Tuesday, 12 February 2013

Murdering Babies is ”Permissible” When They’re Palestinian


This little baby was killed during Israel’s assault on the Christian and Muslim civilians of Lebanon during her genocidal war in the summer of 2006. The mother was hit in the stomach with a piece of shrapnel from an Israeli bomb which then penetrated through her womb and killed the child within her. You will hear NOTHING of any condemnation of this terrible crime coming out of the “Christian” community claiming to be “pro-life” that supports Israel and for that may they be damned.
By ALISON WEIR
US media have been widely and repeatedly reporting on the awful March 11 murder of three small Israeli children and their parents. While no one yet knows who committed this act, reports presume that the murderers were Palestinian, and for this reason the incident is receiving major attention. Various heads of state, including President Obama, have condemned it.
If it turns out that the murderer or murderers were Israeli, as some previously presumed “terrorists” have turned out to be, or a foreign worker who had previously threatened the family over unpaid wages, as some reports from the area suggest, it is likely that coverage of the incident will quickly vanish from U.S. headlines.
For now, however, American news reports continue to provide excruciating details about the atrocity. Given the amount of reportage, it is surprising how much significant information is omitted.
For example, none of these reports mention that the location of the murders, Itamar (near Nablus), is an illegal Jewish-only settlement on stolen Palestinian land in the midst of refugees whom Israel pushed off their ancestral land through massacres and ruthless military actions.
Nor do reports mention the frequency with which Israeli settlers beat, occasionally torture, and sometimes murder Palestinians of all ages, burn their crops, and hack down their groves of olive trees, the livelihood of many Palestinian villagers; hundreds, at least, of these trees, have been destroyed by rampaging Israeli settlers.

Dua Singa Main di Tengah Jalan, Lalu Lintas Macet Total. Berlangsung di Nairobi, Kenya. Tak ada pengendara yang berani mengusir

Singa macetkan jalanan Nairobi, Kenya
Biasanya kemacetan di kota besar terjadi akibat lampu merah atau persimpangan yang semrawut. Namun yang terjadi di ibukota Kenya lain lagi. Kemacetan di Nairobi terjadi lantaran dua ekor singa bermain-main di tengah jalan raya di jam padat.

Diberitakan Daily Mail, Senin 11 Februari 2013, dua singa jantan itu menyebabkan lalu lintas terhenti total selama lebih dari 10 menit. Keduanya terlihat asyik berguling-guling di atas kotoran banteng yang teronggok di tengah jalan raya pinggiran Taman Nasional Nairobi.

Menurut fotografer Gareth Jones yang mengabadikan momen tersebut, kedua singa itu melumuri tubuh mereka dengan kotoran untuk penyamaran saat berburu banteng. Keduanya terlihat seperti tengah bermain-main, sementara para pengemudi mangkel di balik kemudi.

Kendati menyebabkan macet, namun pengemudi enggan mengusir mereka. Selain karena takut diserang, kelakuan singa dewasa berukuran besar itu cukup menghibur di tengah pagi yang sibuk. 

"Mereka melakukan pose yang lucu, dengan bokong yang naik dan wajah di aspal, berguling di kotoran banteng. Sungguh cara yang baik untuk memulai hari," kata Jones.

Taman Nasional Nairobi yang dibuka tahun 1946 terletak hanya sekitar 3,5 kilometer dari pusat kota. Dari sini bahkan terlihat gedung-gedung pencakar langit. Di sini hidup berbagai spesies, termasuk jerapah, macan tutul, rusa, dan kuda nil.

Dekatnya taman ini dengan kota menyebabkan para satwa liar terancam terekspos polisi. Pertumbuhan populasi dan infrastruktur perkotaan juga semakin mengikis lahan hidup mereka. 

Ajaib! Keluarganya Tewas dalam Kecelakaan Mobil, Bayi Ini Selamat


Ajaib! Satu keluarga asal Welsh, Inggris tewas dalam kecelakaan mobil. Hanya satu orang yang berhasil selamat dari peristiwa maut itu. Dia adalah seorang bayi berumur 1 tahun.

Satu keluarga yang terdiri dari lima orang tewas ketika taksi yang mereka naiki lepas kendali dan terperosok ke parit di Arab Saudi. Kelima korban jiwa tersebut adalah Shaukat Ali Hayat (56), istrinya Abida (47), putra sulung mereka Mohammed Isshaq (33), putri mereka Saira Zenub (31) dan istri Mohammed yang sedang hamil tua, Bilques (31).

Satu-satunya korban selamat adalah Mohammed Eisa Daniel, anak laki-laki Mohammed dan Bilques yang baru berumur 1 tahun. Bayi itu ditemukan selamat di antara bangkai mobil yang ringsek. Sang bayi berada dalam pelukan kakeknya yang tewas.

Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris atau FCO mengkonfirmasi pihaknya memberikan bantuan konsuler untuk para kerabat korban menyusul kecelakaan yang terjadi pada Jumat, 8 Februari waktu setempat itu.

"Kami tahu soal kecelakaan tragis di Arab Saudi," kata juru bicara FCO seperti dilansir harian Inggris, Telegraph, Selasa (12/2/2013).

"Kami bisa pastikan bahwa sejumlah warga negara Inggris terlibat dalam kecelakaan itu dan kami memberikan bantuan konsuler di saat sulit ini," imbuhnya.

Keluarga Hayat yang berasal dari Newport di Wales selatan itu berada di Saudi dalam rangka umroh menjelang pernikahan Saira Zenub yang akan dilangsungkan akhir pekan ini. Namun takdir berkata lain. Saira pun ikut tewas dalam kecelakaan tersebut. Saat kejadian itu, keluarga tersebut tengah dalam perjalanan menuju Jeddah.

Buaya Terbesar di Dunia Mati Misterius. Lolong ditemukan mati dalam posisi terbalik dengan perut kembung.

Lolong, buaya terbesar di dunia
Buaya terbesar di dunia, Lolong akhirnya mati di kandangnya di Bunawan, Filipina, Senin 11 Februari 2013. 

