Kabar kembali datang dari
Keraton Yogyakarta. Kali ini, bukan kabar baik tentang pernikahan
agung, melainkan kepergian salah satu tokoh berpengaruh dari tanah
daerah istimewa itu.
Jelang pergantian tahun
2014, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Joyokusumo, adik kandung Sri
Sultan Hamengkubuwono X, meninggal dunia. Dia menghembuskan nafas
terakhirnya di RS Medistra, Jakarta, pukul 16:40 WIB.
"Benar.
Keluarga sudah berkumpul di rumah sakit. Putra dan putrinya sudah
kumpul. Tinggal satu putri lagi yang saat ini sedang berada di Jerman,"
kata Kepala Keraton Kilen, Ronni Guritno.
Setelah menerima kabar
duka ini, Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama dengan keluarga, termasuk
putri dari Almarhum GBPH Joyokusumo, langsung bertolak ke Jakarta.
"Malam
ini, Ngarso Dalem bersama dengan beberapa putrinya dan putri dari Mas
Joyo terbang ke Jakarta," kata GBPH Prabu Kusumo, adik Sri Sultan HB X,
kepada VIVAnews, Selasa 31 Desember 2013.
Gusti Prabu
mengatakan, Keraton Yogyakarta merasa sangat kehilangan dengan kepergian
salah satu adik dari Raja Keraton Yogyakarta dan tentunya masyarakat
Yogyakarta.
"Minta doanya agar Mas Joyo dapat diterima di sisi-Nya dan diampuni segala dosanya," kata dia.
Penyakit gula dan ginjal
Selasa
malam, 31 Desember 2013, jenazah GBPH Joyokusumo sempat disemayamkan di
Rumah GKR Hemas, di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta. Hari ini, Rabu 1
Januari 2014, pukul 7:10 WIB, jasad almarhum diterbangkan dari Jakarta
menuju Yogyakarta.
Setibanya di Yogyakarta, jenazah disemayamkan
di rumah duka, Jalan Rotowijayan, Yogyakarta. Setelah itu, tepat pukul
14:00 WIB, jasad almarhum dimakamkan di "rumah terakhirnya" di Pasarean
Hastorenggo, Kotagede, Yogyakarta.
Hujan yang mengguyur
Yogyakarta tak menyurutkan kerabat, saudara, dan masyarakat setempat
untuk mengucapkan belasungkawa dengan mendatangi rumah mendiang GBPH
Joyokusumo yang terletak Jalan Rotowijayan. Karangan bunga duka cita
tampak berjejer di sepanjang jalan menuju rumah almarhum.
Kanjeng
Gusti Pangeran Harya (KGPH) Hadiwinoto, adik Sultan lainnya, mengatakan
pemakaman GBPH Joyokusumo tetap berlangsung meski salah satu putri
almarhum GBPH Joyokusumo, Astrid, masih dalam perjalanan dari Jerman ke
Yogyakarta.
"Jeng Astrid baru tiba di Jakarta nanti malam sekitar
pukul 22:00 WIB. Jika menunggunya, pemakaman baru bisa dilaksanakan
besok, Kamis 2 Januari 2014," kata Gusti Hadi.
Menurutnya,
keluarga besar telah ikhlas menerima kepergian beliau yang selama ini
menderita penyakit gula dan ginjal. Keluarga telah berupaya melakukan
pengobatan sampai ke luar negeri, namun Tuhan berkendak lain.
"Sudah empat tahun almarhum mengidap penyakit gula dan ginjal, sehingga terjadi komplikasi," terang Gusti Hadi.
Sebelum
wafat, GBPH Joyokusumo sempat dirawat dua minggu di Rumah Sakit
Medistra, Jakarta. Kondisinya sempat membaik. "Namun, Tuhan berkehendak
lain. Beliau dipanggil," kata Gusti Hadi.
Pekerja keras
Adik
Sultan HB X, GPPH Prabukusumo, mengatakan bahwa semasa hidupnya
almarhum dikenal sebagai sosok pekerja keras yang punya komitmen kuat.
Karakter itu terbentuk tak lepas dari ajaran yang diterapkan ayahanda,
Sri Sultan HB IX.
"Bapak saya selalu berpesan, keberlangsungan Keraton Yogyakarta ini tergantung kepada anak-anaknya," jelasnya.
Almarhum
Joyokusumo pernah menjabat sebagai anggota DPR periode 2004-2009.
Namun, di 2007, dia mengundurkan diri untuk berkonsentrasi mengurus
Keraton.
Terakhir, almarhum menjabat sebagai Kawedanan Hageng
Panitra Putra yang bertugas menangani segala urusan dalam negeri. Di
samping itu, almarhum juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Persaudaraan
Haji Indonesia (IPHI) dan Ketua Persaudaraan Djamaah Haji (PDHI) DIY.
Pria
yang tutup usia di umur 58 tahun itu juga tengah menjabat sebagai ketua
panitia tetap Mujahadah dan Semaan Alquran Purbojati Mantap DIY.
Sebagai
empati dan rasa belasungkawa bagi Sri Sultan HB X dan keluarga keraton
Yogyakarta, masyarakat yang akan merayakan pergantian tahun urung untuk
menyalakan atau membunyikan petasan di kawasan Malioboro, Alun-alun
utara, Alun-alun selatan, dan sekitarnya.
Imbauan diterima
masyarakat melalui pesan singkat ataupun BlackBerry Messenger yang
menyebar cepat ke semua masyarakat Yogyakarta.
"Saya juga mendapatkan pesan itu dari teman saya," kata Evi Hariyanti, warga Ngampilan, Kota Yogyakarta, pada VIVAnews, Selasa 31 Desember 2013.
Dia
mengaku telah menyiapkan kembang api untuk dinyalakan saat pukul 00.00
WIB. "Kebetulan rumah saya dekat dengan Keraton. Tetapi, kami batal
menyalakan kembang api untuk menghormati Keraton," jelasnya.
Ucapan
duka cita hingga kini terus mengalir, mulai dari Ketua MPR RI hingga
kepala daerah di Yogyakarta. Ketua MPR Sidarto Danusubroto mengaku
sangat kehilangan sosok yang bersahaja dan sederhana.
"Beliau
orang yang baik dan rendah hati. Semoga amal kebaikannya diterima
disisi-Nya," kata Opa, panggilan akrab ketua MPR RI kepada VIVAnews.
Ucapan duka juga diungkapkan Bupati Bantul, DIY yang turut berduka atas kepergian adik Sri Sultan HB X. "Semoga khusnul khotimah," kata Sri Surya Widati.
Wakil Bupati Sleman, Yuni Satya Rahayu juga mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya almarhum GBPH Joyokusumo.