Saturday, 2 February 2013

NARKOBA BARU RAFI AHMAD


Wanda Hamidah menghabiskan malam panjang di Kafe Parc Lounge di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu malam, 26 Januari 2013. Wanda, saat itu lagi kongkow bersama delapan temannya. “Girls Night.” Begitulah status di BlackBerry Messengernya, seperti terbaca oleh teman kuliahnya dulu, Kartika Yosodiningrat. Tapi Kartika tak ikut berkumpul malam itu.
Tak berapa lama, datanglah Raffi Ahmad bersama sejumlah teman. Presenter kenamaan ini duduk di meja berbeda, meski berdekatan dengan Wanda. Kedua kelompok ini pun akhirnya bergabung, pindah duduk ke kafe Umbra, persis di seberang Parc Lounge. Tak terasa jam demi jam berlalu, obrolan hangat terjalin di antara belasan orang itu.
Lewat tengah malam, Raffi yang sehari-hari tidak merokok itu pun mengantar Wanda dan para rekannya itu ke rumah orang tua Wanda di Jakarta Selatan. Mereka tadi menitipkan mobilnya di sana. Lalu Raffi, Wanda, dan satu temannya, menuju Apartemen Bonavista, tempat Wanda tinggal.
Tapi di tengah jalan, rencana berubah. Lajang asal Bandung ini malah mengajak Wanda mampir ke rumahnya, di kompleks rumah bandar di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Wanda tak keberatan. Apalagi, sebagai politikus Partai Amanat Nasional, dia memang hendak mengajak Raffi ikut membantu acara bakti sosial bagi korban banjir Jakarta.
Jadilah, belasan orang menuju rumah Raffi, presenter kondang yang saban hari sibuk tampil di sejumlah televisi itu.  Raffi sudah empat tahun tinggal di bangunan paling ujung di perumahan itu.
Girl Night Part Two.” Wanda Hamidah pun mengganti status di BlackBerry Messengernya. Saat itu, waktu sudah lewat pukul 02.00, pada Minggu 27 Januari itu.
Di rumah Raffi pada dini hari itu, Wanda merasa tak ada yang janggal. Dia tak melihat obat-obatan, atau bahan mencurigakan. Hanya ada minuman ringan, dan makanan kecil. “Kami sekadar mengobrol. Ada yang main piano, main laptop,” kata Wanda, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta itu.
Tapi sekitar pukul 05.00, Ketua RT 009/04 Lebak Bulus didatangi petugas yang mengaku dari Markas Besar Kepolisian. Masum, sang ketua RT, rupanya diajak polisi menggerebek rumah seorang warga. “Ada kecurigaan narkoba pada warga saya,” ujar Masum. Tapi saat itu, sang ketua RT tak diberitahu polisi rumah siapa yang dituju. Masum hanya ikut saja bersama 15 petugas berbaju preman.
Rupanya itu rumah Raffi Ahmad. Begitu Masum masuk, Raffi tampak santai duduk-duduk di ruangan dalam. “Kondisinya sadar. Baik, biasa saja,” kata Masum. Raffi saat itu bercelana pendek, dan berkaus oblong putih. Masum melihat ruang tamu Raffi penuh orang.
“Ada yang joget-joget, ada yang main laptop,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Narkotika Nasional, Sumirat, dalam jumpa pers menjelaskan kejadian itu, belakangan. Kata Sumirat, kegiatan Raffi sudah dipantau petugas sejak dari Kafe Parc Lounge itu.
Polisi lalu memeriksa rumah. Raffi mempersilakan para hamba hukum itu menggeledah. Ada 17 orang di rumah itu. Empat di lantai dua, sepuluh di ruang tamu, dan tiga laki-laki teman Raffi --yang malam itu baru datang dari Jawa Timur sedang asyik tidur. Begitu pula Mira, asisten Raffi, yang juga sedang tidur di kamar atas.
Saat polisi menggeledah rumah itu, sialnya artis Zaskia Sungkar dan suaminya, Irwansyah, justru datang bertamu.
Zaskia dengan percaya diri masuk ke dalam rumah. Dia hendak mencari sopir Raffi. “Pas masuk ke garasi Raffi yang gelap, lalu, ada yang bisikin dari situ, 'Jangan masuk dulu mbak sampai aku masuk'," kata Zaskia. Namun terlambat. Zaskia dan Irwansyah, yang katanya subuh itu hendak berbicara bisnis dengan Raffi, pun diciduk petugas BNN.
Bagi petugas, ada temuan penting  hasil sergapan fajar itu. Mereka menyita dua linting ganja, dan 14 kapsul, yang belakangan diketahui di dalamnya terkandung zat turunan katinona. Itu zat termasuk Golongan I menurut Undang-undang Nomor 35 tentang Narkotika, namun turunannya belum. Ada pula beberapa botol minuman bersoda, yang belakangan diketahui tercampur mirip dimetil-3,4-metilendioksi fenetilamina (MDMA) --yang juga termasuk Golongan I di UU Narkotika.
Kapsul-kapsul itu ditemukan di laci ruang makan. “Saya lihat bentuk botol seperti botol vitamin. Ada bacaannya Vit On,” ujar Masum. Sedangkan dua linting ganja, ditemukan di kamar Raffi di lantai satu. Saat itu Raffi sempat mengelak. “Itu bukan punya saya,” katanya.
Pagi itu, polisi mengangkut 17 orang, beserta aneka bukti itu, ke markas BNN di Cawang, Jakarta Timur.
Turunan Katinona
BNN melepaskan tujuh dari 17 orang yang ditangkap, termasuk Irwansyah dan istrinya, Zaskia, dua hari kemudian. Sementara, Raffi dan satu temannya ditemukan terbukti memakai zat baru yang disebut 3,4 methylenedioxymethcathinone.
“Itu bukan narkoba jenis baru, tapi zat baru,” kata Sumirat dalam konferensi pers di gedung BNN, Jakarta, Selasa 29 Januari 2013. Sementara Wanda, dan satu orang lainnya, dipastikan bebas dari narkoba. Mereka dilepaskan pada Rabu lalu.

Karena yang ditemukan adalah zat narkotika “baru”, BNN lalu berkoordinasi dengan sejumlah lembaga ihwal golongan manakah 3,4-methylenedioxymethcathinone ini, dan seperti apa efeknya.  Kata Sumirat, mereka harus berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk mengulik zat kimia turunan itu.
Katinona, dalam dosis sangat ringan, sebetulnya berefek seperti kopi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), mengatakan senyawa katinona setara kafein pada kopi dalam soal menstimulasi tubuh. Senyawa katinona alami banyak ditemukan pada daun kat, daun yang populer di Yaman, dikunyah pria seperti mengunyah sirih.