Pihak berwenang di kota itu mengatakan, reptil jantan sepanjang enam meter dengan bobot lebih dari 1000 kilogram, ditemukan mati dalam posisi terbalik dengan perut kembung. 

Soal penyebab kematian buaya ini, pihaknya masih menunggu pemeriksaaan bangkai (post-mortem) yang diminta oleh pejabat resmi Filipina. 

Kematian Lolong disesali oleh Menteri Lingkungan Filipina, Ramon Paje. Ia mengatakan kematian itu membawa kerugian signifikan bagi program konservasi buaya Filipina. 

Menurut kantor berita CNN, Paje menyebut Lolong sebagai duta buaya. Guinness World Records mencatat Lolong sebagai buaya penangkaran terbesar di dunia, pada tahun lalu. Lolong pun menjadi daya tarik wisatawan di Taman Buaya Davao, Pulau Mindanao. 

Meski begitu, para pejabat terkait Filipina akan mempertahankan warisan buaya yang memiliki bobot 1075 Kg atau 2370 pon. Ya, mereka berencana mempertahankan kulit buaya itu sehingga dapat dipajang.

Otoritas satwa liar menangkap buaya Lolong pada September 2011. Penangkapan ini dilakukan menyusul seorang gadis muda yang dilaporkan tewas di kawasan Marsh Agusan, Mindanao pada 2009, dan hilangnya seroang nelayan dari desa terdekat Bunawan. 

Kedua peristiwa ini dikaitkan dengan keberadaan buaya tersebut. Namun belum jelas, apakah Lolong merupakan buaya yang telah melakukan serangan tersebut.

Buaya ini dinamai Lolong setelah seorang pemburu lokal, Ernesto 'Lolong' Conate tewas karena stroke saat sedang membantu merencanakan penangkapan buaya raksasa tersebut.

Dengan matinya Lolong, gelar buaya penangkaran terbesar di dunia kembali ke Cassiu, seekor buaya air asin sepanjang 5,48 meter di Cairns, Queensland. 

Setelah Luthfi Hasan Terjerat Kasus 'SAPI', Siapa Menyusul?. Tiga orang saksi dicekal. Mereka diduga kuat terlibat

KPK Sita Dua Kardus Dokumen dari Ruangan Luthfi Hasan Ishaaq
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengumpulkan bukti-bukti keterlibatan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq dalam perkara suap  impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Kasus terus mengembang. Sejumlah nama baru muncul teramuk badai 'SAPI'.

Penyidik KPK menggeledah ruang kerja anggota Komisi I DPR itu di Lantai 3 Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 11 Februari 2013.

Pantauan VIVAnews, sepuluh penyidik tiba di DPR sekitar pukul 10.30, langsung menuju ruangan Luthfi. Mereka mengenakan rompi KPK dan membawa map bertuliskan “KPK.” Penggeledahan berlangsung, empat petugas pengamanan dalam DPR (pamdal) bersiaga di depan pintu ruang bernomor 315 itu.

Setumpuk dokumen disita dalam penggeledahan yang berlangsung empat jam itu. Sekitar pukul 14.00, penyidik keluar menenteng dua kardus cokelat ukuran sedang dan sebuah tas pelawat warna hitam. 

Penyidik KPK tak berkata apapun mengenai barang-barang yang mereka sita. Mereka menghindar dari wartawan yang menunggu. Dikawal ketat petugas pamdal, mereka memilih turun lewat tangga darurat.
Penyidik KPK yang berjumlah sekitar 10 orang itu lantas memasukkan barang-barang sitaan ke mobil Kijang Innova silver dan langsung pergi meninggalkan kerumunan wartawan. 

Juru Bicara KPK Johan Budi menjelaskan, penggeledahan ini merupakan rangkaian dari penyidikan kasus suap yang bermula dari operasi tangkap tangan, Selasa 29 Januari lalu. Dalam operasi itu, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni Arya Abdi Effendi, Juard Effendi, Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah.

"Menurut informasi, penggeledahan di ruang LHI tentu ditenggarai ada barang bukti yang masih ada di sana," kata Johan.

Johan mengungkapkan, penyidik tak hanya menggeledah ruang kerja tersangka Luthfi Hasan Ishaaq di Gedung DPR. Mereka juga menggeledah sebuah kantor di Jalan Ampera Raya serta rumah di Jalan Kenanga, Cilandak, Jakarta Selatan. Kantor dan rumah itu milik saksi kasus itu. Namun, KPK belum membuka siapa nama saksi itu.

Disebut-sebut, kantor dan rumah yang digeledah itu milik orang yang sudah dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK. Orang ini dicegah bersamaan dengan pencegahan atas Luthfi pada akhir Januari lalu. Ketika mengumumkan pencegahan itu, KPK menyatakan terbuka kemungkinan ada tersangka baru.

Pada 5 Februari, KPK kembali mengirimkan surat pencegahan ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM atas tiga orang saksi kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. 

Tiga nama yang dicegah berpergian ke luar negeri adalah atas nama Soraya Effendi selaku Komisaris PT Indoguna Utama, Maria Elisabeth Liman selaku Direktur PT Indoguna Utama, dan Denny P Adiningrat selaku pihak swasta.

Atensi Presiden Yudhoyono
Kasus yang melibatkan eks Presiden PKS ini mengundang perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden Yudhoyono akan memanggil Menteri Pertanian Suswono terkait kasus ini. 
"Presiden akan meminta penjelasan Mentan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Istana Negara, Jakarta, Jumat 8 Februari 2013.

Hatta mengatakan dalam pertemuan itu nanti, Mentan Suswono akan melaporkan ihwal masalah kuota impor daging sapi yang kasusnya kini menjerat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq. 

"Pembahasan di tingkat pemerintahan baru akan dilakukan setelah Presiden mendapatkan laporan resmi dari Mentan," ujarnya.

