Showing posts with label luar negeri. Show all posts
Showing posts with label luar negeri. Show all posts

Monday, 9 December 2013

Singapura Diguncang Kerusuhan, Belasan Orang Terluka

Kerusuhan di Distrik Little India, Singapura, Minggu 8/12/2013.
Sebuah kerusuhan mengguncang Distrik Little India, di Singapura, pada Minggu malam, 8 Desember 2013 waktu setempat. Aksi huru hara dipicu oleh sekelompok pekerja imigran asal Bangladesh dan India yang emosi melihat seorang warga India tewas akibat ditabrak sebuah bus.

Laman Asia One, Senin 9 Desember 2013 melansir akibat peristiwa kerusuhan tersebut, sebanyak 18 orang terluka dan lima mobil termasuk sebuah ambulans ikut hancur akibat menjadi sasaran amukan massa.

Dalam sebuah video yang dipajang di media sosial, ditampilkan dua mobil polisi yang tengah dibalikkan oleh sekelompok massa.

Menurut pernyataan seorang petugas polisi usai melihat seorang pria India berusia 33 tahun menjadi korban kecelakaan lalu lintas, sekitar ratusan orang langsung menyemuti lokasi.

Mereka menyerang bus dan kendaraan milik polisi, begitu tiba di lokasi kecelakaan. Kendati sebanyak 18 orang dilaporkan terluka, namun tidak ada di antara mereka yang mengalami luka serius.

Sementara sebanyak 27 pekerja asing ditahan polisi akibat berbuat kerusuhan di Singapura. Apabila terbukti bersalah, maka mereka dapat dibui selama tujuh tahun di balik jeruji besi dan menerima hukuman cambuk.

Peristiwa kerusuhan ini turut menyita perhatian Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong. Dalam akun Twitternya, Lee menulis tidak ada alasan bagi pelaku untuk berbuat tindakan kekerasan demikian.

"Kejadian apa pun yang menyebabkan peristiwa kerusuhan, tidak ada alasan untuk berbuat rusuh, merusak dan bertindak kriminal," tulis Lee.

Lee pun menyebut bahwa pihaknya akan segera mengidentifikasi pelaku dan menghukum mereka sesuai dengan aturan yang berlaku di Singapura.

Peristiwa kerusuhan yang terjadi di Negeri Singa pada Minggu malam kemarin, merupakan yang terparah sejak peristiwa serupa terjadi tahun 1969 silam. Kerusuhan di tempat umum, sangat jarang terjadi di Singapura lantaran pengawasan yang sangat ketat dari Pemerintahnya.

"Menurut saya, peristiwa yang terjadi semalam sangat tidak dapat ditoleransi," ujar Komisioner Polisi Singapura, Ng Joo Hee.

Menurut Ng, kerusuhan dan aksi pengrusakan bukanlah cara yang selama ini berlaku di sana.

Namun, di saat yang bersamaan, Pemerintah Singapura tidak dapat mengelak bahwa negaranya sangat bergantung kepada tenaga kerja asing, khususnya buruh dari kawasan Asia Tenggara. Mereka umumnya bekerja di beberapa sektor seperti konstruksi.

Setelah Nelson Mandela Berpulang

Nelson Mandela
Berita Kamis malam itu mengejutkan Afrika Selatan (Afsel) dan dunia. Nelson Mandela tutup usia di rumahnya di Johannesburg. Warga langsung tumpah ruah ke jalan-jalan, isak tangis membahana di seantero negeri.

Warga -beberapa hanya mengenakan piyama- berbondong-bondong datang ke rumah Mandela di distrik Houghton usai berita kematian tersebar pukul 20.50. Mereka menyalakan lilin, menangis, dan berdoa. Beberapa terlihat menari, bukan berduka, melainkan merayakan kehidupan mantan presiden Afsel itu.

"Dia adalah ikon perdamaian. Dia berjuang untuk negeri ini, untuk rakyat, saya sangat menghormatinya. Kematiannya adalah kehilangan besar bagi negeri ini," kata seorang warga kepada kantor berita Sky News, Jumat 6 Desember 2013.

Tidak hanya di Afsel, orang-orang juga berkumpul di beberapa kota di dunia. Salah satunya di Lapangan Trafalgar di London, Inggris, dan di depan patungnya di Washington, Amerika Serikat.

Sesaat setelah pengumuman kematian oleh Presiden Jacob Zuma, ucapan belasungkawa berdatangan dari para pemimpin dunia. Di PBB, Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon melakukan hening cipta. "Mandela adalah raksasa keadilan dan inspirasi yang merakyat," kata Ban, dikutip CNN.

Di Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat Barack Obama tidak ketinggalan mengucapkan dukanya. Banjir ucapan selamat terus berdatangan. Mulai dari pemimpin negara hingga para selebritis dan atlet terkenal dunia.

Indonesia juga tidak ketinggalan. Ucapan belasungkawa disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.

Menurut kantor berita SAPA, jasad pria berusia 95 tahun ini telah dipindahkan ke rumah sakit militer di Pretoria. Dia rencananya akan dibalsem untuk dua-tiga hari ke depan. Upacara mengenang Mandela di stadion bola Johannesburg.

