Thursday, 8 November 2012

Tammy Baldwin Terpilih Jadi Senator Lesbian Pertama di AS

Pemilu kongres Amerika Serikat (AS) tahun ini melahirkan sejarah baru. Munculnya seorang senator lesbian pertama di AS. Wanita bernama Tammy Baldwin yang merupakan kandidat Partai Demokrat ini, mengalahkan kandidat senator dari Partai Repubik untuk negara bagian Wisconsin. 
Nama Baldwin sebenarnya bukan nama baru di dunia perpolitikan AS. Selama 7 periode berturut-turut, wanita berusia 50 tahun ini menjadi anggota DPR AS untuk negara bagian Wisconsin. Dalam pemilihan Senat yang digelar 6 November, Baldwin berhasil menumbangkan kandidat Partai Republik Tommy Thompson dengan perolehan 51 persen melawan 46 persen.

"Saya tidak akan membuat kesalahan, saya bangga dengan kemajuan Wisconsin," ujar Baldwin dalam pidato kemenangannya, seperti dilansir AFP, Kamis (8/11/2012).

Pernyataan Baldwin tersebut merujuk pada karakterisik liberal yang dianut mayoritas warga Wisconsin. Di kampung halaman cawapres Partai Republik Paul Ryan ini, Presiden Barack Obama juga meraih suara mayoritas dalam pilpres AS.

Kemenangan ini menjadikannya sebagai anggota Senat AS pertama yang terang-terangan mengaku lesbian. Meskipun isu orientasi seksualnya tersebut tidak digadang-gadang sebagai isu utama dalam kampanyenya. Selama ini Baldwin justru dikenal kritis memperjuangkan isu perdamaian di Timur Tengah dan akses luas bagi warga terhadap layanan kesehatan. 

"Saya tidak berniat membuat sejarah. Saya hanya ingin membuat perbedaan yang berarti," tuturnya.

Sebelum terpilih menjadi senator lesbian pertama, Baldwin juga tercatat sebagai anggota DPR AS pertama yang secara terbuka mengakui dirinya penyuka sesama jenis.

LUAARR BIASA...! GILE BENER....! MENURUT FITRA ANGGARAN PENGADAAN MESIN FOTO COPY DI DPR RP.3,6 MILYAR...!

 Kesekjenan DPR terus berbenah menjelang akhir tahun 2012. Selain sedang melelang 3 proyek pekerjaan yang bernilai Rp 8,6 miliar, DPR juga akan membeli mesin fotokopi senilai Rp 3,6 miliar. 
"Pada tahun 2012, Sekretariat Jenderal DPR sedang dan sudah selesai melakukan lelang pengadaan mesin fotokopi atau risograph sebesar Rp 3.687.284.000," kata Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Tranparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi, dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (8/11/2012).

Uchok mengatakan saat ini DPR sedang melakukan lelang untuk pengadaan mesin risograph dan mesin fotokopi berwarna. Nilai masing-masing proyek itu adalah Rp 510 juta dan Rp 671 juta. Penandatanganan dua proyek pengadaan itu akan dilakukan pada 21-23 November 2012.

Selain dua proyek pengadaan yang sedang tahap tender tersebut, Uchok juga mengungkapkan ada proyek pengadaan mesin fotokopi yang sudah selesai ditender. Proyek itu bernilai Rp 1,6 miliar dan dimenangkan oleh CV OI (inisial) dengan penawaran Rp 1,4 miliar.

Satu proyek lainnya yang juga sudah melewati proses tender adalah pengadaan mesin fotokopi portable monochrome senilai Rp 827 juta. Pemenang proyek itu adalah CV SPA dengan penawaran Rp 696 juta. Kedua pemenang tender itu berkantor di wilayah Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Uchok menilai semua proyek pengadaan ini mubazir. Sebab, sesuai dengan hasil audit BPK semester 1 tahun 2012, DPR masih punya 36 unit mesin fotokopi elektronik.

"Pengadaan mesin fotokopi kecepatan tinggi Rp 1,4 miliar juga sia-sia. Ini berarti setiap fraksi akan memperoleh satu buah mesin fotokopi seharga Rp 165 juta. Padahal, setiap ruangan fraksi sudah punya mesin fotokopi," kritik Uchok.

"Pembelian atau pengadaan mesin fotokopi ini adalah suatu bentuk yang mubazir, bukan untuk menunjang kinerja tetapi lebih kepada proyek-proyekan menutup akhir tahun. Hanya untuk menghambur-hamburkan duit negara saja," pungkasnya.

