Thursday, 1 November 2012

10 Manusia Terkejam Sepanjang Masa

Berikut adalah data dari pria dan wanita terkejam di dunia. Anak-anak tidak diikutsertakan ke dalam daftar ini. Ini adalah data berdasarkan versi saya sendiri tentu saja. Jika anda tidak setuju dengan daftar yang saya susun atau ada orang yang menurut anda perlu masuk ke dalam daftar ini, silahkan beri komentar anda.

10. Delphine LaLaurie
manusia terkejam
LaLaurie adalah seorang sosialis sadis yang tinggal di New Orleans. Tempat tinggalnya merupakan kamar horor. Pada tanggal 10 April 1834, api membakar bagian dapur rumah tersebut, dan petugas pemadam kebakaran menemukan 2 orang budak terikat di kompor. Nampaknya mereka menyalakan api untuk menarik perhatian. Petugas pemadam kebakaran dituntun oleh para budak lain ke loteng, dimana terdapat kejutan lain. Lebih dari selusin budak yang tidak berbentuk dan dimutilasi dibiarkan berserakan di lantai dan dinding. Beberapa dari mereka telah menjadi bagian dari uji coba medis yang kejam. Salah satu pria terlihat menjadi objek perubahan kelamin, seorang wanita disekap dalam sebuah kandang kecil dengan anggota tubuh yang patah dan disusun hingga menyerupai kepiting, dan wanita lain dengan bagian lengan dan kaki terpotong, dan bagian daging tubuhnya diiris dengan bentuk melingkar sehingga menyerupai ulat. Beberapa dari mulut mereka dijahit, hingga akhirnya mati kelaparan, sementara ada pula yang bagian tangannya dijahit kepada bagian tubuh yang lain. Kebanyakan dari mereka ditemukan tidak bernyawa, namun sebagian yang masih hidup memohon agar mereka dibunuh, untuk melepaskan mereka dari rasa sakit. LaLaurie melarikan diri sebelum ia sempat diadili – ia tidak pernah berhasil ditangkap.

9. Ilse Koch
manusia terkejam
Dikenal dengan julukan “Pelacur dari Buchenwald” karena kekejamannya terhadap tawanan. Ilse Koch dinikahi oleh seorang Nazi kejam yang bertugas di SS, Karl Otto Koch, namun reputasi Ilse jauh melebihi suaminya dalam hal kekejaman. Ia menggunakan daya tarik seksualnya dengan berjalan mengelilingi kamp tanpa mengenakan busana, dengan mambawa cambuk, dan jika seorang pria sekilas menatapnya, ia akan memerintahkan agar pria tersebut ditembak di tempat. Tuduhan terkeji terhadap Ilse Koch adalah ia pernah memilih beberapa orang tahanan yang memiliki tato menarik untuk dibunuh, agar tato pada tubuh mereka bisa digunakan sebagai kap lampu di rumahnya (meskipun tidak pernah ditemukan bukti kap lampu yang ditemukan di rumahnya). Setelah perang berakhir ia ditangkap dan menghabiskan waktu di penjara atas berbagai tuduhan yang berbeda. Akhirnya ia ditemukan menggantung dirinya sendiri di penjara pada tahun 1967.

8. Shirō Ishii
manusia terkejam
Ishii adalah seorang ahli mikrobiologi dan letnan jenderal dari Unit 731, sebuah unit perang biologis dari tentara Jepang selama Perang Sino-Jepang Kedua. Ia dilahirkan di tempat yang dahulu dikenal dengan nama Desa Shibayama di Distrik Sanbu, Perfektur Chiba, dan menekuni medis di Universitas Imperial Kyoto. Pada tahun 1932, ia memulai penelitian awalnya terhadap perang biologis sebagai proyek rahasia militer Jepang. Pada tahun 1936, Unit 731 dibentuk. Ishii membangun sebuah komplek besar – terdiri dari lebih 150 bangunan di tanah seluas 6 kilometer persegi – diluar kota Harbin, Cina.
Beberapa bentuk kekejaman yang dilakukan oleh Ishii, dan orang-orang lain di bawah perintahnya yang tergabung dalam Unit 731 antara lain: pembedahan orang-orang yang masih hidup (termasuk diantaranya pembedahan wanita-wanita hamil yang dihamili oleh para dokter yang melakukan penelitian tersebut), mengamputasi bagian-bagian tubuh tahanan dan menghubungkan bagian yang diamputasi tersebut kepada bagian tubuh yang lain, beberapa anggota tubuh tahanan dibekukan dan digunakan untuk penelitian untuk menguji kelainan gen. Manusia juga digunakan sebagai kelinci percobaan untuk menguji granat dan penyembur api. Tawanan disuntik dengan suntikan penyakit, yang disamarkan sebagai vaksinasi, untuk meneliti dampak dari penyakit tersebut. Untuk mempelajari dampak dari penyakit dalam yang belum ada obatnya, pria dan wanita diinfeksi sifilis dan gonorea secara sengaja melalui pemerkosaan, lalu dipelajari.
Setelah diberikan kekebalan oleh Departemen Kependudukan Amerika sehabis perang usai, Ishii tidak pernah menghabiskan waktu di penjara karena kejahatan yang ia lakukan dan meninggal pada usia 67 tahun, karena kanker tenggorokan.

