Agus Miftach : tentang usman bin affan

Agus Miftach
Ibnu Saad dalam al-Tabaqat mengungkapkan, ketika Utsman terbunuh di brankasnya trdpt 30.500.000 dirham n 1000 dinar, jml yg sangat besar. Semuanya hilang dijarah para pembunuhnya. Itulah fakta sejarah dari zaman khulafaurrasyidin dimana syari'a...t dijalankan penuh,n kejahilan masih ttp terjadi. Keadilan dng konstitusi zaman modern adalah jawaban yang lebih tepat dr sekedar teriakan syari'at n mngkafirkan pihak lain.

Kemarin jam 20:47 · ·
Mawardi Hasan
Mawardi Hasan
Menurut sejarah pun yang membunuh Utsman termasuk Muhammad putranya Khalifah Abu Bakar. Al Waqtu kash Shaif. Begitu mudahnya nyawa melayang waktu itu. Entah apa jadinya Bangsa Arab itu sekiranya Nabi Muhammad tidak diturunkan di tengah mereka.
Kemarin jam 22:23
Ainut Tijar
Ainut Tijar
“Mereka tak sekadar membunuh Usman. Menurut sejarawan al-Thabari, jenazahnya terpaksa “bertahan dua malam karena tidak dapat dikuburkan.” Ketika mayat itu disemayamkan, tak ada orang yang menyalatinya. Jasad orangtua berumur 83 tahun itu bahkan diludahi dan salah satu persendiannya dipatahkan. Karena tak dapat dikuburkan di pemakaman Islam, khalifah ke-3 itu dimakamkan di Hisy Kaukab, wilayah pekuburan Yahudi. Tak diketahui dengan pasti mengapa semua kekejian itu terjadi kepada seorang yang oleh Nabi sendiri telah dijamin akan masuk surga. Fouda mengutip kitab al-Tabaqat al-Kubra karya sejarah Ibnu Saád yang menyebutkan satu data menarik: khalifah itu agaknya bukan seorang bebas dari keserakahan. Tatkala Usman terbunuh, dalam brankasnya terdapat 30.500.000 dirham dan 100.000 dinar.”
Saya sepakat dengan Mas Agus bahwa konstitusi zaman modern adalah jawaban yang lebih tepat dr sekedar teriakan syari'at n mngkafirkan pihak lain.
Kemarin jam 22:34 · Hapus
Muhammad Subkhan
Muhammad Subkhan
tapi anehnya elit agama sekarang juga ikut2an mroyek....jadi konntraktor fatwa....dan kont
11 jam yang lalu
Yudi Nasir Ahmad
Yudi Nasir Ahmad
Saya mulai faham ketika ada komentar yg memojokkaan para khalifah rta. khususnya Hz. Utsman ra. Kl yg prnh membaca tentang Tarikh kita pasti dpt mengambil memahaminya. Saya hnya ingin mengutip sebuah ayat AQ : "Sesungguhnya org" yg suka supaya kekejian tersiar di kalangan org" beriman, bagi mrk itu ada hukuman yg menyakitkan di dunia ini dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, dan kamu tdk mengetahui (QS 24:19)
Abu Abdullah mngatakan, Rasulullah saw bersabda:"Siapa saja yg menyiarkan kejelekan org lain, dia akan termasuk sama dgn memulai kejelekan itu dan barang siapa mencari" aib org beriman, dia tdk mati sblm dia sendiri terjerumus kedalamnya" (Biharu'l Anwar)
10 jam yang lalu
Agus Miftach
Agus Miftach
Met sahur semuanya. Kalian adl pmikir2 zaman ini yg jernih menelaah zaman agung yg trnoda itu. Dg kualitas pmahaman kalian, sy yakin ms skrg n kedepan akan lbh baik. Syukron.
10 jam yang lalu
Yudi Nasir Ahmad
Yudi Nasir Ahmad
Kalau sdh keluar anggapan bahwa 'khalifah adalah bukan seorang yg bebas dr keserakahan', saya kira ini sudah ada unsur tendensius ingin mencari" aib. Kita semua tahu, pd masa itu sedang ada tuntutan dr pemberontakkan thd khalifah ke-3, jd mengemukakan data sepihak sepertinya tdk fair, apalagi ada unsur menduga", bahkan data itu sama sekali diragukan, dan kontradiksi fakta pada masa itu banyak sekali, karena ditulis berdasarkan kepentingan kelompok yg saling bertentangan.
10 jam yang lalu
Achmad Mulyana
