Showing posts with label Teroris. Show all posts
Showing posts with label Teroris. Show all posts

Tuesday, 27 May 2014

Ketika Hacker Lebih Menakutkan Ketimbang Teroris. Tidak hanya berbahaya bagi keamanan negara, tapi juga ekonomi dunia

http://blog.experts-exchange.com/wp-content/uploads/2012/11/Hacker.jpgMasih ingat isu peretasan terhadap data kartu debit nasabah bank yang terjadi pertengahan Mei tahun ini? Sebanyak 1.204 kartu debit diduga digandakan dan sebanyak 6 ATM kemungkinan besar pernah dipasang skimmer.
Hacker berupaya menyusup ke sistem pengamanan kartu nasabah bank tersebut. Namun, bank bertindak cepat dengan melakukan pemblokiran ribuan kartu debit itu.
Aksi hacker tidak hanya menimbulkan kekhawatiran di Indonesia, tapi juga di berbagai negara di dunia. Survei terbaru menunjukkan bahwa warga Amerika pun takut terhadap hacker. Bahkan, hampir setengah responden dalam survei menganggap hacker lebih berbahaya dari teroris.
Banyak negara, termasuk Indonesia, menganggap kemampuan hacker yang dapat menyusup ke dalam sistem keamanan komputer merupakan aksi yang berbahaya bagi keamanan negara, bahkan ekonomi dunia. Peretasan ke sistem perbankan, pertahanan, dan keuangan negara merupakan ancaman yang serius.
Di Indonesia, aksi peretasan itu bukanlah yang pertama. Negara ini telah berkali-kali disusupi hacker. Terutama menargetkan institusi keuangan dan website pemerintah.  
Informasi penting perusahaan perbankan dan data nasabah berhasil dicuri, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap internet perbankan. Parahnya, kasus dilakukan oleh para hacker yang tidak berada di Indonesia, melainkan luar negeri.
Bahkan, masa yang telah lewat pernah menghadapkan Indonesia pada aksi penyadapan, mata-mata, hingga isu perang siber. April 2013, Wakil Kepala Kepolisian RI, Komjen Nanan Sukarna mengatakan bahwa aksi peretasan di dunia maya bisa sangat membahayakan.
Sebab, ujar Nanan, jika yang diretas adalah perbankan, akan membahayakan perekonomian negara. Bahkan, kecanggihan teknologi saat ini telah mampu menghubungkan komputer dengan mesin-mesin perang yang bisa diretas dan dikendalikan sesuai dengan keinginan para hacker yang tidak bertanggung jawab.
Akhir tahun lalu, perusahaan monitoring internet Akamai menemukan fakta bahwa kejahatan internet di Indonesia meningkat dua kali lipat. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi pertama negara berpotensi menjadi target hacker, menggantikan Tiongkok.
Dari 175 negara yang diinvestigasi, Indonesia berkontribusi sebanyak 38 persen dari total sasaran trafik hacking di internet. Angka ini meningkat seiring dengan meningkatnya kecepatan internet di Indonesia. Namun, menurut David Belson dari Akamai Research, kecepatan internet tidak memiliki hubungan dengan potensi besar kejahatan internet yang mengancam Indonesia. “Aksi hacking lebih dikarenakan lemahnya sistem keamanan internet dan komputer di Indonesia,” ujar Belson kala itu.
Amerika Pun Takut Hacker
Ketakutan terhadap aksi hacker tidak hanya menjangkiti satu negara. Data terbaru dari Unysis lewat Annual Security Index menunjukkan aksi hacker yang meretas data kartu kredit dan informasi nasabah keuangan merupakan hal yang paling ditakuti oleh warga Amerika ketimbang aksi terorisme.
Lebih dari 1.000 orang dilibatkan dalam survei ini dan sebanyak 500 orang sangat mengkhawatirkan data keuangan mereka jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Angka ini meningkat dua kali lipat dibanding survei yang dilakukan tahun lalu.
Heartbleed Bug, virus Blackshades, peretasan sistem informasi eBay, dan lainnya merupakan tiga di antara banyaknya kasus hacking yang menghantui warga Amerika.
Akamai research menunjukkan bahwa aksi pencurian data kartu kredit nasabah atau penyalahgunaannya menjadi kekhawatiran sekitar 59 persen dari 1.000 responden, sedangkan aksi pencurian identitas pribadi cukup mengkhawatirkan sekitar 57 persen responden. Untuk urusan terorisme dan perang, hanya 47 persen responden yang merasa takut.
Jika data Akamai benar, AS yang memiliki teknologi jauh lebih mumpuni dibanding Indonesia dengan Silicon Valley-nya, tempat lahirnya Google, Microsoft, Yahoo, Apple, dan sederet perusahaan teknologi terkenal lainnya, ternyata memiliki kekhawatiran yang cukup besar terhadap aksi hacker.
Berujung Perang Siber
Yang dikatakan Komjen Nanan Sukarna saat itu ada benarnya. Hacker bisa melakukan apa pun dengan meretas komputer dan sistem informasi yang ditargetkan. Kelemahan sistem informasi dan keamanan internet perbankan di Indonesia maupun pemerintah memang menjadi PR tersendiri.
Ketua Umum Perbanas, Sigit Pramono, mengungkapkan, semakin canggih produk-produk TI perbankan, semakin besar keamanan yang harus menjadi perhatian bank.
"Karena itu, bagaimana menyeimbangkan antara memberikan pelayanan dan keamanan. Apalagi pelaku kejahatan selalu mempelajari kelemahan sebuah sistem TI, dan mereka bergilir untuk memanfaatkannya. Itu tantangannya," ujar Sigit.
Data Bank Indonesia menunjukkan, tingkat kejahatan perbankan (fraud) cukup tinggi. Dua tahun lalu saja, lebih 1.000 kasus fraud yang dilaporkan dengan nilai kerugian mencapai miliaran rupiah. Jenis fraud paling banyak adalah pencurian identitas dan card not present (tanpa menggunakan kartu). Jika berlanjut, bukan tidak mungkin ekonomi Indonesia akan goncang.
Apalagi keahlian para hacker tidak hanya terbatas pada meretas sistem keamanan perbankan, tapi juga sistem komputer pemerintah, mengambil informasi penting negara, memata-matai kebijakan pemerintah. Bahkan, yang paling menyeramkan adalah meretas komputer pertahanan suatu negara yang memiliki senjata penghancur massal dan mengadu domba antar negara, sehingga menyebabkan perang siber maupun perang di dunia nyata.
Untungnya, menurut penjelasan hacker Indonesia, Jim Geovedi dalam situsnya, belum pernah ada negara yang secara resmi mengumumkan perang siber. Menurut dia, jika mengikuti teori yang benar, ada beberapa hal yang harus ada dalam perang siber. Perang siber akan memakan korban, harus memiliki tujuan, dan bersifat politik.
“Perang siber akan menimbulkan korban jiwa. Dalam hal ini serangan terhadap sistem komputer yang sangat berbahaya dan menimbulkan jatuhnya korban jiwa. Jika hanya menimbulkan kerugian material, sebuah aksi ekonomi pun bisa menimbulkan kerugian dalam jumlah besar. Oleh karena itu kerugian material belum bisa menjadi indikasi terjadinya sebuah perang siber,” tulis Jim Geovedi.
Pertahanan Indonesia
Dalam presentasi Vice Excecutive Chairman Dewan TIK Nasional (Detiknas), Prof. Zainal Hasibuan yang bertajuk Indonesia National Cyber Security Strategy: Security and Sovereignty in Indonesia Cyberspace, dikenali tiga dimensi yang merupakan bagian dari ancaman siber, yaitu virus komputer, worm, dan hacking.
Ancaman ini, menurut Profesor Zainal, berpotensi menghancurkan ekonomi dan membuat keamanan negara menjadi tidak stabil. Dipaparkannya, data dari Kementerian Kominfo pada April 2013 menunjukkan, selama 3 tahun terakhir, setidaknya ada 3,9 juta serangan mengarah ke siber Indonesia. Bahkan pada Januari hingga Oktober 2012, data ID-SIRTII mengungkapkan, website pemerintahan tergolong sebagai sasaran paling empuk.
Dijelaskan Profesor Zainal, setidaknya ada 8 tantangan dan halangan bagi keamanan siber nasional.
Pertama adalah tidak teritegrasinya visi keamanan siber. Selain itu, undang-undang dan aturan siber yang tidak lengkap, kurang sinerginya pemerintah dan organisasi keamanan siber nasional, dan lemahnya koordinasi antarlembaga.
Selanjutnya, tidak adanya standar dan mekanisme perlindungan infrastruktur ICT yang penting, tidak terintegrasinya aplikasi, data dan infrastruktur keamanan informasi, kuantitas dan kualitas SDM yang terbatas, dan kurangnya kesadaran akan keamanan informasi.
Untuk bertahan dari kemungkinan serangan-serangan siber, Indonesia telah bersiap dengan mendirikan beberapa organisasi pertahanan dunia maya dan membuat aturan hukum yang jelas terkait kejahatan dunia maya. ID-SIRTII salah satunya.
Lahir pada 2007 melalui Peraturan Menteri Kominfo No.26/PER/M.Kominfo/5/2007. ID-SIRTII, yang merupakan kepanjangan dari Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure. Organisasi ini merupakan benteng pertahanan Indonesia terhadap serangan dunia maya.
Tugasnya adalah memonitor dan mendeteksi ancaman jaringan internet di Indonesia, mengamankan data center Indonesia, berperan sebagai digital forensik untuk kepentingan hukum, penolong masyarakat terkait insiden internet yang siap siaga, edukator dan konsultan untuk simulasi dan sosialisasi untuk menghindari masyarakat dari kejahatan internet.
ID-SIRTII bisa dibilang sebagai benteng pertahanan pertama yang sifatnya nasional. Sementara itu, untuk perusahaan dan instansi harusnya memiliki benteng pertahanan sendiri.
Di negara luar, benteng pertahanan yang dimiliki masing-masing instansi/perusahaan bernama C-SIRT  (Computer Security Incident Response Team) dan CERT (Computer Emergency Response Team). Fungsinya hampir sama, menangani keamanan data sebuah lembaga yang lingkupnya lebih kecil dari ID-SIRTII. Selain itu juga ada GovCERT dan ID-CERT.
Sayangnya, ditulis Profesor Zainal, baik ID-SIRTII, GovCERT dan ID-CERT hanya bertindak mengurusi operasional dan teknis tanpa taktik dan strategi. Seperti halnya negara lain seperti Australia atau Inggris yang memiliki Office of Cyber Security (OCS) untuk urusan strategi dan Cyber Security Operations Center untuk level  taktik.
“Oleh karena itu perlu dibentuk juga National Cyber Security atau Organization of Indonesia National Cyber Security (I-NCS) di Indonesia,” tulis Prof. Zainal.
Kembali pada pertanyaan, jika Amerika sebagai negara adidaya saja takut dengan keberadaan hacker, bukankah Indonesia seharusnya merasa lebih takut dan bersiap diri menghadapi kemungkinan yang terburuk akibat tingkah hacker?