7. Ivan ke IV dari Russia
manusia terkejam
Ivan ke IV dari Rusia, yang juga dikenal dengan nama Ivan Sang Perusak, adalah seorang Grand Duke dari Muscovy, dari tahun 1533 hingga 1547, dan merupakan pemimpin Rusia pertama yang meraih gelar Tsar. Pada tahun 1570, Ivan mendapatkan informasi bahwa para bangsawan kota Novgorod berencana untuk membelot ke Polandia, dan ia memimpin tentara untuk menghentikan mereka pada tanggal 2 Januari. Tentara Ivan membangun tembok di sekeliling kota untuk mencagah orang-orang melarikan diri. Sekitar 500 hingga 1000 orang dikumpulkan oleh para tentara, lalu disiksa dan dibunuh di hadapan Ivan dan putranya. Pada tahun 1581, Ivan memukuli menantu perempuannya yang hamil karena memakai pakaian yang tidak pantas, hingga menyebabkan keguguran. Putranya, yang juga bernama Ivan, yang mengetahui hal ini berdebat keras dengan ayahnya yang berujung pada sang ayah memukul putranya dengan tongkat pada bagian kepala, dan menyebabkan kematian putranya.

6. Oliver Cromwell
Penaklukan Irlandia oleh Cromwell (1649 – 1653) merupakan pengambil alihan Irlandia oleh kekuasaan Parlemen Inggris, dipimpin oleh Oliver Cromwell, ketika Perang Tiga Kerajaan terjadi. Konsekuensi dari penaklukan ini (dengan tujuan untuk menggulingkan pejabat-pejabat Katolik) adalah kematian 200.000 penduduk sipil akibat kelaparan dan penyakit, serta 50 ribu orang Irlandia yang ditangkap sebagai budak. Cromwell menganggap orang Katolik sebagai iblis sehingga penaklukan Irlandia merupakan perang Salib modern bagi dirinya. Kepahitan yang diakibatkan oleh pendudukan Cromwell merupakan salah satu sumber kekuatan nasionalisme Irlandia sejak abad ke 17 hingga saat ini. Cromwell wafat pada tahun 1658, dan sangat dibenci sehingga pada tahun 1661, jenasahnya dikeluarkan dari liang kubur dan dieksekusi – jenasahnya digantung menggunakan rantai di Tyburn, dan anggota tubuhnya dipotong-potong dan dibuang ke dalam sebuah lubang, sementara kepalanya dipertontonkan pada sebuah tongkat di luar Westminster Hall selama 44 tahun ke depan.

5. Jiang Qing
manusia terkejam
Jiang Qing adalah istri dari Mao Tse-Tung, diktator Komunis asal Cina. Melalui serangkaian manuver cerdik, ia berhasil mencapai kedudukan tertinggi di partai komunis (hampir sama dengan kedudukan presiden). Diyakini bahwa ia merupakan kekuatan penggerak utama dibelakang Revolusi Kebudayaan Cina (dimana ia menjabat sebagai direktur pelaksana). Selama Revolusi Kebudayaan terjadi, sebagian besar kegiatan ekonomi dihentikan, dan puluhan bahkan ribuan bangunan kuno, artifak bersejarah, benda-benda antik, buku-buku, dan lukisan dihancurkan oleh Tentara Merah. Revolusi Kebudayaan yang berlangsung selama 10 tahun juga mengakibatkan sistem pendidikan negara tersebut dihambat, dan banyak cendekiawan yang dikirim ke penjara. Hak asasi jutaan penduduk Cina, dilaporkan, telah dihapus ketika Revolusi Kebudayaan terjadi. Perkiraan jumlah korban nyawa – baik penduduk maupun Tentara Merah – dari sumber informasi Barat dan Timur berada di kisaran 500.000 antara tahun 1966 – 1969, namun beberapa pihak memperkirakan jumlah korban mencapai 3 juta jiwa, dengan 36 juta yang lain yang tak jelas.