SUMBER : http://news.detik.com/read/2012/11/08/090221/2085605/10/fitra-proyek-pengadaan-mesin-fotokopi-tahun-2012-di-dpr-rp-36-m?n991102605

Golkar: Soeharto Juga Layak Jadi Pahlawan Nasional


Proklamator RI Soekarno dan Mohammad Hatta telah dianugrahi gelar pahlawan nasional. Selain kedua tokoh itu, Golkar menilai ada tokoh lain yang juga layak mendapat gelar serupa, yaitu tokoh Golkar yang juga Presiden Kedua RI, Soeharto.

"Beliau juga layak diangkat sebagai Pahlawan Nasional," kata Jubir Golkar, Tantowi Yahya, saat dihubungi detikcom, Kamis (8/11/2012).

Menurut Tantowi, Soeharto juga memiliki banyak jasa bagi bangsa Indonesia. Jasa-jasa Soeharto hingga yang saat ini bisa dinikmati masyarakat Indonesia khususnya di bidang ekonomi dan pembangunan.

"Pembangunan ekonomi Indonesia terjadi di zaman Pak Harto. Peninggalannya pun banyak dan masih dilanjutkan pemerintah. Bahkan ada yang masih dinikmati masyarakat hingga kini," ujarnya.

Namun Golkar belum akan mengusulkan hal itu ke pemerintah. Golkar masih akan membicarakan hal tersebut di internal partai terlebih dahulu.

"Belum ada pembicaraan ke arah itu sekarang ini," imbuhnya.



Langgar Masa Percobaan, Pembuat Film 'Innocence of Muslims' Dibui 1 Tahun

Pembuat film kontroversial 'Innocence of Muslims' divonis 1 tahun penjara oleh pengadilan Amerika Serikat (AS). Hukuman ini djatuhkan karena pria bernama Mark Basseley Youssef ini melanggar masa hukuman percobaan atas tindak kriminal sebelumnya. 
Pengadilan menyatakan Youssef bersalah melanggar masa percobaan yang dijatuhkan pengadilan atas pidana penipuan yang dilakukannya tahun 2010 lalu. Selain itu, Youssef juga bersalah atas 4 dakwaan pemalsuan identitas.

Selanjutnya, Youssef akan ditahan di penjara federal AS. Demikian seperti dilansir AFP, Kamis (8/11/2012).

Pria berusia 55 tahun ini disebut-sebut sebagai dalang utama di balik film anti-Islam yang memicu gelombang protes di sejumlah negara pada September lalu. Bahkan aksi protes yang terjadi di Benghazi, Libya, menewaskan Duta Besar AS untuk Libya, Christopher Stevens. Banyak pihak yang meminta pemerintah AS untuk mengadili Youssef atas film tersebut.

Namun vonis yang dijatuhkan oleh pengadilan ini, lebih terkait pelanggaran masa hukuman percobaan yang tengah dijalaninya. Hukuman percobaan tersebut terkait kasus pada Februari 2009 lalu, dimana Youssef divonis bersalah atas tindak pidana pemalsuan identitas dan pemalsuan nomor keamanan sosial nasabah sejumlah bank di California. Dengan identitas palsu tersebut, Youssef menarik dana sebesar USD 860 tanpa sepengetahuan nasabah-nasabah tersebut.

Ada 8 tindak pelanggaran yang dilakukan Youssef sehingga dia harus kembali menjalani persidangan. Dia ditangkap pada September lalu. Dalam persidangan, Youssef membantah seluruh dakwaan. Namun Hakim Christina Snyder menyatakan Youssef bersalah dan memvonisnya 12 bulan atau 1 tahun penjara, yang diikuti dengan pengawasan atau wajib lapor selama 4 tahun setelah dia bebas nanti.

Selama ini, Youssef diketahui memiliki sejumlah nama samaran seperti Nakoula Basseley Nakoula atau juga Sam Bacile. Termasuk saat aksi protes terhadap film 'Innocence of Muslims' marak terjadi. Asisten Jaksa AS Robert Dugdale menyebut Youssef sengaja 'menipu' aktor-aktor yang bekerja sama dengannya dalam film tesrebut, dengan mengubang dialog dan mendubbing tanpa pemberitahuan.

"Perilaku ini merupakan cara-cara penipuan dengan modus lama," ucap Dugdale.