Barulah pekan depan -antara Jumat atau Sabtu- tokoh anti apartheid ini akan diterbangkan untuk dikuburkan di kampung halamannya, Qunu. Sementara itu, bendera setelah tiang akan terus berkibar di Afsel.

Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi Mandela memang terus menurun. Juni lalu, dia dilarikan ke rumah sakit akibat infeksi paru-paru, kondisinya kritis. Dia dipindahkan ke rumahnya pada 1 September lalu. Kamarnya disulap menjadi unit perawatan intensif (ICU), dengan alat penopang kehidupan yang terus bekerja.

Penyakit paru ini telah diidapnya sejak di penjara Pulau Robben, tempatnya mendekam selama 27 tahun.

Lahir pada 18 Juli 2918 di klan Madiba di kota Mvezo, Mandela kecil diberi nama Rolihlahla, yang dalam istilah Xhosa, berarti "pembuat kekacauan". Nama Nelson disematkan oleh guru SD Qunu tempatnya belajar.

Dia sempat kuliah di Universitas College of Fort Hare mengambil jurusan sejarah. Namun dikeluarkan akibat terlibat unjuk rasa. Dia kemudian meraih gelar sarjana hukum di Universitas Afrika Selatan dan kembali ke Fort Hare untuk ikut prosesi wisuda di tahun 1943.

Mandela kabur ke Johannesburg tahun 1941 karena ingin dikawin paksa. Di kota ini, penggemar tinju ini kuliah di Universitas Witwatersrand mengambil jurusan hukum tahun 1943. Dia keluar dari kampus itu tahun 1948 karena kekurangan biaya.

Di kampus dengan beragam etnis itu, Mandela melihat situasi Afrika yang radikal, liberal, rasis dan diskriminatif. Dari sinilah sikap anti apartheidnya muncul.

Setelah serangkaian demonstrasi dan aksi, dia divonis seumur hidup pada Pengadilan Rivonis tahun 1962 karena percobaan menggulingkan pemerintahan. Dia dibebaskan tahun 1990 berkat lobi internasional dan desakan dari dalam negeri.

Tahun 1993, bersama dengan Presiden Afsel kala itu F.W. de Klerk, Mandela meraih penghargaan Nobel perdamaian atas perannya menghapuskan sistem dominasi kulit putih dan diskriminasi kulit hitam, apartheid.

Pria yang gemar memakai baju batik -atau disebut Madiba shirt di Afsel- ini terpilih jadi presiden pada tahun 1990 hingga 1999. Usai kepemimpinannya, Mandela mengumpulkan para pemimpin dunia di bawah bendera The Elders. Selain itu, dia juga kerap turun membantu Afsel mengatasi penyebaran AIDS dan mempromosikan perdamaian dunia.

Saat menjabat presiden, dia disenangi karena kelugasannya dalam bersikap. Salah satunya saat mengkritik kebijakan George W Bush di Irak saat Presiden AS itu berkunjung ke Afsel tahun 2003. Dia mengatakan bahwa Bush adalah "presiden yang tidak bisa berpikir dengan benar."

Dicap Teroris

Kendati hubungan dengan Amerika dan Inggris terlihat baik-baik saja, namun ironisnya Mandela ternyata dicap teroris oleh dua negara itu. Label teroris ini baru dicabut Inggris pada tahun 2006 dan Amerika tahun 2008.

Masuknya Mandela dalam daftar teroris Barat tahun 1980an karena kepemimpinannya dalam UmKhonto we Sizwe (MK), sayap militan ANC (Kongres Nasional Afrika). Selain itu, dia juga dicap komunis karena Uni Soviet sangat dekat dengan ANC. Partai Komunis Afrika Selatan juga merupakan sekutu dekat ANC.

Tahun 1961, MK melakukan serangan bom dan sabotase terhadap fasilitas pemerintahan apartheid. Dalam pengadilannya, Mandela mengaku bersalah atas 156 kekerasan publik, termasuk pengeboman, salah satunya di stasiun kereta Johannesburg yang menewaskan orang tidak berdosa.  Mandela dipenjara 27 tahun akibat tindakan tersebut.

"ANC adalah tipikal organisasi teroris. Semua orang yang berpikir partai ini akan menjalankan pemerintahan di Afrika Selatan berarti mereka telah hidup di negeri dongeg," kata Perdana Menteri Inggris kala itu, Margaret Thatcher tahun 1987.

Kendati masa lalunya yang kelam, namun di bawah Mandela, ekonomi Afsel mengalami kemajuan. Mandela yakin betul, perekonomian yang kuat berhubungan erat dengan perkembangan politik negara. Berakhirnya sistem apartheid berarti terbukanya kesempatan yang luas bagi warga kulit hitam untuk bekerja.

Pertumbuhan ekonomi Afsel meningkat dari kurang dari 1,5 persen dari tahun 1980 dan 1994, menjadi 3 persen dari 1995 ke 2003. Pendapatan rata-rata warga kulit putih Afsel meningkat 62 persen dari 1993 hingga 2008, menurut ahli ekonomi dari Universitas Cape Town Murrah Leibbrandt.