Nama Suswono langsung tersangkut kasus itu setelah penangkapan terjadi. Kantor kementerian di Cilandak, Jakarta Selatan, telah digeledah KPK. Sempat tersiar kabar ada rekaman percakapan antara Luthfi dan Suswono dalam kasus pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. 

"Saya ingin jelaskan, jadi tidak pernah ada keterangan resmi menyatakan ada percakapan dari hasil penyadapan antara Mentan dan LHI," kata Ketua KPK, Abraham Samad di kantornya, Jakarta, Jumat 8 Februari 2013.

Menurut dia, penyadapan merupakan bagian penyidikan yang sesuai standar operasional prosedur (SOP) tidak dapat dibuka, dan hanya dimungkinkan dibuka bila majelis hakim meminta untuk dibuka. 

Dalam rekaman percakapan antara Luthfi Hasan dan Suswono yang beredar, menyebutkan "ada titipan tolong diambil". "Itu yang saya maksudkan tidak pernah ada keterangan dari KPK tentang itu," ujar Abraham.

Meski begitu, Abraham akan mengklarifikasi semua dugaan yang muncul dari kasus yang menyeret eks presiden PKS itu dengan meminta keterangan Mentan, Suswono, sebagai saksi di KPK pekan depan. "Keterangannya pasti dibutuhkan untuk menjelaskan kronologi sebenarnya," tuturnya.

Saat ditanya apakah Mentan Suswono akan menjadi tersangka dalam kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi, Abraham tidak menampiknya. "Wallahualam. Semua orang yang berkedudukan sebagai saksi bisa jadi tersangka. Jadi tidak ada jaminan." 

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Suswono
Presiden SBY akan memanggil Mentan Suswono terkait kasus suap impor daging sapi.

Bantahan Mentan
Menteri Pertanian Suswono mengaku tak pernah membicarakan masalah daging impor dengan Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Presiden PKS yang kini berstatus tersangka dalam dugaan suap. 

Suswono mengaku kerap berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Luthfi. Namun, pembicaraan tersebut sebatas persoalan partai sebagai sesama kader PKS. "Saya dengan Presiden partai, masak tak pernah komunikasi. Lucu juga kalau tidak pernah berkomunikasi, kita sama-sama di partai," kata Suswono menjawab pertanyaan wartawan, Jumat 1 Februari 2013. 

Suswono juga membantah kabar dia sempat berkomunikasi dengan Luthfi saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa Luthfi, Rabu malam 30 Januari 2013. Penjemputan paksa Luthfi terkait dengan operasi tangkap tangan KPK atas dugaan suap daging sapi impor, malam sebelumnya.

Dalam operasi tangkap tangan, Selasa malam 29 Januari lalu, KPK mengamankan sejumlah orang, termasuk Ahmad Fathanah yang diduga dekat dengan Luthfi. KPK juga menyita uang yang diduga terkait dengan kuota daging impor senilai Rp1 miliar.

"Saat penangkapan (Luthfi) itu, saya rapim di sini (kantor). Saya tidak melakukan komunikasi," kata Suswono. Meski demikian, dia mengaku siap kooperatif jika KPK membutuhkan keterangannya dalam kasus ini. Dia mengaku tengah menggelar rapat mulai jam 14.00 WIB hingga 21.30 WIB.

Seperti Apa Cuaca di Mars, Panas atau Dingin?. Mars belum dikatakan layak dihuni makhluk Bumi

Planet Mars, 2 miliar tahun yang lalu kemungkinan punya samudera dingin membeku
Planet Mars sudah lama menjadi obyek pencarian kehidupan lain di luar Bumi. Planet Merah juga menjadi salah satu calon koloni manusia, jika suatu hari nanti Bumi tak lagi sanggup menopang kehidupan.

Menggunakan Curiosity, sebuah kendaraan robotik atau rover yang bertugas untuk menguak misteri Mars, manusia selalu menerima informasi baru yang berharga, bahkan revolusioner, tentang Planet Mars. 

Tapi, tahukah Anda, seperti apa cuaca di Planet Mars? Panas atau dingin?

Dilansir Redorbit, 11 Februari 2013, awal kehidupan di Bumi ditandai dengan adanya iklim yang hangat dan basah, dan itu merupakan gambaran dari Planet Mars pada 3,5 miliar tahun yang lalu. 

Namun, atsmosfer Mars mengandung karbondioksida dan air, yang menciptakan sebuah rangkaian kimia dan menyebabkan terbentuknya batuan karbonat di Planet Merah itu.

Selain itu, di Mars tidak ditemukan sistem teknonik yang berfungsi untuk mendaur ulang bebatuan menjadi karbondioksida. Hal tersebut membuat atmosfer di Planet Mars semakin tipis.

Jadi, bagaimana cuaca di Mars, panas atau dingin? Ketika sebuah atsmosfer semakin tipis, logikanya suhu cenderung akan sangat dingin. Kejadian ini membuat setiap air yang ada di permukaan Mars akan membeku.

Suhu di Planet Mars bervariasi. Pada musim panas, suhu akan mencapai 70 derajat Fahrenheit, atau 21 derajat Celcius, pada siang hari. Kurang lebih sedingin AC kamar di ruang tidur Anda.

Sementara suhu di kutub bisa mencapai -225 derajat Fahrenheit, atau setara -142 derajat Celcius. Tentu temperatur yang tidak merata ini membentuk sebuah lingkungan yang tidak ramah bagi manusia. Suhu yang tak menentu pun menjadi tantangan bagi para ilmuwan ketika akan mengirimkan sistem elektronik dan mekanik ke Mars.

Kelembaban juga menjadi kunci kehidupan bagi manusia. Sementara di Planet Mars, kelembaban udaranya sering berubah-ubah. Pada saat malam dengan suhu yang dingin, kelembaban di Mars bisa mencapai 100 persen. Sedangkan, pada siang hari kelembaban di bawah normal, kejadian ini disebabkan oleh perbedaan suhu yang jauh pada siang dan malam hari.