Achmad Mulyana
Sejarah ditulis tergantung siapa dan pada masa apa sejarah itu dicatat... pengaruh penguasa sangat menentukan hitam dan putih dari catatan sejarah ketika itu... sama dengan sekarang ORBA menilai kekurangan thd ORLA dan ORDE REFORMASI menilai juga kekurangan ORLA + ORBA dst....
8 jam yang lalu
Agus Miftach
Agus Miftach
Penguasaan sjarah Ainut Tijar ttg Khalif Utsman sangat baik. Sumber Ibnu Saad n Farag Fouda trpercaya. Mrk adl org2 trprcaya yg tdk mngabdi pd kkuasaan. Fouda bahkan mnebus dg nyawanya u satu kbenaran yg diyakininya. Fouda dibunuh teroris Ikhwan th. 1966 di Kairo. Selamat Tijar.
5 jam yang lalu
Ainut Tijar
Ainut Tijar
Sama sama bung Agus Miftach. Intinya di sini saya ingin mengatakan kebenaran. Bahwa yang benar itu benar, dan yang salah itu salah. Siapapun dia. Jangan sampai kita terjebak pada taqlid buta. Kalau orang yang kita anggap suci bebas dari kesalahan. Itu tidak benar. Fakta harus kita sampaikan, siapun pelakunya.
Dan di sini saya sepakat dengan anda bahwa negara sesuai syariat, tidak menjamin orang yang menjalankannya bebas dari KKN dan kekejian. Dan untuk menjalankan sebuah pemerintahan parameternya adalah suara rakyat, yaitu demokrasi modern. Itu saja. hehehe.....
4 jam yang lalu · Hapus
Epin Saripin
Epin Saripin
Menelusuri kebenaran sejarah bkn pek mudh. Jangan kan sejarah yg 1400 an thn yg lalu sejarah peran soharto dlm pristiwa G-30 S PKI dan supersemar yg ditulis oleh para pakar sejarah kesimpulanya saling kontradiksi. Pdhl peristiwanya baru 40-an th yg lalu dmn alat komunikasi, alat tulis sistm pegarsipan jauh lebih modern n terjaga dibanding jaman khalifah. Bgt jg sjrh T. Umar sebagian pihak menganggap beliau pahlawan tp sebagian lg menganggap penghianat. Ujung-2 kta sendiri suruh menyimpulkan sendiri. Nah kalo kita suruh menyimpulkan ya trgantung kt sndiri kalo kita percaya n simpati pd pribadi soeharto misalnya maka kita akan menggagap soehart tdk mendisain pristiwa G-30 S PKI tp kal kt sebel ama beliau maka kita akan menyimpulkan beliau terlibat. Akhirnya subyektif kan.Kt tau berkali kali AQ tebakar akibat perang tp selalu terjaga keotentikannya krn bnyk yg hafal AQ dan seua pihak berkepentingan dg AQ tp kalo yg hangus arsip sejarah ara khalifah tdk semua pihak berkepetingan
2 jam yang lalu
Ainut Tijar
Ainut Tijar
Berikut argumen Fouda yang membandingkan generasi muda Islam dengan Kristen: Silahkan anda bertanya kepada pemuda Eropa dimana saja apakah mereka mau kembali ke zaman dimana Gereja masih memegang kekuasaan secara politis. Saya yakin anda akan mendapatkan jawaban yang berbeda. Mereka akan menolaknya mentah-mentah, bahkan menolak untuk membahas ide gila semacam itu. Ini karena mereka belajar sejarah agama mereka dengan segala kisah-kisahnya yang pahit dan menyedihkan. Itulah perbedaan antara kita dan mereka. Bagi mereka, sejarah adalah apa yang telah terjadi, sementara bagi kita sejarah adalah apa yang kita inginkan terjadi.
2 jam yang lalu · Hapus
Epin Saripin
Epin Saripin
Pak Tijar belajar dr sejarah masa lalu dg mempelajari keotentikan sejarah adlh 2 hal yg berbeda. Topik bahasan disini adlh mslh keotentikan sejarah.
2 jam yang lalu
Agus Miftach
Agus Miftach
Argumen Tijar yg dikutip dr Farag Fouda itu otentik n sah. Jg uraiannya ttg Khalif Utsman itu dr sumber al Tabaqat al Kubra yg mmg kitab rujukan disamping Tarikh ibnu Ishak. Dalami substansinya saja u progresi zaman ini.
7 menit yang lalu

