Monday, 4 February 2013

2014, PKS Hancur Lebur. Yusuf menunjuk sejumlah elit PKS sebagai biang keroknya

Yusuf Supendi, pendiri Partai Keadilan
Ditangkapnya mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, karena kasus dugaan suap impor daging sapi membuat publik kembali menyimak peringatan dari Yusuf Supendi, pendiri Partai Keadilan --cikal bakal PKS.

Selaku generasi pertama partai itu, Yusuf dan rekannya pernah berjasa besar membentuk semacam "enclave" kelompok intelektual, yang lalu menjadi kader-kader partai di kampus. Mereka kerap disebut kelompok harakah. Dia juga pelopor gerakan tarbiyahyang menjadi pioner terbentuknya PKS.

Yusuf terlibat intens dengan partai itu. Dia turut mendirikan Yayasan Ma'had Al Hikmah di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, yang pernah menjadi markas besar PKS.

Tapi, pengabdiannya "terhenti" ketika Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, mengeluarkan Surat Keputusan pemecatan dirinya pada 29 Desember 2009. Yusuf menilai itu tindakan sepihak. Ia pun mengajukan gugatan hukum.

Kritiknya kerap membuat merah muka para elit partai, meskipun dia mengenal baik mereka semua. Hilmi Aminuddin, misalnya, pernah bersama Yusuf menuntut ilmu di Saudi Arabia waktu mereka berdua masih belia. Luthfi Hasan Ishaaq adalah murid, dan Anis Matta diakui Yusuf sebagai mahasiswanya. 
Dia dengan lugas membongkar borok di partai itu, terutama sejak berganti baju dari Partai Keadilan menjadi PKS. Semua kritiknya pada elite PKS, termuat dalam buku "Replik Pengadilan, Yusuf Supendi Menggugat Elite PKS" yang diterbitkan Penerbit Komunitas Bambu, Jakarta, tahun lalu.
Tertangkapnya Luthfi kini seakan membenarkan apa yang dicemaskan oleh Yusuf tentang kondisi internal partai itu. Ditemui VIVAnews di kediamannya, Jalan Lapan V, Pekayon, Jakarta Timur, Minggu 3 Februari 2013, pria berambut putih ini tampak bersahaja dengan sarung dan kemeja batik. Suaranya tenang, dan terukur. Lalu apa kata Yusuf soal nasib partai itu di tangan Anis Matta kelak. Simak petikan wawancara itu:
Anis Matta terpilih sebagai Presiden PKS yang baru. Banyak suara yang skeptis dia bisa mengubah partai itu lebih baik. Pendapat Anda?

Kamis (31/1) malam sebelum ada keputusan Anis terpilih, saya menyatakan, bila petinggi PKS berpikir untuk kemaslahatan dakwah, dan masa depan partai, seharusnya memilih Hidayat Nur Wahid. Tapi bila berdasarkan kepentingan, maka yang akan dipilih adalah Anis Matta.
Ternyata, penentuan Anis Matta ini bukan melalui Majelis Syuro, tapi melalui Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) yang berisi 6 orang, termasuk Luthfi. Karena Luthfi ditahan maka Lutfhi tak ikut. Hanya lima orang. Yang lima orang ini, tiga orang yakni Hilmi, Luthfi, dan Anis Matta, tiga sejoli yang tidak bisa terpisahkan.

Saya pribadi tahu skandal kejahatan demi kejahatan, dan saya sudah tulis 8 kejahatan PKS. Macam-macam kejahatan, di antaranya termasuk kejahatan dalam rangka nyari duit. Saya sudah melaporkan ke KPK. Ketika itu saya laporkan bahwa Anis Matta telah melakukan penggelapan uang Rp10 miliar pada tahun 2008 terkait pemilukada DKI, Adang Daradjatun. Ini bisa dibilang bagian kejahatan. Sebanyak Rp40 miliar diserahkan Adang, diambil 1 koper oleh Anis Matta berisi Rp10 miliar.

Ketika panitia pemilukada butuh uang, ditanyakan mana lagi uang pemilukada. Setelah didesak-desak ternyata diambil sama Anis Matta. Akhirnya Dewan Syariah Wilayah DKI melakukan investigasi, setelah dilakukan investigasi terjadilah pembelaan PKS atas Anis Matta. Saya tidak sebut ini korupsi, tapi
penggelapan.
Kenapa dilaporkan ke KPK? Sebab dia pejabat negara, anggota DPR. Itu bagian kejahatan, termasuk juga pada saat itu saya laporkan Hilmi Aminudin, ketua Majelis Syuro. Lihat bantahan elit PKS di sini.

Berarti praktik korupsi seperti itu sudah lama terjadi?
Itulah yang saya katakan. Padahal di dalam partai ini terdapat ulama-ulama. Saya sudah kritik keras, tapi ulama-ulama di dalam partai tidak berkutik menghadapi skandal Hilmi, skandal Luthfi, Anis Matta, tidak bisa ngomong. Makanya bahasanya saya bilang membiarkan kemungkaran berlarut.

Kenapa para ulama di elite partai itu tak bisa berkutik?
Hilmi kan keras, radikal, karena dia orang NII. Kemudian teman-teman ini ada dua kemungkinan. Pertama, cari aman, lalu cari selamat. Dan kedua, takut terancam masa depannya. Jadi lebih baik mereka bungkam.

Karena itu, saya katakan, penetapan Anis Matta ini penetapan tergesa-gesa. Tergesa-gesa itu merupakan perbuatan setan. Itu didominasi kepentingan politik praktis. Coba kalau bersabar, mungkin dilakukan munas, musyawarah darurat dan seterusnya. Paling tidak dikumpulkanlah seluruh anggota Majelis Syuro, dibahas tentang Luthfi bukan dengan DPTP yang tinggal 5 orang itu.

Saya sudah bikin pernyataan, lebih tepat kalau yang dipilih Hidayat Nur Wahid. Tapi kalau dikatakan paling tepat juga tidak. Bahasa saya relatif, agak relatif layak Hidayat Nur Wahid menjadi Presiden. Kenapa relatif layak, karena dia juga sudah banyak berubah.

Bukannya aturan AD/ART tak membolehkan kader yang sudah pernah jadi presiden dipilih lagi? 

Nggak ada aturannya, masih bisa. AD/ART yang mana? Mereka sekarang pilih orang berdasarkan rekayasa, bukan hati nurani.

Dengan kondisi kerusakan sekarang, apakah Anis mampu mendongkrak citra partai?


Saya katakan kondisi PKS ini tidak ubahnya seperti ikan dalam kolam sabun. Bisa dibayangkan ikan dalam kolam sabun, mabuk. Karena itu pertanyaan saya, apakah Anis Matta mampu menyelamatkan ikan yang dalam kolam sabun itu. Saya kira tidak akan mampu.

Anda pernah mengatakan tak kaget kalau Luthfi Hasan ditangkap KPK. Mengapa?
Kenapa kaget, saya sama sekali tidak kaget karena sudah dua jilid kasus impor daging sapi ditulis majalah Tempo. Jilid 1 ditulis Maret 2012, Jilid 2 Juni 2012. Tapi Jilid 1 dan 2 tidak ada Luthfi.