"(Jika masih dalam daun) ini sebanding dengan minum kopi," kata Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza BPOM A Retno Tyas Utami di Gedung DPR, Rabu, 30 Januari 2013. "Tapi kalau katinona yang dimasukkan kapsul itu konsentrasinya lebih besar."

Menurut Retno, jika senyawa katinona dicampur dengan zat lain menjadi sangat berbahaya. Di dalam tubuh, katinona membuat penggunanya euforia, kurang nafsu makan, tapi tidak mengantuk. Efek lain, membangkitkan hasrat seksual berlebihan. "Kami tidak tahu dosis toksinnya. Karena itu katinona tidak dipakai sebagai obat."

Zat itu memang tak sepenuhnya “baru”. Dalam Undang-Undang Narkotika, katinona masuk narkotika golongan I. “Tapi turunan katinona belum dicantumkan,” kata Retno. Turunan katinona inilah yang diyakini berbahaya. Oleh sebab itu BPOM setuju lampiran UU Narkotika dilengkapi lagi.
Cara pemakaian 3,4-methylenedioxymethcathinone adalah dengan mencampurnya dengan minuman soda. Raffi Ahmad, misalnya, mencampur zat yang dikemas dalam kapsul ini dengan minuman ringan bermerek Sprite.
BPOM pun tak tahu dari mana artis Raffi Ahmad mendapatkan zat turunan katinona itu. “Mungkin Raffi mendapat infonya dari internet atau teman bergaulnya,” ujar Retno.
Dokter spesialis adiksi dan ketergantungan narkoba, Lula Kamal, mengatakan zat narkotika yang dikonsumsi Raffi itu sesungguhnya bukan barang baru.  Ia sudah ada sejak 17 tahun lalu. “Sudah dipatenkan sejak tahun 1996. Tapi memang penggunaan methylenedioxymethcathinone oleh Raffi adalah kasus pertama di Indonesia,” kata Lula Kamal kepada VIVAnews, Rabu 30 Januari 2013.

Dokter lulusan King’s College London bidang rehabilitasi narkoba dan adiksi itu mengatakan,methylenedioxymethcathinone memang bukan narkotika yang gampang ditemukan di negeri ini. “Di Indonesia, yang populer shabu, amfetamin, ekstasi,” kata Lula.
Mungkin itu sebabnya Badan Narkotika Nasional butuh waktu lama memeriksa Raffi cs. Soalnya, selain langka, methylenedioxymethcathinone itu turunan kesekian dari katinona.  “Zat kimia, termasuk narkotika, selalu diperbarui. Dalam dua-tiga tahun, pasti ada yang baru,” ujar Lula. Dia menambahkan, undang-undang anti narkotika yang ada tak bisa mengakomodir semua turunan senyawa membius itu. “Bahkan, BNN baru tahu barang ini beredar di Indonesia dari kasus Raffi”.

Bisa terjerat hukum?
Jika tak disebut dalam Undang-undang, bisakah pihak berwajib menyeret Raffi ke pengadilan?
Advokat Henry Yosodiningrat yang juga memimpin kelompok antinarkoba, Gerakan Rakyat Antinarkotika (Granat), menyatakan, jangan melihat aturan tertulis. Henry mengajak polisi, jaksa dan hakim berpikir progresif, tidak tekstual. Henry pun mencontohkan sebuah kasus yang ditangani hakim Bismar Siregar.
Bismar, kata Henry, pernah menerapkan Pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang berisi ketentuan penipuan. “Penipuan itu setiap orang yang memberikan serangkaian kata-kata bohong, tipu muslihat, menggerakkan hati orang lain, untuk menyerahkan barang. Titik beratnya barang,” kata Henry.  Nah, oleh Bismar, pasal itu digunakan untuk mengadili kasus seorang perempuan yang kegadisannya direnggut dengan iming-iming dikawini seorang pria yang kemudian ternyata meninggalkannya.
“Dalam kasus yang ini (penggunaan narkotika turunan katinona—red), kalaupun dia katakanlah tidak diatur, tidak disebutkan secara spesifik, kita harus melihat dampaknya bagi kelangsungan atau keselamatan bangsa ini,” kata Henry.
Sementara pakar hukum pidana narkotika dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Dani Krisnawati, SH, M.Hum, mengatakan dalam hukum pidana dikenal metode gramatikal sistematis. Metode ini memungkinkan seorang penyidik menerapkan pasal dalam UU Narkotika menjerat seseorang meski yang dikonsumsi tak masuk daftar jenis narkoba di UU Narkotika.
Ehylenedioxymethcathinone yang dikonsumsi Raffi merupakan turunan katinona, sehingga dapat kategorikan menggunakan narkotika golongan I karena katinona sudah dikategorikan jenis narkoba golongan I,” kata Dani kepada VIVAnews, Kamis 31 Januari 2013.
Namun, Dani mengingatkan, penyidik BNN harus memperkuat bukti dengan masukan dari berbagai pihak seperti Farmakologi, ahli hukum pidana, dan pihak-pihak terkait lainnya. Metode gramatikal sistematis itu, kata dia, dapat diterapkan agar jika ditemukan narkotika jenis baru tak harus mengubah UU. “Perkembangan narkotika dan turunannya lebih cepat dari pada mengubah UU Narkotika,” katanya.
Ada pula soal lain kalau Raffi luput dibawa ke proses pengadilan dengan alasan barang yang dikonsumsi tak masuk jenis narkoba seperti dalam UU Narkotika. Tentu, hal itu akan menjadi celah bagi para bandar dan pengedar, berjualan barang haram secara terang-terangan.
Polisi pun menjerat Raffi, enam temannya dan sopir pribadi Raffi. "Yang pakai cathinone ini ada semuanya tujuh orang: 2 ganja-cathinone, 2 ekstasi-cathinone, dan 1 ganja-ekstasi-cathinone," ujar Sumirat. Ke delapan orang tersebut terjerat sejumlah pasal di Undang-undang Narkotika.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Raffi Ahmad akan ditahan selama 20 hari di rumah tahanan BNN, Cawang. "Telah diterbitkan surat penahanan selama 20 hari terhitung hari ini,” ujar Sumirat, Jumat 1 Februari 2013.
Kini, Raffi tak lagi bisa bercengkrama riang di rumahnya, atau seperti di kafe Kemang. Dia, gara-gara katinona itu, harus berdiam di rutan badan anti narkotika, Cawang.

