Showing posts with label Opini Sosial. Show all posts
Showing posts with label Opini Sosial. Show all posts

Wednesday, 8 January 2014

KASIHAN BANGET YA VETERAN PERANG AMERIKA. BAHKAN VETERAN PERANG IRAK DAN AFGANISTAN, ADA YANG JADI GELANDANGAN

 Chris, veteran perang AS di Irak dan Afganistan, kini jadi gelandangan di Kota BostonChris, demikian dia dipanggil, dulu adalah seorang tentara Amerika Serikat. Dia mengaku pernah ditugaskan di dua medan besar, Irak dan Afganistan.
Namun, kembali ke negerinya, Chris adalah orang yang gagal. Pewarta foto kantor berita Reuters pada Selasa kemarin menemui Chris menjadi gelandangan di Kota Boston, yang dikenal sebagai kota pendidikan karena bertebaran sejumlah kampus ternama. 

Di tengah cuaca yang sangat dingin, Chris berdiri di pinggir jalan Newbury cukup lama dengan mengandalkan penutup kepala dan jaket militer. Sambil menjulurkan sebuah gelas karton yang sudah kosong, dia berharap ada orang-orang yang berbaik hati memberi derma.

Sesekali ada yang memberi dia uang receh ke dalam gelas. Mereka tampak iba kepada Chris, yang mantan tentara kini malah menjadi gelandangan.

Dia termasuk puluhan ribu orang tuna wisma yang kian menderita akibat serangan cuaca super dingin di 2/3 wilayah AS, termasuk Boston. Salju yang menumpuk tebal di jalan-jalan dan angin dingin yang menusuk tulang dalam suhu di bawah nol derajat celcius membuat Chris selama berhari-hari harus menginap di penampungan.

Apalagi kini makin banyak tuna wisma yang berbondong-bondong ke penampungan karena tidak kuat menahan kejamnya hawa dingin di luar. Para pengelola pun kewalahan menampung mereka.

Menurut data National Alliance to End Homelesness, ada lebih dari 600.000 orang yang hidup sebagai tuna wisma di Amerika Serikat. Sebanyak 9 persen atau lebih dari 57.000 orang di antaranya adalah veteran perang.

Maka, pemerintah di beberapa negara bagian di AS mulai memikirkan cara yang pantas untuk menghargai para veteran perang untuk tidak lagi menggelandang sekaligus menyelamatkan mereka dari serangan cuaca super dingin.

Kota Phoenix di negara bagian Arizona, misalnya, menjadi pelopor bagi program pemberian apartemen bagi para veteran perang yang menggelandang. Keberhasilan Phoenix ini diikuti oleh Salt Lake City di Utah yang juga sukses menggelar program yang sama.

Program ini digelar sejak 2010 lalu di Phoenix yang saat itu hanya memiliki 222 veteran tuna wisma. Per Januari 2013, menurut laporan Kementerian Pembangunan dan Perumahan Kota AS, veteran perang yang tidak punya rumah di kota ini meroket hingga 1.000 orang.

Satu Kamar
Walikota Phoenix Greg Stanton kepada Washington Post bulan lalu mengatakan, seluruh veteran tuna wisma telah tuntas diberikan apartemen satu kamar pada 18 Desember 2013. Sebelumnya November lalu, kota Phoenix telah mengalokasikan dana sebesar US$100.000 (Rp1,2 miliar) untuk sekitar 56 veteran yang belum mendapatkan rumah.

Selama tiga tahun pemberantasan tuna wisma veteran, Phoenix telah menggunakan dana dari pemerintah sebesar US$6,5 juta (Rp79 miliar) dan hampir US$2 juta (24,4 miliar) dari kas kota.

Kesuksesan serupa diikuti oleh kota Salt Lake City, negara bagian Utah. Walikota Salt Lake City Ralph Becker pada wawancara dengan MSNBC Minggu lalu mengatakan bahwa saat ini hanya tinggal delapan veteran yang tidak punya rumah di kotanya. Para veteran ini menolak diberikan tempat tinggal dan akan terus dibujuk.

Untuk merumahkan para veteran, kota ini mengeluarkan dana dari kas kota sebesar US$1,8 juta (Rp22 miliar) dan dari bantuan pusat sebesar US$6,5 juta (Rp79 miliar). Becker mengatakan bahwa seluruh lapisan di pemerintahannya bekerja sama untuk menyukseskan program ini.

"Ini adalah keputusan yang dibuat seluruh komunitas dan kami mendedikasikan diri selama bertahun-tahun. Sumber daya, yang tidak pernah cukup, telah datang dari berbagai komunitas," ujar Becker yang menambahkan bahwa kotanya dan Phoenix tengah melancarkan "kompetisi persahabatan" dalam mengentaskan masalah tuna wisma.

Program kedua kota ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat sejak tahun 2010 untuk memberikan rumah bagi veteran tuna wisma. Presiden Barack Obama menargetkan masalah ini tuntas pada 2015 mendatang.

"Kita harus terus maju, karena tidak boleh ada seorang pun di Amerika, termasuk veteran, hidup di jalanan," kata Obama.

Tuesday, 13 November 2012

Yayasan Bakrie Bagikan Beasiswa di Jakarta Utara Enam siswa dibantu melalui Program Beasiswa Cerdas Untuk Negeri.

Yayasan Bakrie Amanah, salah satu yayasan yang berada di  bawah naungan Badan Pengelola Bakrie Untuk Negeri, memberikan beasiswa untuk enam siswa tidak mampu yang terancam putus sekolah.
Nia Ramadhani
Enam siswa yang dibantu Aburizal Bakrie melalui Program Beasiswa Cerdas untuk Negeri tersebut berasal dari tiga sekolah berbeda di Jakarta Utara. Pemberian beasiswa disampaikan Nia Ramadhani Ardiansyah mewakili keluarga Bakrie di SMK Walang Jaya, Kelurahan Tugu selatan, Jakarta Utara.
"Saya semangat karena anak-anak ini mempunyai minat bakat. Namun karena terhalang biaya, maka Bapak Aburizal Bakrie yang sangat konsen terhadap pendidikan memberikan beasiswa sampai lulus," kata Nia usai menyerahkan bantuan secara simbolis, Senin 12 November 2012.

Enam sekolah tersebut adalah sekolah yang berada di bawah tiga yayasan, yaitu: Yayasan Walang Jaya, Yayasan Pendidikan Uswatun Hasanah dan Yayasan Wanita Al Irsyad Al Islamiyyah.  Jumlah beasiswa yang diberikan pun beragam, sesuai dengan kebutuhan para siswa.