Peningkatan pendapatan terbesar dialami oleh warga kulit hitam dalam periode yang sama, yaitu 93 persen. Kesempatan memperoleh pendidikan juga meningkat. Jumlah angka pelajar meningkat dari 50 persen menjadi 70 persen dari 1994 hingga 2005.

Afsel juga menjadi mitra penting bagi negara tetangga. Investasi regional di Afsel saja sekitar 70 persen. Impor meningkat dari US$16,3 miliar tahun 1993 menjadi US$68,7 miliar tahun 2006.

Namun dia punya kesalahan fatal karena lambat dalam kampanye penanganan HIV/AIDS yang mengurangi peluang hidup rakyat Afsel. Tahun 1993, hanya empat persen dari wanita hamil HIV positif di negara itu. Jumlah ini meningkat 28 persen 10 tahun kemudian. Sekarang satu dari 10 populasi di negara itu HIV-positif.

Selepas Mandela

Namun kemajuan ekonomi Afsel tidak dirasakan seluruh rakyat. Pengentasan diskriminasi di negara itu ternyata belum juga usai. Jurang pemisah antara kulit hitam dan putih masih lebar.

Walaupun dalam sepuluh tahun terakhir Afsel kerap menggembar-gemborkan keseimbangan di bawah jargon "memperkuat ekonomi kulit hitam", namun nyatanya negara ini masih merupakan salah satu yang paling timpang masyarakatnya. Kulit putih masih mendominasi perekonomian.

Tahun 1993, pendapatan kulit putih sembilan kali lipat lebih besar dari kulit hitam. Tahun 2008, jumlah ini hanya turun sedikit, kurang dari delapan kali lipat lebih besar.

Reuters menuliskan, satu dari tiga orang kulit hitam adalah pengangguran. Sementara hanya satu dari 20 kulit putih yang menganggur.

Program pengentasan kemiskinan juga berjalan lambat. Hanya enam persen rumah kulit putih yang tidak dialiri air bersih. Sementara sepertiga warga etnis Afrika tidak memiliki akses air.

Ketimpangan bahkan bisa terlihat di pemukiman tempat Mandela tinggal di Houghton. Rumah-rumah orang kaya di wilayah itu kebanyakan milik kulit putih. Kulit hitam, hanya jadi pembantu, satpam atau tukang kebun.

"Mandela melakukan terlalu jauh dalam berbuat baik pada komunitas non-hitam, bahkan di beberapa kasus mengorbankan kulit hitam. Itu terlalu baik," kata Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe dalam dokumenter yang ditayangkan stasiun televisi Afsel Mei 2013 lalu.

Setahun terakhir, Afsel dilanda mogok kerja besar para karyawan industri pertambangan dan manufaktur, menyebabkan pertumbuhan GDP tersendat. Kuartal ketiga tahun ini, ekonomi Afsel hanya tumbuh 0,7 persen dari kuartal sebelumnya. Bandingkan dengan pertumbuhan 3,2 persen di kuartal kedua.

"Mandela terus mengatakan: 'Saya di sini untuk rakyat, saya adalah pelayan negara.' Tapi apa yang dia lakukan? Dia tandatangani dokumen yang memperbolehkan kulit putih menguasai tambang dan pertanian. Dia tidak melakukan apapun untuk orang miskin di negara ini," kata warga, Majozi Pilane, 49.

Hal ini juga disampaikan oleh mantan istrinya sendiri, Winnie Madikizela-Mandela, dalam wawancara tahun 2010 dengan penulis buku V.S. Naipaul. Dia mengatakan, Mandela berubah setelah menjalani hukuman penjara 27 tahun.

"Mandela masuk penjara saat menjadi revolusioner muda yang membara. Tapi coba lihat dia sekarang. Mandela mengecewakan kita. Dia menyetujui kesepakatan yang buruk bagi kulit hitam. Secara ekonomi kita (kulit hitam) masih tertinggal. Ekonomi hanya untuk kulit putih," kata Winnie.

Mandela bukanlah malaikat. Tapi tidak bisa dipungkiri, sosoknya jadi kebanggaan dan pahlawan pembela orang yang termarjinalkan. Ketiadaan Mandela di samping mereka, dikhawatirkan akan membuat jurang pemisah hitam dan putih semakin dalam.

"Sekarang tanpa Madiba, saya seperti tidak lagi punya kesempatan. Orang kaya akan semakin kaya, dan melupakan kami. Orang miskin diabaikan. Lihat politisi kita sekarang, mereka tidak ada yang seperti Madiba," kata Joseph Nkosi, 36, warga Alexandra, Johannesburg.

Menjawab rasa pesimistis ini, mantan uskup Cape Town Desmond Tutu mengatakan bahwa sikap pwesimistis itu malah merendahkan warisan Mandela.

"Mengatakan bahwa Afrika Selatan mungkin akan kacau -seperti yang diprediksi beberapa orang- akan merusak warisan Madiba," kata Tutu dalam pernyataannya.

"Matahari akan tetap terbit besok, lusa dan seterusnya. Mungkin memang tidak seterang kemarin, tapi kehidupan harus terus berjalan," lanjutnya.