Anis Matta, Nakhoda Baru PKS Arungi Badai "SAPI". Spanduk dan coretan yang menyudutkan PKS tiba-tiba banyak bermunculan


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merespons cepat badai yang tengah mengempasnya. Mereka segera berkonsolidasi setelah Luthfi Hasan Ishaaq mengundurkan diri sebagai presiden partai karena terjerat kasus korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jumat 1 Februari, PKS menunjuk presiden baru. Dialah Muhammad Anis Matta. Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 7 Desember 1968, itu terpilih sebagai presiden PKS kelima setelah Nurmahmudi Ismail, Al Muzzamil Yusuf, Hidayat Nurwahid, dan Luthfi Hasan Ishaaq.

Pengumuman disampaikan langsung oleh Ketua Majelis Syuro sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS Hilmi Aminuddin. DPTP merupakan badan pekerja Majelis Syura yang beranggotakan 99 orang yang terdiri dari petinggi partai di tingkat pusat dan wilayah.

“Untuk melanjutkan periodisasi kepengurusan DPP, DPTP menetapkan Sdr. Muhammad Anis Matta yang sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal untuk menjadi Presiden PKS,” kata Hilmi di kantor Dewan Pimpinan Pusat PKS, Jakarta.

Posisi Sekjen kini ditempati Taufik Ridho yang sebelumnya menjabat Ketua Bidang Pemberdayaan Pemuda, Mahasiswa, dan Profesional. “DPTP menugaskan Presiden PKS melakukan konsolidasi sesegera mungkin sebagaimana mestinya,” kata Hilmi.

Mengapa Anis Matta

Pengumuman itu sempat molor dari waktu yang dijanjikan. Menurut Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq, rapat penentuan Presiden PKS masih berlangsung alot hingga pukul 14.00 WIB Jumat, meski sudah mengerucut ke dua nama, yaitu Hidayat Nur Wahid dan Anis Matta. 

“Tidak mudah memutuskan satu dari dua nama ini karena akan sangat menentukan posisi dan sikap politik PKS ke depan,” kata Mahfudz.

Diungkapkan Mahfudz, setelah Presiden PKS resmi ditunjuk, PKS akan tancap gas memperbaiki citra partai yang terkoyak parah akibat kasus korupsi yang menjerat Luthfi Hasan. Presiden baru PKS diamanatkan memimpin PKS keluar dari krisis saat ini, dan harus mampu menjalankan roda organisasi sampai Pemilu 2014.

Pagi sebelum pembahasan itu, Hidayat Nur Wahid sudah menanggapi perihal namanya yang juga dijagokan untuk kembali menduduki jabatan Presiden PKS. Menurut Hidayat, partai sepakat tidak akan mengusung mantan Presiden PKS untuk kembali menjabat. 

"Presiden PKS adalah orang yang belum pernah menjabat Presiden PKS, harus anggota Majelis Syuro, sudah lama mengabdi, dan layak menduduki posisi itu," kata Hidayat. 

Benar. Akhirnya, memang Anis Matta yang terpilih.

Penunjukan Anis Matta sebagai presiden partai direspons positif para pengurus PKS di daerah. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Bali, Mujiono, menilai Anis Matta merupakan sosok yang tepat memimpin PKS.  

"Ini merupakan kepemimpinan muda dan energik. Anis sosok yang tepat untuk mewujudkan obsesi PKS menjadi partai tiga besar di Pemilu 2014. Dia juga merupakan sosok yang sudah dikenal oleh kader partai," kata Mujiono di Denpasar.

Ketua DPW PKS Kalsel, Ibnu Sina, juga mendukung penuh kepemimpinan Anis. “Beliau merupakan salah seorang yang sudah lama bersama PKS, dan kader-kader PKS Kalsel pun siap untuk menggolkan target PKS untuk meraih posisi tiga besar secara nasional,” ujarnya.

Terkotori 'SAPI'

Tugas Anis menakhodai kapal yang sedang oleng dihantam badai korupsi ini jelas tidak mudah. Partai yang selalu "menjual" citra bersih dan anti korupsi ini sekarang jadi olok-olok. Jumat, Spanduk dan coretan yang menyudutkan PKS tiba-tiba banyak bermunculan di Semarang.

Salah satunya terlihat mencolok di papan nama Dewan Pimpinan Cabang PKS Kecamatan Genuk, Semarang, yang ditulisi kata ‘SAPI’--mengejek kasus suap terkait kuota impor daging sapi yang sedang dituduhkan pada Luthfi.

Ketua DPD PKS Kota Semarang, Agung Budi Margono, mengatakan akan segera berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menanganinya. “Partai politik atau siapapun tidak boleh melakukan hal provokatif,” ujar Agung.

Coretan serupa juga terlihat di beberapa jalan di Semarang. 

Tidak hanya di Semarang, spanduk yang mengejek PKS juga terpasang di jalan-jalan di Yogyakarta. Spanduk tersebut bergambar seorang berbaju putih dan berkepala sapi. Tulisannya sungguh nyelekit: "Harga Sapi Mahal, Ini Biangnya: Partai Korupsi Sapi".  

"Pemasangan spanduk ini sistemik karena kata-katanya seragam dan reaksinya cepat," kata Ketua Bidang Humas DPW PKS DIY, Arif Rahman Hakim, di kantor DPW PKS DIY, Jumat.

Arif mengatakan sedikitnya ada 20 spanduk yang diamankan Pandu PKS. Beberapa titik yang digunakan untuk memasang spanduk-spanduk tersebut antara lain di perempatan Cepit Bantul, UNY, Wirobrajan dan beberapa perempatan strategis lainnya.

Amarah Anis Matta 

Setelah resmi diumumkan sebagai presiden partai, Anis Matta didaulat memberikan pernyataan politik. Anis mengawali pidatonya dengan menyatakan simpatinya terhadap Luthfi Hasan Ishaaq.

"Kalau dia menonton acara ini saya ingin mengatakan kepadanya saya mencintainya. Dan seluruh pengurus, pimpinan, dan kader PKS mencintai Beliau. Kami percaya pada integritas Beliau. Kita sepenuhnya tsiqoh,” kata Anis.

Anis Matta Gantikan Luthfi Hasan Ishaaq Sebagai Presiden PKS

Anis Matta berpidato setelah diangkat menjadi Presiden PKS, disaksikan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin.

Sang Presiden PKS menuding apa yang menimpa Luthfi merupakan konspirasi besar untuk menghancurkan PKS. Persekongkolan ini, menurut dia, bukan menyasar orang per orang tetapi justru eksistensi PKS.

“Menurut saya peristiwa besar ini akan menjadi hentakan sejarah yang membangunkan macan tidur PKS. Saya yakin Allah mengirim isyarat besar kepada kita semua bahwa ini momentum perbaikan dan kebangkitan kita.”

