Langganan:
Poskan Komentar (RSS)
Aku ingin Indonesia damai, adil dan sejahtera buat warisan anak cucu kita (A Ainut Tijar)
Aku tidak mengerti dan tidak habis pikir, seperti apa jalan pikiran oarang orang Taliban yang mengaku membela islam yang suci ini dengan tindakan tindakan yang brutal bagai bandit, bromocorah dan penjahat keji yang tega membunuh siapapun yang tidak seide denngan mereka. Oleh karena itu Taliban adalah salah satu kelompok kejahatan international nomor wahid yang harus, kudu dan wajib dilenyapkan dari muka bumi ini. Dan untuk petisi hadiah Nobel untuk Malala 1000 persen saya mendukung. Hadiah nobel itu sebagai perlambang bahwa dunia mengakui hak hak semua manusia untuk mendapatkan pendidikan bagi terutama kaum wanita. Aku sangat terharu atas perjuangan Malala, sekecil itu kamu begitu hebatanya. Sekecil itu kamu bisa menggoncangkan dunia, dan bahkan aku berharap sekecil itu kamu bisa melenyapkan TALIBAN dan kelompok kelompok yang sealiran dengan TALIBAN dari muka bumi ini. Malala, berjuanglah Nak, TErus semangat dan pulihkan kesehatanmu. Jalanmu masih panjang. Aku selalu berdoa untukmu. Bila kuingat perjuanganmu selalu aku menangis terharu dan bangga anakku. Aku yakin di muka bumi ini banyak orang orang yang ingin memiliki anak seperti dirimu. Bahakan milyaran orang tua dimuka bumi ini menganggapmu bagian dari kel;uarga sendiri. Sebagai anak atau sebagai cucu. Malala, aku mendukungmu meraih hadiah paling bergengsi di muka bumi ini, meski bukan itu tujuanmu sayang. Malala aku juga berharap cita citamu bisa tercapai bukan hanya di Pakistan, tetapi di seluruh dunia. Selamat... Sukses... Mantab...!
Tangerang, 10 November 2012
Ahmad Ainut Tijar
Zionisme adalah sebuah gerakan politik kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali lagi ke Zion, bukit di mana kota Yerusalem berdiri. Gerakan yang muncul di abad ke-19 ini semula ingin mendirikan sebuah negara Yahudi di Afrika kemudian berubah di tanah Palestina yang kala itu dikuasai Kekaisaran Ottoman (Khalifah Ustmaniah) Turki.
Zionisme merupakan gerakan Yahudi Internasional. Istilah zionis pertama kali dipakai oleh perintis kebudayaan Yahudi, Mathias Acher (1864-1937), dan gerakan ini diorganisasi oleh beberapa tokoh Yahudi antara lain Dr. Theodor Herzl dan Dr. Chaim Weizmann. Dr. Theodor Herzl menyusun doktrin Zionisme sejak 1882 yang kemudian disistematisasikan dalam bukunya "Der Judenstaat" (Negara Yahudi) (1896). Doktrin ini dikonkritkan melalui Kongres Zionis Sedunia pertama di Basel, Swiss, tahun 1897. Setelah berdirinya negara Israel pada tanggal 15 Mei 1948, maka tujuan kaum zionis berubah menjadi pembela negara baru ini.
Rapat Dewan Umum PBB mengeluarkan Resolusi 3379 tanggal 10 Desember 1975, yang menyamakan Zionisme dengan diskriminasi rasial. Akan tetapi pada 16 Desember 1991, resolusi tersebut dicabut kembali.
Argumentasi Amerika Serikat (AS) selaku kiblat demokrasi yang sudah tertanam di benak masyarakat perlu dievaluasi lagi. Pasalnya, implementasi di Indonesia jauh lebih maju ketimbang AS dalam banyak persoalan. Buktinya, AS belum menerapkan sistem pemungutan suara one man, one vote, one value (satu orang satu suara, satu pilihan, dan satu nilai).Demokrasi kita jauh lebih maju dari Amerika. Kita lihat sampai saat ini belum sekalipun calon presiden yang berasal dari kaum hawa, apalagi presiden. Begitu juga dengan calon wakil presiden, hanya kali ini perempuan yang diusung menjadi wakil presiden. Selainnya belum pernah
Kita bisa lihat, Israel terlalu dianak-emaskan terutama dalam persoalan nuklir. Sedangkan Iran yang baru akan membuat instalasi sudah dipersoalkan. Padahal tujuan pembangunan pembuatan reaktor nuklir tersebut murni untuk damai dan kebutuhan energi listrik
Sekarang kita tak butuh lagi penatar demokrasi dari Paman Sam. Amerikalah yang perlu belajar demokrasi dengan Indonesia. Namun semua ini belum sepenuhnya difahami sebagian besar pemimpin bangsa. Sehingga, kita masih mengagung-agungkan implementasi demokrasi Amerika. Padahal itu tidak bagus
Sudah saatnya pemerintah mengalihkan perhatiannya kepada Negara Timur Tengah. Kita mengetahui, krisis global sekarang ini tak terlalu berimbas terhadap negara-negara Teluk. Bursa mereka malah naik, bukan melorot. Jadi tak salah kiranya pemerintah membangun hubungan yang lebih hangat dengan Timur Tengah
0 komentar:
Poskan Komentar