Saturday, 1 December 2012

INILAH ORANG ORANG TERKAYA BARU VERSI MAJALAH FORBES 2012

Sudhamek
Sejak kecil Sudhamek akrab dengan ejekan. Itu karena namanya terdengar aneh di telinga. Tapi Sudhamek kecil juga ingat pesan ayahnya: “Jadilah tuanmu sendiri dalam hidup ini.” Dia lalu bangkit, dan menjadi lelaki yang penuh percaya diri.
Lebih setengah abad lalu, Sudhamek kecil tinggal di perkampungan nelayan miskin di Rembang, Jawa Tengah. Keluarganya tak kaya, meskipun tak juga terlalu miskin. Tak semua kebutuhan Sudhamek terpenuhi. Dia, misalkan, jarang menyantap daging ayam. Kalau pun ada, anak bungsu dari 11 bersaudara itu, kebagian potongan kecil.
Meski begitu, seperti diungkapkannya kepada Dino Patti Djalal dalam buku “Life Stories: Resep Sukses dan Etos Hidup Diaspora Indonesia di Negeri Orang”, Sudhamek bersyukur tak kurang asupan protein. Dia hidup di tepi pantai, tempat bertumpuknya ikan laut segar dan murah.
Di bangku sekolah Sudhamek kerap tertekan. Ia bercerita, nama Sudhamek yang aneh itu sungguh bak sebuah hiburan bagi temannya. Misalnya, setiap pagi tatkala guru memanggil nama murid sesuai daftar hadir, maka meledaklah tawa seisi kelas setiap giliran nama Sudhamek disebut. Semua itu membuat  dia minder. Prestasinya di sekolah pun jeblok.
Tapi siapa mengira, nama itu juga membawa hoki baginya. Dengan nasihat sang ayah, Sudhamek bangkit, meski hidupnya penuh liku. Kini, Sudhamek AWS, adalah Chief Executive Officer GarudaFood Group. Namanya masuk jajaran 40 orang terkaya di Indonesia versi majalah bisnis terkemuka dunia,Forbes, 2012.
Daftar Forbes itu disusun lewat ukuran kepemilikan saham, dan informasi keuangan keluarga, individu, bursa efek, analis, serta sumber lainnya. Sudhamek adalah nama baru di daftar itu. Sejumlah nama taipan Indonesia sudah tercantum sejak tahun lalu.
Dengan kekayaan US$760 juta, Sudhamek  bertengger di posisi ke-38 dalam daftar Forbes. Dia kini adalah raja makanan ringan,  di bawah bendera GarudaFood. Di tangannya, bisnis warisan ayahnya itu menghasilkan merek terkenal seperti Kacang Garuda, dan makanan ringan Gerry.
Titik balik
Dari hidup tertekan sejak masa kanak-kanak, Sudhamek memilih menjadi tuan bagi dirinya sendiri. Babak baru hidupnya dimulai ketika dia pindah ke Salatiga, Jawa Tengah. Ke kota itulah Sudhamek merantau melanjutkan kuliah.
Ia masuk Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana. Dia mengaku, itu pilihan tak sengaja. Sudhamek kaget ketika nilai kuliahnya di fakultas ekonomi itu bagus. Ia mulai jatuh cinta pada ilmu ekonomi.  Sudhamek merasa dirinya tak sebodoh yang ia bayangkan.
Pelan tapi pasti, Sudhamek berubah. Ia mulai mengembangkan diri.
Kepercayaan dirinya tumbuh. Dari Sudhamek cilik yang pemalu, ia menjadi mahasiswa gaul yang fasih berbicara di depan publik. Dia juga pecinta buku. Kata Sudhamek, buku adalah guru terbaiknya.
Kunci suksesnya pun sederhana. Dia percaya pada “will power”, semacam kekuatan kehendak untuk berbuat. Ia memang tak pernah menjadi murid terpandai. Namun, kata Sudhamek, karena kekuatan kehendak itu, dia bisa menyabet dua gelar sarjana sekaligus, untuk ilmu ekonomi  dan hukum. “Will power” itu lalu menjadi sumber energi bagi Sudhamek.
Lulus kuliah, Sudhamek bekerja di PT Gudang Garam, Kediri. Belasan tahun ia belajar manajemen, dan kepemimpinan mengelola korporasi. Semua pelajaran itu rupanya sangat berguna ketika ia mengambil alih bisnis warisan ayahnya, PT Tudung, yang awalnya bergerak di bisnis tepung tapioka.
Di bawah Sudhamek, perusahaan yang dirintis sang ayah, Darmo Putro, itu berubah nama menjadi PT Tudung Putrajaya (TPJ). Bisnis intinya adalah kacang garing. Awalnya, TPJ menjual kacang garing tanpa merek. Namun mulai 1987, mereka menjual kacang produksinya dengan merek ‘Kacang Garing Garuda.’
Itulah cikal bakal GarudaFood. Kacang Garuda meledak di pasaran. Bisnis utama GarudaFood adalah kacang kulit oven (roasted peanut). Kesuksesan Kacang Garuda membuat GarudaFood berekspansi ke bisnis makanan lain: biskuit dan jeli. Inovasi dilakukan, sehingga produknya unggul dari para pesaing.
Ada untungnya bisnis makanan. Saat Indonesia digilas krisis moneter pada 1998, GarudaFood justru bertahan. Ini karena mereka menguasai 60-70 persen pangsa pasar. Bahkan , kini GarudaFood merambah pasar dunia.
Sudhamek, yang dulu anak kecil minder bernama aneh itu, kini meraih berbagai penghargaan. Antara lain Ernst & Young Indonesia Entrepreneur of The Year 2004, dan The Most Admired CEO 2004, 2005, 2006, 2007.

Liem Hariyanto Wijaya 

Lelaki itu dari Fujian. Merantau ke Kalimantan, ketika provinsi di selatan China itu ikut dikurung amarah nasionalis versus komunis. Di Kalimantan dia kerja serabutan. Dari kuli hingga berdagang. Upah dari kerja tak tentu itu ditabung. Begitu cukup dia mendirikan toko kelontong. Itu tahun 1915.
 
Lim Tju King, nama pria ini, barangkali tak pernah menyangka Toko Kelontong itu bakal mengurita dalam rupa-rupa usaha, lalu anaknya melambung ke jajaran orang terkaya Indonesia. Pekan ini, Majalah terkemuka Forbes, menaruh Lim Hariyanto Wijaya, si pewaris Toko Kelontong itu di urutan 30 dalam daftar orang kaya di Indonesia. Total kekayaannya U$ 1,03 miliar. Sekitar Rp9,4 triliun.
 
Sepeninggal sang ayah, Hariyanto memang melebarkan sayap bisnisnya. Dari perkayuan hingga manufaktur. Dia mewarisi bakat dan nyali bisnis sang ayah. Tahun 1983, dia merambah bisnis kayu lapis. Lalu merambah bisnis lain. Dari kelapa sawit, hingga properti.
 