4. Pol Pot
manusia terkejam
Pol Pot adalah pemimpin dari Khmer Merah dan Perdana Menteri Kamboja, sejak tahun 1976 hingga 1979, setelah menjadi pemimpin de facto sejak pertengahan tahun 1975. Selama ia berkuasa, Pol Pot menerapkan sistem yang sangat ekstrim dari komunis agraris dimana semua penghuni kota direlokasi ke pedesaan untuk bekerja pada pertanian dan perkerjaan buruh kasar. Kombinasi dari perbudakan, malnutrisi, perawatan kesehatan yang buruk dan eksekusi diperkirakan telah membunuh sekitar 2 juta orang Kamboja (kurang lebih 1/3 dari jumlah penduduk). Rezim pemerintahannya memperoleh reputasi yang sangat buruk karena ia mengeliminasi seluruh kaum cendekiawan dan “musuh negara”. Khmer Merah melakukan pembunuhan masal di area yang dikenal dengan nama “Killing Fields”. Korban eksekusi dikubur dalam kuburan masal. Untuk menghemat amunisi, eksekusi seringkali dilakukan menggunakan palu, gagang kapak, sekop atau bamboo runcing.

3. Heinrich Himmler
manusia terkejam
Heinrich Himmler, arsitek dari pembantaian orang Yahudi (Holocaust) era Nazi dan solusi akhir, dianggap sebagai pembunuh masal terbesar di dunia sepanjang masa (meskipun Joseph Stalin lah yang sebenarnya memegang reputasi tersebut). Pembantaian tidak akan terjadi jika bukan karena orang ini. Ia mencoba untuk mengembang biakkan ras unggul Nordic, yaitu ras Arya. Rencananya untuk pemurnian ras tersebut berakhir disebabkan oleh ego Hitler dalam membuat keputusan militer yang terburu-buru dengan tidak mendiskusikannya dengan para jenderal-jenderalnya terlebih dahulu, yang mengakhiri perang. Himmler ditangkap segera setelah perang berakhir. Ia tidak berhasil melakukan negosiasi dengan bangsa Barat, dan diperlakukan sebagai kriminal setelah penangkapannya. Ia melakukan aksi bunuh diri dengan menelan sianida yang telah ia simpan dalam mulutnya.

2. Adolf Hitler
manusia terkejam
Adolf Hitler ditunjuk sebagai Konselor pada tahun 1933, menjadi ‘Fuhrer’ pada tahun 1934 hingga kematiannya tahun 1945. Pada akhir Perang Dunia Kedua, kebijakan Hitler terhadap penaklukan wilayah dan ras telah menimbulkan kematian dan kehancuran bagi jutaan manusia, termasuk diantaranya pembantaian 6 juta orang Yahudi, yang dikenal dengan julukan “Holocaust”. Pada tanggal 30 April 1945, setelah pertempuran jalanan yang sengit, saat pasukan Uni Soviet berjarak kurang lebih 1 hingga 2 blok dari gedung Reich Chancellory, Hitler membunuh dirinya sendiri dengan menembak dirinya berulang kali sambil menelan kapsul sianida.

1. Josef Stalin
manusia terkejam
Stalin adalah Sekretaris Jenderal dari Partai Komunis Komite Pusat Uni Soviet, dari tahun 1922 hingga kematiannya tahun 1953. Di bawah kepemimpinan Stalin, Ukraina mengalami bencana kelaparan besar (Holodomor) hingga bencana tersebut dianggap sebagai pembunuhan masal dari pemerintahan Stalin. Perkiraan jumlah korban jiwa berkisar antara 2,5 juta hingga 10 juta jiwa. Bencana kelaparan tersebut terjadi karena keputusan politik dan administratif pemerintah. Bukan hanya bencana kelaparan, Stalin mengeluarkan perintah untuk menghabisi orang-orang yang dianggap sebagai musuh negara. Secara keseluruhan, jumlah korban jiwa dalam era pemerintahan Stalin berkisar antara 10 hingga 60 juta jiwa