Tuesday, 13 May 2014

Barat Ramai-ramai Buru Boko Haram. Rombongan Boko Haram sambangi asrama dan menculik lebih 300 gadis

http://previous.presstv.ir/photo/20130917/tahmasebi20130917235522900.jpgAmina Tsawur berlari sekencang mungkin, menembus hutan belantara penuh ular. Tidak ada niatnya menoleh ke belakang. Amina berhasil kabur dari penculiknya, gerombolan Boko Haram, teroris dari Nigeria.

Amina adalah satu dari lebih dari 300 gadis yang diculik dari asrama di Chibok 14 April lalu. Dia dibawa oleh Boko Haram ke sebuah tempat menggunakan truk. Gadis 17 tahun ini cukup beruntung, seorang anggota teroris itu menolongnya untuk kabur. Amina selamat setelah sampai di kota terdekat.

Dia mengisahkan, rombongan Boko Haram menyambangi asrama mereka pada pukul 23.00 waktu setempat, Senin, pertengahan April lalu. Mereka mendengar suara gaduh, khawatir keselamatan dirinya, Amina dan kawan-kawannya merapal doa.

Ratusan gadis korban penculikan Boko Haram.Lantas, masuk beberapa pria berpakaian loreng. Amina tenang, dipikirnya itu adalah tentara yang hendak menyelamatkan mereka. Amina dan ratusan kawannya baru sadar saat dimasukkan ke dalam truk, nyawa mereka dalam bahaya.

"Kami mulai menangis dan memohon pertolongan, tapi mereka meminta kami diam atau ditembak," kata Amina.

Amina bukan satu-satunya yang berhasil kabur. Menurut polisi yang dikutip SKY UK, ada 53 anak yang berhasil kabur per Jumat pekan lalu, sedangkan 276 lainnya masih belum ada kabarnya.

Kisah pelarian mereka mengenaskan. Beberapa harus berlari terus selama dua jam tanpa henti, saking takutnya tertangkap. Seorang korban terpaksa bersembunyi di dalam pohon seharian. Sebagian lain lari di tengah hujan peluru.

Penculikan ini mendapatkan perhatian masyarakat internasional, terutama dari para wanita. Melalui akun Twitter, mereka menggelar kampanye pembebasan para gadis Nigeria dengan tanda pagar #BringBackOurGirls. Sejumlah selebriti, bahkan ibu negara Amerika Serikat, Michelle Obama, ikut mengampanyekannya.

"Doa kami untuk para gadis Nigeria yang hilang dan keluarganya. Waktunya untuk #BringBackOurGirls -mo", tulis Michelle. Tanda "mo" berarti Michelle sendiri yang menulis twit tersebut.

Tawaran bantuan berdatangan dari negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat. Awalnya, Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan, jual mahal dengan menolaknya. Alasannya, tidak ingin negaranya dianggap tidak mampu mengatasinya sendiri.

Mark Schroeder, wakil presiden analisis Afrika di perusahaan intelijen geopolitik, Stratfor, mengatakan, penolakan dilakukan Jonathan, karena dia tidak ingin negaranya semakin dicap jelek. Nigeria dikenal sebagai negara korup dan pelanggar hak asasi manusia.

Namun belakangan, Nigeria membuka pintunya bagi bantuan asing. Tidak tanggung-tanggung, Presiden Barack Obama menurunkan 30 personelnya untuk membantu Nigeria melacak Boko Haram. Tim ini terdiri atas 10 staf Kementerian Pertahanan yang berbasis di Nigeria, tujuh staf Kemhan AS yang berbasis di Jerman, empat agen FBI, dan lima staf Kementerian Luar Negeri AS.

AS bahkan telah menurunkan pesawat mata-mata untuk menyisir Nigeria dari udara. Pejabat AS mengatakan, dalam waktu dekat mereka juga akan menurunkan drone atau pesawat nirawak di negara tersebut.

Selain AS, Inggris, dan Prancis juga telah menurunkan para ahlinya ke Nigeria. Tiongkok, Israel, dan Spanyol juga menawarkan bantuan. Bersama mereka bertekad untuk memberantas seluruh jaringan Boko Haram hingga ke akarnya.

Namun, tawaran bantuan dari Israel menuai kecaman dari umat Muslim Nigeria. Ulama Nigeria Ahmed Mahmud-Gumi mengatakan bahwa dengan memperbolehkan pasukan Israel dan Barat masuk ke Nigeria, malah akan menjadikan negara itu magnet bagi mujahidin yang ingin menggempur Zionis.

"Menerima bantuan Israel akan membuat Nigeria jadi medan perang global bagi kekuatan neokolonial demi kepentingan beberapa orang," kata Mahmud-Gumi.

Atas dasar inilah, akhirnya pemerintah Nigeria hanya mengizinkan bantuan dari tim ahli dan negosiasi penyanderaan, bukan tentara atau perangkat tempur di lapangan.

Diperkirakan Boko Haram masih belum keluar dari Nigeria. Awalnya, pemimpin kelompok tersebut, Abubakar Shekau, dalam sebuah video mengatakan akan menjual gadis-gadis yang mereka culik atau dinikahkan dengan militan Boko Haram. Diduga, para gadis akan dibawa keluar Nigeria, ke Chad atau Kamerun.

Dalam pernyataannya yang terbaru, Shekau meminta agar gadis itu ditukar oleh tawanan Boko Haram yang ditahan pemerintah Nigeria. Presiden Jonathan masih menimbang apakah pertukaran ini perlu dilakukan.

Keyakinan bahwa gerombolan ini masih berada di dalam negeri diperoleh dalam video kedua yang ditayangkan Boko Haram. Dalam video kedua itu, diperlihatkan ratusan gadis yang diculik, memakai jilbab, duduk di tengah hutan. Menurut Shekau, korban yang beragama Kristen telah masuk Islam.

"Kenapa kau masuk Islam?" tanya salah satu anggota Boko Haram pada seorang gadis dalam video.

"Alasan saya menjadi Muslim karena kami berada di jalan yang benar," kata gadis yang telah berganti nama menjadi Halima itu.

Video ini menjadi kabar baik bagi tim penyidik dan para keluarga korban, bahwa mereka masih hidup.

Pemimpin kota Chibok Pogu Bitrus menduga mereka masih berada di Nigeria. Jika dilihat berdasarkan jenis tanaman dalam video, Bitrus menduga mereka berada di hutan Sambisa, sekitar 30 kilometer dari Chibok.

Juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, mengatakan, penyidik AS akan menyisir setiap detail dalam video tersebut.

Rencananya Sabtu mendatang, akan dilakukan pertemuan antara kepala negara Nigeria, Benin, Chad, Kamerun, dan Niger di Prancis untuk membicarakan pemberantasan Boko Haram. Negara-negara ini adalah sarang kelompok teroris tersebut. Inggris, Uni Eropa, dan AS juga akan turut hadir.

Boko Haram Mencoreng IslamPeristiwa ini terjadi di tengah perekonomian Nigeria yang membaik. Nigeria adalah penghasil minyak terbesar di Afrika dan pengekspor gas alam cair terbesar keempat dunia. Dengan nilai ekonomi sedemikian, Nigeria sudah pantas dijajarkan dengan negara-negara anggota G-20.

Namun, kegemilangan ekonomi Nigeria sedikit tertutupi oleh jumlah warga miskinnya. Diperkirakan jumlah orang miskin dengan penghasilan di bawah US$1,25 per hari, di Nigeria yang terbanyak di Afrika.

Belum lagi ditambah dengan perpecahan yang kerap terjadi. Sebanyak 170 juta rakyat Nigeria terbagi menjadi dua kubu, mayoritas Muslim di utara dan Kristen di selatan. Boko Haram menjadi musuh bersama karena tidak pandang bulu dalam membunuh, baik Kristen maupun Islam.

Tahun ini, Boko Haram yang berarti "pendidikan Barat haram" ini telah menewaskan 1.500 orang dalam serangkaian penembakan maupun pengeboman di Nigeria. Sejak 2011, kelompok ini total menewaskan lebih dari 3.600 orang.

Sepanjang 2014, kelompok yang menentang pendidikan bagi wanita ini menyerang enam sekolah, tujuh gereja, membakar dua permukiman, dan mengebom beberapa pasar, kebanyakan dilakukan di wilayah mayoritas Muslim di utara.

Nama asli kelompok ini adalah Jamaah Ahlussunnah Liddakwati wal-jihad, yang artinya, "Jemaah pengikut ajaran Nabi dan jihad". Dibentuk oleh Mohammed Yusuf tahun 2002, awalnya Boko Haram adalah lembaga pendidikan Islam, mendirikan masjid dan madrasah.

Namun, Boko Haram punya agenda membentuk negara Islam berdasarkan interpretasi mereka soal khilafah dan madrasah digunakan untuk merekrut para mujahid. Yusuf berhasil dibunuh tentara Nigeria pada 2009 dan digantikan oleh Shekau.