Menurut dokumen pengadilan, Youssef sendiri yang menulis dan memproduksi film tersebut, dan kemudian mengunggah versi berbahasa Inggris ke YouTube pada 2 Juli dan diikuti versi bahasa Arab pada 11 September, saat peringatan tragedi 9/11. "Penipuan ini telah menimbulkan kerugian bagi orang lain," imbuhnya.

Indonesia Sebaiknya Contoh AS Bentuk Presidential Club. INI BARU IDE KEREN BOSSS...! hehehehe....

Hubungan SBY dan Megawati Soekarnoputri membaik kembali setelah delapan tahun dingin. Pada acara penghargaan gelar pahlawan nasional bagi tokoh proklamator Soekarno dan Muhammad Hatta, Rabu (7/11) kemarin, keduanya tampak akrab. Megawati terima gelar pahlawan nasional bagi Soekarno 
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto menilai baik kondisi tersebut. Menurutya, Indonesia sebaiknya mencontoh AS yang memiliki Presidential Club sebagai wadah berkumpulnya presiden dan para mantan presiden AS untuk saling bertukar pikiran. 

Wadah ini dapat mencegah terjadinya 'permusuhan' antar mantan presiden meskipun berbeda partai politik. 

"Terlebih SBY mau mengakhiri masa jabatannya tahun 2014. Sebaiknya mereka membentuk semacam klub seperti Presidential Club di Amerika Serikat untuk memberikan dorongan kepada presiden yang terpilih nantinya," kata Gun Gun saat berbincang dengan detikcom, Kamis (8/11/2012).

Sejak tahun 2004, kedua tokoh ini hampir tidak pernah bertemu kecuali dalam sedikit kesempatan, seperti saat kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Jakarta tahun 2010. Ide Presidential Club bisa terwujud jika para tokoh mampu melampaui ego pribadi sisa kontestasi pemilu.

"Seperti George W Bush Jr berseberangan sengit dengan Obama, layaknya Republikan dengan Demokrat, namun Bush tetap mau masuk ke Presidential Club. Mereka mau bercengkerama dan saling sharing memberikan penguatan kepada Presiden," jelas Gun Gun. 

Jika SBY-Mega masih menyimpan ego pribadi, maka akan berdampak buruk bagi kehidupan politik di Indonesia. "Dampak tersebut akan berpengaruh terutama bagi para pendukungnya, karena mereka tokoh besar berpengaruh. Akan ada relasi antagonistik antar kekuatan politik," ujar Gun Gun. 

Keluarga Ingin Soeharto Juga Dapat Gelar Pahlawan Nasional Keluarga besar Soeharto mengucapkan selamat pada keluarga proklamator.

Kemenangan Barack Obama dalam pemilihan presiden Amerika Serikat untuk periode empat tahun ke depan adalah bukti naiknya arus politik progresif di berbagai belahan dunia. Indonesia jangan ketinggalan trend, kemenangan Obama bisa jadi pelajaran dalam memilih pemimpin para pemilu 2014 mendatang.Budiman Sudjatmiko

"Politik progresif ini ditandai dengan kebijakan ekononomi politik yang berorientasi pada distribusi kesejahteraan atau pemerataan, solidaritas dan kesetaraan dalam kebebasan," kata anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko, dalam pernyataan tertulisnya yang diterima VIVAnews, Rabu 7 November 2012. 

Dalam politik progresif ini, kata Sudjatmiko, negara kembali memainkan peranan penting untuk berfungsi mengurangi kesenjangan sosial yang diakibatkan oleh mekanisme ekonomi pasar bebas atau kapitalisme neoliberal.

"Obama yang menekankan pada nilai-nilai empati, tanggungjawab sosial dan solidaritas dalam bentuk kebijakan pengamanan jaring pengaman sosial untuk melindungi masyarakat kelas menengah ke bawah (masyarakat miskin), pengetatan pasar keuangan agar tidak liar dalam mencari laba, kenaikan pajak bagi masyarakat yang berpendapatan sangat tinggi dan sebagainya, adalah bagian dari kecenderungan dunia saat ini," jelas Sudjatmiko. 

Kemenangan Francois Hollande dalam pilpres Perancis maupun fenonema kemenangan pemimpin-pemimpin sosialis di negeri-negeri Amerika Latin maupun kemenangan Obama adalah bukti dari kemenangan Politik Progresif ini. Bangsa Indonesia yang akan memilih pemimpin pada 2014 nanti, lanjutnya, diharapkan bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini. 