“Disesuaikan dengan kebutuhan mereka yakni pelunasan tunggakan-tunggakan pendidikan mereka dan  juga termasuk biaya keperluan mereka hingga kelulusan,” kata General Manager Bakrie Amanah, Wawan Carwan.

Beasiswa ini akan diberikan kepada siswa, namun tidak secara langsung, dananya langsung diberikan ke sekolah masing-masing. Hal ini agar beasiswa benar-benar digunakan untuk menyelesaikan studi para siswa tersebut.

Sebelumnya, pada 14 Oktober lalu Aburizal bersafari mengunjungi pemukiman buruh bongkar muat di pelabuhan di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara tersebut. Setelah menyusuri gang sempit dan mengadakan dialog dengan warga, dia bertemu dengan anak putus sekolah yang memilih bekerja karena alasan biaya.

Aburizal lalu berjanji akan memberikan beasiswa, dengan syarat, dia harus bersekolah. "Tidak boleh ada anak Indonesia yang tidak sekolah. Bantuannya akan saya berikan lewat sekolahnya," ujar Aburizal, di sela-sela rangkaian kegiatan di Koja dan Cilincing, Jakarta Utara, Minggu, 14 Oktober 2012.

Monday, 12 November 2012

Kisah Perselingkuhan Direktur CIA dengan Paula Broadwell Paula Broadwell mendekati David Petraeus demi kepentingan pribadi.

Direktur CIA, David Petraeus mundur dari jabatannya setelah skandal perselingkuhannya dengan wanita bernama Paula Broadwell terbongkar. Broadwell sendiri bukanlah wanita lajang. Ia telah bersuami dan memiliki anak. Meski sama-sama berkeluarga, Petraeus dan Broadwell nekat menjalin hubungan terlarang. Sejumlah media menulis bahwa si perempuan yang paling agresif dalam skandal ini.
David Petraeus dengan Paula Broadwell
Seperti dikutip dari Daily Mail, Broadwell yang berprofesi sebagai penulis  disebutkan sejumlah sumber, sengaja memanfaatkan nama besar Petraeus untuk kepentingan pribadinya. Broadwell disebut-sebut memiliki obsesi untuk menjadi terkenal dalan kariernya.
Menurut sejumlah sumber yang diwawancara Daily Mail,wanita berusia 40 tahun itu tanpa malu-malu menyebutkan dirinya sebagai 'prom queen'. Ia selalu mengikuti Petraeus ke mana pun pria berusia 60 tahun itu pergi, termasuk ke acara-acara pribadi.

Petraeus sendiri pertama kali bertemu dengan Broadwell tahun 2006 lalu. Pertemuan itu terjadi di Sekolah Pemerintahan Harvard Kennedy. Saat itu, Petraeus sedang memberikan kuliah umum di situ. Broadwell yang saat itu sedang mengambil gelar master, meminta bantuan Petraeus membantunya melakukan riset.

Broadwell kerap kali mengatakan kepada Petraeus bahwa mereka berdua memiliki latar belakang yang sama. Sejak saat itu, keduanya pun menjadi dekat. Broadwell pun mendapat kesempatan menulis biografi Petraeus bersama Vernon Loeb, berjudul "All In: The Education of General David Petraeus."

Buku setebal 400 halaman itu tidak hanya menulis riwayat karir sang jenderal, tapi juga mengisahkan kedekatan tak biasa antara Petraeus dengan si penulis itu. Beberapa ulasan di berbagai majalah mengatakan bahwa biografi itu penuh sanjungan, lebih seperti surat cinta ketimbang biografi.
Selama penulisan buku itu, hubungan keduanya kian rapat. Demi menulis biografi ini, Broadwell selalu bersama Petraeus ketika di Afganistan hingga pertengahan 2011. Tiga tahun selalu bersama, keduanya pun terbenam dalam mabuknya cinta. Dalam berbagai kesempatan, Broadwell selalu menyanjung lelaki selingkuhannya ini sebagai "cendekiawan-tentara yang menginspirasi".

Sumber yang dikenal dengan nama 'James Downing', menuturkan bahwa setelah skandal tersebut menjadi konsumsi publik, ia menyadari siapa perempuan itu sebenarnya. "Dalam sekejap saya tahu siapa dia sebenarnya," kata sumber itu.

Saat Petraues dilantik menjadi Direktur CIA, sumber ini hadir. Dia datang bersama istrinya. Broadwell juga menghadiri acara yang berlangsung pada Juni tahun lalu itu. Broadwell bahkan duduk sejajar dengan istri Petraeus, namun tidak bersebelahan. Mereka dipisahkan lima bangku.

Saturday, 10 November 2012

Warga Lampung Tengah Bentrok, Kenapa Berulang? Pemicu bentrok karena kasus pencurian tiga ekor sapi.

Bentrok antar warga kembali terjadi. Kali ini warga  Kampung Buyut, Gunung Sugih menyerang Kampung Kesumadadi, Kecamatan Bekri, Lampung Tengah. Aksi kekerasan ini terjadi Kamis, 8 November 2012 sekitar pukul 15.00 WIB.
Bentrok antar warga masih terjadi
"Warga Buyut datang dengan dua truk. Mereka bersenjata tajam menyerang kampung Kesumadadi," ujar Kepala Bidang Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih kepadaVIVAnews, Jumat 9 November 2012.

Tak ada korban jiwa dalam bentrokan ini. Namun kerugian materi tak terhindarkan. Enam rumah rusak berat akibat dibakar. Sekitar 31 rumah lainnya rusak ringan dilempar benda keras.

"Saat ini 300 warga Kesumadadi diungsikan di Pondok Pesantren Darul Mustakhin yang berada di sekitar Desa Kesumadadi," kata Sulistyaningsih.

Aksi brutal warga ini dipicu kasus pencurian sapi pada 18 Oktober 2012. Kala itu, 3 ekor sapi milik warga Kampung Kesumadadi raib. Pencuri ditangkap, dihakimi massa dan dibakar hingga tewas. Belakangan diketahui, seorang yang diduga pencuri itu adalah warga Kampung Buyut bernama Khairil Anwar.

Mengetahui seorang warganya tewas mengenaskan, warga kampung Buyut memobilisasi untuk menyerang Kampung Kesumadadi. Pada Kamis kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB, dengan menggunakan sepeda motor dan truk mereka menuju Kampung Kesumadadi.

Ratusan aparat kepolisian yang mengetahui bakal ada penyerangan, tiba di lokasi. Aparat berusaha untuk menahan massa agar tidak masuk Kampung Kesumadadi. Namun upaya polisi gagal.

Setelah berhasil masuk, massa langsung melakukan pengrusakan dan pembakaran. Aparat  mencoba memundurkan massa yang beringas hingga ke perbatasan kampung.