Induk bisnis sawit itu kemudian melantai di bursa saham Singapura. Pasar menyambut gembira. Pundi keluarga ini kemudian kian menjulang.

Majalah Forbes mencatat bahwa penyumbang terbesar kekayaan mereka adalah bisnis perkebunan kelapa sawit. Di bisnis ini mereka bernaung di bawah bendera Bumitama Agri Ltd. Perusahaan inilah yang April 2012 lalu, terjun di bursa Singapura itu.
 
Kantor berita Reuters melaporkan bahwa saat listing di Singapura, perusahaan itu diharapkan akan mengeruk  U$175,8 juta. Mereka menawarkan 297,6 juta saham.
 
Tapi Hariyanto kini sudah senja. Usianya sudah 85 tahun. Kemudi perusahaan sudah berpindah ke anak-anaknya. Saat peluncuran saham di Singapura itu, anak kandung Lim sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Bumitama Agri Ltd., Lim Gunawan Hariyanto, dengan penuh haru mengatakan, "Ini adalah hari bersejarah bagi Bumitama.”
 
Gunawan berharap debut perdana di Bursa Efek Singapura ini disambut baik para investor. Bermodal tanah yang luas di Indonesia, dia yakin perusahaan ini sanggup melayani permintaan minyak sawit dunia yang terus melesat.
 
Selain modal tanah yang luas, semangat kerja dan integritas yang mendarah daging berpuluh tahun juga jadi modal utama mereka. "Dengan nilai-nilai inti integritas, moralitas dan kemampuan, kami akan terus membangun fondasi yang kuat," kata  Lim Gunawan.
 
Harga saham Bumitama Agri saat dijual pertama kali di Singapore Stock Exchange seharga U$0,745 per lembar atau sekitar Rp8.000. Harga saham itu kemudian melejit. Naik sekitar 45 persen dari harga perdana. Saham naik, kapitalisasi pasar Bumitama Agri juga melejit. Bulan Oktober 2012, kapitalisasi pasarnya mencapai U$1,5 miliar. Sekitar Rp14 triliun.
 
Jaya di Kelapa Sawit
 
Sebelum terjun ke bisnis kelapa sawit, keluarga ini sempat terjun ke bisnis batu bara dan pertambangan emas. Bisnis batu bara itu mulai dirintis tahun 1988. Bisnis itu terhitung sukses.
 
Bermitra dengan Rio Tinto —perusahaan tambang asal Australia— mereka kemudian mendirikan Kelian Equatorial Mining. Porsi  Rio Tinto memang lebih besar. Rio memiliki 90 persen sementara Harita Grup milik keluarga ini 10 persen. Tapi mereka kemudian menutup tambang, yang mulai beroperasi pada tahun 1992 itu,  pada tahun 2005. Sebabnya, cadangan emas menurun.

Pada tahun 1996, Harita Grup mendirikan Bumitama Agri setelah mengakusisi lahan seluas 17.500 hektare di Kalimantan Tengah. Perkebunan itu mulai berbisnis pada tahun 1998. Semula usaha ini berjalan lambat.

Barulah pada tahun 2002,  Bumitama mulai melebarkan sayap  secara agresif. Pada tahun 2007, Bumitama sudah memiliki 50 ribu hektar. Pada tahun 2010, jumlah lahan bertambah lagi 50 ribu hektar lagi. Dan pada Maret 2012, Bumitama sudah memiliki 118.00 hektare yang sudah ditanami kelapa sawit.
 
Pohon kelapa sawit memiliki siklus hidup sampai 25 tahun. Usia 0-3 tahun pohon kelapa sawit masih dianggap muda. Dan usia ideal adalah 7-18 tahun. Setelah usia itu, minyak yang dihasilkan akan merosot.

Minyak mentah kelapa sawit (CPO) sekarang dikomsumsi secara luas. Minyak ini digunakan untuk membuat biskuit, kue, margarin, es krim dan produk kosmetik. Tingkat permintaannya di dunia adalah  73 persen dari seluruh produk.

Indonesia dan Malaysia adalah produsen terbesar CPO. Kedua negara ini menyumbang 85 persen pasokan dunia.

Kini Bumitama menguasai 190.000 hektare tanah. Dari jumlah itu, sudah 118.000 hektare yang ditanam kelapa sawit  di Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Pada tahun 2011, perkebunan memproduksi 1.065 juta buah tandan sawit segar. Dengan kata lain hasil per hektar kebun mencapai 16,3 metrik ton.

Untuk CPO, pada tahun 2009 Bumitama menghasilkan 216.000 metrik ton. Tahun 2011 meningkat menjadi 254.000 metrik ton. Rata-rata pertumbuhan produksi itu adalah 24,6 persen.

Dari segi keuangan, kinerja Bumitama Agri juga impresif. Pada tahun 2009, pendapatannya telah mencapai U$138 juta atau Rp1,4 triliun. Pada 2010, pendapatan naik  menjadi U$216 juta atau Rp1,9 trilun. Dan tahun 2012 mencapai U$320 juta atau Rp2,8 triliun.  Rata-rata pertumbuhan adalah 53,4 persen.

Sementara dari segi keuntungan juga terus naik. Pada tahun 2009 keuntungan bersih Bumitama baru U$24 juta atau Rp278 milyar. Pada tahun 2011, keuntungan bersih naik menjadi U$39 juta atau Rp402 milyar. Dan tahun 2011, keuntungan bersih Bumitama menjadi U$67 juta atau Rp 757 milyar. Kenaikan keuntungannya adalah 67 persen.

Demikianlah. Peluh berpuluh tahun itu telah menaruh Lim Hariyanto Wijaya Sarwono  dalam daftar orang terkaya Indonesia.