"Politik Oligarki yang berlandaskan uang sudah usang dan ketinggalan jaman. Saya ucapkan selamat untuk Obama dan semoga kemenangannya bisa mengerem ketegangan politik dunia dan menggantinya dengan politik luar negeri yang lebih ramah: penciptaan perdamaian di Timur Tengah, peredaan ketegangan akibat sengketa teritorial antara China dengan Jepang dan ketegangan di Semenanjung Korea, mencairnya hubungan baik dengan negeri-negara Amerika Latin yang juga sedang menempuh Politik Progresif," ujar Sudjatmiko.

"Indonesia juga semoga bisa memanfaatkan kemenangan Obama ini, yaitu dengan meyakinkan Presiden Obama tentang hak-hak Indonesia dalam setiap kesepakatan investasi maupun perdagangan," tutupnya.

Keluarga Ingin Soeharto Juga Dapat Gelar Pahlawan Nasional (Keluarga besar Soeharto mengucapkan selamat pada keluarga proklamator)

Yayasan Keluarga Besar Soeharto mengucapkan selamat kepada keluarga Mohammad Hatta dan Soekarno atas pemberian gelar pahlawan nasional dari pemerintah RI kepada pasangan proklamator itu.
Almarhun mantan Presiden Soeharto.

Kiswadi Agus, Ketua YKBS, mengapresiasi tinggi penganugerahan tersebut karena menurutnya kedua proklamator RI itu memang pantas mendapatkan gelar pahlawan nasional. “Keduanya merupakan putra terbaik bangsa,” kata dia kepada VIVAnews, Rabu 7 November 2012.

Pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soekarno-Hatta juga membuat YKBS semakin bertekad memperjuangkan gelar pahlawan nasional untuk almarhum mantan Presiden Soeharto. “Kami tetap akan meminta gelar itu kepada Presiden,” ujar Kiswadi.

Soeharto layak dianugerahi pahlawan nasional karena dia merupakan tokoh yang berjasa untuk bangsa. “Apapun, Soeharto merupakan tokoh kedua setelah Soekarno dan Hatta. Soeharto dengan Serangan Umum Satu Maret-nya telah memproklamirkan kepada luar negeri tentang keberadaan Indonesia,” kata Kiswadi.

Ia mengakui sosok Soeharto memang memiliki kekurangan. Namun, tegas Kiswadi, itu tak lepas dari kodrat manusia yang memang selalu memiliki kekuarangan. “Tak ada gading yang tak retak,” ujarnya.

Prosedur

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri sebelumnya menjelaskan, bila ada pihak yang menginginkan mantan presiden lainnya diberi gelar pahlawan nasional, maka ada sejumlah prosedur yang mesti dilalui dan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

“Syarat utamanya (presiden tersebut) harus almarhum dulu, dan perjuangan beliau sepanjang hidupnya memang untuk NKRI,” ucap Salim. Perjuangan itu bisa di segala bidang. “Pahlawan kan tidak harus bawa bedil,” imbuhnya.

Proses pengusulan gelar pahlawan diusulkan dari tingkat kabupaten lewat bupati atau wali kota atau gubernur, kemudian diserahkan ke Dinas Sosial provinsi, dan diteruskan ke Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD).
“Lalu Mensos mengajukan usul itu ke Presiden melalui Dewan Gelar. Jadi tidak definitif mantan presiden langsung bisa dapat gelar pahlawan nasional,” kata Salim. (umi)

Mengaku Jual Istri ke Lelaki Lain, Ari Tak Sudi Minta Maaf "Memang saya pernah menjualnya pada pria lain, tapi hanya dua kali."

Ari Wibowo, 40 tahun, tersangka kasus penjualan istri disertai kekerasan pada anak menangis sesenggukan di hadapan sejumlah awak media. Sambil berlinang air mata, pria bertubuh tambun itu memohon maaf atas kelakuan bejatnya selama ini.

Ari Wibowo, suami yang menjual istrinya sendiri ke lelaki lain
Disaksikan wartawan VIVAnews, di ruang penyidik Polresta Depok Ari tak kuasa menahan tangis ketika disinggung kasus kekerasan yang dia lakukan kepada Xl dan Nd, kedua anaknya yang masing-masing berusia 10 dan 4 tahun.

"Maafin Papah ya, nak. Papah benar-benar menyesal. Papah kangen kalian," tuturnya sambil menyeka air mata dengan baju tahanan yang dia kenakan, Rabu 7 November 2012.