Pemberian Nama Badai Di Dunia

Sistem penamaan badai memiliki sejarah panjang dan rumit. Nama-nama  angin topan menggunakan nama lain (moniker)  pada saat ini seperti  Earl dan Fiona kelihatannya sederhana.
Dari menggunakan titik lintang-bujur lokasi sampai  kata-kata kode militer, jalan untuk menyempurnakan sistem penamaan badai terus  terjadi  dan berkembang.
Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration, pada mulanya badai diberi nama-nama orang suci (kudus)  yang dihormati pada saat badai  terjadi. Contohnya adalah Badai  Santa Ana  pada tanggal 26 Juli  1825  dimana  pemberian nama badai tersebut  didedikasikan untuk Saint Anne.
Jika dua badai menghantam pada hari yang sama, badai yang lebih dulu mempunyai akhiran yang ditempelkan pada namanya. Sebagai contoh, Badai San Felipe menghantam Puerto Rico pada tanggal  13 September 1876, dan badai lain menghantam daerah itu pada 13 September 1928 diberi nama Badai San Felipe II.
Kemudian posisi lintang-bujur  digunakan dalam proses penamaan. Namun menurut NOAA,  metode identifikasi ini rumit dan membingungkan selama komunikasi radio serta lebih banyak  kesalahannya (error).
Pada tahun 1951 Amerika Serikat lebih  mendukung sistem penamaan berdasarkan alfabet fonetis (seperti nama  Able, Baker dan Charlie) yang dikembangkan oleh militer. Ternyata terbukti  bahwa  sistem ini  terlalu membingungkan sehingga pada tahun 1953 peramal cuaca mulai menggunakan nama-nama yang diberikan oleh National Hurricane Center NOAA. Pada awalnya, semua nama badai diberi nama perempuan dengan badai “gadis” pertama  bernama Maria (nama tokoh heroik  sebuah   novel  berjudul  “Storm” yang ditulis oleh  George Rippey Stewart).
Baru pada tahun 1979 pemberian nama pria diperkenalkan dan sekarang silakukasi rotasi  dengan nama perempuan, demikian dikatakan oleh Dennis Feltgen, juru bicara National Hurricane Center NOAA.
Sekarang ini  nama badai ditentukan oleh Organisasi Meteorologi Dunia  (World Meteorological Organization) yang bermarkas di Jenewa, Swiss. Badan dunia ini bertugas memperbarui enam wilayah cuaca  di dunia (Amerika Serikat dibagi menjadi empat wilayah yaitu  Amerika Utara, Amerika Tengah dan Karibia).
Untuk badai tropis Atlantik, National Hurricane Center membuat enam daftar nama badai yang dipelihara dan diperbarui oleh World Meteorological Organizationmelalui komite pemungutan suara internasional. Daftar nama badai menggunakan bahasa  Prancis, Spanyol, Belanda dan Inggris  karena badai berpengaruh terhadap  negara-negara lain dan dilacak oleh publik dan layanan cuaca di banyak negara. Keenam daftar disimpan dan  di rotasi secara runtun. Sebagai contoh, daftar nama 2010 akan digunakan lagi pada tahun 2016.
Sementara itu  nama-nama badai yang sebelumnya menggunakan huruf  depan dari A sampai Z terutama yang menggunakan  huruf depan  T, U, X, Y dan Z tidak berlaku lagi  (nama badai dari tahun 1958 seperti  Udele, Virgy, Wilna, Xrae, Yurith dan Zorna) karena tidak ada cukup nama.
Namun perubahan daftar nama terus dilakukan terutama badai yang menghancurkan seperti badai Katrina pada tahun 2005. Pemungutan suara diambil oleh World Meteorological Organization untuk menentukan apakah tidak pantas untuk menggunakan nama itu lagi.
Nama-nama pada daftar enam bisa saja sangat unik. Contohnya  nama-nama  angin topan yang direncanakan pada tahun 2010  yaitu Gaston, Otto, Shary dan Virginie.
Sebuah  badai yang telah diidentifikasi memiliki sirkulasi berlawanan dan kecepatan angin sekitar 39 mph (63 kph) atau lebih akan  diberi nama sesuai  dengan abjad berikutnya dari daftar nama tahun sekarang oleh Tropical Prediction Center di Miami.

Badai Sandy Kuak Kekejaman Kolonial di AS

Badai Sandy menerjang dahsyat di wilayah pantai timur Amerika Serikat. Sejumlah kota porak-poranda. Bangunan hancur tak berbentuk. Sejumlah orang terluka, bahkan tewas. Warga AS dicekam ketakutan.

Kengerian yang ditimbulkan oleh badai Sandy tak hanya itu. Hantaman badai ini ternyata juga menyingkap kengerian masa lalu AS. Sebuah tempat yang diduga sebagai kuburan massal pada masa kolonial terkuak setelah badai ganas itu berlalu.

Thomas MacMillan/ newhavenindependent.org
Kuburan massal itu terletak di New Haven, Connecticut. Pada sebuah taman kota. Di dekat Jalan College dan Chapel. Ditemukan oleh seorang perempuan, Katie Carbo, pada Selasa sore waktu setempat. Awalnya, dia sedang bersih-bersih setelah badai berlalu. Awalnya, dia menyangka onggokan yang dilihat itu adalah batu. Dia sempat mengabaikannya begitu saja.

Namun, setelah dipastikan, ternyata onggokan itu benar-benar kerangka manusia. Belulang itu terjepit di antara akar pohon Ek yang tumbang akibat hantaman badai Sandy. Dalam foto terlihat onggokan tulang belakang dan tengkorak dengan mulut menganga terjepit di antara akar-akar itu.

Melissa Bailey/ newhavenindependent.org
Diduga, kerangka itu telah berabad-abad terkubur di situ. Sebab, pohon Ek yang tumbang itu usianya juga sudah sangat tua. Pohon itu ditanam pada 1909. Ditanam sebagai peringatan hari ulang tahun ke-100 Presiden AS, Abraham Lincoln.

Petugas polisi setempat, Sersan Anthony Zona, mengatakan lahan hijau ini pada zaman dulu memang merupakan pemakaman. Polisi juga menduga tulang belulang itu merupakan salah satu dari ribuan orang yang dimakamkan di tempat ini pada masa kolonial.  Diperkirakan, ada sekitar 5.000 orang dikubur di tempat ini. Temuan ini akan diteliti lebih lanjut oleh peneliti setempat. Sumber.