Pada 2010, AS menetapkan Boko Haram sebagai organisasi teroris yang terhubung dengan Al-Qaeda. Kepala Shekau atau informasi keberadaannya dihargai AS US$7 juta atau lebih dari Rp80 miliar.
Tindakan Boko Haram melakukan kekerasan atas nama Islam dikecam oleh umat Islam sendiri. Imam Besar Arab Saudi Sheikh Abdulaziz Al al-Sheikh mengatakan bahwa Boko Haram telah mencoreng citra Islam dan menyimpang dari ajaran Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Komentar Shekau yang mengatakan bahwa penculikan itu adalah perintah Allah, kata al-Sheikh, jadi bukti bahwa Boko Haram adalah kelompok sesat yang harus segera diluruskan.

"Kelompok ini dibentuk untuk mencoreng citra Islam dan harus diluruskan, ditunjukkan bahwa mereka berada di jalan yang salah dan harus ditolak setiap perkataannya," kata al-Sheikh kepada koran berbahasa Arab al-Hayat yang dikutip Reuters, Jumat pekan lalu.

"Ini adalah kelompok sesat karena Islam menentang penculikan, pembunuhan, dan agresi. Menikahi gadis diculik dilarang dalam Islam," lanjut al-Sheikh lagi.

Kecaman yang sama berdatangan dari Muslim di seluruh dunia. Kamis pekan lalu, pemimpin Dewan Nasional Muslim Nigeria, Teslim Olarinde, berbicara di National Press Club di Florida AS mengatakan bahwa tindakan Boko Haram menyalahi ajaran Islam.

"Setiap ayah yang mendengar anaknya diculik atas nama agama, tahu pasti ada yang salah. Agama kami mengajarkan hidup damai dengan yang lain, namun Boko Haram mengatasnamakan agama untuk membenarkan tindakan barbar mereka," kata Olarinde.

Thursday, 2 January 2014

Menyergap Teroris di Awal 2014. Butuh 10 jam, ini penggerebekan terlama dalam sejarah Densus 88

Tim Densus 88 melakukan penggerebekan rumah kontrakan yang diduga dihuni sejumlah pelaku teror di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (31/12/2013).Tim Detasemen Khusus Anti Teror 88 Mabes Polri menggerebek satu rumah kontrakan di Jalan KH Dewantoro, Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Selasa malam, 31 Desember 2013. Penggerebekan ini berawal dari penangkapan Anton alias Septi, yang dicokok di warung internet di Desa Alasmalang, Banyumas, Senin.

"Dari hasil penangkapan itu, penyidik mendapat informasi bahwa teman-teman Anton tinggal di Kampung Sawah Lama dan tinggal di satu rumah kontrakan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar.

Lalu, sekitar pukul 20.00, Selasa, Densus menggerebek. Kala itu, ada anggota teroris, Dayat alias Daeng, yang akan meninggalkan lokasi dengan sepeda motor. Ketika hendak ditangkap, dia melawan dengan senjata api dan pisau. Ada sedikit aksi saling tembak, dan Dayat pun terkena timah panas. "Dayat meninggal di rumah sakit," ujarnya.

Upaya penangkapan itu tidak berjalan mulus. Aksi tembak-menembak di rumah kontrakan berlangsung hingga 10 jam. Sebenarnya, sekitar pukul 03.30 Rabu, 1 Januari 2014, sudah tidak ada suara tembakan balasan lagi. Tapi pasukan khusus itu tetap menunggu hingga pagi.

"Akhirnya menjelang agak terang, kami baru memastikan. Sekitar jam 05.00 kami masuk ke dalam dan menemukan mereka sudah tewas tertembak petugas," kata Boy.

Boy mengakui penangkapan ini merupakan yang terlama dalam sejarah Tim Densus 88. Alasannya, mereka mendapat informasi di rumah itu ada senjata api dan bahan peledak. Selain itu, suasana malam pun juga menghalangi kelancaran petugas.

Tidak sia-sia, polisi bisa menembak mati lima teroris lainnya. Jadi korbannya ada enam, termasuk Dayat yang mati di rumah sakit. Jasad-jasad itu sedang diidentifikasi di Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur.

Dari data sementara, keenam jenazah itu adalah Dayat alias Daeng, Nurul Haq alias Dirman, Ozi alias Tomo, Rizal alias Teguh alias Sabar, Edo alias Amril, dan Hendi.

Kelompok Abu Roban
Boy mengatakan, Anton dan Dayat Cs merupakan pelaku teror yang terkait dengan kelompok Abu Roban. Mereka terlibat peledakan di Vihara Ekayana, Jakarta Barat, dan beberapa kegiatan perampokan, baik toko emas Tambora, dan perampokan bank.  Mereka juga tersangka penembakan sejumlah anggota Polri yang terjadi pertengahan tahun lalu.

"Ada sembilan yang ditangkap, 6 tewas di Tangsel. Mereka kelompok Abu Roban,” kata Boy.

Siapakah sesungguhnya Abu Roban itu? Abu Roban alias Untung Hidayat alias Bambang Nangka santer disebut sebagai pimpinan kelompok teroris yang kerap merampok untuk membayai aksi teror. Dia merupakan pimpinan Halaqoh Ciledug yang sebelumnya pernah dipimpin Abu Omar.

Abu Roban sendiri tewas dalam penyergapan di Limpung, Batang, Jawa Tengah, Rabu 8 Mei 2013. Abu Roban tewas dengan beberapa luka tembak.

Jaringan teroris Abu Roban memiliki kaitan erat dengan kelompok teroris Abu Omar. “Meskipun Abu Omar sudah tertangkap, diduga kuat lapisan bawahnya masih terlibat dengan kelompok Abu Roban dalam memasok senjata untuk aksi teroris,” kata Boy, beberapa waktu lalu.

Abu Roban merupakan bagian dari gerakan aksi teror di Poso, khususnya kelompok Santoso. Kelompok ini juga masih berkaitan dengan kelompok teroris yang belum lama ini terungkap di Tambora, Beji, dan Bekasi. "Petugas terus mencermati dan mengembangkan," katanya.

Sejauh ini peran kelompok Abu Roban lebih banyak merampok dan memasok senjata. Polisi menyatakan, senjata yang mereka jual nyata-nyata dipakai untuk perbuatan teror.

Selain di Vihara Ekayana, jaringan ini sesunguhnya belum berhasil merealisasikan teror menggunakan bahan peledak. Mereka baru pernah membakar Pasar Glodok di Jakarta Utara. "Tetapi gagal. Waktu itu berhasil digagalkan masyarakat sebelum api membesar," kata Boy.

Catatan kepolisian, kelompok jaringan Abu Roban pernah merampok bank, kantor pos, dan toko emas di Grobogan (Jawa Tengah), Batang (Jawa Tengah), Lampung, Tambora (Jakarta), dan Bandung (Jawa Barat). Perampokan ini bukan motif ekonomi, melainkan untuk mendanai perang atau teror.

Perampokan Tambora sempat menggegerkan karena dilakukan tepat di depan kantor polisi.

Khusus perampokan bank, polisi mencatat tiga aksi perampokan dengan total kerugian Rp1,8 miliar. Perampokan itu di Bank BRI Batang dengan kerugian Rp790 juta, BRI Grobogan Rp630 juta, BRI Lampung Rp460 juta, BRI Tangerang Rp570 juta pada 24 Desember.

Mantan Anggota Jamaah Islamiyah Abu Ghifar mengatakan ada keterkaitan Abu Roban dengan Jamaah Islamiyah, namun sudah tak sekuat dulu. Kelompok ini, katanya, sudah banyak terputus. "Tapi motif dan cara pencarian dananya masih mirip," katanya kepada VIVAnews.
Kata Abu Ghifar, pencarian dana melalui perampokan yang mereka sebut sebagai harta rampasan atau fai, masih jadi cara utama. Mereka belum bisa mendapat sumber pendanaan lain yang bisa diperoleh dengan cepat

Saturday, 28 December 2013

Kelompok Teroris Zionist Sebelum Adanya Israel

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyBoUqA0SrvGXFMpilVsLhMG8NVrSb3apUfbcbEHUJ4FzItiZfkqQAnXrkThpnaOajLOQRE_HievDH4nNpISJeP1DSLXECJpd61Xmq3O-0H_nDi1yzXzPqOZbhToUxiKdWxHFdJNOUAUoW/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FRGF0YUZpbGVzX0NhY2hlX1RlbXBJbWdzXzIwMTFfMV9JbWFnZXNfbmV3c18yMDExX0p1bmlfMzBfemlvbmlzdGVyb3NpXzMwMF8wLmpwZw%253D%253D%253F%253D-712107
Hashomer sang Pelindung Yahudi
Unggun Dahana menyatakan bahwa Israel adalah sebuah Negara penuh toleransi dan cinta damai. Tentu kita mengetahui ucapan itu tidak lebih dusta. Sebab dalam rekam jejak sejarahnya, sebelum berdirinya Israel pun tentara Zionis sudah menyiapkan seperangkat kelompok teroris yang akan bertugas membasmi rakyat Palsetina dan mendirikan Negara ilegal Israel.

Data dan fakta mengenai mereka sendiri pun tidak banyak terungkap. Padahal milisi-milisi kelompok teroris Zionis memliki andil penting dalam memuluskan jalan berdirinya Israel kelak pada tahun 1948. Oleh karenanya, berikut kita akan mengupas lebih jauh sepak terjang kelompok-kelompok teroris sebelum berdirinya negara penjajah Zionis Israel.

Kelompok Hashomer
Dalam bahasa Ibrani atau bahasa resmi Zionis Israel, Hashomer berarti penjaga atau pelindung. Kelompok ini termasuk organisasi teroris Zionis pertama dan terpenting sebelum pembentukan rezim Zionis. Aktivitasnya tidak lebih menjalankan aksi untuk melindungi koloni-koloni pemu****n Yahudi di Palestina.

