Monday, 1 April 2013

Jurus SBY Selamatkan Demokrat, Berhasilkah?

SBY dan Ani Yudhoyono di KLB Demokrat.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dengan suara bulat dalam Kongres Luar Biasa (KLB), Sabtu, 30 Maret 2013. Semua posisi kunci kini dalam genggamannya. Sebelumnya dia telah menjabat Ketua Dewan Pembina, Ketua Dewan Kehormatan, dan Ketua Majelis Tinggi.

Banyaknya jabatan itu, disadarinya tak mungkin dilaksanakan dengan konsentrasi penuh. Sebab, roda pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus berjalan dibawah kendalinya bersama Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.

"Berhubung saya akan tetap konsen, fokus dan prioritas untuk menjalankan roda pemerintahan dan tugas negara, maka saya tidak akan menjalankan tugas sehari-hari Partai Demokrat," kata Yudhoyono dalam pidato perdananya, Sabtu, 30 Maret 2013.

Atas hal itu, Yudhoyono mengaku akan menugaskan Pengurus Harian untuk mengemban tugas dan tanggung jawab Ketua Umum. "Hampir semua tugas Ketua Umum nanti dilakukan Pengurus Harian yang akan diketuai oleh Ketua Harian," katanya.

Sabtu, 31 Maret 2013, Yudhoyono mengumumkannya dalam sebuah keterangan resmi di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali. Ketua Harian DPP Partai Demokrat dipercayakan kepada Syarif Hasan yang kini menjabat Menteri Koperasi dan Usaha Kecil. Ketua Harian Dewan Pembina pada EE Mangindaan.

Marzuki Alie ditunjuknya menjadi Wakil Ketua Majelis Tinggi. Posisi ini sebelumnya dijabat Anas Urbaningrum sebelum berhenti sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

"Saudara mengetahui latar belakangnya, meski saya mendapat mandat dan amanat untuk menjadi ketum sementara dalam kurun waktu 1,5-2 tahun mendatang, tugas-tugas kepartaian termasuk manajemen organisasi dan kegiatan sehari-hari telah saya mandatkan dan tugaskan untuk dipimpin dan dikoordinasikan oleh pejabat inti tersebut," katanya.

Diungkapkannya, masih ada pekerjaan rumah baginya menyusun struktur baru kepengurusan. Selain tiga posisi itu akan dibahas lebih lanjut setelah dia kembali bertugas di Jakarta. 

"Formatur telah bekerja dan hasil pekerjaan akan diumumkan hari ini, sisanya akan kami lanjutkan dengan pertemuan di Jakarta," ujarnya.

Yudhoyono menekankan, posisi ketua harian merupakan struktur baru hasil KLB tersebut. Dia berharap, mereka bisa segera bekerja sesuai dengan peran dan tugas dan fungsinya.

"Demikian pula, saya akan tetap mengutamakan tugas-tugas saya untuk menjalankan tugas pemerintahan dan kenegaraan."

Ketua Harian DPP Syarif Hasan menyatakan tugasnya adalah menjalankan tugas ketua umum yang seharusnya dijalankan setiap hari. "Dalam arti kata, secara implementatif mengerjakan tugas-tugas yang sudah digariskan oleh ketum," ujarnya.

Menurutnya, posisinya ini tetap strategis. Sebab, fungsinya menjalankan operasional DPP. "Jadi DPP kan ada struktur ada wakil ketum, ada sekjen. Yang penting kita akan bagi tugas."

Ketua Harian Dewan Pembina EE Mangindaan mengaku bisa konsentrasi menjalankan tugasnya meski masih merangkap tugas sebagai menteri. EE Mangindaan kini menjabat sebagai Menteri Perhubungan. "Saya bisa membagi. Tugas itu kan tidak setiap hari," ujarnya.

Menurutnya, tugas Dewan Pembina membuat hal-hal strategis saja kemudian implementasinya kepada pengurus harian. "SBY dengan tugas-tugas kenegaraan, kalau sangat strategis sekali baru kita laporkan. Tapi tidak akan kita bebankan kepada beliau," ujarnya.