Anis menegaskan partainya tetap berkomitmen pada agenda pemberantasan korupsi. Namun, dia mengecam penggunaan otoritas pemberantasan korupsi yang bias dan terkesan tebang pilih. “Kita tidak ingin melawan agenda pemberantasan korupsi. Sama sekali tidak. Itu agenda kita semua, agenda nasional,” ujarnya, berapi-api.

Untuk membalik krisis ini menjadi momentum kebangkitan partai, Anis sudah menyiapkan agenda khusus: menggelar pertobatan nasional bagi seluruh pengurus dan kader. 

“Kita akan mulai dari istighfar, dari taubat. Setelah acara ini langkah pertama kita akan merancang satu acara pertaubatan nasional untuk seluruh pimpinan dan kader PKS," kata Wakil Ketua DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan itu.

Dalam kesempatan itu Anis juga mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Wakil Ketua DPR RI sekaligus keanggotaanya di parlemen. “Saya akan melakukan tugas yang sangat besar. Saya tidak mau terganggu hal-hal lain yang membuat tugas saya tidak tercapai."

KPK menjawab

Menanggapi tudingan Anis, Juru Bicara KPK Johan Budi SP membantah ada konspirasi di balik pengusutan kasus korupsi daging impor ini. "KPK jangan dikait-kaitkan dengan politik. KPK bekerja tidak berdasarkan lembaga atau partai politik manapun," kata Johan, kepada wartawan di kantor KPK, Jakarta, Jumat.

Kasus ini, dia menjelaskan, bermula dari laporan masyarakat yang sangat akurat. "Kami mendapat banyak informasi tentang pergerakan-pergerakan orang-orang tertentu."  

KPK kemudian menindaklanjuti laporan itu sehingga terjadilah operasi tangkap tangan pada Selasa malam, 29 Januari lalu. Dari situ, KPK mengembangkannya dan menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menyeret Luthfi Hasan. 

"Jangan sekali-kali  mengaitkan ini dengan posisi yang bersangkutan di partai. Dia diusut dalam kapasitas sebagai penyelenggara negara, anggota DPR yang diduga melakukan tindak pidana," Johan menegaskan.

Friday, 1 February 2013

Kucing, Mamalia Predator yang Mematikan. Mamalia berparas lucu ini membunuh hingga miliaran hewan per tahun.

Bagi sebagian besar orang, kucing merupakan sosok binatang yang lucu dan menggemaskan. Namun, sebuah studi baru telah menunjukkan bahwa kucing adalah salah satu hewan yang menjadi ancaman terbesar bagi satwa liar di Amerika Serikat. Yang lebih mencengangkan, kucing mampu membunuh miliaran hewan dalam setahun. Benarkah begitu? Dalam jurnal Nature Communications, BBC melansir, Kamis 31 Januari 2013, para peneliti menemukan bahwa kucing adalah hewan yang paling bertanggung jawab atas kematian 1,4 sampai 3,7 miliar ekor burung, dan 6,9 hingga 20,7 miliar mamalia setiap tahun. Predator itu diperkirakan kucing liar atau kucing hutan. Tak hanya di AS, kucing-kucing tersebut dituduh atas kepunahan 33 spesies dalam lingkup global. Dalam jurnal tersebut disimpulkan bahwa jumlah korban "pembunuhan" kucing ini, baik karena dicakar ataupun dicabik, bahkan lebih tinggi angkanya daripada kematian hewan karena kecelakaan di jalan atau keracunan. Karena temuan ini cukup mengkhawatirkan, para peneliti mengimbau agar para pemelihara kucing turut berperan mengurangi dampak tersebut. Ingin menggali studi tersebut lebih dalam, peneliti dari Smithsonian Conservation Biology Institute (SCBI) dan The US Fish and Wildlife Service, Dr Pete Marra melakukan penelitian lebih lanjut, untuk mengetahui betapa mematikannya hewan yang menggemaskan satu ini. Setali tiga uang. Studi yang dilakukannya pun menemukan bahwa perilaku kucing benar-benar menjadi ancaman bagi satwa liar di Amerika Serikat. "Kucing telah membunuh burung empat kali lebih banyak dari perkiraan kami sebelumnya," kata Dr Marra. Analisa studi terbaru ini sekaligus mengungkapkan bahwa pembunuhan yang dilakukan oleh kucing jauh lebih tinggi daripada studi sebelumnya. "Burung Robin Amerika adalah korban sang predator nomor satu. Tikus, tupai dan kelinci, juga mamalia yang paling sering diburu dan dibunuh oleh kucing," ungkap Dr Marra. Merasa prihatin dengan sejumlah besar satwa liar yang "dibantai" oleh kucing, Dr Marra berharap agar para pemelihara kucing harus menjaganya dengan baik. "Dan, perlu kebijakan khusus untuk mengatasi persoalan ini. Kucing-kucing tidak bisa dibiarkan berkeliaran di jalanan, hewan ini harus dimasukkan ke dalam sebuah ruangan," tegasnya. (umi)

Di Mesir, Bahasa Indonesia Kian Dipopulerkan. Pengajarnya para mahasiswa RI. Mereka pun ajarkan bahasa-bahasa daerah

Dua turis melintas Piramida Giza di Mesir
Berbicara soal warga negara Indonesia di luar negeri, pasti melulu soal masalah berderet yang tidak kunjung usai. Mulai dari kejahatan, hukuman, hingga pekerja ilegal. Pola pikir (mindset) inilah yang berusaha diubah oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Menurut Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) Kemlu A.M. Fachir dalam pertemuan dengan para jurnalis hari ini di Jakarta, Kamis 31 Januari 2013, berbagai perwakilan RI di luar negeri telah diberi arahan untuk menganggap para WNI sebagai aset dan potensi yang harus diberdayakan.

"Mereka adalah duta bangsa kita di luar negeri," kata Fachir.

Fachir menegaskan bahwa keberadaan lebih dari 3,2 juta WNI di luar negeri akan memberikan nilai tambah bagi berbagai kebijakan pemerintah di luar negeri. Namun, lanjutnya, potensi mereka bisa diperoleh secara maksimal jika para staf perwakilan bisa memfasilitasi dengan baik.

Fachir memaparkan "prestasi" Kedutaan Besar RI di Mesir saat dia menjabat duta besar selama 2007-2011. Di Mesir, pelajaran Bahasa Indonesia berkembang pesat.