AP
Suasana seram juga terlihat di sebuah pemakaman di Crisfield, Maryland. Hantaman badai Sandy menyebabkan semen-semen yang melapisi pemakaman terkikis.

Thomas MacMillan/ newhavenindependent.or
Akibatnya, dua peti mati menyembul ke permukaan. Satu peti terbuat dari perak, lainnya terbuat dari perunggu. Peti-peti itu menyembul karena semen-semen di pemakaman itu tidak mampu menahan tekanan air yang didatangkan oleh badai Sandy. 

Sati, Tradisi Bakar Diri di India

Kata “Satya” yang ditemukan dalam bahasa Jawa kuno, merupakan kata yang di adopsi daribahasa Sanskerta India, dari bentuk kata sifat “Sati”, yang berarti tulus, jujur, loyal (untuk satu suami, raja; bersumpah kepada seseorang), berbudi luhur, baik. Untuk mengenal lebih jauh akanarti dari kata Satya (setia), mari kita mengenal terlebih dahulu arti dari kata Sati.



Istilah Sati (Su-thi atauSut te e) di India di duga keras berasal dari kisah Dewi Sati, yang juga dikenal dengan nama Dakshayani. Dewi Sati atau Dakshayani di kenal akan tindakan pengorbanan dirinya dengan terjun ke dalam api pembakaran, karena ia tak mampu menahan penghinaanDakhsa (ayahnya), terhadap Shiva (suaminya). Setelah pembakaran diri dan mati, Dakshayani bereinkarnasi, lahir untuk kedua kalinya sebagai puteri dari raja gunung, Himawan, dengan nama Parvati, yang akhirnya kembali menjadi istri dari Shiva untuk kedua kalinya.

Kisah kesetiaan sempurna Dewi Sati kepada Siva, suaminya, sering dikutip untuk membenarkan asal-usul dari praktek Sati di India, praktek yang menggambarkan bentuk kesetiaan terakhirseorang istri dengan mengorbankan diri hidup-hidup di dalam api kremasi mayat suami. Dalam Sanskerta, Sati dibedakan dalam dua jenis: Sahamarana, sahagamanaat au anvarohana.

Kematian seorang wanita yang naik ke tumpukan kayu bakar kremasi mayat suami dan mati bersama. Anumarana. Mayat suami di kremasi terlebih dahulu dan sang istri kemudian di kremasi terpisah ditempat lain, kadang-kadang dengan abu suami atau kenang-kenangan lain dari suami. Sedangkan pada masa peperangan, para istri dari pangeran dan raja yang kalah melakukanbunuh diri (Jauhar) untuk menghindari diri jatuh ke tangan musuh yang menang.Jau har banyakdipraktekkan di antara para bangsawan Rajput. Swaami (suami) dan Satya (setia)



Di India, bentuk kesetiaan seorang wanita terhadap pasangannya, sudah terpatri Dalam dan berlangsung sejak beratus abad. Pada periode epikdi India (sekitar 500 SM - 500 M) buku-buku hukum yang disebut Dharmashastra, atau risalah tentang perilaku yang benar (dharma), di kompilasi olehgolongan lelaki Brahman menjadi standar agamayang digunakan untuk mengukur perilaku seseorang.

Di dalam Dharmashastra, tertulis akan ideologiStridharma, ideologi tentang cara hidup yang benarbagi seorang istri, yang menuntut pengabdianwanita pada satu suami. Ideologi Stridharma menyatakan bahwa suami bagiseorang wanita adalah semacam “tuhan”, dandalam bahasa Sanskerta, kata untuk pasangan istriadalah -“Swaami”- (suami) yang secara harfiah diartikan “tuhan dan guru”. 

Sehingga, kebahagiaan hidup seorang istri yang ideal adalah memuaskan suaminya secara penuh, sedangkan kekhawatiran seorang istri yang sejati adalah ketidakmampuan melakukan pengabdian secara utuh dan menyeluruh. Pengabdian dalam bentuk kesetiaan yang tidakdapat dipisahkan sekalipun dengan kematian.Keseluruhan sikap dan kesempurnaan ekspresikesetiaan tertinggi seorang istri dalam suatu perkawinan di India diungkapkan dalam bentukSati.

Apakah Sati tepatnya merupakan praktek pengorbanan diri yang asli berasal dari India atau diadopsi dari budaya lain, tidak diketahui dengan pasti. Catatan tertua yang didapati tentangpengorbanan diri wanita di India ditulis sekitar tahun 326 SM oleh Aristobulus dari Cassandreia,seorang sejarawan Yunani yang turut dalam ekspedisi Alexander Agung di Lembah Indus, India.Beliau menemukan adanya praktek pengorbanan wanita di kota Taxila (kini masuk di dalam wilayah Pakistan).

