Friday, 15 April 2011

NAMA 26 KORBAN LUKA BOM CIREBON YANG DIRAWAT DI RS

 Puluhan polisi terluka akibat serangan bom bunuh diri di masjid Mapolresta Cirebon. Berikut ini nama-nama anggota kepolisian yang mengalami luka ringan sampai berat serta menjalani perawatan di rumah sakit.

1. Kapolres Cirebon Kota.
2. Kabag Sumda
3. Kasat Intelkam
4. Bripda Anton Helmi
5. Kasat Lantas
6. Kanit Propam
7. Iptu Harsita
8. Aiptu Sukirno
9. Aiptu Tata Kurniawan
10. Aiptu Yon Patriono
11. Briptu Septian
12. Briptu Devan
13. Aipda Durahim
14. Pengtu Mashuri
15. Pendatu Teten Rustendi
16. Pendatu Dedi
17. Briptu Sugiarto
18. Ipda H Mukali
19. Briptu Heri
20. Briptu Ade Kartiwa
21. Aiptu Edi Heryadi
22. Yadi phl
23. Bripda Asnawi Latif
24. Rahmat Sunyoto (Dagang)
25. Bripka Suratmoko
26. Bripka Rozak

"Untuk saat ini korban masih menjalani perawatan di RS Pelabuhan Cirebon kecuali Kapolresta di RS Pertamina. Sedangkan meninggal dunia 1 orang diduga pelaku," ujar Kadivhumas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam dalam pesan singkatnya ke wartawan, Jumat (15/4/2011).

Seorang pria tak dikenal melakukan bom bunuh diri pukul 12.15 WIB, sesaat ketika Salat Jumat di masjid kompleks Polresta Cirebon dimulai. Pelaku sendiri meninggal langsung meninggal di tempat, sementara banyak yang menjadi korban adalah polisi yang hendak menunaikan ibadah salat

SYAFI'I MAARIF: PELAKU BOM HILANG AKAL SEHAT

Kecaman terus bermunculan atas teror bom di masjid Markas Polresta Cirebon, Jawa Barat saat salat Jumat, siang tadi. Aksi yang diduga teror bom bunuh diri ini dinilai keji dan melukai umat Islam.

"Saya tidak habis pikir, hanya orang yang sudah kehilangan akal sehat yang tega bertindak keji itu," kata mantan Ketua Muhammadiyah, Buya Syafi'i Maarif, di Jakarta, Jumat 15 April 2011.

Menurut Buya, ketidaktegasan pemerintah turut andil memicu semakin suburnya tindakan teror disamping masih adanya jurang pemahaman antar-institusi penegak hukum.

Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Fajar Riza Ul Haq, menilai ada yang tidak beres dalam pengamanan dan pencegahan aksi teror bom. "Padahal, kejadian seperti ini sudah berulang kali," katanya dalam rilis yang diterimaVIVAnews.com.

Menurut Fajar, Cirebon bukanlah kota yang memiliki karakteristik radikal. Kota ini nyaris tidak pernah masuk dalam orbit radikalisme di Jawa Barat. "Banyak hal ganjil dalam kasus Cirebon ini jika dilihat dari sosiologi masyarakatnya. Apapun itu, pihak kepolisian harus segera mungkin mengungkap dalang kejadian itu", ungkap Fajar.

Reaksi sesaat terhadap aksi-aksi teror ini hanya akan memberikan ruang bagi munculnya aksi serupa di lain waktu. Karena itu, katanya, pemerintah dan aparat kepolisian harus belajar dari terkatung-katungnya banyak kasus kekerasan atas nama agama.

Bom yang melukai 28 orang itu meledak sekitar pukul 12.35 WIB, tepat saat salat Jumat. Para korban luka itu sudah teridentifikasi, termasuk Kapolres Cirebon, Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Herukoco. Pelaku bom bunuh diri diduga tewas di dalam Masjid dengan perut yang hancur.

Wednesday, 13 April 2011

INILAH ORANG BELANDA PELOPOR

CORNELIS de Houtman (lahir di Gouda, Belanda, 2 April 1565 – Tewas di Aceh, 1599), adalah seorang penjelajah Belanda yang menemukan jalur pelayaran dari Eropa ke Nusantara dan berhasil memulai perdagangan rempah-rempah bagi Belanda. Saat kedatangan de Houtman, Kerajaan Portugis telah lebih dahulu memonopoli jalur-jalur perdagangan di Nusantara. Meski ekspedisi de Houtman banyak memakan korban jiwa di pihaknya dan bisa dikatakan gagal, namun ekspedisi de Houtman yang pertama ini merupakan kemenangan simbolis bagi pihak Belanda karena sejak saat itu kapal-kapal lainnya mulai berlayar untuk berdagang ke Timur.