Meski berkali-kali meminta maaf pada anaknya, namun Ari enggan meminta maaf kepada istrinya, Rs. Wanita malang ini mengaku sempat dijual Ari sebanyak dua kali kepada lelaki hidung belang dengan harga Rp300 ribu sekali kencan. Ari menuding, justru Rs yang membuat dirinya hancur.

"Karena dia sering menuduh saya selingkuh, saya akhirnya dipecat. Memang saya pernah menjualnya pada pria lain, tapi itu hanya dua kali. Itupun karena kami terdesak kebutuhan ekonomi, karena saya sudah tak lagi bekerja," dalihnya.

Meski mengaku khilaf telah menjual istrinya sendiri, Ari bersikukuh jika Rs adalah perempuan tak beres.

"Saya selalu berkata jujur dan tak ada yang saya tutup-tutupi dari dia. Bahkan slip gaji saya selalu saya kasih ke dia. Kalau soal saya menyiksa anak, itu sama sekali tak benar. Itu hanya kecelakaan. Saat itu saya ingin mengejar Rs saat kami cekcok mulut. Dia malah bawa anak, jadi anak saya yang kena motor, itupun hanya terserempet," katanya lagi.

Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani aparat Polresta Depok. Akibat perbuatannya, Ari terancam undang-undang tentang kekerasan rumah tangga dengan ancaman hukuman penjara di atas 15 tahun.

APALAGI INI...? PEMERINTAH URUGUAY MELEGALKAN PERDAGANGAN DAN MEMPRODUKSI GANJA UNTUK RAKYATNYA. GAWAT INI. hehehe....

Para penghisap ganja di Uruguay sekarang tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi menghisap barang haram tersebut. Pasalnya, pemerintah negara itu telah melegalkan ganja dan bahkan memproduksinya untuk dikonsumsi rakyatnya.
Ganja

Diberitakan Daily Mail,  pemerintah Uruguay akan memasok ganja untuk para pengguna dan hal ini diatur dalam hukum negara tersebut. Dalam peraturan baru, ganja akan diatur peredarannya dan dibatasi penggunaannya oleh pemerintah.

Untuk setiap paketnya seberat 40 gram, atau bisa dibuat 20 batang rokok ganja, Uruguay mematok harga sekitar Rp332 ribu. Para pembeli hanya boleh membeli satu paket setiap bulannya. Mereka akan ditandai dengan kartu barcode yang akan diserahkan setiap membeli.

Untuk memenuhi permintaan para pemadat, pemerintahan Presiden Uruguay Jose Mujica juga berencana menggarap perkebunan ganja seluas 150 hektar. Selain itu, pemerintah juga akan menerapkan standar kualitas agar ganja yang dijual tidak murahan.

Langkah ini dilakukan pemerintah Uruguay untuk mematikan sumber pendapatan para pengedar ganja ilegal. Para kartel narkoba di negara ini mulai meresahkan dengan kerap melakukan tindak kekerasan. 

"Efek negatif dari mengkonsumsi mariyuana tidak lebih berbahaya dari kekerasan yang dipicu oleh perdagangan narkoba ilegal," kata Menteri Dalam Negeri Uruguay, Eduardo Bonomi.

Pemerintah Uruguay memperkirakan, sekitar 18.500 rakyat negara tersebut menghisap ganja setiap hari.

Bagaimana Obama Kembali Menang Pemilu (Obama bisa menjungkirbalikkan perkiraan banyak kalangan)

Jam sudah menunjukkan hampir pukul dua pagi, Kamis 7 November 2012, namun puluhan ribu orang di Kota Chicago masih belum terlelap. Mereka bersorak-sorai menyambut Barack Obama, yang terpilih lagi sebagai presiden AS setelah dinyatakan menang pemilu atas Mitt Romney dalam hitung cepat sejumlah stasiun televisi terkemuka.
Presiden Barack Obama rayakan kemenangan Pemilu AS

Dalam pidato kemenangan yang dinanti-nanti para pendukungnya, Obama menyatakan bahwa saat ini dia tidak hanya berbicara untuk para pendukung Partai Demokrat yang mencalonkannya, namun juga kepada seluruh rakyat AS, termasuk para pendukung Romney dari Partai Republik. Dia ingin semua rakyat Amerika kembali bersatu membawa bangsa bangkit dari krisis ekonomi dan masalah-masalah lain.