Ini tidak lain buah dari upaya KBRI dalam memberdayakan para mahasiswa Indonesia di Mesir yang jumlahnya mencapai 5.000 orang. Bekerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di Mesir, KBRI menyelenggarakan kursus bahasa Indonesia gratis dengan mahasiswa RI sebagai pengajarnya.
"Waktu saya datang, hanya 15 orang Mesir yang belajar Bahasa Indonesia, saat saya pulang, sudah ada sekitar 500an," ujar Fachir.

Selain bahasa, para mahasiswa yang diberdayakan juga mengajarkan kebudayaan Indonesia seperti pencak silat dan adat daerah. "Beberapa dari orang Mesir bahkan ada yang bisa bahasa Sunda dan Aceh," kata Fachir lagi.
Manfaatkan Liburan
Untuk tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, KBRI berupaya untuk menggodok potensi mereka. Di antaranya adalah dengan menciptakan program-program yang bisa diikuti di waktu libur.
"Kita membentuk inisiatif, menyalurkan potensi yang sebenarnya sudah ada pada diri mereka," jelas Fachir.
Sebelumnya pada 2011, Kemlu mencatat jumlah WNI yang berada di luar negeri mencapai 3.294.009 orang.
Sebarannya antara lain, Afrika sekitar 4.000 orang, Eropa sekitar 59.000, Amerika sekitar 130.000, Malaysia sekitar 1,4 juta, Asia selain Malaysia sekitar 611.000, Pasifik sekitar 55.000, Arab Saudi sekitar 641.000 dan Timur Tengah selain Arab Saudi sekitar 379.000.

Jumlah WNI diperkirakan lebih banyak lagi dari catatan Kemlu. Hal ini dikarenakan banyak WNI yang tidak terdaftar dan terdata, alias ilegal, di negara orang.

Menimbang-nimbang Pengganti Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Sudah muncul beberapa calon, Ketua Majelis Syuro tinggal mengumumkan

Anis Matta, Hilmi Aminuddin, Luthfi Hasan & Mahfud Abdurahman
Luthfi Hasan Ishaq mundur dari kursi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian, Kamis, 31 Januari 2013. Jajaran PKS langsung menerima pengunduran diri itu.

"Majelis Syuro akan membahas masalah ini apakah diterima atau tidak," kata Ketua Fraksi PKS di DPR, Hidayat Nurwahid, 

Namun demikian, Hidayat sudah memberikan sinyal bahwa pengunduran diri itu diterima. Sebab, dalam pertemuan di kediaman Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminudin, Lembang, Jawa Barat, sudah mengkaji siapa yang layak mengisi kursi presiden partai.

"Siapa yang menggantikan, tadi dalam bahasan kami sudah menimbang, mengkaji, dan mendengar masukan, besok siang ketua Majelis Syuro akan umumkan," kata Hidayat.

Sejumlah kader senior partai itu disebut-sebut. Diantaranya, Hidayat Nurwahid, Anis Matta, dan Mahfudz Abdurrahman. Pengurus DPP PKS yang duduk di Komisi IV DPR, Hermanto, mengonfirmasi nama-nama itu memang layak menjadi presiden partai. 

"Beliau-beliau memang layak. Yang pasti di PKS sudah ada mekanismenya. Nanti Majelis Syura yang memutuskan," kata  kepada VIVAnews.

Menurutnya, penunjukan presiden partai masuk ranah majelis syura. Persoalan itu akan diselesaikan di majlis syura. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini majelis syura rapat," katanya.

Diantara tiga nama yang muncul itu, Hidayat Nurwahid dan Anis Matta telah dikenal luas publik. Hidayat pernah menjabat sebagai presiden partai. Dia meletakkan jabatan itu setelah terpilih sebagai Ketua MPR periode 2004-2009. Posisi yang ditinggalkannya diganti Tifatul Sembiring yang kini Menteri Komunikasi dan Informatika.

Saat memimpin PKS, Hidayat sukses mengantarkan partai itu menyodok menjadi partai besar pada pemilu 2004. Prestasinya berhasil melipatgandakan suara partai dari satu koma menjadi kisaran 7% suara pemilu 2004. 

Sementara Anis Matta merupakan sekretaris jenderal semasa PKS masih bernama PK dimana Walikota Depok Nurmahmudi Ismail menjadi presidennya.

Luthfi Hasan Ishaaq yang mengundurkan diri setelah tersandung kasus suap ini merupakan presiden partai yang keempat. Berarti, Anis telah menjadi sekjen empat presiden partai.

Mahfudz Abdurrahman saat ini menjabat sebagai bendahara umum partai. 
Nah, siapakah yang akan ditunjuk? Diantara ketiganya ataukah nama lain, kita tunggu pengumumannya siang ini.

PKS Yogya: HNW atau Anis Matta Cocok Gantikan Luthfi

Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Istimewa Yogyakarta mengatakan, posisi presiden PKS setelah Lutfi Hasan Ishaaq menyatakan mengundurkan diri harus segera diisi untuk memimpin jalannya roda organisasi.

"Posisi Presiden PKS harus segera diisi, harus ada yang ditunjuk dan dibawa ke majelis dewan syuro," kata Ketua DPW PKS DIY, Sukamta, saat dihubungi VIVAnews pada Kamis 31 Januari 2012 di Yogyakarta.

Menurut Sukamta, ada beberapa anggota dewan pimpinan pusat PKS yang memiliki peluang besar untuk maju menjadi Presiden PKS. Dari mereka yaitu Ketua Fraksi PKS DPR RI, Hidayat Nurwahid, Sekjen PKS, Anis Matta dan Bendahara Umum Mahfudi Abdurrahman. "Mereka punya kans yang sama," ujar dia.

Sukamta mengungkapkan, pasca penetapan Luthfi sebagai tersangka pihaknya telah melakukan konsolidasi internal supaya kader-kader tetap solid. Sebab banyak kader dan simpatisan yang mempertanyakan kasus tersebut, sehingga bisa mengganggu keberlangsungan jalannya organisasi.

"Banyak kader dan simpatisan yang mempertanyakan kasus itu, kami merasa ada ketidak adilan dalam proses hukum ustadz LHI. Sekarang kami sedang melakukan konsolidasi internal," kata Anggota Majelis Syuro PKS itu.

Meski demikian, DPW PKS DIY tetap mendukung langkah-langka KPK agar tetap independen dalam memberantas korupsi di Indonesia. "DPW PKS DIY menyerahkan masalah ini pada prosedur hukum yang berlaku." 

Pengurus dan kader PKS DIY memberi dukungan moral kepada Presiden PKS yang tengah menjalani proses hukum tersebut. "Kami tetap memberikan suport moral dan doa kepada ustadz LHI, semoga beliau mendapatkan keadilan," kata Dosen Teknik Mesin itu.