Uniknya, yang jilid ketiga baru ada Luthfi. Tapi keunikannya sudah terjawab, pada jilid ketiga ada pengusaha dari Palembang yang bernama Sengman. Sengman itu dengan Ridwan, anak Hilmi, masuk dalam bisnis impor daging, dan saya yakin dia masih aktif. Karena bulan April 2012, ada rekanan Ridwan datang ke sini. Jadi ada seseorang, bukan rekanan. Jadi Ridwan ini kan alumni Nurul Fikri, kemudian dia punya temn orang Nurul Fikri juga. Kemudian temannya ini punya adik, adiknya teman anak saya. Dia cerita ke saya bahwa kakak dia ikut bisnis dengan Ridwan. Saya pesan, 'bilangin sama ibu entekhawatir apes nanti. Kalau apes kakak ente susah ikut bisnis sama Ridwan'. Jadi saya punya info kuat dia ikut impor daging.

Hilmi itu orang pertama di partai, Luthfi kedua, maka saya sah-sah saja menduga dia aktor intelektual, sutradaranya. Karena itu KPK jangan segan-segan menangkap Hilmi dan Anis Matta, jebloskan ke Guntur.

Anis Matta menyatakan kasus Luthfi karena ada konspirasi?

PKS itu seperti ikan dalam kolam sabun. Pusing, mabuk. Kalau dikatakan ada konspirasi ya sah-sah saja. Tapi ini perlu ada alat bukti, kejelasan. Justru dengan pernyataan ini, pidato PKS sangat cocok untuk kadernya sendiri. Kalau ditujukan ke publik, maka tak etis ini membuka front. Justru menambah rasa tidak percaya. Itu tuduhan luar biasa sangat tidak relevan. Publik
sulit diyakinkan untuk percaya. Ketidakpercayaan publik pada PKS itu seperti pohon sudah jadi papan, dan papan tak mungkin ditanam lagi. Jadi sangat parah.

Kalau partai lain lebih dominan korupsi, ini (PKS) suap. Dalam Islam korupsi sama dengan mencuri, hukumannya potong tangan. Tapi suap, Rasul mengatakan dilaknat dari ubun-ubun sampai kaki.
PKS menyatakan pertobatan nasional ...
Nah itu maksudnya apa? Saya kira tidak perlu tobat nasuha. Yang penting bertiga itu Hilmi, Luthfi, Anis bertobat mengakui kesalahan. Kalau Hilmi mengundurkan diri dari ketua Majelis Syuro nanti yang lain tobat sendiri. Kalau tobat nasional, kesannya yang lain ikut salah.

Jujur, banyak yang tidak suka kepada Anis Matta. Kalau di kalangan kader sendiri dia tidak bisa meyakinkan, tugas Anis akan tambah berat untuk memulihkan kepercayaan publik.

Dari cerita Anda, elit partai sekarang ikut menjadi "pemain"? 

Yang parah selain main duit, main wanita juga. Terlepas itu siapa Ahmad Fathanah yang menurut mereka bukan kader, bukan pegawai DPP, bukan staf ahli, aspri, tapi publik tak percaya itu. Yang penting di kasus suap menyuap daging sapi, di situ juga ada wanita 19 tahun. Ini jelas masalah moral. Kalau
partai lain korupsi 10 orang goyahkan partai. Ini presiden partai yang jadi standar moral, ada wanita lagi.
Sejumlah kader partai mengatakan kasus penangkapan itu janggal ...

Saya kritik Hidayat Nur Wahid. Saya bikin pernyataan saya sangat menyayangkan Hidayat ceroboh bikin pernyataan, "ini tahun sandera". Kenapa tahun disalahin, kalau salah, ya salah saja. Perlu dicatat ini kejadian pertama luar biasa, Presiden partai jadi tersangka dan diburu, bukan ditangkap saja. Yang lain kan urutannya saksi, tersangka, ditahan. Ini diburu, kemudian ada plus partai dakwahnya,  ada perempuannya. Lebih parah dari yang lain, istilah saya PKS bisa gulung tikar.
Bisa diceritakan bagaimana PKS dibangun dulu?
Partai Keadilan (PK), kemudian jadi PKS secara bertahap. Awal mula PKS bergeser, mungkin kalau dihitung tahun politik, periode 2004-2009. Tapi 2009 ke sini mulai berubah. Beda ya antara bergeser dan berubah. Berubah itu di antaranya dalam hal tujuan. Dulu PK itu tujuannya berdakwah beri hidayah kepada orang-orang. Tapi sekarang tujuannya kursi, dan uang. Saya kira berubah kursi... uang, kursi... uang.

Jadi soal uang yang buat PKS berubah?
Salah seorang dai kondang, pada November 2012 bertanya dua pertanyaan kepada saya. Pertanyaannya kenapa PKS rusak? Kedua, siapa yang merusak? Saya bilang  PKS rusak karena tiga hal: uang, kekuasaan, dan gengsi. Tiga hal itu, siapa yang merusak? Yang merusak juga tiga, Hilmi Aminudin sebagai sutradara dan aktornya, Luthfi Hasan dan Anis Matta sebagai operatornya.
Melihat kondisi partai seperti itu, apa Anda pernah mengingatkan para tokoh lain di dalam partai?
Ketika acara di tvOne, Almuzzammil Yusuf (kader PKS) mengatakan kader PKS melakukan dua pilihan. Ada yang pilih memperbaiki di dalam, ada yang di luar. Saat itu saya langsung saya klarifikasi, enam tahun saya sudah melakukan perbaikan dan kritisi di dalam. Tulisan saya (kritik) 20 jilid, ada 1.500 halaman. Saya dengan SK (pemecatan) yang tidak sah disuruh pilih di luar. Saya pesan ke Almuzzammil, "Bilangin ke elit PKS, Yusuf Supendi jangan diharap diam atau bungkam dengan adanya kemungkaran".

Kritik itu pernah disampaikan langsung ke elite partai?

Dalam surat yang jumlahnya 1.500 halaman itu, saya kirim ke semua anggota Majelis Syuro.
Kenapa kader lain tidak berani mengingatkan?

Sebab terjadi pembentukan opini bahwa orang yang melawan jamaah, orang ke luar dari partai hidupnya akan susah. Ini padahal urusan aqidah. Jadi kalau orang mengkritisi, dipecat, hidup susah. Ini sudah nggak benar, ini aqidah. Jadi mereka nggak mau kritis karena takut dipecat. Kalau begini orang pikir-pikir masuk PKS.
Apa sebab elite partai berubah dari dakwah ke soal kesejahteraan?
Memang sangat berubah, dulu kan kader-kader ke mana pergi bawa Alquran baca. Dulu zaman saya jangankan naik pesawat, ke Surabaya saya dua bulan sekali naik bus kereta. Sekarang elit PKS tidak mau naik pesawat Lion, dia mau pergi kalau pakai Garuda. Itu sangat berubah. Dulu rapat di rumah saya, rumah saya ini saksi bisu, karena rumah saya besar tahun 1995 sudah tiga tingkat. Dulu Hilmi tiap minggu ke rumah saya. Jadi kalau dulu rapat di rumah, makan sederhana.
Betulkan ada faksi keadilan dan faksi kesejahteraan dalam PKS?
Sejarah perlu diluruskan. Saat terjadi ketegangan di jajaran anggota Majelis Syuro antara yang memilih Amien Rais dan Wiranto, maka beredar istilah kubu Kali Malang (merujuk tempat tinggal Hilmi Aminuddin) Hilmi-Wiranto. Yang kedua kubu Mampang (kantor DPP sebelum pindah ke TB Simatupang), yakni Hidayat Nur Wahid-Amien Rais. Tahun 2005, salah satu dari pendiri PK melontarkan istilah "kubu keadilan" dan "kubu kesejahteraan".