"Kita adalah suatu keluarga Amerika. Kita tumbuh dan jatuh bersama sebagai satu bangsa," kata Obama dalam pidato kemenangannya, yang menggugah hati, seperti dikutip stasiun berita BBC. Sebelumnya, Romney secara pribadi sudah menelpon langsung kepada Obama sambil mengucapkan selamat atas kemenangannya di Pemilu 2012. Ini salah satu ciri khas demokrasi Amerika.

Di Kota Boston, di tengah suasana yang tidak seramai Chicago, Romney kepada para pendukungnya mengaku bahwa perjuangannya sudah usai. "Saya begitu berharap bisa memenuhi harapan kalian untuk memimpin negeri ini dalam arah yang lain. Namun bangsa memilih pemimpin yang lain sehingga saya bergabung bersama kalian untuk bersama-sama berdoa bagi beliau [Obama] dan bagi bangsa yang besar ini," kata Romney.

Kemenangan Obama di Pemilu 2012 ini terbilang fenomenal. Dia bisa menjungkirbalikkan perkiraan banyak kalangan, baik dari media hingga diplomat Amerika sendiri, bahwa Pemilu kali ini berjalan sangat ketat. Scot Marciel, Duta Besar AS untuk Indonesia bahkan sempat mengira demikian di tengah proses penghitungan suara.

"Saya pikir hasilnya akan sangat ketat. Namun yang penting persaingan di Pemilu AS ini tetap berjalan secara demokratis," kata Dubes Marciel saat memantau hasil Pemilu Presiden AS 2012 bersama dengan para diplomat Amerika dan sebagian masyarakat Indonesia di suatu hotel di Jakarta pada Rabu pagi WIB.

Dubes Marciel memang benar. Hingga Rabu pagi WIB, berdasarkan penghitungan langsung yang disiarkan stasiun berita CNN, Mitt Romney sementara ini unggul tipis atas Presiden Barack Obama, baik secara perolehan suara paling banyak (popular vote) maupun secara proporsional (electoral college). Jelang hari Pemilu pun sejumlah jajak pendapat  mengungkapkan bahwa Obama hanya unggul sangat tipis dari Romney, dengan hanya selisih satu persen.

Di AS, pemenang Pemilu bukan ditentukan dari jumlah suara populer terbanyak, namun melalui mekanisme penghitungan khusus yang disebut electoral college. Berdasarkan mekanisme itu, setiap negara bagian diberi sejumlah suara elektoral (electoral votes) dalam komposisi yang berbeda, sesuai dengan proporsi penduduk masing-masing.

Makin banyak warga yang punya hak pilih, makin besar pula porsi suara elektoral di suatu negara bagian. Pemenang ditentukan bila berhasil meraih sedikitnya 270 electoral votes. Menurut perhitungan sementara, Obama telah mengantongi 303 suara elektoral sedangkan Romney 206, lebih dari cukup untuk menyatakan diri sebagai pemenang.

Suara elektoral lebih banyak didapat di negara-negara bagian yang padat penduduk. Namun, kunci kemenangan Obama adalah saat dia berhasil menguasai wilayah-wilayah pemilik suara elektoral yang besar namun selama ini cenderung netral - seperti Ohio, Iowa, Michigan, dan lain-lain. Wilayah-wilayah ini memiliki banyak pemilih dari kalangan kelas menengah ke bawah dan para pekerja.

Kalangan media massa AS yakin bahwa salah satu kunci kemenangan Obama kali ini adalah dia berhasil memberdayakan pasukan relawan, seperti saat dia unggul pada Pemilu 2008. Terorganisir dengan baik, para relawan ini tak henti-henti bekerja bukan saja untuk mengumpulkan dukungan, namun mereka menjalankan tugas yang lebih strategis, yaitu mengajak warga AS untuk menggunakan hak pilih.

Mereka menggunakan berbagai cara. Mulai dari cara konvensional, seperti datang dari rumah ke rumah, bertelepon, hingga menggunakan jejaring media sosial, seperti Twitter dan Facebook. Bisa dibilang kubu Obama ini termasuk tim sukses pertama yang memanfaatkan jejaring media sosial di Internet pada masa kampanye Pemilu 2008. Ini mereka ulangi lagi di Pemilu 2012.

"Kami merasa percaya diri bakal mendapat banyak pemilih untuk menang. Ini tergantung seluruhnya pada sikap mereka, apakah akan menggunakan hak pilih," kata Obama, seperti dikutip USA Today, saat mengunjungi suatu kantor tim kampanyenya.