Sejarah India serta teks-teks sastra yang memuat praktek Sati, banyak menarik perhatian bangsaasing ke India. Di dalam pemerintahan kolonial Inggris, pada akhir tahun kedelapan belas danawal abad kesembilan belas, tulisan-tulisan tentang Sati segera berkembang dari kisah-kisah yangeksotis hingga tulisan-tulisan yang langsung mengutuk keberadaan praktek Sati.

Praktek Sati akhirnya dilarang oleh Pemerintah Inggris pada tahun 1829 oleh Lord Bentinck,Gubernur-Jenderal India (1828-1835) dan diperkuat kembali di abad 20 pada Sati (Prevention)Act 1987. Namun, terlepas dari larangan hukum pada kenyataannya, hal ini terus terjadi hinggaabad ke 21, sebagaimana dibuktikan dengan berita terakhir pada tanggal 13 Oktober 2008, didesa Chechar (India tengah). Seorang janda bernama Lalmati Verma berusia 71 tahun,mengorbankan dirinya kedalam tumpukan api kremasi Shivnandan Verma, suaminya.

Itulah sati merupakan simbol kestiaan tertinggi seorang istri kepada suaminya. Masih maukah istri-istri sekarang mengorbankan segalanya untuk suaminya???. Apakah praktek sati harus diterapkan lagi, jika melihat kenyataan-kenyataan sekarang, dimana banyak seseorang yang berstatus istri, malah selingkuh dan menyeleweng pada suaminya???, meskipun di sisi lain praktek sati tidak manusiawi, namun maknanya harus diresapi. Itulah sati simbol kesetiaan Istri kepada suaminya.

SEJARAH SATI

Sati, menurut seorang teolog Hindu terkemuka, memiliki akarnya di masyarakat Yunani kuno. Korban api mirip sati ada dalam masyarakat Jerman, Slavia dan ras lain di samping Yunani. Sangat mungkin praktek Sati datang ke India dalam tahun 1 AD. Melalui Kushana, sebuah ras Asia Tengah yang memerintah bagian barat laut India. Sati tidak pernah dipraktekkan di manapun di India Selatan. Bahkan di India Utara, ia dipraktekan kebanyakan di antara suku perang yang disebut Rajput yang merupakan keturunan dari Kushana, Saka dan Parthiana.

Suku bangsa Rajput adalah suku pahlawan perang Hindu yang sangat fanatik, yang senantiasa dalam peperangan melawan kaum muslim dan juga diantara mereka sendiri. Tampaknya bangsa Rajput ini memiliki banyak janda-janda muda yang mungkin akan menimbulkan masalah etik dan moral dalam masyarakat monogami. Dari pada mengijinkan seorang laki-laki, seperti orang Islam, memiliki lebih dari satu istri, kaum Rajput memakai cara mudah untuk menyelesaikan soal janda yang tidak diharapkan dengan Sati. Itulah satu-satunya alasan logis yang dapat kita ambil mengenai praktek Sati yang sangat menghebohkan ini.

Lihat foto lainnya:

















30,7 Persen Terumbu Karang Indonesia Terancam Punah

Terumbu karang di Raja Ampat
ayu Galih, Tommy Adi Wibowo
Terumbu karang di Raja Ampat(ANTARA/Rosa Panggabean)

VIVAnews
 - Terumbu karang merupakan ekosistem khas daerah tropis. Namun, keberadaan terumbu karang di perairan Indonesia terancam punah

Data 2011 yang dihimpun dari 1.076 stasiun pengamatan oleh Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan, hanya 5,58 persen terumbu karang dalam kondisi sangat baik dan 26,95 persen baik. Sisanya sebanyak 36,90 persen berkondisi cukup dan 30,76 persen kurang baik.

Kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan perlu solusi tepat. Pada 1998, pemerintah mendirikan Coral Reef Rehabilitation and Management Program (COREMAP) untuk menyelamatkan terumbu karang Indonesia.

Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Zainal Arifin, mengatakan, kerusakan terumbu karang ini akibat dari ulah para nelayan yang masih menggunakan teknik-teknik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, seperti bubu, lampara dasar, kelong, gillnet, racun, dan bom.
"Hal tersebut yang menyebabkan kerusakan terumbu karang terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini memprihatinkan, karena cara tersebut merusak terumbu karang dan hanya 5,48 persen terumbu karang di Indonesia dalam kondisi sangat baik," kata Zainal Arifin, ketika ditemui pada acara workshop Coral Reef Information and Training Center (CRITC) di Hotel Bintang, Jakarta, 1 November 2012.

Ia menambahkan, terumbu karang secara ekologi merupakan ekosistem yang berfungsi sebagai pelindung pantai, sumber perikanan, dan sumber nutrisi bagi biota yang hidup di dalamnya.