Saat saya melaporkan indikasi penyalahgunaan dana Bansos di pemerintahan Jawa Barat sebesar Rp836 miliar, sebuah majalah, kalau tidak salah Kontras, dalam covernya menulis "Yusuf Supendi Pencari Keadilan Vs Ahmad Heriawan Pencari Kesejahteraan".

Jadi dua kubu ini memang ada?
Ada, terlepas dari namanya kubu keadilan itu di Majelis Syuro sekitar 20 persen, mereka Hilmi, Anis Matta dan lain-lain. Kubu keadilan antara lain saya, Hidayat Nur Wahid, Irwan Prayitno, Mashadi, Abu Ridha.

Sekarang kubu-kubu ini masih eksis?
Sekarang acak-acakan. Perang dingin antara kubu ideologis (keadilan) dan pragmatis (kesejahteraan). Kubu Kali Malang berkembang dengan istilah kesejahteraan dan berlanjut dengan istikah pragmatis. Pada dasarnya jumlah mereka relatif kecil, namun mereka menguasai struktur dan menyalahgunakan wewenang. Kubu ideologis relatif besar, namun kebanyakan cari selamat dan aman, memilih di luar.

Anda senang kasus Luthfi terbongkar?

Saya tidak pernah menyatakan senang. Biasa-biasa saja. Saya tidak pernah katakan suka. Saya sedih bagaimana pun Luthfi murid saya,  Anis mahasiswa saya. Tapi kejadian ini yang mendorong bahwa saya lebih yakin dengan Alquran dan hadis, bahwa orang dzalim akan dihancurkan Allah. Rasul mengatakan kaum mukmin seperti sebatang pohon kurma apabila ditanam dan dipupuk, 7 tahun kemudian baru berfungsi pupuknya. Kalau orang, nyatakan kebenaran langsung instant atau diterima baru 7 tahun kemudian. Saya sudah ingatkan 7 tahun lalu, bahwa kedzaliman akan terbongkar, tidak mesti instant, bisa 7 tahun kemudian. Ini bukan urusan suka dan tidak suka, yang penting saya suarakan kebenaran, mau dibilang pengkhianat masa bodoh, mau dibilang senang masa bodoh.

Menurut Anda, apa yang harus dilakukan PKS untuk memulihkan citra?
Kita kembali pada sejarah, Bani Israil dilaknat dan dimurkai Allah. Penyebab utamanya, di antara satu dengan lain membiarkan kemungkaran. Jadi pertama, perbaiki muaranya dulu. Saya kira Luthfi tinggal tunggu waktu tersangka, terdakwa terpidana. Tinggal dua orang lagi, dua orang ini melakukan pelanggaran baiat, kedustaan. Mereka itulah yang menyebabkan banyak ulama di partai pada bungkam tak mau ngomong, cari selamat. Kalau mau Hilmi dan Anis Matta harus tanggungjawab, karena sudah melakukan kemungkaran.

Siapa tokoh PKS yang menurut Anda bisa dijadikan panutan sekarang?

Dulu yang diharapkan Hidayat, sekarang dia bagian dari mereka, ya nggak bisa. Dulu yang bisa jadi panutan Ustaz Abdul Hasyim, dia sudah nggak mau.

Jadi, sekarang makin berat untuk membangun kembali citra partai?
Sangat berat dari segi apapun. Ini merupakan ancaman di 2013. PKS bisa gulung tikar kalau tak sampai 2/3 persen bubar. Kader sudah begitu sudah parah, publik tidak percaya, siapa yang mau pilih PKS. Fakta sejarah pemilukada di Banten suara PKS 1/3, di Jakarta 1/3 juga.

Pemilukada Jabar akan jadi test case setelah kasus ini?

Saya dengar di TV, Deddy Mizwar mau mundur. Kalau dia mundur hancur PKS. Secara pribadi saya kenal, kewajiban saya beri nasihat agar tidak berpikir jadi cawagub. Sebaiknya mundur.

Pemilu 2014 nanti kira-kira berapa suara yang hilang?
80 Persen. PKS hancur lebur. Punah.  

Saturday, 2 February 2013

Bagaimana Wajah Telekomunikasi di Benua Afrika? ". Anda memanjat tongkat, seperti pohon mangga, supaya mendapat sinyal."

Seorang warga Afrika sedang menelepon.
Telekomunikasi di Afrika meledak selama satu dekade terakhir, dan mengubah gaya hidup penduduk di negara-negara Afrika. Namun, penetrasi telekomunikasi seluler di Benua Hitam ini masih tergolong rendah, diakibatkan biaya layanan masih mahal dan jangkauan telekomunikasi yang belum merata.

Tapi, uniknya, di Sierra Leone, negara dengan pendapatan nasional per kapita kurang dari US$400 setahun, penduduknya tetap bisa menjangkau telekomunikasi seluler. Meski kondisi uang pas-pasan, masyarakatnya tetap bisa menerima jaringan ponsel.

"Anda memanjat tongkat, seperti halnya memanjat pohon mangga, supaya Anda mendapatkan sinyal," kata Abass Bangura, pedagang jalanan di Freetown, Sierra Leone, dilansir Reuters, Jumat 1 Februari 2013.

Cerita serupa juga terjadi di Sudan Selatan, negara yang baru berdiri pada 2011. Walau masih "bau kencur," negara ini telah memiliki lima operator seluler, dalam waktu kurang dari satu tahun.

Bahkan, di ibu kota negara, Juba, telah dipenuhi dengan iklan billboard ponsel berukuran raksasa. Tapi, berjalan beberapa kilometer saja dari pusat kota, ponsel Anda menjadi bangkai alias tidak bisa dipakai, karena tidak terjangkau sinyal operator.

Penetrasi kecil
Menurut studi perusahaan riset industri, Wireless Intelligence, yang dirilis November lalu, ditemukan penetrasi telekomunikasi seluler di Afrika masih kecil, hanya 33 persen dari populasi lebih dari satu miliar orang. Sekitar lebih dari 700 juta kartu SIM telah beredar, namun satu pengguna bisa memiliki dua kartu SIM.

"Jika Anda melihat langsung, penduduk pedesaan di Afrika memiliki porsi sekitar 60-70 persen dari populasi. Tingkat penetrasi di pasar pedesaan itu sangat rendah," kata Spiwe Chireka, penasihat perusahaan riset teknologi IDC, melalui sumber yang sama.

Studi perusahaan riset Informa pada 2012 menunjukkan hasil yang sama. Di negara populasi terpadat, Nigeria, penetrasi seluler masih 61 persen. Padahal, jumlah kartu SIM melebihi jumlah penduduk, dengan pengguna ponsel seluler rata-rata memiliki 2,39 kartu SIM.