BANGKOK MENGGOYANG KELUARGA THAKSIN


Lebih dari tujuh tahun ini tampuk kekuasan di Thailand adalah kursi yang panas. Pada September 2006, Thaksin Shinawatra digulingkan militer lewat kudeta tak berdarah.  Sekutu dekatnya, Samak Sundaravej, dan adik iparnya, Somchai Wongsawat, dipecat oleh Mahkamah Konstitusi. Mereka dituding  menyalahgunakan kekuasaan.

Lalu, pada 2010, politisi Partai Demokrat, Abhisit Vejjajiva, diganggu unjuk rasa berdarah dari para simpatisan Thaksin.  Setahun kemudian, dia kalah telak oleh Yingluck Shinawatra. Kini giliran Yingluck pula, yang tak lain adik kandung Thaksin itu, digoyang kubu oposisi di parlemen. Jalanan di Bangkok kembali membara oleh  aksi protes.

Pertikaian politik intensif sejak 2006 itu menggambarkan terpecahnya rakyat Thailand dalam dua kubu.  Konflik itu selalu terkait dengan Thaksin. Kubu anti Thaksin, yang populer disebut "Kaos Kuning" berseteru dengan kubu pro Thaksin, dengan ciri "Kaos Merah."

Di negeri gajah itu, sang raja kian sepuh. Di usia 86 tahun, tubuh Raja Bhumibol Adulyadej tampak begitu ringkih mengatasi perpecahan itu. Untunglah, rakyat masih hormat padanya, juga kedua kubu yang berseteru. Jika pada 5 Desember lalu bukan ulang tahun raja, maka aksi protes akan kian menggila. Tapi semua libur pada hari itu, juga para demonstran.

Dalam pesannya, Raja Bhumibol meminta rakyat tetap bersatu. Tapi  ia tak memberi jalan keluar bagi konflik. Ia tak juga memberi dukungan khusus kepada pemerintah untuk melawan demonstrasi anti-Yingluck.

Kini, perempuan berusia 46 tahun itu terancam digulingkan dari jabatannya. Ia membuat keputusan "blunder", yaitu mengajukan rancangan amnesti kepada Thaksin dari hukuman penjara akibat kasus korupsi yang dijatuhkan hakim pengadilan di Thailand pada 2008.  Thaksin kini kabur ke luar negeri. Jika amnesti itu lolos, maka ia bisa melenggang kembali pulang 

Itu sebabnya, kubu oposisi menuding Yingluck sebagai "boneka" Thaksin.  Tuduhan itu ada dasarnya. Yingluck memang tak punya pengalaman sebagai politisi. Tapi ia melejit cepat hingga menjadi perdana menteri. Bagi oposisi, Yingluck menang akibat campur tangan Thaksin di luar negeri. Si abang masih punya pengaruh dan jaringan kuat di elit politik dan para pemilih Thailand.

Melalui Yingluck, Thaksin diduga mengatur politik Thailand. "Rakyat pemilih tidak tahu bagaimana Yingluck akan bekerja, karena dia hanya akan mendengarkan suara kakaknya lewat telepon. Dia akan menjadi boneka, yang mendatangkan kerugian besar bagi dia sendiri," kata Deputi Perdana Menteri Sutheb Thaugsuban jelang Pemilu Mei 2011, seperti dikutip harian berbahasa Inggris yang berpengaruh di Thailand, The Nation.

Dua tahun kemudian, Sutheb memimpin aksi jalanan mengganyang Yingluck. Dia sengaja mundur sebagai anggota parlemen dari Partai Demokrat yang beroposisi untuk bisa leluasa beraksi. Hingga saat ini Sutheb dan massanya masih menuntut Yingluck mundur.

Namun, Yingluck masih percaya diri dan tidak memenuhi tuntutan demonstran. "Apa pun yang dapat saya lakukan demi membuat rakyat bahagia, akan saya lakukan. Namun, sebagai Perdana Menteri, apa saya lakukan harus sesuai dengan konstitusi yang berlaku di negara ini," ujar Yingluck.   

Keluarga Terpandang

Yingluck lahir dan besar di keluarga kaya dan terpandang. Sebagai anak bungsu, anak politisi lokal di Chiang Mai itu tinggal menjalankan dan mengikuti saja apa yang sudah dirintis orang tua dan kakak-kakaknya, terutama Thaksin.

Ia mendapat gelar sarjana politik di Universitas Chiang Mai pada 1988, dan tiga tahun kemudian gelar magister ilmu sistem informasi manajemen dari Universiyas Kentucky State, Amerika Serikat.  Yingluck tidak langsung terjun ke gelanggang politik. Dia dikaryakan membantu bisnis keluarga, dengan menempati sejumlah jabatan strategis di perusahaan yang dikuasai kakaknya, Thaksin.

Harian The Nation mengungkapkan Yingluck pernah menjadi general manager dan Deputi Kepala Eksekutif Korporat (CEO) di Rainbow Media, yaitu anak perusahaan International Broadcasting Corporation. Kemudian dia dipromosikan jadi CEO Advanced Info Service (AIS), operator ponsel terbesar di Thailand  


Yingluck pernah pula menjadi Direktur Pelaksana SC Asset Co Ltd., yaitu perusahaan pembangunan properti milik keluarga Shinawatra. Dia menguasai sebagian saham Shin Corporation, perusahaan induk AIS yang akhirnya dijual ke Temasek Holdings.