Jadi Pecut

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Nusa Tenggara Barat (NTB), Suryadi Jaya Purnama, mengatakan penetapan status tersangka terhadap Luthfi menjadi “pecut” untuk Partai berlambang padi kapas itu untuk lebih solid.

“Kami menilai masalah tersebut malah membuat Partai Keadilan Sejahtera lebih dewasa,” kata Suryadi.

Wakil Ketua DPRD NTB itu menilai kasus yang dihadapi oleh Presiden PKS tersebut merupakan ritual rutin menjelang pemilihan umum 2014. Menurutnya, permasalahan tersebut dinilai tidak murni sebagai kasus hukum. 

"Ini ritual rutin jelang pemilihan umum. Ada proses mendiskreditkan antara satu dengan yang lainnya,” ujarnya. (ren)

Thursday, 31 January 2013

Kronologi Kasus yang Menjerat Presiden PKS. Uang Rp1 miliar diduga suap untuk Luthfi Hasan

Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq tersangka korupsi impor daging sapi
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap sapi impor oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Luthfi diduga menerima suap dalam proyek tersebut.

Keterlibatan Luthfi terkuak melalui Ahmad Fathanah (AF), orang dekatnya yang disebut-sebut sebagai kurir dalam kasus penyuapan ini.
Saat tertangkap tangan di Hotel Le Meredien, Jakarta, Selasa malam, 29 Januari 2013, Ahmad kedapatan membawa uang tunai Rp1 miliar dengan pecahan Rp100 yang disimpan dalam kantong kresek.

Selain menangkap Ahmad Fathanah, KPK juga menangkap dua direktur PT Indoguna Utama (IU), Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi. PT Indoguna Utama adalah perusahaan yang bergerak di bidang importir daging dan pengolahan. Ketiganya pun langsung digelandang ke KPK dan ditetapkan sebagai tersangka.

Dari hasil pemeriksaan, kemudian muncul nama Presiden PKS Luthfi Hasan. KPK menduga bahwa uang Rp1 miliar yang ditemukan di mobil Ahmad Fathanah untuk diserahkan kepada Luthfi. "Berdasarkan hasil ekspose, KPK firm," kata juru bicara KPK Johan Budi SP.

KPK masih menelusuri besaran jumlah uang yang diduga dijanjikan PT Indoguna kepada Luthfi Hasan. Apakah pemberian itu yang pertama atau sudah beberapa kali,  lanjut Johan masih ditelusuri.

Rabu malam, sekitar pukul 23.35 WIB, tim penyidik KPK langsung menjemput anggota Komisi I DPR itu ke kantor DPP PKS di Jalan TB. Simatupang, Jakarta. Tak lama setelah menggelar jumpa pers. Saat digiring penyidik, Luthfi tak mau berkomentar.

Sampai siang ini, Luthfi masih menjalani pemeriksaan di KPK. Berbeda dengan tiga orang lainnya yang sudah lebih dulu ditahan, Luthfi belum juga ditahan.

Penyidik KPK menjerat Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi dengan Pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaiamana diubah pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Sementara Ahmad Fathanah dan Luthfi Hassan Ishaq diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Luthfi Hasan Ishaq adalah Presiden PKS periode 2009-2014, yang menggantikan pendahulunya, Tifatul Sembiring, yang kini menjadi Menkoinfo. Dia juga merupakan salah satu pendiri Partai Keadilan (PK), sebelum menjadi PKS.

Pria kelahiran Malang, 5 Agustus 1961 itu terpilih menjadi anggota legislatif periode 2004-2009 dan duduk di Komisi XI. Dia kemudian terpilih kembali pada periode berikutnya dan duduk di Komisi I DPR.

Luthfi juga merangkap beberapa jabatan DPR. Dia juga merupakan anggota Badan Kerja Sama Antarparlemen untuk Afrika, Eropa dan Organisasi Negara-negara Konferensi Islam. Menjadi anggota tetap komisi Timur Tengah di International Parliementary Union (IPU), sebuah organisasi yang beranggotakan parlemen seluruh dunia.

Meski berstatus tersangka, Luthfi masih tetap menjadi anggota DPR. Ketua Badan Kehormatan DPR Prakosa mengatakan, kalau statusnya masih tersangka, dia masih menjadi anggota DPR.

"Setelah jadi terdakwa, barulah yang bersangkutan berstatus sebagai anggota DPR nonaktif," katanya.

Sementara jabatannya sebagai presiden PKS, Majelis Syuro PKS belum mengambil keputusan. Rencananya hari ini Majelis Syuro akan memberikan keputusan soal status dan jabatan Luthfi Hasan di PKS.

Percuma Saja Kita Bangun Kanal Banjir Timur... Tahun ini semua sungai dan waduk akan dikeruk dan membuat sodetan KBT

Gubernur Jokowi saat meninjau perbaikan tanggul KBB, 18 Januari 2013
Baru menjalankan pemerintahan tiga bulan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sudah dihadang tantangan berat. Banjir besar meluap, meluas dan melumpuhkan Ibukota. Tercatat, 20 orang meninggal dan kerugian harta benda hingga rusaknya infrastruktur diperkirakan lebih dari Rp20 triliun.
Akibatnya, tak sedikit yang mulai meragukan kemampuan mantan Walikota Solo ini memimpin Ibukota. Bertahun-tahun, Jakarta berhasil terhindar dari banjir besar. Apa langkah Jokowi ke depan untuk menangkal banjir?
Wartawan VIVAnews Luqman Rimadi berkesempatan untuk mewawancarai langsung Jokowi. Dalam perjalanan dinasnya dengan mobil Toyota Kijang Innova pelat merah B 1969 PQP, dia menjelaskan situasi yang terjadi dan rencana jalan keluar yang akan diambilnya. Petikannya:
Telah bertahun-tahun Jakarta berhasil terhindar dari banjir, kenapa sekarang malah muncul banjir dengan skala yang lebih luas?
Kalau bicara banjir, harus dari hulu sampai hilir, tidak bisa bicara masalah di hilir atau di Jakarta saja. Kedua, sebetulnya masalah banjir ini sudah masalah berpuluh-puluh tahun. Kalau kita mengambil penyelesaian yang baik dan fokus, sebenarnya sudah rampung karena barangnya kelihatan.

Ini kan karena cuaca juga, intensitas hujan yang tinggi. Kemudian juga aliran air di atas tanah yang makin tinggi. Itu karena apa? Vila-vila di hulu juga makin banyak. Jadi, tangkapan airnya makin kecil. Masalah seperti itu justru sebenarnya yang menghantui. Percuma kita buat Kanal Banjir Timur (KBT), dan lainnya, kalau itu tidak dibenahi.