Indikator lain dari suatu planet agar bisa ditempati manusia adalah tekanan udara. Akibat cuaca yang dingin di Mars, molekul udara bergerak lambat dan berkumpul pada suatu ruang. Hal ini menyebabkan tekanan udara menjadi sangat tinggi.

Sangat berbeda dengan di Bumi, suhu yang hangat menyebabkan molekul udara bergerak lebih cepat, dan mendorong molekul udara untuk meluas ke berbagai ruang. Sehingga, tekanan udara tidak terpusat ke ruang tertentu.

Jadi, bisa disimpulkan cuaca di Mars adalah sangat dingin dan belum dikatakan layak untuk dihuni. Ini diakibatkan oleh atsmosfernya yang tipis. Setiap air yang ada di permukaannya akan langsung membeku menjadi es.

Demokrat Restrukturisasi Besar-besaran, Siapa yang Tergusur. Pergantian dilakukan disemua jenjang. DPP, fraksi dan semua komisi

Ketua Majelis Tinggi Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, memimpin restrukturisasi partai.
Sesudah mengambil alih kendali Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono bergerak cepat. Minggu malam, 10 Februari 2013, dia memanggil semua ketua Partai Demokrat di provinsi. Meminta mereka meneken pakta integritas. Pakta integritas itu tampaknya perlu, lantaran diyakini bahwa salah satu sebab merosotnya elektabilitas partai itu karena korupsi. Banyak petinggi terseret kasus korupsi. 
Sesuatu meneken pakta itu, Majelis Tinggi yang dipimpin SBY melakukan restukturisasi besar-besaran. Perihal restukturisasi itu disampaikan Marzuki Alie, Senin 11 Februari 2013. Anggota Majelis Tinggi, yang juga menjadi Ketua DPR itu, menegaskan bahwa restukturisasi dilakukan pada segala jenjang. Mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sampai Fraksi Demokrat di Senayan. Termasuk komisi-komisi dan alat kelengkapan lain di DPR.
Majelis Tinggi memulai dari Badan Anggaran. Restukturiasi di badan ini sangat penting, sebab dianggap sangat sensitif bagi kader-kader Demokrat. Semua anggota Banggar yang berasal dari Demokrat segera diganti. Langkah itu harus diambil, kata Marzuki, sebab berdasarkan informasi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang dilansir beberapa waktu lalu, ada transaksi mencurigakan yang diduga dilakukan beberapa anggota Banggar.

Majelis Tinggi Demokrat mengaku sangat cemas. Cemas karena anggota-anggota mereka di Banggar,  yang belum pasti terlibat,  bisa menjadi sasaran kecurigaan publik seperti yang kini menimpa ketua umum mereka, Anas Urbaningrum. Demokrat memilih langkah preventif. Mengganti semua personel mereka di Banggar.

“Anggota (Demokrat di Banggar) harus diselamatkan. Jangan karena dia punya uang banyak sejak sebelum masuk Banggar, lantas dia dituduh “bermain.” Kasihan. Oleh sebab itu kami akan pindahkan mereka dari tempat yang sangat sensitif itu. Jabatan di Banggar sementara akan diberikan kepada yang lain dulu. Nanti kalau mereka terbukti tidak bersalah, baru dikembalikan ke Banggar,” kata Marzuki di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 11 Februari 2013.
Rotasi penugasan kader itu tidak hanya berlangsung di Banggar. “Di semua lini. Intinya kader jangan pegang jabatan yang menimbulkan kecurigaan. Kami selamatkan dulu mereka ke posisi lain sehingga anggota tidak disibukkan dengan hiruk-pikuk yang tak terkait penugasannya,” ujar Marzuki.

Siapa saja yang terkena program rotasi ini, belum jelas memang. Nama-nama anggota Demokrat yang terkena rotasi atau masuk dalam bagian restrukturisasi besar-besaran itu akan ditentukan dalam Rapat Nasional Majelis Tinggi Partai Demokrat yang rencananya akan digelar tanggal 17 atau 24 Februari 2013.

Rapat Nasional Majelis Tinggi Partai Demokrat itu, menurut Marzuki, merupakan agenda penting untuk mengembalikan jati diri partai. Apalagi Majelis Tinggi telah menargetkan Demokrat harus pulih pada akhir tahun 2013 atau empat bulan sebelum pemilu tahun depan yang berlangsung April 2014.

“Memasuki masa kampanye pemilu, Demokrat harus bersih dan sehat,” kata Marzuki. Kembalinya elektabilitas Demokrat akan dijadikan tanda bahwa partai telah bangkit dari keterpurukan. Maka selama Demokrat belum pulih, kendali partai akan terus dipegang oleh Majelis Tinggi.

Penandatanganan pakta integritas Minggu malam di Cikeas oleh kader-kader Demokrat, pengurus pusat maupun daerah, juga diharapkan Majelis Tinggi bisa mulai mengerek kepercayaan publik terhadap Demokrat. Pakta integritas Demokrat ini mengikat dan kuat secara hukum.

Pakta integritas ini terutama menyasar kader-kader muda Demokrat yang mungkin belum mengerti betul komitmen utuh Demokrat saat didirikan. Marzuki yakin kondisi partainya akan membaik setelah pakta integritas itu ditangani.

“Pakta itu semacam janji atau komitmen bahwa yang dituliskan itu akan dilaksanakan. Pakta itu bentuk konkret untuk menyatakan kader tidak akan korupsi, melanggar hukum, atau kode etik,” kata Marzuki. Maka pakta integritas ini diberikan untuk kader lama maupun baru,” kata Marzuki.

Ia berharap memasuki tahun 2014 nanti, Demokrat akan dilihat rakyat sebagai partai yang mendengar aspirasi dan yang bisa melakukan perubahan nyata. “Sehingga mudah-mudahan masyarakat akan pilih Demokrat pada pemilu,” ujar Marzuki.