Itulah sebabnya banyak pihak di Thailand ragu bahwa keterlibatan Yingluck dalam gelanggang politik bukan karena ambisi pribadi. Ia seperti dikirim oleh kakaknya ke gelanggang politik.  Yingluck hadir, setelah Thaksin dikudeta oleh militer pada September 2006, dan dihukum penjara dua tahun oleh pengadilan di Bangkok atas kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan pada Oktober 2008.

Walau harus kabur ke luar negeri untuk menghindari vonis hakim, pengaruh politik Thaksin masih besar. Dia masih punya basis dukungan di pedesaan, terutama di kampung halamannya, di Thailand bagian utara, termasuk Chiang Mai. Thaksin pun mendorong sekutu dan anggota keluarganya untuk bertarung di gelanggang politik.

Setelah partainya, Thai Rak Thai, dibubarkan, Thaksin mensponsori partai pimpinan adik iparnya, Somchai Wongsawat, yaitu Kekuatan Rakyat. Para pengikut dan sekutu Thaksin langsung beralih ke partai itu. Somchai akhirnya ditunjuk Mahkamah Konstitusi menjadi PM baru Thailand pada September 2008, menggantikan Samak Sundaravej, sekutu Thaksin yang harus mundur karena memiliki pekerjaan lain selama jadi perdana menteri.

Namun, Somchai dan partainya pun bermasalah karena terkait politik uang. Pada Desember 2008, dipecat dari jabatan PM dan partainya pun dibubarkan. Posisi PM pun diisi politisi Partai Demokrat, Abhisit Vejjajiva, yang berseberangan dengan kubu Thaksin.

Pada titik inilah Yingluck dilibatkan ke politik. Para pendukung Thaksin perlu figur baru. Mereka lalu membentuk Partai Pheu Thai, yang berarti Partai Bagi Rakyat Thailand. Masih muda, perempuan, terlihat polos, dan cantik sudah menjadi modal cukup bagi Yingluck meneruskan pengaruh politik kakaknya . Walau tak berpengalaman politik, senyumnya yang khas mampu mengundang daya tarik para pemilih, baik tua maupun muda. 

Menurut laman harian Thailand, Matichon, Yingluck diminta untuk memimpin partai Pheu Thai. Tawaran itu dia tampik karena lebih tertarik mengurus bisnis sehingga dia minta orang lain saja yang pimpin.

Tidak heran, menurut laporan diplomatik ke Washington DC yang bocor di laman WikiLeaks, dalam percakapan pada 9 September 2009 dengan Duta Besar AS untuk Thailand saat itu, Eric John, mantan deputi perdana menteri yang juga sekutu dekat Thaksin, Sompong Amornvivat, mengaku tidak melihat ada peran yang besar bagi Yingluck di Partai Pheu Thai. Lagipula Thaksin sendiri, ungkap Sompong, tak ingin mengorbitkan Yingluck di partai. Yingluck pun tampak kurang meyakinkan untuk serius menjadi politisi.

Namun, skenario itu berubah. Berdasarkan laporan yang dikirim ke Departemen Luar Negeri AS tertanggal 25 November 2009, yang juga bocor di WikiLeaks, Dubes John mencatat hasil suatu pertemuannya dengan Yingluck. Berbeda dengan pertemuan-pertemuan terdahulu, Yingluck kali ini tampil lebih siap menjabarkan operasi, strategi, dan tujuan partai saat bertemu dengan John. 

"Seseorang bisa dengan mudah tampil belakangan untuk mengambil alih kepemimpinan partai dan mengabdi sebagai perdana menteri berikut," kata Yingluck saat itu, seperti dikutip dalam laporan diplomatik AS yang bocor. Pada 16 Mei 2011, Yingluck bersedia dan terpilih menjadi kandidat utama dari Partai Pheu Thai untuk menantang PM Abhisit pada Pemilu di tahun itu.       

Di sinilah peran kakaknya terlihat, seperti yang dia kemukakan dalam wawancara yang dimuat harian Bangkok Post, 17 Mei 2011. Bagi Thaksin, Yingluck mirip dengan dia.

"Beberapa pihak berkata dia adalah calon saya [untuk menjadi PM]. Itu tidak benar. Namun bisa dikatakan Yingluck adalah kloningan saya," kata Thaksin saat itu. "Hal penting lain, Yingluck adalah adik saya dan dia bisa membuat keputusan untuk saya. Dia bisa bilang 'ya' atau 'tidak' atas nama saya," kata Thaksin.

Maka, didukung para politisi pendukung Thaksin dan kuatnya loyalitas rakyat di pedesaan dan kawasan utara Thailand atas klan Shinawatra, Partai Pheu Thai pun menang telak menguasai 265 dari 500 kursi di parlemen pada Pemilu 2011. Pada 6 Agustus 2011, Yingluck pun bertahta sebagai perdana menteri perempuan pertama di Thailand. 

Tugas pertama PM Yingluck adalah berupaya menghapus keraguan sebagian publik dan media massa akan kemampuannya menjalankan roda pemerintahan. Namanya tidak populer sebelum mencalonkan diri sebagai kandidat dari Partai Pheu Thai.