Namun, angka ini masih kalah dengan Indonesia dengan rata-rata 2,62 kartu SIM per pengguna.


Dilema
Jangkauan telekomunikasi yang belum merata bisa menjadi peluang emas bagi operator yang fokus ke Afrika, khususnya di wilayah pedesaan. Sebut saja MTN Group asal Afrika Selatan, Bharti Airtel asal India, dan Zain asal Kuwait. Tapi, para operator menghadapi dilema akan besarnya biaya operasional.

"Memang ada potensi besar, tetapi biaya operasional menjadi perhatian yang lebih besar bagi kami," kata Andre Claasson, chief operating officer Zain untuk wilayah Sudan Selatan.

Dia mengakui, biaya operasional sebuah menara jaringan di pedesaan selalu lebih besar dari pendapatan yang diperoleh oleh operator. Kasarnya, operator merugi.

Sementara itu, kebutuhan menara BTS untuk memancarkan sinyal masih diperlukan. Saat ini, di Afrika tersebar sekitar 170 ribu menara seluler.

Menurut perusahaan menara IHS Group, Afrika membutuhkan 60 ribu menara tambahan, dengan rata-rata investasi US$200 ribu, setara Rp2 miliar per BTS, dengan ongkos operasional US$2.000 per bulan.

Artinya, para operator perlu merogoh kocek sebesar US$12 miliar, atau setara Rp117 triliun, untuk memenuhi kebutuhan seluler di Afrika sampai merata.

"Jika operator diminta untuk mengeluarkan US$200 ribu untuk membangun sebuah menara, hanya untuk melayani daerah dengan 500 orang peternak, itu sama sekali tidak masuk akal," kata Issam Darwish, kepala eksekutif IHS.

Operasional yang mahal juga tak didukung dengan pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) yang rendah, antara US$1 (setara Rp9.700) hingga US$10 (Rp97.000) per bulan.

Solusi sementara, yaitu operator bisa berhemat dengan opsi berbagi menara dengan operator lain. Sebab, ekspansi telekomunikasi seluler di Afrika belum murah bagi para penyelenggara. 

NARKOBA BARU RAFI AHMAD


Wanda Hamidah menghabiskan malam panjang di Kafe Parc Lounge di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu malam, 26 Januari 2013. Wanda, saat itu lagi kongkow bersama delapan temannya. “Girls Night.” Begitulah status di BlackBerry Messengernya, seperti terbaca oleh teman kuliahnya dulu, Kartika Yosodiningrat. Tapi Kartika tak ikut berkumpul malam itu.
Tak berapa lama, datanglah Raffi Ahmad bersama sejumlah teman. Presenter kenamaan ini duduk di meja berbeda, meski berdekatan dengan Wanda. Kedua kelompok ini pun akhirnya bergabung, pindah duduk ke kafe Umbra, persis di seberang Parc Lounge. Tak terasa jam demi jam berlalu, obrolan hangat terjalin di antara belasan orang itu.
Lewat tengah malam, Raffi yang sehari-hari tidak merokok itu pun mengantar Wanda dan para rekannya itu ke rumah orang tua Wanda di Jakarta Selatan. Mereka tadi menitipkan mobilnya di sana. Lalu Raffi, Wanda, dan satu temannya, menuju Apartemen Bonavista, tempat Wanda tinggal.
Tapi di tengah jalan, rencana berubah. Lajang asal Bandung ini malah mengajak Wanda mampir ke rumahnya, di kompleks rumah bandar di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Wanda tak keberatan. Apalagi, sebagai politikus Partai Amanat Nasional, dia memang hendak mengajak Raffi ikut membantu acara bakti sosial bagi korban banjir Jakarta.
Jadilah, belasan orang menuju rumah Raffi, presenter kondang yang saban hari sibuk tampil di sejumlah televisi itu.  Raffi sudah empat tahun tinggal di bangunan paling ujung di perumahan itu.
“Girl Night Part Two.” Wanda Hamidah pun mengganti status di BlackBerry Messengernya. Saat itu, waktu sudah lewat pukul 02.00, pada Minggu 27 Januari itu.
Di rumah Raffi pada dini hari itu, Wanda merasa tak ada yang janggal. Dia tak melihat obat-obatan, atau bahan mencurigakan. Hanya ada minuman ringan, dan makanan kecil. “Kami sekadar mengobrol. Ada yang main piano, main laptop,” kata Wanda, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta itu.
Tapi sekitar pukul 05.00, Ketua RT 009/04 Lebak Bulus didatangi petugas yang mengaku dari Markas Besar Kepolisian. Masum, sang ketua RT, rupanya diajak polisi menggerebek rumah seorang warga. “Ada kecurigaan narkoba pada warga saya,” ujar Masum. Tapi saat itu, sang ketua RT tak diberitahu polisi rumah siapa yang dituju. Masum hanya ikut saja bersama 15 petugas berbaju preman.
Rupanya itu rumah Raffi Ahmad. Begitu Masum masuk, Raffi tampak santai duduk-duduk di ruangan dalam. “Kondisinya sadar. Baik, biasa saja,” kata Masum. Raffi saat itu bercelana pendek, dan berkaus oblong putih. Masum melihat ruang tamu Raffi penuh orang.
“Ada yang joget-joget, ada yang main laptop,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Narkotika Nasional, Sumirat, dalam jumpa pers menjelaskan kejadian itu, belakangan. Kata Sumirat, kegiatan Raffi sudah dipantau petugas sejak dari Kafe Parc Lounge itu.
Polisi lalu memeriksa rumah. Raffi mempersilakan para hamba hukum itu menggeledah. Ada 17 orang di rumah itu. Empat di lantai dua, sepuluh di ruang tamu, dan tiga laki-laki teman Raffi --yang malam itu baru datang dari Jawa Timur sedang asyik tidur. Begitu pula Mira, asisten Raffi, yang juga sedang tidur di kamar atas.
Saat polisi menggeledah rumah itu, sialnya artis Zaskia Sungkar dan suaminya, Irwansyah, justru datang bertamu.
Zaskia dengan percaya diri masuk ke dalam rumah. Dia hendak mencari sopir Raffi. “Pas masuk ke garasi Raffi yang gelap, lalu, ada yang bisikin dari situ, 'Jangan masuk dulu mbak sampai aku masuk'," kata Zaskia. Namun terlambat. Zaskia dan Irwansyah, yang katanya subuh itu hendak berbicara bisnis dengan Raffi, pun diciduk petugas BNN.
Bagi petugas, ada temuan penting  hasil sergapan fajar itu. Mereka menyita dua linting ganja, dan 14 kapsul, yang belakangan diketahui di dalamnya terkandung zat turunan katinona. Itu zat termasuk Golongan I menurut Undang-undang Nomor 35 tentang Narkotika, namun turunannya belum. Ada pula beberapa botol minuman bersoda, yang belakangan diketahui tercampur mirip dimetil-3,4-metilendioksi fenetilamina (MDMA) --yang juga termasuk Golongan I di UU Narkotika.
Kapsul-kapsul itu ditemukan di laci ruang makan. “Saya lihat bentuk botol seperti botol vitamin. Ada bacaannya Vit On,” ujar Masum. Sedangkan dua linting ganja, ditemukan di kamar Raffi di lantai satu. Saat itu Raffi sempat mengelak. “Itu bukan punya saya,” katanya.
Pagi itu, polisi mengangkut 17 orang, beserta aneka bukti itu, ke markas BNN di Cawang, Jakarta Timur.
Turunan Katinona
BNN melepaskan tujuh dari 17 orang yang ditangkap, termasuk Irwansyah dan istrinya, Zaskia, dua hari kemudian. Sementara, Raffi dan satu temannya ditemukan terbukti memakai zat baru yang disebut 3,4 methylenedioxymethcathinone.
“Itu bukan narkoba jenis baru, tapi zat baru,” kata Sumirat dalam konferensi pers di gedung BNN, Jakarta, Selasa 29 Januari 2013. Sementara Wanda, dan satu orang lainnya, dipastikan bebas dari narkoba. Mereka dilepaskan pada Rabu lalu.