"Sekitar pukul 19.00 WIB, massa sudah dapat dibubarkan, didorong keluar oleh petugas dari Brimob Polda Lampung," kata Sulistyaningsih.

Tak lama, pejabat dari Polda Lampung dan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Lampung langsung memantau lokasi kejadian. Pengamanan di lokasi diperketat untuk mengantisipasi aksi balasan. Sebanyak 5 kompi dari Brimob, 1 kompi gabungan Sabhara Polda Lampung, 1 SSK TNI, 1 Pleton Satpol PP diterjunkan. "Pelaku yang sudah diamankan sementara berjumlah 5 orang," katanya.

Tak hanya di Lampung Tengah, bentrok antar warga juga terjadi Nusa Tenggara Barat di hari yang sama, Kamis 8 November 2012. Warga dari dua kelurahan berbeda yakni, Kelurahan Simpasai dan Kelurahan Kandai Dua, Kabupaten Dompu saling serang di perbatasan perkampungan. [Lihat videonya di tautan ini]

Menggunakan senjata tajam, senapan angin dan panah mereka saling melukai. Akibatnya, banyak warga  terluka. Konflik antar kelompok warga dipicu perkelahian antar pemuda dalam sebuah acara organ tunggal.
Warga yang tinggal di dekat lokasi kejadian langsung menutup rumah mereka. Perempuan dan anak-anak terlihat menangis karena panik melihat aksi saling hantam antar kelompok warga. Aksi mereka berhenti setelah ratusan polisi diterjunkan ke lokasi.

Damai itu indah

Konflik antar warga sebelumnya juga terjadi di Lampung Selatan. Sejak Sabtu hingga Senin 28-30 Oktober 2012, warga Desa Agom dengan Desa Balinuraga saling bunuh. Sebanyak 12 orang tewas mengenaskan. Ratusan rumah di Desa Balinuraga hangus dibakar. Sekitar 300 kepala keluarga dengan jumlah 1.000 jiwa terpaksa mengungsi.

Peristiwa berdarah itu diawali hal sepele. Dua gadis asal Desa Agom yang sedang mengendarai sepeda motor menabrak sepeda yang dinaiki dua pemuda dari Desa Balinuraga. Dua pemuda itu lalu membantu. Kedua gadis itu risih karena merasa dilecehkan saat pemuda asal Balinuraga membantu.

Rupanya kejadian ini berbuntut panjang. Orangtua kedua gadis tak terima. Mereka merasa anaknya mengalami pelecehan. Hingga akhirnya warga Desa Agom juga marah dan menuntut tanggung jawab keluarga pemuda Balinuraga. Hingga akhirnya bentrok pun terjadi.

Menang jadi arang, kalah jadi abu. Konflik, apapun bentuknya tak hanya merusak persaudaraan tapi juga membunuh masa depan. Akhirnya, kedua belah pihak pun sepakat berdamai, Minggu malam 4 November 2012. Ada 10 poin utama yang disepakati kedua pihak untuk menyudahi konflik antar warga Lampung Selatan. Warga kembali beraktivitas dan perekonomian kembali normal.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto mengatakan, kesepakatan perdamaian ini harus disosialisasikan hingga ke tataran masyarakat bawah. "Tidak sebatas kesepakatan para tokoh saja. Ini penting, tanpa itu maka apa yang kita inginkan untuk damai akan susah dilakukan," kata Djoko, Senin 5 November 2012.

Langkah damai terkait konflik juga sudah pernah dilakukan warga di Ambon dan di Poso.
Ambon 13 tahun silam pernah dilanda konflik berdarah dengan mengusung isu agama. Banyak korban berjatuhan. Rumah, masjid dan gereja dibakar. Kini, Ambon telah bersatu. Upaya damai kala itu digalakkan tokoh masyarakat dan ormas keagamaan.

Bahkan sekelompok anak muda Kristen dan Islam di kota Ambon, misalnya, berusaha merajut kembali persaudaraan melalui secangkir kopi. Mereka membentuk kelompok perdamaian. Namanya 'Coffe Badati'. Semangat mereka sama, masa lalu adalah renungan. Kini tatap masa depan.

Pada September 2011 lalu, kelompok ini menggelar acara akbar  yang mengusung tema, "Refleksi Badati Damai". Ratusan masyarakat juga hadir dalam acara yang digelar di kawasan Gong Perdamaian Dunia itu. Hajatan besar itu digelar setelah ada tawuran, yang dicemaskan bisa memancing kembali trauma konflik 13 tahun lampau itu.

Para pemuda itu juga menggelar acara serupa pada Januari 2012 lalu. Acara itu digelar demi memperingati tragedi kelam, konflik horizontal yang mulai meletup 19 Januari 1999 lalu.

Istilah "Badati" berasal dari bahasa leluhur orang Maluku yang artinya patungan. Bersama-sama, atau gotong royong. Dalam aktivitasnya, para pemuda dari berbagai agama ini, rajin membagi-bagi kopi kepada warga dan penjaga keamanan. Belakangan mereka  tidak hanya membagi-bagi kopi, tapi juga gula dan roti.

Di Poso, Sulawesi Tengah, tahun 2001 silam juga pernah 'berdarah'. Disebutkan ada sekitar 2.000 orang tewas, 60.000 rumah rusak. Namun, dengan kemauan mereka untuk bersatu, maka damai itu pun tercipta.

Meski begitu, warga Poso prihatin dengan situasi Poso dalam tiga bulan terakhir ini. Sejumlah teror dan kekerasan yang terjadi dikhawatirkan akan kembali mengulang kerusuhan berdarah di masa lalu.

Anggota DPRD Poso, Udin Odjobolo berharap agar teror dan kekerasan itu tidak berujung konflik seperti masa lalu. "Kami warga Poso tidak mau jatuh dua kali pada lubang yang sama. Kami sudah merasakan betapa sakitnya hidup dalam konflik," kata Udin. Dia mendesak agar aparat keamanan serius menanggani kasus teror dan kekerasan yang belakangan terjadi. Siapa pun pelakunya.

Thursday, 8 November 2012

Tukang Sapu Jadi Milyuner… (Kisah Nyata Di Mekkah Musim Haji 2012)

Musim haji tahun 2012 baru saja berlalu. Seperti biasanya, setiap kali musim haji selalu saja memunculkan kisah-kisah menakjubkan. Selalu ada cerita yang mengharukan, penuh hikmah dan menjadi pelajaran bagi umat manusia.