"Keluarga saya itu adalah keluarga politisi, dan saya punya pengalaman dalam bisnis serta telah mengelola sebuah perusahaan terdaftar di bursa saham selama 20 tahun. Jadi saya akan menggunakan dua kompetensi itu membantu Thailand jadi maju, terutama ekonominya," kata Yingluck dalam wawancara dengan stasiun berita BBC tak lama setelah menang pemilu.  

Selain mengandalkan pesona pribadi beserta jaringan yang dibangun para sekutu dan binaan kakaknya, janji-janji kampanye Yingluck juga mengundang daya tarik para pemilih. Salah satu janjinya, seperti dikutip Xinhua, adalah memberi perangkat komputer gratis kepada sekitar satu juta anak sekolah, dan menaikkan upah minimum bagi pekerja.

Yingluck pun saat itu berjanji mengupayakan rekonsiliasi nasional. Artinya tidak menaruh dendam kepada pihak-pihak yang telah mengkudeta Thaksin, maupun yang mendukung dia digulingkan dari kekuasaan. Dia yakin, setelah bertahun-tahun dilanda krisis politik, rakyat akan mempercayai dia untuk mengembalikan stabilitas nasional.

"Selama kita bersama-sama memecahkan masalah, saya berharap rakyat Thailand akan memberi saya kesempatan membuktikan diri, dan menunjukkan sikap tulus saya," kata Yingluck.     

Sejak menjadi perdana menteri, tampaknya Yingluck mampu membawa pemerintahannya berjalan mulus. Termasuk menangani bencana banjir nasional, yang menewaskan lebih dari 500 jiwa, dan menggenangi seperlima dari Ibu Kota Bangkok.

Pada awal 2012, seperti diberitakan BBC, PM Yingluck meluncurkan anggaran kompensasi kepada para korban akibat kerusuhan politik, antara kubu kaos merah dengan kaos kuning. Ini termasuk uang duka sekitar US$63 juta kepada keluarga korban tewas dalam bentrokan berdarah di Bangkok beberapa waktu sebelumnya, dan juga kepada mereka yang terluka, atau ditahan secara tidak adil.

Di awal-awal pemerintahannya, Yingluck pun tampak menjalin hubungan baik dengan dua pihak yang sangat penting di Thailand, yaitu keluarga kerajaan dan militer. Namun, beberapa kebijakan pemerintahannya mulai dipertanyakan. Salah satunya adalah kebijakan subsidi beras.

Subsidi itu berupa berupa program pemerintah membeli beras dari para petani di atas harga pasar. Tujuannya mendongkrak pendapatan di pedesaan. Tapi, subsidi itu justru memukul ekspor beras, yang menjadi salah satu andalan Thailand mendatangkan devisa.

Amnesti

Kebijakan fatal bagi pemerintahan Yingluck adalah mengajukan rancangan undang-undang amnesti. Undang-undang itu berupa pengampunan bagi mereka yang dipidana dalam rangkaian kekerasan politik semenjak kudeta atas PM Thaksin, termasuk mereka yang dipenjara akibat kerusuhan berdarah di Bangkok pada 2010.

Undang-undang itu disetujui oleh DPR, yang dikuasai Partai Pheu Thai pada 1 November 2013, sebelum akhirnya ditolak di tingkat Senat sepuluh hari kemudian. Namun, undang-undang ini mengundang kemarahan dari kubu oposisi yang digalang Partai Demokrat di parlemen, dan memicu kembalinya aksi protes di Bangkok.

Bagi kelompok oposisi, proposal Yingluck itu adalah skenario membebaskan Thaksin dari pidana, sehingga bisa pulang ke negaranya tanpa harus dipenjara atas kasus korupsi. "Intinya, hukum amnesti itu bertujuan membebaskan Thaksin dari kesalahan yang dia lakukan, menghapuskan hukumannya, sekaligus melapangkan jalan bagi dia untuk pulang," kata mantan PM Abhisit Vejjajiva, yang kini jadi pemimpin kubu oposisi di parlemen, seperti dikutip Xinhua.

Di jalanan, aksi protes digalang oleh mantan wakil perdana menteri Suthep Thaugsuban, politisi Partai Demokrat mengundurkan diri dari anggota parlemen. Aksi di Bangkok ini membuat repot pemerintah, dan berlanjut ke bentrokan berdarah yang menewaskan empat orang pada 1 Desember 2013.

Para pemrotes juga menuntut Yingluck segera mundur dari jabatan PM, dan menggelar Pemilu baru. Selama menunggu pemilu, mereka pun menuntut DPR, yang dikuasai Partai Pheu Thai, diganti oleh Dewan Rakyat untuk dihuni orang-orang non partai politik.

Tuntutan itu tidak dipenuhi Yingluck. Dia bersedia mundur, tapi tidak dengan cara yang diinginkan para demonstran jalanan. " Sebagai Perdana Menteri, apa saya lakukan harus sesuai dengan konstitusi yang berlaku di negara ini," ujar Yingluck. Sebaliknya Suthep dan para pendukungnya bertekad tak akan berhenti bila tuntutan tidak dipenuhi. 