Blunder Politik SBY

Pakar Ilmu Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai hasil KLB itu justru berpotensi menjadi blunder baru bagi Demokrat. Kekuasaan di partai yang sebelumnya terbagi pada banyak orang kini kembali tersentralisasi pada satu patron. Yakni, dengan mendapuk dan mendaulat SBY menjadi ketua umum.

"Ini bukan demokratis, karena demokrasi yang riil itu melalui kontestasi, lobi, kesepakatan, ada equality. Ini buru-buru equality, semua tiarap," ujarnya. 

Tampilnya SBY menjadi ketua umum justru bisa menimbulkan persepsi negatif dari publik. Pertama, Demokrat kekurangan kader. Kedua, rangkap jabatan di semua cabang kekuasaan tidak mencerminkan manajemen organisasi besar, tapi organisasi kecil. 

"Partai lain sudah meninggalkan patronase kok Demokrat dimundurkan. Kalau itu halnya, jangan heran kalau long term terjadi huru-hara yang lebih besar mencabik-cabik Demokrat sendiri," ujarnya.

Pengamat Politik Hanta Yuda menengarai hasil KLB itu hanya akan efektif jangka pendek. Dalam arti, polemik di tubuh partai tentang ketua umum pengganti Anas Urbaningrum mereda.

Akan tetapi, hal itu berpotensi turbulensi dan gejolak internal di jangka panjang. "KLB memang antiklimaks, tapi jangka panjang, pilihan Pak SBY ini menteri loyalisnya mengambil posisi strategis mengancam partai, terjebak figuritas, bisa dikatakan mengganggu agenda demokratisasi dan kelembagaan partai Demokrat," ujarnya.

Menurutnya, tidak semua faksi di tubuh partai terakomodasi dengan tiga pejabat baru yang diumumkan SBY Minggu pagi ini. "Marzuki Alie diakomodir, tapi saya kira yang harus diantisipasi, kelihatan faksi Anas tidak diakomodasi," ujarnya.

Hanta menilai saat ini SBY memang bisa dijadikan patron pemersatu partai. Akan tetapi, SBY juga tidak mungkin terus menjadi magnet politik. "Pak SBY ini akan anti klimaks, tidak sekuat 2009. Kalau terjerembab dalam patronase ini, jangan-jangan usia partai ini tidak lebih panjang dari usia politik Pak SBY."

Menurut Pengamat Politik Yunarto Wijaya, hasil KLB ini juga menunjukkan pembersihan orang-orang Anas Urbaningrum dari struktur strategis partai. "Ini upaya SBY mengamankan dirinya dengan menarik orang terdekatnya di Partai Demokrat. Bukan kalkulasi rasional membuat partai ini ingin naik elektabilitasnya," ujarnya.

Menurutnya, ini juga menunjukkan paradoks lain SBY. SBY berpidato agar partai jangan tergantung personal, tetapi pengambilan keputusan partai masih harus melaluinya terlebih dahulu.

"Jangka panjang sepanjang partai masih sebatas fans club suatu saat akan menjadi partai kerdil," katanya.

Partai Fans Club

Menurut Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya, rangkap jabatan menunjukkan inkonsistensi SBY dalam berpolitik. Dia merujuk sejumlah pernyataan Presiden SBY minta agar menteri lebih fokus mengurus negara dibanding berpolitik untuk partainya. 

"Ini contoh buruk kehidupan bernegara kita, SBY sebagai pejabat publik mengkritik rangkap jabatan. SBY sendiri meletakkan dirinya di titik ekstrim. Ini harus diakui bukan saja paradoks, tapi inkonsistensi," kata yunarto.

Bagi Demokrat, figur SBY memang tepat untuk mempersatukan partai saat ini. Namun jangka menengah dan panjang justru menimbulkan permasalahan baru.

Menurut dia, penunjukan tiga pengurus harian itu menunjukkan orang yang disukai SBY secara pribadi bukan secara profesional orang yang tepat mengisi posisi yang tepat. 