Selamatkan Pekerja
Menjelang Hari Pemilu, Obama mendapat serangan kampanye bertubi-tubi dari Romney, apalagi sejak debat putaran pertama beberapa pekan lalu. Saat itu Romney unggul telak atas Obama saat habis-habisan mengritik dia atas ketidakmampuannya memulihkan ekonomi AS dari resesi. Isu ekonomi menjadi senjata andalan kubu Romney untuk menghantam Obama bertubi-tubi, baik selama tiga kali putaran debat, iklan-iklan kampanye, hingga acara tatap muka dengan para pendukungnya.

Stasiun berita BBC pun mencatat bahwa sejak zaman Presiden Franklin Delano Roosevelt lebih dari 70 tahun yang lalu, belum ada kandidat incumbent yang berhasil terpilih lagi saat perekonomian di negaranya tengah carut marut. Saat Obama, mencalonkan diri, tingkat pengangguran di AS masih tergolong tinggi, yaitu 7,9%.

Sejak era Roosevelt, tidak ada satupun calon incumbent berhasil terpilih kembali pada Pemilu berikut, seperti Gerald Ford, Jimmy Carter, maupun George H.W Bush. Namun Obama berhasil mendobrak "kutukan para incumbent" itu.

Hanya beberapa hitungan jam, Obama berhasil menjungkirbalikkan keadaan. Dia tidak perlu memenangkan dukungan di sebagian besar wilayah AS, namun cukup menguasai beberapa wilayah kunci. Inilah yang disebut sebagai sistem perhitungan proporsional khas AS.

Kendati ekonomi masih sulit, para pekerja di wilayah-wilayah pemilihan strategis masih menaruh kepercayaan kepada Obama untuk meneruskan kepemimpinannya selama empat tahun lagi. Mereka sadar bahwa krisis ekonomi yang harus diatasi Obama adalah warisan pemerintahan sebelumnya.

Menurut Philips Vermonte, pengamat dari Center for Strategic and International Studies di Jakarta, kemenangan Obama menandakan mayoritas rakyat di AS masih memberi kepercayaan lagi kepada Obama untuk membawa negeri mereka keluar dari krisis ekonomi."Rakyat sudah melihat kinerja ekonomi di Amerika mulai membaik walau pengangguran masih tinggi.

"Di masa sulit ini, banyak warga yang masih membutuhkan bantuan pemerintah untuk menyediakan lapangan kerja. Itulah yang diperjuangkan Obama," kata Vermonte dalam acara "Nonton Bareng Hasil Pemilu AS" di suatu hotel di Jakarta, Rabu 7 November 2012.

Lagipula, dalam beberapa survei, ada beberapa faktor krusial yang mulai membaik. Kendati masih tinggi, dalam beberapa bulan terakhir tingkat pengangguran di AS sudah di bawah 8 persen. Begitu pula dengan tingkat kepercayaan konsumen mulai perlahan-lahan naik. Dua faktor itu menjadi penentu bagi bangkitnya ekonomi AS.

Kelas pekerja ini banyak berada di Ohio, salah satu negara bagian yang strategis diperebutkan dua kandidat. Tim sukses Obama, seperti dikutip USA Today, yakin bahwa bila Ohio bisa dikuasai - seperti pada Pemilu 2008 - maka menjadi kemenangan menentukan bagi calon incumbent itu.

Maka, bukan selama masa kampanye saja Obama mengambil hati para pemilih di Ohio. Jauh-jauh hari pemerintahan Obama sudah mengupayakan penyelamatan lapangan kerja di sana.

Itulah sebabnya, dengan dana pemerintah, Presiden Obama membantu dua perusahaan otomotif Amerika yang terancam krisis, seperti Chrysler dan General Motors, untuk tetap beroperasi di Ohio. Apalagi, satu dari delapan pekerjaan di Ohio sangat bergantung pada industri otomotif.
 
Satu faktor lain yang membuat masih banyak rakyat Amerika mempercayakan Obama sebagai pemimpin mereka adalah rasa empati dan tanggungjawabnya yang dia perlihatkan saat negerinya ditimpa bencana. Pekan lalu, Obama memilih membatalkan jadwal kampanye di beberapa wilayah saat pesisir timur AS dihantam Topan Sandy demi berkonsentrasi dalam tugasnya sebagai presiden untuk berkoordinasi dengan para pejabat terkait.