Di antara kisah nyata yang terjadi di musim haji tahun 2012 ini adalah kisah seorang tukang sapu di kota Mekkah yang mendadak kaya menjadi seorang milyuner. Bagaimana ceritanya? Simak kisah nyatanya seperti yang diangkat di koran al-Sabaq terbiatan Saudi Arabia tanggal 17 Dzhuhjjah lalu (02/11/2012). (Kisah ini sudah kami edit seperlunya tanpa mengurangi inti dan substansi cerita).

Syahdan, seorang pria bernama Marimir Husain Jihar tengah menyapu jalanan kota Mekkah yang penuh debu. Ia membersihkan jalanan kota suci ini dari kotoran dan sampah-sampah yang dibuang manusia atau yang diterbangkan angin sepanjang waktu.

Sudah 5 tahun, pekerja imigran asal Bangladesh itu melakoni pekerjaan bersahaja tersebut, pekerjaan yang dipandang sebelah mata orang orang lain. Di Arab Saudi, orang Bangladehs sering disebut sebagai “Benggali”. Orang Indonesia pun memanggil mereka dengan sebutan demikian.

Rekan-rekan sekerja Marimir tidak pernah tahu asal-usul marimir, sebab ada ratusan ribu (atau mungkin jutaan) orang Benggali yang menjadi buruh kasar di negeri Haramain ini.

Sampai pada suatu hari di musim haji 2012. Ketika Marimir asyik menyapu jalanan di sekitar wilayah Tan’im, tempat di mana orang-orang akan memulai (miqat) ihram untuk Umrah, suatu kejadian tak terduga terjadi.

Seorang pria tua berteriak dari seberang jalan memanggil nama Marimir. Pria itu berpakaian Ihram, terlihat hendak melaksanakan ihram untuk Umrah. Dari postur tubuhnya, pria tua itu jelas berkebangsaan Bangladeh.

“Marimir…! Marimir…! Marimir….!” Teriak pria tua berkali-kali dari seberang jalan. Namun karena banyaknya manusia dan lalu linta yang sibuk, Marimir tidak mendengarnya.

“Marimir…! Marimir…! Marimir…!” Pria tua itu kembali berteriak. Kali ini ia berlari ke arah Marimir menghadang jalan.

Aksi pria tua itu mengundang perhatian banyak orang di Tan’im, termasuk dari rekan-rekan pria tua itu sendiri. Mereka heran, bagaimana ia mengenali seorang penyapu jalan di kota suci ini.

Tanpa peduli, ia terus berlari tanpa menghiraukan mobil-mobil yang melaju kencang. Orang-orang berteriak memperingatkannya, karena aksinya itu mengganggu lalu lintas.

“Marimir…!”. Ujar si pria tua tanpa henti.

Kali ini Marimir mendengar. Ia menoleh, dilhatnya seorang yang sudah tua berlari ke arahnya. Ia pun heran, dari mana orang itu mengetahui namanya.

Pria itu semakin mendekat. Dan semakin dekat. Ketika sudah jelas baginya siapa yang datang, ia pun terperangah. Alangkah kagetnya Marimir, ia seakan tak percaya apa yang dilihatnya.

Ternyata pria tua itu adalah abang kandungnya sendiri….

Dengan berurai air mata, si pria tua itu menghampiri Marimir yang penuh debu, lantas ia memeluk pemuda itu dengan erat sambil menangis.

Aksi jemaah haji tersebut mengundang perhatian banyak orang. Meski tidak mengerti, mereka mengabadikan momen penuh haru itu dengan kamera. Setelah itu, si pria tua bercerita kepada orang-orang yang mengitari mereka penuh keharuan. 

Ia menceritakan bahwa tukang sapu itu adalah adik kandungnya sendiri, mereka adalah dua bersaudara yang sudah lebih 5 tahun tidak bertemu.

Kisah perpisahan mereka dimulai ketika orangtua mereka meninggal dunia beberapa tahun sebelumnya. Ayah mereka meninggalkan harta warisan yang sangat banyak, mencapai 17 juta Riyal (sekitar Rp. 42,5 Milyar). Bagaimana tidak, keluarganya adalah keturunan bangsawan, dan salah satu kakek mereka adalah mantan menteri di Bangladesh.

Tapi saudara tuanya itu berbuat serakah. Ia tidak mau membagi harta peninggalan itu dengan adiknya. Beberapa kali si adik meminta pembagian warisan, tapi ia tidak mau. Bahkan, sang adik pernah dijebloskannya ke penjara karena menuntut haknya!

Karena putus asa, akhirnya sang adik pergi meninggalkan Bangladeh. Ia pun menjadi pekerja imigran di Arab Saudi. Hingga bertahun-tahun lamanya. 5 tahun terakhir, ia menjadi tukang sapu di Mekkah.

Selepas kepergian adiknya itu, saudara tuanya pun diserang penyakit kanker ganas.

“Ini hukuman Allah atas kezaliman saya…”. Kenang haji tua itu sambil menangis. Dan sejak itulah ia insyaf atas perbuatan serakahnya.

Bertahun-tahun pula lamanya, ia berusaha mencari jejak sang adik. Ia bertanya kepada kawan-kawan adiknya, tapi tak satu pun yang tahu. Ia pun sudah membuat sayembara, siapa yang mengetahui alamat adiknya akan diberi imbalan yang besar.

Namun kabar tak kunjung datang. Sang adik entah di mana rimbanya. Sementara penyakitnya semakin parah, hingga ia mengira umurnya takkan lama lagi.

Hingga datang musim haji tahun 2012. Ketika ia hendak pulang ke tanah air, ia pun melaksanakan umrah terlebih dahulu. Ia bersama rombongannya pun berangkat ke Tan’im, miqat di mana orang Mekkah memulai umrah.

Dan di sanalah keajaiban itu terjadi. Di tempat inilah Allah Swt mempertemukannya dengan adiknya yang selama ini ia cari. Dilihatnya seorang pria muda tengah menyapu jalanan, dan ternyata itu adalah saudara kandungnya.

Saat pertemuan itu, saudara tua itu meminta maaf kepada sang adik atas kezalimannya selama ini. Karena keserakahannya, sang adik hidup sengsara dan terlunta-lunta sebagai tukang sapu di negeri orang.

Ia pun mengajak adiknya pulang. Ia sudah membagi harta peninggalan orangtua mereka seadil-adilnya. Bagian untuk sang adik sudah ia sisihkan, dan akan ia berikan tanpa mengambilnya sedikitpun, jumlahnya milyaran rupiah ditambah properti yang sangat banyak.

Di tempat yang suci itu, sang adik memaafkan abangnya. Ia sama sekali tidak menaruh dendam. Bahkan dirinya merasa bahagia bisa tinggal di tanah suci ini. Di sini, ia menghabiskan waktu untuk bekerja dan menghafal al-Qur’an.