Karena yang ditemukan adalah zat narkotika “baru”, BNN lalu berkoordinasi dengan sejumlah lembaga ihwal golongan manakah 3,4-methylenedioxymethcathinone ini, dan seperti apa efeknya.  Kata Sumirat, mereka harus berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk mengulik zat kimia turunan itu.
Katinona, dalam dosis sangat ringan, sebetulnya berefek seperti kopi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), mengatakan senyawa katinona setara kafein pada kopi dalam soal menstimulasi tubuh. Senyawa katinona alami banyak ditemukan pada daun kat, daun yang populer di Yaman, dikunyah pria seperti mengunyah sirih.

"(Jika masih dalam daun) ini sebanding dengan minum kopi," kata Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza BPOM A Retno Tyas Utami di Gedung DPR, Rabu, 30 Januari 2013. "Tapi kalau katinona yang dimasukkan kapsul itu konsentrasinya lebih besar."

Menurut Retno, jika senyawa katinona dicampur dengan zat lain menjadi sangat berbahaya. Di dalam tubuh, katinona membuat penggunanya euforia, kurang nafsu makan, tapi tidak mengantuk. Efek lain, membangkitkan hasrat seksual berlebihan. "Kami tidak tahu dosis toksinnya. Karena itu katinona tidak dipakai sebagai obat."

Zat itu memang tak sepenuhnya “baru”. Dalam Undang-Undang Narkotika, katinona masuk narkotika golongan I. “Tapi turunan katinona belum dicantumkan,” kata Retno. Turunan katinona inilah yang diyakini berbahaya. Oleh sebab itu BPOM setuju lampiran UU Narkotika dilengkapi lagi.
Cara pemakaian 3,4-methylenedioxymethcathinone adalah dengan mencampurnya dengan minuman soda. Raffi Ahmad, misalnya, mencampur zat yang dikemas dalam kapsul ini dengan minuman ringan bermerek Sprite.
BPOM pun tak tahu dari mana artis Raffi Ahmad mendapatkan zat turunan katinona itu. “Mungkin Raffi mendapat infonya dari internet atau teman bergaulnya,” ujar Retno.
Dokter spesialis adiksi dan ketergantungan narkoba, Lula Kamal, mengatakan zat narkotika yang dikonsumsi Raffi itu sesungguhnya bukan barang baru.  Ia sudah ada sejak 17 tahun lalu. “Sudah dipatenkan sejak tahun 1996. Tapi memang penggunaan methylenedioxymethcathinone oleh Raffi adalah kasus pertama di Indonesia,” kata Lula Kamal kepada VIVAnews, Rabu 30 Januari 2013.

Dokter lulusan King’s College London bidang rehabilitasi narkoba dan adiksi itu mengatakan,methylenedioxymethcathinone memang bukan narkotika yang gampang ditemukan di negeri ini. “Di Indonesia, yang populer shabu, amfetamin, ekstasi,” kata Lula.
Mungkin itu sebabnya Badan Narkotika Nasional butuh waktu lama memeriksa Raffi cs. Soalnya, selain langka, methylenedioxymethcathinone itu turunan kesekian dari katinona.  “Zat kimia, termasuk narkotika, selalu diperbarui. Dalam dua-tiga tahun, pasti ada yang baru,” ujar Lula. Dia menambahkan, undang-undang anti narkotika yang ada tak bisa mengakomodir semua turunan senyawa membius itu. “Bahkan, BNN baru tahu barang ini beredar di Indonesia dari kasus Raffi”.

Bisa terjerat hukum?
Jika tak disebut dalam Undang-undang, bisakah pihak berwajib menyeret Raffi ke pengadilan?
Advokat Henry Yosodiningrat yang juga memimpin kelompok antinarkoba, Gerakan Rakyat Antinarkotika (Granat), menyatakan, jangan melihat aturan tertulis. Henry mengajak polisi, jaksa dan hakim berpikir progresif, tidak tekstual. Henry pun mencontohkan sebuah kasus yang ditangani hakim Bismar Siregar.
Bismar, kata Henry, pernah menerapkan Pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang berisi ketentuan penipuan. “Penipuan itu setiap orang yang memberikan serangkaian kata-kata bohong, tipu muslihat, menggerakkan hati orang lain, untuk menyerahkan barang. Titik beratnya barang,” kata Henry.  Nah, oleh Bismar, pasal itu digunakan untuk mengadili kasus seorang perempuan yang kegadisannya direnggut dengan iming-iming dikawini seorang pria yang kemudian ternyata meninggalkannya.
“Dalam kasus yang ini (penggunaan narkotika turunan katinona—red), kalaupun dia katakanlah tidak diatur, tidak disebutkan secara spesifik, kita harus melihat dampaknya bagi kelangsungan atau keselamatan bangsa ini,” kata Henry.
Sementara pakar hukum pidana narkotika dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Dani Krisnawati, SH, M.Hum, mengatakan dalam hukum pidana dikenal metode gramatikal sistematis. Metode ini memungkinkan seorang penyidik menerapkan pasal dalam UU Narkotika menjerat seseorang meski yang dikonsumsi tak masuk daftar jenis narkoba di UU Narkotika.
“Ehylenedioxymethcathinone yang dikonsumsi Raffi merupakan turunan katinona, sehingga dapat kategorikan menggunakan narkotika golongan I karena katinona sudah dikategorikan jenis narkoba golongan I,” kata Dani kepada VIVAnews, Kamis 31 Januari 2013.
Namun, Dani mengingatkan, penyidik BNN harus memperkuat bukti dengan masukan dari berbagai pihak seperti Farmakologi, ahli hukum pidana, dan pihak-pihak terkait lainnya. Metode gramatikal sistematis itu, kata dia, dapat diterapkan agar jika ditemukan narkotika jenis baru tak harus mengubah UU. “Perkembangan narkotika dan turunannya lebih cepat dari pada mengubah UU Narkotika,” katanya.
Ada pula soal lain kalau Raffi luput dibawa ke proses pengadilan dengan alasan barang yang dikonsumsi tak masuk jenis narkoba seperti dalam UU Narkotika. Tentu, hal itu akan menjadi celah bagi para bandar dan pengedar, berjualan barang haram secara terang-terangan.
Polisi pun menjerat Raffi, enam temannya dan sopir pribadi Raffi. "Yang pakai cathinone ini ada semuanya tujuh orang: 2 ganja-cathinone, 2 ekstasi-cathinone, dan 1 ganja-ekstasi-cathinone," ujar Sumirat. Ke delapan orang tersebut terjerat sejumlah pasal di Undang-undang Narkotika.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Raffi Ahmad akan ditahan selama 20 hari di rumah tahanan BNN, Cawang. "Telah diterbitkan surat penahanan selama 20 hari terhitung hari ini,” ujar Sumirat, Jumat 1 Februari 2013.
Kini, Raffi tak lagi bisa bercengkrama riang di rumahnya, atau seperti di kafe Kemang. Dia, gara-gara katinona itu, harus berdiam di rutan badan anti narkotika, Cawang.