Sekretaris Majelis Pertimbangan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin, mengatakan penandatanganan pakta integritas itu oleh para pengurus inti Demokrat di tingkat pusat dan daerah menunjukkan kekompakan, konsensus, dan komitmen besar Demokrat untuk bekerja lebih baik bagi rakyat.

“Pakta integritas ini adalah janji kepada negara. Saya kira Demokrat kini menjadi satu-satunya partai politik yang menandatangani pakta integritas dan disiplin soal pajak. Sekarang Partai Demokrat berada di depan,” ujar Menteri Hukum dan HAM itu.

Dalam pakta integritas Partai Demokrat, setiap kader Demokrat wajib menjaga nama baik Demokrat, menyejahterakan bangsa, melayani masyarakat, bekerja keras dengan adil tanpa diskriminasi untuk meningkatkan taraf kehidupan rakyat miskin dengan mendukung program-program prorakyat pemerintah, dan patuh pada hukum dan aturan yang berlaku.

Kader Demokrat juga harus menjaga moral dan tata pemerintahan yang bersih, menjauhkan diri dari korupsi tindak asusila dan narkoba, bersedia mundur dan disanksi partai apabila menjadi tersangka terdakwa atau terpidana, menyerahkan data kekayaan dan NPWP kepada Dewan Kehormatan Partai, dan tidak akan melanggar APBN maupun APBD.

Bagaimana Nasib Anas Urbaningrum

Upaya restukturisasi itu berlangsung di tengah merebaknya kabar bahwa Anas Urbaningrum dicopot dari jabatan Ketua Umum. Meski hampir seluruh wewenangnya dipreteli, Marzuki Alie menegaskan bahwa Anas tidak dicopot. Jika sejumlah wewenang ketua umum diambil Majelis Tinggi, katanya, itu dilakukan semata-mata demi membantu Anas.
“Majelis Tinggi ikut turun karena beban Ketua Umum tinggi sekali. Media menggebuki Mas Anas. Kasihan Mas Anas. Orang tidak salah, belum ada fakta hukumnya, digebuki terus. Maka kami dampingi supaya dia tidak digebuki lagi. Ketua umum itu sentral. Ada isu sedikit, langsung digebuki,” kata Marzuki.

Apabila KPK tidak memperjelas status hukum Anas hingga akhir tahun 2013, Majelis Tinggi akan terus mendampingi Anas dalam mengendalikan partai dan tidak mencari pengganti Anas. “Tidak ada Plt (Pelaksana Tugas) Ketua Umum. Orang luar silakan menafsirkan seenaknya, tapi kami di dalam jelas: Mas Anas dibantu melaksanakan tugas-tugasnya oleh seluruh Majelis Tinggi,” kata Marzuki.

Anas selaku Ketua Umum sendiri merupakan Wakil Majelis Tinggi Partai Demokrat. Dia tak mempersoalkan pengambilalihan kendali Demokrat dari tangannya. “(Internal Demokrat) jangan diadu-adu. Ini bagian dari ikhtiar agar Partai Demokrat ke depan lebih baik. Ketua Majelis Tinggi pun mengatakan bahwa Anas Urbaningrum tetap Ketua Umum,” ujar Anas.

Secara terpisah, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Sinyo Harry Sarundajang sempat melontarkan wacana Mahfud MD sebagai pengganti Anas. Sarundajang berpendapat Ketua MK itu pantas direkrut Demokrat karena ia punya visi antikorupsi yang sama dengan Demokrat. Terlebih Demokrat saat ini sedang melepaskan diri dari stigma “sarang koruptor” yang disematkan masyarakat setelah beberapa kader Demokrat tersandung perkara korupsi.

Mahfud MD mengapresiasi penataan yang sedang dilakukan Demokrat saat ini. “Secara umum bagus karena artinya Demokrat sedang berpikir untuk mengembalikan citranya. Ada keinginan dari teman-teman Demokrat untuk mengembalikan kepercayaan diri dengan mencari pemimpin yang bersih,” kata Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Meski demikian, Mahfud belum mendengar sendiri soal wacara rekrutmen untuk menggantikan Anas itu. “Saya belum bisa menanggapi karena usul itu baru beredar di internal Demokrat. Saya belum berbicara dengan Demokrat. Jadi biar dulu saja usul itu berkembang di kalangan Demokrat sendiri,” kata Mahfud yang bersama-sama Anas duduk di Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam itu.

Monday, 11 February 2013

Ngetest

Ini hanya test saja setelah saya tidak bisa masuk karena sesuatu dan lain hal...
Mohon diabaikan tulisan ini

Pakta dari Cikeas, Anas Urbaningrum Makin Terdesak?

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.
Jumat malam, 8 Februari 2013, melalui pidatonya Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat dari Anas Urbaningrum. Pengambilalihan ini membuat Anas yang masih menjabat Ketua Umum mendapat desakan hebat dari dalam tubuh Partai Demokrat.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Bali Partai Demokrat, Made Mudarta, menegaskan bahwa seluruh jajaran pengurus dan kader partai itu di Bali mendukung penuh keputusan Majelis Tinggi yang menyelamatkan partai itu dari keterpurukan.

"Saya tegaskan Bali 100 persen mendukung keputusan yang diambil Majelis Tinggi Demokrat," ujar Mudarta saat memberi keterangan resmi di Denpasar, Sabtu.

Dari Semarang Jawa Tengah juga demikian. DPD Partai Demokrat Jawa Tengah langsung mengundang 35 Dewan Pimpinan Cabang pada Sabtu di kediaman Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Sukawi Sutarip.

Dalam pertemuan itu Sukawi ingin menegaskan sikap para DPC yang sebelumnya menentang upaya penyelamatan oleh ketua Majelis Tinggi untuk mendukung langkah SBY ini.

Tak cuma dari daerah, Minggu malam, SBY juga mengumpulkan pengurus Dewan Pimpinan Daerah 33 provinsi seluruh Indonesia di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor.
Pantauan VIVAnews, seluruh petinggi partai Demokrat hadir di Cikeas, kecuali Anas. Mereka yang hadir antara lain Max Sopacua, Jhony Allen Marbun (Wakil Ketua Umum), Edhie Baskoro Yudhoyono (Sekjen), Jero Wacik (Sekretaris Dewan Pembina), Marzuki Alie (Wakil Ketua Dewan Pembina).