Related Posts :

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Saya lebih mempercayai hadist ketimbang pendapat2 yg relatif. Faktanya di hadist shahih, nabi menjamin Usman sebagai salah satu dari sahabat yang akan masuk surga.

Saat Nabi mengatakan akan terjadi kiamat dan tanda2nya tentu kita percaya itu akan terjadi. Bandingkan dgn akidah syiah bahwa Ali yg seharusnya menjadi pengganti Nabi tapi kenyataannya Abu Bakar, Umar dan Usman dulu. Ada 2 kemungkinannya : Ucapan nabi tidak terbukti atau aqidahnya yang salah ?

Saya memilih opsi kedua, krn nabi tidak pernah salah. Dan tentunya argumen fouda gugur dgn sendirinya krn metodologinya lemah dan tidak ilmiah. Dia hanya menyimpulkan fakta hanya dari satu sisi, yaitu orang2 fasik.

Poskan Komentar

 

AKU DI PERSIMPANGAN JALAN

Kebingungan saat ini berkecamuk di otak dan dada. Yang kubingungkan adalah kebenaran paling benar itu apa? Siapa? dan Bagaimana? Termasuk tawaran konsep kehidupan setelah mati yang ditawarkan para agamawan yang bersumber dari kitab suci masing masing. Bahkan dalam satu agamapun terdapat berbagai penafsiran tentang kehidupan ke depan setelah mati. Ataukah setelah mati ya habis dan selesai, sebagaimana konsep yang ditawarkan oleh ilmuwan yang tidak beragama, yang mendasarkan pada penelitian fakta fakta alam? Itulah kini yang kadang berkecamuk di otakku, dan kukira banyak berkecamuk pada jutaan manusia lain di bumi ini.
Untuk agar kita tidak teromabang ambing kita harus meyakini dan memilih konsep konsep itu yang kita anggap paling benar. Baik itu yang berdasarkan agama maupun yang bukan berdasarkan agama.
Dan mungkin kalau aku memilih yang berdasarkan agama yang kuanut, meski kadang masih terombang ambing. Dalam hal ini. dosa besarkah aku?

SURAT NOORDIN M TOP KEPADA BAGUS TV

Ekslusif BAGUSTV.com kami redaksi bagustv.com menerima e-mail dari seseorang yang mengaku Noordin M top berikut isi e-mail tersebut: Assalamualaikum Wr. Wb Saya Noordin M Top mau membenarkan bahwa yang meninggal di temanggung Adalah Ibrohim Alias Boim,Sebenarnya saya memang pada waktu itu berada di Temanggung dengan kedua pengawal Saya dan Ibrohim,Tetapi pada waktu Pegepungan saya berhasil lolos dari kepungan polisi.Saya tidak akan pernah menyerah sebelum amerika beserta sekutunya keluar dari irak atau negara islam lainnya.Kami mempunyai landasan mengapa kita akan terus meneror orang asing: 1. Sebagai Qishoh (pembalasan yang setimpal) atas perbuatan yang dilakukan oleh Amerika dan antek-anteknya terhadap saudara kami kaum muslimin dan mujahidin di penjuru dunia 2. Menghancurkan kekuatan mereka di negeri ini, yang mana mereka adalan pencuri dan perampok barang-barang berharga kaum muslimin di negeri ini 3. Mengeluarkan mereka dari negeri-negeri kaum muslimin. Terutama dari negeri Indonesia 4. Amaliyat Istisyhadiyah ini sebagai penyejuk dan obat hati buat kaum muslimin yang terdholimi dan tersiksa di seluruh penjuru dunia Yang terakhir ….. bahwasanya Amaliyat Jihadiyah ini akan menjadi pendorong semangat untuk ummat ini dan untuk menghidupkan kewajiban Jihad yang menjadi satu-satunya jalan untuk menegakkan Khilafah Rosyidah yang telah lalu, bi idznillah. Dan kami beri nama Amaliyat Jihadiyah ini dengan : “SARIYAH JABIR” الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia Abu Mu’awwidz Nur Din bin Muhammad Top