"Sayangnya SBY memilih orang yang sama, yaitu orang yang memiliki kesibukan sama sebagai pejabat negara. Ketua DPR, seorang menteri. Saya tidak melihat signifikansinya apa, menurut saya ini hanya menambah tambun struktur di tubuh partai," ujarnya.

Direktur Institut PolTracking Hanta Yuda  juga mengkritisi rangkap jabatan di tubuh partai Demokrat itu. Rangkap jabatan itu dinilainya berpotensi mengganggu sistem presidensiil. Ada presiden, menteri, sekaligus ketua DPR yang rangkap jabatan di satu partai.

"Ketika Pak SBY menyampaikan keluhannya agar menteri lebih fokus, ini yang tidak ditradisikan oleh beliau. Justru menambah komplikasi presidensiil. Mengurus kabinet sekaligus partai bisa mengganggu kinerja pemerintahan juga mengganggu soliditas Partai Demokrat," ujarnya.

Siti Zuhro memberikan catatan dinamika menjelang kongres dan hasil kongres menunjukkan inkonsistensi partai itu. Jelang KLB sempat mencuat persyaratan ketua umum harus bisa konsentrasi meningkatkan elektabilitas, tidak rangkap jabatan dan sejenisnya. Hasilnya, bertolak belakang dengan kriteria itu.

"Sekarang jawaban permasalahan krusial adalah memilih manajer partai yang memang 24 jam hidupnya untuk partai. Dengan ketua harian yang ditunjuk adalah menteri, itu sami mawon, sama saja bohong. Jangan-jangan ketua harian memilih orang lagi karena sibuk. Misalnya, ketua harian DPP apa tidak sibuk sebagai menteri koperasi?" katanya. 

Menurut Siti, hasil KLB itu juga menunjukkan Demokrat gagal dalam mengelola konflik internal. Permasalahan yang timbul tidak diselesaikan dengan langkah demokratis tetapi pendekatan kekuasaan yang top down.

"Kalaupun tidak muncul agresifitas Pak SBY, jangan lupa apa yang dilakukan sekitarnya itu manuver," kata Profesor Riset Bidang Ilmu Politik ini.

Euforia Demokrat

Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan partainya menyikapi positif apapun penilaian publik terhadap partainya saat ini. Menurutnya, terlalu pagi menilai Demokrat mundur ke belakang. "Kami positif saja. Nanti setelah semua bekerja dalam sistem baru yang bakal terbentuk, barulah penilaian dilakukan," ujarnya.

Kekhawatiran publik konsentrasi SBY dalam menjalankan roda pemerintahan terpecah dapat dijawab dengan rekam jejak SBY yang selama ini taat asas. "Tunggulah. Yang pasti, kita semua tahu selama ini Pak SBY taat asas. Menteri-menteri asal PD selalu taat asas, aturan dan etika. Artinya, tak akan ada kegiatan partai dilakukan di saat hari kerja. Pastilah itu harilibur atau malam hari," kata Ramadhan.

Dia menegaskan, saat ini formatur masih punya waktu untuk bekerja. Restrukturisasi yang dilakukan tidak terbatas pada tiga posisi yang diumumkan SBY saja.

"Formatur kan sedang bekerja. Ini melengkapi penunjukan trio Mangindaan-Syarif Hasan-Marzuki Alie di Wanbin, Ketua Harian, dan Majelis Tinggi. Tentu ada reposisi, penguatan, penajaman yang disesuaikan dengan strategi partai ke depan."

Menurutnya, partainya tengah euforia. "Kami ingin melepaskan kelegaan hati KLB lancar, mulus dan sesuai harapan. Tapi tak boleh euforia berkepanjangan apalagi berlebihan, kami ingin partai kembali fokus bekerja," katanya.

Bukan Politik Dinasti

Ketua Fraksi Demokrat DPR, Nurhayati Ali Assegaf, membantah partainya tengah bertransformasi dari partai politik modern menjadi partai keluarga. Dia tidak terima tampilnya SBY sebagai ketua umum dan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas sebagai sekretaris jenderal mencerminkan politik dinasti.