Kepada hadirin yang berkerumun di sekitar mereka, tukang sapu yang jadi milyuner itu mengatakan: “Sungguh ini merupakan pelajaran yang besar dalam hidup saya. Saya sudah merasakan bagaimana rasanya menjadi orang yang teraniaya. Karena itu, saya berjanji tidak akan menganiaya siapa pun. Allah mengharamkan kezaliman atas diri-Nya, dan diharamkannya kezaliman itu atas hamba-hambaNya”.


Marimir Husain berpelukan dengan saudara kandungnya yang telah insyaf (foto: Sabq)

Kisah mengharukan itu menjadi buah bibir jemaah haji. Seorang penjual makanan cepat saji di kota Mekkah mengatakan kepada wartawan Sabg:

“Saya sering bersedekah makanan kepada tukang sapu itu, tanpa saya pernah tahu ternyata dia adalah seorang milyuner”.

Ini Alasan Ahok Izinkan Ruang Kerjanya 'Diacak-acak' Anak SD

Pagi tadi 30-an anak kelas IV SD IT Al Iman melakukan kunjungan ke Balai Kota Jakarta. Tak disangka-sangka, mereka pun akhirnya bisa bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama.  
Dalam pertemuan itu, anak-anak merasa sangat senang bertemu Ahok. Apalagi ketika diperbolehkan masuk ke ruang kerjanya. Dialog pun cair.

"Habis dari Bappeda saya lihat kok ada anak-anak. Terus saya tanya cita-cita mau jadi apa?" ujar Ahok di Balai Kota, Kamis (8/11/2012).

"Mau jadi gubernur!" teriak anak-anak ke Ahok.

"Kalau mau jadi gubernur mesti lihat ruangan bekas gubernur Pak Fauzi Bowo dong yang sekarang jadi ruangan saya. Terus itu yang mau jadi gubernur suruh merasakan duduk di kursi saya," ujar Ahok.

Tidak berselang lama, anak-anak pun dengan pakaian seragam biru-biru mereka berlarian menuju ruang kerja Ahok. Guru-guru mereka pun ikut sumringah masuk ke dalam, berfoto-foto.

Ahok tidak ikut serta dengan anak-anak karena sibuknya agenda rapat. Menurutnya ini penting untuk membangkitkan motivasi anak-anak menggapai cita-citanya.

"Itu penting, anak-anak bisa semangat dengan motivasi seperti itu," pungkas Ahok.

Jokowi: Atasi Banjir, yang Berpuluh Tahun Saja Susah "Jangan satu-dua minggu disuruh selesai atasi banjir," kata Jokowi.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui banjir Jakarta bukan persoalan yang mudah dihadapi. Mengatasi bajir di Jakarta tidak cukup dalam waktu satu-dua minggu.
Jokowi saat mengunjungi warga di pinggir kali Ciliwung, Jakarta. 
“Jangan satu-dua minggu disuruh (sudah bisa) atasi banjir. Yang berpuluh-puluh tahun saja susah. Tapi saya tetap optimistis,” kata Jokowi di sela pertemuan antara Pimpinan MPR dengan Gubernur dan Ketua DPRD Provinsi se-Indonesia di Gedung Nusantara IV Kompleks MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis 8 November 2012.

Untuk mengantisipasi banjir di musim penghujan yang kini sudah datang, Jokowi pun sudah memulai beberapa programnya. Salah satunya dengan mengeruk sungai-sungai di Jakarta. “Pengerukan kali sudah mulai dan terus dilakukan, mulai dari Pademangan. Pokoknya semua kali,” ujarnya.

Meski demikian, belum semua sungai di Jakarta berhasil dikeruk karena beberapa sedimen sungai keruh. “Misalnya kali dengan kedalaman 2 meter, itu 160 cm kena sedimen, yang 40 cm buat air. Kan ngeruk yang seperti itu tidak bisa satu-dua hari,” kata Jokowi.

Selain mengeruk sungai untuk mengatasi banjir, Jokowi juga giat mengajak masyarakat Jakarta melakukan kerja bakti membersihkan selokan. “Satu-dua bulan ini kami giatkan kerja bakti. Kerja bakti di kampung untuk bersihkan selokan dan got,” ujarnya.

Sementara untuk jangka panjang, Jokowi akan membenahi kampung apung untuk mengatasi banjir Jakarta. “Setelah Cengkareng dan Pesanggrahan selesai, baru kami kerjakan yang lain,” kata mantan Wali Kota Solo itu. (umi)

Wednesday, 7 November 2012

Kala Pengusaha Balik Ancam Mogok Massal

Aksi demonstrasi buruh menuntut perbaikan kesejahteraan berbuntut panjang. Seolah menjawab beragam aksi yang dituding mengarah ke aksi kriminalitas, kalangan pengusaha mengancam akan menghentikan operasi usahanya karena tidak adanya kepastian hukum.
Sejumlah buruh melakukan aksi unjuk rasa saat memperingati Hari Buruh se-Dunia di Jakarta,
"Dengan aksi lock out yang kami lakukan, supaya dicermati, kami juga tidak main-main" kata Koordinator Forum Komunikasi Asosiasi Nasional Franky Sibarani kepadaVIVAnews, Selasa, 6 November 2012.

Dalam rencana aksi mogok kali ini, sebanyak 23 asosiasi pelaku usaha menyatakan akan turut serta. Walau belum menetapkan waktu pelaksanaan aksi, para pelaku usaha mengaku tidak tinggal diam mendesak pemerintah memberikan kepastian hukum.

"Kami juga melakukan koordinasi internal dan komunikasi dengan berbagai pihak. Bukan berarti, otomatis kami akan melancarkan aksi besok," ujar Franky.

Keputusan pelaku usaha untuk beraksi keras bukannya tanpa alasan. Setidaknya ada dua poin utama yang menjadi perhatian para pengusaha yaitu penegakan hukum dan kepastian hukum.

Dari sisi penegakan hukum, para pengusaha mengungkapkan aksi demonstrasi buruh seringkali diwarnai pendudukan pabrik, intimidasi, radikalisme dan pemaksaan dalam kesepakatan.

Sedangkan dari sisi kepastian hukum, para pengusaha menangkap sinyalemen adanya pengabaian dalam proses penentuan penetapan upah minimum buruh.
"Belakangan ini sudah lebih kuat nuansa pemaksaan. Lebih dikarenakan adanya demonstrasi. Artinya mekanisme yang ada di dewan pengupahan sudah diabaikan," kata Franky.

Dia memastikan, langkah keras yang dilancarkan para pelaku usaha ini bukan bentuk perlawanan terhadap aksi buruh beberapa waktu yang lalu. Aksi pebisnis ini ditujukan kepada pemerintah yang berwenang dalam upaya penegakan hukum di tanah air.