Anis Matta, Nakhoda Baru PKS Arungi Badai "SAPI". Spanduk dan coretan yang menyudutkan PKS tiba-tiba banyak bermunculan


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merespons cepat badai yang tengah mengempasnya. Mereka segera berkonsolidasi setelah Luthfi Hasan Ishaaq mengundurkan diri sebagai presiden partai karena terjerat kasus korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jumat 1 Februari, PKS menunjuk presiden baru. Dialah Muhammad Anis Matta. Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 7 Desember 1968, itu terpilih sebagai presiden PKS kelima setelah Nurmahmudi Ismail, Al Muzzamil Yusuf, Hidayat Nurwahid, dan Luthfi Hasan Ishaaq.

Pengumuman disampaikan langsung oleh Ketua Majelis Syuro sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS Hilmi Aminuddin. DPTP merupakan badan pekerja Majelis Syura yang beranggotakan 99 orang yang terdiri dari petinggi partai di tingkat pusat dan wilayah.

“Untuk melanjutkan periodisasi kepengurusan DPP, DPTP menetapkan Sdr. Muhammad Anis Matta yang sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal untuk menjadi Presiden PKS,” kata Hilmi di kantor Dewan Pimpinan Pusat PKS, Jakarta.

Posisi Sekjen kini ditempati Taufik Ridho yang sebelumnya menjabat Ketua Bidang Pemberdayaan Pemuda, Mahasiswa, dan Profesional. “DPTP menugaskan Presiden PKS melakukan konsolidasi sesegera mungkin sebagaimana mestinya,” kata Hilmi.

Mengapa Anis Matta

Pengumuman itu sempat molor dari waktu yang dijanjikan. Menurut Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq, rapat penentuan Presiden PKS masih berlangsung alot hingga pukul 14.00 WIB Jumat, meski sudah mengerucut ke dua nama, yaitu Hidayat Nur Wahid dan Anis Matta. 

“Tidak mudah memutuskan satu dari dua nama ini karena akan sangat menentukan posisi dan sikap politik PKS ke depan,” kata Mahfudz.

Diungkapkan Mahfudz, setelah Presiden PKS resmi ditunjuk, PKS akan tancap gas memperbaiki citra partai yang terkoyak parah akibat kasus korupsi yang menjerat Luthfi Hasan. Presiden baru PKS diamanatkan memimpin PKS keluar dari krisis saat ini, dan harus mampu menjalankan roda organisasi sampai Pemilu 2014.

Pagi sebelum pembahasan itu, Hidayat Nur Wahid sudah menanggapi perihal namanya yang juga dijagokan untuk kembali menduduki jabatan Presiden PKS. Menurut Hidayat, partai sepakat tidak akan mengusung mantan Presiden PKS untuk kembali menjabat. 

"Presiden PKS adalah orang yang belum pernah menjabat Presiden PKS, harus anggota Majelis Syuro, sudah lama mengabdi, dan layak menduduki posisi itu," kata Hidayat. 

Benar. Akhirnya, memang Anis Matta yang terpilih.

Penunjukan Anis Matta sebagai presiden partai direspons positif para pengurus PKS di daerah. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Bali, Mujiono, menilai Anis Matta merupakan sosok yang tepat memimpin PKS.  

"Ini merupakan kepemimpinan muda dan energik. Anis sosok yang tepat untuk mewujudkan obsesi PKS menjadi partai tiga besar di Pemilu 2014. Dia juga merupakan sosok yang sudah dikenal oleh kader partai," kata Mujiono di Denpasar.

Ketua DPW PKS Kalsel, Ibnu Sina, juga mendukung penuh kepemimpinan Anis. “Beliau merupakan salah seorang yang sudah lama bersama PKS, dan kader-kader PKS Kalsel pun siap untuk menggolkan target PKS untuk meraih posisi tiga besar secara nasional,” ujarnya.

Terkotori 'SAPI'

Tugas Anis menakhodai kapal yang sedang oleng dihantam badai korupsi ini jelas tidak mudah. Partai yang selalu "menjual" citra bersih dan anti korupsi ini sekarang jadi olok-olok. Jumat, Spanduk dan coretan yang menyudutkan PKS tiba-tiba banyak bermunculan di Semarang.

Salah satunya terlihat mencolok di papan nama Dewan Pimpinan Cabang PKS Kecamatan Genuk, Semarang, yang ditulisi kata ‘SAPI’--mengejek kasus suap terkait kuota impor daging sapi yang sedang dituduhkan pada Luthfi.

Ketua DPD PKS Kota Semarang, Agung Budi Margono, mengatakan akan segera berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menanganinya. “Partai politik atau siapapun tidak boleh melakukan hal provokatif,” ujar Agung.

Coretan serupa juga terlihat di beberapa jalan di Semarang. 

Tidak hanya di Semarang, spanduk yang mengejek PKS juga terpasang di jalan-jalan di Yogyakarta. Spanduk tersebut bergambar seorang berbaju putih dan berkepala sapi. Tulisannya sungguh nyelekit: "Harga Sapi Mahal, Ini Biangnya: Partai Korupsi Sapi".  

"Pemasangan spanduk ini sistemik karena kata-katanya seragam dan reaksinya cepat," kata Ketua Bidang Humas DPW PKS DIY, Arif Rahman Hakim, di kantor DPW PKS DIY, Jumat.

Arif mengatakan sedikitnya ada 20 spanduk yang diamankan Pandu PKS. Beberapa titik yang digunakan untuk memasang spanduk-spanduk tersebut antara lain di perempatan Cepit Bantul, UNY, Wirobrajan dan beberapa perempatan strategis lainnya.

Amarah Anis Matta 

Setelah resmi diumumkan sebagai presiden partai, Anis Matta didaulat memberikan pernyataan politik. Anis mengawali pidatonya dengan menyatakan simpatinya terhadap Luthfi Hasan Ishaaq.

"Kalau dia menonton acara ini saya ingin mengatakan kepadanya saya mencintainya. Dan seluruh pengurus, pimpinan, dan kader PKS mencintai Beliau. Kami percaya pada integritas Beliau. Kita sepenuhnya tsiqoh,” kata Anis.

Anis Matta Gantikan Luthfi Hasan Ishaaq Sebagai Presiden PKS

Anis Matta berpidato setelah diangkat menjadi Presiden PKS, disaksikan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin.