SBY pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa Anas sebenarnya diundang, tapi berhalangan hadir. "Kami undang dan sekali lagi berhalangan karena sakit."

Menurut SBY, dalam pertemuan ini juga dilakukan penandatangan pakta integritas yang dilakukan oleh seluruh jajaran Partai Demokrat. "Pakta integritas ini ditandatangani oleh segenap kader partai Demokrat se Indonesia," ujar dia.

Pakta integritas tersebut berisi 10 butir janji yang diakhiri dengan pernyataan: "Demikianlah saya siap menerima saksi organisasi jika saya menolak menandatangani atau melanggar apa yang telah saya janjikan."
Pakta tersebut, seperti dikatakan SBY, akan berlaku mulai hari Minggu, 10 Januari 2013. Butir ke delapan pakta tersebut menyebutkan "Saya sebagai tersangka, terdakwa atau terpidana, saya bersedia mengundurkan diri dan siap menerima sanksi pemecatan dari Dewan Kehormatan Partai."
Apakah pakta ini merupakan salah satu senjata SBY untuk melengserkan Anas dalam waktu dekat?
Belum jelas. Yang pasti Komisi Pemberantasan Korupsi telah menyatakan akan menaikkan status Anas menjadi tersangka. Seperti dikatakan Ketua KPK, Abraham Samad, bahwa pimpinan KPK telah sepakat untuk menaikkan status Anas sebagai tersangka. Namun, belum dapat diputuskan dalam surat perintah penyidikan karena masih harus berdiskusi dengan pimpinan KPK lainnya.
"Yang ada di kantor ini hanya ada dua pimpinan, yaitu saya dan pak Zulkarnain [Wakil Ketua KPK]. Jadi kami tidak dapat melakukan diskusi panjang untuk mengambil keputusan," kata Abraham Samad di kantornya, Jumat 8 Februari 2013.

Menurut dia, masih banyak hal-hal yang perlu didiskusikan dan disinergikan dengan pimpinan KPK lainnya. Sebab, mekanisme pengambilan keputusan di KPK harus collective colegial. "Jadi sudah sepakat, tapi harus tanda tangan semua. Kita lihatlah ke depan, mudah-mudahan satu dua (minggu) ke depan."

Berkaitan dengan hal ini, ahli hukum Universitas Indonesia, Margarito Kamis, berpendapat  KPK sebaiknya tidak menetapkan seseorang menjadi tersangka sebuah kasus karena skema politik.

Sebab, lanjutnya, KPK adalah institusi yang dibuat untuk menegakkan hukum tanpa ada gangguan-gangguan dari partai politik. Seumpamanya ada permintaan partai politik, bahkan dari pejabat negara, ahli hukum itu meminta KPK mengabaikannya.

"Sekarang kalau KPK tersangkakan siapa pun, termasuk Anas, karena pesanan politik atau tekanan politik, bahkan dari presiden sekalipun, harus diabaikan. Karena itu merusak KPK," kata Margarito, di Jakarta, 10 Januari 2013.
Menurut dia, "pergeseran kekuasaan" yang dilakukan SBY di Partai Demokrat merupakan indikasi adanya upaya untuk menghabisi karir politik Anas di partai berlambang berlian itu.
Dan tampaknya indikasi tersebut semakin terlihat dengan adanya pernyataan dari Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, SH Sarundajang, yang mengusulkan untuk membentuk Komite Penyelamat Partai. Anggota komite tersebut kader-kader Demokrat yang bersih dari berbagai kasus korupsi.

"Komite Penyelamat partai ini bertanggung jawab langsung kepada SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat," kata Sarundajang dalam keterangan pers, Minggu 30 Februari 2013.

Selain itu, untuk jangka menengah, ia mengusulkan agar Partai Demokrat merekrut tokoh-tokoh anti korupsi, seperti Mahfud MD. Ia menilai Mahfud MD sangat cocok untuk menggantikan Anas Urbaningrum. "Kepribadian beliau sesuai dengan visi Partai Demokrat," katanya.
Sikap Anas
Bagaimana tanggapan Anas? Dia mengaku tak risau dengan keputusan SBY yang mengambil alih kepemimpinan partai. Anas memastikan hingga saat ini dia tetap Ketua Umum. "Dalam rapat itu Ketua Majelis Tinggi mengatakan bahwa Anas Urbaningrum tetap ketua umum dan Wakil Ketua Majelis Tinggi. Karena itu saya menjalankan kegiatan," ujar Anas di kediamannya, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu.

Karena itu, pada Sabtu lalu Anas berkunjung ke Provinsi Banten melaksanakan kegiatan penanaman pohon kedelai di Kabupaten Lebak. Di kabupaten itu Anas juga melantik pengurus cabang setempat.

Anas menegaskan bahwa dia tetap berpegang pada konstitusi partai, yang telah disepakati dan ditetapkan bersama. "Pegangan saya adalah konstitusi partai."

Dia juga meminta pengambilalihan kendali ini tak usah dipersoalkan. Menurut dia, langkah itu diambil untuk kebaikan Partai Demokrat. "Jangan diadu-adu, ini bagian dari ikhtiar agar Partai Demokrat ke depan makin baik," ujar Anas di Lebak.
Namun, menurut Direktur Eksekutif IndoBarometer M Qodari, SBY berpotensi melakukan blunder politik dengan pengambilalihan ini. "Kalau tidak hati-hati justru bisa jadi 'blunder politik' karena SBY tidak konsentrasi mengurus pemerintahan," kata Qodari, Sabtu, 9 Januari 2013.
Jika pemerintahan tidak terurus, popularitas SBY pun akan jatuh dan semakin menurunkan elektabilitas Partai Demokrat di bawah 8 persen.  "Lebih dari itu, target-target pemerintah bisa tidak tercapai."