Allexander Tedja
Majalah bisnis terkemuka, Forbes, merilis 40 daftar orang terkaya 2012. Total kekayaan para taipan di Tanah Air itu diperkirakan mencapai US$88,6 miliar atau Rp841,7 triliun (kurs Rp9.500).
Dibandingkan tahun lalu, total kekayaan mereka naik empat persen dari sebelumnya US$85,1 miliar. Kenaikan itu antara lain karena faktor pertumbuhan kelas menengah Indonesia yang fantastis.
Para pengusaha tersebut bergerak di sektor perbankan, perkebunan kelapa sawit, rokok, pertambangan, makanan ringan, properti, hingga media televisi.
Dari 40 nama tersebut, mencuat nama-nama baru, salah satunya Alexander Tedja, pemilik pusat perbelanjaan terbesar di Jawa Timur. Ia menempati posisi ke-36 dengan kekayaan US$790 juta atau Rp7,5 triliun. Alexander menggelembungkan pundi-pundinya dari megaproyek properti di Surabaya dan Jakarta melalui Pakuwon Group.
Beberapa proyek yang digarap perseroan, yang menjadi perusahaan publik melalui penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) tahun 1989, dengan nama PT Pakuwon Jati Tbk (kode saham PWON), itu antara lain, superblok Tunjungan City di Surabaya serta Gandaria City dan Kota Kasablanka di Jakarta.
Di Surabaya, siapa yang tak kenal dengan Alexander Tedja. Bermula ketika ia mendirikan perseroan pada 20 September 1982, dengan ia jeli melihat potensi sebidang tanah di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Di kemudian hari, tanah tersebut ternyata bisa memberikan manfaat dan mendatangkan nilai komersial yang tinggi.
Proyek Plaza Tunjungan I yang mulai beroperasi 1986 merupakan batu loncatan untuk menapaki jalan panjang perusahaannya menjadi salah satu pemain properti berskala nasional. Pria yang saat ini berusia 67 tahun itu kemudian mengembangkan Plaza Tunjungan II dan Menara Mandiri pada 1991, serta kawasan hunian Pakuwon City pada 1994. Berbagai proyek Pakuwon  turut mewarnai pembangunan kota Surabaya.
Pada 1996, Pakuwon menyelesaikan pembangunan dan memulai operasi proyek komersial Plaza Tunjungan III, serta Sheraton Surabaya Hotel dan Tower. Pada saat yang bersamaan, Kondominium Regensi, juga resmi beroperasi.  Sehingga tercapailah cita-cita bapak dari empat anak, hasil pernikahannya dengan Melinda, tersebut dalam mewujudkan proyek superblok Tunjungan City.
Superblok tersebut merupakan proyek yang pertama kali ada di Indonesia.  Superblok Tunjungan City juga semakin lengkap dengan hadirnya Plaza Tunjungan IV, yang beroperasi pada 2002.
Lima tahun berikutnya,  saat ulang tahun perak, Pakuwon masuk Jakarta dengan mengakuisisi 83,3 persen saham PT Artisan Wahyu, pengembang superblok Gandaria City di Jakarta. Selain membangun superblok Gandaria City, perseroan kini mengembangkan proyek Kota Kasablanka.
Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghada, menilai kesuksesan Tunjungan Plaza, secara umum menjadi model pengembangan grup Pakuwon di Ibukota Jakarta.
Ia memperkirakan, proyek superblok Gandaria City dan Kota Kasablanka, berpotensi mendulang kocek yang menggiurkan bagi perseroan karena terletak di lokasi yang cukup baik.
"Kota Kasablanka mempunyai lokasi yang strategis, karena terletak di daerah perluasan Rasuna Said, Kuningan, yang masuk dalam kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) Jakarta," ujarnya kepada VIVAnews, Jumat 30 November 2012.
Pakuwon Jati, kata Ali, memiliki strategi yang tepat dalam memilih lokasi proyek-proyek properti. Perseroan tidak mengincar lahan atau tanah di kawasan CBD Jakarta, yang harganya terbilang fantastis. Mereka mencari lokasi, lebih ke posisi yang dekat dengan CBD, yang tentunya harga tanahnya masih murah.
"Dengan CBD yang padat, dengan sendirinya wilayah pengembangan properti akan melebar ke wilayah-wilayah terdekatnya, sehingga dapat menciptakan center of growth baru," kata Ali.
Mungkin, dia menambahkan, kecermatan dalam memilih lokasi dan strategi yang tepat membuat perseroan, termasuk Presiden Komisaris Pakuwon Jati, Alexander, berhasil meningkatkan kekayaannya dari tahun ke tahun. Bahkan berhasil mendorongnya masuk jajaran orang kaya baru di Indonesia.
"Saat ini, Pakuwon masih fokus pada proyek yang ada, tapi infonya sedang mencari lahan baru yang berpotensi menambah pendapatan perseroan," tuturnya.
Kekayaan Alexander Tedja sepertinya akan semakin meningkat, seiring adanya perkawinan anak-anaknya dengan raja-raja bisnis di Indonesia. Dia menikahkan putri keduanya, Irene Tedja, dengan Prjna Murdaya, yang merupakan anak orang terkaya ke-19 di Indonesia versi majalah Forbes, Murdaya Poo dan Siti Hartati Murdaya.
Eddy K Sariatmadja
Jejak sukses Eddy K Sariatmadja, taipan media dengan bendera SCTV bisa dirunut sekitar empat tahun silam. Saat itu publik dikagetkan tukar guling PT London Sumatera Plantations Tbk milik keluarga Sariatmadja, dan PT Indosiar Karya Mandiri milik keluarga Salim Grup.

Keluarga Sariatmadja harus melepas mayoritas saham perusahaan perkebunan kelapa sawit dan karet, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk, ke keluarga Salim untuk mendapat saham Indosiar. Meski banyak kendala, transaksi dua keluarga besar ini pun kelar.

Pada 13 Mei 2011, keluarga Sariatmadja resmi mengendalikan Indosiar, dan kini menguasai 84,7 persen saham. Ini adalah tonggak penting yang mendongkrak kekayaan keluarga Sariatmadja sehingga kini masuk peringkat ke-40 dari daftar 40 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes 2012.

Adalah Eddy Sariatmadja, 59, salah satu penggagas megatransaksi itu. Dia putra pertama Mohamad Soeboeb Sariatmadja, pemilik grup media SCTV. Setelah menguasai Indosiar, Forbes mencatat kekayaan Keluarga Sariatmadja kini sekitar US$730 juta, atau sekitar Rp7 triliun.

Sebenarnya, kekayaan ini bukan murni dari SCTV dan Indosiar. Keluarga Sariatmadja sudah terlebih dulu membangun usaha sejak 1983 melalui PT Elang Komputer. Sebagai anak tertua, Eddy lah yang menjadi motor penggerak bisnis ini.

Elang Komputer bergerak di bidang distribusi komputer. Lama-lama, perusahaan ini memperoleh kepercayaan menjadi distributor tunggal Compaq. Nama perusahaannya pun berubah menjadi PT Elang Mahkota Teknologi, atau kerap disebut Emtek.

Meraih gelar MSc pada 1980 dan B.Eng pada 1978 dari Universitas New South Wales, Sydney, Australia dalam bidang teknik, membuat Eddy piawai mengendalikan bisnis ini. Grup Emtek berkembang menjadi kelompok perusahaan modern dan terintegrasi. Grup ini memiliki tiga divisi utama, yaitu media, telekomunikasi dan solusi teknologi informasi, serta konektivitas.

Divisi media meliputi dua saluran televisi tidak berbayar, SCTV dan Indosiar, serta satu televisi lokal, O-Channel. Konon, SCTV bisa meraup pemirsa lebih dari 160 juta di lebih dari 240 kota di seluruh Indonesia. Kepemilikan saham keluarga Sariatmadja di stasiun ini melalui PT Omni Intivision, PT Indosiar Karya Media Tbk, dan PT Surya Citra Media Tbk.

Bisnis televisi ini lumayan gurih bagi Eddy Sariatmadja. Tengok saja PT Surya Citra Media (SCMA), perusahaan pemilik stasiun televisi SCTV. Pada 2011, perusahaan itu membukukan laba bersih Rp 382,63 miliar di semester  pertama, dengan pendapatan bersih Rp 1,115 triliun.