PUTRIKU NURUL ILMI AINUT TIJAR HAMAMI

PKS JADI PARTAI TERBUKA BAGI NON MUSLIM, BLUNDERKAH?

Langkah PKS yang menjadi partai terbuka dengan memberikan peluang kepada non muslim menjadi anggota dan malah menjadi pengurus partai sangat beresiko.

Demikian dikatakan peneliti LSI Burhanuddin Muhtadi menyikapi strategi marketing politik yang dilakukan PKS dengan merubah citra dari partai konservatif menjadi partai terbuka. Sebagai bukti, PKS membuka pintu bagi kaum non muslim untuk bergabung. Soal mendulang perolehan suara ini, Burhanuddin Muhtadi pesimis. Kalau itu dilaksanakan, kata dia, PKS akan menghadapi dua resiko.

Pertama, tidak mudah bagi PKS untuk menyakinkan basis tradisional PKS yang konservatif terhadap perubahan citra tersebut, apalagi membuka bagi non muslim untuk bergabung. Kalau mereka tidak menerimanya karena merasa perubahan itu membuat PKS jauh dari tujuan awal didirikan, maka basis tradisional PKS, kata Burhanuddin, beramai-ramai pindah ke partai lain.

Kedua, non muslim sendiri tidak mudah dibujuk untuk bergabung, atau diyakinkan untuk bergabung. Pasalnya, karena PKS sudah terlanjur diindentikkan dengan partai Islam yang konservatif.

Sebelumnya di arena Munas ke II PKS, Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq mengatakan, pihaknya tidak perlu risau akan ditinggalkan kaum muslim dengan terbukanya PKS bagi non muslim. Ini lantaran, PKS masih tetap berasaskan Islam dan Pancasila.

ANAKKU BELAJAR AKTING, BAJU MLOROT

AROGANSI AMERIKA SERIKAT


Argumentasi Amerika Serikat (AS) selaku kiblat demokrasi yang sudah tertanam di benak masyarakat perlu dievaluasi lagi. Pasalnya, implementasi di Indonesia jauh lebih maju ketimbang AS dalam banyak persoalan. Buktinya, AS belum menerapkan sistem pemungutan suara one man, one vote, one value (satu orang satu suara, satu pilihan, dan satu nilai).Demokrasi kita jauh lebih maju dari Amerika. Kita lihat sampai saat ini belum sekalipun calon presiden yang berasal dari kaum hawa, apalagi presiden. Begitu juga dengan calon wakil presiden, hanya kali ini perempuan yang diusung menjadi wakil presiden. Selainnya belum pernah

Kita bisa lihat, Israel terlalu dianak-emaskan terutama dalam persoalan nuklir. Sedangkan Iran yang baru akan membuat instalasi sudah dipersoalkan. Padahal tujuan pembangunan pembuatan reaktor nuklir tersebut murni untuk damai dan kebutuhan energi listrik

Sekarang kita tak butuh lagi penatar demokrasi dari Paman Sam. Amerikalah yang perlu belajar demokrasi dengan Indonesia. Namun semua ini belum sepenuhnya difahami sebagian besar pemimpin bangsa. Sehingga, kita masih mengagung-agungkan implementasi demokrasi Amerika. Padahal itu tidak bagus

Sudah saatnya pemerintah mengalihkan perhatiannya kepada Negara Timur Tengah. Kita mengetahui, krisis global sekarang ini tak terlalu berimbas terhadap negara-negara Teluk. Bursa mereka malah naik, bukan melorot. Jadi tak salah kiranya pemerintah membangun hubungan yang lebih hangat dengan Timur Tengah