Sementara itu, dari sisi ekonomi, ekosistem ini merupakan sumber mata pencaharian bagi nelayan, penghasil kapur, bahan bangunan, dan dapat menghasilkan devisa bagi pengusaha wisata bahari. "Dari segi estetika, terumbu karang memiliki keindahan bawah laut yang dapat menjadi aset pariwisata," ucap Zainal.

Untuk melakukan penyelamatan terumbu karang ini, COREMAP LIPI melalui bidang Coral Reef Information and Training Center, melakukan pengumpulan data terumbu karang, baik primer yang melalui survei lapangan secara reguler serta data sekunder.

Data-data yang dikumpulkan oleh CRITC ini nanti akan digunakan untuk melestarikan terumbu karang. Seperti untuk membangun dan mengembangkan sistem informasi guna pengelolaan terumbu karang, mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian di bidang riset, monitoring, dan pengelolaan data maupun informasi.
Selain itu, untuk membangun jaringan informasi secara nasional dan internasional dalam pengelolaan terumbu karang serta sumber daya laut lainnya.

CRITC LIPI ini merupakan indikator keberhasilan program COREMAP LIPI dari aspek bio-fisik, sosial-ekonomi, dan perikanan. Hasil monitoring data CRITC pada terumbu karang ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk bidang sosial-ekonomi, pemanfaatan ikan berbasis masyarakat, pelatihan, riset agenda, edukasi, dan kawasan perlindungan laut.

Riset: Biksu Ini Orang Paling Bahagia di Dunia

Matthieu Ricard punya kapasitas otak maksimal untuk menampung kebahagiaan

  i

Apakah kebahagiaan itu dan apa parameternya, tak ada patokan pasti. Namun, sebuah studi yang dilakukan University of Wisconsin memperkuat dugaan banyak orang, bahwa rasa syukur dan keyakinan pada kekuatan Maha Mulia menjadi faktor seseorang menjadi bahagia.

Para peneliti menunjuk seorang pria asal Prancis, Matthieu Ricard sebagai orang yang pantas menyandang gelar paling bahagia didunia. Titik balik kehidupan pria 66 tahun itu terjadi 40 tahun lalu, saat ia meninggalkan dunia akademis, pindah ke India untuk belajar ajaran Buddha. Kini, ia menjadi orang kepercayaan Dalai Lama dan menjadi pemuka agama yang dihormati Barat.

Menurut para peneliti, meditasi yang rutin dilakukan Ricard setiap hari punya keuntungan lain selain tujuan spiritual, meningkatkan kapasitasnya untuk bahagia.

Bagaimana sains menemukan benang merah antara laku spiritual dengan kebahagiaan?

Ahli syaraf Richard Davidson memasang 256 sensor pada tengkorak kepala biksu tersebut di University of Wisconsin, sebagai bagian dari penelitian terhadap ratusan ahli meditasi.

Hasil pemindaian menunjukkan, saat meditasi, merenungkan tentang kasih sayang dan hakikat cinta, otak Ricard memproduksi level gelombang gamma -- yang berkaitan dengan kesadaran, perhatian, pembelajaran, dan memori. "Ini belum pernah dilaporkan sebelumnya dalam literatur ilmu syaraf," kata Davidson dikutip Daily Mail.

Pemindaian juga menunjukkan adanya aktivitas berlebih pada sisi kiri prefrontal cortex (otak bagian depan), dibandingkan sebelah kanan. Kondisi ini memberinya kapasitas luar biasa untuk kebahagiaan dan mengurangi kecenderungan yang negatif.
Hasil MRI Matthieu Ricard

"Kami telah 12 tahun mencari efek jangka pendek dan panjang aktivitas melatih pikiran melalui meditasi terhadap perhatian, kasih sayang, dan keseimbangan emosional," kata Davidson.

"Kami menemukan, hasil luar biasa pada praktisi yang telah melakukan 50.000 meditasi. Juga orang-orang yang bermeditasi selama 3 minggu, masing-masing 20 menit perhari, yang lebih masuk akal untuk dipraktikkan masyarakat awam di era modern."

Riset ini,  menunjukkan bahwa meditasi tak hanya duduk bersila di bawah pohon mangga, misalnya. "Namun mengubah secara drastis otak seseorang dan mengubah siapa dirinya.

Davidson yakin, meditasi bisa mengubah otak dan meningkatkan kebahagiaan, dengan cara yang sama seperti mengangkat beban dari otot tubuh.

Kuncinya: ketulusan

Sebagai biksu terkemuka dari Biara Shechen di Kathmandu, Ricard melewati alunan waktu di antara meditasi di tempat terpencil dan hening, melakukan riset ilmiah, menemani Dalai Lama sebagai penasihat saat perjalanan ke negara-negara berbahasa Prancis, dan menghadiri konferensi sains.