Dalam menjalankan konglomerasi ini, Eddy dibantu dua adik laki-lakinya, Fofo dan Darwin Sariatmadja.

Saham meroket
Sejak kabar bergabungnya Indosiar ke Grup Emtek bertiup,  saham PT Surya Cita Media Tbk pun merangkak naik. Pada awal 2009 hanya sekitar Rp300-400. Tapi pada akhir Oktober tahun itu melonjak hingga 2.650 persen, menjadi sekitar Rp11.000.

Namun, pada akhir Oktober perusahaan memecah nilai saham 1:5 menjadi sekitar Rp2.200. Tentu saja, kapitalisasi SCTV melonjak tajam sepanjang empat tahun terakhir ini, dan mengangkat kekayaan keluarga Sariatmadja yang mengendalikan 85,5 persen melalui Emtek.

Begitu juga saham Indosiar yang saat di bawah Grup Salim tidur, juga langsung bangkit. Harga saham yang hanya sekitar Rp20-25, langsung meroket menjadi Rp6.100 pada Juli 2011. Terpaksa, saham yang mahal ini dipecah menjadi seperlima pada akhir September.

Aksi korporasi besar ini juga membawa saham induk usahanya, Emtek, terus melambung. Sejak kali pertama diperdagangkan pada 12 Januari 2010 sebesar Rp720 kini telah melonjak 580 persen lebih. Tentu, rezeki bisnis televisi ini kian memperbesar pundi kekayaan Eddy Sariatmadja.

Penghematan di DKI

Menghemat adalah sikap dan perilaku yang jauh lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Semua paham bahwa dengan menghemat, efisiensi bisa dihasilkan, pemborosan dan korupsi pun dapat ditekan. Nyatanya, hanya sedikit di negeri ini yang mempraktikkan akal sehat itu. 

Terkait dengan praktik penghematan itu, Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta bisa disebut sebagai bagian dari kalangan yang berjumlah sangat sedikit itu. 

Di bawah kepemimpinan Gubernur Joko Widodo alias Jokowi dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Pemprov DKI telah melakukan gerakan yang selama ini jarang dilakukan oleh pemda lain atau bahkan kementerian pemerintahan sekalipun. 

Di saat pemda-pemda dan kementerian berlomba-lomba menghabiskan anggaran di setiap akhir tahun, Pemprov DKI justru melakukan koreksi atas inefisiensi anggaran pada dinas-dinas di lingkungannya. 

Jokowi dan Ahok, misalnya, memangkas anggaran tahun berjalan pada setiap dinas di lingkungan Pemprov DKI hingga 25%. Bukan hanya itu, pasangan gubernur dan wakil gubernur yang baru memerintah selama 47 hari itu pun berencana menghemat pula dalam anggaran tahun mendatang. 

Nilai anggaran yang akan diusulkan untuk RAPBD DKI 2013 memang tidak berbeda jauh dengan jumlah APBD 2012 sebesar Rp41,3 triliun. Namun, dengan nilai anggaran yang kurang lebih sama, Pemprov DKI bertekad lebih efisien. 

"Beberapa biaya seperti penelitian, pengkajian, studi yang tidak perlu kami hilangkan. Kita bisa menghemat Rp3 triliun hingga Rp4 triliun. Jadi, kita punya kelebihan uang," kata Ahok baru-baru ini. 

Sesungguhnya apa yang dipraktikkan Jokowi dan Ahok adalah sebuah prinsip good corporate governance, yang selama ini dirindukan publik agar dapat berlangsung di negeri ini, tetapi dalam kenyataannya tidak pernah terwujud. 

Alih-alih menghemat, pemda-pemda dan lembaga pemerintahan tidak sedikit yang justru menghamburkan anggaran demi kepentingan tidak mendesak, bahkan tidak perlu. Celakanya, banyak yang melakukan pemborosan itu by design, bukan by accident. Artinya, itu dilakukan secara sadar dengan niat menggarong uang rakyat. 

Semangat Jokowi dan Ahok untuk berhemat dan membabat inefisiensi di lingkungan Pemprov DKI sangat kita apresiasi dan kita dukung. Hal itu mestinya menjadi teladan bagi pemda-pemda lain di Tanah Air. Juga bagi kementerian atau lembaga negara lainnya. 

Bila penghematan dan efisiensi bisa dilakukan di Pemda DKI, tentu praktik yang sama dapat pula dilakukan di instansi pemerintah lainnya, baik di pusat maupun daerah. 

Karena itu, kita mendesak agar prinsip dan praktik penghematan Jokowi dan Ahok menjadi benchmark bagi pemda-pemda lain serta instansi pemerintah. Dengan prinsip dan praktik itu, negara akan memiliki kelebihan anggaran yang cukup untuk meningkatkan pelayanan publik, memberantas kemiskinan dan ketimpangan. 

Yang dibutuhkan hanyalah pemimpin yang jujur, bersih, sederhana, tegas, dan tidak image oriented

Ini Pesawat Terbang Buatan Petani China. Ia merakit sepeda motor kesayangannya menjadi pesawat terbang

Pesawat buatan petani China
Zhang Xuelin, petani asal Jinan, Provinsi Shandong, merakit sepeda motor kesayangannya untuk menjadi sebuah pesawat terbang.

Dilansir, China Daily, pada Kamis lalu, Zhang mengajak para penduduk desa Jinan, melihat karyanya untuk diterbangkan di sebuah jalan yang dijadikan landasan pacu dadakan.

Sayangnya, setelah dua jam lebih Zhang mencoba menerbangkannya, pesawat yang memiliki panjang 3,4 meter dan berat 230 kilogram itu tidak juga dapat terbang.

Meski demikian, Zhang tidak putus asa. Ia juga tidak peduli dengan hasil tersebut. Ia terus berusaha untuk mencoba agar pesawat sederhana buatannya itu bisa terbang bebas di angkasa.

"Meskipun sederhana, itu mimpi saya. Lebih baik daripada bermain kartu," kata Zhang.
Untuk merombak sepede motornya, Zhang telah merakitnya sendiri sejak awal 2012, yang dipelajarinya melalui internet.

Zhang sendiri pernah tidak naik kelas saat duduk di bangku sekolah. Namun, masa lalunya itu tidak membuatnya rendah diri. Ia tetap penuh semangat untuk menciptakan sebuah pesawat lantaran ia sangat menyukai pesawat terbang.
Ia pun semakin antusias ketika dirinya membaca kisah seseorang yang berhasil membuat pesawat di media online tahun lalu.

Saat Bos iOS Tinggalkan Apple, Pegawai Apple Berpesta. "Bapak iPod" pun senang dengan kepergian Scott Forstall dari Apple

Perusahaan Apple
Raksasa teknologi Apple beberapa kali ditinggalkan oleh
eksekutifnya karena berbagai persoalan. Salah satunya terjadi saat kegagalan aplikasi pemetaan besutan Apple di iOS 6, yang mengakibatkan Kepala Divisi iOS Scott Forstall didepak dari jabatannya tersebut. 