Yang tampak kemudian adalah sebuah jalan buntu. Kedua pihak belum mau berdialog. Para pengamat mengatakan, situasi ini meperburuk krisis politik di Thailand, dan membuat masyarakat terus terbelah.

Profesor Thitinan Pongshudirak dari Universitas Chulalongkorn menilai bila kubu Suthep berhasil menyingkirkan Yingluck lewat aksi jalanan, situasi malah akan berbahaya. Siapapun PM baru pasti akan digoyang pula oleh aksi unjuk rasa dari para pendukung Yingluck, maupun Thaksin seperti pada aksi berdarah 2009 dan 2010.

"Bila Suthep berhasil, bakal ada banyak masalah di Thailand," kata Thitinan seperti dikutip Xinhua. "Bila Yingluck selamat, memang tetap akan ada masalah. Namun, pada akhirnya bisa teratasi dengan dikembalikannya mandat kepada rakyat," ujar dia. Pemilu damai mungkin jalan keluar tercepat.  Tapi, itu baru solusi jangka pendek. Sebuah pemecahan jangka panjang, belum lagi terbayang. 

Mirip semacam kutukan, di negeri gajah itu, tahta perdana menteri adalah sebuah kursi yang panas.


Saturday, 9 February 2013

Dituduh Sebagai Penyihir, Ibu Muda di Papua Nugini Dibakar. Dia dituduh membunuh seorang bocah enam tahun dengan guna-guna.

Ilustrasi orang terbakar
Seorang ibu muda di Papua Nugini dibakar hidup-hidup oleh warga setempat karena dituduh membunuh seorang bocah enam tahun dengan ilmu sihir. Sebelum dibakar, dia diseret dari pondok tempat dia tinggal, ditelanjangi dan disiksa dengan besi panas berwarna putih.

Korban bernama Kepari Leniata (20 tahun) lalu digiring ke tempat pembuangan sampah terdekat. Dalam keadaan tangan dan kaki terikat, warga lalu menyirami tubuh Leniata dengan bensin dan dia pun dibakar hidup-hidup.

Leniata berteriak kesakitan, namun bukannya ditolong, warga malah terus menyirami bensin ke seluruh tubuh ibu muda tersebut.

Peristiwa ini terjadi di Paiala, dataran tinggi Papua Nugini. Dilansir harian Daily Mail pekan ini, kejadian tersebut bermula ketika salah satu bocah tetangga Leniata jatuh sakit pada Selasa pagi. Dia mengeluh nyeri di bagian perut dan dada.

Tetangganya itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Mount Hagen untuk diobati, namun tewas beberapa jam kemudian. Kerabat bocah itu curiga keluarganya tewas akibat ilmu sihir karena mereka melihat dua wanita pergi bersembunyi di balik hutan.

Setelah dilacak, kedua wanita itu mengaku mereka sedang mempelajari sihir, namun menolak jika dikatakan membunuh bocah itu. Warga kemudian mengatakan Leniata lah yang bertanggung jawab atas kematian tetangganya itu.

Keluarga sang bocah lantas menyambangi pondok tempat Leniata tinggal pukul 07.00 waktu setempat di hari Rabu. Mereka kemudian menelanjangi Leniata dan menyiksanya hingga tewas.

Ironisnya peristiwa tersebut malah ditonton oleh banyak orang. Alih-alih membantu, mereka malah mematung dan menonton ibu dua anak itu dibakar hidup-hidup.

Pemerintah Mengecam

Polisi Papua Nugini segera menggelar investigasi pembunuhan dan siap menahan siapa pun yang terlibat. Api yang tadi masih menyala langsung dimatikan oleh warga.

Reaksi keras kemudian datang dari berbagai kalangan, termasuk salah satu di antaranya, Perdana Menteri, Peter O'Neill. Dalam pernyataannya Kamis lalu dia bersumpah akan mengadili si pelaku. "Tidak seorang pun yang mampu melakukan tindakan sebiadap itu di dalam masyrakat kita," tegasnya.

Lebih lanjut O'Neill mengatakan pembunuhan barbar terhadap wanita, kaum lansia dan lemah dengan tuduhan memiliki ilmu sihir merupakan perbuatan tercela.
Pernyataan senada datang dari Kepala Uskup Gereja Lutheran yang mengutuk perbuatan keji itu. Dia meminta pemerintah untuk segera memberlakukan hukum demi menghentikan perbuatan itu.
"Sudah banyak orang tak berdosa dan tak berdaya yang terbunuh akibat dituduh memiliki ilmu sihir. Namun perbuatan seperti itu bertentangan dengan kitab suci dan hukum," tegasnya. 

Thursday, 7 February 2013

Korea Utara Tayangkan Video Kehancuran AS. Korea Utara menyatakan tetap akan melakukan uji coba roket


 Sebuah video provokatif beredar di lamanYoutube. Pengunggah video tersebut tertulis sebagai situs resmi pemerintah Korea Utara, Uriminzokkiri.
Video itu menampilkan kota-kota yang diselimuti bendera Amerika Serikat (AS) tengah terbakar hebat akibat gempuran misil Korut. Gedung-gedung pencakar langit--the Empire State Building--digambarkan lumat akibat serangan itu.