Karena itu, Qodari menyatakan, "Jangan sampai menyelamatkan partai, negaranya yang karam."

Pernyataan senada juga datang dari Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya, Fadli Zon. Menurut Fadli, SBY sebagai Presiden terkesan lebih sibuk mengurus partai ketimbang negara. Campur aduk posisi SBY sebagai Presiden maupun sebagai ketua Dewan Pembina Partai membuat rakyat bingung. "Di zaman Pak Harto saja tak pernah sekalipun Presiden berpidato soal internal parpolnya," katanya.

Sunday, 10 February 2013

MAHFUD MD : Jika Yang Lain Tidak Hebat Amat, Saya Bersedia Jadi Capres

Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD
Partai-partai dan organisasi masyarakat Islam mulai banyak menjagokan Prof. Dr. Mahfud MD sebagai calon presiden di Pemilu 2014 mendatang. Dalam beberapa survei, Mahfud mengumpulkan suara sejajar, bahkan melebihi, tokoh-tokoh partai yang selama ini selalu menghiasi bursa capres.

Namun, pria kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur, 13 Mei 1957 ini, belum juga menyalakan lampu hijau. Dia mengaku belum percaya diri untuk maju sebagai calon RI-1. Meski sudah ada desakan dari sejumlah tokoh Islam dalam pertemuan di kediaman Amien Rais, beberapa waktu lalu, Ketua Mahkamah Konstitusi ini masih bergeming.

Mahfud, Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, meraih gelar doktornya pada tahun 1993 dari Universitas Gadjah Mada. Namanye melenting setelah diangkat (alm) Presiden Abdurrahman Wahid seperti Menteri Pertahanan.
Baru-baru ini, Mahfud menerima wartawan VIVAnews, Arief Hidayat, di ruang kerjanya untuk sebuah wawancara khusus.Berikut petikannya:
Seandainya ada partai politik yang serius mengusung Anda sebagai capres, Anda siap?
Rabu malam, 30 Januari 2013, ada pertemuan ormas-ormas di rumah Pak Amien Rais. Tokoh-tokoh ormas Islam dan beberapa tokoh partai datang. Ada yang dari PAN, PPP, PKB, Muhammadiyah, NU, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Saya ditegur oleh banyak orang, antara lain Pak Amidhan (MUI), Pak Saleh Daulay (Muhammadiyah), dan Imam Addaruqutni (tokoh Muhammadiyah).

Mereka menegur saya, bertanya kenapa saya terkesan tidak percaya diri. Mereka bilang, "Kalau sudah didukung masyarakat, tidak ada alasan tidak didukung partai. Apalagi karena masalah uang. Itu akan datang sendiri. Kita butuh pemimpin yang jelas: kapasitas, kompetensi, dan integritasnya. Maka, kami protes karena Pak Mahfud tidak percaya diri."

Jawaban Anda?
Saya katakan sebenarnya saya ingin mengajak orang untuk bisa mengukur diri. Saya mencoba mengukur diri. Saya bukan tidak bersedia, tapi saya katakan untuk saat ini saya memang tidak percaya diri. Karena, pertama, belum waktunya. Masih panjang perjalanan menuju ke sana.

Alasan yang kedua, saya melihat orang ingin menjadi presiden bukan karena mampu menjadi presiden. Nah, kalau saya, tahu diri. Meski begitu, pada saatnya mungkin saya akan menyatakan bersedia kalau berhadapan dengan orang yang sama-sama tidak tahu diri. Begitu saja. Sekarang, kalau ada orang tahu diri, silakan saja.
Ada orang dapat fasilitas tiba-tiba, tanpa berjuang, kok mau jadi presiden. Ada orang yang hanya nyanyi-nyanyi, ingin jadi presiden. Ada orang hanya berkoar-koar di dialog interaktif, ingin jadi presiden... hahaha. Saya malu kalau begitu. Tapi, saya tidak menutup kemungkinan itu.

Maka, saya sekarang selalu memonitor. Bahkan, saya punya tim kecil untuk memonitor perkembangan. Ini bukan tim pencapresan, tapi untuk memonitor agar nanti bisa memberikan bahan untuk saya.

Kalau calonnya sama-sama saja, ya mungkin harus dengan sedih saya akan mengatakan "iya" pada saatnya nanti. Sedih, karena saya tahu saya tidak hebat. Tetapi, karena yang lain juga tidak hebat-hebat amat, kalau saya didorong, ya pada saatnya saya mungkin bersedia juga.
Kapan Anda akan memutuskan?
Sesudah 31 Maret 2013 (setelah Mahfud pensiun dari Mahkamah Konstitusi), saya akan tegas mengatakan iya atau tidak. Karena di dalam politik itu kalau tanggung-tanggung malah ditabrak. Kalau mau, berani nabrak atau ke pinggir.

Saya tahu karena saya pernah di politik. Tapi, sekarang saya punya tanggung jawab moral pada lembaga ini (MK) untuk bersungguh-sungguh mengemban amanat dengan baik.

Bung Karno itu diasingkan bertahun-tahun. Bung Hatta diasingkan ke mana-mana, sampai masuk penjara. Setelah itu, mereka baru bisa menjadi presiden.
Saya kok merasa kecil sekali dibandingkan dengan Bung Karno dan Bung Hatta yang begitu hebat. Saya merasa tidak pantas kalau tiba-tiba kok mau menjadi presiden. Itu lho yang saya katakan sebenarnya.

Seandainya ada partai yang serius mengusung Anda, apa syarat Anda?
Syaratnya punya kesamaan visi, bahwa kita akan menyelamatkan Indonesia, bukan membangun Indonesia. Karena menurut saya konsep pembangunannya sudah jelas. Tapi, Indonesia terancam hancur karena korupsi dan lemahnya penegakan hukum. Itu harus menjadi komitmen yang sama. Syaratnya itu. Artinya, idealisme harus sama, bahwa kita mau menyelamatkan Indonesia, bukan mau merebut kekuasaan.