Forstall dikabarkan tidak mau meminta maaf atas kesalahan yang ada di Apple Maps. Bahkan CEO Apple Tim Cook harus mengambil alih peran Forstall dengan membuat pernyataan maaf secara resmi kepada publik.

Soal pencopotan Forstall, mantan Senior Vice President yang mengepalai divisi iPod, Tony Fadell, mengatakan kepada BBC bahwa Forstall memang layak dicopot.

"Saya pikir apa yang terjadi beberapa minggu lalu itu layak dan dapat dibenarkan," kata Fadell dalam sebuah wawancara kepada BBC.

Fadell yang disebut sebagai "Bapak iPod" mengundurkan diri dari jabatannya sebagai SVP pada akhir 2008, meskipun ia masih mengambil peran sebagai penasehat sampai 2010. Pada saat itu, Fadell mengatakan ia dan istrinya Danielle Lambert, yang menjabat Vice President bidang sumber daya manusia Apple, ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk membesarkan anak mereka.

Namun, BusinessWeek melaporkan pada 2011 bahwa keputusan Fadell
mengakhiri karir di Apple sebagian besar terkait sengketa dengan Steve Forstall. Fadell dilaporkan berulang kali berbeda pendapat dengan Fadell atas pengembangan iPhone.

Arstechnica menyebut, Forstall tampaknya juga menjadi penyebab keluarnya eksekutif Apple yang lain. Ketegangan mantan bos iOS dengan sejumlah eksekutif berdampak cukup besar. Mantan SVP Apple, Bob Mansfield, dan SVP bidang Desain Industri, Jonathan Ive, bahkan tidak mau duduk dalam ruangan yang sama dengan Forstall dalam sebuah pertemuan.

Keputusan Mansfield untuk pensiun dan bekerja pada divisi teknologi mobile dikatakan karena keputusan CEO Apple Tim Cook yang lebih memilih Forstall.

Karena itu Fadell mengatakan banyak yang senang dengan kepergian Forstall. "Scott mendapatkan apa yang dia pantas dapatkan," kata Fadell. "Jika
Anda membaca beberapa laporan, orang-orang bersorak di Cupertino saat
peristiwa itu terjadi," tambah suksesor Jon Rubinstein pada 2008 lalu.

Arstechnica bahkan mengatakan sejumlah insinyur yang bekerja di bawah Forstall merayakannya dengan berpesta, setelah pengumuman pencopotan Forstall diumumkan.

Fadell tampak cukup senang Forstall sudah tidak lagi di Apple. Apalagi Fadell masih berkepentingan terhadap Apple, dengan memegang hampir 78.000 saham di perusahaan yang didirikan Steve Jobs dan Steve Wozniak itu.

"Jadi saya pikir Apple memiliki ruang yang lebih luas," katanya. "Apple memiliki produk hebat dan ada orang-orang yang luar biasa di perusahaan. Orang-orang tersebut benar-benar memiliki kesempatan untuk memperkuat pijakan perusahaan dan melanjutkan apa yang telah diwariskan Steve Jobs," kata Fadell.

NASA Temukan Es di Planet Paling Dekat Matahari. Ilmuwan NASA juga menduga ada materi organik di Merkurius.

Foto permukaan planet Merkurius yang diambil oleh Satelit MESSENGER
Pesawat ruang angkasa Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA),
Messenger, telah melihat es yang melimpah di Merkurius. Tentu ini penemuan yang menarik, sebab Merkurius merupakan planet terdekat dengan matahari.

Suhu di Merkurius bisa mencapai 800 derajat Fahrenheit atau 427 derajat Celsius. Tetapi di sekitar kutub utara planet itu, di daerah permanen yang terlindung dari panas matahari, pesawat ruang angkasa Messenger milik NASA menemukan campuran air beku dan kemungkinan materi organik.

Bukti es yang besar terlihat di lintang 85 derajat utara sebelum kutub utara planet Merkurius, dengan lapisan yang lebih kecil tersebar sejauh 65 derajat utara.

Gregory Neumann, ilmuwan instrumen Messenger NASA di Goddard Space
Flight Center di Maryland, AS, mengatakan penemuan tersebut menyebabkan NASA akan mengarahkan pengamatan pesawat ruang angkasa Messenger terhadap daerah itu dalam beberapa bulan mendatang. Lebih tepatnya, saat sudut yang memungkinkan pencahayaan dari matahari menghasilkan gambar yang lebih baik.

"Ada misi yang sedang berlangsung, saat pesawat ruang angkasa memungkinkan untuk melihat lebih jauh ke utara," kata Neumann, penulis utama dari salah satu tiga studi Merkurius di jurnal "Science" edisi 29 November 2012.

Para peneliti juga percaya bahwa kutub selatan Merkurius memiliki es. Namun, orbit Messenger tidak memungkinkan untuk memperoleh penglihatan yang lebih luas dari wilayah tersebut.

Messenger akan terbang spiral lebih dekat ke Merkurius pada 2014 dan 2015, mengingat pesawat ini kehabisan bahan bakar dan terganggu oleh gravitasi matahari dan Merkurius. Pesawat ruang angkasa ini akan memudahkan peneliti melihat lebih dekat es itu. Sehingga para peneliti mengetahui seberapa banyak es di planet tersebut.

Spekulasi tentang es di Merkurius muncul lebih dari 20 tahun lalu. Pada 1991, astronom menembakkan sinyal radar ke Merkurius dan menerima hasil yang kemungkinan menunjukkan ada es di kedua kutub. Hal ini diperkuat saat dilakukan pengukuran pada 1999, yang menggunakan sorotan radio teleksop Arecibo Observatorymicrowave di Puerto Rico yang lebih kuat.

Radar kembali menyoroti kutub melalui New Mexico Array Very Large,  sebuah kompleks observatorium astronomi radio yang menunjukkan daerah putih yang diduga peneliti adalah es.

Sebuah pemandangan yang lebih dekat, tentunya memerlukan sebuah pesawat ruang angkasa. Pesawat ruang angkasa Messenger kemudian menetap ke orbit Merkurius pada Maret 2011, setelah beberapa flybys (sejenis misi penerbangan pesawat ruang angkasa) diluncurkan.
Selanjutnya, NASA menggunakan laser pengukur tinggi untuk menyelidiki kutub di planet itu. Tapi kekuatan cahaya laser tersebut lemah, hanya cukup kuat untuk membedakan daerah es terang dari sekitar regolith (lapisan longgar material heterogen meliputi batuan padat) Merkurius.

Saat itu, Neumann mengatakan "hasilnya membuat penasaran". Karena ada
beberapa titik terang dalam kawah.
Materi Organik
Neuman ingat bahwa anggota tim John Cavanaugh cukup yakin apa yang mereka temukan. Cavanaugh telah menjadi bagian dari tim Lunar Reconnaissance Orbiter (LSO) NASA dan ia telah melihat pola aneh yang sama di bulan milik Bumi saat LRO menemukan es di kutub bulan Bumi pada 2009.