Sang Presiden PKS menuding apa yang menimpa Luthfi merupakan konspirasi besar untuk menghancurkan PKS. Persekongkolan ini, menurut dia, bukan menyasar orang per orang tetapi justru eksistensi PKS.

“Menurut saya peristiwa besar ini akan menjadi hentakan sejarah yang membangunkan macan tidur PKS. Saya yakin Allah mengirim isyarat besar kepada kita semua bahwa ini momentum perbaikan dan kebangkitan kita.”

Anis menegaskan partainya tetap berkomitmen pada agenda pemberantasan korupsi. Namun, dia mengecam penggunaan otoritas pemberantasan korupsi yang bias dan terkesan tebang pilih. “Kita tidak ingin melawan agenda pemberantasan korupsi. Sama sekali tidak. Itu agenda kita semua, agenda nasional,” ujarnya, berapi-api.

Untuk membalik krisis ini menjadi momentum kebangkitan partai, Anis sudah menyiapkan agenda khusus: menggelar pertobatan nasional bagi seluruh pengurus dan kader. 

“Kita akan mulai dari istighfar, dari taubat. Setelah acara ini langkah pertama kita akan merancang satu acara pertaubatan nasional untuk seluruh pimpinan dan kader PKS," kata Wakil Ketua DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan itu.

Dalam kesempatan itu Anis juga mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Wakil Ketua DPR RI sekaligus keanggotaanya di parlemen. “Saya akan melakukan tugas yang sangat besar. Saya tidak mau terganggu hal-hal lain yang membuat tugas saya tidak tercapai."

KPK menjawab

Menanggapi tudingan Anis, Juru Bicara KPK Johan Budi SP membantah ada konspirasi di balik pengusutan kasus korupsi daging impor ini. "KPK jangan dikait-kaitkan dengan politik. KPK bekerja tidak berdasarkan lembaga atau partai politik manapun," kata Johan, kepada wartawan di kantor KPK, Jakarta, Jumat.

Kasus ini, dia menjelaskan, bermula dari laporan masyarakat yang sangat akurat. "Kami mendapat banyak informasi tentang pergerakan-pergerakan orang-orang tertentu."  

KPK kemudian menindaklanjuti laporan itu sehingga terjadilah operasi tangkap tangan pada Selasa malam, 29 Januari lalu. Dari situ, KPK mengembangkannya dan menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menyeret Luthfi Hasan. 

"Jangan sekali-kali  mengaitkan ini dengan posisi yang bersangkutan di partai. Dia diusut dalam kapasitas sebagai penyelenggara negara, anggota DPR yang diduga melakukan tindak pidana," Johan menegaskan.

Friday, 1 February 2013

Kucing, Mamalia Predator yang Mematikan. Mamalia berparas lucu ini membunuh hingga miliaran hewan per tahun.

Bagi sebagian besar orang, kucing merupakan sosok binatang yang lucu dan menggemaskan. Namun, sebuah studi baru telah menunjukkan bahwa kucing adalah salah satu hewan yang menjadi ancaman terbesar bagi satwa liar di Amerika Serikat. Yang lebih mencengangkan, kucing mampu membunuh miliaran hewan dalam setahun. Benarkah begitu? Dalam jurnal Nature Communications, BBC melansir, Kamis 31 Januari 2013, para peneliti menemukan bahwa kucing adalah hewan yang paling bertanggung jawab atas kematian 1,4 sampai 3,7 miliar ekor burung, dan 6,9 hingga 20,7 miliar mamalia setiap tahun. Predator itu diperkirakan kucing liar atau kucing hutan. Tak hanya di AS, kucing-kucing tersebut dituduh atas kepunahan 33 spesies dalam lingkup global. Dalam jurnal tersebut disimpulkan bahwa jumlah korban "pembunuhan" kucing ini, baik karena dicakar ataupun dicabik, bahkan lebih tinggi angkanya daripada kematian hewan karena kecelakaan di jalan atau keracunan. Karena temuan ini cukup mengkhawatirkan, para peneliti mengimbau agar para pemelihara kucing turut berperan mengurangi dampak tersebut. Ingin menggali studi tersebut lebih dalam, peneliti dari Smithsonian Conservation Biology Institute (SCBI) dan The US Fish and Wildlife Service, Dr Pete Marra melakukan penelitian lebih lanjut, untuk mengetahui betapa mematikannya hewan yang menggemaskan satu ini. Setali tiga uang. Studi yang dilakukannya pun menemukan bahwa perilaku kucing benar-benar menjadi ancaman bagi satwa liar di Amerika Serikat. "Kucing telah membunuh burung empat kali lebih banyak dari perkiraan kami sebelumnya," kata Dr Marra. Analisa studi terbaru ini sekaligus mengungkapkan bahwa pembunuhan yang dilakukan oleh kucing jauh lebih tinggi daripada studi sebelumnya. "Burung Robin Amerika adalah korban sang predator nomor satu. Tikus, tupai dan kelinci, juga mamalia yang paling sering diburu dan dibunuh oleh kucing," ungkap Dr Marra. Merasa prihatin dengan sejumlah besar satwa liar yang "dibantai" oleh kucing, Dr Marra berharap agar para pemelihara kucing harus menjaganya dengan baik. "Dan, perlu kebijakan khusus untuk mengatasi persoalan ini. Kucing-kucing tidak bisa dibiarkan berkeliaran di jalanan, hewan ini harus dimasukkan ke dalam sebuah ruangan," tegasnya. (umi)

Di Mesir, Bahasa Indonesia Kian Dipopulerkan. Pengajarnya para mahasiswa RI. Mereka pun ajarkan bahasa-bahasa daerah

Dua turis melintas Piramida Giza di Mesir
Berbicara soal warga negara Indonesia di luar negeri, pasti melulu soal masalah berderet yang tidak kunjung usai. Mulai dari kejahatan, hukuman, hingga pekerja ilegal. Pola pikir (mindset) inilah yang berusaha diubah oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Menurut Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) Kemlu A.M. Fachir dalam pertemuan dengan para jurnalis hari ini di Jakarta, Kamis 31 Januari 2013, berbagai perwakilan RI di luar negeri telah diberi arahan untuk menganggap para WNI sebagai aset dan potensi yang harus diberdayakan.

"Mereka adalah duta bangsa kita di luar negeri," kata Fachir.

Fachir menegaskan bahwa keberadaan lebih dari 3,2 juta WNI di luar negeri akan memberikan nilai tambah bagi berbagai kebijakan pemerintah di luar negeri. Namun, lanjutnya, potensi mereka bisa diperoleh secara maksimal jika para staf perwakilan bisa memfasilitasi dengan baik.

Fachir memaparkan "prestasi" Kedutaan Besar RI di Mesir saat dia menjabat duta besar selama 2007-2011. Di Mesir, pelajaran Bahasa Indonesia berkembang pesat.

Ini tidak lain buah dari upaya KBRI dalam memberdayakan para mahasiswa Indonesia di Mesir yang jumlahnya mencapai 5.000 orang. Bekerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di Mesir, KBRI menyelenggarakan kursus bahasa Indonesia gratis dengan mahasiswa RI sebagai pengajarnya.
"Waktu saya datang, hanya 15 orang Mesir yang belajar Bahasa Indonesia, saat saya pulang, sudah ada sekitar 500an," ujar Fachir.