Awal perjalanan

Pada tahun 1592 Cornelis de Houtman dikirim oleh para saudagar Amsterdam ke Lisboa/Lisbon, Portugal untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai keberadaan "Kepulauan Rempah-Rempah". Pada saat de Houtman kembali ke Amsterdam, penjelajah Belanda lainnya, Jan Huygen van Linschoten juga kembali dari India. Setelah mendapatkan informasi, para saudagar tersebut menyimpulkan bahwa Banten merupakan tempat yang paling tepat untuk membeli rempah-rempah. Pada 1594, mereka mendirikan perseroan Compagnie van Verre (yang berarti "Perusahaan jarak jauh"), dan pada 2 April 1595 berangkatlah ekspedisi perseroan ini di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Tercatat ada empat buah kapal yang ikut dalam ekspedisi mencari “Kepulauan Rempah-rempah” ini yaitu: Amsterdam, Hollandia, Mauritius dan Duyfken.

PENELITI ANAK

REBONDING HUKUMNYA HARAM.DAT

NURUL ILMI AINUT TIJAR HAMAMI BELAJAR MENJADI PRESENTER. MUDAH MUDAHAN J...

NURUL ILMI AINUT TIJAR HAMAMI.mpg

INILAH ANAKKU YANG BELAJAR AKTING LAHIR 4 JUNI 2005.mpg

PKS: MISBAKHUN DIZALIMI, TAK PERLU MUNDUR LAYAKNYA ARIFINTO

 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan kasus yang dialami oleh dua kadernya di DPR, Misbakhun dan Arifinto berbeda. PKS menganggap Misbakhun dizalimi sehingga tidak perlu mengundurkan diri layaknya Arifinto.

"Kita tidak bisa memberhentikan Misbakhun. Karena kita melihat dalam hal ini dia dizalimi. Ini sangat berbeda dengan Arifinto. Itu merupakan dua kasus yang berbeda," ujar Sekjen PKS Anis Matta di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (13/4/2011) subuh.

Menurut Anis, Misbakhun dizalimi karena telah ada klarifikasi dari Bank Mutiara yang menyatakan Misbakhun tidak bersalah. Oleh karenanya Misbakhun tak perlu mundur dan DPP PKS sendiri tidak bisa memberhentikannya.

"Kita menganggap kasus ini (Misbakhun-red) murni politik. Ini bukan kasus hukum," imbuh Wakil Ketua DPR ini.

Misbakhun yang juga Komisaris PT Selalang Prima dan Dirut PT Selalang Prima, Franky Ongkowardjojo, divonis 1 tahun penjara. Hakim menyatakan keduanya terbukti memalsukan surat gadai untuk memperoleh kredit di Bank Century dan melanggar ketentuan dalam Pasal 263 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) KUHP. Jaksa dan Misbakhun sama-sama mengajukan banding. Di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, hakim menambah hukuman menjadi 2 tahun.

Meski telah divonis pengadilan, Misbakhun masih tercatat sebagai anggota DPR. Ia pun masih mendapatkan gaji sebagai anggota DPR. Berbeda dengan Misbakhun, Arifinto yang juga tergabung dalam fraksi PKS kedapatan menonton film porno saat sidang paripurna. Arifinto lantas mengundurkan diri dari anggota DPR atas kejadian tersebut.

PKS: SUDAH MUNDUR, ARIFINTO TAK PERLU DIPROSES HUKUM

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Arifinto, telah mengundurkan diri dari anggota DPR karena kedapatan menonton film porno saat sidang paripurna. PKS menganggap sikap bertanggungjawab yang telah ditunjukkan Arifinto itu mestinya tak berujung pada proses hukum.

"Kita tidak melihat ada alasan sampai ke sana (proses hukum), karena kan masalahnya sudah selesai dengan sendirinya. Kalau istilah kita, beliau sudah menghukum dirinya sendiri," ujar Sekjen PKS Anis Matta kepada detikcom di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (13/4/2011) subuh.

Menurut Anis, Arifinto telah menunjukkan sikap yang bertangungjawab dengan mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan Arifinto ini layak dihargai meskipun sebenarnya belum tentu terbukti ia dengan sengaja membuka film adegan syur tersebut. 

"Menurut kita di PKS, itu sudah menunjukkan sikap yang luar biasa," imbuh Wakil Ketua DPR ini.

Anis menganggap, Arifinto telah meletakkan dasar tradisi moral yang baru di DPR. Anis juga menyebut Arifinto telah bertanggung jawab secara ikhlas dengan mengakui kesalahannya.

"Bagaimana pun juga kita semua ini kan manusia biasa saja. Tapi yang terbaik di antara orang-orang yang salah itu kan yang mengakui kesalahannya dan bahkan secara gentleman mengundurkan diri," jelasnya.

Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan, Pramono Anung menilai ulah Arifinto tersebut bisa dijerat dengan UU Pornografi. "Itu sudah jelas menyangkut UU Pornografi. Kalau itu diterapkan yang bersangkutan bisa kena. Bukan hanya pribadinya, partainya juga," ujar Pram, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2011)