Amos Perlmutter dalam bukunya Militer dan Politik di Israel menulis, “Unit Pertahanan pertama Yahudi di pengungsian dibentuk di penghujung abad ke 19 di Eropa Timur. Pada 1905, partai Puali Zion - yang didirikan sebelum gerakan Sosialis Zionis - mengawasi pembentukan kelompok-kelompok pertahanan di Palestina. Pada 1909, tempat mereka diambil alih, oleh kelompok Hashomer.

Menurut Madjid Sahafa dalam bukunya Negara Fiktif, mulanya Hashomer bukanlah merupakan kumpulan orang-orang Zionis yang sepaham, melainkan gabungan para aktivis Zionis dari Eropa Timur, Ukraina, dan Kaukasus. Belakangan, orang-orang Yahudi Marxis dari Rusia bergabung dan menciptakan spirit militerisme di dalam tubuh Hashomer.

Sedangkan Leonerd Mosely dalam bukunya Gideon Goes To War mengatakan bahwa pada 1907, imigran Zionis membentuk sebuah organisasi militer bernama Bar Guevara (Komunitas Rahasaia Yahudi). Bar Guevara sendiri adalah cikal bakal Hashomer yang di antara tugas yang dibebankan kepadanya adalah mengumpulkan informasi-informasi rahasia. Setelah dua tahun berljalan, reorganisasi pun dilakukan dan nama Bar Guevara kemudian diubah menjadi Hashomer. Sedangkan, para imigran Yahudi yang membentukBar Guevara adalah Yitzhak Ben Tarvi, Alexander Zeid, serta seorang bernama Israil Shuhet.

Meski mulanya Hashomer dibentuk untuk melindungi koloni-koloni pemu****n Yahudi, namun belakangan kelompok ini bermetamoforsis menjadi kelompok teroris, militer, dan spionase Zionisme. Hashomer memiliki pengaruh kuat pada sebagian besar organisasi-organisasi sosialis Zionis dan melancarkan aksi teror bagi warga Palestina.

Selain menjaga dan melindungi koloni-koloni Zionis di bumi para nabi itu, Hashomer juga membangun beberapa koloni pemu****n Yahudi untuk ditempati oleh para imigran Yahudi yang datang dari Eropa Timur.

Koloni pertama yang dibangun Hashomer adalah koloni Marjabia yang terletak di lembah Bisan. Setelah ituHashomer pun kembali membangun dua koloni lagi. Salah satunya bernama Tel Hadshim di lembah Bisan dan lainnya bernama Kofr Jaladi di desa Mithlah, sekitar kawasan Jalil.

Pada permulaan Perang Dunia Pertama, Hashomer sempat dikejar-kejar oleh pihak Turki. Khususnya setelah penangkapan Lisanisky - salah seorang anggota kelompok spionase bernama Neili -. Rahasia-rahasia kelompok Hashomer pun akhirnya terbongkar. Hal ini pun berujung pada penangkapan 12 anggotaHashomer.


Kendati demikian, orang-orang Turki tidak bisa memperoleh informasi lengkap perihal aktivitas anggota Hashomer dalam jaringan Zionis. Oleh karennya, Hashomer selamat dari pengejaran pejabat-pejabat Turki, tapi tidak bisa terbebas dari dampak spionase yang dilakukannya, yaitu pendeknya masa aktivitas organisasi dan pembubarannya.

Setelah Palestina jatuh ke tangan Pasukan Britania (Inggris), terbongkarlah bahwa beberapa pemimpin Hashomer bekerja pada sebuah jaringan spionase. Dan menjadi penghubung antara jaringan itu dengan komite politik Pishof. Meskipun belakangan diketahui bahwa sebagian bantuan dana itu tidak sampai ke tangan komite melainkan masuk ke kantong beberapa pengurus Hashomer.

Sepanjang periode kekuasaan Inggris atas Palestina, Hashomer meningkatkan aksi teror dan militernya terhadap warga Palestina dan Inggris.
Akhirnya pada permulaan dekade abad ke 20, ketika kaum Zionis merasakan kebutuhan mendesak untuk membentuk sebuah kekuatan militer besar, Hashomer pun mengusulkan pembentukan organisasi Haganahdan segera berinisiatif mendirikannya. Namun beberapa anggota Hashomer menolak usulan tersebut dan lebih memilih membentuk kelompok perang kecil bernama Brigade-Brigade-Perang.

Kelompok ini pun tetap berbentuk seperti ini, hingga revolusi terhadap orang-orang Palestina meletus tahun 1929. Namun setelah itu mereka terpaksa bergabung dengan Haganah.

Hingga pada akhirnya, Yutzhak Ben Tarvi, salah seorang pengurus Hashomer menjadi presiden Israel dan Ben Gurion yang menjadi perdana menteri pertama Zionis Israel adalah salah seorang pendukung utamanya.

Al-Qaeda Makin Kuat di Irak, AS Kirim Rudal dan Drone. AS akan mengirim helikopter Apache jika saja tidak ditolak Kongres

 Drone ScanEagle yang diluncurkan dengan mesin ketapel
Diam-diam Amerika Serikat mengirimkan bantuan senjata mereka pada pemerintah Irak. Puluhan rudal penghancur telah sampai di bumi Irak, tahun depan pesawat mata-mata nirawak (drone) akan ikut meluncur. Bahkan AS berencana mengirim helikopter Apache jika saja tidak ditolak Kongres.

Seperti diberitakan New York Times yang mengutip seorang pejabat Kementerian Luar Negeri, AS pekan lalu telah mengirimkan pesanan Irak, yaitu 75 rudal Hellfire. Untuk satu buah rudal ini, Irak merogoh kocek US$70.000 atau lebih dari Rp859 juta per buahnya. 

Rudal ini akan ditembakkan dari pesawat Cessna turboprop ke markas-markas militan Al-Qaeda di Irak. CIA akan memandu dan memberikan informasi intelijen terkait target serangan.

Selain itu, AS rencananya akan mengirimkan 10 drone mata-mata ScanEagle pada Maret tahun depan. Harga satu drone yang dilemparkan dengan alat semacam ketapel ini mencapai US$100 ribu atau Rp1,2 miliar.

Menurut pejabat AS, bantuan ini diperlukan terutama pasca ditariknya tentara Amerika dua tahun lalu, karena Irak mulai kehabisan rudal Hellfire. Selain itu, Irak yang minim di angkatan udara dan mata-mata udara, sangat terbatas sekaligus kemampuannya untuk melokalisir dan menyerang markas al-Qaeda di barat dan utara negara tersebut.

Untuk mengatasi keterbatasan alat mata-mata Irak, pemerintah Barack Obama juga telah memberikan tiga balon sensor Aerostat, tiga helikopter mata-mata ke militer Irak dan berencana mengirimkan 48 drone mata-mata Raven sebelum tahun 2014 berakhir. Selain itu, AS juga untuk pertama kali akan mengirimkan pesawat tempur F-16 ke Irak pada musim gugur tahun depan.

Sebenarnya Obama juga berencana menyewakan dan menjual helikopter tempur Apache pada Irak, namun ditolak Kongres. Para anggota dewan di AS khawatir, Apache akan digunakan Perdana Menteri Nouri al-Maliki untuk mengintimidasi lawan politiknya.

Akibat tidak mendapatkan Apache dari AS, akhirnya Irak beralih ke Rusia. Dengan Rusia, Irak membeli empat helikopter tempur MI-35 bulan lalu dan berencana membeli puluhan lagi.

Pengiriman rudal dan drone ini sesuai dengan permohonan Maliki saat mengunjungi Washington D.C. Oktober lalu. Maliki tidak ingin pasukan AS tetap di negaranya, namun dia mendesak AS untuk menjual drone dan Apache pada mereka.

Sejak tahun 2005, AS telah menawarkan Irak bantuan sebesar US$35 miliar dalam bentuk senjata dan layanan militer, namun hanya US$8 miliar yang digunakan atau disetujui senat, seperti diungkapkan dalam riset William Hartung, direktur Center for International Policy di Washington.

Menurut Hartung, sebelumnya AS telah menjual ke Irak persenjataan tradisional, seperti tank Abram 140 M1, 18 jet tempur F-16 (yang tertunda), enam pesawat kargo C-130, dan jet serta kendaraan tempur lainnya. Irak sebelumnya telah menawarkan untuk membeli sistem pertahanan udara terintegrasi seharga US$2,4 miliar.

Persenjataan ini diperlukan Irak untuk melawan kekuatan Al-Qaeda yang semakin ganas saja. Menurut laporan PBB, tahun ini saja lebih dari 8.000 rakyat Irak tewas dalam serangan dan pengeboman Al-Qaeda, 952 di antaranya adalah tentara Irak, ini angka tertinggi sejak kekerasan tahun 2008.

kelompok afiliasi Al-Qaeda di regional tersebut, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), punya kekuatan besar di utara dan barat Irak. Mereka dilaporkan kerap berjalan dalam konvoi bersenjata, mengintimidasi kota-kota dan membantai pejabat lokal.

Pekan lalu, pengebom bunuh diri meledakkan diri dan menewaskan komandan militer Divisi Tujuh Irak dan puluhan tentaranya. Saat itu, Divisi Tujuh sedang menyerbu kamp latihan Al-Qaedah di Rutbah.

Hari Natal lalu, dua bom mobil meledak menewaskan sedikitnya 38 orang dan melukai 70 umat Kristen lainnya di Bagdad. Salah satu bom meledak di luar gereja usai misa Natal, bom lainnya meledak di pasar saat umat Kristiani sedang berbelanja.

Menurut pejabat Irak yang tidak ingin disebut namanya karena takut diincar al-Qaeda, kelompok militan ini mengambil keuntungan dengan menyingkirnya pasukan AS. ISIS, kata pejabat ini, membangun operasi mereka di Irak, meluas hingga Suriah. Di Suriah, mereka mengirimkan pengebom bunuh diri, 30 sampai 40 orang per bulannya. Sasaran mereka tidak hanya kaum Syiah yang menguasai pemerintah, namun pejabat Sunni yang mereka sebut sebagai antek Maliki.

