ini juga yang memetakan strategi yang pas untuk swing states yang menjadi tempat “pertempuran darat” Obama dan Romney. Di Ohio, Obama akan berkampanye mengenai keberhasilan bailout industri otomotif Amerika karena terdapat pabrik-pabrik otomotif di negara bagian ini.
Dua perusahaan otomotif Amerika yang terancam krisis seperti Chrysler dan General Motors tetap beroperasi di Ohio dan kini kembali menjadi produsen mobil terbesar dunia. Tim Obama tahu, satu dari delapan pekerjaan di Ohio sangat bergantung pada industri otomotif. Tak lupa, di swing states macam Ohio ini, tersebar sebuah tulisan Romney di New York Times tahun 2009 lalu, yang berjudul “Let Detroit Go Bankrupt” (Biarkan Detroit Bangkrut—red).
Analisis dari “Gua” ini juga diaplikasikan dalam strategi lapangan. Di negara-negara bagian kunci, “Gua” memberikan data pemilih yang harus didatangi, ditelepon atau bahkan dibantu untuk datang ke tempat pemungutan suara karena kondisi fisik yang terbatas. Para sukarelawan bekerja berdasarkan panduan naskah yang disiapkan berdasarkan analisis tim, sebuah teknik membangun motivasi yang berdasarkan riset perilaku.
“Kami menggunakan naskah itu sebagai pemandu,” kata Sarah Weinstein, seorang gadis 18 tahun yang menjadi sukarelawan di Cleveland. Jelas, ini terobosan besar daripada yang dilakukan Trippi saat jadi sukarelawan kampanye Ted Kennedy di Iowa 30 tahun lalu.
Data besar yang dikelola ini sekaligus menjadi ladang pengumpulan dana Obama. Berbekal alamat e-mail puluhan juta pemilih, 34 juta penggemar halaman Facebook Obama dan 27 juta follower Twitter menjadi kekuatan utama. Tim juga mengembangkan pengumpulan dana via pesan singkat dengan cara, misal, mengetik angka 10 (berarti 10 dolar), lalu kirim ke OBAMA (62262).
Hasilnya, menurut Mashable, Obama menghasilkan US$690 juta melalui online, melampaui yang diperolehnya tahun 2008. Lebih banyak orang menyumbang, dari rata-rata sumbangan US$126 jadi US$156. Total, Obama mengumpulkan dana sumbangan lebih dari US$1 miliar, ditambah dari program pengumpulan dana yang melibatkan artis seperti George Clooney.
Apa peran “Gua” dalam pengumpulan dana ini? EngageDC menyebutkan, ada tiga tahap. Pertama, mengirim e-mail lebih banyak daripada 2008; kedua, mencoba segala cara; dan ketiga, membuat orang berpikir Obama bisa kalah.
Contoh untuk yang ketiga ini, sebuah e-mail Obama mengingatkan pendukungnya bawah Mitt Romney berhasil mengumpulkan dana melampaui Obama yakni sebesar US$2,6 juta.
Jelas, kata Trippi, Pemilihan Presiden 2012 ini telah membuat “politik kembali memiliki jiwanya”. Strategi kampanye kandidat bukan lagi ditentukan konsultan politik, tukang survei atau penasihat, atau jor-joran iklan di televisi dan media massa. Strategi kampanye dilahirkan dari analisis atas data kuantitatif oleh para ilmuwan.
Analisis ini kemudian dipakai kader-kader partai dan sukarelawan untuk bertemu dengan pemilih, mengetuk pintu demi pintu, menyampaikan pesan yang pribadi, bukan lagi umum dan tak bernyawa. Dan pemilih juga dilibatkan melalui jejaring sosial, menangkap cerita mereka melalui “Ceritakan Kisahmu” dan bahkan juga ikut mendanai kandidat idola mereka.
“Bagi saya sekarang, terasa teknologi telah memberdayakan rakyat dan membuat politik kembali berjiwa,” kata Trippi bahagia.
==========
Sumber: CNN, MIT Technology Review, Time, Mashable, Amazon Web Service Blog, The New York Times, dan The Washington Post