"Jadi bukan dikatakan politik itu adalah dinasti. Tapi itu adalah fakta. Ya beginilah politik sama seperti anak tentara, dididik jadi tentara," kata Nurhayati di Bali, Minggu 31 Maret 2013. 

Menurutnya, masyarakat harus diberi pengertian bahwa demokrasi di Indonesia itu baru terbuka. Lembaga politik dinilainya bukan lembaga profesional. "Saya ingin memberi sebuah penekanan bahwa politik itu genetik, turun menurun," ujarnya.

Dicontohkannya, Presiden RI pertama Bung Karno sebagai tokoh politik. Anak cucunya pun terjun ke politik. "Ibu Mega politisi, Guruh di DPR, cucu-cucunya juga, ada putra Pak Guntur dan Mbak Puan. Saya sendiri Bapak saya politisi. Dulu di PNI. Adik saya juga politisi. Lingkungan di mana kita dibesarkan itu mempengaruhi cara berpikir orang." 

Nurhayati juga mencontohkan mantan Presiden Amerika Serikat George Bush. "Anaknya George Walker Bush juga jadi Presiden." kata dia.

Monday, 25 March 2013

Tanda-tanda Kiamat Menurut Beberapa Agama dan Mitologi

kiamat.jpg
Inilah tanda-tanda kiamat yang dipercaya berbagai agama yang ada di dunia. Kiamat biasanya merujuk kepada tulisan eskatologis dalam ketiga agama Abrahamik: Yudaisme, Kristen, dan Islam. Akhir zaman seringkali digambarkan sebagai suatu masa yang diwarnai oleh kesusahan yang mendahului kedatangan kembali dari Mesias yang telah diramalkan.

Imam Mahdi/Mesias adalah tokoh yang akan mengantarkan datangnya Kerajaan Allah dan mengakhiri penderitaan dan kejahatan. Namun demikian, gambaran-gambaran terinci tentang kejadian ini tergantung pada keyakinan masing-masing yang dipelajari. Sejumlah agama dan tradisi memiliki keyakinan-keyakinan tentang Akhir zaman, yang menghasilkan beraneka sistem keyakinan, tradisi, dan perilaku.

Menhan Malaysia : Saya Bom Kampung Tanduo. Di Situ Mati 12 Militan

Menteri Pertahanan Malaysia Ahmad Zaid Hamidi
Sudah lebih dari 60 orang dari pihak Kesultanan Sulu yang tewas di Sabah dalam gempuran tentara Malaysia. Jumlah militan asal Sulu berkurang drastis hingga ke angka puluhan, namun pasukan Malaysia tidak akan berhenti sampai mereka semua musnah.

Kepada VIVAnews Rabu, 20 Maret 2013, Menteri Pertahanan Malaysia Ahmad Zaid Hamidi mengatakan bahwa orang-orang Sulu itu tidak layak diusir, melainkan harus ditembak mati. Hamidi lebih memilih menyebut mereka sebagai pengacau ketimbang orang-orang yang menuntut haknya.

Dalam wawancara lainnya dengan VIVAnews, Sabtu 23 Maret 2013, Hamidi mengatakan bahwa mereka telah memberikan waktu hampir tiga minggu untuk para gerombolan pengacau itu hengkang dari Sabah. Namun, tenggat waktu tidak dipenuhi, Malaysia terpaksa bertindak tegas.

"Pertama saya bom Kampung Tanduo. Di situ mati 12 militan dan langsung dikubur," kata Hamidi yang ditemui saat berkunjung ke Yogyakarta.

Menteri Malaysia keturunan Jawa ini juga mencurigai adanya pihak ketiga yang membiayai pengiriman pasukan ke Sabah. Dia mengatakan, pasukan-pasukan Sulu adalah tentara bayaran yang dulunya bekerja untuk MNLF pimpinan Nur Misuari.

Lapas Diserbu, Siapa Kelompok Bersenjata Misterius Ini?

TNI ikut berjaga di LP Cebongan Sleman, DI Yogyakarta
Empat tersangka pembunuh anggota TNI Angkatan Darat, Sertu Heru Santoso, tewas diberondong belasan orang tak dikenal di dalam sel mereka di Lapas Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu dini hari kemarin, 23 Maret 2013. Penyerbu berjumlah 17 orang, bergerak dengan pakaian tertutup bersenjatakan senapan serbu seperti AK47. Mereka amat terlatih, bak pasukan komando.