"Sebetulnya kami tidak berhadapan dengan buruh karena kewenangan pengamanan dan penegakan hukum, itu semua bukan ada di buruh," katanya.

Kerugian Pengusaha

Dalam catatan VIVAnews, aksi mogok masal nasional yang digelar para buruh telah menyebabkan potensi kerugian hingga ratusan miliar rupiah. Salah satunya terjadi di kawasan industri Pulogadung.

Ketua Hubungan Industrial Dewan Pengurus Kota Jakarta Timur Apindo, Bambang Adam, dalam sebuah kesempatan mengilustrasikan, jika 373 perusahaan di kawasan industri Pulogadung berhenti beroperasi dan mengalami kerugian hingga Rp1 miliar, total potensi kehilangan bisa mencapai ratusan miliar rupiah.

Dalam aksi mogok masal awal Oktober lalu, hampir semua perusahaan atau pabrik di kawasan industri Pulogadung mengalami kelumpuhan. Hal ini tak terlepas juga dari keputusan manajemen meliburkan karyawan untuk mengikuti aksi mogok.

Ilustrasi kerugian akibat mogok buruh juga dialami perusahaan sekelas PT Pertamina (Persero). Lapangan minyak Jatibarang milik PT Pertamina EP, anak usah Pertamina, melaporkan kerugian akibat aksi mogok buruh mencapai Rp11,2 miliar.

Kerugian terutama berasal dari aksi mogok yang dilakukan pekerja alih daya (outsourcing) dengan mematikan sejumlah fasilitas produksi Migas.

Usai berhenti beroperasi selama delapan hari, lapangan minyak Jatibarang yang kembali beroperasi pada 11 Oktober 2012, baru bisa beroperasi 25 persen dari produk normal sebanyak 1.500 barel per hari.

Tak hanya material, Pertamina EP juga memperkirakan kerugian immaterial yang ditanggung perusahaan cukup besar. Banyak para karyawan yang takut kembali bekerja akibat aksi anarkis. Para demonstran sempat memukuli pekerja Pertamina, memecahkan kaca-kaca kantor dan menghalangi pintu masuk dengan membuat palang dari mobil trailer.

Respon Pemerintah

Ancaman mogok produksi yang digaungkan para pelaku usaha ini akhirnya sampai ke telinga pemerintah. Tak hanya menteri, Wakil Presiden, Boediono, pun angkat bicara mengenai persoalan yang terjadi.

Walau mendukung perbaikan upah, Boediono menilai, para pekerja dan pelaku usaha harus saling menghargai dengan menjaga aktivitas bisnis untuk tetap berjalan. Dua tujuan itu, aktivitas bisnis dan kenaikan upah, harus berjalan bersama-sama.

"Jangan membunuh, atau menyakiti. Seharusnya setiap pihak harus memastikan keuntungan harus dibagi secara jujur dan adil sesuai kontribusi masing-masing," katanya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, bahkan tak menutupi kekhawatirannya terhadap kemungkinan terganggunya iklim investasi di tanah air.  "Ingat, kalau sampai iklim investasi kita dianggap tidak kondusif, yang rugi kita semua, bangsa ini yang rugi," kata Hatta.

Hatta mengatakan, isu perburuhan merupakan salah satu permasalahan penting untuk mendukung masuknya investasi. Terlebih lagi, perburuhan merupakan salah satu daya tarik investasi di Indonesia.

Bahkan, Hatta menilai, isu perburuhan merupakan batu ujian bagi Indonesia untuk bisa membuktikan diri sebagai negara tujuan investasi. Isu ini juga bisa menunjukkan kemampuan sektor investasi dalam menunjang pertumbuhan ekonomi nasional.

"Selalu ada jalan keluar untuk memecahkan persoalan-persoalan perburuhan kita, apakah itu menyangkut upah, outsourcing, atau hal-hal lain yang berkaitan dengan kesejahteraan," katanya.

Untuk itu, pemerintah berharap agar seluruh pihak mencari solusi terbaik dari kebuntuan komunikasi antara buruh dan pengusaha. Bahkan, Hatta mengaku siap turun ke lapangan untuk memfasilitasi kebuntuan itu agar segala permasalahan bisa diselesaikan. "Ini masalah yang sangat krusial untuk kita selesaikan," katanya.

Kabar menggembirakan justru datang dari Kepala Badan Koordinasi Penanaman modal (BKPM), Chatib Basri. Menurutnya, perusahaan multinasional tidak terpengaruh dengan isu upah buruh yang marak akhir-akhir ini. Sebab, perusahaan multinasional umumnya telah membayar pekerjanya di atas upah minimum regional.

Namun Chatib mengakui, para pemodal perusahaan multinasional memang mencemaskan aksi para buruh yang men-sweeping pabrik-pabrik dan memaksa pekerja untuk mogok kerja.

Terhadap kondisi itu, investor asing meminta kepada pemerintah agar memberikan jaminan keamanan agar supaya demonstrasi tidak berakhir anarkis dan menimbulkan persoalan. "Solusinya bukan ancam-mengancam", kata Chatib.
Menurut dia dengan cara itu persoalan tak akan selesai. Kalau pengusaha mogok, mereka tak bisa menghasilakn profit. Begitu juga dengan para buruh yang kehilangan penghasilan. "Kita harus mengerti bahwa tingkat upah yang sekarang ini terlalu kecil, itu perlu ada penyesuaian. Tetapi, perlu juga disesuaikan dengan kemampuan pengusaha," katanya.

Tuesday, 6 November 2012

Warga DKI Buat Petisi Tolak Pembangunan 6 Ruas Tol ke Jokowi & PU

Sejumlah warga DKI membuat petisi menolak pembangunan 6 ruas jalan tol dalam kota Jakarta. Pembuatan 6 ruas jalan tol ini dinilai akan menambah jumlah kendaraan bermotor, mengurangi macet sementara dan tak mendukung konsep gubernur DKI Jokowi tentang 'moving people not car'.

Petisi ini digagas Ruang Jakarta (Rujak) Center for Urban Studies dan change.org. Salah satu pegiat Rujak, Elisa Sutanudjaja, mengatakan sebenarnya sudah menolak pembangunan 6 ruas tol ini sejak tahun 2007.

"Sekarang bedanya petisi ini bisa langsung sampai ke Menteri PU Djoko Kirmanto, ke Wamen PU Hermanto Dardak, ke Dinas Perhubungan dan Gubernur DKI. Tiap kali petisi masuk ke e-mail mereka. Kalau ada seribu juga itu yang masuk ke e-mail mereka," kata Elisa dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (6/11/2012).