Pemanasan cahaya di Merkurius akan mencampur hampir semua es dengan sekitar regolith. Serta ada kemungkinan material organik yang menempel ke planet berkat komet dan asteroid yang kaya es.

"Jadi, apa yang Anda lihat adalah fakta bahwa air es tidak dapat bertahan hidup tanpa batas di lokasi tersebut. Karena suhu tampaknya melonjak," kata Neumann.

Messenger menggunakan neutron spektrometer untuk mengukur zat cair, yang merupakan komponen besar di es. Tetapi profil temperatur tiba-tiba menunjukkan kondisi gelap, material mudah menguap yang bercampur dengan es. Kondisi ini sama dengan iklim di mana organik bertahan hidup.

"Ini sangat menarik. Anda mencari bahan-bahan yang cerah dan Anda melihat hal-hal gelap. Astaga, ini adalah sesuatu yang baru," kata Neumann.

Material organik merupakan "unsur kehidupan", meskipun material tersebut
tidak selalu mengarah pada adanya bukti kehidupan itu sendiri. Sementara beberapa ilmuwan berpikir komet yang memuat material organik mencetuskan teori terbentuknya kehidupan di Bumi.
Kehadiran organik juga dicurigai pada tempat di mana udara tidak dapat masuk, seperti Pluto. Para ilmuwan mengatakan komet membawa sedikit organik yang menabrak planet lain seringkali terjadi selama sejarah tata surya.

Para peneliti saat ini bekerja untuk menentukan apakah mereka memang melihat organik di Merkurius. Menurut paper Neumann, sejauh ini, para peneliti menduga air es Merkurius  dilapisi dengan 4-inci atau 10 cm "material isolasi thermal".

Penentuan tersebut akan memakan waktu studi lebih lanjut untuk mengetahui apa materi tersebut. Namun Neumann mengatakan kurva temperatur awal bisa menunjukkan material organik seperti asam amino.

Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari. Karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein. (Space.com 

Arkeolog Temukan 'Neraka' versi Yunani Kuno Gua Alepotrypa menyimpan pesona tempat tinggal Hades, dewa kematian

Gua Alepotrypa, gua yang diduga asal mitos neraka Hades
Para arkeolog menduga telah menemukan 'neraka' yang menjadi tempat tinggal Hades, dewa kematian masyarakat Yunani Kuno. Sebuah gua peninggalan dari masa Yunani kuno mengungkap mitos "dunia bawah" yang menjadi tempat berkumpulnya roh-roh, atau dipercaya sebagai neraka versi Yunani Kuno.

Gua seluas empat kali lapangan sepakbola itu bernama Alepotrypa, yang berarti lubang persembunyian. Gua ini tersembunyi berabad-abad di daerah Diros Bay, Mani, Yunani Selatan, dan ditemukan seorang pria secara tidak sengaja. Saat itu dia sedang mengajak anjingnya jalan-jalan, dan melihat ada pintu masuk ke dalam gua pada 1950an.

Para ahli telah menghabiskan beberapa dekade menggali gua itu untuk membuktikannya pernah dihuni ratusan orang. Gua ini menjadi salah satu 'desa' prasejarah tertua di Eropa, sebelum pintu masuk gua runtuh, dan mengubur semua orang pada 5000 tahun lalu.

Para arkeolog menemukan beberapa alat-alat yang digunakan pada zaman Neolitikum, seperti tembikar, obsidian, perak, tembaga, dan berbagai artefak lain. Zaman ini dimulai di Yunani pada 9000 tahun lalu, sebelum Zaman Batu.

Para peneliti percaya bahwa gua ini mirip mitos legenda dunia bawah tanah milik Hades. Ini disebabkan temuan Gua Alepotrypa digunakan sebagai kuburan dan tempat ritual penguburan.

Arkeolog yang pertama menggali Gua Alepotrypa, Giorgos Papathanassopoulos, pernah mengatakan penduduk di zaman Neolitik percaya dengan legenda "Gua Hades".

Peniliti Michael Galaty, arkeolog dari Millsaps Collage, di Jackson, Missouri, mengatakan sekarang kita mengerti alasan Giorgos Papathanassopoulos membuat hipotesis penduduk di Zaman Neolitik percaya legenda "Gua Hades". Gua itu mengingatkan kita pada legenda dunia bawah tanah, Hades, dan sungai Styx.

"Anda harus membayangkan gua ini dipenuhi orang-orang yang menyalakan api unggun dan menjadi kuburan mereka," kata Michael Galaty.

"Situs pemakaman dan ritual yang berlangsung benar-benar memberikan nuansa gua bawah tanah. Ini seperti legenda Hades, lengkap suasana sungai di dalamnya atau sungai Styx. Dan ini mengacu pada sungai yang dalam mitos Yunani dikenal sebagai batas antara alam fana dan akhirat," tambahnya.

Berdasarkan pendapat Giorgos Papathanassopoulos, gua ini adalah tempat ziarah orang-orang penting dimakamkan. Tapi ada juga pendapat aneh bahwa gua ini pintu masuk ke dunia Hades, cerita dunia bawah tanah dari Yunani.

Gua yang panjangnya lebih dari 1000 meter ini punya ruang besar di tengahnya. Pekerjaan para arkeolog pun masih panjang untuk menjelajahi isi dari gua ini. "Kami tidak tahu berapa banyak penemuan lagi di gua ini. Kami bisa saja menemukan jejak Zaman Neanderthal di gua ini, kami hanya perlu menggali untuk mengetahuinya," ujar Michael Galaty.

Cabuli Bocah SD, Warga Bakar Rumah Kakek D selamat dari amukan warga setelah dievakuasi polisi.

Rumah semi permanen milik D yang dibakar warga.
Kesal lantaran diyakini telah mencabuli bocah berusia 10 tahun berinisial Kj, ratusan warga Desa Tajur Halang, Depok, Jawa Barat, mengamuk dan membakar rumah semi permanen milik kakek berusia 72 tahun.

Lelaki tua itu bernama D. Dia selamat dari amukan warga setelah dievakuasi aparat dan sejumlah tokoh masyarakat setempat. Kini, kakek berusia lanjut itu sudah mendekam di balik jeruji besi Polres Depok.
    
Menurut Endu, Ketua RT 01, RW 02, kasus dugaan pencabulan itu terungkap setelah orang tua Kj, Tati, merasa ada yang aneh dengan perilaku anak bungsunya itu. Bocah itu kerap mengeluh dan merasa sakit pada alat vitalnya.

"Karena penasaran, akhirnya ditanya. Bocah itu mengaku telah dicabuli pelaku. Karena takut diancam dibunuh, korban pun selama ini hanya diam," kata Endu saat ditemui VIVAnews di lokasi kejadian.
     