Apa program Anda sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang?
Tahun ini sungai akan kami keruk semuanya, sampai Waduk Pluit. Kemudian, membuat tambahan waduk-waduk. Semua konsentrasi ke situ. Masalah banjir dan macet ini kan perlu proses. Kemudian,  normalisasi Kali Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, Sunter juga segera dimulai, tapi perlu proses. Teknisnya tidak begitu rumit. Yang rumit pemindahan. Pemindahan, relokasi, menggeser warga itu yang tidak gampang dilakukan.

Apa solusi yang telah Anda bahas dengan pemerintah pusat? 
Pertama, normalisasi Kali Ciliwung. Dananya sudah kami siapkan sebanyak Rp250 miliar. Tiga kali lain juga akan dinormalisasi, yakni di Pesanggarahan, Angke dan Sunter. Sudah kami siapkan dana sebesar Rp400 miliar untuk pembebasan tanahnya.
Kedua, pembangunan Waduk Ciawi dan Waduk Cimanggis. Ini dapat membantu menahan air dan mengurangi banjir. Pompa-pompa juga dibangun di Jakarta Utara, di antaranya di Muara Baru dan Ancol. Ini akan dipercepat.

Anda optimistis program-program itu mampu menangkal banjir?
Akan saya geber dengan program-program itu. Sebetulnya, semua jurus sudah kami gunakan. Ya tapi itu, kami berkejar-kejaran dengan faktor pembangunan dan perubahan cuaca. Sehingga kalau kami hanya melakukan hal-hal yang konvensional, ya tidak akan terkejar. Karena itu, kami menawarkan sumur resapan, kemudian deep tunnel.  

Bagaimana metoda deep tunneitu?
Kalau tunnel dibuka, air masuk, dan langsung keluar di laut. Itu untuk mengurangi air kalau memang nanti tidak cukup dengan sungai-sungai yang ada. Itu kan tidak digunakan setiap hari. Hanya pada saat-saat penting kanal dibuka.

Apa hambatan untuk membangun deep tunnel?
Gak ada. Sebuah kota itu harus punya skenario. Di Jakarta banjir terus, mesti ada escape-nya seperti apa. Kalau seperti kemarin tanggul jebol, mestinya sudah ada skenario, plan A, plan B. Skenario itu yang kita tidak punya.

Tanggul jebol, hanya diperbaiki tanggulnya. Kalau bisa diperbaiki, kalau tidak? Kalau jebolnya 30 meter? Kan menakutkan seperti itu. Setiap tahun banjir besar seperti kemarin, kerugiannya berapa? Kalau membangun deep tunnel itu langsung pakai uang sekian triliun, tapi langsung kelihatan fungsinya.

Kenapa Kanal Banjir Barat (KBB) sampai bisa jebol?
KBB tidak pernah dipelihara, sedimennya banyak, air menumpuk. KBT tidak maksimal. KBB meluap karena tidak kuat menahan air, akhirnya tanggul jebol. Saya kira itu tugas-tugas kami--saya, wagub, Pemprov DKI, Kementerian PU, untuk kebut-kebutan mengerjakan ini.

Saat banjir besar kemarin, bagaimana fungsi KBT?

Kalau dilihat, waktu banjir kemarin air masih di bawah. Artinya, sebagai penampung air, sebagai pembawa air untuk diluncurkan ke laut, masih belum sempurna, sehingga kami usulkan membuat sodetan. Jadi, air nanti meluncur ke sana.

Presiden juga minta dibangun Sodetan Kali Ciliwung, efektivitasnya sejauh mana?
Efektif. Lihat di KBT, ada airnya gak? Kering. Makanya mesti ada sodetan. Kondisi KBT sampai sekarang masih seperti itu, sehingga perlu dilihat lagi apa yang keliru? Apakah saluran kecil-kecil ke situ terhambat? Atau ada aliran-aliran sungai yang masuk ke sana harus dinaikkan pakai pompa? Itu perlu dicek di lapangan.
Saya lewat situ langsung kelihatan. Lewat KBB, airnya sampai penuh dan hampir naik ke atas tanggul. Tapi di KBT kosong. Maka itu kenapa perlu ada sodetan.

Bagaimana soal pelebaran Kali Ciliwung?
Sudah dimulai, kami selesaikan dulu sosialisasinya. Masyarakat harus digeser. Teknisnya langsung dikerjakan Kementerian PU, Pemprov DKI yang non teknis--sosialisasi ke masyarakat, memindahkan mereka, menyiapkan rusun. Tidak mudah, tapi kalau tidak segera diputuskan sampai kapanpun kita akan begini terus.

Rencana Fauzi Bowo membangun tanggul raksasa atau Giant Sea Wall akan diteruskan?
Itu dananya ratusan triliun, gede banget. Tapi saya akan eksekusi.

Dieksekusi dalam artian dimulai pembangunan fisiknya?
Pokoknya dimulai: pembangunan fisiknya, payung hukumnya. Saya sudah suruh kepala dinas terkait untuk mendalami gagasan itu. Kalau hanya menunggu terus, sudah 26 tahun ya masih rencana terus. Saya gak mau disuruh buat rencana terus. Saya mau eksekusi saja. Eksekusi dan kerjakan.

Program Anda dianggap tidak ada yang baru, hanya melanjutkan gubernur sebelumnya. Tanggapan Anda?
Jangan bilang: "Ini ide dari jaman gubernur dahulu kala. Ide Jokowi mana?" Ya,  kalau saya punya ide baru sekarang, saya buat perencanaan, bisa makan 4-5 tahun, jadinya malah rencana lagi doang... hahaha... Kalau mau ide sih, banyak. Tapi saya maunya mengeksekusi saja, agar cepat dimulai. Memutuskan agar cepat dikerjakan.

Anda sempat marah soal distribusi bantuan yang menumpuk di posko banjir, kenapa bisa seperti itu?
Sebetulnya, setiap titik posko penting. Tapi, banyak yang menerapkan pola barang ditumpuk begitu saja di posko. Dalam pikiran saya, begitu barang sampai di posko, kemudian didata, barang masuk, langsung keluarkan; sehingga masyarakat merasa ada barang datang terus.

Kenapa saya marah, itu karena masyarakat banyak bersuara. Mereka mengeluh, "Pak, ini seliweran setiap hari truk-truk berisi bantuan, tapi kami tidak dapat apa-apa." Pasti ini karena barangnya distok.