Elisa menjelaskan, banyak orang tidak sepakat atas pembangunan 6 ruas tol dalam kota di Jakarta. Dan petisi ini menyuarakan hal itu.

"Intinya mendukung Pak Gubernur agar dia dengan tegas menolak (pembangunan 6 ruas tol), dan mendorong Pak Gubernur dengan janjinya yang 'moving people not car', jadi sustainable," kata arsitek yang juga pengajar di Universitas Pelita Harapan (UPH) ini.

Dia mencontohkan, studi kasus di Mumbai, India, ketika panjang jalan diperpanjang dua kali lipat antara tahun 1951 and 2007, jumlah penduduk bertambah 5,4 kali, dan jumlah kendaraan bertambah 43 kali. Tren di luar negeri malah menghancurkan jalan-jalan tol.

"Membangun jalan itu membuat makin macet, 3 bulan sampai 4 bulan pertama lancar, berikutnya terisi terus sama mobil baru," kata dia.

Faktor lain yang harus diperhatikan adalah kesehatan lingkungan. Belum ada kajian Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) konstruksi dan operasional setelah jalan tol diberlakukan.

"Kajian lingkungan hidupnya tidak mampu memberikan proteksi kerusakan lingkungan di masa depan. Kan mesti tahu berapa timbal yang akan timbul, upaya mencegah timbal, debu dan partikel lainnya. Selain CO dan CO2, semua gas polutan turun ke bawah, sampai 1 meter di atas jalan. Nah ini yang rentan terkena polutan anak kecil, sama sekali nggak terpikirkan kan hal ini," tutur Elisa yang mengatakan sudah mengirimkan surat audiensi pada Pemprov DKI namun belum berbalas ini.

Bila tertarik mendukung, petisi ini bisa dilihat di situs rujak.org dan change.org.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pada Senin kemarin menegaskan dirinya mendukung pembangunan transportasi massal ketimbang 6 ruas tol di dalam kota. Kata Jokowi, pembangunan 6 ruas tol itu masih dikaji.

Dinas Sosial Akan Dampingi Rs, Istri yang Dijual Suami

Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Depok akan mendampingi Rs, wanita yang disiksa dan sempat dijual oleh suaminya sendiri, Ari Wibowo. Disnakersos berjanji akan mengupayakan kerjasama dengan bagian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Depok untuk memulihkan trauma yang dialami wanita 30 tahun itu.
 Rumah tinggal suami yang menjual istrinya
Termasuk dua anaknya yang ikut menjadi korban kekerasan. "Jika memang yang bersangkutan bersedia. Maka kami akan membawanya ke panti rehabilitasi. Sedangkan untuk kedua anaknya, kami lihat dulu apakah ia sekolah atau tidak. Jika tidak akan kami koordinasikan ke Kemensos," ujar Kasi Binsos Disnakersos Depok, Oo Sudarya pada VIVAnews, Selasa 6 November 2012.

Saat ini, lanjut Oo, instansinya belum bisa berinteraksi secara langsung dengan korban lantaran masih dalam penyidikan aparat dan tengah dilakukan visum lanjutan. Info terakhiran korban sedang dalam perjalanan menuju kantor Lembaga Bantuan Hukum di Jakarta.

Rs menjadi korban kekerasan dan sempat dijual oleh Ari Wibowo ke pria hidung belang seharga Rp300 ribu. Kasus ini terbongkar setelah Rs yang tak tahan dengan kelakuan sang suami akhirnya mengadu ke ketua RT setempat.
Tak cuma Rs, pelaku juga kerap menyiksa Al 10 tahun, dan si bungsu Nd 4 tahun. Bahkan, saking beringasnya, Ari yang merupakan ayah kandung dari kedua bocah itu sempat mengancam akan membunuh tanpa alasan yang jelas. Lihat selengkapnya di sini (eh)

10 Geng Motor Gede Paling Besar di Dunia

1.Vagos



Vagos MC atau dikenal dengan geng motor Green Nation bermarkas di San Bernardino, California, Amerika Serikat. Mereka terbentuk sejak tahun 1960-an dan terus menyebar keanggotaannya hingga Meksiko.

Saat ini, anggota mereka tercatat ada 300 orang. Sebagian dari anggota tersebut pernah bermasalah dengan berbagai kasus kriminal seperti perdagangan narkoba, senjata, pembunuhan, pencurian, intimidasi saksi, prostitusi, pemerkosaan dan penculikan.

Geng motor ini menjadi incaran FBI dan ATF, dua lembaga penegak hukum di Amerika Serikat. Vagos dikenal juga sebagai green nation, bukan karena peduli lingkungan tapi karena warna organisasi mereka hijau.

2. The Rebels



Geng motor yang lahir di Australia ini terkenal dengan berbagai catatan kejahatan. Mereka diduga terlibat dalam kasus kekerasan bersenjata, narkoba, penyelundupan barang, penggelapan pajak, penganiayaan, hingga pencucian uang.Data terakhir, ada 2.000 anggota The Rebels MC yang tersebar di 70 wilayah negeri Kangguru. Mereka sering berpindah-pindah sambil menjalankan aktivitas kriminalnya.

Musuh bebubuyutan The Rebels adalah geng Bandidos. Tak sedikit korban jiwa berjatuhan saat kedua kelompok ini bertempur.

3. Bandidos



Dibentuk di San Leon, Texas, Amerika Serikat, geng ini banyak terlibat dalam kasus narkoba, tidak hanya mendistribusikan tapi juga memproduksi barang haram tersebut. Mereka juga banyak terlibat dalam kasus senjata, pencucian uang, dan pembunuhan.

Sejak tahun 1960, geng Bandidos selalu memakai emblem ciri khas mereka, yakni pria bersenjata yang memakai topi khas Meksiko.

“Persetan dengan dunia. Kami adalah orang yang dilarang bergaul oleh orang tua kalian,” begitu motto mereka.

Saat ini, Bandidos memiliki anggota sebanyak 2.500 orang yang tersebar di 14 negara dan 4 benua. Mereka adalah musuh bebuyutan geng Hells Angels.