Meningkatnya kekuatan Al-Qaeda menurut para ahli karena pemerintahan mayoritas Syiah Maliki dinilai arogan dan tidak mampu merangkul dan berbagi kekuasaan dengan para tokoh Sunni. Akibatnya, gerombolan sakit hati terutama dari kalangan pemuda, bergabung dengan al-Qaeda.

"Kebijakan pemerintahan yang sektarian berkontribusi pada masuknya elemen pemuda dari komunitas Sunni secara berbondong-bondong ke Al-Qaeda," kata Haitham Abdullah al-Jubouri, pegawai pemerintah di Baquba.

Menyusul penyerangan ISIS yang semakin marak di Irak, juru bicara Kementerian Luar Negeri Jen Psaki mengeluarkan pernyataan keras Minggu lalu. Menurutnya, Al-Qaeda saat ini mulai menguasai wilayah di dalam perbatasan Irak.

"Al-Qaeda adalah musuh bersama Amerika dan Republik Irak, dan ancaman bagi wilayah Timur Tengah seluruhnya," kata Psaki.

Drone Mata-mata Tidak CukupKekuatan ISIS yang semakin meningkat dikatakan tidak akan musnah jika hanya diserang dengan rudal Hellfire. Menurut para ahli, Irak memerlukan drone serang, bukan drone mata-mata yang kemampuan terbangnya terbatas.

"Memberikan mereka drone ScanEagles memang bagus. Tapi apakah akan membuat perubahan? Daya jangkaunya sempit," kata Michael Knights, ahli keamanan Irak di Washington Institute for Near East Policy.

"Apa yang diperlukan saat ini adalah drone yang mampu terbang jauh, berdaya tahan lama, serta bersenjata. Ada satu tempat di dunia di mana Al-Qaeda bisa lari dari drone atau serangan udara AS, yaitu Irak dan Suriah," kata Knight.

Sebenarnya wacana permintaan drone bersenjata jenis Predator atau Reaper telah dilayangkan oleh Menteri Luar Negeri Irak Hoshyar Zebari. Namun Maliki dalam kunjungannya ke Washington tidak secara resmi memintanya.

Selain itu, pemerintah Gedung Putih sepertinya tidak akan mengabulkan jika permintaan tersebut disampaikan. "Kami tidak menerima permintaan resmi untuk drone bersenjata-AS untuk beroperasi di Irak. Kami juga tidak berencana mengirimkan misi I.S.R tersebut ke Irak," kata Bernadette Meehan, juru bicara Dewan Keamanan Nasional. I.S.R singkatan dari intelijen, pengamatan dan mata-mata.

Amerika memang satu dari 11 negara yang memiliki kemampuan drone canggih. Dikendalikan dari jarak jauh, drone ini mampu menjatuhkan serangan ke berbagai wilayah. Namun tidak dipungkiri, penggunaan drone di beberapa tempat seperti Pakistan, Yaman dan Afganistan juga ikut menewaskan warga sipil.

Seiring dengan semakin menyusutnya anggaran pertahanan AS, penggunaan drone ditingkatkan dan rekrutmen tentara dikurangi. Diperkirakan 30 persen dari Patroli Tempur Udara akan dikurangi, digantikan dengan drone yang jumlahnya ditambah, dari 65 menjadi 85.

Tahun 2013, seperti dilansir ABC News, anggaran Pentagon menyusut hingga US$6 miliar menjadi US$525 miliar.

Selain itu, keengganan AS menjual drone tempurnya karena takut teknologi canggih ini jatuh ke tangan yang salah, seperti Al-Qaeda atau Hizbullah. Pejabat intelijen AS kepada Washington Times November lalu mengatakan bahwa saat ini semakin mudah memperoleh teknologi tersebut.

"Semakin mudah bagi aktor non-negara untuk mendapatkan teknologi ini," kata dia.

Sebelumnya pemimpin Hizbullan Hassan Nasrallah mengklaim telah menerbangkan drone buatan mereka ke udara Israel tahun lalu. Negara zionis itu membenarkan telah menembak jatuh drone di udara mereka.

Menurut Nasrallah, drone itu buatan Iran dan dirakit di Lebanon. Tidak diketahui tipe dan kemampuannya.

Hal serupa juga terjadi di Asia saat Jepang menembak jatuh drone China Oktober lalu di atas pulau sengketa. Menurut pengamat, hal ini menunjukkan bahwa teknologi drone mulai juga diminati oleh negara-negara di Asia.

"Teknologi baru yang vital ini meningkatkan kewaspadaan. Namun sebaliknya, jika digunakan dengan gegabah, teknologi ini akan meningkatkan krisis matitim di Laut China Selatan atau Timur," kata Patrick M. Cronin, direktur senior Asia-Pacific Security Program di Center for a New American Security yang berbasis di Washington.

Monday, 9 December 2013

Deradikalisasi Terorisme, Dialog & Perang Pemikiran

 
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memiliki strategi baru dalam menangkal terorisme. Mereka mencoba jalan dialog untuk deradikalisasi kelompok yang selama ini diduga terkait atau terlibat sejumlah aksi teror di tanah air. 

Penanggulangan teror dirasa tidak cukup dilakukan dengan penangkapan dan penjara. Sebab, akar permasalahannya ada di pemikiran. Banyak pemikiran radikal berkembang diikuti sejumlah aksi radikal. 

"Kita harus luruskan pemikiran radikal yang menjadi akar teror. Ini tidak bisa dilakukan dengan senjata. Ini hanya bisa dilakukan dengan dialog para ulama. Makanya, kita mendatangkan ulama dari Mesir dan Jordania," kata Kepala Badan BNPT, Ansyaad Mbai, saat diskusi 'Menangani radikal terorisme di Indonesia', di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu malam, 7 Desember 2013.

BNPT mendatangkan tiga ulama dari Mesir dan Jordania. Di negaranya, mereka terkenal sebagai ulama mantan tokoh penting Jamaah Islamiyah (JI). Jamaah Islamiyah merupakan organisasi yang sering dikaitkan dengan aksi teroris di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Mereka yang didatangkan adalah Syekh Hisyam al-Najjar dan Syekh Najib Ibrahim. Keduanya mantan tokoh penting Jamaah Islamiah dari Mesir. Kemudian, Syekh Ali Hasan al-Khalaby, tokoh dari Jordania.

"Ketiganya sengaja didatangkan, karena fatwa mereka yang sering dijadikan jargon para teroris di Indonesia," kata Ansyaad.


Dialog dengan ABB
BNPT meminta bantuan ketiga tokoh ini untuk datang dan berdialog dengan para tokoh JI di Indonesia. Minggu 8 Desember, ketiganya diberangkatkan ke LP Nusakambangan untuk menemui para terpidana terorisme yang tengah menjalani masa hukuman di sana. Di antaranya, Abu Bakar Ba'asyir (ABB).

Ansyaad menjelaskan, dialog itu akan berlangsung selama dua hari. Selanjutnya, mereka akan berdialog dengan terpidana kasus yang sama di Lapas Cipingan, Jakarta, selama satu hari. Setelah itu, BNPT akan memfasilitasi ketiga mantan JI Mesir dan Jordania itu untuk berdiskusi di sejumlah kampus di Indonesia.

"Kita berharap, para ulama ini bisa meluruskan dan memberi penjelasan pikiran radikal. Pikiran radikal ini yang menjadi pemicu terjadinya berbagai tindakan teroris seperti peledakan bom. Sedangkan tindakan hukum petugas, tidak meredakan semangat jihad yang salah di pikiran para teroris," kata Ansyaad.

Data Kementerian Hukum dan HAM menunjukkan, napi teroris yang menjalani hukuman di Lapas Nusakambangan berjumlah 41 orang. Salah satunya Abu Bakar Ba'asyir yang menghuni LP Pasir Putih. 

BNPT melakukan pendekatan untuk mengundang para tokoh ini sejak satu tahun lalu. Di antara yang pernah didatangkan untuk berdialog dengan para narapidana itu adalah Wakil Menteri Agama Nasarudin Umar. 

"Saya pernah mencoba berdialog dan berdiskusi dengan mereka. Saya tidak didengar. Mungkin dianggap kafir, karena mewakili pemerintah atau dianggap terlalu muda dan kurang pemahaman," kata Nasarudin, Sabtu 7 Desember.

Ia sangat berharap para ulama yang sering dijadikan referensi berbagai kelompok teroris di Indonesia dapat meluruskan. Pendekatan deradikalisasi ini, terutama menyasar pada pola pikir. 


Perang Pemikiran
Syekh Hisyam al-Najjar menjelaskan, ada kesalahan dalam menangni para teroris. Yakni, selama ini pemerintah Indonesia terpaku pada penanganan dalam konteks perlawanan terbuka dengan mengejar dan menangkap terus menerus para teroris.

"Penangkapan para teroris tidak akan menghentikan penyerangan dan pengeboman. Penanganan para teroris adalah menjelaskan apa yang ada di dalam pikiran mereka. Selama pikiran radikal belum berubah, upaya teror akan terus terjadi," kata dia.

Hal senada disampaikan Ali Hasan al-Halaby. Dia lantas mempertanyakan peran para ulama Indonesia. "Kemana para ulama? Di mana para ulama? Memberi masukan untuk meluruskan pemikiran radikal adalah tugas ulama. Pikiran radikal tidak bisa dilawan hanya dengan penangkapan dan senjata. Ini perlu peran ulama yang memberikan pencerahan terus menerus," katanya. 

Menurut Ansyaad Mbai, terhitung sejak 2000, sudah 900 orang ditangkap terkait dugaan aksi teror. 600 di antaranya divonis bersalah dan dihukum penjara beberapa tahun, hingga yang terberat eksekusi mati. "Kenyataannya itu tidak efektif, teror terus terjadi hingga kini."