Selain bahasa, para mahasiswa yang diberdayakan juga mengajarkan kebudayaan Indonesia seperti pencak silat dan adat daerah. "Beberapa dari orang Mesir bahkan ada yang bisa bahasa Sunda dan Aceh," kata Fachir lagi.
Manfaatkan Liburan
Untuk tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, KBRI berupaya untuk menggodok potensi mereka. Di antaranya adalah dengan menciptakan program-program yang bisa diikuti di waktu libur.
"Kita membentuk inisiatif, menyalurkan potensi yang sebenarnya sudah ada pada diri mereka," jelas Fachir.
Sebelumnya pada 2011, Kemlu mencatat jumlah WNI yang berada di luar negeri mencapai 3.294.009 orang.
Sebarannya antara lain, Afrika sekitar 4.000 orang, Eropa sekitar 59.000, Amerika sekitar 130.000, Malaysia sekitar 1,4 juta, Asia selain Malaysia sekitar 611.000, Pasifik sekitar 55.000, Arab Saudi sekitar 641.000 dan Timur Tengah selain Arab Saudi sekitar 379.000.

Jumlah WNI diperkirakan lebih banyak lagi dari catatan Kemlu. Hal ini dikarenakan banyak WNI yang tidak terdaftar dan terdata, alias ilegal, di negara orang.

Menimbang-nimbang Pengganti Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Sudah muncul beberapa calon, Ketua Majelis Syuro tinggal mengumumkan

Anis Matta, Hilmi Aminuddin, Luthfi Hasan & Mahfud Abdurahman
Luthfi Hasan Ishaq mundur dari kursi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian, Kamis, 31 Januari 2013. Jajaran PKS langsung menerima pengunduran diri itu.

"Majelis Syuro akan membahas masalah ini apakah diterima atau tidak," kata Ketua Fraksi PKS di DPR, Hidayat Nurwahid, 

Namun demikian, Hidayat sudah memberikan sinyal bahwa pengunduran diri itu diterima. Sebab, dalam pertemuan di kediaman Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminudin, Lembang, Jawa Barat, sudah mengkaji siapa yang layak mengisi kursi presiden partai.

"Siapa yang menggantikan, tadi dalam bahasan kami sudah menimbang, mengkaji, dan mendengar masukan, besok siang ketua Majelis Syuro akan umumkan," kata Hidayat.

Sejumlah kader senior partai itu disebut-sebut. Diantaranya, Hidayat Nurwahid, Anis Matta, dan Mahfudz Abdurrahman. Pengurus DPP PKS yang duduk di Komisi IV DPR, Hermanto, mengonfirmasi nama-nama itu memang layak menjadi presiden partai. 

"Beliau-beliau memang layak. Yang pasti di PKS sudah ada mekanismenya. Nanti Majelis Syura yang memutuskan," kata  kepada VIVAnews.

Menurutnya, penunjukan presiden partai masuk ranah majelis syura. Persoalan itu akan diselesaikan di majlis syura. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini majelis syura rapat," katanya.

Diantara tiga nama yang muncul itu, Hidayat Nurwahid dan Anis Matta telah dikenal luas publik. Hidayat pernah menjabat sebagai presiden partai. Dia meletakkan jabatan itu setelah terpilih sebagai Ketua MPR periode 2004-2009. Posisi yang ditinggalkannya diganti Tifatul Sembiring yang kini Menteri Komunikasi dan Informatika.

Saat memimpin PKS, Hidayat sukses mengantarkan partai itu menyodok menjadi partai besar pada pemilu 2004. Prestasinya berhasil melipatgandakan suara partai dari satu koma menjadi kisaran 7% suara pemilu 2004. 

Sementara Anis Matta merupakan sekretaris jenderal semasa PKS masih bernama PK dimana Walikota Depok Nurmahmudi Ismail menjadi presidennya.

Luthfi Hasan Ishaaq yang mengundurkan diri setelah tersandung kasus suap ini merupakan presiden partai yang keempat. Berarti, Anis telah menjadi sekjen empat presiden partai.

Mahfudz Abdurrahman saat ini menjabat sebagai bendahara umum partai. 
Nah, siapakah yang akan ditunjuk? Diantara ketiganya ataukah nama lain, kita tunggu pengumumannya siang ini.

PKS Yogya: HNW atau Anis Matta Cocok Gantikan Luthfi

Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Istimewa Yogyakarta mengatakan, posisi presiden PKS setelah Lutfi Hasan Ishaaq menyatakan mengundurkan diri harus segera diisi untuk memimpin jalannya roda organisasi.

"Posisi Presiden PKS harus segera diisi, harus ada yang ditunjuk dan dibawa ke majelis dewan syuro," kata Ketua DPW PKS DIY, Sukamta, saat dihubungi VIVAnews pada Kamis 31 Januari 2012 di Yogyakarta.

Menurut Sukamta, ada beberapa anggota dewan pimpinan pusat PKS yang memiliki peluang besar untuk maju menjadi Presiden PKS. Dari mereka yaitu Ketua Fraksi PKS DPR RI, Hidayat Nurwahid, Sekjen PKS, Anis Matta dan Bendahara Umum Mahfudi Abdurrahman. "Mereka punya kans yang sama," ujar dia.

Sukamta mengungkapkan, pasca penetapan Luthfi sebagai tersangka pihaknya telah melakukan konsolidasi internal supaya kader-kader tetap solid. Sebab banyak kader dan simpatisan yang mempertanyakan kasus tersebut, sehingga bisa mengganggu keberlangsungan jalannya organisasi.

"Banyak kader dan simpatisan yang mempertanyakan kasus itu, kami merasa ada ketidak adilan dalam proses hukum ustadz LHI. Sekarang kami sedang melakukan konsolidasi internal," kata Anggota Majelis Syuro PKS itu.

Meski demikian, DPW PKS DIY tetap mendukung langkah-langka KPK agar tetap independen dalam memberantas korupsi di Indonesia. "DPW PKS DIY menyerahkan masalah ini pada prosedur hukum yang berlaku." 

Pengurus dan kader PKS DIY memberi dukungan moral kepada Presiden PKS yang tengah menjalani proses hukum tersebut. "Kami tetap memberikan suport moral dan doa kepada ustadz LHI, semoga beliau mendapatkan keadilan," kata Dosen Teknik Mesin itu.

Jadi Pecut

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Nusa Tenggara Barat (NTB), Suryadi Jaya Purnama, mengatakan penetapan status tersangka terhadap Luthfi menjadi “pecut” untuk Partai berlambang padi kapas itu untuk lebih solid.

“Kami menilai masalah tersebut malah membuat Partai Keadilan Sejahtera lebih dewasa,” kata Suryadi.

Wakil Ketua DPRD NTB itu menilai kasus yang dihadapi oleh Presiden PKS tersebut merupakan ritual rutin menjelang pemilihan umum 2014. Menurutnya, permasalahan tersebut dinilai tidak murni sebagai kasus hukum. 

"Ini ritual rutin jelang pemilihan umum. Ada proses mendiskreditkan antara satu dengan yang lainnya,” ujarnya. (ren)