4. Highwaymen



The Highwaymen dibentuk di Detroit, MI pada tahun 1954. kelompok mereka telah tersebar di seluruh negara bagian Michigan dan negara bagian AS lainnya serta telah mencapai sejauh Norwegia dan Inggris. Warna klub mereka adalah hitam dan perak dan lambang mereka adalah kerangka bersayap mengenakan topi, sepeda motor dan jaket kulit. The Highwaymen juga memiliki motto sendiri yaitu: “Ya, meskipun kita naik jalan raya dalam bayang-bayang kematian, kami tidak takut bahaya, karena kita adalah bajingan ibu paling jahat di jalan raya” 

“Highwaymen Forever, Selamanya Highwaymen” Meskipun menjadi klub sepeda motor terbesar di kota Detroit, mereka tidak diakui di Federasi Detroit dari Klub motor karena reputasi mereka kekerasan dan kriminal. Pada Mei 2007, setelah penyelidikan selama dua tahun dalam kegiatan geng, FBI menggerebek rumah dan rumah kelompok klub yang mengakibatkan penangkapan 40 Highwaymen dan asosiasi atas tuduhan biaya termasuk asuransi dan penipuan hipotek, pembunuhan untuk disewa, kokain, korupsi perdagangan dan pemerasan.

5. Warlocks



Berbasis di Pennsylvania, Amerika Serikat, geng motor Warlocks tercatat memiliki anggota hingga 100 orang. Mereka terlibat dalam berbagai aksi kejahatan, mulai dari narkoba, pencucian uang dan prostitusi.

Geng motor ini memang cukup ekslusif karena tak mau terlalu banyak merekrut anggota. Mereka hanya diisi oleh orang-orang kulit putih.

Geng ini terkenal dengan motto: “Untuk menemukan kami kalian harus hebat, untuk mengejar kami kalian harus cepat, untuk mengalahkan kami kalian pasti bercanda.”

6. Sons Of Silence



Geng motor ini bermarkas di Colorado, Amerika Serikat. Kegiatan kriminal mereka hampir sama dengan geng motor lainnya, yakni pembunuhan, penyerangan, narkoba, prostitusi, pencucian uang dan penyelundupan senjata.

FBI menempatkan geng motor ini sebagai lima geng paling berbahaya di Amerika Serikat. Keanggotaan mereka tersebar di 12 negara bagian. Bahkan di Jerman, geng ini pun berkembang.

Tak sedikit yang mengasosiasikan mereka dengan kelompok Nazi. Kisah kekejaman mereka sempat difilmkan dalam acara televisi berjudul Gangland.

7. Outlaws



Club motor Outlaw adalah salah satu klub yang terkenal dan tertua dalam daftar ini. Geng berdiri di Bar Matilda di Route tua 66 di McCook, IL tahun 1935. Menggunakan lambang Marlon Brando dalam The One Liar pada jaket kulit sebagai inspirasi, klub mengadopsi tengkorak dengan silang Pistons sebagai logo resmi klub mereka. Sejak klub itu berdiri lebih dari 70 tahun yang lalu kelompok mereka telah menyebar secara luas di seluruh Amerika Serikat dan telah mapan di Australia, Asia, Eropa dan Amerika Utara dan Selatan.

Harry Joseph Bowman, Pemimpin Dunia The American Outlaw Association (AOA), adalah presiden internasional dari The Motorcycle Club Kriminal dan memimpin 30 kelompok di Amerika Serikat dan 20 kelompok di 4 negara lain. ia dikirim ke penjara akibat 3 kasus pembunuhan tahun 1999 setelah berada di Top 10 FBI Most Wanted daftar Buronan pada tahun 1998. Di seluruh dunia anggota dari The Outlaws telah dicurigai, ditangkap, diadili dan dihukum karena kejahatan yang tak terhitung jumlahnya dari prostitusi, perdagangan narkotika dan barang curian, perdagangan senjata, pemerasan dan pembunuhan.

8. Pagans



Wilayah mereka tampaknya dibatasi secara ketat untuk pantai timur di Amerika Serikat.Selain sejarah mereka dari persaingan keras dengan Hell’s Angels Motorcycle Club, The Pagan telah dikaitkan dengan berbagai kejahatan termasuk pembunuhan, pembakaran, penyelundupan narkoba dan telah dikaitkan dengan kejahatan terorganisir di Amerika di wilayah timur laut Amerika.

Pada bulan Februari 2002, tujuh puluh tiga anggota Club Motor pagan ditangkap di Long Island, NY setelah kekerasan meletus antara The Pagan dengan The Hell Angels MC yang mengakibatkan 10 pengendara sepeda motor terluka dan satu anggota Pagan dibunuh. Kemudian pada tahun 2005, anggota dari The Pagan diduga menembak dan membunuh Wakil Presiden kelompok Hell’s Angels Motorcycle Club wilayah Philadelphia.

9. Mongols



Mongols juga dikenal sebagai Bangsa Mongol atau Persaudaraan, dibentuk pada tahun 1969 di Montebello, California dari bikers Hispanik yang ditolak The Hell Angels MC karena ras mereka. Warna mereka adalah hitam dan putih dan lencana bertuliskan Mongol dalam huruf-huruf hitam besar di atas seorang pria mengendarai sepeda motor mengenakan rompi kulit dan kacamata hitam sambil membawa pedang atau pedang pendek. kelompok Mongol terkonsentrasi di Amerika Serikat bagian barat, tetapi juga telah dibuka di Kanada, Meksiko dan Italia.Pada tahun 2008, ATF dikoordinasikan melakukan penyelidikan terhadap MC Mongol dimana 4 agen menyamar menjadi anggota sepenuhnya sambil mendapatkan informasi tentang kegiatan geng. 

Operasi ini mengakibatkan 38 penangkapan termasuk penangkapan presiden klub, Ruben "Doc" Cavazos. Sebagai bagian dari operasi, anggota MC Mongol sekarang dilarang oleh hukum dari penggunaan Mongol MC logo dan lambang termasuk pemasangan di rompi atau pakaian lain.

10. Hell's Angles



Hell’s Angels merupakan geng motor paling terkenal Amerika, Hell’s Angels memiliki sejarah panjang dan menyeluruh di jalan raya Amerika. Banyak informasi kabur tentang asal-usul mereka karena banyak kode kerahasiaan. Hell’s Angels kemungkinan dibentuk pada tahun 1940 atau 1950 di California. Lencana mereka berupa logo "kepala maut" yang disalin dari lencana Skuadron Tempur ke-85 dan Skadron Menengah 552 Bomber. Huruf merah di atas latar belakang putih melambangkan warna klub.

Dengan popularitas begitu banyak, kelompok Hell’s Angels bermunculan di seluruh AS, Rusia, Selandia Baru dan benua Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa dan Australia.Hell’s Angels telah mendapatkan ketenaran massa di AS karena keterlibatan mereka dengan urusan hukum dan persaingan geng motor.salah satunya Konfrontasi kekerasan di Casino Harrah, Laughlin, Nevada dan Hotel antara Hell’s Angels dengan MC Mongol yang mengakibatkan satu anggota geng ditusuk Mongol dan dua anggota MC Mongol ditembak Hell’s Angels.