Sementara itu, data kepolisian, sejak tahun 2000 hingga 30 April 2013, dipaparkan bahwa terjadi penangkapan sebanyak 845 orang. Dari jumlah itu, 83 orang di antaranya meninggal dunia, pelaku bom bunuh diri 11 orang, dan dieksekusi mati ada lima orang.

Kemudian, ada enam orang yang divonis seumur hidup dan 65 orang dikembalikan ke keluarganya. Sedangkan yang masih dalam proses penyidikan ada 10 orang, persidangan 47 orang, dan vonis pengadilan 618 orang.

Jaringan teror di Indonesia saat ini, menurut kepolisian, diduga terkait aktivitas Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Ba'asyir. JAT dibentuk ABB pada 2008, setelah JI dinyatakan sebagai organisasi terlarang di Indonesia usai vonis Abu Dujana pada Agustus 2008.

Proses radikalisasi dibangun oleh kelompok radikal, sebelum melaksanakan serangan terorisme. 

Pemahaman-pemahaman radikal yang sering disalahgunakan antara lain: konsep dan makna jihad, thogut, fa'i, ightiyalat, i'dad, dan masjid dhiror. Media radikalisasi biasanya menggunakan internet, media cetak, elektronik, dan media lingkungan sosial.

Rekrutmen berjalan seiring dengan proses radikalisasi, di mana para anggota yang direkrut biasanya dibaiat seorang amir (pemimpin) dalam kelompok tersebut. Keluarga pada umumnya tidak mengetahui aktivitas tersebut, karena dilakukan secara tersembunyi.

Sementara itu, program deradikalisasi yang dilakukan BNPT merupakan evolusi tahap lanjut dari upaya penangkalan aksi teror di Indonesia.

Kepolisian membagi evolusi strategi penganggulangan teror di Indonesia sejak 1945-2013 sebagai berikut :

- Periode 1945-1966 (Orde Lama), menggunakan pendekatan militer. Ketika itu, operasi militer digunakan untuk menangkal Darul Islam (Tentara Islam Indonesia), PRRI, Permesta, dan RMS.

- Periode 1966-1998 (Orde Baru), strategi yang menonjol adalah intelijen dengan dibentuknya badan ekstra yudisial, yaitu Bakortanas dan Kopkamtib.

- Di era reformasi (1998-2013), strategi penegakan hukum yang dipakai.

Monday, 23 September 2013

Mal di Kenya Jadi Medan Perang. Sebelum membunuh, mereka menyortir para korban.

Pengunjung mal Westgate di Kenya yang ditembaki teroris
Zulobbia Kassam baru saja selesai menyeruput kopinya saat lampu tiba-tiba padam di mal Westgate, Nairobi, Kenya. Pikirnya, lampu akan menyala sebentar lagi. Namun dia malah mendengar suara tembakan dan orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Horor dimulai.

"Kami langsung bersembunyi. Kami mendengar tembakan di mana-mana, di bawah tangga dan di atas. Bahkan kami mendengar tembakan di dekat kami. Semua orang ketakutan, menangis dan berdoa," kata Kassam.

Kelompok teroris bersenjata yang mengklaim sebagai al-Shabaab asal Somalia menyerbu mal tersebut. Mereka menembaki para pengunjung. Sedikitnya 59 orang tewas, lebih dari 150 lainnya terluka. Di antara yang terbunuh adalah warga negara asing. Korban terluka berusia antara dua hingga 78 tahun.

Di antara mereka adalah dua orang Kanada, salah satunya diplomat, dua orang warga Prancis, seorang warga China, dan wanita istri staf di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Nairobi.

Sebelum membunuh, mereka menyortir para korban. Jika Muslim, maka akan mereka biarkan bebas. Jika bukan, ditembus peluru. Mayat-mayat bergelimpangan mulai dari tempat parkir mal, pintu masuk hingga ke dalam pusat perbelanjaan.

Darah-darah segar menggenang di bawah mayat-mayat yang diterjang timah panas. Pengunjung bersembunyi berdesakan di dalam sebuah toilet, beberapa di kolong meja, menahan nafas, khawatir ditembak. Ketidaktahuan mereka akan rupa penembak dan jumlah mereka jadi ketakutan tersendiri.
"Kami sangat ketakutan. Setiap suara sangat menakutkan. Mereka punya granat. Suaranya sangat, sangat keras," kata Uche Kaigwa-Okoye, yang bersembunyi bersama sekitar 20 orang lainnya di dalam toilet.
Saksi mata melihat lima orang pelaku, salah satunya wanita. Belum dipastikan jumlah teroris sebenarnya. Sumber lain mengatakan antara 10-15 orang. Mereka bersenjatakan senapan AK-47 dan granat. Di tubuh mereka dikalungkan amunisi. Namun jumlah ini belum bisa dikonfirmasikan oleh aparat keamanan.

Setelah 24 jam berlalu, polisi dan tentara masih berjuang menyelamatkan para sandera yang diduga masih disekap. Dua orang teroris diduga tewas ditembak. Tentara memfokuskan operasi mereka pada Supermarket Nakumatt, tempat para gerombolan ini diduga bercokol.

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta yang kehilangan kerabatnya dalam penyerangan ini mengatakan akan memburu para teroris di dalamnya. Dia menegaskan bahwa kelompok itu adalah segerombolan pengecut.

"Kami akan memburu para penjahat kemana pun mereka lagi. Kami akan tangkap mereka, dan hukum karena kejahatan keji yang mereka lakukan," kata Kenyatta, presiden Kenya yang baru diangkat Maret lalu.

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan teroris akan sengit. Pasalnya, Al-Shabaab telah menyatakan tidak akan bernegosiasi. Bisa dibilang, ini adalah operasi berani mati. Hal ini disampaikan di akun Twitter mereka @HSM_Press.

"10 jam telah berlalu dan Mujahidin masih sangat kuat di dalam Mal #Westgate dan masih bertahan. Segala puji hanya bagi Allah!" tulis mereka. Belakangan akun dihapus oleh Twitter.

Insiden ini adalah serangan tunggal terbesar di Kenya sejak sel dari al-Qaeda Afrika Timur mengebom Kedubes Amerika di Nairobi tahun 1998 lalu, menewaskan lebih dari 200 orang. Serangan terakhir al-Shabaab di luar Somalia adalah tahun 2010, di Uganda. Saat itu, mereka menyerang di kerumunan orang yang tengah menonton final Piala Dunia di Kampala, menewaskan 96 orang.

Serangan kali ini adalah realisasi dari ancaman Al-Shabaab tahun 2011 lalu. Kala itu, mereka mengancam akan menyerbu Nairobi karena Kenya telah mengirimkan pasukannya ke Somalia. Sebanyak 4.000 pasukan kenya saat ini telah berada di selatan Somalia untuk memberantas kelompok teroris.
"Serangan di Mal Westgate hanya sebagian kecil dari apa yang dialami Muslim Somalia berada di bawah penjajah Kenya. Sejak lama kami berperang melawan Kenya di tanah kami, sekarang saatnya mengubah medan perang dan berperang di tanah mereka #Westgate," tulis Al-Shabaab.

Taktik Mumbai
Ahli Keamanan Nasional dari CNN, Peter Bergen, mengatakan bahwa Al-Shabaab kali ini memakai taktik yang diambil kelompok Lashkar-e-Taiba, jaringan teror Pakistan, saat menyerbu hotel di Mumbai, India, November 2008. Serangan ini menewaskan 166 orang.

Di kedua peristiwa ini, Nairobi dan Mumbai, teroris memilih target yang merupakan tempat berkumpulnya warga asing. Mal Westgate di Nairobi diketahui adalah wilayah borjuis dan kerap jadi tempat kongkow orang-orang kaya Kenya. Dalam dua peristiwa ini, teroris sama-sama enggan negosiasi, mereka memilih mati.

Dalam kedua aksi ini, kelompok teroris menembak sembarang warga sipil. Tindakan al-Shabaab yang serampangan ini dulu sempat ditegur oleh petinggi al-Qaeda, osama bin Laden sebelum dia tewas dibunuh.

Dalam sebuah surat yang diperoleh di persembunyiannya di Abbottabad, Pakistan, bin Laden menegur al-Shabaab yang terlalu banyak menewaskan warga sipil dalam pertempuran di pasar Bakara, di ibukota Somalia, Mogadishu.

Kendati berselisih dalam masalah ini, namun Al-Shabaab dan al-Qaeda setali tiga uang dalam upaya merekrut tentara mereka di luar negeri. Menurut laporan Dewan Komite Keamanan Dalam Negeri AS, sekitar 40 warga Amerika termakan propaganda mereka dan bergabung dengan al-Shabaab dalam beberapa tahun terakhir. Sebanyak 24 dari mereka berasal dari komunitas Somalia di Minnesota.

Salah satunya yang terkenal adalah Shirwa Ahmed, lulusan SMA di Minneapolis pada 2003, yang bekerja di bandara Minneapolis. Tahun 2007 dia diradikalisasi di Somalia, lalu setahun kemudian, dia meledakkan diri dengan sebuah truk di Puntland, utara negara itu. Insiden ini menewaskan 20 orang, termasuk pasukan perdamaian PBB dan relawan kemanusiaan.

Mengenal al-Shabaab
Al-Shabaab yang berarti "pemuda" dalam bahasa Arab adalah kelompok militan yang terbentuk setelah Serikat Pengadilan Islam Somalia dikalahkan oleh pemerintahan Somalia yang dibantu tentara Ethiopia pada tahun 2006. Tahun 2009, pasukan Ethiopia kalah telak dan tersingkir, al-Shabaab menguasai mayoritas wilayah di Somalia, menerapkan syariah Islam yang ketat.

Kendati menguasai sebagian besar wilayah, namun kekuasaan al-Shabaab tidak diakui komunitas internasional. Satu-satunya negara yang mengakui adalah Eritrea, sekutu yang kerap membantu mereka. Tahun 2011, diperkirakan mereka memiliki 14.426 tentara, belum ditambah sel-sel mereka di luar negeri.