Kapolda DIY Brigadir Jenderal Sabar Raharjo menjelaskan gerombolan itu datang pukul 1.30 WIB dengan empat unit mobil yang kemudian diparkir di jalan raya tepat di depan Lapas Cebongan. Para penyerbu berbagi tugas dalam dua kelompok. Satu kelompok berjaga di luar Lapas, lainnya merangsek masuk.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membagikan Kartu Jakarta Sehat kepada warga di Kelurahan Tambora, Jakarta, Sabtu (11/10/2012).
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengumpulkan 94 Direktur rumah sakit negeri dan swasta provider Kartu Jakarta Sehat (KJS) untuk membahas program KJS yang masih memiliki banyak kekurangan. Salah satu kendala dalam penerapan program KJS adalah membludaknya pasien di rumah sakit-rumah sakit di Jakarta, sehingga tidak semua pasien dapat tertampung.

Kegiatan itu diikuti oleh 500 peserta, perwakilan dari 94 RS swasta dan negeri di seluruh DKI Jakarta. Mereka dikumpulkan agar tidak terjadi lagi penolakan terhadap warga miskin yang berobat.

"Kami harapkan agar tidak ada yang menolak pasien miskin berobat ke rumah sakit," kata Basuki T Purnama, dalam pertemuan dengan puluhan direktur dan jajaran rumah sakit rujukan KJS di Ballroom Hotel Lumire Jalan Senen Raya No 135, Jakarta Pusat, Jumat 22 Maret 2013.

Pasal Santet Memundurkan Hukum RI ke Abad Kegelapan? Anggota DPR RI terbelah. Ada yang berpendapat itu soal delik penipuan


Terungkap, Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang diserahkan Kementerian Hukum dan HAM kepada Komisi Hukum DPR mengandung sejumlah hal kontroversial. Salah satunya adalah tentang pasal “santet.” Santet yang saat ini tidak diatur secara khusus dalam KUHP peninggalan kolonial Belanda itu, dalam Rancangan KUHP bikinan Kemenkumham ini diatur secara spesifik di Pasal 293 ayat (1).

Bunyinya begini: setiap orang yang menyatakan dirinya mempunyai kekuatan gaib, memberitahukan, memberikan harapan, menawarkan atau memberikan bantuan jasa kepada orang lain bahwa karena perbuatannya dapat menimbulkan penyakit, kematian, penderitaan mental  atau fisik seseorang, dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Kategori IV (Rp300 juta).

Saturday, 23 March 2013

SIAPA SIH SEBENARNYA, SOSOK RADEN WALANG SUNGSANG. NYI MAS LARA SANTANG DAN RADEN KIAN SANTANG SERTA PUTRA NYI MAS LARA SANTANG YAITU SYARIF HIDAYATULLAH ITU?

BERBICARA tentang proses masuknya Islam (Islamisasi) di seluruh tanah Pasundan atau tatar Sunda yang sekarang masuk ke dalam wilayah Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, maka mesti berbicara tentang tokoh penyebar dari agama mayoritas yang dianut suku Sunda tersebut. Menurut sumber sejarah lokal (baik lisan maupun tulisan) bahwa tokoh utama penyebar Islam awal di tanah Pasundan adalah tiga orang keturunan raja Pajajaran, yaitu Pangeran Cakrabuana, Syarif Hidayatullah, dan Prabu Kian Santang.
Sampai saat ini, masih terdapat sebagian penulis sejarah yang meragukan keberadaan dan peran dari ketiga tokoh tersebut. Munculnya keraguan itu salah satunya disebabkan oleh banyaknya nama yang ditujukan kepada mereka. Misalnya, dalam catatan beberapa penulis sejarah nasional disebutkan bahwa nama Paletehan (Fadhilah Khan) disamakan dengan Syarif Hidayatullah. Padahal dalam sumber sejarah lokal (cerita babad), dua nama tersebut merupakan dua nama berbeda dari dua aktor sejarah dan memiliki peranan serta kedudukan yang berbeda pula dalam proses penyebaran Islam di tanah Pasundan (dan Nusantara).