Mendengar aksi biadab itu, Tati bersama suaminya, Acip, 47 tahun, langsung naik pitam. Ia menceritakan kejadian ini kepada warga. Tidak butuh waktu lama, ratusan warga langsung menggeruduk tempat tinggal pelaku. 

Belakangan diketahui, emosi warga juga terjadi lantaran akumulasi dari kelakuan buruk kakek yang tinggal seorang diri itu. Puncaknya, ketika pelaku diketahui telah mencabuli salah satu bocah di kampung tersebut.
     
"Warga sudah kesal semua. Dia sering nipu dan puncaknya kejadian ini. Dari pengakuannya, korban dicabuli di rumah kosong tak jauh dari gubuk. Biasanya usai pulang sekolah, korban dicegat," kata Endu.
     
Saat ini, kakek cabul itu tengah menjalani pemeriksaan di ruang unit penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (Unit PPA) Polresta Depok. Akibat perbuatannya, pelaku bakal dijerat Pasal UU Perlindungan Anak dengan ancaman 12 tahun penjara.

Remunerasi PNS Cair Pertengahan Desember Total anggaran remunerasi di 20 K/L tersebut mencapai Rp10 triliun

PNS di 20 kementerian/lembaga akan mendapat remunerasi
Kementerian Keuangan menyatakan remunerasi atau tunjangan kerja pegawai negeri sipil (PNS) di 20 kementerian/lembaga akan cair pada pertengahan Desember 2012.
Remunerasi tersebut, akan mendorong penyerapan anggaran pemerintah di akhir tahun ini.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Herry Purnomo, menjelaskan bahwa saat ini anggaran remunerasi 20 K/L tersebut masih berada di anggaran pos belanja lain-lain dalam APBN-P 2012.

"Nanti kita pindahkan dulu ke anggaran masing-masing kementerian dan  lembaga itu, baru kemudian bisa dicairkan," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat 30 November 2012.

Herry menuturkan, total anggaran remunerasi di 20 K/L tersebut sebesar Rp10 triliun. Dengan adanya remunerasi ini, ia berharap daya beli PNS akan terdorong dan disertai dengan peningkatan kinerja kementerian dan lembaga.

Berikut Kementerian dan Lembaga yang mendapatkan Remunerasi pada tahun ini:

1.   BPPT
2.   LKPP
3.   BKN
4.   BKPM
5.   Kementerian Pertanian
6.   Lemhanas
7.   LAN
8.   Kemenristek
9.   Kementerian Perindustrian
10. BATAN
11. BPOM
12. BPS
13. BNPT
14. ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia)
15. BKKBN
16. LESANEG
17. LSN
18. LIPI
19. Kementerian Pemberdayaan Perempuan
20. Kementerian Perumahan Rakyat

Friday, 30 November 2012

Alasan AS dan Israel Tak Dukung Palestina di PBB. Majelis Umum PBB naikkan status Palestina menjadi "negara pengamat"

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Presiden AS Barack Obama
Mayoritas negara anggota Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendukung kedaulatan Palestina dengan menaikkan statusnya dari "entitas anggota" menjadi "negara pengamat non anggota." Tapi ada beberapa negara yang menolak keputusan itu. Beberapa dari mereka adalah Amerika Serikat dan Israel. 

Menurut stasiun berita BBC, Duta Besar Israel untuk PBB, Ron Prosor, mengungkapkan alasan mereka tak mendukung upaya Palestina di PBB. "Satu-satunya cara mencapai damai adalah perjanjian kedua belah pihak (Palestina-Israel), bukan di PBB."

"Tak ada satupun keputusan PBB yang bisa memutuskan ikatan 4.000 tahun antara rakyat Israel dengan tanah Israel."

Kubu penentang hasil voting Majelis Umum PBBtersebut berargumen, Palestina seharusnya mengambil langkah negosiasi bilateral untuk menyelesaikan sengketa batas negara dengan Israel, seperti yang ditetapkan dalam Kesepakatan Damai Oslo tahun 1993, dasar berdirinya Otoritas Palestina. 

Usia voting, Duta Besar AS untuk PBB Susan Rice mendesak Palestina dan Israel melanjutkan pembicaraan damai dan jangan mengambil langkah sepihak.

Sementara Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menyebut hasil voting ini, "Sangat disayangkan dan kontraproduktif." Menurutnya, hasil ini malah akan menghambat upaya damai kedua negara. 

Perdana Menteri, Israel Benjamin Netanyahu, juga angkat bicara menanggapi hasil voting Majelis Umum PBB tersebut. Melalui akunnya di laman jejaring sosial Twitter, Netanyahu menilai Palestina telah melanggar perjanjian dengan Israel karena mencari dukungan ke PBB. "Kami akan mengambil tindakan yang sesuai."

Apa kata PBB? Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan agar kedua negara lebih banyak mengambil langkah pembicaraan damai.

Sementara itu, ratusan warga Palesrina merayakan kesuksesan upaya Presiden Mahmoud Abbas di PBB. Mereka turun ke jalan-jalan di Ramallah, Tepi Barat sesaat setelah hasil Majelis Umum PBB mengumumkan hasil voting. "Allahu Akbar!" teriak rakyat Palestina berulang kali.

"Untuk pertama kalinya, akan ada negara yang disebut Palestina, dengan pengakuan dari seluruh dunia," kata salah satu warga Amir Hamdan. Dia menambahkan, hari ini dunia sudah mendengar suara rakyat Palestina.

Para Raja Media Indonesia

Hary Tanoesoedibjo




Hary Tanoesoedibjo (lahir di Surabaya, 26 September 1965; umur 45 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia. Hary lulus dengan gelar Bachelor of Commerce (Honours) dari Carleton University, Ottawa-Kanada, pada tahun 1988 dan gelar Master of Business Administration dari Ottawa University, Ottawa-Kanada, pada tahun 1989.
Saat ini Hary memegang beberapa jabatan strategis di berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia. Ia ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT Global Mediacom Tbk (sejak tahun 2002) setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris perusahaan tersebut. Ia adalah pendiri, pemegang saham, dan Presiden Eksekutif Grup PT Bhakti Investama Tbk sejak tahun 1989.
Selain itu, Hary saat ini juga memegang berbagai posisi di perusahaan-perusahaan lainnya, diantaranya sebagai Presiden Direktur PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC) dan PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) sejak tahun 2003, sebagai Komisaris PT Mobile-8 Telecom Tbk, Indovision dan perusahaan-perusahaan lainnya di bawah bendera Global Mediacom dan Bhakti Investama. Hary juga saat ini aktif sebagai Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ia telah berulang kali menjadi pembicara di berbagai seminar dan menjadi dosen tamu dalam bidang Keuangan Perusahaan, Investasi dan Manajemen Strategis untuk program magister di berbagai perguruan tinggi.
Hary Tanoesoedibjo merupakan adik kandung dari Hartono Tanoesoedibjo dan Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo.