Padahal, saat itu, Obama dijadwalkan berkampanye di beberapa kota di wilayah strategis. Sebaliknya, di saat yang bersamaan, Romney meneruskan jadwal kampanye kendati format acaranya diubah menjadi lebih terkesan penggalangan bantuan untuk para korban Topan Sandy di Kota New York dan sekitarnya.

Pulangkan Tentara
Dalam kebijakan luar negeri pun, Obama lebih diterima rakyat AS, karena konsisten dengan janjinya saat berkampanye pada Pemilu 2008. Salah satunya adalah pemulangan para tentara Amerika dari Irak dan Afganistan.

"Di bawah Obama, strategi Amerika dalam perang melawan teror pun berubah. Tidak lagi membawa banyak tentara. Namun, cukup dengan operasi khusus dengan teknologi seperti pesawat nirawak," kata Vermonte.

Ini terlihat dalam operasi militer AS memburu para teroris dalam beberapa tahun terakhir. Contohnya adalah operasi pembunuhan gembong teroris al-Qaeda, Osama bin Laden di Pakistan pada Mei 2010. Cukup dengan operasi pasukan khusus dan intelijen dengan personel yang terbatas.

Ini sama sekali berbeda dengan kebijakan presiden sebelumnya, George W. Bush, yang mengerahkan bala tentara besar-besaran dalam perang melawan teroris dan rezim pendukungnya di Afganistan dan Irak, walau yang terakhir ini masih kontroversial. Dua kampanye militer ini tidak hanya menghabiskan triliunan dolar, namun juga merenggut banyak nyawa warga AS yang bertugas di sana.

"Membunuh Osama bin Laden dan menghidupkan kembali General Motors," demikian pesan kampanye tim sukses Obama seperti dikutip USA Today. Dua faktor itu menjadi salah satu penentu kemenangannya di Pemilu 2012.
Dukungan Perempuan
Peran perempuan pun turut memberi dukungan signifikan bagi kemenangan Obama. Sejumlah hitung cepat menunjukkan bahwa mayoritas perempuan pemilih cenderung lebih suka kepada Obama ketimbang Romney.
Menurut pantauan BBC atas sejumlah hasil hitung cepat, Obama mendapat rentang dukungan 55% hingga 43% dari kaum perempuan. Ini juga tidak lepas dari pernyataan kontroversial sejumlah politisi dari Partai Republik yang mendukung Romney, yang membuat marah kaum perempuan soal isu-isu sensitif, seperti perkosaan dan aborsi. Untuk soal itu sikap Partai Demokrat dianggap lebih mendukung dan memperhatikan aspirasi kaum perempuan.  
Sementara itu, Obama berjanji akan bekerjasama dengan para politisi Demokrat dan Republik di parlemen untuk mengatasi beberapa tugas besar yang harus segera dibereskan, yaitu memangkas defisit anggaran pemerintah, memperbaiki sistem perpajakan, mereformasi kebijakan imigrasi, dan mengurangi ketergantungan Amerika atas minyak produksi asing.

"Harapan dan mimpi bersama yang kita miliki tidak akan mengakhiri semua hambatan atau mengatasi semua masalah, maupun menggantikan beratnya tugas dalam membangun konsensus," kata Obama seperti dikutip kantor berita Reuters.

Dia mengingatkan bahwa pemerintah dan parlemen (Kongres) kini punya waktu kurang dari dua bulan untuk mengatasi masalah berat yang melanda ekonomi AS, yaitu pemotongan anggaran dan kenaikan pajak besar-besaran, yang bakal mulai berlaku akhir 2012. Di Amerika, masalah itu disebut sebagai "jurang fiskal."

Dengan mempertaruhkan pemulihan ekonomi AS yang masih terseok-seok, Obama dan pemerintahannya akan dipaksa untuk mengesampingkan perbedaan-perbedaan partisan dan harus bekerjasama dengan kubu Republik yang beroposisi untuk mencari cara untuk mengurangi beban penghematan bagi rakyat sekaligus menyelamatkan ekonomi nasional.

Kekuatan politik di parlemen pun masih belum solid. Ini mengingat, berdasarkan hasil Pemilu, lagi-lagi kubu Republik mendominasi DPR, sedangkan Demokrat masih menjadi mayoritas di Senat.

"Saya menanti untuk menghubungi dan bekerja dengan pimpinan kedua partai untuk memenuhi berbagai tantangan yang hanya kita selesaikan bersama," kata Obama.

Dia pun juga akan menghubungi Romney dan berbicara bersama-sama. "Bagaimana kita bisa bekerja sama untuk memajukan bangsa ini," kata Obama.