GEBRAKAN LUAR BIASA GILA MASKAPAI LION AIR


Lion Air tampaknya segera menjadi “singa” sesungguhnya di udara. Di Istana Elysee Paris, Prancis, Senin pekan lalu, Rusdi Kirana, bos maskapai udara berlogo singa itu tersenyum lebar. Dia berjalan gagah mengapit Presiden Prancis Francois Hollande, bersama Presiden dan CEO Airbus, Fabrice Bregier. Satu kontrak besar, dan juga memukau, baru saja diteken.
Lion memesan sekitar 234 pesawat pesawat Airbus jenis A320. Ada 109 pesawat A320neo, 65 pesawat A321neo, dan 60 pesawat A320ceo. Tak disebutkan berapa detil transaksi itu.  Sumber yang mengetahui transaksi menyebutkan, satu unit pesawat diperkirakan senilai US$100 juta. Lion memesan 234 pesawat. Jadi, nilainya mencapai US$23,4 miliar, atau hampir Rp225 triliun.
Presiden Prancis, Francois Hollande pun sumringah. Kontrak itu bak angin segar bagi Prancis, negeri Eropa yang sedang diterpa krisis ekonomi. Kesepakatan bisnis itu, kata Hollande, adalah kontrak bersejarah antara perusahaan Eropa dengan rekanan bisnis di Asia. Ini juga kontrak paling besar dalam sejarah pembuatan pesawat sipil Airbus.
Transaksi Lion Air ini akan memberi berkah Airbus sekitar 5.000 pekerjaan selama 10 tahun. "Ini adalah angka mengesankan bagi industri Eropa, dan juga membuktikan vitalitas industri Indonesia," ujar Hollande seperti dilansir laman Leparisien, Selasa 19 Maret 2013.

Terungkap, Peta Awal Alam Semesta. Gambar ini menunjukkan citra alam semesta pada usia 380.000 tahun

Alam semesta
Pesawat ruang angkasa milik Badan Antariksa Eropa (ESA), Planck berhasil mengungkap gambaran detail kondisi awal alam semesta. Pemetaan ini dapat membantu pemahaman tentang kondisi awal alam semesta.

Dilansir Guardian, 22 Maret 2013, citra Planck menunjukkan alam semesta pada usia 380.000 tahun. Masa ini merupakan masa alam semesta sebelum bintang dan galaksi terbentuk. Pada usia ini, kondisi alam semesta berupa lautan luas atom dan radiasi.

Bahkan, saat itu gravitasi digambarkan hanya menarik atom menjadi gumpalan yang nantinya membentuk galaksi dan bintang. Secara sederhana, citra Planck ini diklaim sebagai cetak biru gambaran alam semesta.
 
Sebagaimana diketahui, usia alam semesta saat ini diperkirakan sekitar 13,7 miliar tahun.

Gelombang Mikro Cahaya

Planck menggambarkan awal alam semesta ini dengan gumpalan yang terdiri dari kumpulan gelombang mikro bercahaya. Radiasi ini dikenal sebagai latar belakang gelombang mikro kosmik, yang jumlahnya melebihi atom di alam semesta sekarang ini, yang sebanyak satu miliar.

Suhu di tiap-tiap bagian gumpalan sedikit berbeda, tapi berkisar seratus per seribu 2725 derajat Kelvin, atau setara -270 derajat Celcius. Kondisi fluktuasi ini disebut anisotropi dan cukup untuk mengalami proses menjadi alam semesta.

Citra awal alam semesta berusia 380.000 tahun, berupa gumpalan yang terdiri dari kumpulan gelombang mikro bercahaya. (Business Insider)

Energi Gelap

Data itu akan digunakan untuk mengungkap teka teki partikel yang hampir tidak berinteraksi dengan atom normal. Para ilmuwan masih mengumpulkan bukti apa yang disebut materi gelap.