Tahun 2012, kelompok pimpinan Ahmad Abdi Godane alias Mokhtar Abu Zubayr, ini menyatakan bergabung dengan al-Qaeda yang saat itu diketuai oleh Ayman al-Zawahiri. Diperkirakan sejak kematian Osama bin Laden, Somalia jadi lahan persembunyian militan al-Qaeda.

Pemerintah Kenya dan Ethiopia di bawah bendera Uni Afrika mengirimkan ribuan tentara mereka ke Somalia untuk memberantas al-Shabaab. Kenya turun ke negara ini untuk menciptakan wilayah aman di perbatasan selatan Somalia menyusul serangan di wilayah pariwisata utara Kenya yang diduga dilakukan militan al-Shabaab.

Sejak pasukan Kenya membantu perjuangan pemerintah Somalia, pasukan al-Shabaab tersingkir dari ibukota Mogadishu pada Agustus 2011 dan Kismayo pada September 2012. Wilayah ini vital bagi mereka sebab merupakan sumber pendapatan pajak dan logistik.

Al-Shabaab kerap membalas dendam dengan melakukan penyerangan di negara lain. Serangan kepada para fans sepakbola tahun 2010 di Uganda dilakukan karena negara itu, bersama dengan Burundi, karena telah menurunkan pasukannya ke Somalia sebelum Kenya ikut campur.

Monday, 22 April 2013

Bom Boston, Apa Motifnya?. Penyidik masih mencari motif. Tiga tewas 176 terluka

Tamerlan Tsarnaev (kiri), 26, dan adiknya Dzhokhar Tsarnaev, 19, pelaku pengeboman Boston.
Belum diketahui dengan pasti apa motif peledakan bom di Boston, Amerika Serikat. Penyidik juga masih mencari tahu apakah ada peran orang lain dalam peledakan bom yang terbuat peralatan memasak berupa dari panci presto dan telah menewaskan tiga orang serta melukai 176 orang lainnya pada Senin pekan lalu, saat perlombaan Boston Maraton sedang berlangsung.

Dzokhar Tsarnaev dan Tamerlan Tsarnaev, kedua kakak beradik ini diduga sebagai pelaku pemboman di Boston oleh Biro Penyelidik Federal (FBI) berdasarkan penelusuran rekaman CCTV dan penuturan sejumlah saksi.

Dzokhar, pria 19 tahun, berada di rumah sakit di Boston karena mengalami luka tembakan serius pasca penangkapannya Jumat kemarin yang membuatnya tak bisa bicara sehingga belum dapat dimintai keterangan pihak berwajib.

Sementara Tamerlan, pria 26 tahun, tewas saat penangkapan yang berlangsung menegangkan karena baku tembak pada Jumat itu juga.

Dua bersaudara ini diketahui berasal dari Chechnya yang merupakan negara bekas pecahan Uni Sovyet yang penduduknya mayoritas muslim. Spekulasi pun muncul bahwa keduanya terlibat jaringan radikal Chechen atau bahkan al-Qaeda.
Seperti diberitakan Reuters, Minggu 21 April 2013, sumber mengatakan bahwa Tamerlan pergi ke Moskow pada Januari 2012 dan tinggal selama enam bulan di sana. Namun tidak jelas diketahui apa yang dia lakukan ketika itu dan juga tidak bisa dipastikan dia memiliki kontak dengan kelompok pejuang militan di wilayah kaukasus selatan Rusia yang bergolak.

Pemboman ini juga ditengarai mendorong kontak dan kerjasama antara Amerika Serikat dan Rusia. Reuters menyebutkan bahwa pejabat Kremlin mengatakan kedua negara sepakat melalui perbincangan telepon untuk meningkatkan kerjasama kontra-terorisme.

FBI menyatakan pernah mewawancarai Tamerlan pada tahun 2011 setelah pihak keamanan Rusia menginformasikan bahwa yang bersangkutan merupakan pengikut Islam aliran radikal. Namun FBI mengatakan tidak menemukan "aktivitas terorisme" pada waktu itu.

Ruslan Tsarni, yang mengaku sebagai paman dari dua bersaudara itu, mengatakan bahwa dia melihat Tamerlan mulai berubah pandangannya dalam agama pada 2009. Dia menduga radikalisasi pandangan keponakannya itu terjadi saat berada di Amerika Serikat. "Di jalan-jalan Cambridge (Massachusetts)," ujarnya kepada CNN, dikutip Reuters.Ibu kedua pelaku, Zubeidat Tsarnaeva, yang berdomisili di Rusia, dalam wawancara TV Rusia mengatakan bahwa Tamerlan telah berada di bawah pengawasan FBI selama bertahun-tahun.

Tamerlan menikah dengan Katherin Russel, yang keluarganya tinggal di lingkungan kelas menengah ke atas di North Kingstown, Rhode Island. Ayahnya merupakan seorang dokter. Tamerlan dan Katherine memiliki seorang anak yang masih kecil.

Sebuah pernyataan yang dipasang di pintu rumah keluarga itu, "putri kami telah kehilangan suaminya saat ini, ayah dari anaknya. Kami tidak bisa memahami bagaimana tragedi mengerikan ini terjadi."

FBI meyakini Tamerlan merupakan pimpinan aksi peledakan bom itu. Namun, aparat hukum masih memeriksa orang-orang yang pernah berhubungan dengan dua bersaudara itu untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan orang lain.

"Indikasi awal adalah dua bersaudara ini beraksi sendirian," kata Kepala Polisi Watertown, Edward Deveau, kepada CNN, seperti dikutip Reuters.Sementara itu, Dzokhar, yang tertembak di tenggorokannya masih tidak bisa bicara karena cedera pada lidahnya. Tidak jelas kapan mahasiswa di University of Massachussets Dartmouth itu akan mampu berbicara.

"Kami memiliki sejuta pertanyaan yang perlu dijawab," ujar Gubernur Massachussets, Deval Patrick, dikutip Reuters.
Hingga saat ini, belum diketahui apa motif penyerangan kakak-adik Tsarnaev dan siapa yang ada di balik mereka. Dzhokhar terluka parah dalam penyerbuan polisi. Jika dia selamat, polisi akan mengorek seluruh keterangan yang diperlukan. Namun, jika dia tewas, kisahnya tetap akan menjadi misteri.
Bantahan
Meski diketahui bahwa kedua kakak beradik itu muslim, pengamat mewanti-wanti untuk tidak terlalu buru-buru menyimpulkan aksi pemboman itu atas dasar agama.Menurut ulasan Boston Globe, Tamerlan dan Dzhokhar Tsarnaev tidak dikenal sebagai seorang yang religius. Bahkan, menurut pengakuan beberapa temannya, Dzhokhar seperti remaja Amerika kebanyakan, suka main skateboard, berpesta, dan sesekali mengisap ganja.
Tamerlan juga bukanlah seorang yang religius. Dalam sebuah foto, petinju ini terlihat berlatih dengan seorang wanita berpakaian you-can-see, tindakan yang tidak akan dilakukan seorang Muslim ortodoks.

Ayah dari dua terduga pelaku bom Boston, Anzor Tsarnaev, malah menilai bahwa kedua anaknya telah dijebak. Menurutnya kedua anaknya itu tinggal di Amerika untuk sekolah dan tidak terlibat aksi peledakan bom itu.
"Seseorang 'membingkai' mereka. Saya tidak tahu siapa mereka, namun seseorang melakukannya," kata Anzor Tsarnaev dalam wawancara di televisi yang dikutip CNN, Sabtu 20 April 2013.

Sang ayah menuding tindakan polisi yang membunuh Tamerlan merupakan tindakan pengecut. Ia menyesalkan, keluarganya tidak diberitahu informasi yang cukup dan tiba-tiba mendengar kabar Tamerlan Tzarnaev mati terbunuh.

Ia takut, adiknya juga dibunuh oleh polisi padahal keduanya belum tentu bersalah dan bukan pelaku bom Boston yang sebenarnya. "Mereka harus menangkapnya hidup-hidup, dan biarlah pengadilan yang memutuskan siapa yang benar dan siapa yang salah," katanya.

Anzor mengucapkan belasungkawa terkait tragedi Boston. Ia mengutuk dan menyebutkan bahwa siapapun yang melakukan aksi laknat itu adalah orang brengsek.

Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, membantah hubungan dengan dua terduga pelaku bom Boston. Menurut dia, sebagaimana dilansir RIA Novosti, Jumat 20 April 2013, kedua tersangka tidak memiliki afiliasi dengan Republik Chechnya di Rusia."Kami tidak tahu apa-apa mengenai Tsarnaev (terduga pelaku kakak-beradik), mereka tidak pernah tinggal di Chechnya, mereka hidup dan menuntut ilmu di Amerika Serikat," katanya.

Menurut Ramzan, sudah menjadi tradisi siapa pun untuk menyalahkan etnis Chechen dalam isu terorisme. "Tuduhan itu tidak memiliki bukti yang kuat, apa yang terjadi di Boston adalah kesalahan aparat keamanan AS," kata Ramzan.

Saturday, 20 April 2013

Racun Ricin Untuk Obama, Bagaimana Cara Kerjanya?

Biji tanaman jarak Castor Oil yang mengandung racun ricin.
Barack Obama hampir saja menjadi korbanserangan racun mematikan, ricin. Racun ini ditemukan "terlampir" dalam surat yang dikirim ke Gedung Putih.

Tak hanya orang nomor satu di AS itu, Senator Mississippi Roger Wicker kabarnya juga dikirimi surat mematikan itu. Nah, apa sebenarnya racun ricin ini?

Ricin merupakan senyawa sampingan yang dihasilkan dari pengolahan biji tanaman jarak. Di Indonesia, tanaman jarak lebih dikenal sebagai tanaman yang dikembangkan untuk bahan bakar ramah lingkungan.

Senyawa ini dapat mengakibatkan orang tewas karena menyebabkan gangguan sistem peredaran darah dan pernafasan. Dan, bahayanya lagi, sampai saat ini belum ditemukan penawarnya.