Transaksi memang wajar dalam politik, tapi jangan masuk ke area idealisme dan visi. Jangan tawar-menawar di situ. Kalau soal bagi-bagi kekuasaan di kabinet, misalnya, itu wajar. Tapi program penegakan hukum dan pemerintahan yang bersih harus menjadi visi yang sama.

Apa itu mungkin dengan karakter partai politik di Indonesia yang begitu pragmatis?
Oh, belum tentu... belum tentu. Karakter partai politik itu bergantung pada situasi dan kepemimpinannya juga. Saya kira, masih banyak partai politik yang bisa diajak bagus. Itu bergantung pada situasi dan kepemimpinannya.

Kalau Anda tanya kepada saya partai politik mana yang paling bagus, menurut saya di Indonesia tidak partai politik yang bagus dan jelek. Semua sama. Semua partai di Indonesia memiliki tokoh-tokoh yang bersih sekaligus yang korup.
Anda mengenal PKS yang dikenal bersih, tapi ternyata seperti itu. Saya percaya itu karena yang menangkap adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK, kalau menangkap berdasarkan bukti yang kuat. Dia (mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq) pasti sudah dibuntuti KPK dari hari ke hari. Bahkan, semua percakapan dan agendanya dicatat. Jadwal pertemuannya pun sudah direkam semua. Jadi, di pengadilan nanti, ketika diperdengarkan tidak bisa mengelak. Kalau pun ada yang meragukan itu belum ada buktinya, saya yakin nanti itu akan muncul. (Baca kasus Luthfi di sini)
Saya ingin katakan sekarang tidak usah membedakan partai politik karena visinya, apalagi karena agama. Saya sebetulnya berat kalau mengatakan "partai agama tidak laku". Di Indonesia sekarang tidak ada partai agama. Mana ada partai agama?
PAN, bukan. PKB, bukan. PKS juga sudah terbuka. Orang yang paling alim pun tidak ada di partai yang disebut partai agama dan orang yang jahat juga ternyata ada di partai agama. Maka, saya sekarang melihat tidak ada partai agama.
Semua sama. Golkar itu partai nasionalis sekaligus agamis. PPP juga begitu, Islamis sekaligus nasionalis. PKB juga sama. Jadi, sekarang kita cari visi tokohnya, bukan visi partainya. Kalau visi partai, semua sama. Coba baca isi AD/ART partai-partai itu, isinya sama semua: ingin membangun Indonesia, tidak ada yang ingin menghancurkan Indonesia.

Jadi, jika ada partai yang mencalonkan Anda, Anda akan melihat pemimpinnya dulu?
Iya, tokohnya. Tokoh itu nanti yang akan menentukan ke arah mana partai itu akan berjalan.

Di antara partai-partai yang ada sekarang, apa Anda melihat ada pemimpin partai yang cocok?
Saya belum bisa menilai itu. Nanti saja. Yang penting, kebaikan itu tidak dapat diidentikkan dengan satu partai, begitu juga dengan kejelekan atau keburukan. Di semua partai ada tokoh yang jahat, korup; tapi juga ada partai yang tokohnya sangat bersih dan punya komitmen penuh terhadap kebaikan Indonesia. Sama saja semua. Yang membedakan, ada partai yang pemimpinnya bagus, yang hadir di saat dibutuhkan keputusan-keputusan penting.

Partai mana saja yang telah menjalin komunikasi dengan Anda soal capres atau calon wapres?
Hampir semua.

Katanya, yang agak intensif dengan Golkar. Apa benar?
Nggak juga. Saya berhubungan dengan semua. Saya dengan PKB bertemu, dengan Gerindra bertemu, dengan PDIP juga bertemu, dengan Golkar juga bertemu.

Ini bertemu dalam pengertian bagaimana?
Ya, bertemu saja, termasuk bergurau soal capres dan cawapres. Kan itu tidak bisa disembunyikan. Sudah dimuat di koran-koran. Misalnya, Golkar berkali-kali bilang--seperti dikatakan Nurul Arifin--Mahfud adalah prioritas utama. Itu sudah ditulis semua koran, sehingga tidak bisa disembunyikan. PKB kan juga begitu di koran. Partai Nasdem juga begitu.
Intinya, semua partai sudah bicara, ketemu. Tapi, sampai sekarang saya belum terikat kepada siapa pun, dalam hal apa pun. Kan belum waktunya, dan tidak ada gunanya bicara seperti itu. Saya tidak boleh bicara soal itu dulu karena saya adalah Ketua MK.
Partai juga begitu karena sekarang belum Pemilu. Belum tentu mereka punya suara yang cukup nanti. Belum tentu juga mereka hanya bicara dengan saya. Tidak menutup kemungkinan mereka bicara dengan yang lain. Menurut saya ini bagus. Kita sekarang punya kebebasan untuk mencalonkan atau dicalonkan.
Soal pragmatisme partai apa sudah Anda pertimbangkan?
Sekarang begini, apa ada partai yang tidak pragmatis? Contoh: seperti PKS yang sampai kemarin masih dikenal sebagai "partai putih"--meski isunya sudah lama, tapi kita masih menganggapnya "putih". Sekarang ini langsung menusuk ke jantungnya, langsung ketua umumnya.
Saya berpikir, wah, berat juga kalau begini. Saya sedih mendengarnya karena sebenarnya saya ingin berkampanye di luar negeri: kami punya partai bagus. Saya selalu mengatakan "PKS itu bagus, lho. Organisasinya bagus, pengikutnya selalu linear dengan pimpinannya, dan bersih".
Tiba-tiba, sekarang langsung ketua umumnya yang kena. Dan karena KPK yang menangkap, menurut saya jelas ini bukan politis. Ini hasil penangkapan yang profesional, sudah dibuntuti berbulan-bulan. Kasus daging sapi ini sudah dimuat di koran-koran lebih dari setahun lalu, dan sejak itu dibuntuti terus. Ini bukan main-main.