Terlebih, asumsi para astronom terhadap ekspansi alam semesta meleset. Mereka mengharapkan ekspansi alam semesta melambat, tapi kenyataannya malah mengalami percepatan.

Percepatan tersebut menunjukkan beberapa bentuk eksotis energi yang melingkupi semua ruang angkasa, gravitasi luar biasa pada skala terbesar. Astronom menyebutnya sebagai energi gelap.

Materi gelap dan energi gelap dikalkulasikan membentuk 96 persen dari struktur alam semesta. Dengan demikian, astronom belum memahami terbuat dari apakah komposisi mayoritas alam semesta tersebut.

Misteri Planck yang lain akan menyelidiki inflasi, sebuah hipotesis alam semesta yang mengalami ekspansi bencana sepersekian detik setelah Big Bang.

Ledakan dahsyat ini meratakan seluruh materi di alam semesta dan menjelaskan mengapa suhu anisotropi gelombang mikro sangat kecil.


Misi untuk menguak latar belakang gelombang mikro kosmik di atas bukan misi yang pertama kali. Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) sebelumnya sudah meluncurkan dua misi yang sama melalui misi COBE pada 1989 dan WMAP pada 2001.

Sedangkan, Planck merupakan misi pertama di Eropa. (umi)

Friday, 22 March 2013

Dialog Pertahanan Internasional dan "Kepercayaan Strategis" RI

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, dan PM Timor Leste, Xanana Gusmao, dalam Jakarta International Defence Dialogue 2013
Para pejabat pertahanan dan militer dari puluhan negara Rabu kemarin memulai dialog di Jakarta untuk membicarakan strategi dan langkah bersama dalam menghadapi ancaman dan tantangan-tantangan di kawasan Asia Pasifik dan dunia. Berlangsung selama dua hari acara ini bertajuk Jakarta International Defense Dialogue 2013.

Ini merupakan kali ketiga JIDD digelar. Pertemuan tahun ini diikuti sekitar 1.300 peserta dari 38 negara dengan memfokuskan pada "Pertahanan dan Diplomasi di Kawasan Asia Pasifik."

Membuka JIDD, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyadari suara-suara yang menyatakan bahwa tantangan yang paling mendesak di Asia Pasifik kali ini adalah menghadapi persengketaan teritorial dan yurisdiksi yang tengah melibatkan sejumlah negara. Namun, bagi dia, itu adalah tantangan-tantangan yang sifatnya jangka panjang.

"Sebagian besar persengketaan teritorial dan yurisdiksi ini butuh waktu untuk bisa diselesaikan. Contohnya, upaya Indonesia dan Vietnam yang butuh 30 tahun untuk menuntaskan negosiasi batas-batas landas kontinen," kata Presiden Yudhoyono dalam pidato berbahasa Inggris.

Bagi dia, tantangan utama saat ini dalam mempromosikan keamanan internasional adalah bagaimana membangun kepercayaan strategis antarnegara di kawasan Asia Pasifik. "Kepercayaan Strategis" yang dimaksud di sini adalah secara bertahap menciptakan rasa saling percaya antarnegara.

"Saat dua pihak atau lebih mulai memiliki rasa percaya atas niat dan maksud baik dari pihak lain, maka di situlah muncul kepercayaan strategis. Ini akan memungkinkan mereka untuk kian bekerjasama, saling menanamkan kepercayaan dan juga bersama-sama menerapkan upaya-upaya mewujudkan perdamaian," kata Yudhoyono.

Sambil didengar oleh Perdana Menteri Xanana Gusmao, Presiden Yudhoyono juga mengambil contoh bagaimana Indonesia dan Timor Leste kini menggalang kerjasama secara erat setelah keduanya mengalami masa lalu yang sangat sulit dan menyakitkan. Banyak yang tadinya memprediksi bahwa konflik masa lalu bakal membuat hubungan Jakarta dan Dili terganggu secara permanen.

"Namun kami membuktikan bahwa prediksi itu salah. Dengan niat baik dan tekad yang kuat, baik Indonesia dan Timor Leste telah bekerja secara erat untuk menciptakan hubungan yang baru. TNI dan militer Timor Leste bekerja bersama untuk mengatur keamanan perbatasan," kata Yudhoyono.