Dilansir CNN, 19 April 2013, saat ricin masuk dalam tubuh, satu molekul ricin akan membunuh satu sel. Para ahli medis mengatakan, ricin merupakan pembunuh ganas sekuat virus anthrax.

Jika senyawa ini terhirup, disuntikkan atau tertelan, kurang dari titik kecil ricin dapat membunuh seseorang dalam waktu 36-48 jam. 

Saat ricin tertelan maka akan menyebabkan mual, muntah-muntah, pendarahan dalam pada lambung dan usus. Gejala ini akan berlanjut pada gagal hati, limpa dan ginjal yang menyebabkan kematian seseorang karena rusaknya sistem peredaran darah.

Jika biji kacang jarak ini ditelan utuh, tanpa kerusakan pada kulit biji, maka tidak menimbulkan bahaya. Namun, jika kulit biji rusak dan terkunyah, apalagi tertelan, racun pun bekerja di dalam tubuh.

Jika disuntikkan, racun ricin menyebabkan kematian langsung pada otot dan kelenjar getah bening dekat titik suntikan.

Selanjutnya, menyebabkan gagal fungsi organ utama dan perlahan-lahan akan menghilangkan nyawa.

Meracik Ricin

Dilansir Newyorker, ricin membidik molekul adenin dalam pabrik protein internal sel. Adenin merupakan salah satu isi dari molekul utama manusia (DNA dan RNA). Tanpa adenin, sel tidak dapat membuat protein dan bertahan hidup.

Ricin relatif mudah diekstrak dari biji jarak. Senyawa ini muncul dari biji jarak dengan berbagai bahan kimia untuk memantapkan protein. 

Selanjutnya, ektrak itu dicuci dengan cairan pencuci untuk memurnikan racun. Penyaringan dari proses ini menghasilkan partikel ricin seukuran bakteri atau debu rumah tangga.

Sedikitnya, dua biji ricin cukup untuk menghilangkan nyawa seseorang.

Namun, ricin bukan sepenuhnya berbahaya. Kadang ada gunanya. Belum lama ini, sejumlah ilmuwan mengeksplorasi penggunaan ricin sebagai zat imun racun immunotoksin, zat yang dapat membantu sistem kekebalan tubuh dengan membunuh sel-sel berbahaya. 

Dengan melampirkan molekul ricin ke antibodi yang ditargetkan hanya pada sel-sel kanker, para ilmuwan di UT Southwestern Medical Center mengklaim, telah mencapai hasil yang baik untuk mengobati penyakit kanker Hodgkin dan pasien limfoma non-Hodgkin.

Penggunaan ricin juga dimanfaatkan untuk menargetkan sel leukimia dan sel kanker usus besar. (adi)

Friday, 22 February 2013

Bumi Papua Makin Bergolak. Aksi ini untuk mengangkat isu keamanan Papua ke dunia internasional?

Polisi dan TNI merazia warga di Papua
Bumi Papua terus bergejolak. Teror demi teror ditebar oleh kelompok bersenjata. Kali ini, Kamis 21 Februari 2012, kelompok bersenjata menyerang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di dua tempat berbeda. Delapan tentara gugur dalam dua serangan itu.

Serangan pertama terjadi pukul 09.30 WIT di Pos TNI yang terletak di Distrik Tingginambut, Puncak Jaya, Papua. Satu anggota Batalyon Infantri 753, Pratu Prabowo Wibowo, tewas di tempat. Dia tertembak di bagian dada. Sementara, Letnan Satu Reza hanya mengalami luka tembak di bagian lengan.

Sekitar pukul 10.30 WIT, kelompok bersenjata menghadang rombongan anggota TNI di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua. Saat itu, sekitar 12 prajurit hendak menuju Bandara Illaga, yang berjarak sekitar 2 kilometer dari markas Koramil Sinak. Para tentara ini berniat mengambil logistik dan radio komunikasi yang dikirim dari Kodim 1714.

"Mereka dihadang di tanjakan jalan, dengan cara ditembaki dari atas bukit," kata Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih, Letkol TNI Jansen Simanjuntak.

Tujuh prajurit gugur dalam aksi penyerangan ini. Mereka adalah Sertu M Udin (Kodim 1714 Puncak Jaya), Sertu Frans (Kodim 1714 Pucak Jaya), Sertu Edi (Kodim 1714 Puncak Jaya), Sertu Ramadhan (Batalyon 753), Praka Jojo Wiharja (Batalyon 753), Praka Wempi (Batalyon Infantri 753), dan Pratu Mustofa (Batalyon Infantri 753). Sementara itu, Serda Wahyudi dari Batalyon Infantri 753, terluka. Hingga siang, satu anggota TNI masih dinyatakan hilang.

Aparat, kata Jansen, belum bisa mengetahui identitas para penyerang."Mereka masih dikejar, jadi kami belum bisa simpulkan dari kelompok mana," ujarnya. Yang jelas, imbuh Jansen, para penyerang punya kekuatan besar dan memiliki keberanian.

Sementara itu, polisi tidak tinggal diam. Korps Bhayangkara turut membantu TNI mengejar kelompok bersenjata ini. Anggota Pos Brimob bersama anggota Polres Puncak Jaya dikerahkan. "Mereka di bawah komandan Kompol Hanafiah, Polisi membantu TNI mengejar para pelaku," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya.

Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Agus Rianto, kelompok penyerang melarikan diri ke arah hutan usai beraksi. Aparat,kata dia, butuh waktu untuk pengejaran itu. Hingga Kamis sore, belum ada pelaku yang berhasil ditangkap.
"Lokasi di sekitar Tingginambut, sebelah kanan bukit, sebelah kiri lereng. Jadi jalan hanya satu-satunya. Perlu waktu bagi teman-teman kami TNI maupun Polri melakukan pengejaran pelaku yang melarikan diri ke hutan," kata Agus.

Basis OPM

Menteri Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Djoko Suyanto menyatakan, pemerintah mengutuk keras aksi penyerangan ini. Pemerintah berharap, kelompok ini bisa segera digulung.
"Mudah-mudahan pelaku penembakan dan penghadangan terhadap aparat TNI bisa segera ditangkap supaya bisa jelas siapa pelaku, apa motif penyerangan, dan kelompok mana yang harus bertanggung jawab," kata Djoko di kantornya.

Menurut Djoko, dua daerah tempat penyerangan ini merupakan salah satu basis kelompok bersenjata. Distrik Tingginabut, kata dia, merupakan basis kelompok bersenjata yang dipimpin Panglima Organisasi Papua Merdela (OPM) Goliat Tabuni. Kelompok ini sudah melakukan kegiatan dalam waktu yang cukup lama.
Sementara, di Kampung Tanggulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, terdapat kelompok bersenjata pimpinan Murib. "Di wilayah ini atas dasar perkiraan intelijen diduga merupakan tempat aktivitas kelompok bersenjata pimpinan Murib," ungkap Djoko.

"Kelompok-kelompok ini satu sama lain ada yang berhubungan, dan tidak berhubungan. Kelompok ini selalu melakukan kegiatan-kegiatan yang mengganggu aparat Polri, TNI, dan juga terhadap para pekerja investasi di wilayah tersebut," Djoko menambahkan.

Menurut Djoko, kondisi geografis menjadi kendala aparat dalam melakukan pengejaran. Topografi wilayah yang berhutan lebat, bergunung-gunung dengantebing terjal, cuaca ekstrem, dan sulitnya transportasi serta komunikasi menjadi kendala aparat. Ditambah lagi, kelompok bersenjata ini memiliki pengenalan medan yang jauh lebih bagus daripada aparat. Sehingga, bantuan warga setempat sangat dibutuhkan untuk menangkap para pelaku.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya tokoh masyarakat, tokoh adat atau kepala-kepala suku, dan tokoh agama untuk beker jasama dengan pemerintah menjaga kondusivitas situasi di Papua, dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," pinta Djoko.

Ketua Komisi I bidang Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Mahfudz Siddiq, menilai serangan ini bertujuan untuk mengangkat isu keamanan di Papua ke dunia Internasional. Untuk itu, dia meminta TNI dan Polri tidak terprovokasi. "Saya melihat setahun terakhir target separatis bersenjata ini diarahkan ke aparat kepolisian maupun TNI," kata Mahfudz

Mahfudz juga mendesak pemerintah untuk segera mencarikan solusi segala permasalahan di Papua dengan cara sebaik-baiknya. "Sampai sekarang belum ada konsep solusi yang komprehensif, bermartabat dan damai. Warningnya adalah, ini mau pemilu 2014, orang malas urus Papua. Mau sampai kapan nunggu korban?," ujar Mahfudz.

Intensitas Konflik Tinggi

Aksi penyerangan ini terjadi setelah TNI menambah pasukannya di Papua. Pada Minggu, 3 Februari 2013, TNI mengirim 700 personel atau lima kompi pasukan dari Komando Daerah Militer (Kodam) VII/ Wirabuana. Pasukan tergabung dalam satuan tugas (Satgas) Batalyon Infanteri 726/Tamalatea itu dalam upaya menjalankan tugas pengamanan perbatasan RI dengan Papua Nugini.

Pasukan tambahan dini dilepas dalam sebuah upacara yang digelar di Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VI Makassar. Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan-Barat, Brigadir Jenderal (Brigjen) Syarul Mamma, menjadi pemimpin upacara dengan disaksikan langsung oleh Pangdam VII/Wirabuana, Mayor Jenderal Muhammad Nizam.

Menurut Pangdam VII/Wirabuana, Mayjen TNI Muhamad Nizam, pengiriman pasukan dimaksudkan untuk mewujudkan keamanan di wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini. Sebab, intensitas gangguan keamanan di Papua dalam beberapa waktu terakhir cukup tinggi, yang ditandai dengan pengibaran bendera Bintang Kejora di beberapa wilayah.

"Perwujudan keamanan sangat dibutuhkan dengan harapan agar permasalahan yang berpotensi menjadi konflik dapat segera diantisipasi," kata Muhammad Nizam usai upacara pelepasan pasukan beberapa waktu yang lalu.