Laman Daily Mail memberitakan video itu merupakan rangkaian mimpi seorang pemuda yang tengah naik ke pesawat ruang angkasa yang diluncurkan menuju orbitnya. Pesawat ruang angkasa itu mirip dengan roket yang berhasil diluncurkan Korut pada Desember tahun lalu.

Saat pesawat ruang angkasa tersebut mengelilingi bumi, diputarlah lagu Michael Jackson yang berjudul 'We Are The World'. Lagu itu mengalun dan menjadi backsound video.
Setelah itu, tampilan video itu diperbesar, memperjelas tampilan permukaan bumi. Sehingga tampaklah negara-negara di bawahnya, termasuk Korea--Korea Utara dan Selatan--yang telah bersatu kembali.

Setelah itu, video tersebut menampilkan gambar kota yang diselimuti bendera AS yang tengah terbakar dan lumat. Sebuah tulisan berjalan tampil di layar. Bunyinya: Suatu tempat di Amerika Serikat, diliputi asap hitam yang mengepul. Kemudian tulisan berikutnya berbunyi: Tampaknya sarang kejahatan mulai terbakar dengan sendirinya.

Video tersebut kemudian diakhiri dengan pemuda--yang naik pesawat ruang angkasa--yang yakin bahwa mimpinya itu akan jadi kenyataan.

"Terlepas dari segala cara yang dilakukan oleh imperialis untuk mengisolasi dan menghancurkan kami, tidak akan ada satu orang pun yang mampu untuk menghentikan orang-orang yang berjalan menuju kemenangan akhir," tulis video tersebut di bagian akhir.

Sementara, Korut mengatakan uji coba nuklir yang mereka lakukan merupakan tantangan terhadap sanksi PBB yang diberikan setelah peluncuran roket nuklir Desember lalu. Korut sudah menutup semua akses dialog yang bertujuan untuk menghentikan program nuklir tersebut.

Ini merupakan uji coba nuklir ketiga setelah sebelumnya pernah dilakukan tahun 2006 dan 2009. Protes keras dari PBB juga mengemuka kala itu. Duta Besar Korea Selatan untuk PBB, Kim Sook mengatakan ada sebuah kegiatan besar pada tempat uji coba nuklir Korut dan semua orang menyaksikannya. Dalam jumpa media saat peristiwa peluncuran nuklir tersebut, dia mengharapkan Dewan Keamanan PBB untuk merespon video provokatif Korut dengan tegas.

Negara yang dipimpin Kim Jong-Un ini pada bulan lalu mengumumkan negaranya akan kembali mengadakan uji coba nuklir untuk memprotes sanksi yang dikenakan Dewan PBB setelah peluncuran satelit pada Desember lalu.

Dewan PBB lalu memerintahkan Korut untuk menarik uji coba nuklir yang mereka miliki. Jika tidak dipenuhi, maka negara itu akan diancam dengan sanksi lebih berat.

China Larang Iklan Barang Mewah di Radio dan TV. Dinilai memunculkan etos sosial yang buruk

 Limusin Lincoln Town berbalut emas tertangkap kamera di satu hotel di Kota Chongqing, China
Pemerintah China mengeluarkan larangan iklan berisi ajakan untuk membeli barang mewah di radio dan televisi. Langkah ini diambil oleh pemerintah negeri tirai bambu tersebut untuk mencegah korupsi dan gaya hidup mewah yang menghinggapi masyarakat China, setelah pertumbuhan ekonomi mereka terus meningkat.

Menurut BBC, Rabu 6 Februari 2013, beberapa produk yang iklannya dilarang tayang antara lain jam mewah, koin emas dan minuman keras. Menurut Badan Administrasi Radio, Film dan Televisi (SARFT) Cina, beberapa iklan mewah yang tayang di media negara tersebut telah mendorong masyarakat untuk membel produk tersebut. 

Hal ini dikhawatirkan dapat mengenalkan nilai yang keliru dan memicu terjadinya etos sosial yang buruk. Salah satu etos sosial buruk yang lazim terjadi di Cina yaitu pemberian barang mewah kepada pejabat setempat jelang Imlek untuk memuluskan kepentingan pihak-pihak tertentu.

Selain itu SARFT secara resmi juga mengatakan rencana ini merupakan respons untuk terus mengingatkan kembali praktek berhemat dan menghindari gaya hidup mewah.

Pemimpin Partai Komunis Baru, Xi Jinping, telah berulang kali menegaskan pentingnya mengatasi korupsi, salah satunya dengan melarang tampilan mewah dalam keseharian partai dan fungsi militer. Larangan ini muncul bersamaan dengan janji pemerintah yang akan mengurangi celah antara kalangan kaya dan miskin di negara tersebut.

Salah satu cara yang ditempuh pemerintah yaitu dengan menaikkan upah minimum gaji di perkotaan sebesar 40% di tahun 2015. Pemerintah kala itu mengatakan reformasi diperlukan untuk membuat distribusi pendapat lebih merata. Namun beberapa pengamat menduga langkah ini mencerminkan  kepentingan partai komunis terhadap kesenjangan masyarakat yang dapat mengancam stabilitas politik China. (adi)