Kedua pemerintah secara kreatif telah membuat suatu mekanisme dimana warga Timor Leste bisa bepergian ke Oecussi, yang berlokasi di dalam wilayah Indonesia. Kedua negara juga telah menyelesaikan lebih dari 90 persen demarkasi perbatasan darat - yang biasanya merupakan isu yang rumit bagi dua negara yang bertetangga. "Paling penting, kami telah menemukan cara untuk menanggapi isu-isu HAM masa lalu yang sensitif dengan membentuk Komisi Bersama Kebenaran dan Persahabatan," kata Yudhoyono.

Dia juga memaparkan bagaimana Indonesia mewujudkan perdamaian di Aceh setelah merangkul Gerakan Aceh Merdeka untuk bersama-sama berdamai, apalagi setelah tragedi Tsunami akhir 2004. Setelah melalui perundingan selama sekitar lima bulan, tercapai kesepakatan damai bersejarah setelah kedua pihak tidak lagi bermusuhan melainkan berubah menjadi mitra untuk mewujudkan perdamaian dan pembangunan.

Hubungan Indonesia-Timor Leste dan perdamaian di Aceh, bagi Yudhoyono, menjadi contoh bagaimana kepercayaan menjadi komoditas berharga yang tidak bisa dicapai secara mudah. "Ada banyak contoh di penjuru dunia dimana kepercayaan yang dicapai secara susah payah bisa buyar dalam semalam karena suatu insiden, miskomunikasi, harapan yang semu, perubahan kepemimpinan dan faktor-faktor lain. Kepercayaan, oleh sebab itu, merupakan pekerjaan yang tidak pernah selesai," kata Yudhoyono.   

Kepercayaan strategis seperti ini diperlukan untuk menanggapi perubahan dan tantangan-tantangan dalam hubungan internasional. Ini dipandang menjadi tantangan bagi hubungan AS-China, India-Pakistan, China-Jepang, dan begitu pula hubungan kedua Korea dan dalam mengatasi persengketaan teritorial di Asia Pasifik.
Perkuat Militer
Sebagai tuan rumah pertemuan, Indonesia juga menyadari bahwa dialog kali ini berlangsung di tengah besarnya ambisi negara-negara Asia Pasifik dalam memperkuat sistem pertahanan dan kapabilitas militer masing-masing. Ini dimungkinkan saat perekonomian di negara-negara Asia Pasifik tengah stabil, dibandingkan di kawasan lain seperti Eropa dan Amerika.

Mewakili tuan rumah, Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro mewanti-wanti para delegasi dialog bahwa pesatnya belanja militer dan kapabilitas sistem pertahanan bisa berisiko menciptakan kecurigaan dan memicul rivalitas di kawasan.

"Bila tidak disertai dengan transparansi yang bisa mendorong rasa saling percaya, maka bisa berisiko pada perlombaan senjata yang berdampak kurang baik bagi perdamaian dan stabilitas," kata Purnomo terkait JDD hari ini, yang dikutip kantor berita Reuters.

Dia juga mengingatkan bahwa JIDD kali ini tetap menyoroti perubahan-perubahan dalam lingkungan keamanan internasional dalam satu dekade terakhir dan bagaimana perubahan-perubahan itu membentuk perkembangan secara bertahap dalam perhatian pertahanan dan keamanan.

Upaya-upaya kontra terorisme dan kontra proliferasi senjata nuklir, beserta kerjasama militer konvensional, tetap menjadi perhatian serius. Dalam forum JIDD ini pula para pengambil kebijakan bisa menilai bahwa inistiatif-inisiatif yang ada selama ini belum cukup efektif untuk menghadapi ancaman-ancaman lintas negara.

Itulah sebabnya, kata Purnomo, JIDD dibentuk untuk memfasilitasi komunikasi yang mudah dan kontak yang berguna di kalangan peserta. Ini akan membantu menciptakan rasa kebersamaan di kalangan para pengambil kebijakan di negara-negara Asia Pasifik.