Setiap mengunjungi korban banjir, Anda langsung memberi bantuan uang tunai. Kenapa?
Kadang, di titik-titik tertentu ada yang perlu cash, untuk bergerak cepat. Tapi untuk memberikan dana tunai seperti itu jangan diberikan face to face. Tidak baik. Bisa ada masalah. Sampaikan itu secara terbuka. Toh kami berikan bukan ke RT atau RW, tapi ke tokoh-tokoh masyarakat. Kami minta mereka langsung membaginya. Saya juga kirim orang untuk mengecek lagi. Jadi, ada kontrol lapangan.

Dana bantuan yang digelontorkan itu berasal dari mana? APBD?
Bukan. Kami juga baru saja keluarkan dari pos dana tak terduga.

Lalu bantuan yang dikeluarkan untuk mendapatkan logistik seperti selimut dan makanan itu dari mana?
Kami cari sendiri, dari bantuan swasta. Uang-uang yang keluar itu, entah untuk selimut, makanan, dan lain-lain, dari bantuan swasta semua.

Didera banjir besar begini, Anda mulai merasa berat jadi Gubernur Jakarta?
Tidak ada yang berat. Permasalahan kota sama saja. Tidak ada bedanya. Memang size-nya beda, sumber dayanya juga beda. Tapi, pusingnya sama.

10 Menit Tiba di TKP, Layanan Baru Call Center Polisi. Polri melayani semua bentuk pengaduan dari masyarakat 24 jam, gratis

Polri resmi meluncurkan call center bebas pulsa 110 untuk pengaduan masyarakat.
Kepolisian Negara Republik Indonesia hari ini resmi meluncurkan call center atau sistem layanan panggilan darurat 110. Pusat pelayanan Polri ini akan meladeni segala bentuk pengaduan dari masyarakat selama 24 jam, secara gratis atau bebas pulsa. Bukan hanya pengaduan yang berkaitan dengan tindak kriminal, masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dapat pula melaporkan keluhan terkait pelayanan kepolisian di daerahnya.

Wakapolri, Komisaris Jenderal Polisi Nanan Sukarna, mengatakan peluncuran call center ini merupakan salah satu upaya Polri dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. 

"Semua aduan masyarakat akan ditampung call center Polri, dan kemudian diteruskan ke seluruh Polres, Polresta, Polda, Puskodalops Polri, serta piket Polisi Perairan dan udara (khusus untuk antisipasi perompakan di laut) di seluruh Indonesia. Itu yang penting. Harapannya kami bisa cepat memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Nanan di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 30 Januari 2013. 

Pusat pelayanan Polri ini beroperasional di lantai 3, City Walk, Sudirman, Jakarta Pusat. Nanan mengatakan sebanyak 100 operator telah siap untuk melayani aduan masyarakat. Selain itu, dia pun menjelaskan biaya operasional call center ini sudah ditanggung oleh negara, melalui kerjasama Polri dengan Telkom.

"Sebagai pelayan negara, Polri dan Telkom ingin melayani masyarakat, yang murah dan mudah," ujarnya.

Seluruh aduan masyarakat, kata Nanan, akan terekam pada sistem komputer agar lebih optimal. Jika aduan tidak ditindaklanjuti, maka akan diketahui melalui sistem tersebut. Polri sangat berharap call center 110 ini dapat berfungsi maksimal.

"Ini bisa menjadi emergency call. Kami punya satu operator dari Polri di Telkom dan akan diteruskan ke Polres-polres sesuai asal telepon dari mana," tuturnya.

Kepala Badan Pemeliharaan Kemananan (Baharkam) Polri Komisaris Jenderal Polisi Oegroseno menambahkan, target petugas 5 hingga 10 menit untuk sampai di lokasi setelah adanya laporan."Targetnya 5 sampai 10 menit sudah di TKP," katanya.

Pengganti call center 112

Sebelum call center 110 diluncurkan, Polri telah lebih dulu mengoperasikan layanan pengaduan masyarakat bebas pulsa 112. Pada awal tahun 2009, Polri meluncurkan program "Quick Response 112" melalui sambungan telepon rumah, CDMA, dan GSM. Polda Metro Jaya dan Polda Jabar menjadi pilot project untuk layanan tersebut. 

Pengaduan kepada layanan ini dikhususkan pada kejadian kejahatan di sekitar masyarakat untuk melengkapi kebutuhan masyarakat selain layanan SMS 1717. Ada empat komponen yang di dalamnya, yaitu quick respon atau unit tanggap segera, zero complain untuk layanan lalu lintas, transparansi rekruitment untuk penerimaan anggota dan pemberitahuan hasil penyidikan.

Namun sayangnya layanan ini tidak berjalan secara maksimal dan kini mati suri. Hal ini pun diakui oleh Wakapolri Nanan, "Sudah lama tidak dioptimalkan pemanfaatannya."

Jika dirunut kebelakang, fungsi layanan call center 112 memang tidak tersosialisasi dengan baik di masyarakat. Banyak masyarakat yang menganggap 112 itu adalah layanan operator. Dalam satu jam, bisa lebih dari seratus panggilan masuk ke layanan Polri ini.

Celakanya hanya tiga panggilan yang benar-benar merupakan aduan masyarakat untuk ditindaklanjuti kepolisian. Selain itu, kendala lainnya, operator yang disediakan juga tidak banyak sehingga membuat petugas kewalahan untuk melayani.

Selain call center, dalam rangka transparansi informasi publik, pada September 2010 silam, Polri juga meluncurkan akun twitter Divisi Humas Polri atau @DIVHUMASPOLRI. Akun ini diluncurkan untuk mendukung program quickwin Polri. Jejaring sosial dianggap sebagai sarana yang efektif bagi Polri untuk lebih dekat dengan publik. Saat ini pengikut akun tersebut telah mencapai hampir 50.000 followers.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta era Gubernur Fauzi Bowo, pada pertengahan 2012 lalu juga sempat berencana untuk membangun sistem layanan panggilan darurat atau emergency call terpadu 911. Pembicaraan untuk menjalin kerja sama dengan tenaga ahli dari layanan darurat Kanada dan Malaysia telah dijalin. 

Kala itu, Foke, sapaannya, berencana mengoperasikan layanan ini dalam sistem satu atap Public Service Center 911. Tidak hanya menerima aduan tindak kriminal semata, namun layanan darurat ini juga akan mengintegrasikan ambulans rumah sakit dan dinas kesehatan, kepolisian, pemadam kebakaran, dan Satpol PP.

Pemprov DKI berencana memadukan semua layanan itu dalam satu nomor layanan terpadu 911. Namun, hingga kini DKI berganti pemimpin, belum terdengar lagi rencana tersebu