Anindya Novyan Bakrie



Anindya Novyan Bakrie (lahir 10 November 1974; umur 36 tahun), biasa dipanggil Anindya Bakrie. Seperti pepatah: buah Apel jatuh tidak jauh dari pohonnya, Anin adalah putra sulung dari pengusaha nasional Aburizal Bakrie dan Tatty Bakrie. Sebagai generasi ketiga keluarga Bakrie, Anin kini juga telah merambah dunia bisnis, seperti bapak dan kakeknya Almarhum Haji Achmad Bakrie.
Berada dalam lingkungan pebisnis, menjadikan Anindya bukan orang asing dalam dunia ini. Dalam usianya yang relatif muda ia telah memimpin sejumlah perusahaan nasional di bidang telekomunikasi dan media. Ia menjadi presiden direktur dari Bakrie Telecom dan Visi Media Asia yang membawahi ANTV, tvOne, dan VIVAnews.

Chairul Tanjung



Chairul Tanjung (lahir di Jakarta, 16 Juni 1962; umur 48 tahun<1>) adalah pengusaha asal Indonesia. Namanya dikenal luas sebagai usahawan sukses bersama perusahaan yang dipimpinnya, Para Group<2>.
Chairul telah memulai berbisnis ketika ia kuliah dari Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia<2>. Sempat jatuh bangun, akhirnya ia sukses membangun bisnisnya<3>. Perusahaan konglomerasi miliknya, Para Group menjadi sebuah perusahaan bisnis membawahi beberapa perusahaan lain seperti Trans TV dan Bank Mega<3>.
Majalah ternama Forbes merilis daftar orang terkaya dunia 2010<8>. Sebagai sebuah pencapaian, menurut majalah tersebut, Chairul Tanjung termasuk salah satu orang terkaya dunia asal Indonesia. Forbes menyatakan bahwa Chairul Tanjung berada di urutan ke 937 dunia dengan total kekayaan US$ 1 miliar<8>.


Sariaatmadja







Eddy Kusnadi Sariaatmadja dan adiknya, Fofo Sariaatmadja. Eddy berusia 52 tahun, sedang Fofo 42 tahun. Keduanya meraih master of engineering science dari Universitas New South Wales, Australia. Filosofi hidup Fofo adalah kebersamaan. Idolanya, Bill Gates. 
Di samping menguasai PT Abhimata Mediatama, kelompok bisnis Sariaatmadja juga punya beberapa perusahaan yang masih berafiliasi dengan grup ini antara lain PT Abhimata Citra Abadi, PT Abhimata Persada, PT Bitnet Komunikasindo, dan PT Elang Mahkota Teknologi.
Semua dikonsolidasikan dalam Grup Elang Mahkota Teknologi –disingkat Emtek. Pada 1980-an, Emtek adalah pemegang lisensi tunggal komputer merek Compaq di Indonesia. Grup ini juga disinyalir jadi pemasok kebutuhan komputer dan teknologi informasi di sejumlah departemen pada masa pemerintahan Soeharto.
Pesatnya pertumbuhan televisi lokal sejak Soeharto mundur, mendorong keluarga ini menggandeng kelompok penerbitan Mugi Rekso Abadi (MRA). Mereka mendirikan O Channel, televisi lokal Jakarta, dengan banyak acara kehidupan metropolitan: makanan, pesta, pakaian, dan gaya hidup. 
Amelia Hezkasary Day dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengatakan bahwa kiprah Sariaatmadja tidak lepas dari dukungan modal Singleton Group dari Australia. Perusahaan yang dimaksud oleh Miladay –panggilan akrab Amelia Hezkasary Day– tak lain sebuah konglomerat bisnis layanan komunikasi dari Australia, mulai jaringan radio, televisi, kehumasan, sampai periklanan. Mereka juga bergerak dalam bantuan operasi bisnis dan manajemen keuangan media. 
Singleton Group Limited adalah hasil metamorfosis dari John Singleton Advertising Limited (JSA) pada 1996. Singleton Group sendiri sejak 2002 sebenarnya sudah melebur ke dalam payung konglomerasi STW Communications Group Limited, biasa disingkat SGN. Dalam profil perusahaan ini terdapat nama John Singleton, pendiri-cum-pemegang saham terbesar. John Singleton, menurut Miladay, teman kuliah Sariatmadja di Australia.


Surya Paloh


Surya Dharma Paloh (lahir di Kutaraja, Banda Aceh, Aceh, 16 Juli 1951; umur 59 tahun) adalah Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar. Surya Paloh juga dikenal sebagai pengusaha pers dan pimpinan Media Group yang memiliki harian Media Indonesia, Lampung Post, dan stasiun televisi Metro TV. Lahir dari pasangan Daud Paloh dan Nursiah Paloh. Bersama dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X, Surya Paloh mencetuskan pendirian Nasional Demokrat.
Surya Paloh, lahir di Tanah Rencong. Ia besar di kota Pematang Siantar, Sumut, di daerah yang memunculkan tokoh-tokoh besar semacam TB Simatupang, Adam Malik, Parada Harahap, A.M. Sipahutar, Harun Nasution. Ia menjadi pengusaha di kota Medan, daerah yang membesarkan tokoh PNI dan tokoh bisnis TD Pardede. Aktifitas politiknya yang menyebabkan Surya Paloh pindah ke Jakarta, menjadi anggota MPR dua periode. Justru di kota metropolitan ini, kemudian Surya Paloh terkenal sebagai seorang pengusaha muda Indonesia.
Surya Paloh mengenal dunia bisnis tatkala ia masih Remaja. Sambil Sekolah ia berdagang teh, ikan asin, karung goni, dll. Ia membelinya dari dua orang ‘toke’ sahabat yang sekaligus gurunya dalam dunia usaha, lalu dijual ke beberapa kedai kecil atau ke perkebunan (PTP-PTP). Di Medan, Surya Paloh mendirikan perusahaan karoseri sekaligus menjadi agen penjualan mobil.
Sembari berdagang, Surya Paloh juga menekuni kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dan Fakultas Sosial Politik, Universitas Islam Sumater Utara, Medan. Di kota yang terkenal keras dan semrawut ini, keinginan berorganisasi yang sudah berkembang sejak dari kota Pematang Siantar, semakin tumbuh subur dalam dirinya. Situasi pada saat itu, memang mengarahkan mereka aktif dalam organisasi massa yang sama-sama menentang kebijakan salah dari pemerintahan orde lama. Surya Paloh menjadi salah seorang pimpinan Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI.
Setelah KAPPI bubar, ia menjadi Koordinator Pemuda dan Pelajar pada Sekber Golkar. Beberapa tahun kemudian, Surya Paloh mendirikan Organisasi Putra-Putri ABRI (PP-ABRI), lalu ia menjadi Pimpinan PT-ABRI Sumut. Bahkan organisasi ini, pada tahun 1978, didirikannya bersama anak ABRI yang lain, di tingkat pusat Jakarta, dikenal dengan nama Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI).