Monday, 20 July 2009

Misteri Angka 7 di Ledakan Bom Marriott dan Ritz Carlton

Tak cuma raja pop dunia Michail Jackson yang punya misteri dengan angka 7, peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pun juga identik dengan angka 7. Mau Tahu?

Seperti kita ketahui, ledakan di dua hotel ikon Amerika Serikat (AS) tersebut, terjadi pada tanggal 17 bulan Juli atau bulan ke-7. Tak cuma itu, peristiwa ledakan ini terjadi tepat pada pukul 07 lebih 47 menit.

Apakah ini disengaja? Belum pasti. Namun berdasarkan pengakuan saksi kunci ledakan ini, yakni security di Hotel JW Marriot, Dikdik Ahmad Taufik, beberapa saat sebelum pelaku meledakkan bom, dia sempat mengotak-atik ponselnya.

Apakah dia memasang timer biar angkanya pas? Tidak ada yang bisa memastikan.

MENGAPA NOORDIN M TOP SUSAH DITANGKAP...!!!?????

Noordin M Top yang telah bertahun-tahun menjadi buron tetap misteri. Mabes Polri yang mengaku terus melakukan pengejaran tak juga mampu menangkap pria asal Malaysia tersebut. Kenapa Noordin begitu sulit ditangkap?

"Karena ada jaringan yang masih mau melindungi dia, yang merasa dengan ikhlas melakukan hal ini," kata Direktur International Crisis Group, Sidney Jones dalam wawancara yang ditayangkan tvOne, Senin (20/7/2009) pagi.

Selain memiliki jaringan yang masih kuat, menurut wanita asal Australia ini, Noordin banyak belajar dari pengalaman. Jika selama ini KPK berhasil menyadap banyak pejabat negara, maka menurutnya, Noordin mengakalinya dengan melakukan cara-cara konvensional, seperti berhubungan dengan memalui kurir. "Noordin banyak belajar dari pengalaman ini," imbuhnya.

Berbeda dengan Sidney, tokoh Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Fauzan Al Anshari menuding CIA dan Amerika Serikat (AS) menjadi biang kerok kenapa Noordin belum juga tertangkap.

"Saya curiga ini skenario besar dari CIA dan AS agar Indonesia tidak aman," ujar Fauzan.

Fauzan mengatakan, kemenangan SBY dengan menggandeng PKS dianggap merongrong kepentingan asing di Indonesia. Sehingga, dengan membuat Indonesia tidak aman lantaran bom, di mata Internasional posisi Indonesia menjadi kian terpuruk.

Terkait dengan masalah ini, Sidney balas membantah pendapat Fauzan. "Sama sekali tak masuk akal," ujarnya singkat.

Saat ditanya apakah kemungkinan teroris masih akan terus merongrong Indonesia, wanita berambut pirang ini tidak membantahnya. Pasalnya, masih ada belasan teroris yang masih menghirup udara bebas.

"Saat ini masih ada 12-13 orang. Untuk membuat bahan peledak tidak sulit, dan masih ada orang yang punya pengalaman dan berniat untuk melakukannya," imbuhnya.

Namun demikian, Sidney juga memuji prestasi Polri yang selama ini telah menangkap banyak teroris. "Sudah 400-an yang tertangkap. Tidak sulit untuk menangkap 12 sisanya," pungkasnya.

detikcom : Mengejar Noordin M Top

title : Mengejar Noordin M Top
summary : Spekulasi siapa otak pengeboman di Hotel JW Marriot terus berkembang. Buronan teroris kelas wahid asal Malaysia, Noordin M Top diduga kuat berada di balik serangan yang menewaskan 9 orang tersebut. Tapi apakah benar Noordin berada di balik penyerangan itu? Di manakah dia sekarang? (read more)

Sunday, 19 July 2009

detikcom : Menyamar Jadi Tamu Hotel Modus Baru Kelompok Teroris

title : Menyamar Jadi Tamu Hotel Modus Baru Kelompok Teroris
summary : Pelaku bom bunuh diri diduga menjadi tamu Hotel JW Marriott. Tidak seperti aksi serangan sebelumnya, kini para pelaku menyusup ke dalam. Apakah para pelaku mengubah strategi? (read more)

detikcom : Oknum TNI Ditangkap, Uang Rp 1,2 M Disita

title : Oknum TNI Ditangkap, Uang Rp 1,2 M Disita
summary : Polisi telah menangkap 2 orang yang diduga pelaku perampokan Rp 15 milik BNI dari mobil PT Cisco pada Kamis (16/7/2009) malam. Selain kedua orang itu, polisi juga mengamankan seorang oknum TNI. (read more)

Tidak Ada Kaitan Bom dengan Pemilu, SBY Harus Tanggung Jawab

Menjaga pertahanan dan keamanan negara Indonesia serta melindungi segenap warganegara dari segala bentuk ancaman dan kejahatan merupakan tanggung jawab SBY sebagai pemimpin tertinggi.

Demikian disampaikan Jurubicara Komite Indonesia Bangkit (KIB), Adhie Massardi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 19/7).

“SBY harus bertanggungjawab atas kejadian bom ini. Namun, sekarang yang terpenting, polisi harus terus bekerja secara profesional dan mengungkap aktor di balik pengeboman ini. Selain itu, pihak kepolisian juga jangan terpengaruh oleh siapapun termasuk presiden yang ingin mengendalikan wacana dengan mengatakan bahwa aksi teror ini berkaitan dengan proses pemilihan umum,” kata Adhie.

Siang tadi (Minggu, 19/7), Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Nanan Sukarna, mengungkapkan bahwa pelaku pengeboman di Mega Kuningan, Jakarta, adalah jaringan Jamaah Islamiyah. Pernyataan Nanan ini, dengan sendirinya, membantah pidato SBY dua hari lalu (Jumat, 19/7) yang mengatakan ada keterkaitan antara bom di Mega Kuningan, Jakarta, dengan proses pemilu.

Besok, Masyarakat Indonesia Anti Kekerasan Datangi Mega Kuningan

Ledakan bom di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta (Jumat, 17/7) mendapat kecaman dari berbagai lapisan masyarakat.

Besok (Senin, 20/7), Masyarakat Indonesia Anti Kekerasan akan melakukan aksi keprihatinan dan solidaritas atas korban bom di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott. Aksi akan dilakukan di depan Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta.

Seperti diliris kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 19/7), Masyarakat Indonesia Anti Kekerasan mengutuk sekeras-kerasnya aksi peledakan bom dan mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas pelaku peledakan. Selain itu, mereka juga mendesak Presiden SBY untuk mewujudkan sumpahnya dalam menangkap dan mengadili pelaku, jaringan, serta otak di belakang setiap aksi kekerasan.

Masyarakat Indonesia Anti Kekerasan juga menghimbau masyarakat untuk tidak terpancing provokasi.

Polisi Pastikan JI, SBY Harus Klarifikasi

Masyarakat semakin bingung dan resah dengan pernyataan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Nanan Sukarna, yang berbeda dengan pengakuan SBY sebelumnya.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesian Democracy Watch (Indewa), Ridwan Saidi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 19/7).

Menurut pernyataan Nanan Sukarna (Minggu, 19/7), pelaku pengeboman di Mega Kuningan, Jakarta, merupakan bagian dari aksi dan jaringan kelompok teroris yang tergabung dalam Jamaah Islamiyah (JI). Sementara dalam pernyataan dua hari lalu (Jumat, 17/7), SBY menegaskan ada keterkaitan antara serangan bom dengan upaya untuk menggagalkan proses pemilu.

“SBY harus segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar masyarakat tidak makin gelisah. SBY juga harus melakukan klarifikasi dengan pernyataan sebelumnya yang mengaitkan bom di Mega Kuningan dengan lawan politiknya,” kata Ridwan.

Afghanistan dan Pakistan Sepakat Perangi Teroris

Afghanistan dan Pakistan telah mencapai kesepakatan terbaru untuk saling bahu membahu memerangi kelompok militan yang melakukan aksi terorisme di kedua negara itu.

Pernyataan itu diungkapkan Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik bersama dengan rekannya dari Afghanistan Mohammad Anif Atmar, Sabtu (18/7). Kedua negara telah merasa bertindak salah dalam menanggani aksi terorisme yang terus berlangsung di perbatasan kedua negara itu.

"Saya katakan kepada teroris untuk berhenti," kata Malik. "Kami telah mencapai kata sepakat untuk melakukan tindakan....Anda telah mengilangkan nyawa orang.......segera letakkan senjata dan memohon maaf kepada Tuhan," tambah Malik lagi.

Selama ini kelompok Taliban menjadi sasaran tudingan terhadap aksi terorisme di wilayah perbatasan kedua negara. Taliban yang memerintah Afghanistan dari1 1996 hingga 2001, tersisih dari tampuk kekuasaan akibat invasi Amerika Serikat. Kelompok itu kemudian melarikan diri di pegunungan yang merupakan wilayah perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan.

Selama delapan tahun dalam pengawasan AS, kelompok perlawanan tetap terus melakukan serangan sporadis. Bahkan AS menambah pasukan hingga 21 ribu personel menjelang pemilihan parlemen di Afghanistan pada 20 Agustus mendatang.

Sedangkan di Pakistan, sedikitnya 2.000 orang tewas akibat aksi bom semenjak 2007. Karena itu, Malik menegaskan, "Apa yang Anda lakukan selama ini sudah anti-Islam, anti-Pakistan, anti-Afghanistan, dan antikemanusiaan....hentikan itu semua."

detikcom : Penjagaan Ekstra Ketat di Nunukan-Tawau

title : Penjagaan Ekstra Ketat di Nunukan-Tawau
summary : Pasca ledakan bom di Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta, pejagaan di pintu jalur perbatasan laut RI-Malaysia di Kalimantan Timur diperketat. (read more)