Ia juga menjadi pembicara dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, di tengah krisis finansial tahun 2009, berkata kepada para pemimpin dunia dan pemimpin bisnis, ini saatnya untuk mengakhiri keserakahan dan menggapai apa yang ia sebut sebagai "altruisme yang mencerahkan".

Ricard juga dianugerahi National Order of Merit dari negaranya, Prancis untuk kerja kerasnya melestarikan budaya Himalaya. Namun, karyanya dalam ilmu kebahagiaan mungkin yang mendefinisikannya sebagai yang terbaik.

Ricard melihat hidup sebagai sesuatu yang baik, menunjukkan kasih sayang, bukan sebagai perintah agama, tapi rute praktis untuk mencapai kebahagiaan.

"Cobalah tulus saat memeriksa, dan menginvestigasi jalan kebahagiaan itu," kata dia. "Ini yang coba diungkap dalam ajaran Buddha, bagaimana mekanisme kebahagiaan dan derita. Ini adalah ilmu tentang pikiran."

Usai Sandy, New York Hadapi Bahaya Diserbu Tikus


28 juta tikus hidup di 7 terowongan bawah tangan. Kebanyakan mati.

Kamis, 1 November 2012, 13:22Elin Yunita Kristanti
Sarang tikus terendam banjir akibat terjangan Sandy

Badai telah berlalu bagi warga Kota New York. Ketika penduduk baru saja menarik nafas lega, bersiap merapikan segala sesuatu yang porak poranda diterjang Sandy, mereka kembali harus menghadapi kengerian. Bukan lagi dari air, tapi jutaan tikus.

Tujuh terowongan kereta bawah tanah kota metropolitan itu dibanjiri air. Ikut merendam sarang-sarang tikus dan menewaskan banyak hewan pengerat itu. Kondisi ini memaksa para tikus yang bertahan hidup menyelamatkan diri ke jalanan Kota New York.

"Sebagian besar tikus yang bersarang di sana tenggelam," kata Herwig Leirs, ahli rodentologi dari University of Antwerp, Belgia.

Tikus-tikus punya kemampuan untuk berenang atau mengapung selama empat hari, namun kebanyakan dari mereka terjebak dalam kondisi tanpa udara di pipa-pipa atau celah saat berusaha menggapai wilayah yang lebih tinggi. Atau diterjang derasnya air.

"Tikus yang terbawa arus tak akan kuat untuk berenang ke permukaan dan bernafas. Atau mereka akan terjebak di sebuah ruangan tertutup dan tak mampu berenang melawan arus.

Bayi tikus lebih rentan. Mereka niscaya binasa jika induknya tidak menyelamatkan mereka. Demikian menurut ahli rodentologi Robert M. Corrigan, yang bekerjasama dengan Pemerintah New York untuk menanggulangi wabah pes. Mereka yang lolos dari maut juga terancam mati kecuali bisa menemukan lokasi yang aman dengan banyak makanan.

Jika air bisa dipompa keluar dengan cepat, tikus-tikus itu akan tetap berada di habitatnya, di bawah tanah. Banjir justru membawa banyak sampah sehingga tikus bisa berpesta di bawah sana.

Namun, jika air tetap menggenang selama beberapa hari, banyak binatang itu akan naik ke permukaan. Puing-puing bercampur sampah di jalanan New York akan menyediakan banyak makanan dan tempat tinggal bagi para tikus yang selamat. "Setidaknya selama beberapa hari ini, tikus-tikus itu bakal makin nekat dan berani," kata dia.

Hewan pengerat juga menjadi masalah di New Orleans setelah Badai Katrina menyapu wilayah itu pada tahun 2005, menimbulkan sampah bertumpuk yang menjelma jadi sarang tikus di bangunan rusak. Sementara Badai Isaac menyapu ribuan tikus mati, bangkainya yang membusuk menyebabkan bahaya kesehatan di  Mississippi.

Risiko bahaya
Sebanyak 28 juta tikus dilaporkan hidup dalam kegelapan, di terowongan kereta bawah tanah yang lembab Kota new York. Meski belum ada data resminya. Apakah tikus pasca banjir menimbulkan risiko kesehatan pada manusia, akan tergantung seberapa cepat air menguap dan kru kereta bawah tanah membersihkan terowongan.

Tikus bisa menyebabkan penyakit leptospirosis, infeksi bakteri yang memicu demam, mual, bahkan dalam beberapa kasus, meningitis. Jika urin tikus tercampur dengan air dan mengenai kulit seseorang yang mengalami luka, luka itu bisa terinfeksi.

Menurut Leirs, para kru yang memperbaiki terowongan mungkin akan menjumpai ribuan tikus mati. Namun puing kota yang tersapu hingga ke terowongan bawah tanah lebih layak dikhawatirkan.

"Saya yakin mereka akan menemukan hal-hal yang jauh mengerikan daripada tikus mati," kata Leirs. Jasad manusia, mungkin.